Laman

new post

zzz

Senin, 17 September 2012

SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar

SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar - word


SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar - ppt







MAKALAH
ANTARA PENGAJAR DAN PEMBELAJARAN
Disusun guna memenuhi tugas:
Dosen Pengampu       :  M. Ghufron Dimyati, M.S.I
Mata Kuliah               :  Strategi Belajar Mengajar

Disusun Oleh:


1.      Salafudin                                 2021110207
2.      Hammydiati Azifa L. I.          2021110208
3.      Sri Setisningrum                      2021110209
4.      Uswatun Khasanah                 2021110210
5.      Nofi Hidayati                          2021110211
6.      M. Al Amin                             2021110212               



Kelas E


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
2012

PENDAHULUAN

Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.
Minat , bakat, kemampuan, dan  potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan hal ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual, karena antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar.[1]
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, dan begitu mulianya menjadi seorang pendidik. Namun tidak semudah yang kita bayangkan, butuh keahlian dan pendidikan yang cukup untuk bekal mengajar. Sehingga dalam proses pendidikan, dapat berhasil sesuai dengan harapan dan tujuan. Dalam menjadi seorang pendidik tentu harus memiliki beberapa kriteria dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Dimana seorang pendidik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan.







PEMBAHASAN

A.    Pengajar
Pengajar atau guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat- tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi juga di masjid, di mushola, di rumah dan sebagainya.[2]
Tidak dapat dipungkiri bahwa peran guru dalam mendidik siswa menjadi salah satu ukuran keberhasilan pendidikan di sekolah.[3]
1.      Syarat- syarat pengajar
Menurut Zakiah Darajat, untuk menjadi guru harus memenuhi beberapa persyaratan seperti dibawah ini:
a.       Taqwa kepada Tuhan YME
b.      Berilmu
c.       Sehat jasmani
d.      Berkelakuan baik.[4]
2.      Sifat- sifat pengajar
Adapun sifat- sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengajar adalah sebagai berikut:
a.       Memiliki sifat zuhud
b.      Kebersihan guru
c.       Ikhlas dalam pekerjaan
d.      Bersifat pemaaf
e.       Seorang guru harus mencintai murid- muridnya
f.       Seorang guru harus mengetahui tabiat, pembawaan, adat, kebiasaan, rasa dan pemikiran murid- muridnya agar tidak keliru dalam mendidik murid- muridnya.
g.      Guru harus menguasai mata pelajaran yang akan disampaikan.[5]
3.      Peran pengajar
Adapun peran pengajar terhadap peserta didik, adalah sebagai berikut:
a.       Korektor
b.      Inspirator
c.       Informator
d.      Organisator
e.       Motivator
f.       Inisiator.
g.      Fasilitator
h.      Pembimbing
i.        Demonstrator
j.        Pengelola kelas
k.      Mediator
l.        Supervisor
m.    Evaluator.[6]
B.     Pembelajaran
Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam makna yang lebih kompleks, pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.[7]
1.      Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menurut Fred Percival dan Henry Ellington (1984), yaitu suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau ketrampilan siswa tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Benyamin S. Bloom dan D. Krathwohl (1994) memilah taksonomi pembelajaran dalam tiga kawasan, yaitu:
a.       Kawasan Kognitif, yakni kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi.
b.      Kawasan Afektif, yaitu satu domain yang berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan) dan penyesuaian perasaan sosial.
c.       Kawasan Psikomotor, kawasan ini mencakup tujuan yang berkaitan dengan ketrampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik.[8]
2.      Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memebri latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.

No.
Metode
Kemampuan Yang Akan Dicapai Berdasarkan Indikator
1
Ceramah
Menjelaskan konsep/prinsip/prosedur
2
Demonstrasi
Menjelaskan suatu ketrampilan berdasarkan standar prosedur tertentu
3
Tanya Jawab
Mendapatkan umpan balik/ partisipasi/ menganalisis
4
Penampilan
Melakukan suatu ketrampilan
5
Diskusi
Menganalisis/memecahkan masalah
6
Studi Mandiri
Menjelaskan/ menerapkan/ menganalisis/ mensintesis/ mengevaluasi/ melakukan sesuatu baik yang bersifat kognitif maupun psikomotor
7
Kegiatan Pembelajaran terprogram
Menjelaskan konsep/ prinsip/ prosedur
8
Latihan bersama teman
Melakukan sesuatu ketrampilan
9
Simulasi
Menjelaskan/ menerapkan/ menganalisis suatu konsep dan prinsip
10
Pemecahan Masalah
Menjelaskan/ menerapkan/ menganalisis konsep/ prosedur/ prinsip tertentu
11
Studi kasus
Menganalisis dan memecahkan masalah
12
Insiden
Menganalisis dan memecahkan masalah
13
Praktikum
Melakukan suatu ketrampilan
14
Proyek
Melakukan sesuatu/ menyusunkan laporan suatu kegiatan
15
Bermain Peran
Menerapkan suatu konsep/ prinsip/ prosedur
16
Seminar
Menganalisis/ memecahkan masalah
17
Simposium
Menganalisis masalah
18
Tutorial
Menjelaskan/ menerapkan/ menganalisis konsep/ prosedur/ prinsip
19
Deduksi
Menjelaskan/ menrapkan/ menganalisis konsep/ prosedur prinsip
20
Induksi
Mensintesis suatu konsep, prinsip atau perilaku
21
Computer Assisted Learning
Menjelaskan/ menerapkan/ menganalisis/ mensintesis/ mengevaluasi sesuatu

3.      Pendekatan dalam Pembelajaran
Pendekatan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a.       Pendekatan individual
Masing- masing anak didik memang mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda satu sama lain. Perbedaan individual anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru, bahwa strategi pengajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individual.
b.      Pendekatan kelompok
Dengan pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak.
c.       Pendekatan bervariasi
Seorang guru harus menggunakan beberapa metode (bervariasi).
d.      Pendekatan edukatif
adalah hubungan dua arah antara guru dan anak didik dengan sejumlah norma sebagai mediumnya untuk mencapai tujuan pendidikan. Setiap tindakan, sikap, dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan.[9]

SIMPULAN
A.    Pengajar
Pengajar atau guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Menjadi seorang pengajar tentu harus memenuhi syarat, yaitu: Taqwa kepada Tuhan YME, berilmu, sehat jasmani, berkelakuan baik.
Adapun sifat- sifat sebagai pengajar yaitu: memiliki sifat zuhud, kebersihan guru, ikhlas dalam pekerjaan, bersifat pemaaf, seorang guru harus mencintai murid- muridnya, dan seorang guru harus mengetahui tabiat, pembawaan, adat, kebiasaan, rasa dan pemikiran murid- muridnya agar tidak keliru dalam mendidik murid- muridnya.
Untuk menjadi seorang pengajar tentu harus mengetahui peran sebagai seorang pengajar.
B.     Pembelajaran
Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Mengajar.
1.      Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran yaitu suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau ketrampilan siswa tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Benyamin S. Bloom dan D. Krathwohl (1994) memilah taksonomi pembelajaran dalam tiga kawasan, yaitu:
a.       Kawasan Kognitif,
b.      Kawasan Afektif,
c.       Kawasan Psikomotor,
2.      Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      Pendekatan dalam Pembelajaran
Pendekatan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a.       Pendekatan individual
b.      Pendekatan kelompok
c.       Pendekatan bervariasi
d.      Pendekatan edukatif



















DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharti. 1980. Manajemen Pengajaran. Yogyakarta: Rineka Cipta

Djamarah, Saiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Mulyasa, E. 2006.  Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Rustamaji. 2007. Guru Yang Menggairahkan. Yogyakarta: Gama Media.

Trianto. 2000. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.

Uhbiyati, Nur dan Abu ahmadi. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.

Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.




[1] E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm.35
[2] Saiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), hlm. 31
[3] Rustamaji, Guru Yang Menggairahkan, (Yogyakarta: Gama Media, 2007), hlm.1
[4] Suharti Arikunto, Manajemen Pengajaran, (Yogyakarta: Rineka Cipta, 1980), hlm. 268- 269
[5] Nur Uhbiyati dan Abu ahmadi, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1998), hlm. 77
[6] Ibid., hlm. 43
[7] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana, 2000), hlm.17
[8] Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm.35-38
[9] Saiful Bahri Djamarah, Loc. Cit., hlm. 06- 09