SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar - word
SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar - ppt
SBM E2 : Pengajar vs Pembelajar - ppt
MAKALAH
ANTARA PENGAJAR DAN PEMBELAJARAN
Disusun guna memenuhi tugas:
Dosen Pengampu : M. Ghufron
Dimyati, M.S.I
Mata Kuliah :
Strategi Belajar Mengajar
Disusun Oleh:
1. Salafudin 2021110207
2. Hammydiati Azifa L. I. 2021110208
3. Sri Setisningrum 2021110209
4. Uswatun Khasanah 2021110210
5. Nofi Hidayati 2021110211
6. M. Al Amin 2021110212
Kelas E
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
2012
PENDAHULUAN
Semua
orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan
pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan
peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.
Minat
, bakat, kemampuan, dan potensi yang
dimiliki oleh peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan
guru. Dalam kaitan hal ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara
individual, karena antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lain
memiliki perbedaan yang sangat mendasar.[1]
Guru
merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, dan begitu mulianya menjadi seorang
pendidik. Namun tidak semudah yang kita bayangkan, butuh keahlian dan
pendidikan yang cukup untuk bekal mengajar. Sehingga dalam proses pendidikan,
dapat berhasil sesuai dengan harapan dan tujuan. Dalam menjadi seorang pendidik
tentu harus memiliki beberapa kriteria dan sikap yang harus dimiliki oleh
seorang pendidik. Dimana seorang pendidik merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan setiap upaya pendidikan.
PEMBAHASAN
A. Pengajar
Pengajar atau guru adalah orang yang
memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat
adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat- tempat tertentu, tidak
mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi juga di masjid, di mushola, di rumah
dan sebagainya.[2]
Tidak dapat dipungkiri bahwa peran guru
dalam mendidik siswa menjadi salah satu ukuran keberhasilan pendidikan di
sekolah.[3]
1. Syarat- syarat pengajar
Menurut
Zakiah Darajat, untuk menjadi guru harus memenuhi beberapa persyaratan seperti
dibawah ini:
a. Taqwa kepada Tuhan YME
b. Berilmu
c. Sehat jasmani
d. Berkelakuan baik.[4]
2. Sifat- sifat pengajar
Adapun
sifat- sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengajar adalah sebagai berikut:
a. Memiliki sifat zuhud
b. Kebersihan guru
c. Ikhlas dalam pekerjaan
d. Bersifat pemaaf
e. Seorang guru harus mencintai murid-
muridnya
f. Seorang guru harus mengetahui tabiat,
pembawaan, adat, kebiasaan, rasa dan pemikiran murid- muridnya agar tidak
keliru dalam mendidik murid- muridnya.
g. Guru harus menguasai mata pelajaran yang
akan disampaikan.[5]
3. Peran pengajar
Adapun
peran pengajar terhadap peserta didik, adalah sebagai berikut:
a. Korektor
b. Inspirator
c. Informator
d. Organisator
e. Motivator
f. Inisiator.
g. Fasilitator
h. Pembimbing
i.
Demonstrator
j.
Pengelola
kelas
k. Mediator
l.
Supervisor
m. Evaluator.[6]
B. Pembelajaran
Pembelajaran merupakan aspek kegiatan
manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran
secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara
pengembangan dan pengalaman hidup. Dalam makna yang lebih kompleks,
pembelajaran hakikatnya adalah usaha sadar dari seorang guru untuk
membelajarkan siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar
lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.[7]
1. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menurut
Fred Percival dan Henry Ellington (1984), yaitu suatu pernyataan yang jelas dan
menunjukkan penampilan atau ketrampilan siswa tertentu yang diharapkan dapat
dicapai sebagai hasil belajar. Benyamin S. Bloom dan D. Krathwohl (1994)
memilah taksonomi pembelajaran dalam tiga kawasan, yaitu:
a. Kawasan Kognitif, yakni kawasan yang
membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari
tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi.
b. Kawasan Afektif, yaitu satu domain yang
berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan) dan
penyesuaian perasaan sosial.
c. Kawasan Psikomotor, kawasan ini mencakup
tujuan yang berkaitan dengan ketrampilan (skill)
yang bersifat manual atau motorik.[8]
2. Metode Pembelajaran
Metode
pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi
contoh, dan memebri latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan
tertentu.
|
No.
|
Metode
|
Kemampuan
Yang Akan Dicapai Berdasarkan Indikator
|
|
1
|
Ceramah
|
Menjelaskan
konsep/prinsip/prosedur
|
|
2
|
Demonstrasi
|
Menjelaskan
suatu ketrampilan berdasarkan standar prosedur tertentu
|
|
3
|
Tanya
Jawab
|
Mendapatkan
umpan balik/ partisipasi/ menganalisis
|
|
4
|
Penampilan
|
Melakukan
suatu ketrampilan
|
|
5
|
Diskusi
|
Menganalisis/memecahkan
masalah
|
|
6
|
Studi
Mandiri
|
Menjelaskan/
menerapkan/ menganalisis/ mensintesis/ mengevaluasi/ melakukan sesuatu baik
yang bersifat kognitif maupun psikomotor
|
|
7
|
Kegiatan
Pembelajaran terprogram
|
Menjelaskan
konsep/ prinsip/ prosedur
|
|
8
|
Latihan
bersama teman
|
Melakukan
sesuatu ketrampilan
|
|
9
|
Simulasi
|
Menjelaskan/
menerapkan/ menganalisis suatu konsep dan prinsip
|
|
10
|
Pemecahan
Masalah
|
Menjelaskan/
menerapkan/ menganalisis konsep/ prosedur/ prinsip tertentu
|
|
11
|
Studi
kasus
|
Menganalisis
dan memecahkan masalah
|
|
12
|
Insiden
|
Menganalisis
dan memecahkan masalah
|
|
13
|
Praktikum
|
Melakukan
suatu ketrampilan
|
|
14
|
Proyek
|
Melakukan
sesuatu/ menyusunkan laporan suatu kegiatan
|
|
15
|
Bermain
Peran
|
Menerapkan
suatu konsep/ prinsip/ prosedur
|
|
16
|
Seminar
|
Menganalisis/
memecahkan masalah
|
|
17
|
Simposium
|
Menganalisis
masalah
|
|
18
|
Tutorial
|
Menjelaskan/
menerapkan/ menganalisis konsep/ prosedur/ prinsip
|
|
19
|
Deduksi
|
Menjelaskan/
menrapkan/ menganalisis konsep/ prosedur prinsip
|
|
20
|
Induksi
|
Mensintesis
suatu konsep, prinsip atau perilaku
|
|
21
|
Computer
Assisted Learning
|
Menjelaskan/
menerapkan/ menganalisis/ mensintesis/ mengevaluasi sesuatu
|
3.
Pendekatan dalam Pembelajaran
Pendekatan
yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a. Pendekatan individual
Masing-
masing anak didik memang mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda satu
sama lain. Perbedaan individual anak didik tersebut memberikan wawasan kepada
guru, bahwa strategi pengajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik pada
aspek individual.
b. Pendekatan kelompok
Dengan
pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan rasa sosial yang
tinggi pada diri setiap anak.
c. Pendekatan bervariasi
Seorang guru harus
menggunakan beberapa metode (bervariasi).
d. Pendekatan edukatif
adalah hubungan dua
arah antara guru dan anak didik dengan sejumlah norma sebagai mediumnya untuk
mencapai tujuan pendidikan. Setiap tindakan, sikap, dan perbuatan yang guru
lakukan harus bernilai pendidikan.[9]
SIMPULAN
A. Pengajar
Pengajar atau guru adalah orang yang memberikan
ilmu pengetahuan kepada anak didik. Menjadi seorang pengajar tentu harus
memenuhi syarat, yaitu: Taqwa kepada Tuhan YME, berilmu, sehat jasmani,
berkelakuan baik.
Adapun sifat- sifat sebagai pengajar
yaitu: memiliki sifat zuhud, kebersihan guru, ikhlas dalam pekerjaan, bersifat
pemaaf, seorang guru harus mencintai murid- muridnya, dan seorang guru harus
mengetahui tabiat, pembawaan, adat, kebiasaan, rasa dan pemikiran murid-
muridnya agar tidak keliru dalam mendidik murid- muridnya.
Untuk menjadi seorang pengajar tentu
harus mengetahui peran sebagai seorang pengajar.
B. Pembelajaran
Pembelajaran secara simpel dapat
diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan
pengalaman hidup. Mengajar.
1.
Tujuan
pembelajaran
Tujuan
pembelajaran yaitu suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau
ketrampilan siswa tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar.
Benyamin S. Bloom dan D. Krathwohl (1994) memilah taksonomi pembelajaran dalam
tiga kawasan, yaitu:
a. Kawasan Kognitif,
b. Kawasan Afektif,
c. Kawasan Psikomotor,
2. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran
merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi
latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
3.
Pendekatan dalam Pembelajaran
Pendekatan yang harus
dilakukan dalam proses pembelajaran, antara lain:
a. Pendekatan individual
b. Pendekatan kelompok
c. Pendekatan bervariasi
d. Pendekatan edukatif
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharti.
1980. Manajemen Pengajaran.
Yogyakarta: Rineka Cipta
Djamarah,
Saiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik
dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Mulyasa, E. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Rustamaji. 2007. Guru Yang Menggairahkan. Yogyakarta: Gama Media.
Trianto. 2000. Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.
Uhbiyati, Nur dan Abu
ahmadi. 1998. Ilmu Pendidikan Islam.
Bandung: CV Pustaka Setia.
Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
[1] E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2006), hlm.35
[2] Saiful Bahri
Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam
Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), hlm. 31
[3] Rustamaji, Guru Yang Menggairahkan, (Yogyakarta:
Gama Media, 2007), hlm.1
[4] Suharti
Arikunto, Manajemen Pengajaran,
(Yogyakarta: Rineka Cipta, 1980), hlm. 268- 269
[5] Nur Uhbiyati
dan Abu ahmadi, Ilmu Pendidikan Islam,
(Bandung: CV Pustaka Setia, 1998), hlm. 77
[6] Ibid., hlm. 43
[7] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran
Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana, 2000), hlm.17
[8] Hamzah B. Uno,
Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hlm.35-38
[9] Saiful Bahri
Djamarah, Loc. Cit., hlm. 06- 09