Laman

new post

zzz

Minggu, 21 Oktober 2012

sbm E7 : Met. Pembelajaran Konvensional

sbm E7 : Met. Pembelajaran Konvensional - word

sbm E7 : Met. Pembelajaran Konvensional - ppt







MAKALAH
METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

          Disusun Guna Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah               : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu       : Ghufron Dimyati, M.S.I









   Disusun Oleh:
1.      Ekawati                                 2021110230
2.      Kisrowiyah                            2021110231
3.      M. Sukisno                             2021110232
4.      Nuhisa Filiandi                      2021110233


Kelas E


JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
BAB 1
PENDAHULUAN

Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian lain adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas, baik secara individual maupun secara kelompok. Agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Mengajar harus menggunakan metode yang baik dan tepat, karena mengajar adalah kegiatan terencana dan terorganisir.
Belajar mengajar sebagai suatu kegiatan, seiring dengan adanya makhluk manusia di muka bumi ini, sejak semula kegiatan belajar mengajar ini telah dilakukan oleh manusia dalam upaya membimbing anak keturunannya agar berhasil dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Metode dan mengajar merupakan satu kesatuan untuk menjadikan kelas kondusif. Metode sebagai langkah sedangkan mengajar adalah aktivitas.















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Metode Pembelajaran
Metode ialah jalan atau cara-cara yang digunakan pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.[1]
Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan, ketika berfikir informasi dan kompetensi apa yang dimaksud oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berfikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efesien. Ini sangat penting untuk dipahami oleh setiap guru, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. Seorang guru dituntut untuk menguasai metode pembelajaran yang dilakukannya akan dapat memberikan nilai tambah bagi anak didiknya. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya dari nilai proses pembelajarannya adalah hasil belajar yang optimal atau maksimal.[2]
Banyak defenisi mengenai metode pembelajaran ini yang dijumpai dalam berbagai literatur Muhammad Atiyah Al-Abrasyi, mendefenisikan “jalan yang harus diikuti untuk memberikan kepahaman bagi peserta didik segala macam pelajaran dalam segala mata pelajaran”.

B.       Metode Pembelajaran Konvensional
Metode pembelajaran konvensional merupakan metode mengajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut metode tradisional. Metode yang didalamnya meliputi berbagai metode yang berpusat pada guru. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya benar-benar disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Menurut Djamarah (1996), Pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.[3]

C.      Macam-macam Metode Konvensional
a.        Metode Pembiasaan
Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Metode pembiasaan hendaknya diterapkan pada peserta didik sedini mungkin, sebab ia memiliki daya ingat yang kuat dan sikap yang belum matang sehinggaa mudah mengikuti, meniru dan membiasakan aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Metode Keteladanan
Metode ini digunakan untuk mewujudkan tujuan pengajaran dengan memberi keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental dan kepribadiannya secara benar.
c.       Metode Penghargaan
Metode ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan atau hadiah kepada anak didik, baik yang berprestasi akademik maupun yang berprilaku baik. Tujuannya agar anak didik semakin termotivasi dalam belajar.
d.      Metode hukuman
Metode ini merupakan lawan dari metode penghargaan. Pelaksanaannya adalah sebagai jalan terakhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik, melainkan bersifat akademik dan edukatif dengan tujuan menyadarkan siswa dari kesalahan yang diulang-ulang. Metode ini diterapkan agar siswa merasakan akibat perbuatannya sehingga ia akan menghormati guru dan dirinya sendiri.[4]
e.       Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru dari pada anak didik. Peran anak didik di sini sebagai penerima pesan, mendengarkan, memperhatikan, dan mencatat keterangan guru bila diperlukan.[5]
Dengan demikian metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakuakan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.
f.       Metode latihan
Metode latihan disebut juga metode training, yaitu suatu cara belajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. sarana Metode ini juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.
g.      Metode Bercerita
Metode bercerita ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakikatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah, karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada orang lain. Dalam metode ini baik guru maupun anak didik dapat berperan sebagai penutur.[6]
h.      Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab anak didik, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaan. Isi pertanyaan tidak harus mengenai pelajaran yang sedang diajarkan, tetapi bisa juga mengenai pertanyaan lebih luas yang berkaitan dengan pelajaran.
i.        Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah salah satu teknik mengajar yang dilakukan oleh seorang guru atau orang lain yang dengan sengaja diminta atau siswa sendiri ditunjuk untuk memperlihatkan kepada kelas tentang suatu proses atau cara melakukan sesuatu.[7]
Dengan kata lain, demonstari adalah metode mengajar dengan menggunakan alat peraga (meragakan), untuk memperjelas suatu pengertian, atau untuk memperlihatkan bagaimana untuk melakukan dan jalannya suatu proses pembuatan tertentu kepada siswa.[8]
j.        Metode karyawisata
Metode ini adalah suatu metode pengajaran yang dilakukan dengan mengajak para siswa keluar kelas untuk mengunjungi suatu peristiwa atau tempat yang ada kaitannya dengan pokok bahasan.[9]
k.      Metode Diskusi
           Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan pada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan dan pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan diselesaikan bersama.
l.        Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode pengambilan kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Tujuan dari metode ini yaitu anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat dalam proses eksperimen.



m.    Metode Proyek
Metode proyek adalah cara penyajian yang bertitik tolak darii suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga keseluruhan dan bermakna.
n.      Metode Resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan di mana guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
o.      Metode Problem Solving
Metode ini disebut juga dengan metode pemecahan masalah bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai menarik kesimpulan.
p.      Metode Sosio Drama
Menurut Engkoswara metode sosio drama adalah suatu drama tanpa naskah yang akan dimainkan oleh sekelompok orang. Persoalan pokok yang akan didramatisasikan diambil dari kejadian-kejadian sosial.[10] 













BAB III
PENUTUP

Metode ialah jalan atau cara-cara yang digunakan pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan, ketika berfikir informasi dan kompetensi apa yang dimaksud oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berfikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efesien.
Metode pembelajaran konvensional merupakan metode mengajar yang lazim dipakai oleh guru atau sering disebut metode tradisional.
Macam-macam Metode Konvensional
a.       Metode Pembiasaan
b.      Metode Keteladanan
c.       Metode Penghargaan
d.      Metode hukuman
e.       Metode ceramah
f.       Metode latihan
g.      Metode Bercerita
h.      Metode Tanya Jawab
i.        Metode Demonstrasi
j.        Metode karyawisata
k.      Metode Diskusi
l.        Metode Eksperimen
m.    Metode Proyek
n.      Metode Resitasi
o.      Metode Problem Solving
p.      Metode Sosio Drama



DAFTAR PUSTAKA

Mustakim, Zainal. 2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.
Rostiya. 1989. Didaktik Metodik. Jakarta: Bina Aksara.
Usman, Basyiruddin. 2002. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Press.
Wijaya, Wina. 2008. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.
www.goegle.co.id,http://iyasphunkalfreth.blogspot.com / 2010 / 06 / perbandingan metode pembelajaran. htlm.
Yusuf , Tayar. 1995. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. Jakarta: Raja Grafindo Persada.





[1] Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 32.
[2] Wina Wijaya,  Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Kencana, 2008), hlm. 101.

[3] www.goegle.co.id,http://iyasphunkalfreth.blogspot.com / 2010 / 06 / perbandingan metode pembelajaran. htlm.
[4]Zainal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran , (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2011), hlm. 118-120
[5] Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 34.
[6] Op. Cit., hlm. 122
[7] Op. Cit., hlm. 45
[8] Tayar Yusuf, Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995), hlm. 49.
[9] Rostiya, Didaktik Metodik, (Jakarta: Bina Aksara, 1989), hlm. 83-84.
[10] Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 51