Laman

new post

zzz

Rabu, 27 Maret 2013

f7-2 jihad syar'i : sosiologi, linguistik, fisika



BAB I

Pendahuluan

Alam adalah salah satu bukti anugrah Allah. Mrupakan curahan dari pada rasa kasih sayang yang disajikan kepada makhluk kesayangan-Nya baginda Rosul Muhammad SAW, maka hasil semua yang ada di dunia alam jagad raya ini pada hakekatnya hanya ditujukan pada satu objek yaitu karena membuktikan mahabbah-Nya. Dan sesungguhnya Alloh itu indah dan mencintai keindahan, hingga bentuk rupa daripada ciptaan-Nya yang berupa alam ini sangatlah mencerminkan dan sekaligus menggambarkan keindahan-Nya.  sebagai umat Nabi Agung Muhammad SAW  wajib mensyukuri atas apa yang telah tercipta ini, karena berkah beliaulah semua makhluk dapat menikmati isi alam yang telah tercipta.
                                                                                              





































BAB II
PEMBAHASAN

A.    HADITS

عن عبد الله بن عمرو بن العاص . أنه سمعرسول الله صلي الله عليه و سلم قال:{ والذي نفس محمد بيده إن مثل المؤمن لكمثل القطعة من الذهب نفخ عليها صاحبها فلم تَغَيَّرْ و لم تَنْقُصْ } .(رواه أحمد في المسند, مسند المكثرين من الصحابة, مسند عبد الله بن عمرو بن العاص)

       B.TERJEMAH

Dari Abdullah bin Amru bin Ash menceritakan kepadaku, bahwasanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda:" ........Demi zat yang jiwa Muhammad berada ditangan_NYA, sesungguhnya perumpamaan seorang mukmin seperi sepotong emas, pemiliknya meniupnya namun emas itu tidak berubah dantidak berkurang..... (HR. Imam Ahmad)

       C. MUFRODAD
Orang Mukmin
اْلْمُؤْمِنُ
Sepotong
الْقِطَعَةُ
Emas
الّْذهَبُ
Meniup
نَفَخَ
Berubah
تَغَيَّر
Berkurang
تَنْقُصُ
 
        
              




D. BIOGRAFI ROWI
      Abdullah ibn Amr ibn as-Ash as-Sahmi al-Qurasyi. Dia masuk islamsebelum bapaknya. Termasuk ahli ibadah dan ulama’ dari kalangan sahabat, dia sudah pandai menulis pada masa jahiliyyah, dia minta izin kepada Rosulullah untuk menulis apa yang dia dengar darinya,  maka beliau mengizinkannya, dia ikut dalam beberapa peperangan dan menyambet dengan 2 pedangnya sekaligus.
      Dia membawa panji bapaknya pada perang yarmuk, mati syahid di Siffin, ikut pihak Mu’awiyah. Mu’awiyah mengangkatnya sebagai gubernur di kuffah, dalam beberapa waktu tidak terlalu  lama dia meninggal pada tahun 65 H dan hadits-hadits nya yang dicantumkan dalam kitab-kitab sebanyak 700 hadits.

E. KETERANGAN HADITS
          Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas materi, energi, dan interaksinya. Ruang lingkup fisika amat luas, memcakup stuktur  materi, sifat berbagai wujud materi, hakikat dan berbagai bentuk energi seperti kalor (panas), berbagai macam gelombang, energi listrik, maghnet, energi nuklir, dan sebagainya.
            Fisika adalah bagian  dari ilmu pengetahuan atau sains, sedangkan ilmu pengetahuan atau sains adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian yang dapat diterima oleh rasio. Ilmu pengetahuan kealaman muncul setelah melalui pengamatan atau observasi.
            Keharmonisan alam adalah sejalan dengan serta disebabkan oleh adanya hokum yang menguasai alam, hokum tersebut ditakdirkan oleh Allah SWT, yakni dibuat bersifat pasti, yang menurut istilah Al-Qur’an disebut sunnatullah atau takdir dalam arti kepastian umum hukum Allah SWT  untuk alam ciptaanNya.
           
            Adapun ilmu pengetahuan pada hakikatnya adalah usaha manusia untuk memahami hukum Allah SWT yang pasti (sunnatullah) bagi alam semesta ciptaanNya ini. Ilmu pengetahuan atau sains adalah prasyarat untul mewujudkan salah satu tujuan diciptakannya ala mini, yaitu untuk kemanfaatan bagi manusia.


F.Aspek tarbawi
            Allah memberikan tanda-tanda untuk berfikir mengenai apa yang ada di alam semesta ini, salah satu hasilnya yaitu  ilmu pengetahuan , seperti fisika. Dalam fisika terdapat suatu proses pengkajian yang mana menuntut kita untuk berfikir rasional sesuai dengan nalar agar bisa dibuktikan.
            Maka dari itu manusia tidak boleh bersikap sombong, atas usaha atau hasil pemikirannya. Karena semua kemampuan  tersebut adalah pemberian Allah.














BAB III
PENUTUP

Fisika menuntut manusia untuk berfikir rasional secara nalar, sehingga mengantarkannya untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan dan keagunganNya, yang akhirnya akan mengantarkannya kepada wujud syukur atas segala ciptaanNya,, dan akan menyadari bahwa betapa besar kekuasaan dan kehendak Allah. Tuhan semesta alam meliputi seluruh makhluk hidup yang Dia ciptakan.
























DAFTAR PUSTAKA

·         Bin hanbal, Ahmad.1978.Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, Beirut : Maktabah Al Islami.
·         Imam Ahmad bin Muhammad bin hanbal.2007. Terjemah Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, Jakarta : Pustaka Azzam.
·         Al-Buqha, musthafa dieb dan Muhyidin Mistu.2002. Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi, Jakarta : Pustaka Al-Kautsar,
·         Redaksi, Dewan.2001. Ensiklopedi Islam, Jakarta : PT. Ichtiar Baru Van Hoeve
·         Yahya, Harun. 2002. Mneyikap Rahasia Alam Semesta, Bandung : Dzikro.




f7-1 nasrul kamal : alam raya & astronomi



MAKALAH
PERINTAH UNTUK MENGAMATI ALAM SEMESTA DAN ILMU ASRTONOMI

Disusun untuk memenuhi tugas:
Mata kuliah                 : Hadits Tarbawi II
            Dosen Pengampu          : Muhammad Hufron, M.S.I


 







Disusun Oleh :


NASRUL KAMAL
2021 111 247
Kelas F



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PEKALONGAN

2013


PENDAHULUAN

Manusia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya alam semesta. Alam semesta, merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit besert
bintang sebagai atapnya.
Apa yang ada di antara bumi dan langit, seperti udara, hujan, gunung, sungai, dan sebagainya itu adalah ciptaan Allah SWT.
Dan dalam makalah ini saya akan mencoba menjelaskan tentang perintah untuk mengamati alam raya, dan juga untuk menyadari bahwa Allah itu Maha Esa.




















PEMBAHASAN
TENTANG PERINTAH UNTUK MENGAMATI ALAM SEMESTA

A. Materi Hadits
عن ابي  ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : تفكّر فى خلق الله ولا تفكّرو فى الله فتهلكوا

B. Terjemah Hadits
Dari Abu Dzar ra. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Berpikirlah kamu sekalian tentang yang di ciptakan Allah (makhluk-Nya Allah) dan janganlah kamu sekalian  memikirkan tentang dzat Allah, niscaya kamu sekalian akan binasa/celaka”.
C. Mufrodat
berfikirlah                         :
تفكّروا
pada ciptaan Allah           :
فى خلق الله
hancurlah                          :
فتهلكوا
D. Biografi Abu Dzar
Nama lengkapnya yang mashur ialah Jundub bin Junadah Al Ghifari dan terkenal dengan kuniahnya Abu Dzar.
Abu Dzar berasal dari suku Ghifar, Bani Ghifar adalah qabilah Arab suku badui yang tinggal di pegunungan yang jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan.[1][1]
Ia memeluk Islam dengan sukarela, ia salah satu sahabat yang terdahulu dalam memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi Muhammad langsung ke Mekkah untuk menyatakan keislamannya.


Abu Dzar, sosok pria pemberani yang bila meyakini kebenaran sesuatu perkara, dia tidak akan peduli menyatakan keyakinannya di hadapan siapapun meskipun harus menghadapi resiko seberat apapun. Dan apa yang dihadapinya, tidak menciutkan nyalinya untuk mengulang proklamasi keimanannya di depan Ka’bah menantang para dedengkot kafir Quraisy.
Dia dikenal sangat setia kepada Rasulullah. Kesetiaan itu misalnya dibuktikan sosok sederhana ini dalam satu perjalanan pasukan Muslim menuju medan Perang Tabuk melawan kekaisaran Bizantium. Karena keledainya lemah, ia rela berjalan kaki seraya memikul bawaannya. Saat itu sedang terjadi puncak musim panas yang sangat menyayat.
Dia keletihan dan roboh di hadapan Nabi SAW. Namun Rasulullah heran kantong airnya masih penuh. Setelah ditanya mengapa dia tidak minum airnya, tokoh yang juga kerap mengkritik penguasa semena-mena ini mengatakan, "Di perjalanan saya temukan mata air.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW. Abu Dzar cenderung menyendiri. Tampak benar kesedihan pada wajahnya. Dia adalah orang yang keras, tegas, pemberani, dan sangat kuat berpegang dengan segenap ajaran Nabi Muhammad SAW disamping kebenciannya kepada segala bentuk kebid’ahan (yakni segala penyimpangan dari ajaran Nabi SAW). Dia adalah orang yang penyayang terhadap orang-orang lemah dari kalangan faqir dan miskin. Abu Dzar Al Ghifary, sahabat setia Rasulullah itu, mengabdikan sepanjang hidupnya untuk Islam.[2][2]

E. KETERANGAN HADITS                                     
 (تفكروا في خلق الله )  artinya “Berpikirlah kamu sekalian tentang yang di ciptakan Allah (makhluk-Nya Allah).
Maksudnya adalah bahwa kita sebagai makhluk Allah dianjurkan untuk berfikir tentang makhluk-makhluk Allah yang diketahui oleh hamba-hamba Allah secara global, bukan secara terperinci seperti langit dengan bintang-bintangnya, bumi dengan apa yang ada di dalamnya seperti gunung, sungai, hewan dan tumbuhan, laut, dan sebagainya, dan apa yang ada di antara bumi dan langit, seperti udara, hujan, dan lain sebagainya.


Ciptaan-ciptaan-Nya dapat memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, menunjukkan atas keagungan dan kebesaran Allah.
( ولا تفكروا في الله فتهلكوا ) artinya “dan janganlah kamu sekalian  memikirkan tentang dzat Allah, niscaya kamu sekalian akan binasa/celaka”.
            Menurut Ibnu Arobi, kemampuan akal manusia itu sangat terbatas.[3][3]

F. ASPEK TARBAWI
Aspek Tarbawi dari hadits ke 32 ini adalah, bahwa kita sebagai manusia di perintahkan untuk berpikir tentang segala sesuatu yang telah Allah ciptakan. Kita juga harus sadar bahwa Allah itu maha Agung.
Dan juga kita harus bisa berpikir tentang makhluk-makhluk Allah, seperti langit-langit,  bintang-bintang, perubahan dan perputaranya dalam terbit dan terbenamnya, dan bumi terdapat sesuatu di dalamnya dari gunung-gunungnya, sungai dan lautnya, hewan dan tumbuh-tumbuhannya dan diantara keduanya, mendung, hujan, petir dan halilintar. Itu semua menunjukan atas keagungan dan kebesaran Allah, dan yang terperinci itu panjang.
Sebagai manusia seharusnya kita tidak memikirkan akan Dzat Allah, karena akal manusia itu sangatlah terbatas dan tidak akan sampai jika untuk memikirkan dzat Allah.













PENUTUP

Alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang maha besar yang di dalamnya terdapat berbagai macam peristiwa yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak dapat diungkap oleh manusia.
Dalam makalah ini sudah di jelaskan, bahwa kita sebagai makhluk Allah harus bisa berpikir bahwa Allah itu yang menciptakan alam semesta ini beserta seluruh isinya. Allah itu Maha Esa, dan karena ciptaan-ciptaanNya itu yang menunjukkan keagungan Allah.













DAFTAR PUSTAKA

Imam Nawawi. 2003. Faidhul Qodir. Juz 3. Mesir. Maktabah
















PEMBAHASAN
TENTANG ILMU ASRTONOMI



A. Materi Hadits

عن بن ابي اوفى قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( ان خيارعباد الله الدينيراعون الشمس والقمر والنجوم والاظلة لدكراله عزوجل) تفرد به عبد الجباربن العلاءباسناده هكداوهوثقة[4][1]

B. Terjemah Hadits

             Dari ibni Abi Aufa berkata, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah yaitu orang-orang yang meneliti, mengamati matahari, rembulan, bintang, dan awan (mengintai masuknya wakyu) untuk mengingat Allah ( karena untuk berdzikir kepada Allah)”.



C. Mufrodat ( Penggalan Kata)

خيار             = Terbaik                                                      

عبادالله           = Hamba Allah

يراعون         = Orang-orang yang meneliti

الشمس         = Matahari

القمر            = Bulan          

النجوم          = Bintang

الاظلة           = Awan

لدكرالله           = Untuk mengingat Allah



D. Biografi Perawi

            Ibnu Abi Aufa adalah Abdullah[5][2]. Nama lengkapnya Abdullah bin Abu Aufa Al-Islami dijuluki dengan Abu Muawiyah, Shahabat yang ikut dalam perdamaian Hudaibiyah dan peristiwa-peristiwa lainnya ini berdomisili di kota Madinah sampai Rasulullah wafat, setelah itu beliau pindah ke kota Kuffah. Dialah shahabat yang terakhir meninggal disana.[6][3]

E. Keterangan Hadits

            Sohibul Burhan berkata, didalam menjaga beberapa perkara itu ada dhohir dan batin. Adapun yang dhohir ialah melihat dengan panca indra mata didalam terbitnya, tengahnya, terbenamnya, berubahnya. Ketika kamu berangan-angan maka ia akan mengingat Allah dan mensucikannya serta mengagungkannya dengan nyata, apalagi ketika Allah menerbitkannya atas rahasia nafilahnya ( matahari dan lain-lain) dan pekerjaannya, setengah dari condong pada ( matahari dan lain-lain) yang menujukan beberapa hukum Qudrat azali didalam penciptaan yang tertib atas beberapa sebab. Seorang laki-laki datang kepada ku, dia berkata “saya menghendaki keluar untuk berdagang, adahal bulan ini akhir dari bulan Qomariah”, kemudian Sohibul burhan berkat : “kamu menghendaki jika Allah melebur daganganmu? Hadapkanlah bulan dengan keluar.” Al-khakim berkata: sohih. Adzahibi mengakuinya, Al-haitsami berkata: “Para perawi Thobroni semuanya kuat hapalannya, al-mandziri berkata: hadits itu diriwayatkan Ibnu Syahih.[7][4]

Keberadaan benda-benda langit misalnya seperti matahari dan bulan mempunyai banyak manfaat diantaranya yaitu sebagai penentu waktu dalam Islam:

1.Matahari sebagai penentu awal waktu shalat

            Dalam waktu pelaksanaan shalat perlu ada ketegasan lebih lanjut untuk memudahkan orang muslim mengerjakan kewajiban shalat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat awal waktu Maghrib, matahari benar-benar sudah masuk di ufuk sebelah barat, dan mega merah mulai kelihatan,dll.[8][5]

2.Bulan sebagai penetap awal bulan Qomariyah (Hisab)

            Hisab adalah penetapan awal bulan Qamariyah yang didasarkan pada perhitungan peredaran bulan mengelilingi bumi. Sistem ini dipergunakan untuk menetapkan awal bulan jauh sebelumnya, sebab tidak tergantung pada terlihatnya hilal pada saat matahari terbenam menjelang masuknya bulan baru.[9][6]








F. Kandungan Aspek Tarbawi
           
Dari hadits di atas aspek tarbawi yang terkandung adalah:
  1. Segala sesuatu yang Allah ciptakan pasti ada manfaatnya.
  2. Orang yang berakal adalah orang-orang yang senantiasa menggunakan akalnya untuk    memikirkan hasil ciptaan Allah.
  3. Dengan selalu merenungi keajaiban alam maka kita akan selalu ingat kepada zat penciptanya yaitu Allah SWT, dan tentunya dengan demikian akan meningkatkan ketakwaan kita kepada-Nya.
  4. Hamba Allah yang terbaik adalah orang-orang yang senantiasa mentafakuri alam.



























BAB III

PENUTUP



            Matahari, bulan, bintang, dan ciptaan-ciptaan Allah lainnya sesungguhnya adalah sesuatu yang harus dijadikan bahan renungan bagi kita semua, karena pada dasarnya hanyalah orang-orang berakal yang mau menggunakan akalnya untuk memikirkan hal-hal yang demikian, sehingga dengan seperti itu akan meningkatkan ketakwaan kita kepada zat penciptanya, sesungguhnya orang-orang terbaik disisi Allah lah yang mau merenungkan segala ciptaan Allah.

            Dari penjelasan makalah di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hadits yang saya bahas mengandung nilai tarbawi yang pada intinya semakin sering seseorang memikirkan/ merenungkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, maka akan semakin meningkat ketakwaannya terhadap Allah SWT





















DAFTAR PUSTAKA

Ahmad,Syehabuddin bin Ali bin Khajar al-Askolani. 1995. al kitab Tahdibuttahdib jilid   X. Tanpa kota: Darul fikri.

Muslih,M.Husein. 2008. Matahari,Ka’bah dan Bulan. Tanpa kota: Tanpa penerbit.

Tanpa nama pengarang. 1938. Al kitab Faidlul Qadir juz X no.2268. Tanpa kota: Muktabah Mashor.

Abihumaid.wordpress.com/2011/01/21/abdullah-bin-abu-aufa-wafat-86-h/















[3][3] Imam Nawawi, Faidhul Qodir, Maktabah, Mesir, juz 3, hal 338
[4][1] Al kitab faidlul qadir juz 2 no.2.268,(Muktabah mashor,1938),hal.579
[5][2] Syehabuddin ahmad bin ali bin khajar al-askolani,al kitab Tahdibuttahdib jilid X,(Darul fikri,1995),hal.320
[6][3] Abihumaid.wordpress.com/2011/01/21/abdullah-bin-abu-aufa-wafat-86-h/
[7][4] Al kitab faidlul qadir,loc.cit.,
[8][5] M.Muslih Husein,Matahari,Ka’bah dan Bulan,(2008),hal.1-3
[9][6] M.Muslih Husein,op.cit.,hal.28