Laman

new post

zzz

Selasa, 27 Februari 2024

A.1 PengKur PAI H - DEFINISI KURIKULUM SEBAGAI SISTEM DAN KOMPONEN TUJUAN PEMBELAJARAN

 MAKALAH  

DEFINISI KURIKULUM SEBAGAI SISTEM DAN KOMPONEN  TUJUAN PEMBELAJARAN  

Disusun untuk memenuhi tugas 

Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum PAI  

Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, Dr., M.S.I  

Disusun oleh :  

Kamalia Nahrina (20122006)  

KELAS H 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN  

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID  PEKALONGAN  

2024 

KATA PENGANTAR  

Assalamualaikum Wr. Wb  

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. atas berkat  rahmat dan karunia-Nya yang diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas  makalah mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI yang membahas tentang  Definisi Kurikulum Sebagai Sistem dan Komponen Tujuan Pembelajaran.  

Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh  dari kata sempurna. Untuk itu, bagi dosen pengampu kami Bapak Muhammad  Hufron, Dr., M.S.I. kami meminta masukannya demi kebaikan pembuatan makalah  ini dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi terciptanya makalah  yang sempurna.  

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas  dan menjadikan sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para Mahasiswa  di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.  

Wassalamualaikum Wr. Wb  

Pekalongan, 10 Februari 2024  

 Penulis 

ii  

DAFTAR ISI  

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii BAB I .................................................................................................................................. 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1 

A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 1 C. Tujuan penulisan ..................................................................................................... 1 

BAB II ................................................................................................................................ 2 PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2 A. Kurikulum Sebagai Sistem...................................................................................... 2 B. Komponen Tujuan pembelajaran ............................................................................ 3 BAB III ............................................................................................................................... 6 PENUTUP .......................................................................................................................... 6 A. Kesimpulan ............................................................................................................. 6 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 7

iii  

BAB I  

PENDAHULUAN  

A. Latar Belakang  

Dalam kaitannya dengan masalah kurikulum yang menjadi pembahasan tulisan  ini maka kurikulum sebagai obyek kita pandang sebagai sistem yang terdiri komponen komponen yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan bergantung.Banyak  analisa yang dilakukan terhadap kurikulum sebagai suatu sistem di mana antara analisa  yang satu dengan yang lain mempunyai banyak kesamaan dalam memandang  kurikulum sebagai sekumpulan pengalaman belajar.  

Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru.  Oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuannya guru dalam proses belajar mengajar, perlu secara terus-menerus mendapatkan perhatian dari penanggung jawab  sistem pendidikan. Peningkatan ini akan lebih berhasil apabila dilakukan oleh guru  dengan kemauan dan usaha mereka sendiri. Namun, seringkali guru masih memerlukan  bantuan dari orang lain, karena ia belum mengetahui atau belum memahami jenis,  prosedur, dan mekanisme memperoleh berbagai sumber yang sangat diperlukan dalam  usaha meningkatkan kemampuan mereka. Pengetahuan tentang supervisi memberikan  bantuan kepada guru dalam merencanakan dan melaksanakan peningkatan profesional  mereka dengan memanfaatkan sumber yang tersedia.  

B. Rumusan Masalah  

1. Apa yang dimaksud dengan kurikulum sebagai system?  

2. Bagaimana komponen tujuan pembelajaran ?  

C. Tujuan penulisan  

1. Dapat mengetahui definisi dari kurikulum sebagai system.  

2. Dapat mengetahui komponen tujuan pembelajaran. 

1  

BAB II  

PEMBAHASAN  

A. Kurikulum Sebagai Sistem  

Menurut beberapa ahli kurikulum merupakan rencana pendidikan atau  pengajaran. Kurikulum adalah salah satu alat yang digunakan untuk meningkatkan  mutu pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai  tujuan, isi, dan bahan pelajanın serta cara yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  

Menurut Sukmadinata (2008:5) "Kurikulum (curriculum) merupakan suatu  rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar  mengajar". Kurikulum dapat dikatakan sebagai peta yang dapat digunakan oleh  pendidik sebagai penentu atau penunjuk arah kemana pendidikan itu akan dibawa,  karena didalam kurikulum tersebut terdapat tujuan, isi materi, proses atau cara  penyampaian dan langkah evaluasi. Komponen itulah yang akan membimbing  pendidik untuk proses pelaksanaan pembelajaran di kelas.1 

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan  suatu rencana pendidikan yang berisikan tujuan, isi, cara penyampaian, dan evaluasi  yang bisa digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam kegiatan proses belajar mengajar. Sangat disayangkan apabila dalam suatu proses pembelajaran, guru tidak  mengerti (materi atau pengalaman) apa yang akan diberikan kepada muridnya, serta  bagaimana (aktivitas) metode penyampaiannya. Artinya, dapat dikatakan bahwa  kurikulum sebenarnya telah menjadi bagian dari aktivitas manusia itu sendiri pada saat  dia melaksanakan proses pendidikan. (interaksi belajar) dari pihak pendidik kepada  peserta didik meskipun pada zamannya belum berbentuk dokumen tertulis.2 

 Kurikulum memiliki tujuan dan memiliki komponen-komponen yang saling  berkaitan antara satu dengan yang lainnya seperti sistem. Sistem berasal dari bahasa  Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri  

  

1 Nana S. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek, (Bandung : Remaja  Rosdakarya, 2008).  

2 Hasan Baharun, Pengembangan Kurikulum : Teori dan Praktik, (Probolinggo : Pustaka Nurja, 2017),  hal. 1-2. 

2  

komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran  informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Atau Sistem adalah suatu  kesatuan sejumlah elemen (objek, manusia, kegiatan, informasi dan masih banyak  yang lainnya) yang terkait dalam proses atau struktur dan dianggap berfungsi sebagai  satu kesatuan organisasi dalam mencapai satu tujuan.  

Jika pengertian diatas dipadukan maka dapat di simpulkan bahwa kurikulum  sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan  membentuk satu kesatuan utuh yang tak dapat dipisah-pisahkan. Sebagai sebuah  sistern, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan yang harmonis, saling  mendukung, dan tidak saling bertentangan.  

Sebagai suatu sistem setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain.  Manakala salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau  tidak berkaitan dengan komponen lainnya, maka kurikulum pun akan terganggu pula.  Komponen-komponen dari sebuah sistem kurikulum yang utama adalah Tujuan, Isi  Materi, Proses belajar mengajar atau cara penyampaian serta Evaluasi.3 

B. Komponen Tujuan pembelajaran  

Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan hal pertama yang harus  didahulukan sebelum komponen-komponen yang lainnya. Mengapa tujuan harus  didahulukan karena tujuan inilah yang akan memberikan gambaran bagi komponen lain  agar dapat menyesuaikan.  

Tujuan merupakan rumusan yang dapat memberikan gambaran harapan yang  terukur dan operasional yang harus dicapai setelah pembelajaran selesai. Agar mampu  memberikan gambaran bagi komponen-komponen lain maka perumusan tujuan juga  haru smemperhatikan komponen-komponen lain. Disinilah letak keterkaitan antar  masing-masing komponen yang saling memiliki hubungan, ketergantungan, dan umpan  balik.4 

Komponen tujuan adalah yang berhubungan dengan arah atau hasil yang  diharapkan. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan  

  

3 Leli Halimah, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Di Era Globalisasi, (Bandung : PT  Rrefika Aditama, 2020), hal. 46.  

4 Tim Pengembangan MKDP, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada,  2011), hal. 146. 

3  

filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Tujuan menggambarkan sesuatu yang  dicita-citakan masyarakat. Seperti halnya masyarakat Indonesia menganut sistem nilai  pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah  terbentuknya masyarakat yang pancasilais. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum  berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti  tujuan mata pelajaran. Tujuan pendidikan diklasisifikasikan menjadi 4 yaitu :5 

1. Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)  

Tujuan pendidikan Nasional merupakan sumber dan pedoman dalam usaha  penyelenggaraan pendidikan. Setiap lembaga penyelenggara pendidikan harus  dapat membentuk manusia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yang  dirumuskan dalam Undang-undang No.20 Tahun 2003, pasal 3 bahwa Pendidikan  Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta  peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan  bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi  manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak  mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang  demokratis serta bertanggungjawab.  

2. Tujuan Institusional (TI)  

Tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap lembaga  pendidikan. Tujuan institusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan  umum yang dirumuskan, berupa kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan,  pendidikan dasar, pendidikan menengah, kejuruan, dan pendidikan tinggi.  

3. Tujuan Kurikuler (TK)  

Tujuan kurikulum asalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau  mata pelajaran. Atau dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki  siswa setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam suatu  lembaga pendidikan.  

4. Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)  

Tujuan pembelajaran merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh anak  didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu  dalam satu kali pertemuan. Sementara itu tujuan pendidikan merupakan landasan  

  

5 Henni Sukmawati, “ Komponen-Komponen Kurikulum Dalam Sistem Pembelajaran”, ( Makasar :  Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, No. 1, Vol. 7, 2021), hal. 65. 

4  

bagi pemilihan materi serta strategi penyampaian materi tersebut. Tujuan akan  mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen lainnya.  Ada tiga klasifikasi domain (bidang) bentuk prilaku, yaitu:6 

a. Domain kognitif berkenaan dengan kemampuan intelektual atau kemampuan  berfikir, seperti kemampuan mengingat, memecahkan masalah.  

b. Domain afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai dan apresiasi.  

c. Domain psikomotor berkaitan dengan keterampilan atau skill seseorang.  

Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda beda. Domain kognitif terdidri atas 6 tingkatan yang paling rendah: Pengetahuan  Pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintetis dan evaluasi. Untuk domain afektif di bagi  menjaadi 5 tingkatan yang juga berjenjang yaitu: menerima, merespon, menilai,  mengorganisasi nilai dan karakteistik nilai. Untuk domain psikomotorikdibagi menjadi  6 tingkatan yaitu: gerakan refleks, gerakan-gerakan dasar, kecakapan mengamati,  kecakapan jasmaniah, gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang  berkesinambungan.  

  

6 Tim Pengembangan MKDP, Kurikulum Dan Pembelajaran…, hal. 46. 

5  

BAB III  

PENUTUP 

A. Kesimpulan  

Kurikulum sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang  saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan utuh yang tak dapat dipisah-pisahkan.  Sebagai sebuah sistern, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan yang  harmonis, saling mendukung, dan tidak saling bertentangan. Sebagai suatu sistem  setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Manakala salah satu komponen  yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen  lainnya, maka kurikulum pun akan terganggu pula. Komponen-komponen dari sebuah  sistem kurikulum yang utama adalah Tujuan, Isi Materi, Proses belajar mengajar atau  cara penyampaian serta Evaluasi.  

Komponen tujuan adalah yang berhubungan dengan arah atau hasil yang  diharapkan. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan  filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Tujuan menggambarkan sesuatu yang  dicita-citakan masyarakat. Seperti halnya masyarakat Indonesia menganut sistem nilai  pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah  terbentuknya masyarakat yang pancasilais. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum  berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit, seperti  tujuan mata pelajaran. Tujuan pendidikan diklasisifikasikan menjadi 4 yaitu : Tujuan  Pendidikan Nasional (TPN), Tujuan Institusional (TI), Tujuan Kurikuler (TK), dan  Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP). 

Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda beda. Domain kognitif terdidri atas 6 tingkatan yang paling rendah: Pengetahuan  Pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintetis dan evaluasi. Untuk domain afektif di bagi  menjaadi 5 tingkatan yang juga berjenjang yaitu: menerima, merespon, menilai,  mengorganisasi nilai dan karakteistik nilai. Untuk domain psikomotorikdibagi menjadi  6 tingkatan yaitu: gerakan refleks, gerakan-gerakan dasar, kecakapan mengamati,  kecakapan jasmaniah, gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang  berkesinambungan. 

6  

DAFTAR PUSTAKA  

Sukmadinata. Nana S. 2008. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung : Remaja  Rosdakarya.  

Baharun, Hasan. 2017. Pengembangan Kurikulum : Teori dan Praktik. Probolinggo : Pustaka  Nurja.  

Halimah, Leli. 2020. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Di Era Globalisasi.  Bandung : PT Rrefika Aditama.  

Tim Pengembangan MKDP. 2011. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo  Persada.  

Sukmawati, Henni. 2021. “ Komponen-Komponen Kurikulum Dalam Sistem Pembelajaran”.  Makasar : Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam. No. 1. Vol. 7. 

7  


Jumat, 23 Februari 2024

A.3 PAI F KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMELAJARAN

 MAKALAH 

KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMELAJARAN 

Disusun guna memenuhi tugas 

Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum 

Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Hufron, MSI

Disusun oleh Kelompok A.C 

1. Nurul Uswatun Khasanah (20122016) 

KELAS F 

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID  PEKALONGAN  

2024 

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat dan  karunianya Tak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi  Muhammad SAW,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan  judul “Komponen Desain Pembelajaran Dan Komponen Evaluasi  Pembelajaran” Pada dasarya makalah ini dibuat dengan memenuhi tugas  mata kuliah Pengembangan Kurikulum. 

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak  Dr. Muhammad Hufron, M.S.I. selaku dosen pembimbing mata kuliah  Pengembangan Kurikulum.  

 Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis  pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini  jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis menerima saran dan kritik dari  semua pihak bersifat membangun guna perbaikan yang lebih sempurna. Akhir  kata penulis mengucapkan terimakasih. 

Pekalongan, 09 Februari 2024

ii 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR ...................................................................................ii DAFTAR ISI.................................................................................................iii BAB I.............................................................................................................1 PENDAHULUAN .........................................................................................1 

A. Latar Belakang ....................................................................................1 B. Rumusan Masalah ...............................................................................1 C. Tujuan .................................................................................................1 

BAB II............................................................................................................3 PEMBAHASAN ............................................................................................3 A. Definisi Desain....................................................................................3 B. Komponen Desain Pembelajaran ........................................................3 C. Komponen Evaluasi Pembelajaran .....................................................6 BAB III ..........................................................................................................8 PENUTUP......................................................................................................8 A. Kesimpulan .........................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................9

iii 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Desain pembelajaran dikelas sangat penting dan harus dikusai olehguru  sebelum melakukan atau melaksanakan proses pembelajaran dikelas.Desain  pembelajaran ini harus dirancang terlebih dahulu sebelum memulai  pembelajaran dikelas dengan menggunakan model pembelajaran agar  dapatmemudahkan para guru dalam memadukan dan menghubungkan  berbagaimacam mata pelajaran dalam menunjang keberhasilan secara efektif  dalam proses pembelajaran.Proses pengajaran merupakan suatu kegiatan  melaksanakankurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi  para siswamencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan  pendidikan padadasarnya mengantarkan para siswa menuju perubahan perubahan tingkahlaku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup  mandiri sebagaiindividu dan makhluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut  siswa berintraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui  proses pengajaran. 

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang harus diterapkan  oleh tenaga pendidik dalam setiap pelaksanaan pembelajaran. Dalam setiap  rangkaian tahapan pembelajaran yang baik, evaluasi harus dilakukan secara  terus-menerus. Kegiatan evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara  terencana dan saling berhubungan antar faktor penunjang pendidikan, agar  dapat berfungsi sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana keefektifan  pelaksanaan belajar mengajar yang telah dilakukan guna mencapai tujuan. 

B. Rumusan Masalah 

1. Apa definisi desain? 

2. Apa saja komponen desain pembelajaran? 

3. Apa saya komponen evaluasi pembelajaran? 

C. Tujuan 

1. Untuk mengetahui definisi desain. 

2. Untuk mengetahui komponen desain pembelajaran.

1 

3. Untuk mengetahui komponen evaluasi pembelajaran.

2 

BAB II 

PEMBAHASAN 

A. Definisi Desain 

Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata design ( bahasa  inggris) yang berarti perencanaan . ada pula yang mengartikan dengan  “persiapan” . di dalam ilmu manajemen pendidikan atau ilmu administrasi  pendidikan ,perencanaan disebut dengan istilah planning yaitu “persiapan  menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu  masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian  tujuan tertentu. Desain pembelajaran menurut istilah dapat di definisikan:  Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik  dilaksanakan agar timbul perubahan dan keterampilan pada diri pemelajran  kearah yang dikehendaki (reigeluth). Suatu proses desain dan sistematis untuk  menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efesien ,serta membuat  kegiatan pembelajran lebih mudah yang di dasarkan pada apa yang kita ketahui  mengenai teori/teori pembelajaran,teknologi informasi,sistematika  analisis,penelitian dalam bidang pendidikan dan metode-metode manajemen.1 

B. Komponen Desain Pembelajaran  

1. Kompetensi pendidik 

Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah kompetensi  pendidik. Kompetensi pendidik adalah salah satu faktor yang mempegaruhi  tercapainya tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran di sekolah,  namun kompetensi pendidik tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh  faktor latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya  mengajar. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan  perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh pendidik dalam  melakukan tugasnya. Dalam pasal 28 ayat 3 PP RI No. 19 tahun 2005  tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik, yaitu ada 4 jenis  kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik antara lain,  

  

1 W. Kurniawati, “Desain Perencanaan Pembelajaran”, (Lampung: Jurnal An-Nur: Kajian  Pendidikan Dan Ilmu Keislaman, No. 1, VII, 2021), hlm. 2-3.

3 

kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional,  dan kompetensi sosial.2 

2. Peserta didik 

Dalam proses pembelajaran, peserta didik merupakan subjek  sekaligus objek pembelajaran. Dikatakan sebagai subjek pembelajaran  karena mereka berperan sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran,  sedangkan dikatakan sebagai objek karena mereka menjadi sasaran didik  untuk ditumbuhkembangkan oleh pendidik. Jika peserta didik dijadikan  sasaran, maka mereka harus berperan sebagai subjek yanng aktif belajar  dengan difasilitasi oleh sumber belajar, termasuk di dalamnya adalah  pendidik.3 Pada dasarnya peserta didik adalah: a) peserta didik bukan  merupakan miniatur orang dewasa, akan tetapi memiliki dunianya sendiri.  Hal ini sangat penting untuk dipahami agar perlakuan terhadap mereka tidak  boleh disamakan dengan perlakuan terhadap orang dewasa, b) peserta didik  memiliki perbedaan antara individu yang lain, baik perbedaan yang  disebabkan oleh faktor endogen (fitrah) maupun eksogen (lingkungan) yang  meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat-minat, dan lingkungan yang  mempengaruhinya.4 

3. Tujuan pembelajaran 

Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini  dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert  F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah  perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada  kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp (1977) dan David E. Kapel  (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang  spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan  dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.  Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang  

  

2 M. Ramli, “Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik”, (Banjarmasin: Jurnal Tarbiyah  Islamiyah, No. 1, V, 2015), hlm. 80-81. 

3 Kamaliah, “Hakikat Peserta Didik”, (Kalimantan Selatan: Education Journal: General  And Specific Research, No. 1. I, 2021), hlm. 51. 

4 M. Ramli, hakikat pendidik..., hlm. 79.

4 

diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, tujuan  pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang  diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran. tujuan  pembelajaran sebaiknya mencakup tiga komponen utama, yaitu: (1)  menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan siswa selama belajar dan  kemampuan apa yang harus dikuasainya pada akhir pelajaran; (2) perlu  dinyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan  perilaku tersebut; dan (3) perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar  penampilan minimum yang dapat diterima. Berkenaan dengan perumusan  tujuan performansi, Dick dan Carey menyatakan bahwa tujuan  pembelajaran terdiri atas: (1) tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat  dikerjakan atau diperbuat oleh anak didik; (2) menyebutkan tujuan,  memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat yang hadir pada  waktu anak didik berbuat; dan (3) menyebutkan kriteria yang digunakan  untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan.5 4. Metode pembelajaran  

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara  guru dengan peserta didik dalamsuatu pembelajaran untuk mewujudkan  tujuan yang ditetapkan. Metode adalah cara, jalan atau teknik yang  digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik  dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang  dirumuskan dalam silabus mata pelajaran.6 

5. Alat pembelajaran 

Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai  tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi sebagai perlengkapan, sebagai  pembantu dalam proses pembelajaran. Alat juga merupakan pendukung untuk  melakukan metode pembelajaran, contohnya seperti metode diskusi, bisa  menggunakan mand mapping ataupun LCD. 7 

  

5 Tuti Iriani & M. Aghpin Ramadhan, Perencanaan Pembelajaran Untuk Kejuruan,  (Prenada Media, 2019), hlm. 80-82. 

6 Oemar hermalik, kurikulum dan pembelajaran, (jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hlm.  57. 

7 M. Ilyas & Abd. Syahid, “Pentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi Guru”, (Jurnal Al Aulia, No. 1, IV, 2018), hlm. 65

5 

6. Bahan ajar 

Bahan ajar dapat diartikan bahan-bahan atau materi pelajaran yang  disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip  pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.  Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga  memudahkan siswa belajar. 

7. Evaluasi pembelajaran 

Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai  dari sesuatu. Tujuan umum evaluasi ialah untuk mengumpulkan data-data  yang membuktikan taraf kemajuan peserta didik dalam mencapai tujuan  yang diharapkan, menilai metode mengajar yang digunakan. Serta tujuan  khususnya yaitu menemukan sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan  peserta didik, memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan, serta untuk  memperbaiki mutu pelajaran.8 

C. Komponen Evaluasi Pembelajaran  

Menurut Anas Sujono (2003) ruang lingkup evaluasi pembelajaran  mencakup tiga komponen utama yaitu: 

1. Evaluasi program pembelajaran 

Evaluasi terhadap program pembelajaran mencakup tiga hal, yaitu a)  evaluasi terhadap tujuan pembelajaran, b) evaluasi terhadap isi program  pembelajaran, c) evaluasi terhadap strategi pembelajaran. 

2. Evaluasi proses pembelajaran  

Evaluasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran meliputi atas: a. Evaluasi kesesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung  dengan garis-garis besar program pembelajaran yang telah ditentukan. b. Evaluasi terhadap kesiapan guru dalam melaksanakan program  pembelajaran. 

  

8I. Magdalena, dkk, “Analisis Pengembangan Bahan Ajar”, (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu  Sosial, No. 2, II, 2020), hlm. 172.

6 

c. Evaluasi terhadap kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses  pembelajaran. 

d. Evaluasi terhadap minat atau perhatian peserta didik di dalam  mengikuti pelajaran. 

e. Evaluasi terhadap keaktifan atau partisipasi peserta didik selama proses  pembelajaran berlangsung. 

f. Evaluasi terhadap program peranan bimbingan dan penyuluhan  terhadap peserta didik yang memerlukannya. 

g. Evaluasi terhadap komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik  selama proses pembelajaran berlangsung. 

h. Evaluasi terhadap pemberian tugas-tugas kepada peserta didik dalam  rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas 

i. Evaluasi terhadap pemberian dorongan atau motivasi terhadap peserta  didik 

3. Evaluasi hasil pembelajaran 

Evaluasi terhadap hasil pembelajaran peserta didik meliputi: 

a. Evaluasi mengenai tingakat penguasaan peserta didik terhadap tujuan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program  pembelajaran. 

b. Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan tujuan umum pembelajaran.9 

  

9 S. S. Pettalongi, “Evaluasi Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran”, (Palu: Jurnal  Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, No. 6, XI, 2009), hlm.5-6.

7 

BAB III 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Desain pembelajaran merupakan rancangan untuk proses belajar  mengajar. Tanpa adanya desain pembelajaran, proses belajar mengajar tidak  akan berjalan secara maksimal. Dengan adanya desain pembelajaran maka  proses belajar mengjar pun akan tersusun secara sistematis, dalam desain  pembelajaran salah satunya ada pendidik yang jelas tanpa pendidik proses  belajar mengajar tidak akan bisa berjalan dengan sendirinya. Evaluasi  pembelajaran merukan cara untuk mengetahui nilai ataupun skor, dimana  evaluasi ini membantu dalam mendata bagaimana pembelajaran selama ini.  Apa saja kekurangan yang ada dalam proses pembelaran berlangsung. Dan  sampai mana peserta didik mampu menerima materi-materi yang telah  diberikan oleh pendidik.

8 

DAFTAR PUSTAKA 

Hermalik, Oemar. 2003. kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Ilyas, & Abd. Syahid.2018. “Pentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi Guru”.  Jurnal Al-Aulia, No. 1, IV. 

Iriani, Tuti & M. Aghpin Ramadhn. 2019. Perencanaan Pembelajaran Untuk  Kejuruan. Prenada Media. 

Kamaliah. 2021. “Hakikat Peserta Didik”. Kalimantan Selatan: Education Journal:  General And Specific Research, No. 1. I. 

Kurniawati, W. 2021. “Desain Perencanaan Pembelajaran”. Lampung: Jurnal An Nur: Kajian Pendidikan Dan Ilmu Keislaman, No. 1, VII. 

Magdalena, I., dkk. 2020. “Analisis Pengembangan Bahan Ajar”. Jurnal  Pendidikan Dan Ilmu Sosial, No. 2, II. 

Pettalongi, S. S. 2009. “Evaluasi Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran”. Palu:  Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, No. 6, XI. 

Ramli, M. 2015. “Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik”. Banjarmasin: Jurnal  Tarbiyah Islamiyah, No. 1, V.

9 

Curriculum Vitae 

NURUL USWATUN KHASANAH 

Tegal, Jawa Tengah, Indonesia 

WA: +62 85647738041 | Email: nuruluswatunkhasah89@gmail.com  RINGKASAN 

Saya adalah seorang mahasiswa UIN Gusdur Semester 4, prodi pendidikan agama  islam. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Domisili sekarang di kost  istoqomah rowolaku 

DATA PRIBADI 

Nama : Nurul Uswatun Khasanah 

Tempat, tanggal lahir : Tegal, 14 Juli 2004 

Jenis kelamin : Perempuan 

Alamat : Desa Kertaharja RT 01 RW 01 Kec. Kramat Kab. Tegal Agama : Islam 

Kewarganegaraan : Indonesia 

Status : Belum menikah 

Motto hidup : Teruslah untuk berusaha tanpa ada kata menyerah,cape  boleh, nyerah atau putus asa jangan  

RIWAYAT PENDIDIKAN 

UIN KH Abdurrahmanan Wahid Pekalongan 2022 SMA Negeri 1 Kramat 2019 SMP Negeri 2 Kramat 2016 SD Negeri 01 Kertaharja 2010

10 

PENGALAMAN ORGANISASI 

HMPS PAI (Bendahara) 2024 Saka Bhayangkara 2019 Dewan Kerja Ranting Kramat 2019 

●PENGALAMAN KEGIATAN 

∙ Mengikuti berbagai kegiatan seminar, kepanitiaan dan workshop  selama kuliah. 

∙ Mengajar di berbagai bimbel & BTQ yang dinaungi oleh departemen  pendidikan HMPS PAI  

HOBI 

∙ Memasak 

∙ Mengajar 

∙ Kewirusahaan

1