Laman

new post

zzz

Selasa, 02 Oktober 2018

SBM E E2 MODEL PEMBELAJARAN "STUDENT CENTER"


MODEL PEMBELAJARAN
"STUDENT CENTER"
NUR AMILA
NIM.  2317095
Kelas E

JURUSAN PGMI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2018


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah swt. Atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “STUDENT CENTER” ini dapat diselesaikan. Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad saw, keluarganya dan para sahabatnya.
Makalah ini menjelaskan tentang pengertian student center dan model-model pembelajaran student center.
            Makalah ini tentu tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini menambah wawasan keilmuan dan bermanfaat bagi mahasiswa. Amin.





Pekalongan, September 2018






                                                                         




DAFTAR ISI

Halaman Judul.............................................................................................        1
Kata Pengantar.............................................................................................        2
Daftar Isi......................................................................................................        3

BAB I.     PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.....................................................................        4    
B.     Perumusan Masalah..............................................................        4
C.     Tujuan Penulisan..................................................................        4
D.    Metode Pemecahan Masalah ................................................       5
E.     Sistematika Penulisan............................................................       5

BAB II.   ISI LAPORAN/ PEMBAHASAN
A.    Pengertian student center...........................................................        6    
B.     Model-model pembelajaran student center................................        6

BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan...........................................................................      11

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................      12

LAMPIRAN................................................................................................      13

BIODATA PENULIS.................................................................................      14





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
      Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam upaya mewujudkan pembangunan di segala bidang. Tanpa pendidikan yang baik maka tidak akan terlahir generasi yang nantinya akan membawa negara menjadi lebih maju.
      Kini saatnya untuk memikirkan bentuk pendidikan secara menyeluruh yang dapat menggiring terjadinya perubahan-perubahan kebijakan pendidikan di masa yang akan datang. Perkembangan harus sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yaitu proses pembelajaran yang aktif dan efisien.
      Dulunya di Indonesia proses pembelajaran masih bersifat teacher center proses belajar mengajar yang dilakukan hanya satu arah dimana guru lebih aktif dari pada peserta didiknya. Siswa hanya mendengarkan penjelasan yang guru sampaikan dengan ceramah. Model pembelajaran inilah yang dianggap kurang mengeksplorasi wawasan, pengetahuan siswa dan kurang memberi kesempatan siswa untuk mengemukakan pendapatnya.
      Dari problematika itulah yang membuat paradigma baru terbentuk yang mana tadinya proses belajar mengajar berpusat pada guru sekarang menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.


B.   Perumusan Masalah
1.      Apa definisi dari pengertian center ?
2.      Apa saja model-model pembelajaran student center ?

C.   Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian student center
2.      Untuk mengetahui model-model pembelajaran student center

D.   Metode Pemecahan Masalah
      Metode pemecahan masalah yang digunakan melalui studi literatur/ metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber.


E.   Sistematika Penulisan
      Makalah ini ditulis dalam tiga bagian, meliputi : Bab 1 Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. Bab II pembahasan yang terdiri dari pengertian student center dan model-model pembelajaran student center. Bab III penutup yang terdiri dari kesimpulan.














BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Student Center
student center merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajar yang bertugas mengeksplorasi materi dengan bantuan guru sebagai fasilisator. Artinya tugas guru hanyalah membimbing, mengarahkan, mengorganisasi kegiatan dan senantiasa memotivasi peserta didik untuk selalu berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran.[1]
Pelaku utama adalah murid bukan guru. Dalam sebuah studi, persepsi  murid terhadap lingkungan pembelajaran dan hubungan interpersonal dengan guru yang positif merupakan faktor paling penting yang memperkuat motivasi dan prestasi murid.[2]
B.                 Model-model pembelajaran
1.   Model pembelajaran berbasis portofolio
Model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan demikian model ini  menganut prinsip belajar siswa aktif. Aktivitas siswa hampir diseluruh proses pembelajaran, dari mulai fase perencanaan di kelas, kegiatan di lapangan, dan pelaporan.
Dalam fase perencanaa aktivitas siswa terlihat pada saat mengidentifikasi masalah dengan menggunakan teknik bursa ide. Dalam fase lapangan aktivitas siswa lebih tampak. Dengan berbagai teknik misalnya wawancara, pengamatan, kuesioner, dan lain-lain. Sedangkan fase pelaporan aktivitas mereka terfokus pada pembuatan portofolio kelas. Segala bentuk data dan informasi di susun secara sistematis.[3]
2.   Model pembelajaran kontekstual
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik.  Tujuan pembelajaran kontekstual adalah untuk membekali mahasiswa berupa pengetahuan dan kemampuan yang lebih realistis karena inti pembelajaran ini adalah untuk mendekatkan teoritis ke praktis.
Dalam konteks ini, peserta didik perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya.[4]
Dalam pembelajaran kontekstual program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya.[5]
3.   Model pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat dan satu sama lain saling membantu. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar. Sebagai tambahan, belajar kooperatif menekankan pada tujuan dan kesuksesan kalompok.
Unsur penting dalam pembelajaran kooperatif diantaranya sebagai berikut:
a.    Saling ketergantungan yang bersifat positif antar siswa. Dalam belajar kooperatif siswa merasa bahwa mereka sedang kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
b.    Interaksi antar siswa yang semakin meningkat. Belajar kooperatif akan meningkatkan interaksi antar siswa dan seorag sisw akan membantu siswa lain untuk sukses sebagai anggota kelompok.
c.    Tanggung jawab individual. Tanggung jawab individual dalam belajar kelompok dapat berupa tanggung jawab siswa untuk membantu siswa lain yang membutuhkan bantuan.
d.   Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil. Dalam belajar kooperatif selain dituntut untuk mempelajari materi yang diberikan seorang siswa dituntut untuk belajar berinteraksi dengan siswa yang lain dalam kelompoknya.
e.    Proses kelompok. Belajar kooperatif tidak akan berlangsung tanpa proses kelompok. Proses kelompok terjadi jika anggota kelompok mendiskusikan bagaimana mereka akan mencapai tujuan dengan baik.[6]
4.   Model pembelajaran inkuiri
Pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga peserta didik dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Pembelajaran inkuiri dibangun dengan asumsi bahwa sejak lahir manusia memiliki dorongan untuk memuaskan rasa ingin tahunya.
Tujuan utama pembelajaran inkuiri adalah menolong peserta didik untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka.
Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif jika memenuhi asas-asas sebagai berikut:
a.    Guru mempunyai harapan yang tinggi kepada peserta didik untuk menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.
b.    Strategi inkuiri kurang berhasil jika diterapkan kepada peserta didik yang kurang memiliki kemampuan berpikir.
c.    Jumlah peserta didik yang belajar tidak terlalu banyak, sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
d.   Guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik.[7]
5.   Model pembelajaran berbasis masalah
Suatu pendekatan pembelajaran yang mana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri. Model pembelajaran ini efektif untuk pembelajaran proses berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, model pembelajaran ini juga harus disesuaikan dengan tingkat struktur kognitif siswa.
Ciri-ciri pembelajaran berdasarkan masalah:
a.    Pengajuan pertanyaan atau masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan dan masalah yang dua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa.
b.    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
Meskipun pembelajaran berdasarkan masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu, masalah yang akan diselidiki telah dipilih benar-benar nyata agar dalam pemecahannya, siswa meninjau masalah dari banyak mata pelajaran.
c.    Kolaborasi
Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lain, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil.[8]
















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
student center merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajar yang bertugas mengeksplorasi materi dengan bantuan guru sebagai fasilisator. Artinya tugas guru hanyalah membimbing, mengarahkan, mengorganisasi kegiatan dan senantiasa memotivasi peserta didik untuk selalu berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran.
Model-model pembelajaran student center diantaranya:
Model pembelajaran berbasis portofolio. Model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan demikian model ini  menganut prinsip belajar siswa aktif.
Model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik
Model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat dan satu sama lain saling membantu.
Model pembelajaran inkuiri. Pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga peserta didik dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Model pembelajaran berbasis masalah. Suatu pendekatan pembelajaran yang mana siswa mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Mustakim, Zaenal. 2018. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan. Matagraf.

Tung, Khoe Yao. 2015. Pembelajaran dan Perkembangan Belajar. Jakarta. Pt Indeks.

Taniredja, Tukiran. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung. Alfabeta cv.  

Daryanto. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta. Gava Media.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta. Kencana.
Suyadi. 2013. Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Bandung. Pt Remaja Rosdakarya.
Suprihatiningrum, Jamil. 2013.  Strategi Pembelajaran. Yogyakarta. Ar-ruzz Media.













LAMPIRAN





          
BIODATA PENULIS

Nama               : Nur Amila
TTL                 : Pekalongan, 30 Januari 2000
Hobi                : Membaca
Cita-cita          : Guru
Riwayat Pendidikan
-          Tk Desa Pandanarum
-          Mis Pandanarum
-          Mts Hidayatul Athfal Banyurip alit
-          Man 02 Pekalongan
-          IAIN PEKALONGAN ( smt 3)
Pengalaman organisasi: IPPNU
Moto hidup : Hidup itu seperti sepeda agar tetap seimbang kau harus terus bergerak.


[1] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: Matagraf, 2018) hlm.77
[2] Khoe Yao Tung, Pembelajaran dan Perkembangan Belajar, (Jakarta: Pt Indeks, 2015) hlm.312
[3]  Tukiran Taniredja, Model-model Pembelajaran Inovatif, (Bandung: Alfabeta cv, 2011) hlm.14-15
[4] Ibid, hlm.49-50
[5] Daryanto, Model Pembelajaran Inovatif, (Yogyakarta: Gava Media, 2012) hlm.158
[6] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, (Jakarta : Kencana, 2009) hlm.56-57
[7] Suyadi, Strategi pembelajaran pendidikan karakter, (Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2013) hlm.115-117
[8] Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar-ruzz Media, 2013) hlm.215-221

Tidak ada komentar:

Posting Komentar