sbm H4 : media pembelajaran - word
sbm H4 : media pembelajaran - ppt
sbm H4 : media pembelajaran - ppt
MAKALAH
“MEDIA BELAJAR MENGAJAR”
Disusun
guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Strategi
Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : Ghufron
Dimyati
Disusun
Oleh :
|
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Belajar mengajar adalah suatu
proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik.
Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai
sumber. Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru
memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan
yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dalam
menerangkan suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung kehadapan
anak didik di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan
mengenai benda itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karena itu, dalam makalah
ini akan dibahas secara mendalam mengenai media belajar mengajar. Sebagai bekal
kita sebagai calon-calon guru.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media
Pembelajaran
Kata “media” berasal
dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara
harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan
wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Akhirnya dapat dipahami
bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur
pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam proses belajar
mengajar kehadiran media mempunyai arti
yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan
dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang
akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media.
Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau
kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran
media. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan.[1]
B. Kedudukan Media
Pengajaran
Kedudukan media
pengajaran mnurut Nana Sudjana dan A. Rivai diantaranya :
·
Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan
pelajaran.
·
Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih
lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
·
Sumber belajar bagi siswa.[2]
C. Macam-macam Media
Pembelajaran
1. Dilihat dari jenisnya,
media dibagi menjadi 3, yaitu:
·
Media Auditif adalah media yang
hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti : radio.
·
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan,
seperti : foto, gambar, film, dll.
·
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsure
gambar
2. Dilihat dari daya
liputnya, media dibagi menjadi 3, yaitu:
·
Media dengan daya liput luas dan serentak
·
Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
·
Media untuk pengajaran individual
3. Dilihat dari bahan
pembuatanya, media dibagi menjadi 2, yaitu:
·
Media sederhana
·
Media kompleks[3]
D. Dasar Pertimbangan
Pemilihan dan Penggunaan Media
Faktor-faktor yang
perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran, antara lain :
a) Objektivitas
Unsure subjektifitas guru dalam memilih media
pengajaran harus dihindarkan. Artinya, guru tidak boleh memilih media
pengajaran berdasarkan kesenangan pribadi. tetapi harus secara objektifitas
disesuaikan dengan siswa yang akan diajar.
b) Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan
kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isinya,
strukturnya maupun kedalamanya.
c) Sasaran program
Sasaran program yang dimaksud adalah anak
didik yang akan menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran.
d) Situasi dan kondisi
Situasi dan kondisi yang ada juga perlu
mendapat perhatian dalam menentukan pilihan media pengajaran yang akan
digunakan.
e) Kualitas teknik
Dari segi teknik, media pengajaran yang akan
digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau barangkali ada
rekaman yang kurang jelas.
f) Keefektifan dan
efisiensi penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil yang
dicapai, sedangkan efisiensi berkenaan dengan proses pencapaian hasil tersebut.
Ada media yang dipandang sangat efektif untuk mencapai suatu ujuan, namun
proses pencapaianya tidak efisien.
E. Kriteria Pemilihan Media
Pengajaran
Nana Sudjana dan
Ahmad Rifa’i mengemukakan, dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran
sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
·
Ketepatan dengan tujuan pengajaran.
Artinya, media pengajaran dipilih atas dasar
tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
·
Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
Artinya, bahan pelajaran yang sifatnya fakta,
prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih
mudah difahami siswa.
·
Kemudahan memperoleh media
Artinya, media yang diperlukan mudah
diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru.
·
Keterampilan guru dalam menggunakanya
Artinya, apapun jenis media yang diperlukan
syaran utama adalah guru dapat menggunakanya dalam proses pengajaran.
·
Tersedia waktu untuk menggunakanya, sehingga media tersebut dapat
bermanfaat bagi siswa.
·
Sesuai dengan taraf berfikir siswa
Artinya, dalam memilih media untuk pengajaran
harus sesuai dengan taraf berfikir siswa, sehingga makna terkandung di dalamnya
dapat dipahami oleh siswa.[4]
F. Manfaat Media Pengajaran
Secara umum manfaat
media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa
sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara
lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
·
Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
·
Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
·
Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
·
Efisiensi dalam waktu dan tenaga
·
Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
·
Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan
saja
·
Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses
belajar
·
Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif[5]
BAB III
KESIMPULAN
Kata “media” berasal
dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara
harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan
wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Akhirnya dapat dipahami
bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur
pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Kedudukan media
pengajaran mnurut Nana Sudjana dan A. Rivai diantaranya :
·
Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan
pelajaran.
·
Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih
lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
·
Sumber belajar bagi siswa.
Faktor-faktor yang
perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran, antara lain :
·
Objektivitas
·
Program pengajaran
·
Sasaran program
·
Situasi dan kondisi
·
Kualitas teknik
·
Keefektifan dan efisiensi
Nana Sudjana dan
Ahmad Rifa’i mengemukakan, dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran
sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
·
Ketepatan dengan tujuan pengajaran.
·
Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
·
Kemudahan memperoleh media
·
Keterampilan guru dalam menggunakanya
·
Tersedia waktu untuk menggunakanya
·
Sesuai dengan taraf berfikir siswa
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto,
2010, Media Pembelajaran, Yogyakarta : Gava Media
Mustakim,
Zaenal, 2009, Strategi dan Metode Pembelajaran, pekalongan : STAIN Press
Bahri D,
Syaiful, 1996, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT. Rineka Cipta
[1]
Daryanto, Media Pembelajaran, (Yogyakarta : Gava Media, 2010) hlm : 4-5
[2] Zaenal
Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran,(pekalongan : STAIN Press, 2009) hlm
: 160-161
[3] Ibid, hlm
: 167-169
[4] Syaiful
Bahri D, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1996) hlm :
145-151
[5] Zainal
Mustakim, Op. Cit. hlm : 163-165