Laman

new post

zzz

Senin, 01 Oktober 2012

sbm H4 : media pembelajaran

sbm H4 : media pembelajaran - word

sbm H4 : media pembelajaran - ppt





MAKALAH
“MEDIA BELAJAR MENGAJAR”

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah         :      Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu :      Ghufron Dimyati











Disusun Oleh :


                                              Dewi Ana                    :           2021110270
                                              Istighotsah                   :           2021110372
 
 







SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

BAB I
PENDAHULUAN

Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Dalam menerangkan suatu benda, guru dapat membawa bendanya secara langsung kehadapan anak didik di kelas. Dengan menghadirkan bendanya seiring dengan penjelasan mengenai benda itu, maka benda itu dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas secara mendalam mengenai media belajar mengajar. Sebagai bekal kita sebagai calon-calon guru.
























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran
Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Akhirnya dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam proses belajar mengajar  kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan dengan kehadiran media. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan.[1]

B.     Kedudukan Media Pengajaran
Kedudukan media pengajaran mnurut Nana Sudjana dan A. Rivai diantaranya :
·         Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran.
·         Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
·         Sumber belajar bagi siswa.[2]

C.    Macam-macam Media Pembelajaran
1.      Dilihat dari jenisnya, media dibagi menjadi 3, yaitu:
·         Media Auditif  adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti : radio.
·         Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan, seperti : foto, gambar, film, dll.
·         Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar

2.      Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi 3, yaitu:
·         Media dengan daya liput luas dan serentak
·         Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
·         Media untuk pengajaran individual

3.      Dilihat dari bahan pembuatanya, media dibagi menjadi 2, yaitu:
·         Media sederhana
·         Media kompleks[3]

D.    Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran, antara lain :
a)      Objektivitas
Unsure subjektifitas guru dalam memilih media pengajaran harus dihindarkan. Artinya, guru tidak boleh memilih media pengajaran berdasarkan kesenangan pribadi. tetapi harus secara objektifitas disesuaikan dengan siswa yang akan diajar. 
b)      Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isinya, strukturnya maupun kedalamanya.
c)      Sasaran program
Sasaran program yang dimaksud adalah anak didik yang akan menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran.

d)     Situasi dan kondisi 
Situasi dan kondisi yang ada juga perlu mendapat perhatian dalam menentukan pilihan media pengajaran yang akan digunakan.
e)      Kualitas teknik
Dari segi teknik, media pengajaran yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau barangkali ada rekaman yang kurang jelas.
f)       Keefektifan dan efisiensi penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi berkenaan dengan proses pencapaian hasil tersebut. Ada media yang dipandang sangat efektif untuk mencapai suatu ujuan, namun proses pencapaianya tidak efisien.  

E.     Kriteria Pemilihan Media Pengajaran
Nana Sudjana dan Ahmad Rifa’i mengemukakan, dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
·         Ketepatan dengan tujuan pengajaran.
Artinya, media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
·         Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
Artinya, bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah difahami siswa.
·         Kemudahan memperoleh media
Artinya, media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru.
·         Keterampilan guru dalam menggunakanya
Artinya, apapun jenis media yang diperlukan syaran utama adalah guru dapat menggunakanya dalam proses pengajaran.
·         Tersedia waktu untuk menggunakanya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa.
·         Sesuai dengan taraf berfikir siswa
Artinya, dalam memilih media untuk pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa, sehingga makna terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh siswa.[4]

F.     Manfaat Media Pengajaran
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
·         Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
·         Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
·         Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
·         Efisiensi dalam waktu dan tenaga
·         Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
·         Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
·         Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
·         Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif[5]














BAB III
KESIMPULAN

Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Akhirnya dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Kedudukan media pengajaran mnurut Nana Sudjana dan A. Rivai diantaranya :
·         Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran.
·         Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
·         Sumber belajar bagi siswa.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran, antara lain :
·         Objektivitas
·         Program pengajaran
·         Sasaran program
·         Situasi dan kondisi 
·         Kualitas teknik
·         Keefektifan dan efisiensi
Nana Sudjana dan Ahmad Rifa’i mengemukakan, dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
·         Ketepatan dengan tujuan pengajaran.
·         Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
·         Kemudahan memperoleh media
·         Keterampilan guru dalam menggunakanya
·         Tersedia waktu untuk menggunakanya
·         Sesuai dengan taraf berfikir siswa

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, 2010, Media Pembelajaran, Yogyakarta : Gava Media
Mustakim, Zaenal, 2009, Strategi dan Metode Pembelajaran, pekalongan : STAIN Press
Bahri D, Syaiful, 1996, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT. Rineka Cipta



[1] Daryanto, Media Pembelajaran, (Yogyakarta : Gava Media, 2010) hlm : 4-5
[2] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran,(pekalongan : STAIN Press, 2009) hlm : 160-161
[3] Ibid, hlm : 167-169
[4] Syaiful Bahri D, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1996) hlm : 145-151
[5] Zainal Mustakim, Op. Cit. hlm : 163-165

sbm G4 : media pembelajaran

sbm G4 : media pembelajaran - word

sbm G4 : media pembelajaran - ppt




MAKALAH
MEDIA BELAJAR MENGAJAR
Disusun untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah                : Filsafat Pendidikan Islam
Dosen Pengampu         : Ghufron Dimyati, M.Pd
Kelas/Semester            : G / V









Di susun oleh :
1. NAELUL IZZAH                               : 2021110324
2. FUTUKHATUL MAFTUKHAH      : 2021110325
3. LUSIANA MASITHOH                    : 2021110330


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

BAB I
PENDAHULUAN
            Kemajuan ilmu pengetahuan atau teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakan berbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dengan menggunakan media komunikasi bukan saja dapat mempermudah dan mengefektifkan proses pemebelajaran lebih menarik. Peranan media didalam proses pendidikan adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan proses belajar mengajar dapat tercapai dengan sempurna. Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar  sehingga peserta didik tidak bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar.
            Proses pemebelajaran merupakan proses komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan, komponen penerima pesan dan komponen pesan itu sendiri. Kadang-kadang dalam proses pemebelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya, materi pelajaran atau pesan yang disampaiakan guru itu tidak dapat diterima oleh siswa dengan opotimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa, lebih parah lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.












BAB II
PEMBAHASAN
Media Belajar Mengajar
A.    Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
Gearlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Atwi Suparman (1997) mendefinisikan, media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.
Dalam aktivitas pemebelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik.[1]
Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Rossi dan Breidle (1966:3) mengemukakan bahwa media pemebelajaran adalah seluruh alat atau bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televise, buku Koran, majalah dan sebagainya. Menurut Rossi alat-alat semacam radio dan televise kalau digunakan dan deprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran.
Selain pengertian di atas, ada juga yang berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).[2]

B.     Fungsi Media
Belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang konkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar seringkali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks dan berada di balik realitas. Karena itu media, memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukkan hal-hal yang tersembunyi. Namun perlu diingat, bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan esensi tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.
Seberapa pentingnya peran media dalam pengajaran, namun tetap tidak bisa menggeser peran guru, karena media hanya berupa alat bantu yang memfasilitasi guru dalam pengajaran. Oleh karena itu guru tidak dibenarkan menghindar dari kewajibannya sebagai pengajar dan pendidik untuk tampil di hadapan anak didik dengan seluruh kepribadiannya.
Dalam proses belajar mengajar, fungsi media menurut Nana Sudjana (1991) yakni:
1.      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.      Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa media pengajaran merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan guru.
3.      Media dalam pengajaran, penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
4.      Penggunaan media dalam pengajaran bukan semata-mata sebagai alat hiburan yang digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5.      Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan oleh guru.
6.      Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.[3]

C.    Macam-macam media dan karakteristiknya
 Menurut Syaifulbahri Djamarah dan Aswan Zain, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan ke dalam empat kelompok yaitu:
1.      Media Hasil teknologi
Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui prosespercetakan mekanisatau photografis.

karakteristik media hasil cetak:
a.       Teks dibaca secara linear
b.      Menampilkan komonikasi secarasatu arah dan reseptif
c.       Ditampilkan secara statis atau diam
d.      Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
e.       Berorientasi atau berpusat pada siswa..
f.       Informasi dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai
2.      Media hasil teknologi audio-visual
Teknologi audi-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual. penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual yang lebar.
Karakteristik:
a.       Bersifat linear
b.      Menyajikan visual yang dinamis
c.       Digunakan dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang
d.      Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
e.       Dikembangkan menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
f.       Berorientasi pada guru
Pendekatan yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang konfensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh para guru dan staf lembaga penndidikan. Dalam sistemini guru mengkomunikasikan pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar yang dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan pertemuan tatap muka (face to face)

3.      Media hasil teknologi yang berdasarkan computer
Teknologi berbasis computer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-suber yang berbasis micro-prosesor.
Berbagai aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajiandan tujuan yang ingin dicapai melipiti tutorial,penyajian materi secara bertahap, drills end practice latihan untuk membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan simulasi (latihan untuk mengaplikaskan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari dari, dan basis data (sumber yang dapat membantu siswa menambah informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing )
Karakteristik media hasil teknologi yang berdasarkan komputer:
a.       Dapat digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
b.      Dapat digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
c.       gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
d.      Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
e.       Berorientasi pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi


4.      Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer
Teknologi gabungan adalah cara unntuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan pararel(alat-alat tambahan), seperti: vidio disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio:
a)      Dapat digunkan secara acak, sekuensial, linear.
b)      Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya.
c)      Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa.
d)     Prinsip ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalampengembangan dan penggunaanpelajaran.
Pembelajaran ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pengetahuan itu digunakan.
e)      Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa.[4]

Ø  Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam:
a.    Media Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja.
b.    Media visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam dan ada pula yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak.
c.    Media Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke dalam:
1)   Audivisual Diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam.
2)   Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak.
Ø  Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
a)      Media dengan daya liput luas dan serentak
Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama.
b)      Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
c)      Media untuk pengajaran individual
Ø  Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi ke dalam:
 a. Media Sederhana
 b. Media Kompleks

D.       Prinsip-prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginya ke dalam tiga kategori:
1)        Tujuan Pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah untuk sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong? Lebih spesifik lagi, apakah untuk pengajaran kelompok atau pengajaran individual. Tujuan pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media.

2)      Karakteristik media pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran.
3)      Alternatif Pilihan
Dalam menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana Sudjana (1991: 104) adalah:
a.       Menentukan jenis media dengan tepat
b.      Menetapkan atau memperhatikan subjek dengan tepat
c.       Menyajikan media dengan tepat
d.      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.

E.     Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan media
Agar media pengajaran yang dipilih itu tepat, di samping memenuhi prinsip-prinsip pemilihan, juga terdapat beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan, sebagaimana diuraikan berikut ini:

1. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran
a.       Objektivitas
b.      Program Pengajaran
c.       Sasaran Program
d.      Situasi dan Kondisi

2. Kriteria Pemilihan Media Pengajaran
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai mengemukakan rumusannya. Menurut mereka, dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a.    Ketepatannya dengan tujuan pengajaran.
b.    Dukungan terhadap isi bahan pelajaran.
c.    Kemudahan memperoleh media.
d.   Keterampilan guru dalam menggunakannya, apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.
e.    Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
f.     Sesuai dengan taraf berpikir siswa.

F.     Langkah-langkah mempergunakan media dalam mengajar
Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru dalam mengajar yang mempergunakan media, yaitu:
1.      Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media
2.      Persiapan guru dengan cara memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan
3.      Persiapan kelas
4.      Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media
5.      Langkah kegiatan belajar siswa
6.      Langkah evaluasi pengajaran.[5]












BAB III
KESIMPULAN
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
Fungsi media menurut Nana Sudjana (1991) yakni:
1.      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.      Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa media pengajaran merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan guru.
3.      Media dalam pengajaran, penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
4.      Penggunaan media dalam pengajaran bukan semata-mata sebagai alat hiburan yang digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5.      Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan oleh guru.
6.      Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar
Macam-macam media:
      Media Hasil teknologi
      Media hasil teknologi audio-visual
      Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer
      Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi computer









DAFTAR PUSTAKA


Pupuh  Fathurrohman dan M.Shobry Sutikno. 2009. Strategi Belajar Mengajar .Bandung: PT Refika Aditama,
Wina Sanjaya.2007. Strategi Pembelajaran Jakarta: Kencana.
Syaiful Djamarah dan Aswan Zein. 2006. Strategi Belajar Mengajar . Jakarta: PT Rineka Cipta.
































[1] Pupuh Fathurrohman, M.Shobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar ( Bandung: PT Refika Aditama, 2009) hlm 65-66
[2] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2007) hlm. 163
[3] Pupuh Fathurrohman, M.Shobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar ( Bandung: PT Refika Aditama, 2009) hlm 65-66
[4] http://edwaneloenks.blogspot.com/2009/11/makalah-media-pembelajaran.html


[5] Syaiful Djamarah, Aswan Zein, Strategi Belajar Mengajar ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006) hlm.121-128