Laman

Kamis, 20 Oktober 2011

Bergaul merupakan fitrah

Syaiful Hanif
NIM : 2021 111 276

INDAHNYA  PERGAULAN  DALAM  ISLAM

          “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui laga Maha Mengenal.”  
(QS. Al Hujarat [49]:13)
          Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi  dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bias dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka,jika ada orang yang mampu hidup sendiri.karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya.
           Tidak ada makhluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan,tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri,sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak poerbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencip[takan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuyasaan-Nya.
          Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadi nya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketaqwaannya kepada Allah SWT (QS. Al_Hujarat [49]:13)
           Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjaadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.
           Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan sesama muslim menjadi sesuatu yang indah sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga kunci utama untuk mewwujudkannya yaitu ta’sruf, tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan:
1.Ta’aruf
           Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, mambantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud?                                                            
         Begitulah ternyata  ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua cirri khas pada diri seseorang.
2. Tafahum
           Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai yang ia benci, inilah bagian terpenting dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi temanbergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab, agama kita akan sangat di tentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu mamberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan membarikan bau asap ketika kita bersamanya.” Tak dapat di pungkiri, ketika kita bergaul bersama orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada keshalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah ).
3. Ta’awun
          Setelah mangenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta’awun ( saling menolong ). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasulullah SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat islam yang lain.
         Jadi menurut saya Ta’aruf, tafahum, dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak aka nada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, mamahami, dan saling menolong.selain itu,tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah untuk seluruh makhluknya dan Selain tiga hal yang tersebut di atas perlu di terapkannya etika dalam pergaulan atau komunikasi antara muslim dengan muslimah agar tidak madhorot atau bahkan fitnah diantaranya yaitu:
  1. Hindari untuk berkholwat (berdua-duaan) antara perempuan dengan laki-laki.
  2. Menundukan pandangan antara laki-laki dengan perempuan.
  3. Manjaga aurat terhadap lawan jenis sesuai syariat islam.
  4. Hindari ikhtilat( berbaurnya antara wanita dengan laki-laki)
  5. Menjaga kemaluan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar