Laman

new post

zzz

Jumat, 23 Februari 2024

A.3 PAI F KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMELAJARAN

 MAKALAH 

KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMELAJARAN 

Disusun guna memenuhi tugas 

Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum 

Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Hufron, MSI

Disusun oleh Kelompok A.C 

1. Nurul Uswatun Khasanah (20122016) 

KELAS F 

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID  PEKALONGAN  

2024 

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat dan  karunianya Tak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi  Muhammad SAW,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan  judul “Komponen Desain Pembelajaran Dan Komponen Evaluasi  Pembelajaran” Pada dasarya makalah ini dibuat dengan memenuhi tugas  mata kuliah Pengembangan Kurikulum. 

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak  Dr. Muhammad Hufron, M.S.I. selaku dosen pembimbing mata kuliah  Pengembangan Kurikulum.  

 Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis  pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini  jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis menerima saran dan kritik dari  semua pihak bersifat membangun guna perbaikan yang lebih sempurna. Akhir  kata penulis mengucapkan terimakasih. 

Pekalongan, 09 Februari 2024

ii 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR ...................................................................................ii DAFTAR ISI.................................................................................................iii BAB I.............................................................................................................1 PENDAHULUAN .........................................................................................1 

A. Latar Belakang ....................................................................................1 B. Rumusan Masalah ...............................................................................1 C. Tujuan .................................................................................................1 

BAB II............................................................................................................3 PEMBAHASAN ............................................................................................3 A. Definisi Desain....................................................................................3 B. Komponen Desain Pembelajaran ........................................................3 C. Komponen Evaluasi Pembelajaran .....................................................6 BAB III ..........................................................................................................8 PENUTUP......................................................................................................8 A. Kesimpulan .........................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................9

iii 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Desain pembelajaran dikelas sangat penting dan harus dikusai olehguru  sebelum melakukan atau melaksanakan proses pembelajaran dikelas.Desain  pembelajaran ini harus dirancang terlebih dahulu sebelum memulai  pembelajaran dikelas dengan menggunakan model pembelajaran agar  dapatmemudahkan para guru dalam memadukan dan menghubungkan  berbagaimacam mata pelajaran dalam menunjang keberhasilan secara efektif  dalam proses pembelajaran.Proses pengajaran merupakan suatu kegiatan  melaksanakankurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi  para siswamencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan  pendidikan padadasarnya mengantarkan para siswa menuju perubahan perubahan tingkahlaku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup  mandiri sebagaiindividu dan makhluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut  siswa berintraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui  proses pengajaran. 

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang harus diterapkan  oleh tenaga pendidik dalam setiap pelaksanaan pembelajaran. Dalam setiap  rangkaian tahapan pembelajaran yang baik, evaluasi harus dilakukan secara  terus-menerus. Kegiatan evaluasi pembelajaran harus dilakukan secara  terencana dan saling berhubungan antar faktor penunjang pendidikan, agar  dapat berfungsi sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana keefektifan  pelaksanaan belajar mengajar yang telah dilakukan guna mencapai tujuan. 

B. Rumusan Masalah 

1. Apa definisi desain? 

2. Apa saja komponen desain pembelajaran? 

3. Apa saya komponen evaluasi pembelajaran? 

C. Tujuan 

1. Untuk mengetahui definisi desain. 

2. Untuk mengetahui komponen desain pembelajaran.

3. Untuk mengetahui komponen evaluasi pembelajaran.

BAB II 

PEMBAHASAN 

A. Definisi Desain 

Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata design ( bahasa  inggris) yang berarti perencanaan . ada pula yang mengartikan dengan  “persiapan” . di dalam ilmu manajemen pendidikan atau ilmu administrasi  pendidikan ,perencanaan disebut dengan istilah planning yaitu “persiapan  menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu  masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian  tujuan tertentu. Desain pembelajaran menurut istilah dapat di definisikan:  Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik  dilaksanakan agar timbul perubahan dan keterampilan pada diri pemelajran  kearah yang dikehendaki (reigeluth). Suatu proses desain dan sistematis untuk  menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efesien ,serta membuat  kegiatan pembelajran lebih mudah yang di dasarkan pada apa yang kita ketahui  mengenai teori/teori pembelajaran,teknologi informasi,sistematika  analisis,penelitian dalam bidang pendidikan dan metode-metode manajemen.1 

B. Komponen Desain Pembelajaran  

1. Kompetensi pendidik 

Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah kompetensi  pendidik. Kompetensi pendidik adalah salah satu faktor yang mempegaruhi  tercapainya tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran di sekolah,  namun kompetensi pendidik tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh  faktor latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan lamanya  mengajar. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan  perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh pendidik dalam  melakukan tugasnya. Dalam pasal 28 ayat 3 PP RI No. 19 tahun 2005  tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang pendidik, yaitu ada 4 jenis  kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik antara lain,  

  

1 W. Kurniawati, “Desain Perencanaan Pembelajaran”, (Lampung: Jurnal An-Nur: Kajian  Pendidikan Dan Ilmu Keislaman, No. 1, VII, 2021), hlm. 2-3.

kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional,  dan kompetensi sosial.2 

2. Peserta didik 

Dalam proses pembelajaran, peserta didik merupakan subjek  sekaligus objek pembelajaran. Dikatakan sebagai subjek pembelajaran  karena mereka berperan sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran,  sedangkan dikatakan sebagai objek karena mereka menjadi sasaran didik  untuk ditumbuhkembangkan oleh pendidik. Jika peserta didik dijadikan  sasaran, maka mereka harus berperan sebagai subjek yanng aktif belajar  dengan difasilitasi oleh sumber belajar, termasuk di dalamnya adalah  pendidik.3 Pada dasarnya peserta didik adalah: a) peserta didik bukan  merupakan miniatur orang dewasa, akan tetapi memiliki dunianya sendiri.  Hal ini sangat penting untuk dipahami agar perlakuan terhadap mereka tidak  boleh disamakan dengan perlakuan terhadap orang dewasa, b) peserta didik  memiliki perbedaan antara individu yang lain, baik perbedaan yang  disebabkan oleh faktor endogen (fitrah) maupun eksogen (lingkungan) yang  meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat-minat, dan lingkungan yang  mempengaruhinya.4 

3. Tujuan pembelajaran 

Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini  dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert  F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah  perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada  kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp (1977) dan David E. Kapel  (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang  spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan  dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.  Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang  

  

2 M. Ramli, “Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik”, (Banjarmasin: Jurnal Tarbiyah  Islamiyah, No. 1, V, 2015), hlm. 80-81. 

3 Kamaliah, “Hakikat Peserta Didik”, (Kalimantan Selatan: Education Journal: General  And Specific Research, No. 1. I, 2021), hlm. 51. 

4 M. Ramli, hakikat pendidik..., hlm. 79.

diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, tujuan  pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang  diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran. tujuan  pembelajaran sebaiknya mencakup tiga komponen utama, yaitu: (1)  menyatakan apa yang seharusnya dapat dikerjakan siswa selama belajar dan  kemampuan apa yang harus dikuasainya pada akhir pelajaran; (2) perlu  dinyatakan kondisi dan hambatan yang ada pada saat mendemonstrasikan  perilaku tersebut; dan (3) perlu ada petunjuk yang jelas tentang standar  penampilan minimum yang dapat diterima. Berkenaan dengan perumusan  tujuan performansi, Dick dan Carey menyatakan bahwa tujuan  pembelajaran terdiri atas: (1) tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat  dikerjakan atau diperbuat oleh anak didik; (2) menyebutkan tujuan,  memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat yang hadir pada  waktu anak didik berbuat; dan (3) menyebutkan kriteria yang digunakan  untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan.5 4. Metode pembelajaran  

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara  guru dengan peserta didik dalamsuatu pembelajaran untuk mewujudkan  tujuan yang ditetapkan. Metode adalah cara, jalan atau teknik yang  digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik  dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang  dirumuskan dalam silabus mata pelajaran.6 

5. Alat pembelajaran 

Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai  tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi sebagai perlengkapan, sebagai  pembantu dalam proses pembelajaran. Alat juga merupakan pendukung untuk  melakukan metode pembelajaran, contohnya seperti metode diskusi, bisa  menggunakan mand mapping ataupun LCD. 7 

  

5 Tuti Iriani & M. Aghpin Ramadhan, Perencanaan Pembelajaran Untuk Kejuruan,  (Prenada Media, 2019), hlm. 80-82. 

6 Oemar hermalik, kurikulum dan pembelajaran, (jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hlm.  57. 

7 M. Ilyas & Abd. Syahid, “Pentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi Guru”, (Jurnal Al Aulia, No. 1, IV, 2018), hlm. 65

6. Bahan ajar 

Bahan ajar dapat diartikan bahan-bahan atau materi pelajaran yang  disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip  pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.  Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga  memudahkan siswa belajar. 

7. Evaluasi pembelajaran 

Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai  dari sesuatu. Tujuan umum evaluasi ialah untuk mengumpulkan data-data  yang membuktikan taraf kemajuan peserta didik dalam mencapai tujuan  yang diharapkan, menilai metode mengajar yang digunakan. Serta tujuan  khususnya yaitu menemukan sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan  peserta didik, memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan, serta untuk  memperbaiki mutu pelajaran.8 

C. Komponen Evaluasi Pembelajaran  

Menurut Anas Sujono (2003) ruang lingkup evaluasi pembelajaran  mencakup tiga komponen utama yaitu: 

1. Evaluasi program pembelajaran 

Evaluasi terhadap program pembelajaran mencakup tiga hal, yaitu a)  evaluasi terhadap tujuan pembelajaran, b) evaluasi terhadap isi program  pembelajaran, c) evaluasi terhadap strategi pembelajaran. 

2. Evaluasi proses pembelajaran  

Evaluasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran meliputi atas: a. Evaluasi kesesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung  dengan garis-garis besar program pembelajaran yang telah ditentukan. b. Evaluasi terhadap kesiapan guru dalam melaksanakan program  pembelajaran. 

  

8I. Magdalena, dkk, “Analisis Pengembangan Bahan Ajar”, (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu  Sosial, No. 2, II, 2020), hlm. 172.

c. Evaluasi terhadap kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses  pembelajaran. 

d. Evaluasi terhadap minat atau perhatian peserta didik di dalam  mengikuti pelajaran. 

e. Evaluasi terhadap keaktifan atau partisipasi peserta didik selama proses  pembelajaran berlangsung. 

f. Evaluasi terhadap program peranan bimbingan dan penyuluhan  terhadap peserta didik yang memerlukannya. 

g. Evaluasi terhadap komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik  selama proses pembelajaran berlangsung. 

h. Evaluasi terhadap pemberian tugas-tugas kepada peserta didik dalam  rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas 

i. Evaluasi terhadap pemberian dorongan atau motivasi terhadap peserta  didik 

3. Evaluasi hasil pembelajaran 

Evaluasi terhadap hasil pembelajaran peserta didik meliputi: 

a. Evaluasi mengenai tingakat penguasaan peserta didik terhadap tujuan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program  pembelajaran. 

b. Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan tujuan umum pembelajaran.9 

  

9 S. S. Pettalongi, “Evaluasi Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran”, (Palu: Jurnal  Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, No. 6, XI, 2009), hlm.5-6.

BAB III 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Desain pembelajaran merupakan rancangan untuk proses belajar  mengajar. Tanpa adanya desain pembelajaran, proses belajar mengajar tidak  akan berjalan secara maksimal. Dengan adanya desain pembelajaran maka  proses belajar mengjar pun akan tersusun secara sistematis, dalam desain  pembelajaran salah satunya ada pendidik yang jelas tanpa pendidik proses  belajar mengajar tidak akan bisa berjalan dengan sendirinya. Evaluasi  pembelajaran merukan cara untuk mengetahui nilai ataupun skor, dimana  evaluasi ini membantu dalam mendata bagaimana pembelajaran selama ini.  Apa saja kekurangan yang ada dalam proses pembelaran berlangsung. Dan  sampai mana peserta didik mampu menerima materi-materi yang telah  diberikan oleh pendidik.

DAFTAR PUSTAKA 

Hermalik, Oemar. 2003. kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Ilyas, & Abd. Syahid.2018. “Pentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi Guru”.  Jurnal Al-Aulia, No. 1, IV. 

Iriani, Tuti & M. Aghpin Ramadhn. 2019. Perencanaan Pembelajaran Untuk  Kejuruan. Prenada Media. 

Kamaliah. 2021. “Hakikat Peserta Didik”. Kalimantan Selatan: Education Journal:  General And Specific Research, No. 1. I. 

Kurniawati, W. 2021. “Desain Perencanaan Pembelajaran”. Lampung: Jurnal An Nur: Kajian Pendidikan Dan Ilmu Keislaman, No. 1, VII. 

Magdalena, I., dkk. 2020. “Analisis Pengembangan Bahan Ajar”. Jurnal  Pendidikan Dan Ilmu Sosial, No. 2, II. 

Pettalongi, S. S. 2009. “Evaluasi Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran”. Palu:  Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, No. 6, XI. 

Ramli, M. 2015. “Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik”. Banjarmasin: Jurnal  Tarbiyah Islamiyah, No. 1, V.

Curriculum Vitae 

NURUL USWATUN KHASANAH 

Tegal, Jawa Tengah, Indonesia 

WA: +62 85647738041 | Email: nuruluswatunkhasah89@gmail.com  RINGKASAN 

Saya adalah seorang mahasiswa UIN Gusdur Semester 4, prodi pendidikan agama  islam. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Domisili sekarang di kost  istoqomah rowolaku 

DATA PRIBADI 

Nama : Nurul Uswatun Khasanah 

Tempat, tanggal lahir : Tegal, 14 Juli 2004 

Jenis kelamin : Perempuan 

Alamat : Desa Kertaharja RT 01 RW 01 Kec. Kramat Kab. Tegal Agama : Islam 

Kewarganegaraan : Indonesia 

Status : Belum menikah 

Motto hidup : Teruslah untuk berusaha tanpa ada kata menyerah,cape  boleh, nyerah atau putus asa jangan  

RIWAYAT PENDIDIKAN 

UIN KH Abdurrahmanan Wahid Pekalongan 2022 SMA Negeri 1 Kramat 2019 SMP Negeri 2 Kramat 2016 SD Negeri 01 Kertaharja 2010

10 

PENGALAMAN ORGANISASI 

HMPS PAI (Bendahara) 2024 Saka Bhayangkara 2019 Dewan Kerja Ranting Kramat 2019 

PENGALAMAN KEGIATAN 

Mengikuti berbagai kegiatan seminar, kepanitiaan dan workshop  selama kuliah. 

Mengajar di berbagai bimbel & BTQ yang dinaungi oleh departemen  pendidikan HMPS PAI  

HOBI 

Memasak 

Mengajar 

Kewirusahaan


A.2 PAI F KURIKULUM SEBAGAI SISTEM (Komponen Materi Pembelajaran & Komponen Strategi Pembelajaran)

 MAKALAH 

 KURIKULUM SEBAGAI SISTEM 

 (Komponen Materi Pembelajaran & Komponen Strategi Pembelajaran) Disusun guna memenuhi tugas 

Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum PAI 

Dosen Pengampu : Dr. Muhammad Hufron, MSI

Disusun oleh Kelompok 1:  

1. Dzikronah (20122014) 

KELAS F 

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN  2024 

KATA PENGANTAR 

Assalamualaikum Wr. Wb 

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. atas berkat rahmat dan  karunia-Nya yang diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah  Pengembangan Kurikulum yang membahas tentang Kurikulum Sebagai Sistem (Komponen  Materi Pembelajaran Dan Komponen Strategi Pembelajaran) dapat diselesaikan dengan baik dan  tepat waktu. 

Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata  sempurna. Untuk itu, bagi dosen pengampu mata kuliah kami bapak Muhammad Hufron, Dr.  M.S.I. kami meminta masukannya demi kebaikan pembuatan makalah ini dan mengharapkan  kritik dan saran dari para pembaca demi terciptanya makalah yang sempurna. 

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadikan  sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para Mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman  Wahid Pekalongan. 

Wassalamualaikum Wr. Wb 

Pekalongan, 9 Februari 2024 

Penulis

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR................................................................................................................. i DAFTAR ISI ............................................................................................................................. ii BAB I ....................................................................................................................................... iii PENDAHULUAN .................................................................................................................... iii 

A. Latar Belakang.................................................................................................................. iii B. Rumusan Masalah............................................................................................................. iii C. Tujuan Penulisan............................................................................................................... iii 

BAB II........................................................................................................................................1 PEMBAHASAN.........................................................................................................................1 A. Apa definisi serta bagaimana lingkup dari komponen materi pembelajaran…………...…...1  B. Apa definisi serta bagaimana lingkup dari komponen strategi pembelajaran………………..4 BAB III.......................................................................................................................................8 PENUTUP ..................................................................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................10

ii 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Dalam UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan  terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual  keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan  yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pembelajaran pasti akan  ada komponen pembelajaran yaitu tujuan bahan ajar atau bahan ajar, media dan metode,  evaluasi, peserta didik dan pendidik. Sebagai suatu sistem komponen-komponen tersebut  membentuk satu kesatuan yang utuh. Masing masing komponen tersebut secara aktif  saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seperti ketika menentukan materi  pembelajaran yang mengacu pada tujuan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari di  sekolah terkadang seorang pendidik kurang tepat dalam memilih metode yang akan  dipakai dalam pembelajaran atau kurang tepat menangani peserta didik yang bermasalah,  atau mungkin kurang tepat dalam menjalankan strategi pembelajaran. Padahal  keterpaduan komponen-komponen dalam pembelajaran merupakan salah satu penentu  keberhasilan dalam pembelajaran itu. Tidak jarang ditemukan pembeljaran berlangsung  hnaya karena tuntutan pekerjaan semata, yang hanya menjalankan tugasnya sebagai  seorang guru tanpa melihat kualitas proses yang berlansung. Oleh karena sebab itu, agar  adanya keterpaduan yang serasi dari komponen tersebut sehingga tercipta pembelajaran  yang berkualitas. 

B. Rumusan Masalah 

1. Apa definisi serta bagaimana lingkup dari komponen materi pembelajaran? 2. Apa definisi serta bagaimana lingkup dari komponen strategi pembelajaran? 

C. Tujuan Penulisan 

1. Mengetahui definisi serta lingkup komponen materi pembelajaran. 

2. Mengetahui definisi serta lingkup komponen strategi pembelajaran.

iii 

BAB II 

PEMBAHASAN 

A. Definisi Serta Lingkup Komponen Materi Pembelajaran 

Pada kamus besar bahasa Indonesia, komponen merupakan bagian dari  keseluruhan. Sedangkan pembelajaran merupakan perubahan yang bertahan lama dalam  perilaku, atau dalam kapasistas berperilaku dengan cara tertentu, yang dihasilkan dari  praktik atau bentuk-bentuk pengalaman lainnya. Pembelajaran merupakan terjemah dari  kata instruction yang dalam bahasa yunani disebut instructus atau instruere yang berarti  menyampaikan pikiran. Pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu proses, yaitu  proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar peserta didik sehingga  dapat menumbuh dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Kegiatan  pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses  mental dan fisik melalui interaksi antar anak didik dengan guru, lingkungan dan sumber  belajar lainnya dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran1. Proses pembelajaran  ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan  tujuan. Interaksi ini berakar dari pihak pendidik (guru) dan kegiatan belajar secara  paedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis melalui tahap rancangan,  pelaksanaan, dan evaluasi. 

Materi atau bahan pelajaran juga dikenal dengan materi pokok merupakan  subtansi yang akan di ajarkan dalam kegiatan belajar mengajar. Materi pokok adalah  materi pelajaran bidang studi yang dipegang atau diajarkan oleh guru. Keberhasilan  pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang  materi pembelajaran2. Qur’an surat An-Nahl ayat 125: 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang  baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,  Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih  mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” 

  

1Jufri Dolong, “Teknis Analisis Dalam Komponen Pembelajaran”. (Jakarta: Jurnal Inspiratif Pendidikan,  No. II, Vol. V,2016), Hlm. 294. 

2Uci Nurhayati, Muhammad Nu’an, “Komponen Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan  Orientasinya Pada Madrasah Ibtidaiyah”, (Surabaya: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, No. II, Vol. VI, 2022), Hlm.  169. 

Materi pelajaran merupakan bahan atau isi yang harus dipelajari siswa. Materi  pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa terlebih dahulu harus direncanakan,  didikembangkan, dan dikelola secara matang baik menyangkut ruang lingkup (scoop),  urutan (squence), keberlanjutan (continuity) dan keterpaduan (integraded)3. Bahan ajar  atau materi pembelajaran adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu  guru atau instrukur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar  merupakan informasi alat dan teks yang diperlukan guru atau intructur untuk perencanaan  dan penelahan implementasi pembelajaran. Materi pembelajaran pada dasarnya  merupakan isi dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan  topik atau sub topik dan rinciannya. Penentuan materi didasarkan pada rumusan tujuan  pembelajaran baik itu tujuan pembelajaran terkait aspek kognitif, afektif, maupun  psikomotorik. Materi harus disajikan secara menarik dan memuat pula berbagai hal yang  sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga menodorng siswa untuk belajar dan  membangun pemahamannya4.  

Materi pelajaran dapat dibedakan menjadi materi fakta, teori/konsep, prinsip,  proses/procedural, dan nilai, serta keterampilan. Materi fakta pada dasarnya memuat  objek atau keadaan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga materi tersebut  dapat teramati dengan mudah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi teori atau  konsep yaitu materi yang lebih bersifat abstrak misalnya suatu pengertian atau pernyataan  yang bersifat universal. Materi prinsip memuat kaidah atau aturan yang harus dijadikan  sebagai titik tolak berpikir dan melaksankan sesuatu. Materi prosedural memuat  rangkaian proses atau tahapan suatu kegiatan. Materi nilai terkait dengan aturan, nilai  atau pola baik yang harus dilakukan, sedangkan materi keterampilan terkait dengan  kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik dan mental secara baik5. Isi dari proses  pembelajaran tercemin dalam materi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa. Tokoh ahli  

  

3Poppy Anggraeni, “Analisis Keterkaitan Antar Komponen Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Disekolah Dasar Kota Sumedang”, (Sumedang,: Journal Of Primary Education, No. I, I, 2018),Hlm. 65. 4 Annisa Nidaur Rohmah, “Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Dasar”, (Lamongan: Jurnal Cendekia,  No. II, Vol. XI, 2017),Hlm. 200.  

5 Yunawati Sele, Buku Ajar Dan Pembelajaran, (Bekasi: Penerbit Nem, 2023), Hlm. 26.

Syaiful Bahri Djamarah mengemukakan bahwasanya materi pembelajaran merupakan  substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Materi pembelajaran  berada dalam ruang lingkup isi kurikulum, karena itu pemilihan materi pembelajaran  tentu saja harus sejalan dengan ukuran-ukuran yang digunakan untuk memilih isi  kurikulum bidang studi yang bersangkutan 6.  

Berkenaan dengan penentuan materi pembelajaran dalam kurikulum tingkat  satuan pendidikan, pendidik memiliki wewenang penuh untuk menentukan materi  pembelajaran, sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang hendak  dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. Dalam praktiknya, untuk menentukan materi  pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut7

a) Sahih(valid): dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benar-benar  telah teruji kebenaran dan keshahi-hannya. Di samping itu, juga materi yang  diberikan merupakan materi yang aktual, tidak ketinggalan zaman, dan memberikan  kontribusi untuk pemahaman kedepan. 

b) Tingkat kepentingan materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik dan sejauh mana materi tersebut penting untuk dipelajari. 

c) Kebermaknaan: materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non-akademis. Manfaat akademis: yaitu memberikan dasar-dasar pengetahuan dengan keterampilan yang akan dikembangkan lebih lanjut pada jenjang pendidikan lebih lanjut, sedangkan manfaat non-akademik adalah dapat mengembangkan kecakapan hidup dan sikap yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. 

d) Layak dipelajari: materi memungkinkan untuk dipelajari baik dari aspek tingkat  kesulitannya maupun aspek kelayakan terhadap memanfaatkan materi dan kondisi  setempat. 

e) Menarik minat materi yang dipilih, pendidik hendaknya bisa menarik minat dan  dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut, menumbuhkan rasa  ingin tahu, sehingga memunculkan dorongan untuk mengembangkan kemampuan  mereka sendiri. 

  

6 Ubabuddin, “Hakikat Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar”, (Jurnal Edukatif, No. I, Vol. V,  2019), Hlm. 22. 

7 Henna Sukmawati, “Komponen-Komponen Kurikulum Dalam Sistem Pembelajaran”, (Makkasar: Jurnal  Pendidikan Dan Studi Islam, No. I, Vol.VII, 2021), Hlm. 66-67.

Sebuah bahan ajar paling tidak mencangkup antara lain: 

1. Petunjuk belajar (petunjuk siswa atau guru) 

2. Kompotensi yang akan dicapai 

3. Informasi pendukung 

4. Latihan-latihan 

5. Petunjuk kerja 

6. Evaluasi 

B. Definisi Serta Lingkup Komponen Strategi Pembelajaran 

Strategi identik dengan teknik, siasat atau kiat, namun apabila digabung dengan  kata pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau teknik  yang dilakukan oleh seorang guru atau peserta didik dalam mengupayakan terjadinya  suatu perubahan tingkah laku atau sikap. Strategi pembelajaran adalah jenis pendekatan  khusus untuk menyampaikan informasi dan kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan  tertentu. Menurut Suarsana & Pujawan, strategi pembelajaran merupakan kegiatan  pembelajaran yang harus dilakukan oleh pendidik dan peserta didik agar tujuan  pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien. Djalal mengemukakan bahwa  strategi pembelajaran merupakan rencana yang berisi rangkaian kegiatan yang dirancang  untuk mencapai tujuan pendidikan. Moedjiono berpendapat bahwa strategi pembelajaran  adalah kegiatan seorang pendidik untuk memikirkan dan mengupayakan konsistensi antar  aspek komponen yang membentuk sistem pembelajaran8.  

Strategi pembelajaran mencangkup seluruh komponen materi pembelajaran dan  prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka  membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi pembelajaran  tidak hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan  termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan  disampaikan kepada peserta didik. Dalam menerapkan strategi pembalajaran, ada  beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran dapat  mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Pakar ahli Dick And Carey menyebutkan 5  komponen umum strategi pembelajaran, yakni (1) kegiatan pembelajaran pendahuluan,  

  

8Imanuel Catur Oktanto Suryoadi, “Pengembangan Strategi Pembelajaran Aktif Dan Kreatif Dalam  Pendidikan Kristen”, (Tangkoleh Putai, No. I, Vol. 19, 2022),Hlm. 19.

(2) penyampaian informasi, (3) partisipasi peserta didik, (4) tes, (5) kegiatan tindak  lanjut. Sedangkan pendapat Gagne dan Briggs, mengemukakan komponen strategi  pembelajaran menjadi Sembilan urutan kegiatan pembelajaran yaitu (1) memberikan  motivasi atau menarik perhatian, (2) menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta  didik, (3) mengingatkan kompetensi prasyarat, (4) memberi stimulus (masalah, topic,  konsep), (5) memberi petunjuk belajar, (6) menimbulkan penampilan peserta didik, (7)  memberi umpan balik, (8) menilai penampilan, (9) menyimpulkan. 

Dari beberapa komponen strategi pembeljaran yang telah dikemukakan oleh pakar  ahli tersebut, ada tiga komponen umum atau urutan kegiatan pembelajaran, yaitu9: 1. Pendahuluan (introducation

Pada tahap awal atau persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan mental  peserta didik dalam mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Tujuan  kegiatan pada tahap pendahuluan ini, yaitu memberikan motivasi dan memusatkan  perhatian peserta didik agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk menerima  pelajaran dan mengetahui kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai  peserta didik sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan  disampaikan. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah memberikan gambaran  singkat tentang isi pelajaran, menjelaskan relevansi isi pelajaran baru dengan  pengalaman peserta didik, dan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran. 

2. Penyajian (presentation

Tahap penyajian merupakan proses pembelajaran yang utama atau inti dari kegiatan  pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian sebagai berikut: 

a. Uraian (explanation), adalah penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep,  prinsip, dan prosedur yang akan di pelajari peserta didik.  

b. Contoh (exampel), dan non contoh (non exampel), adalah benda atau kegiatan  yang ada disekitar peserta didik sebagai wujud materi pelajaran yang sedang  diuraikan, baik bersifat positif maupun negatif. 

  

9 Bambang Warsita, “Strategi Pembelajaran Dam Implikasinya Pada Peningkatan Efektivitas  Pembelajaran”, (Jurnal Teknodik,No. I, Vol. XIII, 2009),Hlm. 67-69.

c. Latihan (exercise), adalah kegiatan praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip atau prosedur yang masih abstrak sesuai dengan kehidupan  masing-masing. 

3. Penutup  

Kegiatan pada tahap penutup merupakan kegiatan akhir dalam uraian kegiatan  pembelajaran. Tujuan dari kegiatan tahap penutup adalah untuk memberikan  penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang  telah di berikan. Beberapa kegiatan akhir pembelajaran, diantaranya: 

a. Pelaksanaan hasil teks belajar untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes  ini sering di sebut sebagai tes formatif yang dapat diberikan secara lisan atau  tulisan. 

b. Umpan balik (feedback), adalah informasi hasil tes peserta didik dan di ikuti  dengan penjelasan kemajuan peserta didik. 

c. Tindak lanjut (follow up), adalah berupa petunjuk tentang apa yang harus  dilakukan peserta didik setelah mengikuti tes formatif dan mendapatkan umpan  balik. 

Aplikasi strategi pembelajaran yang mencangkup empat aspek sebagai berikut: 1) Urutan kegiatan pembelajaran, yang berisikan urutan kegiatan materi atau isi  pelajaran kepada peserta didik 

2) Metode pembelajaran, yaitu cara guru mengorganisasikan materi pelajaran dan  peserta didik agar terjadi proses belajar secara efektif dan efesien 

3) Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang digunakan  guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran 

4) Waktu yang digunakan guru dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap  langkah dalam kegiatan pembelajaran. 

Beberapa strategi tahapan dalam kegiatan pembelajaran antara lain10

a. Tahap Pra Pelatihan 

  

10 Adisel, Dkk, “Komponen-Komponen Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajarana Ips”,  (Bengkulu: Journal Of Education And Instruction, No. I, V, 2022 ), Hlm. 300.

Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan oleh seorang pendidik ketika ia memulai proses belajar dan mengajar. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang dapat  dilakukan oleh guru atau siswa selama tahap pra intruksional: 

1) Guru menanyakan kehadiran siswa dan mencatat siapa saja yang tidak hadir 2) Menanyakan kepada siswa dimana letak diskusi pembelajaran sebelumya 3) Mengajaukan pertanyaan kepada siswa dikelas 

4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi  pembelajaran yang belum dikuasai dari pengajaran sebelumnya 

5) Mengulangi materi pelajaran sebelumnya secara singkat, tetapi mencangkup aspek  materi yang dibahas sebelumnya. 

b. Tahap Intruksional 

Pada tahap kedua ini adalah tahap pengjaran, yaitu tahap memeberikan pelajaran yang  telah disiapkan oleh guru sebelumnya. Secara umum, beberapa kegiatan dapat  diidentifikasi dalam tahap inti, seperti: 

1) Menjelaskan kepada siswa tujuan pengajaran yang harus dicapai siswa 2) Tuliskan materi pokok yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber  yang telah disiapkan sebelumnya 

3) Mendiskusikan materi pokok yang telah ditulis 

4) Dalam setiap materi pelajaran yang dibahas harus diberikakn contoh-contoh yang  konkrit. 

Dalam praktik implementasi kurikulum sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia selama ini, setidaknya dapat di identifikasi dua kelompok strategi  pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered  Learning atau TCL) dan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student  CenteredLearning atau SCL). Masings trategi tersebut memiliki karakter yang berbeda  TCL memiliki karakteristik sebagai berikut11

a) Lebih menekankan pada penguasaan. 

  

11 Maulana Akbar Sanjani, “Pentingnya Strategi Pembelajaran Yang Tepat Bagi Siswa”, (Jurnal Serunai  Administtrasi Pendidikan, No. II, Vol. X, 2021), Hlm. 35.

b) Biasanya memanfaatkan media tunggal. 

c) Fungsi dosen atau pengajar sebagai pemberi informasi utama dan evaluator d) Proses pembelajaran dan penilaian di lakukan secara terpisah. e) Menekankan pada jawaban yang benar saja. 

f) Sesuai untuk mengembangkan ilmu dalam satu disiplin ilmu saja g) Iklim belajar lebih individualis dan kompetitif 

h) Hanya mahasiswa yang dianggap melakukan proses pembelajaran i) Perkuliahan merupakan bagian terbesar dalam proses pembelajaran j) Penekanan pada tuntasnya materi pembelajaran 

k) Penekanan pada bagaimana cara dosen melakukan pembelajaran. Sedangkan strategi SCL memiliki karakteristik sebagai berikut: 

1) Pembelajaran tidak hanya menekankan pada penguasaan materi tetapi juga dalam  pengembangan karakter siswa 

2) Memanfaatkan banyak media  

3) Pendidik sebagai fasilitator dan evaluator 

4) Iklim yang dikembangkan lebih bersifat kolaborasi 

5) Mahasiswa dan dosen belajar bersama di dalam mengembangkan pengetahuan 6) Mahasiswa dapat belajatidak hanya dari perkuliahan saja tetapi dapat  menggunakan berbagai jenis kegiatan.

BAB III 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi,  yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Materi pembelajaran pada dasarnya  merupakan isi dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan  topik atau sub topik dan rinciannya. Materi pembelajaran yang akan diberikan kepada  siswa terlebih dahulu harus direncanakan, didikembangkan, dan dikelola secara  matang baik menyangkut ruang lingkup (scoop), urutan (squence), keberlanjutan  (continuity) dan keterpaduan (integraded). Penentuan materi didasarkan pada  rumusan tujuan pembelajaran baik itu tujuan pembelajaran terkait aspek kognitif,  afektif, maupun psikomotorik. Materi harus disajikan secara menarik dan memuat  pula berbagai hal yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari sehingga menodorng  siswa untuk belajar dan membangun pemahamannya. Agar memperlancar proses  pembelajaran maka dibutuhkannya suatu strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran  mencangkup seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan  kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik  mencapai tujuan pembelajaran tertentu. tiga komponen umum atau urutan kegiatan  pembelajaran, yaitu pendahuluan, penyajian, dan penyajian.

DAFTAR PUSTAKA 

Adisel, Dkk. 2022. “Komponen-Komponen Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013 Pada Mata  Pelajarana Ips”. Bengkulu: Journal Of Education And Instruction, No. I, Vol. V. Anggraeni Poppy. 2018. “Analisis Keterkaitan Antar Komponen Dalam Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran Disekolah Dasar Kota Sumedang”. Sumedang,: Journal Of Primary  Education, No. I, Vol. I. 

Dolong Jufri. 2016. “Teknis Analisis Dalam Komponen Pembelajaran”. Jakarta: Jurnal Inspiratif  Pendidikan, No. II, Vol. V. 

Nurhayati Uci, Muhammad Nu’an. 2022. “Komponen Materi Pembelajaran Pendidikan Agama  Islam Dan Orientasinya Pada Madrasah Ibtidaiyah”. Surabaya: Jurnal Ilmu Pendidikan  Islam, No. II, Vol. VI. 

Rohmah Annisa Nidaur. 2017. “Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Dasar”. Lamongan:  Jurnal Cendekia, No. II, Vol. XI.  

Sanjani Maulana Akbar. 2021. Pentingnya Strategi Pembelajaran Yang Tepat Bagi Siswa”.  Jurnal Serunai Administtrasi Pendidikan, No. II, Vol. X. 

Sele Yunawati. 2023. Buku Ajar Dan Pembelajaran. Bekasi: Penerbit Nem. Sukmawati Henna. 2021. “Komponen-Komponen Kurikulum Dalam Sistem Pembelajaran”.  Makkasar: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, No. I, Vol.VII. 

Suryoadi Imanuel Catur Oktanto. 2022. “Pengembangan Strategi Pembelajaran Aktif Dan  Kreatif Dalam Pendidikan Kristen”. Tangkoleh Putai, No. I, Vol. 19. 

Ubabuddin. 2019. “Hakikat Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar”. Jurnal Edukatif, No.  I, Vol. V. 

Warsita Bambang. 2009. “Strategi Pembelajaran Dam Implikasinya Pada Peningkatan  Efektivitas Pembelajaran”. Jurnal Teknodik, No. I, Vol. XIII.

10 

CURRICULUM VITAE 

DZIKRONAH 

Kedungwuni, Jawa Tengah, Indonesia 

WA: +62 85603316646| Email: dzik.ronah04@gmail.com | IG: dznhhh_ 

RINGKASAN 

Saya Adalah Seorang Mahasiswa UIN Gusdur Semester 4, Prodi Pendidikan Agama Islam. Saya  Anak Pertama Dari Dua Bersaudara. Saya Seorang Yang Memiliki Semangat Dan Pribadi Yang  Bekerja Keras, Mudah Berbaur, Dan Akan Memberikan Yang Terbaik Pada Pekerjaan Saya 

DATA PRIBADI 

Nama : Dzikronah 

Tempat, Tanggal Lahir : Pekalongan, 03 Maret 2004 

Jenis kelamin : Perempuan 

Alamat : Desa Podo, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan Agama : Islam 

Kewarganegaraan : Indonesia 

Status : Mahasiswa 

Motto hidup : Whatever you ara, be a good one 

RIWAYAT PENDIDIKAN 

TK Pertiwi Podo 2009-2010 

SDN 01 Podo 2010-2016 

SMP N 2 Kedungwuni 2016-2019 

SMA N 1 Kedungwuni 2019-2022 

UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan 2022-sekarang

11 

PENGALAMAN ORGANISASI 

OSIS SMP N 2 Kedungwuni 2018 PRAMUKA PENGGALANG (SMP) 2017-2018 IPNU IPPNU Pr Desa Podo 2021 PRAMUKA PENEGAK (SMA) 2021-2022 HMPS PAI UIN GUSDUR 2022-sekarang 

PENGALAMAN KEGIATAN 

Mengajar di Sekolah Menengah Pertama  

Mengajar di Tempat Pendidikan Quran di Desa Menjadi Paniti Kegiatan di Desa, Sekolah dan Kampus Mengikuti berbagai Semiar atau Workshop 

HOBI 

Traveling 

Membaca novel 

Sepedaan 

Jajan  

KETERAMPILAN 

Manajemen tim 

Kemamapuan Computer Dasar 

Menulis 

Problem Solving 

Leadership

12 

 

13