Laman

Jumat, 30 Maret 2012

B7-40 Lia Ifana

MAKALAH
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENCIPTA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah                   : Hadits Tarbawi 2
Dosen Pengampu           : Muhammad Hufron, M.S.I





                                               

Disusun oleh:
Lia Ifana
2021110086
B

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012



PENDAHULUAN

Agama Islam adalah ciptaan Allah dengan bersendikan iman, islam, islam dan ihsan, ketiganya mempunyai nilai keluhuran yang tinggi dibanding agama-agama lain ciptaan manusia.
Inilah agama Islam yang seharusnya dianut oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini untuk mengatur, membimbing, dan mengatur manusia seutuhnya agar hidup sejahtera dunia akhirat. Agar dapat menjadi pemeluk agama Islam yang benar dan berlaku baik (habluminallah) hubungan manusia dengan pencipta maka hemdaknya mempelajari agama Islam secara menyeluruh.
Wujud bangunan Islam berikut sendi-sendinya, yaitu iman, islam, dan ihsan beserta seluruh cabang dan ranting nya yang dapat menyempurnakan wujud agama islam secara utuh.
Iman merupakan cerminan pentingnya aqidah (kepercayaan dan keyakinan), islam mencerminkan syari’at agama islam yang wajib dilaksanakan oleh seseorang dan ihsan mencerminkan tujuan ibadah dan pedoman utama hubungan manusia dengan Allah dengan sesama dan lingkungannya.
Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai hadits tentang pencipta dan tiga sendi agama Islam, iman, Islam, dan ihsan.






PEMBAHASAN

A.    Materi Hadits
ILMU TENTANG ATURAN DAN HUKUM
(Hubungan manusia dengan Pencipta)

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ:{كَانَ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَارِزًا يَوْمًا للِنَّاسِ فَاءَتَاهُ جِبْرِيْلُ فَقَالَ مَا اْلاِيْمَانُ قَالَ الاِيْمَانُ اَنْ تُؤْ مِنَ بِااللهِ وَمَلاَءِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَاءِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِاالبَعْثِ قَالَ مَا اْلاِسْلاَمُ قَالَ اْلاِسْلاَمُ أُنْ تَعْبُدَ اللهِ وَلاَتُشْرِكَ بِهِ شَيْءًا وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤَدِيَ الزَّكَلةَ الْمَفْرُوْضَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الإِحْسَانُ قَالَ اَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا المَسْـءُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّاعِلِ وَسَاءُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا اِذَا وَلَدَتْ الأَمَةُ رَبَّهَا وَاِذَا تَطَاوَلَ رُعْاةُ اْلاِبِلِ اْليُهْمُ فِي اْلبُنْيَانِ فِيْ خَمْسٍ لاَ يَعْلَمُهُنَّ إِلأَاللهُ ثُمَّ تَلاَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ اْلايَةِ ثُمَّ اَدْ بَرَ فَقَالَ رُدُّوْهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْـءًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيْلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِيْنَهُمْ} قَالَ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ جَعَلَ ذلِكَ كُلُّهُ مِنْ اْلاِيْمَانِ. (رواه البخارى فى الصّحيح, كتاب الايمان, باب سؤل جبريل النبي عن الايمان والاسلام, واحسان).[1]                                                                              
             
B.     Terjemah Hadits
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW sedang tampak di hadapan orang-orang. Tiba-tiba datang kepadanya seorang pria dan bertanya” apakah arti iman?”. Rasulullah menjawab” iman ialah percaya kepada Allah, kepada malaikatnya, rasulnya dan kepada kebangkitan”. Kemudian orang tersebut kembali bertanya” apa artinya Islam?” Nabi menjawab.” Islam yaitu menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya, menegakkan sholat dan membayar zakat dan puasa ramadhan”. Lalu dia kembali bertanya”apakah ari ikhsan?” Ihsan adalah menyembah Allah seolah-olah engkau melihat dia. Biarpun engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya dia melihat engkau”. Orang tersebut bertanya lagi,”kapankah hari kiamat? Nabi menjawab”orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tapi akan kuterangkan tanda-tandanya, yaitu apabila budak perempuan melahirkan majikannya apabila pengembala domba telah termegah-megahan dalam gedung yang indah mewah, dan kiamat adalah salah satu dari lima rahasia Allah, dan hanya dia yang mengetahuinya”. Kemudian Rasulullah membaca” hanya dia yang mengetahui hari kiamat”, setelah itu orang tersebut pergi. Maka nabi bersabda”panggillah dia kembali”. Akan tetapi mereka tidak melihatnya lagi. Kemudian Rasul bersabda” itulah jibril, dia yang mengajarkan agama kepada umat manusia”.
(HR. Abu Hurairah, kitab iman, bab pertanyaan jibril kepada Nabi Muhammad SAW tentang iman, islam, ihsan, hari akhir dan penjelasan Nabi kepadanya).[2]

C.    Mufrodat
Indonesia
Arab
Tampak di hadapan
يَارِزًا
Tiba-tiba datang
فَاءَتَاهُ
Hari kebangkitan
 بِاالبَعْثِ
seolah-olah engkau melihat dia
كَأَنَّكَ تَرَاهُ
Biarpun engkau tidak melihatnya
فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ
Sesungguhnya dia melihat engkau
فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Hari kiamat
السَّاعَةُ
Orang yang ditanya
المَسْـءُولُ
Tidak lebih tahu
بِأَعْلَمَ
Dari yang bertanya
مِنَ السَّاعِلِ
Akan kuterangkan tanda-tandanya
عَنْ أَشْرَاطِهَا
Budak perempuan
وَلَدَتْ الأَمَةُ
Pengembala Unta
رُعْاةُ اْلاِبِلِ
Bermegah-megahan
فِي اْلبُنْيَانِ
Tidak ada yang mengetahui
لاَ يَعْلَمُهُنَّ

D.    Biografi Perawi
Abu Hurairah ketika masih dalam masa jahiliyah bernama Abdu Syam bin Shahir setelah masuk Islam namanya diganti rasulullah menjadi Abd. Ar-Rahman, beliau berasal dari Qabilah daus. Beliau sangat menyayangi kucing sehingga orang-orang menyebutnya dengan Abu Hurairah (bapak kucing kecil).
Abu Hurairah memeluk Islam pada tahu ke 7 H. Beliau adalah seorang imam, ahli fiqih, mujtahid, sahabat nabi dan tokoh-tokoh orang yang menghafal hadits. Itulah Abu Hurairah Al Dausi Al Yamani. Rasulullah selalu mendoakan agar beliau selalu menghafal al-Qur’an.
Beliau adalah sahabat yang sangat dicintai Rasulullah. Abu Hurairah meninggal di Madinah tahun 57 H. Hadits-hadits yang diriwayatkannya terdapat dalam kitab-kitab hadits.[3]


E.     Keterangan hadits
Imam bukhari menganggap iman dan islam satu,pertanyaan jibril tentang adanya perbedaan antara iman dan islam dengan menganggap bahwa keyakinan agama islam adalah keyakinan terhadap perkara tertentu, sedangkan islam adalah menampakkan amalan-amalan khusus.
Penjelasan dalam hadits adalah bahwa keyakinan dan amal adalah agama. Nabi Muhammad SAW menerangkan kepada Abdul Qais bahwa iman adala islam. Dalam riwayat Abu Sufyan yang menyatakan bahwa islam adalah agama maka islam dan iman adalah satu.
Allah berfirman” dan ku ridhai islam sebagai agamamu” kata islam mencakup iman dan amal.
Al-Muzani dan Abu Muhammad Al Baghdawi mengomentari pertanyaan jibril, kata “islam” sebagai nama perbuatan yang tampak” iman” nama keyakinan yang tersembunyi dalam hati, sebagai penjelasan bahwa semuanya satu, dan penggabungan antara keduanya dinamakan agama.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَارِزًا يُوْمًا الِنَّاسِ
(dan nabi sedang tammpak dihadapan orang-orang). Maksudnya Rasul benar-benar berada dihadapan mereka tanpa penghalang.
“ketika Rasulullah sedang duduk bersama para sahabatnya, datanglah orang asing yang bergabung dengan mereka. Maksudnya malaikat dalam wujud manuisa. Imam bukhari dalam kitab tafsir meyebutkan bahwa orang tersebut datang dengan berjalan. Dalam riwayat Abu Farwah lafadznya adalah “kami sedang duduk bersama beliau ketika datang seorang pria tampan, wanginya badannya, dan pakaiannya tidak tersentuh debu.
قَالَ الاِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنُ بِااللهِ وَمَلاَءِكَتِهِ وَبِلِقَءِهِ وَرَسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِاالبَعْثِ
Iman adalah iman. Imam adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitabnya, pertemuan dengannya, Rasul-rasulnya, dan hari kebangkitan, dalam riwayat ini lafadz وَبِلِقَءِهِ adalah ditemukan kata “kutub” dan “rasul”. Ada pendapat bahwa yang dimaksud dengan bangkit dari kubur, sedangkan لِقَلء adalah setelah dibangkitakan.
وَرَسُلِهِ riwayat Al Ashihi lafadznya adalah بِرُسُلِهِ dalam hadits Anas ibnu Abbas menggunakan lafadz وَالمَلاَءِكَتِهِ وَكِتَابِ والنَّبِيْنَ (dan para malaikat, kitab dan para nabi) dalam kitab tafsir ditambah “hari akhir” (beriman kepada kebangkitan) وَتُؤْمِنَ بِاالبَعْثِ ada dua pendapat keluar dari tidak ada kepada yang ada, kedua bangkit dari dalam kubur ke tempat yang abadi.
Beriman kepada hari akhir adalah percaya terhadap apa yang terjadi pada ahri akhir, berupa hisab (perhitungan) penimbangan surga dan neraka. Iman seseorang tidak sempurna kecuali ia meyakini seluruh rukun iman yang telah disebutkan.
                                                                (untuk menyembah Allah( أَنْ تَعْبُدَ اللهَ
An nawawi berkata yang dimaksud ibadah adalah mengetahui Allah (ma’rifullah). Menurut imam bukhari ma’rifat merupakan efek dari iman sedangkan islam adalah perbuatan lahir dan batin.
             (mendirikan sholat dan menunaikan zakat) تُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْمِنِي الزَّكَاةَ
Dari Muhtar Al Warrag, kemudian dia menyebutkan kata islam.
Imam Muslim merangkai dengan kalimat (dan mendirikan zakat) وَتُقِمَ الصَّلاَةَ
                                                        (yang diwajibkan) المَفْرُضَةِ dengan لِزَكَاةِ
                                         (dan berpuasa pada bulan ramadhan)  رَمَضَانَتَصُمُ
Ihsan disini adalah ihsandalam ibadah, sedangkan bentuk ihsan dalam ibadah ikhlas, khusyu’ dan berkonsentrasi penuh pada saat melaksanakannya dan selalu diawasi oleh Allah yang kita sembah.
Dalam riwayat Umarah bin Qa’qa’, juga dalam hadits Anas diriwayatkan dengan lafadz إِن تَخْشَ اللهُ كَانَّكَ تَرَاهُ  (hendaknya kamu takut kepada Allah seakan-akan kamu melihatnya).
Pertanyaan, kapan hari kiamat? Maksudnya kapan hari kiamat akan terjadi? Hal ini dijelaskan dalam riwayat umarah bin qa’qa.

Huruf مَا dalam kalimat tersebut  sebagai nafyi (penafian). Kemudian rasul مِالمُسْءُولُ (bukanlah yang ditanya).
                                                                                      (lebih mengetahui) بِاَعْلَمَ
Huruf ba’ dalam kalimat tersebut berfungsi sebagai penguat (ta’qid nafyi) (mengetahui tentang hal yang ditanyakan)
مَا كُنْتُ بِأَعْلَمَ بِهِ رَجُلٍ مِنْكُمْ                                                                 
Yang dimaksud adalah sama-sama tidak mengetahui (jawanad apa yang di tanyakan kepadanya).
                                                                    (daripada yang bertanya) مِنَالسَّلءِلِ
Rasulullah mengubah kalimat “aku tidak lebih mengetahui dari pada engkau” artinya yang bertanya dan yang ditanya sama (tidak mengetahui) dalam hal ini.
      (akan aku beritahukan kepadamu tanda-tandanya) وَسأُ خْبِرُكَ عَنْ أّشْرَطِهَا
                                                                                  (jika melahirkan) اِذَا وَلَدَتِ
Penggunaan idza dalam kalimat tesebut berfungsi untuk menunjukan peristiwa tersebut pasti akan tejadi.
                                  (apabila budak melahirkan tuannya) اِذَا وَلَدَتِ اْلأَمَّةُ رَبَّهَا

Ada 4 pendapat ulama.
1.      Menurut Kuattibi, yaitu makin luasnya Negara islam, dan ditaklukannya Negara-negara musyrik kemudian menahan para tawanan mereka. Sehingga para tuan memiliki budak yang melahirkan anaknya.
2.      Para tuan menjual budak-budak mereka (ibu dan anak) mereka. Karena terlalu banyak, sehingga mereka tidak tahu bahwa yang membelinya adalahnya anaknya.
3.      Sesame budak, baik yang nikah maupun yang zina, atau hubungan dengan sesame budak tersebut dijual belikan oleh anaknya.
4.      Banyaknya kedurhakaan kepada orang tua maka seperti budak, kata” tuannya” dikiaskan kepada anak tersebut dan perlakuannya terhadap orangtuanya.
Artinya bangga dalam meninggikan dan memperbanyak bangunan. تَطَاوَلَ
                                                                      (pengembala unta) رُعَاةُ الإِبِلِ
      Disifasi dengan gembala unta karena mereka tidak mempunyai nasab yang jelas.
                                                       Artinya para penguasa dunia رُؤُوْسُ النَّاسِ
                                                                               (dalam 5 perkara) فِى خَمْسٍ
Artinya pengetahuan tentang waktu kiamat masuk dalam lima perkara.
Dalam riwayat Atha’ Al Khurasani disebutkan, dia bertanya, kapan kiamat itu terjadi? Rasul menjawab “perkara itu termasuk dalam lima perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah.
Maksudnya Rasul membaca ayat tersebut sampai akhir surat. الآ يَةِ
ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُوْهُ                                                                    
(kemudian nabi berbalik dan berkata (“panggil kembali orang tersebut”))
Dalam tafsir kitab “mereka pun memanggilnya kembali dan tidak melihat sesuatupun.
                          (datang untuk mengajarkan kepada manusia ) جَاءَ يُعَلِمُ النَّاسَ
Dia ingin kita semua mengetahui walaupun kita tidak bertanya. وَلِيُعَلَّمَ          
Tentang agama kepada kita semua. دِيْنَهُمْ
(Abu Abdillah berkata) قَالَ أبُوْ عَبْدِاللهِ
Yang dimaksud adalah imam bukhari yang mengatakan” semua itu merupakan sebagian dari iman” yaitu imam yang sempurna yang mencakup seluruh perkara itu”.[4]
F.     Aspek Tarbawi
Dari keterangan hadits, dapat diartikan bahwa malaikat jibril menerangkan tentang pentingnya pendidikan agama, terkait tentang iman, islam dan ihsan kepada seluruh manusia. Dan mengajarkan tentang hubungan manusia dengan penciptanya . diantaranya:
1.      Memperbaiki hubungan manusia dengan pencipta.
Agama islam yang memiliki tiga sendi iman, islam dan ihsan berarti seorang telah memiliki keyakinan dan merupakan pokok dalam agama islam pengikat hati dan batin manusia serta dasar keyakinan adanya Allah. Kemudian islam, dengan mengucap dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, zakat, dan puasa di bulan ramadhan.
Ihsan yang meliputi ahlakul karimah dalam mengamalkan ibadah akan selalu timbul pada dirinya ahlak yang mulia dan berkeyakinan bahwa setiap amal perbuatan selalu diawasi oleh Allah dan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.
Apabila seseorang memiliki ketiganya, berarti ia mempunyai hubungan yang baik, dengan sesame manusia maupun dengan pencipta yang nantinya akan membawa pada mukmin yang kafah.
2.      Menambah ketakwaan
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama yang diridhai Allah adalah agama islam”
Dengan sendi-sendi utama agama islam yaitu iman, islam ,dan ihsan. Seseorang akan memahami agama secara benar serta menambah ketaqwaan kepada yang kuasa menghayati dan mengamalkan agama islam dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Menambah pengetahuan
Agama islam menganjurkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu bahkan di hukumi  wajib.ini semua di hukumi wajib agar umat islam memiliki ilmu pengetahuan, mengetahui segala kemaslahatan, dan jalan kemaslahatan, mengetahui hakikat alam, dapat menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh semua umat islam ataupun umat terdahulu. Baik yang berhubungan dengan aqidah, ibadah, ataupun masalah0masalah yang berhubungan dengan Hablumminaallah dan Habluminannas, serta hubungan keduniaan dan kebutuhan hidup.[5]



















PENUTUP

Kesimpulan
Agama Islam dianut oleh umat Islam agar umat Islam dimuka bumi mempunyai hubugan baik dengan pencipta dengan cara memposisikan diri sebagai khalifah fil ardh yang dapat mengatur, membimbing dan membangun manusia seutuhnya. Supaya hidup bahagia di dunia dan diakhirat.
Dengan tetap mengamalkan ajaran agama dan memberikan petunjuk antara iman, Islam, dan ihsan sebagai sendi Islam secara utuh. Ketiganya harus saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.




















DAFTAR PUSTAKA

Al-Asqalani Ibnu Hajar, Al Imam Al Hafizh. 2008. Fathul Baari. Jakarta Selatan: Pustaka Azzam.
Al Maliki Muhammad Alawi. 2009. Ilmu Ushul Hadits. Yogyakarta: Pustaka   Belajar.
Drs. Saifullah Muh Al Aziz S._____.Fiqih Islam Lengkap. Surabaya: Terbit Terang.
Shahih Bukhari. 1399. Uqdathul Qari’ Syarih Shahih Bukhari. _____: Daarul Fikri.


[1] Shahih Bukhari, Uqdathul Qari’ Syarih Shahih Bukhari,Juz I-II( _____: Daarul Fikri, 1399), h. 281-290.

[2] Al-Asqalani Ibnu Hajar, Al Imam Al Hafizh,Tarjamah Fathul Baari, Jilid I, (Jakarta Selatan: Pustaka Azzam, 2008),h. 207-208.

[3] Al Maliki Muhammad Alawi, Ilmu Ushul Hadits, (Yogyakarta: Pustaka   Belajar, 2009), h. 187.

[4] Al-Asqalani Ibnu Hajar, Al Imam Al Hafizh,Tarjamah Fathul Baari, Jilid I, (Jakarta Selatan: Pustaka Azzam, 2008),h.208-229.


[5] Drs. Saifullah Muh Al Aziz S, Fiqih Islam Lengkap, (Surabaya: Terbit Terang), h. 13-36.

11 komentar:

  1. dina rina
    2021110064
    bagaimana cara kita menjalin hubungan baik dengan sang pencipta sedang kita masih sering berbuat yang dilarang oleh sang pencipta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama: nur asiah
      nim: 2021110090
      menurut anda, adakah tingkatan-tingkatan hubungan antara manusia dengan pencipta,, kalau ada tolong jelaskan,,??

      Hapus
    2. menurut saya...
      Begini ya mbk diiina,...
      Hubungan antara Sang Pencipta dan yang diciptakan adalah suatu hubungan yang tidak mungkin dipisahkan. Manusia sebagai mahluq yang diciptakan Allah SWT, mustahil bisa berlepaskan diri dari keterikatan denganNYA.jika seseorang ingin menjalin hubungan baik dengan pencipta diantaranya:

      1.Seseorang harus introspeksi diri, tentang kesalahannya,
      2.Hendaknya menjauhi perbuatan yang dilarang oleh pencipta
      3.Bahwa Allah senantiasa mengawasi seluruh gerak-gerik dan aktifitas setiap manusia, sehingga dalam sifat dan sikap harus berdasarkan akhlak yang mahmudah.

      Agar kehidupan kedepan bahagia, seseorang harus mampu meningkatkan diri secara spritual ke tingkat yang lebih tinggi dan mampu menemukan maqamnya..
      Seseorang yang berhasrat untuk mencapai masa depan yang cerah, “memilih akhirat dari pada ilusi dunia”, akan menempuh jalan yang lurus. Hanya dengan menjaga kebersihan dan kesucian jiwa, yang akan menjadikannya menjadi insan yang sempurna. ( insan kamil )

      Hapus
    3. saya akan coba menjawab pertanyaan nya mb aishh....

      menurut saya,tingkatan hubungan manusia terbagi menjadi
      I. Tingkat Keyakinan Golongan Awam
      Golongan awam dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu:
      •Muttabi' (golongan awam terbawah),
      •Ahli Bathin (golongan awam kelas menengah),
      •Kyai/Ustadz (golongan awam kelas atas).

      II. Tingkat Keyakinan Golongan Menengah
      tingkat Golongan menengah ini adalah:
      •golongan para sahabat nabi,
      •ulama dan
      •para waliyullah.

      Tingkat keyakinan mereka ini tidak sama dengan golongan awam. Ketiga golongan ini tidak mudah untuk mengukur derajat ketinggian keyakinan mereka. Sebab satu dengan yang lain mempunyai keistimewaan

      III. Tingkat Keyakinan Golongan Elite
      Golongan elite adalah golongan kelas atas yang paling dekat dengan Allah, yaitu para Nabi dan Rasul. Mereka adalah manusia biasa tetapi mendapat mukjizat atau wahyu langsung dari endiri yang sangat rahasia dan pribadi

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. liya ummal khusna
    2021110085
    B

    mbk, lia saya mau bertanya ni...
    menurut anda, apakah cara yang paling tepat untuk menjalin hubungan dengan pencipta? berilah penjelasan dan contohnya!!!

    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum Mbak Ifana Lie.....


      Iman, islam dan ihsan sebenarnya sebuah satu kesatuan namun pada kenyataannya kadang ketiga2nya itu tidak bisa berjalan seiringan, kadang imanya ada, tapi islam dan ihsannya tidak ada begitu sebaliknya,

      bagaimana membangun ketiga2nya itu,
      bagaiamana hubungan ketiga2nya itu,
      bagaimana apabila 3 komponen itu tidak terpenuhi,kurang satu, misal iman ada, islam ada tp ihsannya tidak ada?

      Terimakasih.


      M.S
      2021110067

      Hapus
    2. Begini ya mas Syukron...
      Agama Islam itu bersendikan iman, islam, dan ihsan. Yang dapat menyempurnakan wujud bangunan islam secara utuh. Umat Islam hendaknya dapat membangun ketiga nya agar dapat menjadi umat islam yang mengamalkan agama Islam dengan benar. untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat..
      Hubungan (korelasi) antara ketiganya amatlah penting
      Iman adalah keyakinan kita pada 6 rukun iman. Islam adalah pokok-pokok ibadah yang wajib kita kerjakan. Ada pun Ihsan adalah cara mendekatkan diri kita kepada Allah.
      Tanpa iman semua amal perbuatan baik kita akan sia-sia. Tidak ada pahalanya di akhirat nanti,islam juga harus dilandasi dengan kepercayaan serta ihsan pun perwujudan dari iman dan islam.
      Hendaknya ketiga komponen iman, islam dan ihsan ini harus menjadi satu agar ummat Islambisa menjadi umat Isalm yang kaffah.

      Hapus
    3. Menurut saya cara yang paling tepaT untuk menjalin hubungan dengan pencipta adalah dengan bersikap muraqabah ( seakan-akan diawasi oleh pencipta)karena dengan bersikap muraqabah kita selalu menjaga hal-hal yang tidak di ridhoi atau yang dilarang. dan selalu menjalankan hal-hal yang diperintah dan di ridhoi oleh Nya.
      Seseorang mendekatkan diri dengan mengenal Allah melalui Al-Qur"an, firman Allah dalam Al-Qur"an surat Maryam - 65:
      "Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi, dan apa-apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah?)"
      Contohnya,
      orang yang mengenal Allah setiap dia mengalami suatu masalah pasti masalah itu akan dikembalikan kepada Allah, berdoa dan mengadu kepada Allah karena hanya kepada Allahlah kita akan kembali.

      Hapus
  4. tika permatasari
    2021110084
    b
    saya ingin menanyakan, bagaimana caranya menumbuhkan rasa senang dan ikhlas untuk berhubungan dengan sang pencipta ( tidak hanya saat susah saja baru kita mendekatkan diri tp saat senang jg....???thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, hendaknya sebagai makhluk ciptaan Allah seyogyanya harus berhubungan dengan baik denganNya. Baik itu di saat dalam keadaan susah ataupun dalam keadaan senang. Cara kita menumbuhkan rasa ikhlas beribadah kepada sang pencipta adalah dengan menyadari sepenuhnya konsep diri sendiri, dari mana dan siapa yang menciptakan, karna nantinya pada Nya lah akan kembali. Dengan begitu ibadah yang dilakukan semuanya atas dasar Ikhlas lillahi ta’ala..

      Hapus