Laman

Sabtu, 24 Maret 2012

H6-32. Farah Dibha


MAKALAH

Perintah Untuk Mengamati Alam Raya

Disusun guna memenuhi tugas: Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : M. Ghufron






Disusun Oleh :



Farah Dibha (2021110357)
Kelas H




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
Tahun 2012

BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai seorang muslim, iman kepada Allah adalah pondasi utama yang harus dimiliki setiap orang. Dan salah satu cara agar kita tetap beriman kepada Allah ialah dengan memerhatikan segala ciptaan-Nya (dengan akal yang kita miliki) seperti adanya matahari, bulan, bintang, gunung, lautan dan sebagainya. Dengan demikian, kita dapat mengetahui ke-Maha Besaran Allah.
Rasulullah SAW. pun juga telah memerintahkan kita untuk memerhatikan alam semesta ini sebagaimaa hadits yang akan saya paparkan berikut ini.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hadits
عَنْ اَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ الله عَنُْهُ قَالَ,قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عََلَيْهِ وَسَلَّمَ:
تَفَكَّرُوْا فِيْ خَلْقِ الله وَلاَ تَفَكَّرُوْا فِيْ الله فَتَهْلِكُوْا
Terjemah:
Dari Abu Dzar ra. ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda: “Berfikirlah kamu akan ciptaan Allah, dan janganlah kamu berfikir tentang Allah, maka kamu akan binasa (hancur).

B.     Mufrodat:
تَفَكَّرُوْا =                                                   berfikirlah kamu 
خَلْقِ =                                                                  ciptaan
فَتَهْلِكُوْا =                                           maka kamu akan binasa  

C.     Biografi perawi
Nama lengkapnya yang mashur ialah Jundub bin Junadah Al Ghifari dan terkenal
dengan kuniahnya Abu Dzar. Abu Dzar orang yang ahli ibadah sebelum diutusnya Nabi SAW. ia adalah sahabat kelima yang lebih dulu masuk Islam. Ia meriwayatkan hadits sebanyak 281 hadits.
Abu Dzar adalah orang yang zuhud, tidak pernah menyimpan makanan untuk hari esok. Ia meriwayatkan hadits dari Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan lainnya. Yang diriwayatkan darinya antara lain al-Hanaf bin Qais, Abdurrahman bin Ghanam, dan Atha’.
Sanad yang paling shahih yang berpangkal darinya ialah yang diriwayatkan dari penduduk Syam dari jalur Sa’id bin Abdil Aziz, dari Rabi’ah bin Zayid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzar.[1]

D.    Syarah Hadits
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. karena manusia dikaruniai akal. Dengan akal tersebut manusia dapat memikirkan semua ciptaan Allah sehingga manusia semakin percaya dan yakin akan ke-Maha Besaran-Nya dan senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Namun, kemampuan akal manusia itu terbatas. Karena keterbatasan itulah menusia tidak mampu untuk memikirkan (dzat) Allah karena hal yang demikian akan membawa manusia kepada kehancuran.

E.     Aspek Tarbawi
§  Kita diperintahkan untuk memperhatikan/ mengamati segala ciptaan Allah.
§  Dengan mengamati segala ciptaan-Nya, manusia diharapkan dapat berfikir akan Kebesaran Allah SWT.
§  Manusia diberi kelebihan berupa akal. Namun kemampuan akal tersebut terbatas, sehingga tidak bisa digunakan untuk memikirkan dzat Allah karena itu akan membawa manusa pada kehancuran.




BAB III
PENUTUP

Dengan adanya perintah untuk mengamati alam raya ini (ciptaan Tuhan) kita diharapkan mampu mempertebal dan menguatkan  keimanan kita. Karena dengan mengamati akan alam raya ini kita dapat berfikir bahwa betapa kecilnya kita dihadapan-Nya dan betapa Maha Besar Kuasa-Nya akan alam semesta beserta isinya ini. Sehingga kita jadi semakin tunduk dan senantiasa memuji akan ke-Besaran-Nya.

9 komentar:

  1. Krisna Ayu Diana (2021110348)

    Menurut pemakalah, apakah akibat bagi orang-orang yang tidak menggunakan akalnya dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. manusia adl makhluk yg paling sempurna yg diciptakan Allah SWT. dikarenakan manusia itu diberi kelebihan berupa akal. jadi apabila manusia tdk menggunakan akalnya dg baik itu berarti manusia tdk mensyukuri nikmat Allah yg begitu besar itu. bila demikian, apalah bedanya manusia (yg tdk menggunakan akalnya dg baik) itu dg hewan yg notabene hanya memiliki nafsu saja?

      Hapus
  2. jelaskan kedudukan akal dalam islam ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedudukan akal dlm Islam sangatlah mulia, diantaranya:
      a. Allah menjadikan akal sebagai tempat bergantungnya hukum sehingga orang yg tidak berakal tidak dibebani hukum.
      b. Islam menjadikan akal sebagai salah satu dari lima perkara yg harus dilindungi yaitu: agama, akal, harta, jiwa, dan kehormatan

      Hapus
  3. Nurul Hidayah
    2021110339

    Menurut pemakalah bagaimana dengan manusia yang tidak diberi akal yang sempurna,misalnya orang autis,apakah masih dituntut untuk menggunakan akalnya dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. spt yg sudah saya katakan tadi diatas bhw Allah menjadikan akal sebagai tempat bergantungnya hukum sehingga orang yg tidak berakal tidak dibebani hukum. jadi menurut saya orang autis tidak sepenuhnya dituntut utk menggunakan akalnya dg baik, krn ia memiliki keterbatasan dlm penggunaan akalnya

      Hapus
  4. Apa yang terjadi kalau akal digunakan di luar lingkup batasan Allah yang telah ditetapkan?

    BalasHapus
  5. kita menyadari bahwa akal adl sesuatu yg berada dalam jasmani makhluk. Maka ia sebagaimana makhluk yg lain memiliki sifat lemah dan keterbatasan. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya ia akan tepat dgn ijin Allah. Tetapi jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yg Allah telah tetapkan maka ia akan membabi buta, bahkan binasa, spt hadits yg telah saya paparkan diatas.

    BalasHapus