Laman

Minggu, 22 Februari 2015

L-2-06: Latifatul Khusna



KHUTBAH MEDIA MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN

Disusun oleh :
Latifatul Khusna         ( 2021213016 )
Kelas L Reguler Sore

JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan inayah-Nya serta nikmat sehat sehingga penyusunan makalah dengan tema khutbah media menyebarkan ilmu pengetahuan ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan.
Makalah ini saya susun dengan tujuan sebagai informasi serta untuk menambah wawasan khususnya mengenai khotbah yang merupakan media untuk menyebarkan ilmu pengetahuan,dan adapun metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini adalah berdasarkan pengumpulan sumber informasi dari berbagai karya tulis dan kajian dengan tema makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan tidak lupa saya mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan baik dalam kosa kata ataupun isi dari keseluruhan makalah ini.Saya sebagai penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat saya harapkan demi kebaikan saya untuk kedepannya.


Pekalongan, 21 Februari 2015




                                                                                                            Penulis


BAB      I
PENDAHULUAN
Khutbah jum’at adalah syarat sahnya jum’atan karena tidak pernah dinukil dari Nabi SAW baha beliau shalat jum’at tanpa didahului oleh dua khotbah
Khutbah jum’at juga merupakan dzikir yang disebut oleh Allah dalam surah al jumu’ah dan Allah memerintahkan untuk segera mendatanginya. Khutbah juga momen yang sangat tepat untuk menjelaskan ilmu pengetahuan baik agam ataupun umum, karena saat itu kaum muslimin berkumpul pada sebuah tempat atau masjid.
                Dan pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas dan memberikan gambaran tentang khotbah sebagai media menyebarkan ilmu pengetahuan.















BAB      II
PEMBAHASAN


1.              LANDASAN TEORI
a.               Pengertian Khutbah
Secara terminology khutbah adalah ceramah yang menggunakan ajaran agama.Khutbah merupakan kegiatan dakwah yang paling efektif yang bertujuan untuk mengajak orang lain untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan dengan member nasihat yang isinya berupa ajaran agama.
Dalam ajaran agama Islam ada beberapa macam jenis khutbah antara lain:
1)      Khutbah Jum’at
2)      Khutbah Idul Fitri
3)      Khutbah Idul Adha
4)      Khutbah Istisqa
5)      Khutbah Pernikahan[1]

b.      Pengertian Ilmu Pengetahuan
                        Pada dasarnya hakekat ilmu pengetahuan adalah suatu metode pendekatan terhadap keseluruhan dunia empiris, yakni dunia kenyataan yang daat dikenal manusia melalui pengalamannya.[2] Dalam bahasa inggris ilmu pengetahuan disebut dengan science.
                        Tujuan science yang sebenarnya ialah untuk memahami dunia ini. Dalam science, teori memegang peranan sangat penting. Teori sangat pokok dan merupakan dasar bagi science. Teori dianggap baru akan menjadi fakta setelah terbukti kebenarannya.






2.                  TEORI PENDUKUNG
a.       Khotib
Khotib adalah seorang Da’i yang melakukan khutbah sholat Jum’at. Khotib harus dari seorang muslim yang memiliki pengetahuan Islam yang luas, khotib juga harus memiliki mental yang kuat.
Ketentuan-ketentuan untuk menjadi khotib:
1)      Menguasai rukun, syarat dan sunnah khutbah jum’at
2)      Hafal Al-Qur’an dan Hadits
3)      Berpakaian rapi dan sopan
4)      Bahasanya mudah dipahami
5)      Baligh
6)      Ikhlas
7)      Materinya siap

b.      Syarat Khutbah Jum’at
Syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi dalam melaksanakan Sholat Jum’at.
Syarat-syarat khutbah Jum’at:
1)      Masuk Sholat Dhuhur
2)      Berdiri di atas mimbar
3)      Laki-laki
4)      Duduk diantara dua khutbah
5)      Suaranya keras
6)      Harus berurutan
7)      Suci dari hadas dan najis
8)      Tertutup auratnya
c.       Rukun khutbah
                        Rukun khutbah adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh khotib ketika khutbah Jum’at. Rukun khutbah harus dipenuhi, jika tidak maka tidak sah.
Rukun Khutbah:
1)      Pujian-pujian
2)      Syahadatain
3)      Sholawat Nabi SAW
4)      Meningkatkan  Imn dan Taqwa
5)      Baca ayat Al-Qur’an
6)      Do’a

c.       Sunnah khutbah jum’at
Sunnah khutbah adalah segala sesuatu yang dikerjakan akan mendapatkan kesempurnaan dalam sholat Jum’at.
Sunnah Khutbah Jum’at:
1)      Diatas mimbar
2)      Fasih, jelas mudah dipahami
3)      Salam
4)      Materi sederhana
5)      Duduk sebentar waktu adzan
6)      Puji-pujian, sholawat
7)      Jama’ah dia

Fungsi khutbah jum’at
1)      Meningkatkan Iman dan Taqwa
2)      Terjalinnya Ukhuwa Islamiyah dan Silaturrahmi
3)      Sebagai media dalam meningkatkan sesama
4)      Meningkatkan persatuan dan kesatuan
5)      Memberikan tambahan pengetahuan
6)      Menjadi control diri dan sosial di masyarakat
7)      Membentuk generasi Islam yang berakhlak mulia
8)      Mempertahankan ajaran Islam.[3]









3.                  MATERI HADITS
a.       Hadits
عَنْ سَالِمٍ عَنْ أبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّم يَخْطُبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ: { مَنْ جَاءَ إلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ} (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب الجمعة, باب الْخُطْبَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ)
Artinya : Dari Salim dari bapaknya, ia berkata, aku mendengar Rasul berkhotbah di atas mimbar beliau bersabda:“Barang siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at, maka hendaknya ia ghuzul terlebih dahulu”(Riwayat Al Bukhari dalam As Shahihah, Kitab al Jumu’atu, Bab Khotbah di Mimbar)

b.      Biografi Perowi
Nama sebenarnya adalah Abu Abdullah Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab al Quraisy al Aday al Madany. Ia seorang ulama tabi’in dan seorang pemuka ilmu.
Ia menerima hadits dari ayahnya, dari Ayyub al-Anshary, Rafi’ bin Khadij, Abu Hurairah dan Aisyah dan juga menerima hadits dari para tabi’in.
Haditsnya diriwayatkan oleh ‘Amr bin Dinnar, Nafi, Az-Zuhry, Musa bin Uqbah, Humaidath thawil, Shalih bin Kaisan dan juga hadits haditsnya diriwayatkan oleh tabi’in lainnya.
Para ulama menetapkan bahwa ia Tsiqah dan imam dalam bidang hadist. Ishaq bin Ruhawaih berkata, ” Hadits yang paling Shahih sanadnya bersumber dari az-Zuhry dari Salim dari Ayahnya”.[4]
Muhammad Sa’id berkata “ Salim adalah seorang ulama yang banyak hadits, seorang yang tinggi ilmunya” dan seorang yang wara’”.
Ia wafat pada tahun 106 H. menurut al-Bhukhary dan Abu Nu’aim.


c.       Keterangan Hadits
      Pada zama Rasulullah dalam menyampaikan khutbahnya Rasulullah berdiri di atas mimbar, agar jamaah dapat melihat dan mendengarkan khutbah Rasulullah dengan jelas.
      Dalam hadits juga diterangkan bahwa sebelum pergi sholat jum’at dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu, untuk menghilangkan najis dan juga memakai wewangian dan pakaian yang rapih.
4.         REFLEKSI HADITS DALAM KEHIDUPAN
     Saat ini, kita hidup di zaman serba modern. Kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat menjadikan aktivitas manusia banyak yang tergantikan oleh mesin. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini kita rasakan mungkin tak terbayangkan oleh generasi sebelumnya.demikian pula generasi sekarang, yang tidak dapat membayangkan betapa maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dimasa akan datang.
     Generasi islam dituntut mampu bersaing memiliki dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang super canggih. Hal ini agar mereka tidak menjadi umat yang terbelakang dan bodoh.[5]
     Khutbah bisa menjadi sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, tidak hanya ilmu pengetahuan agama namun juga ilmu pengetahuan umum yang lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
     Materi khutbah hendaknya berisi tentang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan realitas yang sedang terjadi di masyarakat, agar masyarakat mampu berfikir maju sehingga mereka bisa mengatasi problem yang terjadi.
     Khotib dalam menyampaikan khotbah berada di mimbar dengan suara yang lantang dan jelas, agar para jamaah bisa memahami apa yang disampaikan oleh khotib.

5.                  ASPEK TARBAWI
1.      Khutbah merupakan media belajar bagi masyarakat, karena dalam khutbah banyak materi tarbiyah yang disampaikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat.
2.      Pada saat khotbah, khotib menyampaikan khotbahnya dengan tegas dan jelas, begitu juga dengan pendidik. Pendidik harus jelas dalam menyampaikan materi kepada siswanya.
3.      Tema khotbah hendaknya menyesuaikan dengan perkembangan zaman, agar menciptakan kemajuan berfikir bagi masyarakat. Begitupun dalam pendidikan hendaknya pendidik memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas.
4.      Sebelum melaksanakan sholat jum’at hendaknya mandi terlebih dahulu, begitupun dalam melaksanakan pendidikan.




PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Khutbah merupakan kegiatan dakwah yang paling efektif yang bertujuan untuk mengajak orang lain untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan dengan memberi nasihat yang isinya berupa ajaran agama.
Syarat-syarat khutbah Jum’at:
1)      Masuk Sholat Dhuhur
2)      Berdiri di atasmimbar
3)      Laki-laki
4)      Duduk diantara dua khutbah
5)      Suaranya keras
6)      Harus berurutan
7)      Suci dari hadas dan najis
8)      Tertutup auratnya

Rukun Khutbah:
1)      Pujian-pujian
2)      Syahadatain
3)      SholawatNabi SAW
4)      Meningkatkan Iman dan Taqwa
5)      Baca ayat Al-Qur’an
6)      Do’a



DAFTAR PUSTAKA

https ://kumpulankisahislami.wordpress.com
Nasution. 2012. Metode Research. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Zaenuri nur, Muchammad. 2014 Kumpulan Lengkap dan Praktis Khutbah Jum’at dan HBI Sepanjang Tahun. Jogjakarta : Sabil.



TENTANG PENULIS

Description: Photo2421.jpg
Nama   : Latifatul Khusna
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, tanggal lahir : Pekalongan, 05 mei 1995
Alamat : Gembong gang beringin 2 kedungwuni, kabupaten Pekalongan

Moto Hidup :  Aku lebih menghargai proses dari pada hasil
Riwayat Pendidikan :
TK : RA Muslimat NU Gembong
Sd : M.I Paesan 02
Smp : SMP Negeri 2 Kedungwuni
SMA : SMK Gondang wonopringgo
Perguruan Tinggi : STAIN Pekalongan



[1] http://artikelkuislami.blogspot.com/2011/11/pengertian-khutbah.html
[2]Nasution, Metode Research, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2012) hlm. 2-3
[3] http://artikelkuislami.blogspot.com/2011/11/pengertian-khutbah.html

[4] https ://kumpulankisahislami.wordpress.com
[5] r, Muchammad Zaenuri nur, Kumpulan Lengkap dan Praktis Khutbah Jum’at dan HBI Sepanjang Tahun, (Jogjakarta : Sabil, 2014) Hlm. 68

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar