Laman

Kamis, 17 November 2016

sbm G 11 VARIASI MENGAJAR



VARIASI MENGAJAR

Sofi M.Amalia R.
M. Syukron Baihaqi

Kelas : G
 FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang
Dalam proses belajar mengajar apabila tidak menggunakan variasi, maka akan mengakibatkan, kebosanan siswa (sesuatu yang tidak menyenangkan), perhatian siswa berkurang, mengantuk di kelas, siswa akan jenuh dan tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu yang monoton dan tidak berubah. Hal tersebut akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran (proses pembelajaran akan gagal).
Dalam hal ini guru memerlukan adanya suatu variasi dalam mengajar, guru dituntut untuk memiliki ketrampilan dalam variasi mengajarnya, baik dalam metode, media dan bahan pembelajaran maupun interaksinya dengan siswa.
B.     RumusanMasalah
1.      Apa yang dimaksud dengan hakekat Variasi Mengajar?
2.      Apa saja macam-macam Variasi Mengajar?
3.      Bagaimana contoh dalam Variasi Mengajar?
4.      Apa saja kegunaan dalam Variasi mengajar?







BAB II
PEMBAHASAN

A.HakikatVariasiMengajar
Variasi dapat diartikan selang seling atau bermacam-macam. Menurut Uzer Usman, variasi adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar mengajar, murid senantiasa menunjukan ketekunan antusiasme serta penuh partisipasi
Kejenuhan siswa dalam memperoleh pelajaran dapat di amati selama proses belajar mengajar berlagsung seperti kurang perhatian, mengantuk, mengobrol dengan sesame tema natau pura-pura mau ke kamar kecil hanya untuk menghindari kebosanan. karenanya, pengajaran yang bervariasi sangat urgen sehingga situasi dan kondisi belajar mengajar berjalan normal.[1]
Variasi mengajar adalah mengajar yang tidak monoton bisa dari gaya mengajar, metode, materi dan juga interaksinya.[2]Keterampilan mengadakan variasi mengajarakan meliputi 3 aspek, yaitu :
1.      Variasi dalam gaya mengajar
2.      Variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran
3.      Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa[3]

B. Macam-macam Variasi Mengajar
1. Variasi Gaya Mengajar.
Variasi ini meliputi variasi suara, variasi gerakan anggotabadan dan variasi perpindahan posisi guru dalam kelas. Perilaku guru dalam mengadakan variasi tersebut dalam proses belajar mengajar akan menjadi dinamis dan mempertinggi komunikasi antara guru dan peserta didik, menarik perhatian peserta didik, menolong penerimaanbahan pengajaran dan memberikan stimulasi (dorongan atau pemberi semangat). Variasi dalam gaya mengajar ini adalah:
a. Variasi suara.
b. Penekanan (focusing).
c. Pemberian waktu (pausing).
d. Kontak pandang.
e. Gerakan anggota badan (gesturing).
f. Rendah posisi.


2. Variasi Media dan Bahan Ajar.
Tiap peserta didik mempunyai kemampuan indra yang tidak sama, baik pendengaran maupun penglihatannya, demikian juga kemampuan berbicara. Ada yang lebih enak atau lebih senang membaca, ada yang lebih senang mendengar dulu baru membaca, dan ada yang sebaliknya. Dengan variasi penggunaan media –­­­­­­­­­­­­­ media adalah wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan ­­­-­­­­­­­­­­­ kelemahan indra yang dimiliki tiap peserta didik misalnya, guru dapat memulai dengan berbicara terlebih dahulu, kemudian  menulis di papan tulis, dilanjutkan dengan melihat contoh konkret. Dengan variasi seperti itu dapat memberi stimulus terhadap peserta didik. Yang mana media mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar mengajar yang tidak bisa ditinggalkan, karena media dapat:
a. Menghemat waktu belajar
b. Memudahkan pemahaman,
c. Meningkatkan perhatian siswa
d. Meningkatkan aktivitas siswa.
e. Mempertinggi daya ingat siswa.
Ada tiga komponen dalam variasi penggunaan media, yaitu media pandang, media dengar dan media taktil. Ketiga komponen tersebut dapat diperjelas sebagai berikut:
a. Variasi Media Pandang.
Penggunaan media pandang dapat diartikan  sebagai penggunaan alat dan bahan ajaran khusus untuk komunikasi, sperti buku, majalah, globe, peta, majalah dinding, film, film strip, TV, Radio, tape recorder, gambar grapik, model, dukumentasi, dan lain-lain. Penggunaan yang lebih luas dari alat-alat tersebut akan memiliki keuntungan:
-          Membantu secara konkrit konsep berpikir, dan mengurangi respon yang kurang bermanfaat.
-          Memiliki secara potensial perhatian peserta didik pada tingkat yang tinggi.
-          Dapat memberi hasil belajar yang riil yang akan mendorong kegiatan mandiri peserta didik.
-          Mengembangkan cara berpikir yang berkesinambungan, seperti halnya dalam film.
-          Memberi pengalaman yang tidak mudah dicapai oleh alat lain.
-      Menambah frekuensi kerja, lebih dalam dan variasi belajar.
b. Variasi Media Dengar.
Pada umumnya dalam proses belajar mengajar di kelas, suara guru adalah alat utama dalam berkomunikasi. Variasi dalam penggunaan media sangat memerlukan saling bergantian atau kombinasi dengan media pandang dan media taktil. Sudah barang tentu ada sejumlah media dengar yang dapat dipakai untuk itu, di antaranya ialah pembicaraan peserta didik, rekaman bunyi dan suara, rekaman musik, rekaman  drama, wawancara, bahkan rek suara ikan lumba-lumba, yang semua itu dapat memiliki relevansi dengan pengajaran.
c. Variasi Media Taktil.
Komponen terakhir dari keterampilan menggunakan variasi media dan bahan ajaran adalah penggunaan media yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajaran. Dalam hal ini akan melibatkan peserta didik dalam kegiatan menyusun pembuatan model, yang hasilnya dapat disebut sebagai media taktil.
3. Variasi Metode
Yang dimaksud dengan variasi metode yakni guru dalam proses belajar mengajar tidak terpaku dengan satu metode atau bisa memvariasikan penggunaan berbagai metode dengan tujuan agar anak didik ridak merasa jenuh atau bosan sehinggga proses pembelajaran bisa tetap berjalan lancar.
Berbagai macam metode yang sering kita dengar seperti : metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, resitrasi, diskusi dan sebagainya.[4]


C. ContohVariasiMengajar
a)      Gaya mengajarKlasik
Gaya mengajarklasikalmerupakan, pengajarmendominasikelas(teacher centered).pengajarmelakukanberbagaimacamkegiatanyaitupengajarberbicara, memikirkan, mempertimbangkan, menulis, bertanya, membacadan lain-lain. Pengajarhanyamembatasibeberapacirigayamengajarklasik:
Ø  Bahanpelajaransudah popular, telahdiketahuisiswa
Ø  Proses penyampaianmateri, denganmenggunakannilai-nilai lama darigenerasiterdahulu
Ø  Peransiswapasif, hanyadiberipelajaranuntukdidengarkan
Ø  Guru menguasaimateri, namunbersifatdominandalammenyampaikanbahan ajar.
b)      Gaya mengajarTeknologi
Gaya mengajarteknologi,pengajarandengan(students centered)mensyaratkan guru untukmenggunakanmedia pengajaran yang tersediaserta guru memberikanrangasangankepadapesertadidiknyauntukmenjawabpersoalan yang di berikanoleh guru denganmemperhatikankesiapansiswa, dan guru memberikankesempatankepadasiswauntukmempelajaripengetahuansesuaidenganminatnya, sehinggabermanfaatterhadapsiswaitusendiri. Cirigayamengajarteknologi :
Ø  Bahanpelajaranterprogramsecarasoftwaredan hardware, ditekankanpadakompetensisiswasecara individual
Ø  Proses penyampaianmaterisesuaikesiapansiswa
Ø  Peransiswa, mempelajariapa yang bermanfaatpadadirinya,siswabelajardengan media yang adadanmeresponapa yang diajukankepadanya
Ø  Peran guru sebagaipengarah, pembimbing, danfasilitatordalamkelas.
c)      Gaya mengajarPersonalisasi
Gaya mengajarPersonalisasi, merupakn guru mengajarbukanuntukmemandaikansiswa, semataakantetapijugamemandaikandirinyasendiri. Guru mempunyaiprinsipini, sehinggaiaakanselalumeningkatkanbelajarnya. Disini guru tidakmemaksaanakdidiknyauntuksamadengandirinya, karenayakinbahwamerekamempunyaibakatdanminatnyamasing-masing. Adapuncirinyasebagaiberikut:
Ø  Bahanbelajardisusunsituasional (sesuaidenganminatkebutuhansiswa) secaraindividu
Ø  Penyampaianmaterisesuaidenganperkembangan mental, emosionaldankecerdasansiswa
Ø  Peransiswalebihdominan
Ø  Peran guru, membantudanmenuntunperkembangansiswamelaluipengalamanbelajar, menjadipsikolog, menguasaimetodologipengajaran, dansebagainarasumber.
d)     Gaya mengajarInteraksional
Gaya mengajarinteraksionalmerupakan guru berperanlebihaktifdalamberinteraksidengansiswadenganpengajarandialogisdengansiswa (bertanya).Disinisiswasebagaimakhluk social, yang hendaknyamelakukaninteraksidalamberbagaiproblematika yang harusdihadapi.
Ø  Bahanpelajaranberupamasalah-masalahsituasionalterkaitdengnsosiokulturaldankontemporer
Ø  Proses penyampaian: denganduaarah (guru dengansiswa/ siswadengansiswa)
Ø  Peransiswalebihdominan, mengungkapkanpendapatsesuaidenganrealita, mendengarkantemannya, danmemodifikasi ide.[5]
D. KegunaanVariasiMengajar
Mengajarmenurut guru untukbekerja demi keberhasilananakdidikya, sehinggakemajuanmuridmenjadititikperhatian guru.JikadilihatdariHadits yang artinyadiriwayatkandariIbnuMas’udberkata :Nabi Muhammad Saw. Berselang- selingdalammemberikanpelajaran agar terhindardarikebosanan(H.R. Bukhari)
VariasimengajarsudahadasejakzamanNabi Muhammad Saw.Adapunmanfaatnyasebagaiberikut:
a.       Untukmenimbulkandanmeningkatkanperhatiansiswakepadaaspek-aspekbelajar yang relevan
b.      Untukmemberikankesempatanbagiperkembanganbakatingintahudaninginmenyelididkisiswatentanghal-halbaru
c.       Untukmemupukdanmembentuktingkahlaku yang positifterhadap guru dansekolahdengangayabelajar yang lebihhidup
d.      Gunamemberikesempatanpadasiswadengancara yang disenanginnya
e.       Meningkatkanmotivasisiswaterhadapingintahumelaluikegiataninvestigasidaneksploitasi
Membentuksikappositif, sertamendorongaktivitasbelajardengancaramelibatkansiswadalamkegiatanataupengalamanbelajar yang menarikdanberbagitingkatpositif. [6]






BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Variasi mengajar merupakan suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar mengajar murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi. Variasi mengajar adalah mengajar yang tidak monoton bisa dari gaya mengajar, metode, media dan materi. Variasi mengajar memiliki bermacam-macam tujuan, yaitu sebagai berikut:
·         Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar
·         Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi
·         Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah
·         Memberikan kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual
·         Meningkatkan keberhasilan kegiatan belajar mengajar
·         Menghilangkan kejenuhan dalam belajar mengajar
·         Mendorong anak didik untuk belajar.

B. PENUTUP
Dengan ucapan syukur alhamdulillah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga apa yang kami uraikan dapat bermanfaat bagi kita sekalian. Kritik dan saran yang konstrutif sangat kami harapkan untuk perbaikan.
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pembaca khususnya dosen pengampu dan semua pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA
Mustaqim, Zaenal. 2011. StrategidanmetodePembelajaran cet.ke-2.Pekalongan,STAINPekalongan Press.
Usman, Moh. Uzer. 1995.Menjadi Guru Prefesional.cet. ke-2.Bandung:PT,Remaja RusdaKarya
Fathurrohman Pupuh2009, Strategibelajarmengajar Bandung PtRefikaAditama
DjamarahSyaifulBahri. 2000 Guru danAnakDidik Jakarta PT RinekaCipta,

















PROFIL
Nama   : SofiMiftahulFitri
Nim     :2021114242
TTL     :Brebes, 15 Oktober 1996



Nama   : AmaliaRiskiyati
Nim     : 2021114275
TTL     : Pekalongan, 6 Juni 1996



Nama  :MuhammadSyukronBaihaqi
Nim  : 2021114301
TTL : Pemalang, 13 01 1996



[1]PupuhFathurrohman, Strategibelajarmengajar (Bandung :PtRefikaAditama 2009) hlm 93.
[2]ZaenalMustaqim,StrategidanmetodePembelajaran cet.ke-2(Pekalongan,STAINPekalongan Press,2011)hlm 220.
[3]SyaifulBahriDjamarah. Guru danAnakDidik( Jakarta :PT RinekaCipta, 2000) hlm 124.
[4]ZaenalMustaqim,Ibid. hlm 249

[5]Ibid. hlm. 230-234.
[6]Moh.UzerUsman. Menjadi Guru Prefesional.cet.ke-2 (Bandung:PT,RemajaRusda Karya,1995) hlm 84.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar