Laman

Rabu, 13 Maret 2013

c5-2 puji astuti : sunnah sumber ilmu


MAKALAH
Sunnah Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
Hadis 25
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Hadis tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I
Description: STAIN
Disusun Oleh :
Puji Astuti                              2021 111 103
Kelas C
JURUSAN TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN
Dalam makalah ini, bahwa Sunah adalah sumber kedua setelah Al-Qur’an. As Sunah sendiri berarti tadisi atau kebiasaan ataupun adat istiadat. Namun dalam islam sunah berarti perbuatan, perkataan dan keizinan nabi.
Sunah sebagai sumber ilmu pengetahuan apalagi pada zaman era globalisasi ini sunah menjadi pedoman seperti pada soal perkembangan IPTEK dan sains. Dalam makalah ini kami akan memaparkan bagaimana sunah sebagai sumber ilmu pengetahuan.












BAB II
PEMBAHASAN
A.  Materi Hadis
عن العرباض بن سارية السلمي قال نزلنا مع النبي صلي الله عليه وسلم خبير و معه من معه من أصحابه وكان صاحب خيبر رجلا مارد منكر فأقبل إلى النبي صلي الله عليه وسلم فقال يا محمد الكم ان تذ بحوا حمرنا وتاكلوا ثمرنا وتضربوا نساءنا فغضب يعني النبي صلي الله عليه وسلم و قال يا ابن عوف اركب فرسك ثم ناد الا ان الجنة لا تحل الا لمؤمن وان اجتمعوا للصلاة قال فا جتمعوا ثم صلي بهم النبي صلي الله عليه وسلم ثم قا م فال ايحسب احدكم متك علي اريكته قد يظن ان الله لم يحرم شيا الا ما في هذا القران الا و اني و الله قد وعظت و امر ت ونهيت عن اشياء انها لمثل القران او اكثر و ان الله عز و جل لم يحل لكم ان تدخلوا بيوت اهل الكتاب الا با ذ ن ولا ضرب نساءهم ولا اكل ثمارهم اذا اعطو كم الذي عليهم ( رواه ابو داود في السنن كتاب الخراج والامارة والفيء باب في تعشير اهل الذمة اذا اختلفوا بالتجارات ).
B.  Terjemahan
Dari Irbadh bin Sariyah As Sulaimi-ra-. Berkata : Kami pergi ke khaibar. Beliau disertai sahabat yang menyertainya. Tokoh khaibar adalah seorang lelaki yang durhaka yang cerdik, dia datang menghadap Nabi saw, berkata: Wahai Muhammad, apakah kalian hendak menyembelih keledai-keledai kami, memakan buah-buahan kami dan memukuli kaum wanita kami? Mendengar itu Nabi SAW bersabda dan marah: Wahai Ibnu ‘Auf, naikilah kudamu dan berserulah Sesungguhnya surga tidak halal kecuali untuk orang mukmin. Dan hendaklah kamu berumpul untuk shalat! Kata Irbadh: Maka mereka berkumpul, kemudian Nabi SAW mengerjakan sholat bersama mereka, lalu berdiri. Kemudian Nabi SAW bersabda: Apakah seseorang diantara kamu mengira seraya duduk-duduk diatas singgasananya, bahwa Allah tidak pernah mengharamkan sesuatu kecuali terdapat didalam Al-Qur’an ini? Ketahuilah, demi Allah, sesungghnya aku telah memerintahkan dan memberi peringatan, dan aku melarang beberapa perkara! Sesungguhnya hal itu adalah seperti Al-Qur’an atau lebih banyak. Dan sesungguhnya Allah SWT belum pernah menghalalkan kamu memasuki rumah-rumah ahlul kitab, kecuali meminta izin mereka. Tidak pula memukul wanita-wanita mereka, dan tidak pula memakan buah-buahan mereka, apabila mereka telah memberi kewajiban mereka kepada kamu (berupa upeti/jizyah).
C.  Makna Mufrodat
اركب : naikilah
متكئا : bersandar
 اريكة :  singgasana
 عظت  beritakan :
امرت  peringatan :
تذخلو :mengganggu
D.  Biografi Abu Daud
Nama tokoh ini Sulaiman ibn al-Asy’ats ibn Ishaq al-Azdawi al-Sijistani. Ia lahir pada tahun 202 H. Sebelum mendalami hadis, Abu Daud telah mempelajari Al-Qur’an dan Bahasa Arab serta materi lainnya.
Dalam menempa diri agar menjadi ulama besar, ia malang melintang ke berbagai negeri; Khurasan, Ray, Harat, Kufah, Baghdad, Tarsus, Damaskus, Mesir, Basrah. Berulang kali Abu Daud keluar masuk kota Baghdad, terakhir pada tahun 273 H.
Abu Ahmad, Gubernur Basrah yang juga saudara Khalifah al-Muwaffiq meminta agar Abu Daud agar bersedia tinggal disana untuk menjadi guru, khususnya ilmu hadis. Disamping ahli di bidang ilmu hadis, ia juga ahli di bidang Fiqh.
Imam Abu Daud menyusun Kitab Sunannya dengan sistematika Fiqh. Kitab ini berisi 4.800 hadis, sari pati dari 500.000 hadis yang dikuasainya dengan baik.[1]
E.   Keterangan Hadis
Hadis ini menjelaskan dalam tulisan على اريكته mudhof dengan dhomir yang artinya diatas ranjang, ini memberikan isyarah terhadap tempat tumbuhnya kebodohan orang itu dan tidak taunya tentang beberapa sunnah (hadis nabi) dan itu karena sedikitnya pengetahuan dan kelalaiannya, sebagaimana dalam kitab “fathul wadud”. Qari’ berkata: على اريكته artinya ranjang yang dihiasi dengan beberapa perhiasan dan pakaian layaknya pengantin, yakni orang yang tetapduduk dirumah dan duduk dari mencari ilmu, ada yang mengatakan: yang dimaksud dengan sifat ini adalah unggul-unggulan sebagaimana itu adalah adat orang yang sombong dan sedikit cita-citanya dengan urusan agama.
Dalam qaul او اكثر itu tidak ada keraguan bahwa Nabi saw selalu tambah ilmu karena sebuah ilham dari Allah dan terbuka sedikit demi sedikit. Maka dibukakan baginya sesungguhnya sesuatu yang dibukakan baginya sesungguhnya sesuatu yang diberikan selain Al Qur’an dari hukum-hukum itu sama dengan Al Qur’an  kemudian dibukakan baginya tambahan ilmu dengan Al Qur’an, keterangan dari Iman Al-Abhary.[2]
F.   Aspek Tarbawi
1.    Bahwa sunah adalah sumber ilmu pengetahuan setelah Al-Qur’an.
2.    Dari sunah kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan seperti IPTEK dan sains.
3.    Dari hadis ditas bisa menjelaskan bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan dalam mencari ilmu.



BAB III
PENUTUP
Simpulan:
As Sunah sebagai sumber ilmu pengetahuan setelah Al-Qur’an. As Sunah sendiri berarti tadisi atau kebiasaan ataupun adat istiadat. Sunah sebagai sumber ilmu pengetahuan apalagi pada zaman era globalisasi ini sunah menjadi pedoman seperti pada soal perkembangan IPTEK dan sains.
Dari hadis diatas bisa kita ambil aspek tarbawinya:
1.    Bahwa sunah adalah sumber ilmu pengetahuan setelah Al-Qur’an.
2.    Dari sunah kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan seperti IPTEK dan sains.
3.    Dari hadis ditas bisa menjelaskan bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan dalam mencari ilmu.















DAFTAR PUSTAKA
Daud, Abu. Aunul Ma’bud (Syarah Abu Daud).
Zuhri, Muh. (2011). Hadis Nabi Telaah Historis dan Metodologis, cet 3. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.




[1] Muh. Zuhri, Hadis Nabi Telaah Historis dan Metodologis (cet 3, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2011), h. 174-175.
[2]  Abu Daud, Aunul Ma’bud (Syarah Abu Daud), h.302-303.

46 komentar:

  1. Chabibah Illiyin (2021111117)

    Assalamualaikum

    Pertanyaan:
    1. Dalam terjemahan hadits diatas di sebutkan sesungghnya aku telah memerintahkan dan memberi peringatan, dan aku melarang beberapa perkara! Sesungguhnya hal itu adalah seperti Al-Qur’an atau lebih banyak, yang saya pertanyakan apakah lebih banyak disini yang dimaksud adalah isi dalam hadist itu lebih banyak dari al-Qur'an atau bagaimana, mohon di jelasakan?
    2. Dalam keterangan hadits diatas ada suatu pernyataan orang yang tetap duduk di rumah dan duduk mencari ilmu, yang saya pertanyakan apakah orang yang duduk mencari ilmu disamakan dengan orang yang sedikit cita-citanya dengan urusan agama, mohon di jelaskan?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam ,,,
      ya saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari mb liyin
      jawaban pertanyaan 1:
      berdasarkan firman Allah
      وَماَ يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى اِنْ هُوَ اِلَا وَحْيٌ يُوْحَى
      Artinya: Dan muhammad itu tidak mengucapkan sesuatu dari hawa nafsunya kecuali wahyu yang telah diberikannya.
      Jadi kesimpulannya adalah terkadang penjelasan dari hadist itu lebih banyak daripada penjelasan didalam Al-Qur’an. Contohnya, dalam Al-Qur’an menyebutkan hukum tentang wudhu hanya secara global, sedangkan dalam hadist disebutkan secara terperinci, sehingga penjelasan didalam hadist lebih banyak daripada di Al-Qur’an.
      jawaban pertanyaan 2:
      meluruskan saja mb, maksud dari keterangan hadist diatas adalah duduk disini itu berarti seseorang yang hanya duduk diam dirumah dari mencari ilmu, dengan kata lain enggan mencari ilmu. Yang demikian itu merupakan kebiasaan orang-orang yang sombong. Berarti bisa dikatakan bahwa orang yang hanya duduk diam dari mencari ilmu itu berarti orang yang sedikit cita-citanya dengan urusan agama. Dari jawaban saya diatas, semoga mb liyin faham hehe, terima kasih atas pertanyaannya,,,

      Hapus
  2. Nama : Dewi Suryani
    NIM : 2021 111 093

    Assalamu'alaikum wr. wb
    Yang ingin saya tanyakan Tolong jelaskan kembali keterangan hadits menurut mb puji agar mudah dipahami, terimakasih...
    Wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,,
      dari keterangan diatas dapat kita simpulkan bahwa orang yang tetap duduk dirumah dan duduk dari mencari ilmu itu diibaratkan dengan pengantin baru yang hanya bermalas-malasan diranjangnnya. ada yang mengatakan bahwa orang yang seperti itu adalah orang yang sombong dan sedikit cita-cita dengan urusan agama karena disebabkan kemalasannya dalam mencari ilmu, bahkan Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk mencari ilmu dari mulai ayunan sampai keliang lahat. sekian dan terima kasih mb semoga mba dewi paham,,,

      Hapus
  3. Nama
    Agus Triyono
    Nim
    2021 111 135

    Salam hanggat sahabati.....

    Dari penjelasan aspek tarbawi poin 2 dan 3.
    Dari sunah qt dapat mengetahui ilmu pengetahuan IPTEK dan SAINS...
    Mohon di berikan contoh dlm kehidupan sekarang dan jelaskan.....
    Dari hadits di atas menjelaskan bawa qt tdk boleh malas.....
    Apa iya si, hadits tsb menjelaskan yg demikian...?
    Dan kalau toh iya, sy mau minta cara2 mengatasi malas..

    Sekian dr sy, kurang lebihnya mohon maaf dan Tq...

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam hangat sahabat.hehehe
      ini ada contoh hadist terkait tentang sains dan iptek
      عن أبي عبد الرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات بكتب رزقه وأجله وعمله وشقي أو سعيد فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار فيدخلها وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة فيدخلها رواه البخاري ومسلم
      dari hadist diatas menjelaskan pada intinya tentang penciptaan manusia dari rahim seorang ibu, dari sperma mnjadi embrio hingga si bayi lahir didunia. Maka dpt kita pahamai, bhwa dengan hadits diatas kita bisa tahu bagaiman mslah pnciptaan manusia yg tentuunya berkaitan dengan sains. Dan selanjutnnya pada era sekarang kita bisa mengkaitkannya dengan IPTEK yaitu saat melahirkan menggunakan alat teknologi yang canggih.
      hadis diatas memang menjelaskan agar kita tidak boles bermalas-malasan dalam mencari ilmu seperti sabda Nabi saw: Apakah seseorang diantara kamu mengira seraya duduk-duduk diatas singgasananya,bahwa Allah tidak pernah mengharamkan sesuatu kecuali terdapat didalam Al-Qur’an ini?
      dari kata singgasana diatas dalam syarah Abu Daud menjelaskan yakni orang yang hanya tetap duduk dirumah tidak mau mencari ilmu, nah dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan dalam mencari ilmu.
      cara mengatasi sifat malas diantaranya:
      1. Perbanyak Doa, Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw untuk menanggulangi rasa malas adalah:
      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ والْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. رواه أبو داود
      “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesusahan, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan sifat malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan pengecut, dan aku berlindung pada-Mu dari hutang yang tak mampu ditanggung serta kesewenangan orang yang tak mampu dilawan.” (HR Abu Dawud)
      2. Lawanlah Setan dan Nafsu
      Malas sebenarnya berasal dari setan. Setan akan terus berusaha mengusik dan membujuk nafsu manusia untuk malas, baik dalam menunaikan ibadah maupun dalam aktivitas yang lain. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
      “Setan mengikatkan tiga ikatan di belakang kepala salah seorang dari kalian ketika tidur. Pada setiap ikatan setan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah.” Apabila salah seorang dari kalian terjaga dari tidur, lalu menyebut nama Allah, maka akan terlerai satu ikatan. Jika ia mengambil wudu, maka terlerai satu ikatan lagi. Dan jika ia salat, maka terlerailah semua ikatan. Jika demikian, maka ia akan bangun di waktu pagi dalam keadaan rajin serta lapang hatinya. Jika ia tidak (melakukannya), maka ia bangun pagi dalam keadaan buruk jiwanya dan diliputi rasa malas.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibn Hibban, dan lainnya)
      Hadis ini menunjukkan bahwa malas berasal dari setan dan kita harus berusaha terus melawannya dengan tidak menuruti apapun yang dibisikkan olehnya. Jika setan sudah bisa dikalahkan, maka malaspun akan hilang
      Dari penjelasan-penjelasan diatas kami harap mas agus dapat memahaminya. terima kasih

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. NAMA : HASAN BASRI
    KELAS : C
    NIM : 2021 111 241

    MBA PUJI yang saya hormati saya mau bertanya

    mengenai "Sunnah Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan" bagaimana jika kita dalam hidup kita tidak pernah menjalankan sunah dalam tuntunan agama islam?
    mohon penjelasnya!
    dan bagaimana jika sunah dalam konteks ilmu pengetahuan disalah gunakan?
    terima kasih mba puji,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh terima kasih atas penghormatannya hehe,,,
      langsung saja menjawab pertanyaan yang pertama, berhubung inti dari pertanyaanya mb ana maka saya jawaban saya pun sama saperti jawaban buat mb ana bahwa Rasulullah memberi peringatan kepada umatnya bahwa telah Aku tinggalkan atas kamu sekalian 2 perkara, barang siapa berpegang diantara salah satunya maka tidak akan tersesat ingatlah bahwa 2 perkara itu adalah Al Qur’an dan Al Hadis.
      jadi kesimpulannya bahwa kita harus berpegang pada salah satu diantara Al Qur'an dan hadis mz
      terus kalau masalah jawaban pertanyaan yang kedua sebelumnya saya ingin tanyakan, disalah gunakan nya disini itu dalam kehidupan sehari2 apa bukan?

      Hapus
  6. Nama: sitirohmah
    Nim:2021111090

    assalamu'alaikum wr.wb

    mb puji mau tanya ne,di aspek tarbawi poin 3 dijelaskan bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan dalam mencari ilmu,pertanyaannya
    apa yang harus kita lakukan untuk menghindari rasa malas itu..?
    dan apa juga yang harus kita lakukan apabila (seorang pendidik)melihat anak didiknya yang bermalas-malasan,,?

    syukron ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wassalamualaikum,,,
      mb rohmah kalau mengenai aspek tarbawi poin 3 bisa dilihat dari jawaban mz agus hehe
      lah yang akan saya jawab apa yang harus dilakukan seorang pendidik jika melihat anak didiknya bermalas-malasan? menurut saya apabila anak didik termasuk anak yang malas dalam belajar dikelas, maka yang harus kita lakukan sebagai seorang pendidik adalah sbb:
      1. Menciptakan buasana belajar yang baik dan nyaman
      2. Ubah posisi tempat duduk
      3. Anak yang malas belajar harus dkembangkan rasa percaya dirinya
      4. Mencari informasi mengapa anak didik tersebut malas
      5. Menciptakan kedisiplinan.
      itu saja yang dapat saya tulis mb, semoga bermanfaat
      terima kasih...

      Hapus
  7. ulfatul maula ( 2021 111 089 )
    Assalamu'alaikum
    mba puji saya mau tanya nih. Dari tema hadist milik mb puji kan dikatakan bahwa hadist atau assunnah merupakan sumber ajaran yang kedua. Atau bisa diketakan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dapat dikatakan assunah itu sangatlah penting bagai ummat islam setelah al-Qur'an. Namun jika melihat pada realita sekarang jarang sekali ummat islam yang hapal dengan hadist, bahkan tidak banyak dari kalangan kita Calon Guru Agama Islam yang terkadang tidak hafal hadist / atau hanya beberapa hadist saja.

    bagaimana pendapat mb puji dengan hal demikian? Haruskah hadist utu kita ajarkan pada anak sejak dini selayaknya mengajarkan Al-Qur'an ..karena mengingat hadist atau Assunah merupakan sumber ilmu pengetahuana..

    terimakasih ..

    Wassalamu'alaikum :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      Rasulullah memberi peringatan kepada umatnya bahwa telah Aku tinggalkan atas kamu sekalian 2 perkara, barang siapa berpegang diantara salah satunya maka tidak akan tersesat ingatlah bahwa 2 perkara itu adalah Al Qur’an dan Al Hadis.
      Dengan demikian jelas bahwa mempelajari Al Qur’an dan Al Hadis sangat penting dalam kehidupan manusia, jadi saya setuju kalau semisal Al Hadis juga diajarkan kepada anak sejak dini. Semoga mb ulva paham, terima kasih kembali hehe...

      Hapus
  8. Assalamu'alaikum......
    Ana Lailya 2021 111 121
    mau tanya mbak bagaimana pendapat anda tentang kebanyakan orang yang tidak mengenal sunnah ? tetapi dapat pengetahuan dari yang lainnya? seperti pada sekolah-sekolah umum.... mohon penjelasannya ya...terima kasih....
    wassalam....

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      Ilmu pengetahuan bisa didapat dimana saja dengan catatan kalau ilmu pengetahuannya itu tidak bertentangan dengan kitab dan sunnah. Tapi alangkah baiknya kita kembali melihat firman Allah dalam surat Al ahzab ayat 21 yang artinya:
      “niscaya ada pada diri Rasul suri tauladan yang baik”.
      dari potongan ayat diatas mengajarkan kepada manusia untuk mengikuti sunnah Rasul. Sekian dan terima kasih hehe...

      Hapus
    2. hehe.... gitu ya mbak.... trma ksh mb,,,,,

      Hapus
  9. Anamil choir 2021 111 122

    Assalamualaikum

    dalam keterangan hadis di jelaskan kenapa ranjang di katakan sebagai tumbuhnya kebodohan bisa di jelaskan ??

    wassalamualaikum
    maturnuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. walaikum salam,,,
      gini mas, mengapa ranjang dikatakan sebagai tumbuhnya kebodohan? karena seperti dalam kitab fathul waddud dijelaskan bahwa عَلَي اِرِيكَةً artnya ranjang yang dihiasi dengan beberapa perhiasan dan pakaian layaknya pengantin baru, karena pengantin baru biasanya hanya bermalas-malasan diranjangnya, itu seperti juga orang yang hanya duduk diam dirumah tidak mencari ilmu, nah orang orang yang hanya duduk diam dari mencari ilmu diibaratkan dengan pengantin baru yang hanya bermalas-malasan diranjangnya. jadi dapat kita simpulkan bahwa pengantin baru yang bermalas-malasan diranjangnya sama dengan orang yang hanya diam dirumah dari mencari ilmu yang menimbulkan tumbuhnya kebodohan.
      dari keterangan diatas semoga anda paham, terima kasih,,,

      Hapus
  10. ASEP ROKHMATUL YAHYA
    2021 111 120
    KLS C
    PERTANYAAN: Dalam aspek tarbawi ada keterangan bahwa dari sunah kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan seperti IPTEK dan sains. tolong berikan 3 contoh hal tersebut secara jelas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. contohnya
      1. hadis tentang lalat
      Dari Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
      Dari Anas bahwasanya Nabi bersabda: “Apabila lalat jatuh pada bejana salah satu diantara kalian, maka celupkanlah karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat obat”.(HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad)
      2. hadis tentang kebulatan bumi
      Hadits yang diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwasanya rasul pernah ditanya kemana tenggelamnya benda-benda angkasa yang tenggelam itu, dan dari mana terbitnya benda-benda angkasa yang terbit itu?. Nabi mejawab: Ia tetap berada pada tempatnya. Tidak berpindah dan bergeser. Ia tenggelam bagi satu kaum dan terbit bagi kaum yang lain. Ia tenggelam dan terbit pada suatu kaum (dan dalam waktu bersamaan) satu kaum mengatakan ia tenggelam sementara kaum yang lain mengatakan ia terbit. Musnad imam abiy Ishaq al Hamadaniy. dari hadis ini menjelaskan bahwa matahari terus menerus terbit dan terbenam saling bergantian di atas permukaan bumi. Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika bumi berbentuk bulat atau elips dan ia terus menerus berputar mengelilingi porosnya di hadapan matahari sehingga terjadilah siang dan malam diatas permukaannya secara bergantian. Dan ini akan berlangsung hingga kiamat tiba.
      3. hadis tentang diisyaratkan teknologi transportasi
      Dalam kisah Isro’ dan Mi’roj juga terdapat isyarat kepada teknologi transportasi. Di mana ketika kisah ini diceritakan kepada manusia ketika itu, mayoritas manusia mentertawakan Rasulullah saw dan menuduhnya sebagai orang gila. Karena perjalanan dari Mekah ke Yerussalem ketika itu bila ditempuh dengan kendaraan unta yang tercepat sekalipun tetap membutuhkan waktu 2 bulan untuk perjalanan bolak-balik. Namun Nabi saw mengaku melakukannya hanya dalam tempo kurang dari semalam. Padahal hal ini tidak mustahil bila kita memperhatikan kecepatan kendaraan yang dinaiki Rasulullah saw yaitu Buroq.
      ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ يُقَالُ لَهُ الْبُرَاقُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ فَحُمِلْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ انْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا السَّمَاءَ الدُّنْيَا
      “Kemudian aku didatangi binatang yang disebut Buroq, yang lebih tinggi dari keledai namun lebih pendek dari Baghol, yang setiap langkah kakinya adalah sejauh batas pandangan mata. Aku diba wa di atasnya, kemudian kami pergi hingga kami mendatangi langit dunia.” ( HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim dan lain-lain ).

      Hapus
  11. Azimatul Awaliyah (2021 111 112)
    Assalamu'alaikum...
    mau nanya ya,,, gini mb
    Pada keterangan hadits dikatakan bahwa Nabi saw selalu tambah ilmu karena sebuah ilham dari Allah dan terbuka sedikit demi sedikit. Trus bagaimana kita sebagai manusia biasa agar dapat bertambah ilmu seperti nabi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      dalam kitab ta’lim muta’alim disebutkan bahwa alangkah baiknya bagi orang muslim setidaknya harus tambah ilmu disetiap harinya, dari keterangan ini bisa diambil i’tibar untuk selalu mencari ilmu pengetahuan baik disekolahan formal maupun non formal. maka dari itu Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk mencari ilmu dari mulai ayunan sampai keliang lahat. semoga mb azim paham dengan penjelasan saya, terima kasih atas pertanyaannya,,,

      Hapus
  12. Mirza Fajrian
    2021 111 110...

    Assalamu'alaikum...
    Mb Puji Mau tanya..
    Bagaimana ketika seseorang yang menggunakan hadits dhaif yang dijadikan sumber ilmu pengetahuan,,Bagaimana pendapatnya...???

    Trmksh
    Wassalamu'alaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      Menurut saya mengamalkan hadis dhoif untuk fadhoilul a’mal hukumnya boleh, namun hadis dhoif tidak boleh dijadikan sebagai pegangan untuk menetapkan hukum terkecuali hadis itu shahih. Terima kasih atas pertanyaannya,,,

      Hapus
  13. Asyef Nurdianto (2021 111 113)

    aslmkm..
    salam semangat!
    mengenai sunnah sebagai sumber ilmu, dari mana anda tahu kalau "Dari sunah kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan seperti IPTEK dan sains"?? jelaskan!
    trmks tenkyu.. suwunnn....

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam,,,
      semanggaaaatttt,hehehe,,,
      dari syarah Abu Daud kan djelaskan kalo intinya kita jangan hanya duduk diam didalam rumah tanpa mencari ilmu, itu diibaratkan seperti pengantin baru yang biasanya hanya duduk diranjang. Nah kalau masalah sunah yang berisi tentang IPTEK dan sains anda bisa melihat dijawaban sebelumnya pada jawaban saya atas pertanyaan mz agus
      terima kasih...

      Hapus
  14. Restu Noviani
    2021 111 091
    Assalamualaikum....
    mb puji,,,saya mau tanya,,dari aspek tarbawi yg telah dijelaskan dari sunah kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan seperti IPTEK dan sains,,,contoh IPTEK disini apa saja,,,,,jelaskan menurut anda
    wassalamualaikum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam
      contohnya saja seperti hadis yang telah saya jawab dipertanyaannya mz asep
      hadis tentang diisyaratkan teknologi transportasi
      Dalam kisah Isro’ dan Mi’roj juga terdapat isyarat kepada teknologi transportasi. Di mana ketika kisah ini diceritakan kepada manusia ketika itu, mayoritas manusia mentertawakan Rasulullah saw dan menuduhnya sebagai orang gila. Karena perjalanan dari Mekah ke Yerussalem ketika itu bila ditempuh dengan kendaraan unta yang tercepat sekalipun tetap membutuhkan waktu 2 bulan untuk perjalanan bolak-balik. Namun Nabi saw mengaku melakukannya hanya dalam tempo kurang dari semalam. Padahal hal ini tidak mustahil bila kita memperhatikan kecepatan kendaraan yang dinaiki Rasulullah saw yaitu Buroq.
      ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ يُقَالُ لَهُ الْبُرَاقُ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ فَحُمِلْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ انْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا السَّمَاءَ الدُّنْيَا
      “Kemudian aku didatangi binatang yang disebut Buroq, yang lebih tinggi dari keledai namun lebih pendek dari Baghol, yang setiap langkah kakinya adalah sejauh batas pandangan mata. Aku diba wa di atasnya, kemudian kami pergi hingga kami mendatangi langit dunia.” ( HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim dan lain-lain ).terima kasih...

      Hapus
  15. Amilatun Istiqomah 2021111100
    Assalamu'alaikum
    mo tanya mb,,,, bgmna caranya agar kita mudah memahami isi atau kandungan hadits,,
    wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      cara agar mudah memahami isi atau kandungan hadis biasanya seperti belajar terus menerus untuk mendalami kandungan Al Qur'an hadits, mempelajari isi kandungan Al Qur'an dan hadis itu tidak mengenal batas umur. Meskipun demikian, jika proses mempelajari Al Qur'an dan hadits telah dimulai sejak dini, niscaya akan menghasilkan penguasaan yang lebih baik terhadap kandungan Al Qur'an dan hadits. Usia anak-anak sekolah MI menjadi usia ideal untuk membelajarkan cara memahami kandungan Al Qu'an dan hadits. Proses pembelajaran memahami kandungan Al-Qur’an dan hadits Belajar terus menerus untuk mendalami kandungan Al-Qur’an dan hadits memang tidak mengenal batas umur. Meskipun demikian, jika proses mempelajari Al-Qur’an dan Hadits telah dimulai sejak dini, niscaya akan menghasilkan penguasaan yang lebih baik terhadap kandungan Al-Qur’an dan hadits. Usia anak-anak sekolah MI menjadi usia ideal untuk membelajarkan cara memahami kandungan Al-Qur’an dan hadits.
      Sedangkan dalam kitab Tarajumah karangan Syaikh Ahmad Rifa’i ditegaskan “lamon durung paham mongko wajib pitakonan. Barang ngilmu pahame saking guru pituturan".
      yang artinya: "bahwa pemahaman tentang ilmu pengetahuan harus digurukan".
      dari pemaparan diatas semoga anda paham hehe, terima kasih...

      Hapus
  16. fitriasih 2021111099
    assalamu'alaikum,
    terkait dengan pembahasan sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan,bisa dijelaskan meliputi ilmu pengetahuan apa saja sih yang bisa kita pelajari di dalam sunnah yang mungkin berkaitan dengan problematika kehidupan di zaman sekarang ini. terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      segala kehidupan yang berkaitan dengan ukhrowi maupun duniawi semuanya telah diajarkan didalam al Qur’an dan sunnah. Misalkan kehidupan yang berkaitan dengan ukhrowi seperti shalat selain djlaskan didalam Al Qur’an juga dijelaskan di dalam al hadist,seperti sabda nabi:
      “sholatlah kamu sebagaimana kalian melihat aku sholat”.
      Demikian pula kehidupan yang berkaitan dengan duniawi seperti perdagangan, penikahan dsb.
      sekian dan terima kasih,hehe...

      Hapus
  17. Silfina Hayati
    2021111268
    C

    Assalamu’alaikum puji..
    Saya mau bertanya, seberapa besarkah pemanfaatan sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan setelah Al-Quran di zaman yang serba modern ini?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam mb silfi,,,
      ya sebenarnya besar sekali mb tapi seringkali kita tidak menyadarinya karena pada zaman modern ini kita malah terkontaminasi dengan ilmu pengetahuan umum, sehingga hadis sedikit terlupakan. Begitu mb menurut penjelasan saya hehe,,,

      Hapus
  18. Nama Mus'aliyah
    Nim 2021 111 087

    Puji ada sedikit pertanyaan mengenai pembahasan makalah di atas, Kebanyakan pemikiran orang sekarang di al Qur'an tidak di jelaskan untuk orang menciptakan hal baru dalam bidang perkembangan iptek maupun perkmbangan mengenai ilmu maupun teknologi yang lain, namun di sunnah sendiri terang terangaan telah di jelaskan bahwa menciptakan hal baru (iptek/sains). Tapi seakan akan orang tersebut acuh tentang pendidikan yang melalui sunnah ini.
    Bagaimana pendapat anda mengenai permasalahan seperti di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya orang tersebut merupakan orang yang menyombongkan dirinya karena hanya logika yang ia gunakan padahal Allah sendri telah menjelaskan didalam Al Qur’an dan sunnah agar mereka gali ilmu atau pngtahuan yang ada didalamnya agar tidak menyesatkan ilmu yg dimilikinya. Begitu saja penjelasan saya, terima kasih...

      Hapus
  19. nama: marlihatin
    nim : 2021111123
    Assalamualaikum.wr.wb
    mb mau nanya,,,sunah sebagai sumber ilmu pengetahuan. berikan contoh sumber ilmu pengetahuan di dalam sunnah yang berkaitan dengan ilmu sosial,ilmu jiwa, dan ilmu kesehatan... terima kasih mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. walaikum salam,,,
      1. hadis yg berkaitan dg ilmu sosial
      Hubungan sesama manusia antara lain adalah jangan saling menghasud, mengadu domba, dan lain-lain. Sebagaimana yang tertera dalam hadits nabi:
      Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda : Jangan saling menghasud, saling menipu, saling memebenci, saling membelakangi, dan janganlah dari sebagian dari kalian membeli barang yang telah di beli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi orang muslim yang lain, maka jangan berlaku aniaya kepadanya, jangan menelantarkannya, jangan membohonginya, dan jangan merendahkannya. Taqwa itu disini (beliau menunjuk ke dadanya dan mengulanginya sampai tiga kali). Cukuplah sesorang di katakan jelek apabila dia merendahkan saudaranya yang muslim, darah, harta, kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim lain.(H.R Muslim)
      2. hadis yg berkaitan dg ilmu jiwa
      Penilaian kemuliaan seorang manusia di sisi Allah SWT bukan didasarkan pada unsur-unsur yang sifatnya material, seperti bentuk wajah dan banyaknya harta, namun didasarkan pada kondisi kesehatan rohaninya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim dari Abū Hurairah ra, yang berbunyi:
      “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupamu dan hartamu, akan tetapi Dia melihat pada (kondisi) hati-hati kamu dan amal-amalmu.
      3. hadis yg berkaitan dg ilmu kesehatan
      Aku pernah berada di samping Rasulullah saw. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah SWT tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486).
      semoga mb atin paham, terima kasih...

      Hapus
  20. Aji Triyono (2021 111 104)

    Assalamualaikum....

    pertanyaan:tolong jelaskan kaitannya hadis diatas dengan sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan!

    trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam,,,
      kaitannya adalah dari keterangan hadis diatas kan sudah jelas bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan dari mencari ilmu, nah dari keterangan hadis diatas bisa kita simpulkan bahwa hadis tersebut berkaitan sebagai sumber ilmu pengetahuan. cukup singkat penjelasannya kan? terima kasih hehe,,,

      Hapus
  21. makmurbaikah014@gmail.comMinggu, 24 Maret 2013 00.56.00 WIB

    Makmur baikah
    2021 111 085
    Yang saya tanyakan?
    Apakah ilmu pengetahuan sudah tercantum didalam sunah.... tolong berikan contoh selain yang di sebutkan di makalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya sudah mz, karena sunah menjadi sumber ilmu pengetahuan baik sains maupun iptek dan juga ilmu-ilmu yang lainnya seperti ilmu kesehatan, ilmu jiwa, dan sosial seperti yang sudah tertera pada jawaban-jawaban saya sebelumnya. terima kasih...

      Hapus
  22. muhammad muslihul umam 2021 111 131

    kenapa sunnah bisa di jadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf sebelumnya kalau pertanyaan anda tidak keprint
      menurut saya karena sunnah sebagai sumber ajaran dan hukum islam tentunya mencakup semua aspek kehidupan termasuk ilmu pengetahuan. jadi jelas kalau sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan.

      Hapus