new post

zzz

Rabu, 13 Maret 2013

c5-1 rizqa murnia: INFORMASI YANG BENAR

MAKALAH
INFORMASI YANG BENAR
(AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN)

Disusun Guna untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II  
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I

                                                                       








Oleh :
RISQA MURNIA
NIM. 202111102


JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013
PENDAHULUAN

Sumber ilmu pengetahuan tidaklah terbatas pada buku-buku saja. Pengalaman indera, intuisi juga merupakan sumber ilmu pengetahuan. Walaupun demikian, jauh sebelum buku-buku tentang pengetahuan banyak ditulis oleh manusia, Allah telah menuliskannya dalam kitab-Nya yaitu Al-Qur’an. Di dalamnya tidak hanya berbicara tentang pengetahuan agama, bahkan lebih dari itu, Al-Qur’an meupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling lengkap. Tidak ada keraguan padanya. Demikianlah diantara keutamaan al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan ini dipertegas dengan sebuah hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dari Harits Al-A’wari yang hadits tersebut akan dibahas dalam makalah ini.



PEMBAHASAN

A.    Materi Hadits
عَنِ الْحَارِثِ قَألَ مَرَرْتُ فِى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ يَخُوْضُوْنَ فِى اْلاَحَادِثِ فَدَخَلْتُ عَلَى عَلِيِّ فَقُلْتُ يَاآمِيْرُو الْمُؤْمِنِيْنَ اْلاَتَرَ اَنَ النَّاسَ قَدْ خَاضُوْا فِى اْلاَحَادِيْثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوْهَا قُلْتُ نَعَمْ قَألَ اَمَّا اِنِّى قَدْ سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: اَلاَ اِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَا الْمَخْرُجُ مِنْهَا يَارَسُوْلُ اللهِ قَالَ كِتَابُ اللهِ فِيْهِ نَبَأُمَاكَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَ كُمْ وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ وَهُمَ الْفَصْلُ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارِ قَصَمَهُ الله ُ وَمَنِ ابْتَغَى الْهُدَى فِى غَيْرِهِ اَضَلَّهُ اللهُ وَهُوَ حَبْلُ الله ُ الْمَتْيَنُ وَهُمَ الدِّكْرُ الْحَكِيْمُ وَهُوَ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقَيْمُ هُوَادلاَ تَزِيْغُ بِهِ اْلاَهْوَاءُ وَلاَ تَلْتَبِسُ بِهِ اْلأاَلْسِنَةُ وَلاَ يَشْبَعُ مِنْهُ الْعُلَمَآءُ وَلاَ يَخْلُقُ عَلَى كَثْرَةِ الرَّدِّ وَلأاَ تَنْقَضَى عَجَائِبُهُ هُوَ الَّذِيْ لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ اِذْسَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُوْا : اِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِى اِلَى الرُّشْدِ فَأَمَنَّا بِهِ مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمَلَ بِهِ اُجِرَ وَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا اِلَيْهِ هَدَى اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ)) خُذْهَا اِلَيْكَ يَااَعْوَرُ قَألَ اَبُوْ عِيْسَى هَذَا حَدِيْثُ غَرِيْبُ لاَ نَعْمِرُهُ اِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَاِسْنَادُهُ مَجْهُوْلٌ وَفِى الْحَارِثِ مَقَلٌ (رواه الترمذى فى الجامع كتاب فضائل القرآن عن رسول الله باب ماجاء فى فضل القرآن)
B.     Terjemah  
Diriwayatkan dari Al-Harits, Beliau berkata, Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mukminin tidaklah Engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya ataukah mereka benar-benar mengerjakannya, aku menjawabnya. Beliau berkata, “Ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali) bertanya: apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah ? Beliau bersabda. Kitabullah yang didalamnya terdapat cerita-cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hokum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan kitabullah adalah pemisah antara yang hag dan yang bathil bukan senda gurau. Barangsiapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang angkuh / sombong maka Allah akan membinasakannya dan barangsiapa mencari petunjuk dengan selainnya maka Allah akan membinasakannya dan barangsiapa mencari petunjuk dengan selainnya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulit dalam melafalkan, tidak membuat ulama merasa puas, tidak using sebab banyak diulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya, sehingga mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarnya Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya. Barangsiapa mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barangsiapa menghukumi daengannya maka dia elah berbuat adil. Barangsiapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadits ini adalah hadits gharib yang tidak kami ketahui kecuali dari haditsnya Hamzah al-Zayyat mata rantai haditsnya tidak diketahui dan dalam haditsnya al-Hadits terdapat komentar.

C.    Makna Mufradat
Meninggalkannya
تَرَكَهُ
Mencari
ابْتَغَى
Allah menyesatkannya
اَضَلَّهُ اللهُ
Melewati
مَرَرْتُ
Berbicara panjang lebar
يَخُوْضُوْنَ فِى اْلاَحَادِثِ
Jalan keluar
اَلْمَخْرَجُ
Bukan senda gurau
لَيْسَ بِالْهَزْلِ
Banyak diulang
كَثْرَةِ الرَّدِّ
Habis
تَنْقَضِى

D.    Biografi Imam At-Tirmidzi RA.
Imam At-Tirmidzi nama panggilannya adalah Abu ‘Isa, sedangkan nama aslinya Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin Ad-Dhahak as-Sulami. Beliau dilahirkan pada tahun 209 H, di desa Bugh, kemudian pindah ke kota Timidz sampai akhir hidupnya, yakni pada tahun 279 H, pada usia 70 Tahun.
Para ahli sejarah menyatakan bahwa penggeraknya adalah Imam Tirmidzi merupakan masa keemasan ilmu hadits, dan sebagai penggeraknya adalah Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i al-Muthalibi (Imam Syafi’i) yang hidup antara 150 H – 204 H.
Ada Sembilan guru hadis yang Imam At-Tirmidzi dan lima Imam lainnya jadikan sebagai sumber pengambilan hadits Rasulullah Saw, yakni Abu Hafs, Nashr bin Ali Al-Jahdlami, Muhammad bin BAsysyar, Ya’qub bin Ibrahim ad-Dauraqi, Muhammad bin Mutsanna, Ziyad bin Yahya al-Hasani, Abbas bin Abdul Adhim al-Anbari, Muhammad bin Ma’mar al-Qaisi Al-bahrai dan Abu Sa’id al-Asyaj).
Imam At-Tirmidzi bahkan sempat pula bertemu dan berguru kepada guru-guru hadits yang lebih tua dari mereka. Adz-Dzahabi di dalam kitabnya “Tadzkiratul Huffadh” menerangkan, yakni, “Imam at-Tirmidzi sempat berguru kepada Qutaibah bin Sa’id, Abu Mash’ab, Ibrahim bin Abdillah al Harawi, Ismail bin Musa as-Suddi, Suwaid bin Nashr dan Ali bin Shakhar.
Imam Tirmidzi adalah salah seorang murid Imam Bukhari dan merupakan salah seorang rawinya. Beliau belajar kepada Imam Bukhari dalam ilmu hadits dan ilmu fiqh. Dalam memperdalam ilmunya Imam Tirmidzi banyak mengembara ke berbagai negeri. Ia mengikui berbagai tempat pengkajian yang berada di Khurasan, Irak dan Hijaz.
Diriwayatkan oleh al-Hakim Abu Ahmad dari salah seorang gurunya yang bekata: Di kota Muhammad bin Ismail al Bukhari (Imam Bukhari) meninggal dunia, tiada yang ditinggalkan di Khurasan orang seperti Abu ‘Isa (At-Tirmidzi) ditinjau dari segi ilmu, kekuatan menghafal, wara’ dan kezuhudannya. At-Tirmidzi banyak menangis sehingga di akhir hayatnya menjadi buta. Dan ia buta beberapa tahun sampai meninggal dunia.
Ibnul Atsir di dalam kitabnya At-Tarikh berkata: “At-Tirmidzi adalah seorang Imam dan Hafidh. Ia telah menulis banyak kitab bermutu. Di antara karyanta adalah ‘Al-Jami’ul Kabir”, sebuah kitab yang sangat baik.[1]

E.     Keterangan Hadits
Hadits riwayat Al-Harits ini membicarakan tentang keutamaan al-Quran. Pada  maksudnya adalah orang-orang yang berbicara panjang lebar dari kabar-kabar hikayat atau kisah-kisah dan mereka meninggalkan untuk membaca al-Qur’an.
  Kitabullah (AL-Qur’an) adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil.
Dengan al-Qur’an juga merupakan perantara menuju ma’rifat (mengetahui) Tuhan, bahagia dan dekat dengan-Nya.
Al-Qur’an sangatlah menakjublan, yang menunjukkan jalan yang benar, sehingga jin pun beriman kepada Allah dan Rasulullah. Barangsiapa berbicara dengan kitab Allah maka dia berkata benar dalam perkataannya itu. Siapa yang mengamalkannya maka akan diberi pahala karena dia tidak mengamalkan kecuali perbuatan dan akhlak mulia dan adab yang baik. Dan siapa yang menghukum dengannya maka ia telah berbuat adil. Dan barangsiapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk yang lurus.

F.     Aspek Tarbawi
1.      Untuk meninggalkan pembicaraan-pembicaraan yang sifatnya duniawi atau sia-sia ketika berada di masjid
2.      Dari al-Qur’an dapat diketahui tentang cerita umat terdahulu sehingga bisa diambil ibrah atau pelajaran darinya.
3.      Dengan al-Qur’an, juga diketahui antara yang haq dan yang bathil
4.      Perkataan yang jujur, hukum yang adil, mengamalkannya bernilai pahala adalah al-Qur’an (Kitab Allah)



PENUTUP

Dari hadits di atas menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah yang darinya kita mengetahui mana yang haq dan yang bathil, menunjukkan kepada jalan yang lurus dan benar.
Perkataan yang jujur, hukum yang adil, mengamalkannya bernilai pahala adalah al-Qur’an (Kitab Allah).
























DAFTAR PUSTAKA

At-Tirmidzi. 1998. Terjemah Hadits Mengenai Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah Saw. Bandung: CV. Diponegoro.



[1]  At-Tirmidzi, Terjemah Hadits Mengenai Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah Saw (Bandung: CV. Diponegoro, 1998), hlm. 19-24.

47 komentar:

  1. Amilatun istiqomah 2021111100
    assalamu'alaikum,,
    mo tanya mb,bgamna kiat kita untuk menumbuhkan rasa gemar membaca Al Qur'an..mengingat skrg banyak buku bacaan yg lbh menarik.
    wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam......
      Untuk menumbuhkan rasa gemar membaca al-qur’an, lebih dahulu kita harus mencintai al-qur’an. Dan ingatlah bahwa membaca al-qur’an adalah ibadah dan bernilai pahala yang tinggi. Sedangkan supaya manusia tertarik kpd al-qur’an, maka teruuslah bersikap sbb:
      1.Tumbuhkan semangat untuk selalu membaca, mendengarkan danmemperhatikannya karena akan mendapat rahmat-Nya
      2.Selalu terdorong untuk memahamidan menggali isi al-quran baik yg tersirat maupun yg tersurat untuk menemukan mutiara2 hikmah yg agung dlm alQur’an
      3.Meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan
      4.Selalu menempatkan alQur’an sbg satu2nya sumber hukum tertinggi dlm menetapkan hukum2 dan sandaran tiap2 persolan yang dihadapi dlm kehidupan sehari2.
      (diambil dari Fitrah, )

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Asyef Nurdianto (2021 111 113)

    aslmkm.
    ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan, mohon dijawab ya..
    yg pertama adl apa maksud dari kalimat "Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu" dlm terjemah hadits. jelaskan!
    kedua, bagaimana pendapat anda mengenai orang yang berbicara atas dasar al-Qur'an tapi hanya kulitnya saja, dalam artian dasar yg diambil dari ayat al-Qur'an itu ditelan mentah-mentah untuk berargumen? jelaskan!

    terimakasih.
    wslmkm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam...Terimakasih atas pertanyaannya, pertama saya akan menjawab, mksud dari orang yg bermata satu adl Al Harits, artinya perkataan ini ditunjukkan kpd al Harits. Kemudian untuk jawaban dari pertanyaan berikutnya, menurut saya orang2 itu terlalu tergesa-gesa dalam bertindak. Seharusnya dia menguasai terlebih dahulu secara mendalam apa yg hendak disampaikannya, karena yg disampaikannya adalah al-qur’an yg merupakan firman Allah bukan hasil karya manusia. Sebagaimana para sahabat yg baru akan melanjutkan membaca al-qur’an setalah mengetahui maknanya secara mendalam.

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum wr.wb...
    Ana Lailya 2021 111 121
    Mau nanya mbak, apa yang dimaksud kalimat "Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah"... saya kurang paham mbak,mohon jelaskan ya..terima kasih...
    Wassalamu'alaikum wr.wb....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam wr. wb.
      Dalam kitab tuhfatul ahwadzi dijelaskan, fitnah berarti عظيمة. Fitnah adalah perkataan bohong yg disebarkan dg maksud menjelekkan orang. Sehingga ditakutkan dalam pembicaraan yg panjang lebar itu mereka saling menjelekkan satu sama lain. Dan jika hal tsb diteruskan akan timbul fitnah yg besar.

      Hapus
  5. Chabibah Illiyin (2021111117)

    Assalamualaikum.
    Pertanyaan:

    Dalam terjemah hadits diatas pada kalimat terakhir di tuliskan bahwa Hadits ini adalah hadits gharib yang tidak kami ketahui kecuali dari haditsnya Hamzah al-Zayyat mata rantai haditsnya tidak diketahui dan dalam haditsnya al-Hadits terdapat komentar, bisa di jelasakan komentar seperti apa yang ada dalam hadits tersebut?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam....
      Di dalam terjemah disebutkan demikiaan, akan tetapi untuk keterangan ttg komentar tersebut tdk dijelaskan lebih lanjut dlm syarah nya. Dan karena kurangnya pengetahuan dari sy, jadi saya tidak bisa menjelaskan hal itu lebih lanjut. Harap maklum. Terima kasih........

      Hapus
  6. Nama : Dewi Suryani
    NIM : 2021 111 093

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Yang ingin saya tanyakan bagaimana jika ada orang yang tidak bisa membaca Al- Qur'an kemudian malas membaca Al-Qur'an sedangkan menurut pembahasan makalah mb Rizqa bahwa Al-Qur'an merupakan sumber sebagai ilmu pengetahuan, lalu bagaimana orang tersebut bisa mendapatkan pengetahuan yang baik sedangkan orang tersebut tidak bisa membaca dan malas membaca Al-Qur'an...
    Terimakasih.

    Wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam wr. wb.
      Jika ada orang yg tdk bisa membaca al-qur’an alngkah baiknya jika kita mau untuk mengajarinya dlm membaca al-qur’an. Sikap malas tsb juga harus dihilangkan dengan sedikit paksaan agar mau belajar, sehingga lama-kelaman akan menjadi ringan dan terbiasa. Sedangkan pengetahuannya bisa diperoleh dari mendengarkan pengajian2 atau buku2 lain. Tetapi juga tidak lupa untuk belajar al-qur’an.

      Hapus
  7. nama : hasan basri
    kelas : c
    nim : 2021 111 241

    assalamu'alaikum wr.wb

    mba rizka saya mau bertanya tentang " INFORMASI YANG BENAR
    (AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN)"
    bagaiaman jika kita mendapatkan ilmu dari orang tetapi salah?
    dan pendangan anda tentang penafsiran al qur'an dalam konteks ilmu pengetahuan?
    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..
      bagi saya, jika kita tahu bahwa ilmu yg telah diperoleh adalah salah, maka janganlah kita mengamalkannya. Apalagi kita menyampaikan kepada yg lainnya juga merupakan kesalahan.
      Jadikanlah sebagai pembelajaran. Penafsiran terhadap al-qur’an sangatlah penting, karena dg ini akan diketahui kandungan al-qur’an sehingga bisa mengamalkan pengetahuan dan petunjuk dari al-qur’an tersebut. Selain itu, penafsiran juga harus dilakukan orang2 yg benar2 menguasai ilmu tafsir dan ilmu2 pendukung lainnya, agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsirannya. sebagai mana dalam penjelasan makalah berikutnya.
      Terima kasih.

      Hapus
  8. Nama:Cristina Mustikawati
    NIM:2021 111 095

    assalamu'alaikum wr.wb

    mbak riska saya ingin tanya mengenai Al-Qur'an sebagai ilmu pengetahuan. yang saya ingin tanyakan Bagaimana fungsi hadits tersebut terhadap Al-Qur'an??? tolong jelaskan.

    terimakasih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam..
      Hadis ini menunjukkan bahwa Al qur’an mempunyai fungsi yg luar biasa besar. Nah, fungsi tersebut bisa lebih didalami dengan mempelajari al-qur,an. Jadi hadis ini sebagai petunjuk apa2 saja yang tercakup dalam al-qur’an.
      terima kasih

      Hapus
  9. Azimatul Awaliyah (2021 111 112)
    assalamu'alaikum qo,,, mau nanya nih
    apakah pahala mengamalkan alqur'an dengan al-hadits itu sama? mohon dijelaskan!
    trus bagaimana cara kita memahami berbagai ilmu yg ada pada alqu'an?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam zim,,,,mau jawab nih
      Wallohu a’lam, tetapi menurut saya pahalanya sama saja, karena berarti sama2 telah menyampaikan ilmu kpd orang lain. Perbedaannya dalam membacanya, setiap huruf yg dibaca dari al-qur’an bernilai pahala sepuluh kebaikan. Lalu bagaimana kita bisa memahami ilmu yg ada pd al-qur’an? Tentunya kita harus memahami artinya terlebih dahulu, setelah itu tafsirnya sehingga kita bisa paham apa isinya. Di samping itu kita juga bisa memahaminya dari pemahaman orang lain yg kemudian disampaikan kepada kita.

      Hapus
  10. Anamil choir 2021 111 122

    assalamualaikum

    bagaimanakah mengoptimalkan Al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan pada jaman sekarang ini?? sedangkan masalah-masalah sekarang ini sering tidak ada dalam al qur'an misalnya saja masalah bayi tabung..

    wassalamualaikum
    maturnuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam
      Untuk mengoptimalkan al-qur’an, tidak hanya dg membaca saja tapi juga perlu untuk mengkajinya, mengetahui maksud/isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan.
      Para sahabat Nabi mempunyai kebiasaan tdk melanjutkan bacaan terlebih dahulu setiap kali mereka membaca kurang lebih sepuluh ayat Al Qur’an. Mereka baru akan melanjutkan bacaan setelah memahami dg tepat makna ayat2 yg telah mereka baca itu, baik yg berkaitan dg masalah iman, ilmu, maupun amal. Mereka pun menerapkan makna ayat tsb dalam kehidupan sehari-hari. (Kaidah-kaidah Penafsiran Al Qur’an, Mizan). Hal tersebut yg juga seharusnya kita lakukan.
      Sedangkan mengenai masalah seperti bayi tabung ini merupakan kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-quran tidak melarang kemajuan Iptek, akan tetapi lebih mendahulukan yg paling bermanfaat dan paling kecil madharatnya. Dalam masalah ini mana yang lebih besar, manfaat atau madharatnya?
      Sekian, matursuwun........

      Hapus
  11. Mirza Fajrian
    2021 111 110

    Assalamu'alaikum...

    Mb Risqo mau tanya...
    Tolong berikan contohnya dari aspek tarbaawi nomor 2 Mb...

    trmksh
    Wassalamu'alaikum....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam......
      Saya mau jawab ....
      Contohnya dalam QS. Al Qashash ayat 81 yg artinya: maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
      Dalam ayat ini Allah menjelaskan bagaimana harta kekayaan dan bahkan Karunnya sendiri dibinasakan oleh Allah. Di sini nampak bahwa bila Allah berkehendak untuk menghancurkan seseorang atau kaum yg durhaka kepada-Nya maka tak seorang pun mampu menghalanginya. Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa kekayaan itu benar-benar milik Allah. Manusia hanya diberi amanat untuk memanfaatkannya dg baik & sesuai dg aturan2 yg telah ditetapkan Allah.
      terima kasih.

      Hapus
  12. nama : marlihatin
    nim : 2021 111 123

    Assalamualaikum.wr.wb
    Fungsi Al-Qur'an salah satunya adalah sebagai perantara ma'rifah atau mengetahui tuhan,bahagia dan dekat dengan-Nya.yang saya tanyakan adalah apabila ada seorang yang membaca Al-Qur'an saja tanpa mengetahui penafsirannya itu bagaimana?? padahal dalam AL-Qur'an terdapat jalan seseorang bisa dekat dengan tuhan nya....
    wassalamu'alaikum..wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam wr. wb.
      Tidaklah mengapa seseorang membaca Al Qur’an tanpa mengetahui tafsirnya, hal ini sudah termasuk ibadah. Akan tetapi, lebih baik lagi jika seseorang tdk hanya sekedar membaca namun juga mengetahui tafsir/kandungan maknanya sehingga bisa mengetahui petunjuk al-qur’an dan mengamalkannya. Walaupun demikian hanya dengan membacanya saja dg tulus, ikhlas dan kontinyu pun akan mendekatkan manusia dg Tuhan (Allah).

      Hapus
  13. Nama : Fizar Nugroho
    Nim : 2021 111 119
    Pertanyaan saya : Menurut anda hikmah dari membaca Al-Qur'an itu apa tolong jelaskan dan berilah contohnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, hikmahnya adalah dengan membaca Al Qur’an hati kita akan terasa tenang dan tentram. Kita akan merasa dekat dg Allah sehingga kecintaan kita akan bertambah kepada-Nya. Contohnya, ketika kita merasa gundah gulana, galau, dan gelisah, maka bacalah Al Qur'an niscaya hati kita akan menjadi tenang, dan tentram. Selamat mencoba.

      Hapus
  14. muh. muslihum umam 2021 111 131
    mbx mau tanya,,
    kan di terjjemah hadis tidak di bolehkan mengambil sumber dari yang selain al Qur'an. padahal kan kita punya sumber lain yaitu hadis dll,,
    terus bagaimana,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begini mas, hadis juga bisa dijadikan sumber selain al-qur’an tetapi juga hadis tsb harus shahih. Hadis merupakan segala perbuatan, perkataan dan ketetapan dari Nabi Saw. Dan semuanya tsb pasti kebenarannya. Sedangkan yang selain Al-qur’an (tdk termasuk hadis), artinya semua yg tidak berasal dari petunjuk Allah tidak bisa dijadikan sumber, karena tidak diketahui kebenaran.

      Hapus
    2. terus dalam ilmu ushul fiqih tu kan banyak metode dalam menentukan hukum apakah itu jg tidak boleh,,
      mbax e cuma bilang Al-Qur'an dan Hadis saja yang boleh di jadikan sumber

      Hapus
    3. ilmu ushul fiqh kan juga sumbernya dari al qur'an. seperti dari hadis di atas,"tidak membuat ulama merasa puas" ini artinya para ulama terus menggali al qur'an, sehingga muncul ilmu ushul fiqh juga termasuk metode2 nya.

      Hapus
  15. Restu Noviani
    2021 111 091
    assalamualaikum...
    mb risqa...aku mau tanya,dalm keterangan hadist dijelaskan bahwa siapa yg menghukum denganya maka ia telah berbuat adil.Dan barangsiapa yg mengajak kepadanya maka dia telah dieri petunjuk yg lurus,jelaskan menurut anda .....
    trims...
    wassalamualaikum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salam.....
      jawaban saya, bahwa orang yang menghukumi suatu perkara dg berdasarkan pada al-qur'an artinya tidak dg argumennya sendiri berarti orang tersebut telah berlaku adil . misalnya dlm hal waris, dalam al-qur'an bagian wanita berbeda dg bagian laki2,sedangkan jika dipikir secara logika (menurut kesetaran gender) hal itu tidak adil. dan selanjutnya orang yg mengajak kpd al-qur'an berarti dia petunjuk kepada telah mendapat petunjuk artinya petunjuk pd kbenaran. karena di dalam al-qur'an dijelaskan ttg yg haq dan yg batil.
      kembali kasih.......

      Hapus
  16. Nama:Umu Aisyiatul Maqbulah
    Nim:2021 111 094

    Assalamu'alaikum
    melihat realita sekarang banyak ilmuan atau tokoh yang menemukan berbagai macam teori dan kita sebagai manusia biasa terkadang terlalu fanatikatau bahkan menganggap bahwa pengetahuan tersebut datangnya dari tokoh atau ilmuan tersebut, tanpa berfikir bahwa semua itu sebenarnya datang dari Al-Qur'an... bagaimana pemakalah menanggapi masalah tersebut.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam
      Kefanatikkan ini timbul akibat dari ketidaktahuan kita terhadap isi yg terkandung dalam al-qur’an. Karena kita tidak berminat bahkan tidak mau untuk mengkaji al-qur’an. Padahal jika kita mau untuk mengkaji al-qur’an, bisa saja kita lebih hebat dari ilmuwan2 tersebut yg kebanyakan bukan orang islam dan tidak mempelajari al-qur’an.
      terima kasih

      Hapus
  17. Nama
    Agus Triyono
    Nim
    2021 111 135

    Salam hanggat sahabati.

    Al quran adalah sebagai sumber ilmu pengetahuan or informasi yg BENAR.

    Ada beberapa hal yg ingin sy tanyakan dan mohon berikan jawaban dg Al quran.
    Karena sy kira Al quranlah yg paling benar dan bisa menjawab dengan tepat.

    1.Menghadapi globalisasi yg sangat hebat ini terkadang manusia susah untuk membedakan mana yg benar dan mana yg tdk benar, hali ini juga di pengaruhi oleh media masa yg sy kira sangat konyol, apapun yg media masa(TV) katakan di angap benar padahal hal itu belum tentu benar. Jadi permasalahan di dunia ini semakin kompleks,..Apalagi di tambah dg pihak kapitalis yg merajai negri ini, sunguh sangat memprihatinkan sekali negri ini. Kita selalu di butakan hal-hal yg benar. Dari 1 masalah ini sy mohon carikan solusinua melalui ayat Al quran.

    2.Melihat generasi muda/ mahasiswa yg sering malas-malasan seperti ini itu(termasuk sy) Alquran memberikan solusi seperti apa....

    3.Saya kedatangan tamu malam hari ini, dan sy lagi mengerjakan tugas hadis(lagi bertanya), menurut Al quran sebaiknya sikap sy seperti apa.....

    Berhubung ada tamu sy cukupkan dulu, masih banyak masalah2 yg ada yg harus qt shering kan bersama....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam damai sahabat............
      Memang benar sekali bahwa al-qur’an adalah jawaban yg paling benar, akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan saya terhadap al-qur’an maka saya akan menjawab sebisanya saja, mohon untuk dimaklumi.
      Pertama, agar kita tidak terjebak dlm dunia ini kita harus kembali kpd al-quran, di mana al-quran diturunkan tujuannya adalah supaya manusia tdk tersesat untuk menuju jalan keselamatan atau kebahagiaan, seperti dalam QS. Al Maidah ayat 15-16. Jadi solusinya kembalilah pd al-qur’an, amalkanlah sesuai dg apa yg al-qur’an ajarkan.
      Kedua, bermalas-malasan adalah penyakit rohani yg obatnya adalah melaksanakan hukum al-qur’an, seperti dlm Qs. Yunus ayat 7 yg artinya: “hai manusia sesungguhnya telah datang kpd mu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit2 (yg berada) dlm dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang2 yg beriman”. Adapun kiat2 agar tidak bermalas-malasan, lebih2 dalam mencari ilmu bisa anda lihat pada jawaban dari saudari Puji atas pertanyaan anda.
      Ketiga, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa memuliakan tamu adalah suatu kewajiban
      قال رسول الله ص.م من كا ن يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه
      Untuk itu muliakanlah tamu anda, jika anda merasa beriman. Memang ini bukan ayat dr al-qur’an seperti yg anda inginkan. Tetapi hadis juga merupan sumber pengetahuan yg benar. Sedangkan dalam Al-qur’an surat al-kahf ayat 77 berisi ttg etika menghormati dan melayani tamu.
      Terima kasih...........

      Hapus
  18. hengki nf (2021 111 088)

    asslm'alaikm
    Berhubung tema yang di bahas mengenai al-qur'an sebagi sumber ilmu pengetahuan,..
    saya akan menanyakan tentang:
    apakh ilmu pengetahuan yang ditemukn oleh orang-orang ahli sebelumnya sudah terdapat di alqur'an ???

    mohon penjelasannya,.. terima kasih,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam
      Ya, Memang ternyata banyak penemuan yg sebenarnya di dalam al-qur’an telah di sebutkan baik secara tegas maupun berbentuk isyarat yg menunjuk pd penemuan tsb. Kenyatan dan pengalaman menunjukkan, bahwa setiap kali muncul perkembangan dan penemuan baru- yg dahulu dianggap mustahil-dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, namun oleh al-qur’an tidak pernah dipandang sebagai suatu yg mustahil.
      terimakasih.

      Hapus
  19. ASEP ROKHMATUL YAHYA
    2021 111 120
    Assalam ....
    pertanyaan:
    mengapa alQur'an dapat dikatakan sebagai sumber ilmu pengetahuan? membaca alQur'an bagaimanakah yang bisa mendatangkan sumber ilmu pengetahuan?
    wassalam,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam..........
      Jelas bahwa al-qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan, karena al-qur’an didalamnya memuat berbagai ilmu pengetahuan. Para ulama menyimpulkan bahwa isi kandungan al-qur’an memuat pokok2 yg meliputi akidah, ibadah, muamalat, akhlak, hukum, sejarah serta dasar2 sains. Misalnya ttg ilmu kedokteran ada pada QS. Al-Mukminun ayat 12-13, QS. Asy syura ayat 80.
      Kemudian untuk mengetahui isi al-qur’an, tentunya kita harus mengetahui arti dan tafsirnya, tidak hanya sekedar membaca ayat2nya saja. Akan tetapi jangan asal menafsirkan sendiri, lebih baik kita belajar kepada orang2 yg lebih mengetahui dan kompeten di bidangnya.
      Terimakasih..

      Hapus
  20. Nama Mus'aliyah
    Nim 2021 111 087

    Medt pagi upin ipin Risqo,, ,, ,, ,, ,,
    Banyak orang sekarang pandai dalam memahami dan membaca al qur'an baik itu seorang biasa,guru agama,kyai, bahkan seseorang yang notabennya sebagai pak haji/bu haji. Tetapi merekamemilkki akhlaq yang jauh dari kata seseorang yang bisa mengamalkan isi kandungan al qur'an.
    menurut anda bagaimana menanggapi tentang masalah seeperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sore kak Ros,,,,,,,,,hehe
      Menurut saya, mereka hanya sekedar mengetahuinya saja tetapi apa yg diketahuinya tidak melekat dalam hatinya. Nah, orang2 ini sama halnya dg orang yg mempunyai IQ yg tinggi akan tetapi kurang dalam EQnya. Padahal kedua kecerdasan ini seharusnya seimbang, selain itu juga dilengkapi dg SQ.

      Hapus
  21. Silfina Hayati
    2021111268
    C

    Assalamu’alaikum
    Ibu guru Risqa Murnia, saya mau bertanya^_^
    Bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan pertama dan utama untuk kita yang sebagian besar belum menghafal bahkan belum memahami seluruh isi yang ada dalam Al Quran?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikumsalam....
      Seperti pada jawaban sebelumnya, kita perlu mengkajinya, mengetahui maksud/maknanya dan mengamalkannya. Sebelum itu semua tentunya kita harus mau membacanya. Kalau tidak bisa memahaminya sendiri, kita bisa memperoleh pemahaman dari orang yg lebih dahulu mengetahuinya. jadi tidak harus menghafalnya. terima kasih

      Hapus
  22. assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh!

    nama: Irva Silvia (2021 111 101)

    Risqa, al-quran sebagai sumber ilmu pengetahuan ini apakah Al-quran berarti mempunyai nama lain yaitu al-'ilmu, sama halnya ASifa' yang berarti obat dan al-huda yang berarti peringatan? terus yang pengen saya kompromikan, menurutmu pencetus nama-nama al-quran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam,
      ya, Al-qur'an juga mempunyai nama lain yaitu al-ilmu seperti dlm firman Allah:
      من بعد ما جاءهم العلم. trus menurutku pencetusnya adalah Allah 'azza wa jalla.

      Hapus
  23. maaf, tadi salah ketik. maksud saya al huda yang berarti petunjuk. maaf ya!

    BalasHapus