Laman

Rabu, 13 Maret 2013

e5-2 m. mertojoyo: Sunnah Sumber Ilmu

MAKALAH Hadits 25
Sunnah Sumber Ilmu Pengetahuan
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah             : Hadits Tarbawi II
Dosen pengampu            : Ghufron Dimyati, M.S.I


Disusun oleh :
Muh.Mertojoyo
2021111155
Kelas :E





JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)  
PEKALONGAN
2013





BAB I
PENDAHULUAN

           Kita umat islam, harus mempercayai dua sumber.yaitu alquran dan alhadist.   Hadis sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat ditangkap oleh panca idera atau hal-hal rasional dan hannya yang dapat dipahami oleh akal saja, mereka tidak mempercayai sumber apaun selain kedua sumbertersebut.                  
           Kita menganggap panca idera dan akal sebagai instrumen penting ilmu pengetahuan bahkan sebagai kenikmatan karunia yang besar yang dianugerahkan oleh Allah SWT, kepada manusia agar dapat memahami dirinya dan alam sekitarnya.

















BAB 11

PEMBAHASAN

Materi Hadits

عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ السُّلَمِيِّ قَالَ نَزَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ وَمَعَهُ مَنْ مَعَهُ مِن أَصْحَابِهِ وَكَانَ صَاحِبُ خَيْبَرَ رَجُلًا مَارِدًا مُنْكَرًا فَأَقْبَلَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَلَكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا حُمُرَنَا وَتَأْكُلُوا ثَمَرَنَا وَتَضْرِبُوا نِسَاءَنَا فَغَضِبَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا ابْنَ عَوْفٍ ارْكَبْ فَرَسَكَ ثُمَّ نَادِ أَلَا إِنَّ الْجَنَّةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِمُؤْمِنٍ وَأَنْ اجْتَمِعُوا لِلصَّلَاةِ قَالَ فَاجْتَمَعُوا ثُمَّ صَلَّى بِهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ فَقَالَ أَيَحْسَبُ أَحَدُكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ قَدْ يَظُنُّ أَنَّ اللَّهَ لَمْ يُحَرِّمْ شَيْئًا إِلَّا مَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ أَلَا وَإِنِّي وَاللَّهِ قَدْ وَعَظْتُ وَأَمَرْتُ وَنَهَيْتُ عَنْ أَشْيَاءَ إِنَّهَا لَمِثْلُ الْقُرْآنِ أَوْ أَكْثَرُ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُحِلَّ لَكُمْ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتَ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا بِإِذْنٍ وَلَا ضَرْبَ نِسَائِهِمْ وَلَا أَكْلَ ثِمَارِهِمْ إِذَا أَعْطَوْكُمْ الَّذِي عَلَيْهِم

Terjemahan

            Dari Irbadh bin Sariyah As Sulaimi-ra-. Berkata : “ kami pergi ke khaibar. Beliau disertai sahabat yang menyertainya. Tokoh khaibar adalah seorang lelaki yang durhaka yang cerdik, dia datang menghadap nabi SAW, berkata :” Wahai Muhammad, apakah kalian hendak menyembelih keledai-keledai kami, memakan buah-buahan kami dan memukuli kaum wanita kami?. Mendengar itu Nabi SAW bersabda dan marah :”Wahai Ibnu ‘Auf, naikilah kudamu dan berserulah : Sesungguhnya surga tidak halal kecuali untuk orang mukmin. Dan hendaklah kamu berumpul untuk shalat!” kata Irbadh :”Maka mereka berkumpul, kemudian Nabi SAW mengerjakan sholat bersama mereka, lalu berdiri. Kemudian Nabi SAW bersabda : “ Apakah seseorang diantara kamu mengira seraya duduk-duduk diatas singgasananya, bahwa Allah tidak pernah mengharamkan sesuatu kecuali terdapat didalam Al-Qur’an ini ? Ketahuilah, demi Allah, sesungghnya aku telah memerintahkan dan memberi peringatan, dan aku melarang beberapa perkara ! sesungguhnya hal itu adalah seperti Al-Qur’an, atau lebih banyak. Dan sesungguhnya Allah SWT, belum pernah menghalalkan kamu memasuki rumah-rumah ahlul kitab, kecuali meminta izin mereka. Tidak pula memukul wanita-wanita mereka, dan tidak pula memakan buah-buahan mereka, apabila mereka telah memberi kewajiban mereka kepada kamu (berupa upeti/jizyah)[1]

C.    MUFRADAT (KATA-KATA PENTING)
Orang yang durhaka lagi melampaui batas                  : مَارِدًا
Keledai-keledai milik kami                                          : حُمُرَنَا
Diatas pelaminannya (singgasananya) yang                 : أَرِيْكَتِهِ
Dihiasi dengan berbagai macam perhiasan
           BIOGRAFI PERAWI HADITS
Abu Tujaih al-Irbadh lain sariyah adalah sahabat dari kalangan ahli shuffah. Beliau adalah sahabat yang sering menangis yang menginginkan untuk berjihad dan berparang bersama Rasulullah dalam prang Tabuk, perang yang sangat sulit. Rasulullah tidak memiliki perbekalan untuk memberangkatkannya, maka mereka keluar sambil menangis. Al-Irbadh generasi terdahulu dari orang yang masuk Islam. Dia berkata bahwa dia orang ke empat yang masuk Islam. Beliau pernah singgah di Syam lalu tinggal di Himsh dan meninggal di sana pada tahun 75 H dalam usia 70 tahun.[2]
E.     KETERANGAN HADITS (SEJARAH HADITS)
      Maaridan munkaran, orang yang sombom lagi melampau batas.       
Humuranaa, keledai-keledai milik kami. Hal ini terjadi sebelum ada larangan yang  mengharamkan  daging keledai, dan pada saat itu kaum muslimin sedang tertimpa kelaparan. Ariikatihi, di atas pelaminannya (singgahsananya) yang dihiasi berbagai macam perhiasan.yang dijadikan dalil dalam pembahasan ini ialah bah wa orang-orang ahli kitab itu apabila mereka menunaikan kewajiban yang terpikulkan pada pundak mereka, maka bagi mereka hak yang sama dengan kita, dan mereka pun mempunyai kewajiban yang sama dengan kita.[3]
F.     ASPEK TARBAWI
1.Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan orang-orang yang berlebihan.
2.Makanlah makanan yang halal meskipun dirimu sedang ditimpa kelaparan.
3.Apabila kita akan memasuki rumah orang lain hendaknya kita minta izin dan mengucapkan salam terlebih dahulu kapada pemilik rumah.
4.Dan ingatlah jika kamu tidak menemukan seorangpun didalam rumah mereka maka janganlah kamu memasuki rumah itu sebelum mendapat izinnya, dan apabila tidak ada jawaban dari pemilik rumah tersbut maka hendaknya kita pulanglah saja itu lebih baik untukmu .






BAB III
PENUTUP
        Sunnah adalah sumber hukum islam yang kedua. Sunnah mempunyai hubungan yang sangat kuat dan erat sekali dengan Al-qur'an.                         
Allah tidak menyukai orang yang sombong dan berlrbihan.makanlah makanan yang halal meskipun kamu .Apabila kita akan memasuki rumah orang lain hendaknya kita minta izin dan mengucapkan salam terlebih dahulu kapada pemilik rumah..Dan ingatlah jika kamu tidak menemukan seorangpun didalam rumah mereka maka janganlah kamu memasuki rumah itu sebelum mendapat izinnya, dan apabila tidak ada jawaban dari pemilik rumah tersbut maka hendaknya kita pulanglah saja itu lebih baik untukmu .
Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita bertoleransi kepada umat yang lain sebagaimana dicontohkan Rasulullah. Kita juga seharusnya mempelajari dan menggali apa yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai dasar amal ibadah dan perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an dan hadits harus menjadi sarana (pembelajaran) utama bagi kita sebagai bekal kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak.














DAFTAR PUSTAKA
v  Arifin, H. Bey. 1992. Tarjamah Sunan Abu Dawud. Semarang: CV. Asy- syifa.
v  Al-Bughra, Musthafa Dreb dan Syaikh Muhyiddin Mistu. 2008. Al-Wafi Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar
v  Nashif, Mansur Ali.1996.Mahkota Pokok-pokok Hadits Rasulullah saw, jilid 5.Bandung


[1] H. Bey Arifin, Tarjamah Sunan Abu Dawud, ( Semarang: CV. Asy- syifa, 1992 ), hal. 673-675

[2] Al-Wafi Syarah Hadits Arba’in Imam An-Nawawi, Dr. Musthafa dreb Al-Bugha Syaikh Muhyiddin Mistu, 2008, Jakarta : Pustaka Al-Kautsar

[3] Mansyur Ali Mashif, Mahkota Pokok-pokok Hadits Rasulullah Saw, 1996), Jilid 5, hlm. 714

58 komentar:

  1. Firda Amalia 2021 111 138

    assalamu'alaikum....
    sunnah bisa dikatakan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang kedua.Tentang sunnah itu ada beberapa macam salah satunya al-hadits,dalam hadits sering kali ada hadits yang bukan mutawatir atau hasan dan ahad bahkan ada yang bisa dikatakn hadits maudhu'.
    bagaimana pandapat anda mengenai penggunaan hadits maudhu' dalam proses pendidikan ?
    di bolehkan atau tidak? mengapa demikian?
    terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam
      hadist maudhu adalah hadis yang di ada-adakan dan dibuat-buat.
      hadits maudhu merupakan hadits dhaif yang paling jelek dan paling membahayakan bagi agama islam dan pemeluknya.
      jadi menurut saya tidah usah dijadikan dalam proses pendidikan, karena akan menyesatkan orang yang mempelajarinya, karena masih banyak hadist yang shohih.
      para ulama sepakat bahwa tidak halal meriwayatkan hadits maudhu.
      hal ini sesuai dengan sabda rosul:
      من حد ث عنىى بحد يث يري انه كذ ب فهواحداكاذبينَ
      "barang siapa meriwayatkan sesuatu hadits dariku yang ia ketahui bahwa hadits itu dusta, maka ia adalah salah seorang pendusta.

      Hapus
  2. panji hardiko 2021 111 352
    apa perbedaan antara sunnah dan hadits? mengapa demikian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sunnah menurut ahli hadits adalah segala sesuatu yang diambil dari Rasulullah SAW baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, sifat fisik, akhlak atau perjalanan hidup baik sebelum menjadi Rosul seperti Tahanuts (beribadah dalam waktu beberapa malam) dalam gua hiro atau sesudah menjadi Rosul.
      Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan ataupun sifat Rosul.
      jadi dapat dipahami bahwa:
      -menurut ahlihadits, hadits tidak sama dengan sunah, karena yang dimaksud ialah riwayat-riwayat yang berasal dari rosulullah SAW setelah menjadi rosul.
      -jadi dari segi kandungan makna, sunah menganduk makna yang lebih luas daripada hadits.

      Hapus
  3. inayah 2021 111 165
    bisakah anda memberikan contoh- contoh penerapan as- sunah dalam memahami al- qur'an dalam suatu permasalahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. CONTOH-CONTOH PENERAPAN AS-SUNNAH DALAM MEMAHAMI AL-QURAN
      Pertama: firman Alloh -ta’ala- dalam ayat tayammum merupakan contoh yang tepat guna menunjukkan fungsi As-Sunnah di samping Al-Quran:
      فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ
      “…kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik lagi suci; usaplah muka dan tangan kalian.” (QS. An-Nisa’: 43)
      Maka As-Sunnah menjelaskan tentang tangan yang diusap dalam ayat, bahwasanya yang dimaksud hanyalah dua telapak tangan. Hal ini berdasarkan sabda beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam-:
      التيمم ضربة للوجه والكفين
      “Tayammum itu dengan sekali tepukan (ke tanah) untuk wajah dan dua telapak tangan.” (HR. Bukhori dan Muslim dari hadits ‘Ammar bin Yasir –rodhiyallohu ‘anhuma-)
      Jikalau tidak datang penjelasan dari As-Sunnah, niscaya kita akan beranggapan bahwa yang diusap adalah seluruh bagian tangan semata-mata berdasarkan ayat tersebut.
      Contoh lain yang menunjukkan bahwa tidaklah mungkin memahami maksud Al-Quran kalamulloh dengan benar, kecuali dengan jalan As-Sunnah adalah sebagai berikut:
      Kedua: firman Alloh –ta’ala-:
      الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُون
      “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kedzoliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)
      Para sahabat dahulu memahami makna kedzoliman pada ayat ini secara umum, mencakup segala bentuk kedzoliman meskipun sekecil apapun. Oleh karena itu, mereka mempermasalahkan ayat tersebut dan mengatakan: “Wahai Rosululloh, siapa di antara kami yang tidak mencampur keimanannya dengan kadzoliman?!” Maka beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
      ليس بذلك إنما هو الشرك ألا تسمعوا إلى قول لقمان: إن الشرك لظلم عظيم؟
      “Bukan itu maksudnya. Yang dimaksud (dalam ayat ini) hanyalah kesyirikan. Bukankah kalian telah mendengar perkataan Luqman (QS. Luqman: 13): “Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kedzoliman yang besar.” (HR. Bukhori dan Muslim)
      Pada contoh ini dapat kita lihat, bahwa para sahabat -rodhiyallohu ‘anhum- yang keadaan mereka itu sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud -rodhiyallohu ‘anhu-: “Mereka adalah seutama-utama umat ini, baik dalam kebaikan hati, kedalaman ilmu dan paling tidak memberatkan diri,” telah salah memahami ayat tersebut. Kalaulah Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- tidak memperbaiki kesalahan dan membimbing mereka kepada makna kedzoliman yang benar yaitu kesyirikan, niscaya kita juga akan mengikuti kesalahan mereka. Akan tetapi Alloh –tabaroka wa ta’ala- telah menghindarkan kita dari kesalahan tersebut dengan bimbingan dan sunnah Rosul-Nya -shollallohu ‘alaihi wa sallam-.

      Hapus
  4. yulia rizqi mar'ati
    2021 111 299

    assalamualaikum wr.wb..
    sunnah termasuk dalam sumber hukum islam yang kedua, yang saya tanyakan, fungsi dari sunnah sebagai ilmu pengetahuan sendiri itu seperti apa?? mohon penjelasannya ..
    terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fungsi Al Sunnah :
      1.Menetapkan hukum yang terdapat dalam Al Quran. Contohnya kewajiban beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta kewajiban melaksanakan ibadah seperti Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.
      2.Menerangkan atau menjelaskan (bayan) dalil-dalil yang terdapat dalam Al Quran.
      3.Menetapkan suatu hukum yang tidak terdapat dalam Al Quran. Contohnya larangan untuk memakan daging binatang buas bertaring.

      Hapus
  5. Assalamu,alaikum mas joyo....
    saya mau tanya apabila kita tidak mengikuti sunah-sunah rasul, itu bagaimana...
    soalnya banyak disekitar kita yang melakukan hal tersebut, dan mereka sering mempunyai argumen yang kuat, kenapa tidak melakukan hal itu. bagaimana tanggapan mas joyo...

    Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam dek bibah

      Ya itu terserah orangnya sendiri dong dek, karena sunah itu adalah suatu amalan apabila dikerjakan, pelakunya mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan, pelaku yang meninggalkannya tidak berdosa.

      Hapus
    2. maksud saya... terkadang banyak orang yang tidak melakukan hal itu, bahkan dikatakan ingkar sunnah..
      bagaimana menurut pendapat mas joyo...

      Terimakasih

      Hapus
    3. menurud saya
      -penolakan mereka terhadap assunnah lebih menunjukkan sikap skeptis dan appreori, yang tidak didukung serta didasarkan pada studi ilmiah obyektif tentang erkembangan disiplin ilmu hadits.
      -basis dan kapasitas keilmuan mereka yang belum mempuni dan mendalam thdp studi yang berksitsn dengsn hadits seperti bhs arab, histori islam,dll
      -para pengingkar sunnah tidak memahami realitas hukum islam, yang memandang sunnah sbg sumber yang imperatif guna memproleh formulasi yang utuh dan komprehensif dalam menginstinbatkan hukum terutama thdp persoalan yang scr tekstual tidak termaktub dalam alqurran.

      Hapus
  6. tria novianti 2021 111 164
    Menurut pemakalah sendiri, apa si kelebihan dan manfaat adanya sunnah sebagai ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat muslim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahai Tria noviyanti yang ku cintai,
      1.manfaat dari mengikuti sunnah itu banyak. Diantaranya:
      Pertama, menggapai mahabbatullah (kecintaan Allah)
      Mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dengan melakukan berbagai hal yang dianjurkan menjadi sebab digapainya cinta Allah. Ibnul Qayyim berkata dalam Madarijus Salikin:

      ولا يحبك الله إلا إذا اتبعت حبيبه ظاهرًا وباطنًا، وصدقته خبرًا، وأطعته أمرًا، وأجبته دعوة، وآثرته طوعًا، وفنيت عن حكم غيره بحكمه، وعن مَحبة غيره من الخلق بمحبته، وعن طاعة غيره بطاعته، وإن لم يكن ذلك فلا تَتَعَنَّ، وارجع من حيث شئت، فالتمس نورًا فلست على شيء

      “Allah tidak akan mencintaimu kecuali engkau mengikuti Habibullah (Rasulullah) secara lahir dan batin, membenarkan sabdanya, mentaati perintahnya, menjawab dakwahnya, mengikuti jalan hidupnya, mendahulukan hukum beliau dibandingkan dengan hukum lain, mendahulukan cinta kepada beliau diatas cinta kepada yang lain, mendahulukan ketaatan kepada beliau dibandingkan kepada orang lain. Kalau engkau tidak demikian, maka tidak ada gunanya. Coba saja lakukan apa yang dapat menggapai cinta Allah menurut caramu sendiri. Engkau mencari cahaya namun tidak akan mendapatkannya”.
      Kedua, dikabulkannya doa-doa yang menunjukkan kecintaan kepada Allah
      Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dengan melakukan berbagai hal yang dianjurkan, ia mendapat kecintaan Allah. Dan jika kecintaan Allah telah diraih, doa pun dikabulkan. Hal ini ditunjukkan oleh hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaih Wasallam bersabda:

      إن الله قال: من عادى لي وليًّا، فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، وما يزال عبدي يتقرَّب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، وإنْ سألني لأعطينه، ولئن استعاذ بي لأعيذنه، وما ترددت عن شيء أنا فاعله ترددي عن نفس المؤمن يكره الموت، وأنا أكره مساءته

      “Sesungguhnya Allah berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada yang lebih aku sukai dari seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku, kecuali ia melakukan hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan sesungguhnya hamba-Ku dengan sebab senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah, Aku pun mencintainya. Maka bila aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya, yang ia mendengar dengannya. Aku menjadi penglihatannya, yang ia melihat dengannya. Aku menjadi tangannya yang ia memukul dengannya. Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Bila meminta perlindungan kepada-Ku maka aku akan melindunginya. Bila ia menolak sesuatu yang dibenci oleh dirinya, Akulah yang melakukannya. Dan seorang mukmin itu benci kematian yang jelek, maka Akulah yang menghindarkannya” (HR. Bukhari)
      2.Kelebihannya
      Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
      “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun
      Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)
      Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)

      Hapus
    2. ehem".............
      da yg cinLok ne,,

      Hapus
  7. feri febianto 2021111318

    menurut pemakalah, pelajaran apa saja yang dapat kita ambil dari sunah? kemudian apakah ada kelemahannya?
    terima kasih,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Dengan sunnah kita dapat mengetahui informasi tentang beberapa hakikat
      2.Sunnah meliputi ilmu pengetahuan religius, humaniora, dan sosial yang dapat dijadikan sumber kedua
      3.Dalam mendidik, jadikanlah sunnah sebagai dasar kedua setelah Al-qur'an
      4.Kita bisa menggunakan sunnah sebagai sumber bagi dakwah dan bimbingan seorang muslim
      kelemehan hadits adalah:
      1. terputusnya sanad
      2. ketercelaan sanadnya. dll

      Hapus
  8. ULUL ILMA WS
    2021 111 127

    Assalamu'alaikum
    tolong jelaskan kehujjahan sunnah sebagai sumber ilmu??
    dan apa fungsi serta kedudukan sunnah terhadap al-qur'an??
    terimakasih,,
    wassalamu'alaikum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kehujjahan Al-Sunnah Dari al-Qur’ân

      Dalam menggunakan al-sunnah sebagai sumber hukum utama setelah al-Qur’ân didukung oleh banyaknya ayat-ayat al-Qur’ân yang menyuruh kita taat kepada Rasulullah SAW. Berikut beberapa ayat yang berisi tentang kehujjahan al-sunnah:

      Pertama:

      Artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata”.Maksud ayat ini adalah kita hendaknya selalu mengikuti pada perintah Allah dan rasul-Nya, dan mengikuti al-sunnah Rasulullah SAW sebagai sebuah kewajiban, karena beliaulah yang diberi wahyu al-Qur’ân, hikmah dan kerasulullahan dan kita tidak diperbolehkan untuk menentang dan mengingkari keberadaan al-sunnah (yang mutawâtir dan ahâd).

      Artinya: ”Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

      Artinya: ”Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi”.

      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.
      fungsinya
      1. sbgai pengokoh thdp ayat-ayat alquran
      2. sbg penjelas thdp maksud ayat-ayat alquran
      3. menetapkan hukum yg tidak disebutkan dalam alquran.
      kedudukanya
      sunnah merupakan sumber kedua setelah alqurqn. karena sunnah merupakan penjelas dari alquran, maka yg dijelaskan berkedudukan lebih tinggi dari pada yg menjelaskan. sesuai dg firman Allah:
      وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
      Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.

      Hapus
  9. Assalamu'alaikum ...

    Ni'matul Chikmah 2021111296.
    Apakah baik ketika seseorang melandaskan ilmunya hanya pada Al-Qur'an dan Sunnah tanpa berlandaskan dasar-dasar yang lain ? Jelaskan beserta Alasannya !!

    Terima Kasih ...
    Wassalam ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum sAlam

      menurut saya sudah baik, karena didalam alqur'an dan assunah itu sudah mencakup semua ilmu.

      Hapus
  10. Rizka Nuzula 2021111301
    assalamualaikum..

    bagaimana tanggapan anda, apakah dengan adanya sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan maka sumber ilmu pengetahuan akan lebih lengkap? kemudian adakah sunnah yanng bertentangan dengan al-qur'an? sehingga membuat sumber ilmu itu sendiri masih diragukan?
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumm salam

      ya, sudah lengkap, karena selain alqur'an kita bisa mengambil sumber ilmu pengetahuan.
      tidak ada yang bertentangan, karena sunnah adalah sangat berkaitan dengan alqur'an dan sunnah sendiri merupakan sumber yang kedua setelah alQur'an.

      Hapus
  11. Dewi Lisetyawati
    2021 111 139

    sekarang ini banyak tersebar hadits palsu. sedangkan hadits sendiri termasuk dalam as-sunnah.dan as-sunnah digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan. bagaimana pendapat pemakalah mengenai hal tersebut agar kita tidak ikut terjebak menyebarkan hadits palsu tersebut???

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita bisa mengetahui dengan sanad, matan dan perowinya, apakah hadits itu shohih ataukah palsu, karena dengan cara mengetahui hadits itu shohih ataupun palsu dengan cara melihat matan, sanad dan perowinya, kita bisa mengetahuinya.

      Hapus
  12. dessy nur laily
    2021 111 140

    Assalamu 'alaikum...
    ada kelompok yang orang-orangnya ingkar terhadap sunnah, nah, bagaimana mereka menanggapi as sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan,,,,
    bagaimana menurut pemakalah, mohon penjelasannya....
    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam
      kelompok orang yang ingkar sunnah.
      ada 3 kelompok penginkar sunnah yang kehujjahan sunnah dan menolak sunnah sebagai sumber hukum islam baik mutawatir atau ahad.golongan ini muncul pada zaman imam as-syafii yaitu;
      1.golongan yang menolak assunnah secara keseluruhan. alasan yg di gunakan golongan ini adalah
      -jika seorang mengenal uslub bahasa arab maka ia akan mampu memahami alquran tanpa memerlukan penjelasan assunnah maupun lainnya.
      -bahwa alquran sendiri telah mencakup segala hal yang dibutuhkan manusia mengenai segala aspek kehidupannya. golongan yang menolak sunnah yang dimaksud oleh imam syafii diatas adalah golongan muktazilah.
      2. golongan yang menolak assunah kecuali yang memili kesamaan dengan petunjuk alquran. alasan yang digunakan golongan ini adalah;
      -mereka menolak hadits kecuali yang sama (laafadz atau maknanya dengan ayat alquran).
      -mereka yang tidak menerima assunnah, kecuali jika ada sasaran hukumnya dalam alquran, karena alquran itu sebagai sumber hukum yang pertama yang bersifat universal bagi syariat islam.
      3. golongan assunnah yang berstatus ahad.
      alasan yang digunakan golongan ini adalah;
      -hadits ahad tingkatannya hanya sampai dzanni.
      -ada kemungkinan perawi hadits ahad tersebut lupa atau berbuat salah.
      -sejarah telah membuktikan tidak sedikit orang-orang atau golongan tertentu membuat hadits palsu.
      assyafii mengatakan bahwa golongan yang menolak hadits ahad ialah golongan qodariyah, rafidhah dan maadzhab dzari.
      menurut saya kita bisa lihat dalam pelajaran uluml hadits, dulu dibahas tentang argumen inkarussunah sunnAH belum sikap menunjukkan statemand yang mendasar.
      -penolakan mereka terhadap assunnah lebih menunjukkan sikap skeptis dan appreori, yang tidak didukung serta didasarkan pada studi ilmiah obyektif tentang erkembangan disiplin ilmu hadits.
      -basis dan kapasitas keilmuan mereka yang belum mempuni dan mendalam thdp studi yang berksitsn dengsn hadits seperti bhs arab, histori islam,dll
      -para pengingkar sunnah tidak memahami realitas hukum islam, yang memandang sunnah sbg sumber yang imperatif guna memproleh formulasi yang utuh dan komprehensif dalam menginstinbatkan hukum terutama thdp persoalan yang scr tekstual tidak termaktub dalam alqurran.

      Hapus
  13. hadits kan jaman rasulullah, apakah jaman sekarang masih berlaku ilmu yang ada dalam hadits

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih dong mas, tanpa hadits kita tidak bisa mengetahui ilmu yang diajarkan oleh Rosulullah.

      Hapus
  14. Nur Fitriyani 2021 111 143
    mengapa sunah itu dijadikan sumber ilmu pengetahuan? dan pada era globalisasi ini orang2 jarang menerapkan sunah sebagai sumber ilmu bagaimana menurut pemakalah menyikapi hal ini?? mohon penjelasannya terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut anda selain sunnah apakah ada yang dijadikan sumber ilmu pengetahuan? karena sunnah adalah sumber kedua dari alqur'an. dan sangat erat kaitannya.

      Hapus
  15. Nur Hayati Isnia
    2021 111 079
    “Dan sesungguhnya Allah SWT, belum pernah menghalalkan kamu memasuki rumah-rumah ahlul kitab, kecuali meminta izin mereka”, seumpama kita memasuki salah satu rumah ahlul kitab namun ia tidak seagama dengan kita, tindakan yang lebih baik kita lakukan apa? Masihkah kita tetap mengucapkan Assalamu’alaikum Wr.Wb ataukah lebih baik dengan cara yang lain? Mohon diberi saran, dan bagaimana pandangan dari segi as-sunnah sebagai sumber pengetahuan yang kedua dalam menanggapi hal yang semacam ini, mohon penjelasan nya dari pemakalh.
    matursuwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetap meminta izin ahlul kitab tersebut. meskipun tidak seagama kita tetap memakai kesopanan seandainya kita mengetuk pintu dan mereka mengizinkan masuk maka kita memasuki rumah mereka. daan apabila kita mengetuk pintu tiga kali mereka tidak membukakan pintu mereka atau tidak mengizinkan masuk, lebih baik kita pulang saja.
      tidak perlu mengucapkan salam, karena ucapan salam itu diucapkan pada sesama muslim dengan muslim, muslimat dengan muslimat, dan muslim denga muslimat kalau itu semahram (saudara)guru dengan murid asal tidak menyebabkan fitnah.
      1. tindakan kita yang pertama mengetuk pintu mereka kalau mereka membukakannya maka kita masuk meskipun belum mengetuk pintu sampai tiga kali, jikalau kita mengetuk pintu sampai 3 kali, maka mereka tidak membukakan pintu mereka lebih baik kita pulang.
      2. jika mereka mengizinkan masuk, maka kita masuk.
      3. dan ketika pulang, kita tetap izin pada mereka.

      Hapus
  16. assalamu'alaikum....
    siti amalia imani 2021 111 300

    Pada zaman sekarang ini,Hadis ataupun sunah jarang sekali dikaji/diperdalam dalam kehidupan sekarang ini.Karena semakin banyak buku-buku yang berisi tentang pengetahuan yang sangat modern.
    Bagaimana cara kita memanfaatkan sunah /hadis sebagai sumber ilmu pengetahuan?

    wassalam....
    thnx u....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya dengan cara mempelajari hadits tersebut, salah satunya yaitu dengan cara pembelajaran yang khusus untuk hadits, seperti pembelajaran dikampus kita, yaitu hadits tarbawi.

      Hapus
  17. Moh. Nasoikhul Ibad (2021 111 178)

    assalamualaikum mas joy trublues
    Bagaimana jaika kita mempelajari ilmu pengetahuan hanya pada assunah saja? tanpa mempelajari pada alQur'an? jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikum salam
      menurut saya orang belajar itu baik semua,akan tetapi yang lebih baik harus berpedoman yang pertama dulu (alqur'an) baru yang kedua(sunnah).

      Hapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Siti Halimah Sobariyah
    2021 111 304
    Saya ingin bertanya, mohon dijelaskan korelasi tema hadits ini dengan aspek tarbawi anda.
    Terimakasih:)
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamualiakum...

      -Surga itu untuk orang mukmin.
      -Orang itu harus inman dan beribadah.
      -Orang yang menjadi pemimpin pasti akan dimintai tanggung jawab.
      -dan seorang pemimpin harus berpegang teguh pada alquramn dan hadits serta berperilaku bijaksana.
      -Jika kita akn melakukan sesuatu yang menyangkut hak orang lain itu seizin mereka.
      -jangan menuntut hak tapi lakukan kewajiban.

      Hapus
  20. apa dan siapa yang dimaksud dengan "ahli kitab" pd hadits diatas???
    dan bagaimana jika orang hanya memakai Al-Qur'an sj sbg pedoman dan mengabaikan sunnah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, yang dimaksud ahli kitab yakni kaum dari kalangan ahli kitab (Ahli Kitab yakni kaum kafir yang menyembunyikan kabar tentang kenabian Muhammad di dalam Kitab Suci mereka, Taurat dan Injil. Menyembunyikan kenabian Muhammad berarti menyembunyikan datangnya agama Islam. Menurut al-Thabary, inilah yang menyebabkan mereka disebut kafir).
      menurut saya jika seorang cuma hanya memakai sumber dari alquran saja akan kurang dapat memahami kata-kata yang mujmal (global), jadi harus juga mempelajari assunnah supaya bisa lebih memahaminya.

      Hapus
  21. Assalamu'alaikum
    Ika Nur Fitriana 2021 111 168

    Bahwa orang-orang ahli kitab itu apabila mereka menunaikan kewajiban yang terpikulkan pada pundak mereka, maka bagi mereka hak yang sama dengan kita, dan mereka pun mempunyai kewajiban yang sama dengan kita.
    Bisa dijelaskan maksud dari keterangan diatas? maksud dari hak dan kewajibannya itu seperti apa? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wassalamuailkim...
      Hak dan kewajiban ahli kitab sama seperti kita yaitu saling menghormati, kita tidak boleh memerangi mereka selama mereka baik denga kita dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan kita dan negara.

      contoh: mereka berhak mendapatkan perlakuan baik dan kita wajib menghormati mereka. Begitu juga ketika kita mau masuk rumah mereka dengan seizin mereka. Begitu juga ketika mereka mau masuk rumah kita seizin kita.

      Hapus
  22. 2021 111 142

    apabila seseorang yang belum mengerti mengenai hadits palsu, menurut pemakalah bagaimana agar kita tidak terjebak pada hadits palsu tersebut dan bagaimana tanggapan anda mengenai para ingkar sunnah yang tidak percaya dengan adanya sunnah, sedangkan sunnah adalah sumber hukum islam yang kedua?
    mohon penjelasannya...
    terima kasih ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita bisa mengetahui dengan sanad, matan dan perowinya, apakah hadits itu shohih ataukah palsu, karena dengan cara mengetahui hadits itu shohih ataupun palsu dengan cara melihat matan, sanad dan perowinya, kita bisa mengetahuinya.
      menurud saya
      -penolakan mereka terhadap assunnah lebih menunjukkan sikap skeptis dan appreori, yang tidak didukung serta didasarkan pada studi ilmiah obyektif tentang erkembangan disiplin ilmu hadits.
      -basis dan kapasitas keilmuan mereka yang belum mempuni dan mendalam thdp studi yang berksitsn dengsn hadits seperti bhs arab, histori islam,dll
      -para pengingkar sunnah tidak memahami realitas hukum islam, yang memandang sunnah sbg sumber yang imperatif guna memproleh formulasi yang utuh dan komprehensif dalam menginstinbatkan hukum terutama thdp persoalan yang scr tekstual tidak termaktub dalam alqurran.

      Hapus
  23. Nurul Inayatissaniyyah
    2021 111 141

    tolong jelaskan keterkaitan antara hadits di atas dengan tema pada pembahasan makalah anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterkaitan antara isi kandungan hadits dengan judul makalah terletak pada sumber ilmunya yaitu Rasulullah SAW, baik yang berupa perintah, larangan, dan tingkah laku yang dicontohkan beliau kepada umatnya.
      Dan dari keterangan diatas juga memiliki maksud bahwasanya sunnah adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan ayat al-Qur’an.
      وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

      Artinya : Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya. (QS. Al-Hasyr 7).
      مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

      Artinya : Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS. An-Nisa’ 80).

      Hapus
  24. Nanik dwi astutik
    202111062

    asalamualaikum..........
    bagaimana jika kita masuk kerumah orang lain tanpa minta ijin terlebih dahulu karena bisa dibilang akrab atau sudah biasa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaupun bertamu dirumah orang yang sudah akrab kita juga harus mengerti tentang adap atau tata cara bertamu yaitu salah satunya mengetok pintu dan memberi salam terlebih dahulu.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  25. assalamu'alaikum..
    menurut anda apa fungsi dan manfaat sunnah bagi kehidupan masyarakat ?
    trimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. manfaat adannya sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi kehidupan masyarakat adalah bahwa sebagai umat Islam itu tentunya kita bisa mendapatkan informasi dan juga mendapatkan ilmu pengetahuan serta penjelasan tentang sesuatu yang belum kita ketahui.dan sunnah sendiri memiliki fungsi sebagai pengukuh terhadap ayat- ayat Al-qur'an, sebagai penjelasan terhadap maksud ayat- ayat Al-qur'an, menetapkan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-qur'an.

      Hapus
  26. sopi yudin
    2021 111 134
    assalmu'alaikum Wr,Wb ?

    bagaimana tanggapan anda terhadap orang-orang yang tidak percaya adanya Sunnah atau hadis yang merupakan sebagai sumber hukum setelah Al-Qur'an ??

    cara-cara apa saja kita melestarikan sunnah yang merupakan sumber humkum yang ke dua ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurud saya
      -penolakan mereka terhadap assunnah lebih menunjukkan sikap skeptis dan appreori, yang tidak didukung serta didasarkan pada studi ilmiah obyektif tentang erkembangan disiplin ilmu hadits.
      -basis dan kapasitas keilmuan mereka yang belum mempuni dan mendalam thdp studi yang berksitsn dengsn hadits seperti bhs arab, histori islam,dll
      -para pengingkar sunnah tidak memahami realitas hukum islam, yang memandang sunnah sbg sumber yang imperatif guna memproleh formulasi yang utuh dan komprehensif dalam menginstinbatkan hukum terutama thdp persoalan yang scr tekstual tidak termaktub dalam alqurran.

      cara melestarikan sunnah:
      Pada masa sekarang ini ulama hadits banyak berkonsentrasi untuk membantah syubhat-syubhat orientalis dan para pengikutnya yang berusaha menanamkan keraguan pada As-Sunnah.

      Selain itu mereka juga terus mengkaji dan meneliti ulang karya-karya ulama terdahulu, melestarikan, memperbaiki dan menyampaikannya dengan gaya bahasa sesuai untuk masa kini.

      Dan di berbagai balahan dunia khususnya negara Islam telah banyak didirikan sekolah dan universitas yang mengkaji As-Sunnah lebih luas.

      Hapus
  27. assalamu'alaikum wr.wb
    nama; ratna wahyuningsih
    nim 2021 111 212
    sya mau bertnya, kan hadis sebagai sumber ilmu pengetahuan. bagaimanakah kita mengetahui hadist yang dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan???
    padahal sekarang ke otentikan hadits sudah bercampur dengan orang-orang yang tidak bertaggung jawab.
    terima kasih
    wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam
      ya dengan melihat matannya apakah membahas ilmu pengetahuan atau tidak.

      Hapus