Laman

Rabu, 13 Maret 2013

e5-1 miftahudin: QUR’AN SUMBER ILMU


Makalah
AL-QUR’AN SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Makalah ini disusun Guna Memenuhi Tugas
       Mata Kuliah                             : Hadist Tarbawi II
     Dosen Pengampu                        : M.Ghufron,M.Ag


Disusun Oleh :
Kelas E
Miftahudin
2021.111.154

TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2013



BAB I
PENDAHULUAN


Alqur’an merupakan kitab yang diturunkan allah swt melalui malaikat jibril, dan diturunkan kepada rosulullah saw. Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan penutup berbagai kitab suci sebelumnya, sehingga isinya berlaku secara umum dan abadi, baik dari segi waktu, tempat, maupun umat yang menerima risalahnya.
 Adapun tanda-tanda keuniversalan al-Qur’an itu antara lain:Keaslian teks,Bahasa Al-Quran tetap dapat dipahami yaitu menggunakan bahasa arab dan Isi kandungan Al-Qur’an.















BAB II
PEMBAHASAN

1.   Hadits
عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَالنّاَسُ يَخُوضُونَ فِيا لآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُالْمُؤمِنِيْنَ ألاَتَرَى أَن النَّاَسَ قَدْخَاضُوافِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَاإِنِّي قَدْسَمِعْتُ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَاإنّهاَسَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَاالمَخْرَجُ مِنْهَايَارَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُماَكَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَابَعْدَكُم وَحُكْمُ مَابَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍقَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَحَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَالِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَاَّدِلَا تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُوَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُوَلاَيَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُوَلاَيَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِالرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَا آِبُهُ هُوَالَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْسَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُواإِنَّاسَمِعْنَاقُرْانَاعَجَبَا يَهْدِي إِلَ الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَوَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَا إِلَيْكَ يَا آَعْوَرُ.}  قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَاحَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِ فُهُ إلاَّ مِنْ هَذَاالوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَلٌ  (رواه الترمذي فى الجامع,كتاب فضائل القران عن رسول الله,باب ما جاء فى فضل القرآن)
  1. Terjemahan Hadits
Di riwayatkan dari Al Harits, Beliau Berkata “ Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar, lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mu’minun tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya ataukah mereka benar-benar meengerjakannya, aku menjawab Ya. Beliau berkata,”ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “ Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali) bertanya : apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah?. Beliau bersabda Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan Kitabullah adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil bukan senda gurau. Barang siapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang  angkuh atau sombong maka Allah akan membinasakannya dan barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan, tidak membuat para ulama merasa puas , tidak usang sebab banyak di ulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya sehingga mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya “. Barang siapa berbicara dengannya (Kitab Allah) maka dia telah berkata jujur. Barang mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barang siapa menghukumi dengannya maka dia telah berbuat adil. Barang siapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadist ini adalah Hadist ghorib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadistnya Hamzah Al Zayyat mata rantai hadistnya tidak diketahui dan dalam hadistnya Al-Hadist terdapat komentar.
  1. Mufrodat
اْلمَسْجِدِ فِى مَرَرْتُ :
  Dulu saya pernah melewati sebuah masjid
خبر ما بعدكم
berita orang-orang sesudahmu 
وحكم مابينكم
 penghukum antara sesamamu
تركه من جبار عصمه
: meninggalkan kitab, Allah akan membinasakannya
ومن ابتغى الهدى
: orang yang mencari petunjuk
فى غيره اضله الله
: dari selain kitab Allah
حبل الله المتين
: Allah akan menyesatkannya
الذكر الحكيم
: hukum yang penuh khikmah
لا تَزِيغُ به الاهواء
: tidak condong pada hawa nafsu
ولاتنقضى عجائبه
: tidak habis-habis keajaibannya
لم تنته
: yang tidak henti-hentinya
الرشد                                                  

jalan yang benar[1]

  1. Biografi Perawi
Syaikh Abdullah bin Muhammad lahir di Riyadh pada bulan Romadhon 1329 H (1908 M). Syaikh Abdullah bin Muhammad menghapal Al-Qur’an ketika masih kecil dan dilakukan sambil menuntut ilmu agama dengan penuh kesabaran. Beliau belajar kepada ulama yang ada di Riyadh dan ulama lain yang berkunjung ke Riyadh. Beliau mampu menguasai beberapa jenis pelajaran dengan baik dan kecermelangan otak Syaikh Abdullah diakui guru-gurunya.
Diantara ulama yang pernah ditimba ilmunya oleh Syaikh Abdullah bin Muhammad rahimahullah adalah: Syaikh Hamad bin Faris rahimahullah (darinya beliau belajar Bahasa Arab dan Hadits), Syaikh Sa’ad bin Hamad bin ‘Athiq rahimahullah (dari beliau ia belajar Aqidah dan cabang-cabang keimanan), Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh rahimahullah (darinya beliau belajar prinsip-prinsip agama, hadits dan tafsir), Syaikh Muhammad bin Abdul Lathif alu Syaikh rahimahullah, dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh rahimahullah.
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh kemudian menunjuk Syaikh Abdullah untuk menjadi pengajar di pendidikan dasar dan sebagai asistennya. Maka dimanapun Syaikh berada Syaikh Abdullah senantiasa menyertai.
Tahun 1357 H (1922 M) Raja Abdul Aziz mengangkat Syaikh Abdullah menjadi Qadhi untuk wilayah Sudayr. Tahun 1363 H (1928 M) beliau ditunjuk menjadi Qadhi untuk wilayah Buraydah dan sekitarnya. Tahun 1377 H (1942 M) beliau minta ijin berhenti menjadi Qadhi karena ingin berkonsentrasi dalam ibadah dan mengajar.
Raja Faishal kemudian mengangkat Syaikh Abdullah untuk menjadi pengarah aktivitas keagamaan Masjidil Haram, mengajar dan juga memberi fatwa disana. Sunguh Allah Ta’ala telah menjadikan umat ini memetik banyak manfaat dari keilmuan Syaikh Abdullah bin Muhammad rahimahullah.
Tahun 1395 H (1974 M) Raja Khalid rahimahullah memilih Syaikh Abdullah menjadi Kepala Komite Qadhi Senior, menjadikan beliau sebagai anggota Lembaga Ulama Senior, Kepala Komite Yurisprudensi (berkaitan dengan hukum-hukum Islam), dan menjadi anggota Komite Pendanaan Ar-Rabithah Al-Alam Al-Islami.
Syaikh Abdullah rahimahullah wafat pada hari Rabu, 20 Dzul Qa’dah 1402 H (1981 ). Jenazah beliau dishalatkan di Masjidil Haram dengan dihadiri banyak kaum muslimin. Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau.[2]
  1. ASPEK TARBAWI
1.      Janganlah berbicara panjang lebar yang dapat mengakibatkan fitnah
2.      Hendaklah selalu berpegang teguh pada alqur’an
3.       Di dalam al-quran terdapat kisah umat terdahulu yang dapat diambil hal yang positif
4.      Alqur’an merupakan kitab Allah yang enak dibaca
5.      Barang siapa mencari petunjuk dengan jalan yang tidak baik maka Allah akan menyesatkannya.

  1. Keterangan Hadits
 AL-QURAN adalah semulia kitab dan tidak diragukan bahawa Al-Quran itu adalah Kalamullah, ia mengatasi segala kalam. Mushaf yang dituliskan padanya Kalamullah wajib dihormati, dimuliakan dan tidak merendah-rendahkan dan mendedahkannya kepada penghinaan dan pencemarah.
       Al-Quran diturunkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan membawa kebenaran dan petunjuk kepada umat manusia sekaligus mengesahkan benarnya kitab-kitab suci yang telah diturunkan sebelumnya.
Al-Quran demikian menghormati kedudukan ilmu dengan penghormatan yang tidak ditemukan bandingannya dalam kitabkitab suci yang lain. Sebagai bukti, Al-Quran menyifati masa Arab pra-Islam dengan jahiliah (kebodohan). Di dalam Al-Quran terdapat beratus-ratus ayat yang menyebut tentang ilmu dan pengetahuan. Di dalam sebagian besar ayat itu disebutkan kemuliaan dan ketinggian derajat ilmu. Dalam rangka mengingatkan tentang anugerah yang telah diberikan kepada manusia, Allahberfirman:
"Allah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui." (QS 96:5)
"Allah meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman dan mempunyai ilmu." (QS 58:11)
"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS 39:9)
Di samping itu masih banyak ayat lain yang menyatakan tentang kemuliaan ilmu. Dan dalam hadis-hadis Rasulullah dan para Imam Ahlul Bait - yang kedudukannya mengiringi Al-Quran - terdapat dalil-dalil yang tidak terhitung banyaknya tentang anjuran untuk mencari ilmu, arti penting dan kemuliaannya.[3]

BAB III
Penutup
Jadi dapat disimpulkan bahwa alqur’an banyak mengandung ilmu pengetahuan didalamnya baik bisa diambil dari kisah kisah umat terdahulu yang ada didalamnya. Dan disamping kitab alqur’an kitab yang mengandung disiplin ilmu , kitab alqur’an juga merupakan kitab allah yang enak dibaca. Alhamdulilah kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dari semua kekurangan dan kesalahan ,semoga dapat menjadikan kita lebih memahami dan mengerti semua yang allah sampaikan dalam al-quran al karim.













Daftar Pustaka
Zuhri,Mohammad. Tarjamah Sunan At-Tirmidzi jilid 4. ( Semarang : CV. Asy-Syifa. 1992)


[1] Ahmad Zuhri, Sunan At-Tirmidzi, Juz IV(Semarang: CV.Asy-Syifa’, 1992),h. 502-504.

[3] http://kebenaranislam.netgoo.org/t11-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan

60 komentar:

  1. panji hardiko 2021 111 352
    apa yang akan terjadi di dunia ini jika tidak ada al-quran nul karim?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alqur'anul karim merupakan kitab suci agama islam yang didalamnya terdapat bukti adanya allah, dan alqur'an merupakan kalamullah jadi apabila dunia ini tanpa alqur'an maka agama islam tidak punya bukti bukti kebenaran agamanya.

      Hapus
  2. Assalamu,alaikum... mas miftah
    saya mau tanya.. kenapa al-Qur'an itu diturunkan menggunakan bahasa Arab, dan juga maksud kalimat ini " Alqur’an merupakan kitab Allah yang enak dibaca,
    Barang siapa mencari petunjuk dengan jalan yang tidak baik maka Allah akan menyesatkannya"
    maksudnya bagaimana ya..

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam mb
      alquran diturunkan menggunakan bahasa arab karena alqur'an sendiri turun di negeri arab saudi karena dalam menyampaikan agamanya tentunya yang dapat menggunakan bahasa yang dapat dipahami umatnya pada saat itu seperti dalam firman allah surat fussilat ayat 44 "Dan Jikalau kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?” Oleh karena itu, kondisi alamiah yang telah menuntut Al-Quran turun dengan bahasa Arab."

      " Alqur’an merupakan kitab Allah yang enak dibaca, maksudnya alquran merupakan bacaan yang dalam membacanya yang enak karena dalam membaca alquran akan endapat pahala.

      Barang siapa mencari petunjuk dengan jalan yang tidak baik maka Allah akan menyesatkannya maksudnya apabila mencari petunjuk dengan jalan yang tidak benar seperti datang kekuburan atau pohon yang dirasa angker atau daang kedukun maka allah akan menyesatkan orang itu.

      Hapus
    2. ohh jadi seperti itu terimakasih atas jawabannya..
      kalau yang masalah enek dibaca, apabila orang itu tidak bisa membaca al-Qur'an itu bagaimana..? karena jawaban mas miftah dikhususkan kepada yang bisa membaca al-Qur'an juga..

      Terimakasih

      Hapus
    3. sekarangkan zamannya sudah modern jadi kalau bagi yang tidak bisa membaca bisa setel mp3 alquran digital.

      Hapus
    4. wahhhh kok seperti itu sihhh
      kalau jawabannya begitu, kita gak usah susah payah dunk.. baca al-qur,an dirumah..?? khususnya malam jum,at yang selalu baca yasinann tinggal setelin kaset saja

      Hapus
    5. lah itukan soalnya kondisinya terdesak ,. tidak bisa membaca,. sebenarnya orang tersebut ya harus belajar membaca,. tapi untuk sementarakan juga bisa pake alquran digital dahulu atau mp3,.

      Hapus
    6. ohh seperti itu, terimasih mas miftah,,,walaupun sebenarnya belum puas atas jawabannya seperti itu. hehee
      terus saya mau menanyakan kalimat ini "barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya." dalam terjemahan.
      kok bisanya seperti itu.. aneh bin ajaib..
      mohon penjelasannya
      Terimakasih

      Hapus
    7. maf mbak itu salah ketikan yang benar "mencari petunjuk dengan jalan yang tidak baik maka Allah akan menyesatkannya."
      terimakasih mbak nda sungguh kritis sekali...

      Hapus
  3. inayah 2021 111 165
    assalamu'alaikum. wr. wb
    bagaimana cara kita bisa mengetahui & mempelajari bahwa al-qur'an adalah sumber ilmu pengetahuan? & bagaimana cara kita agar mampu memecahkan suatu permasalahan lewat pemahaman isi al-qur'an , agar dapat terpecahkan secara benar menurut syari'at.
    itu saja terimakasih.
    wassalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara mengetahui dan mempelajarinya dengan melihat arti dari ayat alqur'an itu sendiri karena tanpa kita tau arti ayat alquran maka maksudnyapun juga kita pasti tidak tahu.,memecahkan masalah dengan alqur'an yaitu kita cari ayat atau dalil al-quran yang sekiranya ada sangkut pautnya dari permasalahan tersebut

      Hapus
  4. 2021 111 142

    bagaimana cara menjadikan al-qur'an itu sebagai ilmu jika kita belum mampu memahami betul ayat-ayat yang terkndung dalam al-qur'an dan wajibkah kita mengerti, mengaplikasikan dan mengamalkan ilmu-ilmu yang terkandung dlm al-qur'an tersebut?
    mohon penjelasannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada dasarnya alqur'an merupakan sumber ilmu pengetahuan walau tidak bisa memahami ayat ayatnya maka bisa diliat dari terjemahannya, dan kemudian dipahami isinya. jika kita tidak tahu bahkan belum mampu memahami alquran maka hukumnya tidak wajib karena belum tahu tapi kalau sudah tahu bahkan sudah memahami maka hukumnya tidak baik karena وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

      Dan sesungguhnya kalau mereka MENGAMALKAN pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)

      (An-Nisaa: 66)

      Hapus
  5. Nur Fitriyani 2021 111 143
    banyak sekali teori2 yang bertentangan dengan al-quran, seperti darwin maupun filsafat plato tentang alam idea
    bagaimana tanggapan pemakalah tentang hal ini dilihat dari sudut al quran sebagai sumber ilmu yang haq?? mohon jelaskan terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. teory dari darwin maupun teory filsafat plato merupakan bagian dari teory teory yang dibuat oleh manusia maka dari itu ada beberapa kekurangan didalamnya, beda dengan alquran yang isinya kalamullah, alquran isinya sesuai dengan keadaan zaman walau tidak pernah di ubah beda dengan teory2 tersebut. maka dari itu bertentangan antara teory tersbut dengan al-quran jelas adanya karena pembuat teory tersebut adalah manusia beda dengan alquran yang diciptakan oleh allah.

      Hapus
  6. Firda Amalia 2021 111 138

    Assalamu'alaikum wr wb...
    makalah ini membahas tentang Al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan, yang ingin saya tanyakan yaitu,tolong jelaskan dan berikan contohnya tentang pokok-pokok ajaran (ilmu pengetahuan)dalam isi kandungan Al-Qur’an?
    terimakasih....

    wassalamu'alaikum wr wb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam
      Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan AlQuran

      1. Tauhid - Keimanan terhadap Allah SWT
      2. Ibadah - Pengabdian terhadap Allah SWT
      3. Akhlak - Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain
      4. Hukum - Mengatur manusia
      5. Hubungan Masyarakat - Mengatur tata cara kehidupan manusia
      6. Janji Dan Ancaman - Reward dan punishment bagi manusia
      7. Sejarah - Teledan dari kejadian di masa lampau

      Hapus
  7. Rahardyani Tyas 2021111298

    Assalamualaikum ...
    saya pernah dengar teori bahwa "teori belajar dengan menghafal itu akan merusak daya nalar", lalu apakah bisa dikatakan bahwa menghafal alqur'an akan merusak daya nalar juga ??? mohon penjelasannya ...

    terimakasih...
    wassalam ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. menghafal surat kabar atau yang lain lain berbeda dengan menghafal alquran karena isi dari kandungan alquran banyak yang mengandung doa dan juga dalam membaca saja membuat hati menjadi sejuk apalagi menghafal, jdi menurut saya menghafal alquran tidak akan meerusak daya nalar karena diliat dari isi kandungannya saja alquran banyak mengandung doa doa dan yang lainnya

      Hapus
  8. Dewi Lisetyawati
    2021 111 139

    bagaimana tanggapan anda jika al-qur'an yang digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan dihina oleh kalangan non muslim dengan argumen bahwa Al-Qur'an itu bukan kalamullah, tetapi karangan nabi layaknya manusia biasa..
    mohon penjelasannya...
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahwa kaum non muslim merasa iri karena tidak bisa membuat kitab yang serupa dengan alquran dan membuat dalih dengan perkara seperti itu

      Hapus
  9. assalamu'alaikum.....
    siti amalia imani 2021111300

    saya mau tanya, disinikan membahas tentang alqur'an sbg smber ilmu pengetahuan, lantas apakah semua ilmu yang ada didunia ini bersumber dari alqur'an???

    wassalam.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam wr, wb
      Semua ilmu pengetahuan bersumber dari Sang Maha Pencipta, dan diajarkan kepada umat manusia melalui Alquran. Mulai dari kosmologi, astronomi, fisika, matematika, dan lain-lain sampai pada ilmu kedokteran, semuanya bersumber dari Alquran. Terjadinya pertumbuhan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan penemuan ilmiah pada abad ke-7 sampai abad ke-14 di negara-negara muslim, semuanya bersumber dari ayat-ayat Alquran.
      Melalui Alquran diajarkan kepada manusia bahwa alam semesta ini diciptakan Tuhan untuk manfaat bagi manusia. Awan yang terbentang di udara, hujan yang tercurah dari awan, bintang yang gemerlapan di langit, bulan, dan matahari diciptakan untuk kepentingan manusia.

      Hapus
  10. dessy nur laily
    2021 111 140

    Assalamu 'alaikum.....
    bagaimana pendapat pemakalah, tentang perkembangan ilmu pengetahuan akhir-akhir ini yang lebih mengacu pada dasar teori maupun penelitian ilmuwan-ilmuwan non muslim yang tidak berdasar pada al qur'an, padahal pada makalah ini dijelaskan tentang Al-qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan,,,, bagaimana solusinya, mohon penjelasannya,,,
    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang pada zaman masa kejayaan islam, umat muslim menggunakan alquran dan setelah masa kemunduran perpustakaan umat muslim di ambil oleh umat non muslim jadi bisa disimpulkan bahwa umat nonmuslim itu hanya mengembangkan pengetahuan umat muslim yang sebagian besar dari alquran

      Hapus
  11. yulia rizqi mar'ati
    2021 111 299

    assalamualaikum wr.wb..
    dalam makalah ini kan sudah dijelaskan tentang alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan.. kemudian, dinegara kita ini juga memiliki beberapa agama dan di setiap agama memiliki kitab-kitab tersendiri, lalu yang saya tanyakan, apakah kitab-kitab selain alquran tersebut bisa dikatakan sebagai sumber ilmu pengetahuan ??

    terimaksih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa tapi asal tidak menyimpang dari ajaran islam

      Hapus
  12. Hani Ammari'a
    2021 111 279
    assalamualaikum wr. wb.
    dalam makalah inikan membahas tentang Al-Quran sebagai sumber ilmu. tapi jika ada kenyataan bahwa orang hanya membaca saja dan tidak mengetahui apa yang terkandung dalam Al-quran tersebut bagaimana pemdapat pemakalah, jika keadaan orang itu awan dan terpelosok sehingga jarang sekali pembelajaran yang membahas tentang Al-Quran itu sendiri. trimakasih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya asal udah membaca alquran saja udah dapat pahala jadi asal cuma baca tapi gak tau maksudnya ya tetap dapat pahala,. dan juga zaman sekarangkan udah terdapat tv radio dll jadi siapapun juga bisa cari ilmu disana,.

      Hapus
  13. jika bensin di campur dengan oli dan air itu akan jadi apa tolong jelaskan dan sebutkan ayat nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kira ayat yang menjelaskan secara khusus tentang terjadinya percampuran tersebut tidak terdapat dalam alquran

      Hapus
  14. Assalamu'alaikum Wr. Wb
    Nur Hayati Isnia
    2021 111 079
    yang ingin saya tanyakan,apakah kemuliaan dari al-qur'an juga diakui oleh orang-orang yang tidak hanya beragama islam? ataukah mereka justru tidak mengakui adanya al-qur'an itu sendiri? karena mereka lebih memuliakan kitab-kitab nya? jikalau endhak mengapa demikian? dan jikalau mereka mengakui terhadap kemuliaan al-qur'an, kenapa mereka masih saja mempercayai dengan kitab mereka beserta agama mereka?
    mohon penjelasanya dari pemakalah.
    matursuwun sebelum n sesudahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf mbak menurut saya tidak semua dari umat non muslim mempercayai alquran, hanya orang orang tertentu saja yang mempercayainya karena dibanding dengan kitabnya sendiri,.,mereka masih percaya pada agama mereka karena mungkin agama mereke adalah agama nenek moyang mereka

      Hapus
  15. assalamualaikum
    tria novianti 2021 111 164
    tolong dong Jelaskan dan berikan contohnya tentang pokok-pokok ajaran dalam isi kandungan Al-Qur’an?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan AlQuran

      1. Tauhid - Keimanan terhadap Allah SWT
      2. Ibadah - Pengabdian terhadap Allah SWT
      3. Akhlak - Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain
      4. Hukum - Mengatur manusia
      5. Hubungan Masyarakat - Mengatur tata cara kehidupan manusia
      6. Janji Dan Ancaman - Reward dan punishment bagi manusia
      7. Sejarah - Teledan dari kejadian di masa lampau

      Hapus
  16. Moh. Nasoikhul Ibad (2021 111 178)

    Apakah cukup hanya AlQur'an saja dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan? tanpa as Sunnah.... jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya selain alqur'an tentunya masih ada lagi yaitu assunah ,. yang namanya caari ilmu kan tidak ada batasnya, batasnya cuma sampai liang lahat , jadi untuk sumber ilmu tentunya tidak hanya alquran saja tapi silahkan mencari sumber sumber lain.

      Hapus
  17. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Siti Halimah Sobariyah
    2021 111 304
    Dalam hadits ini disebutkan bahwa Al-quran merupakan sumber ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, banyak penemuan-penemuan baru yang terdapat ketidaksesuaian dengan isi Al-quran, karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini dipengaruhi oleh pemikiran Barat yang sekularisme sehingga tidak berdasar pada Al-quran. Yang ingin saya tanyakan, Bagaimana pendapat pemakalah tentang ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan Alquran? Apakah kita tetap mempelajari ilmu tersebut karena telah terbukti secara ilmiah meskipun bertentangan dengan Al-quran ataukah mengabaikan ilmu tersebut karena tidak sesuai dengan isi Alquran? Mohon penjelasannya. Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya boleh mempelajarinya karena dengan dasar "carilah ilmu walau sampai kenegeri cina" itu berarti dalam keadan apapun boleh mencari ilmunya,.

      Hapus
  18. ULUL ILMA WS
    2021 111 127

    assalamu'alaikum........
    al-qur'an sebagai sumber ilmu yang dapat dipelajari semua umat.
    menurut anda, adakah dalil yang memperbolehkan non muslim mempelajari al-qur'an??
    tolong sebutkan...
    terimakasih,,
    wa'alaikumsalam.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam
      muslim mengajarkan alqur'an pada non muslim bila diharapkan masuk islam, hukumnya boleh.
      Tidak dilarang orang kafir mendengarkan Al-Qur'an, sesuai firman Allah Ta'ala
      " Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah "
      (Qs. Attaubah 6)


      'apabila tidak bisa diharapkan keislamannya, maka hukumnya TIDAK BOLEH.
      Tetapi bila diharapkan keislamanya maka ada 2 pendapat dan pendapat yg shoheh adalah BOLEH.


      adapun pendapat yg ke-2 adalah TIDAK BOLEH seperti halnya tidak bolehnya menjual Al-Qur'an kepada mereka walaupun bisa diharapkan keislamanya.

      Hapus
  19. Nurul Inayatissaniyyah
    2021 111 141

    pada makalah di atas dijelaskan bahwa al Qur'an merupakan sumber ilmu, hal itu dapat dipelajari dengan membaca maupun mendengarkan al Qur'an. oleh karenanya, Mendengarkan merupakan ibadah dan membacanya juga ibadah, orang yang membaca Al-Qur’an dan yang mendengarkan pahalanya lebih besar mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

      Al-Qur'an itu kitab yang kami menurunkannya kepadamu muhammad, yang diberi berkah supaya kamu semua merenungkan ayat-ayat Allah dan agar mendapatkan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Q.S. Shaad:29)

      Jadi yang lebih utama orang baca Al-Qur'an itu mengerti apa maksud yang dibaca dan bisa mengambil pelajaran dari apa yang dibaca itu. Tapi meskipun begitu, orang itu tetap diberi pahala atas membacanya Al-Qur'an sama halnya dia paham artinya atau tidak. Membaca tidak mengerti artinya diberi pahala, mendengar tidak mengerti artinya diberi pahala, sudah tentu pahalanya tidak seperti yang membaca dan mengerti artinya. Tetapi tidak patut bagi seorang mukmin kalau dia membaca Al-Qur'an yang dia dibebani untuk mengamalkan Al-Qur'an itu tanpa memahami artinya.

      Hapus
  20. assalamu'alaikum....

    apa maksusud dari kalimat "Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu"kalimat-kalimatnya itu apa dan orang yang bermata satu itu siapa????
    terima kasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah saya baca-baca lagi dari beberapa referensi, yang dimaksud yang bermata satu itu dalah nama lengkap dari harits yakni harits al-A'war, dimana al-a'war sendiri artinya yang bermata satu.

      Hapus
  21. Assalamu'alaikum...
    Ika Nur Fitriana 2021 111 168

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ilmu-ilmu yang terkandung dalam kitab agama lain juga bersumber dari Al-Quran? mohon jelaskan, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya bahwa kitab alquran itu merupakan kitab yang menyempurna kitab lain bukan sebagai sumber karena sumber dari semua kitab adalah alah SWT

      Hapus
  22. dina amalia 2021 111 136
    menurt pemakalh, bagaimana tanggapan jika trdpat prbedaan pendpt ttg tfsr Al-qur'an yg mna dlm tfsr trsbut memuat smber ajrn yg sngt urgen, trimksih....)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya mending kita lihat sisi positif nya terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan tentang tafsir alquran.

      Hapus
  23. 2021111380

    zaman sekarang ini banyak mahasiswa yang lebih suka browsing internet untuk memperluas pengetahuan daripada mengkaji Al-qur'an. bagaimana menurut pemakalah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya browsing itu langkah yang cukup baik karena sebagai mahasiswa pasti cari yang enak saja karena tinggal klik semua yang dicari udah ada tapi dalam kebenarannya akan 100% yang ada di dalam alquran dibanding di internet.

      Hapus
  24. nanik dwi astutik
    2021111062

    asalamualaiku.........

    bagaimana jika al-qur'an sebagai sumber ilmu hanya dibaca saja tanpa mengetahui isi kandungan didalamnya,karena beranggapan membaca saja sudah mendapat pahala ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya memang tapi akan lebih baik jika di pahami isi kandungannya,. karena Akibat dari ketidak tahuan umat islam tentang 'isi kandungan' al Quran ini, na'udzu billahi min dzalik, katanya sekarang ini muncul "aliran baru" yang suka menafsirkan al Quran sesuka hatinya dan hanya mengikuti pandangan akalnya sendiri (mengikuti wudele dewe), sehingga sesat dan menyesatkan. Akhirnya (karena ketidak tahuan masyarakat tentang isi kandungan al Quran ) banyak sekali yang terpikat mengikutinya

      Hapus
  25. Zahrul Fitriyah
    2021 111 156

    apa dasarnya dikatakan bahwa alQur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَالنّاَسُ يَخُوضُونَ فِيا لآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُالْمُؤمِنِيْنَ ألاَتَرَى أَن النَّاَسَ قَدْخَاضُوافِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَاإِنِّي قَدْسَمِعْتُ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَاإنّهاَسَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَاالمَخْرَجُ مِنْهَايَارَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُماَكَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرُ مَابَعْدَكُم وَحُكْمُ مَابَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍقَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَحَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَالِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَاَّدِلَا تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُوَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُوَلاَيَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُوَلاَيَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِالرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَا آِبُهُ هُوَالَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْسَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُواإِنَّاسَمِعْنَاقُرْانَاعَجَبَا يَهْدِي إِلَ الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَوَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَا إِلَيْكَ يَا آَعْوَرُ.} قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَاحَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِ فُهُ إلاَّ مِنْ هَذَاالوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَلٌ

      Hapus
  26. assalamu'alaikum..
    bagaimana cara mempelajari Al-Qur'an secara mendalam tetapi tidak mengetahui artinya?
    trimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalau caranya agar mempelajari tapi biar tidak tahu artinya ya cukup membaca terusss menerus

      Hapus
  27. salam....
    :)
    nama : sakinah
    nim: 2021 111 211

    alangkah bodohnya kita sebagai insan muslim yang enggan mempelajari isi al-Qur'an.

    bagaimanakah menumbuhkan kobaran semangat kita untuk mempelajari isi al-Qur'an dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?

    syukron...slm smangat ukhti!
    wasslm

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya dengan cara merasa iri terhadap orang yang pintar terhadap agama,.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam "menganjurkan" kita untuk "iri" kepada orang yang hidupnya selalu berinteraksi dengan Al-Quran. Beliau bersabda,,"Ada dua golongan manusia yang sungguh-sungguh orang iri kepadanya, yaitu orang yang diberi oleh Allah kitab suci Al-Quran ini, dan dibacanya siang malam; dan orang yang dianugerahi kekayaan harta, siang dan malam kekayaan itu digunakannya untuk segala sesuatu yang diridhai Allah" (HR Bukhari Muslim

      Hapus