Laman

Senin, 24 Oktober 2011

praktek pembocoran jawaban UN demi gengsi semata

A’ATI MILATINA
202109036
 
PENDIDIKAN KORUPSI
 
Sebagai pembahasan inofasi saya dalam pendidikan berbicara mengemai masalah korupsi dari sudut yang berbeda dari kaca mata saya sekarang sebagai mahasiswa, dari keseharian kami sebagai kaum terdidik, dimana korupsi ini saya sangkut pautkan dengan sistematika pendidikan. Dimana tanpa disadari kita semua sudah terdidik dari kecil untuk malakukan tindakan-tindakan yang bias dikatakan praktek perbuuatan korupsi, jadi tidak perlu heran lagi jika praktek korupsi ini masih kerap dilakukan oleh warga baik pejabat, buruh, petani, dan pendidik.
            Bahkan pendidikan yang seharusnya bias mendidik sebagai generasi muda untuk membawa perubahan-perubahan kaum-kaum yang notabenya berlatar belakang pendidikan tinggi bahkan tidak jarang dilingkup pendidikan sendiripun masih merebak yang bias digolongkan dalam tindakan koripsi. Sungguh ironis sebuah bangsa yang besar dan memiliki sumber daya alam yang melimpah tak mamapu merubah bengsadi8mata dunua. Kapankah penyakit ini bias disermbuhkan dan diberantas dimuka bumi ini ? kita tidak bias menebak kapan itu bias terjadi selama moral ini akhlak-akhlaknya masih seoerti itu , ketika agama telah mengajarkan bahwa mencuri,menipu,berbohong  itu bdosa dan pendidikan mengajarkan bagaimana menyontek ,bolos sekolah, dan melawan guru itu tidak boleh dan akan mendapatkan sangsi atau hukuman atas tidakan itu.
Contohkan oleh pendidik , ketika seorang pendidik , ketika seorang pendidik baik perorangan ataupun lembaga melakukan tindakan yang menghalalkan segala cara demi kepuasan atau kegengsian pribadi . contoh kasus yang sering terjadi dilembaga sekolah atau pendidikan , ketika banyak biaya-biaya tambahan kepada siswa dan juga praktek pembocoran jawaban ketika ujian nasional berlangsung demi gengsi semata.
            Dalam menangani permasalahan diatas saya mencoba mengatasi dengan menggunakan pendidikan sejak dini oleh lingkungan keluarga terutama orang tua kepada anak mengenai kejujuran, karena dengan klejujuran yang sudah ditanamkan mungkin saja kelak akan diterapkan dalam kehidupan mereka mendatang. Makanya orang tua jangan sampai memberikan contoh yang bisa membawa seorang anak untuk berbuat tidak jujur, karena banyak factor yang bisa membuat anak akan melakukan kebohongan seperti, bahwa terkadang seorang anak tidak jujur itu dikarenakan adanya tekanan yang dilakukan oleh orang tua, seiorang anak akan memilih berbohong dari pada dimarahi orang tuanya, da juga ketika orang tua melakukan kebohongan terhadap anak, pastilah seorang tersebut akan melakukan tindakan yang sama debngan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jadi pendidikan kejujuran didalam lingkungan keluarga adalah hal yang paling penting menentukan kelak seorang anak akan menjadi orang yang amanah atau orang yang suka berbuat baik
Korupsi memang sulit diberantas dan dihanguskan, akan tetapi dengan pendidikan yang baik, yang tidak memberikan contoh yang buruk, serta ditambah dnegan pendidikan agama yang bisa meningkatkan moralitas anak bangsa, dan diberikan pendidikan kejujuran yang sudah ditanamkan sejak dini mungkin sedikit bisa mengurangi praktek-praktek korupsi. Jangan samapi kita terdidik menjdai seorang koruptor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar