new post

zzz

Sabtu, 03 Maret 2012

Kelas G, Lia Fitriana, 4: PERTANGGUNJAWABAN PANCA INDERA (HADITS 20)


MAKALAH
PERTANGGUNJAWABAN PANCA INDERA (HADITS 20)

Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah          : Hadits Tarbawi 2
Dosen pengampuh  : M. Ghufron, M.Si
Kelas: G

Disusun Oleh:

LIA FITRIANA (2021110290)

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
PENDAHULUAN

Allah telah menganugerahkan pada manusia panca indera agar dapat menghadapi segala urusan di dunia. Setiap panca indera yang dimiliki oleh manusia memiliki kegunaan yang berbeda. Akan tetapi panca indera yang dimiliki oleh manusia haruslah digunakan sebaik-baiknya karena setiap apa yang dilakukan oleh panca indera akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat kelak.




                                                    













PEMBAHASAN

A.    Teks Hadits

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ وَعَنْ اَبِي سَعِيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (يُؤْتَى بِالْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُوْلُ اللهُ لَهُ اَلَمْ اَجْعَلْ لَكَ سَمْعًا وَبَصَرًا وَمَالًا وَوَلَدًا وَسَخَّرْتُ لَكَ الْاَنْعَا مَ وَالْحَرْ ثَ وَتَرَكْتُكَ تَرْاَسُ وَتَرْبَعُ فَكُنْتَ تَظُنُّ اَنْكَ مُلَا فِي يَوْمَكَ هَذَا قَالَ فَيَقُوْلُ لَهُ الْيَوْمَ اَنْسَاكَ كَمَا نَسِيْتَنِيْ) قَالَ اَبُو عِيْسَى هَذَا حَدِيْثٌ  صَحِيْح غَرِيْب وَمَعْنَى قَوْلِهِ الْيَوْمَ اَتْرُكُكَ فِي الْعَذَابِ هَكَذَا فَسَّرُوْهُ قَالَ اَبُو عِيْسَى وَقَدْ فَسَّرَ بَعْضُ اَهْلِ الْعِلْمِ هَذهِ الْا يَةِ فَلْيَوْمَ نَنْسَا هُمْ قَالُوْ اِنَّمَا مَعْنَاهُ الْيَوْمَ نَتْرُكُهُمْ فِى الْعَذَابِ (رواه الترميذ في الجامع, كتاب صفة القيامة والرقائق والورع عن رسول الله)
B.     Terjemahan Hadits

Dari Abu Hurairoh dan dari Abu Sa’id berkata: “ Rosulullah saw bersabda,“seseorang hamba dihadapkan pada hari kiamat lalu Allah berfirman kepadanya: “bukankah aku berikan kepadamu pendengaran, penglihatan, harta benda dan anak dan menyerahkan kepadamu hewan ternak dan pertanian dan membiarkan kamu memimpin dan menjadi orang yang dipatuhi. maka apakah kamu menyangka bahwa kamu akan menjumpaiku pada hari ini?” Dia menjawab:”Tidak.” Allah berfirman kepadanya:”hari ini aku lupakan kamu seperti kamu telah melupakanku”. Ini hadits shahih ghorib. Adapun arti kata:”hari ini Aku  melupakanmu seperti kamu melupakanKu adalah pada hari ini aku biarkan kamu dalam siksa, dan demikian pula sebagian ahli tafsir ayat(maka pada hari ini kami melupakan mereka). (al-a’raf:5) mereka berkata:”artinya hari ini kami membiarkanmu dalam siksa.”[1]

C.     Mufrodat
     : العبدSeorang Hamba
:سمعا      Pendengaran
بصرا :     Penglihatan
انساك:     Lupakan Kamu

D.    Biografi Perowi
1.         Abu Hurairoh
Beliau dilahirkan 21 tahun sebelum hijrah tepatnya pada tahun 598 Masehi di daerah Yaman, beliau dilahirkan dari kabilah bani Daus, beliau masuk Islam pada awal tahun ke-7 hijriyah tepatnya ketika Rasulullah berada di Khoibar, yang disaksikan oleh Rasulullah, kemudian beliau senantiasa bermulazamah kepada Rasulullah untuk mendapatkan ilmu dari beliau, beliau adalah shahabat yang paling banyak menghafalkan hadis dari pada shahabat yang lainnya, hal ini merupakan barokah dari do’a Rasulullah kepada beliau.
Abu Hurairah adalah seorang alim, ahli ibadah, ahli tasawuf, dan yang selalu mengikuti perang di medan pertempuran, demi mengagungkan kalimat Allah. Dia mengikuti perang Tabuk pada masa Nabi SAW, dan setelah wafat Nabi, dia pun ikut berperang melawan orang-orang murtad bersama Abu Bakar.
Beliau wafat di Madinah An-Nabawiyah, ada yang mengatakan bahwa beliau wafat di Al-‘Aqiia. Dan dimakamkan di Baqi’. Dia kemudian dibawa ke kota Madinah di mana anak-anak Utsman bin Affan mengusung kerandanya ke makam al-Baqi sebagai balasan terhadap penghormatannya kepada ayah mereka.
2.         Abu Sa’id al Khudri
Abu Sa’id Al Khudri Radhiyalllahu 'anhu. Beliau Shallallahu bernama Sa’ad bin Malik bin Sinan bin ‘Ubaid dari Bani Khudrah -al Abjar- bin ‘Auf al Khazraji al Anshari, lebih dikenal dengan sebutan Abu Sa’id al Khudri. Dilahirkan di kota Madinah. Beliau dan ayahnya termasuk sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia.
Abu Sa’id Al-Khudri adalah orang ke tujuh yang banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah alaihi wassalam. Telah meriwayatkan 1.170 hadits. Saat terjadi peperangan Uhud, beliau masih Pada kecil, sehingga tidak dapat ikut serta dalam peperangan, namun ayahnya, Malik bin Sinan mengikutinya dan mati syahid dalam peperangan tersebut.
Setelah perang Uhud, beliau ikut berperang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam 12 peperangan dimulai dari perang Khandak. Beliau salah satu ulama dan fuqaha para sahabat, banyak mendengar dan meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan dari beberapa sahabat lain.
Beliau wafat di Madinah pada tahun 74 H, atau ada pula yang menyebutkan beliau wafat 10 tahun sebelumnya, yaitu antara tahun 63-65H.[2]

E.     Keterangan Hadits
Hadits ini menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti seorang hamba akan dihadapkan pada allah dan akan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa yang mereka lakukan semasa hidup di dunia dengan panca indera yang telah dianugrahkan pada mereka. Allah memberikan anak dan harta pada mereka dan menjadikan mereka pemimpin di dunia. Namun mereka lalai dan melupakan Allah sehingga Allah pun melupakan mereka dan membiarkan mereka dalam siksa api neraka.

F.      Aspek Tarbawi
1.         Manusia wajib menggunakan indera terpenting dengan sebaik-baiknya. Pendengaran dapat dapat digunakan untuk mentransfer ilmu dari satu orang ke orang lain. Penglihatan dapat digunakan untuk melakukan pengamatan dan penelitian. Sedangkan hati (akal) dipergunakan untuk berfikir dan mengolah berbagai premis shingga menghasilkan sebuah kesimpulan.
2.         Gunakanlah panca indera kita untuk menerima syariatNya, dan memahami larangan dan perintahNya.
3.         Manusia tidak boleh mengabaikan dan menyia-nyiakan alat indera tersebut untuk mengikuti praduga dan khayalan atau mengikuti berbagai kebohongan dan kebathilan.
4.         Allah akan melupakan orang-orang yang melupakanNya dan akan membiarkan orang-orang yang tidak pernah bersyukur padaNya dalam siksa api neraka.

G.    Penutup
Allah hanya akan mengingat hambaNya yang selalu mengingatNya. Oleh karena itu kita sebagai manusia yang diberi banyak kelebihan harus bersyukur dan mempergunakan kelebihan itu dengan sebaik-baiknya.












DAFTAR PUSTAKA

Zuhri, Moh. dkk. Tarjamah sunan At Tirmidzi jilid 4
Qhardawi, Yusuf. Fatwa-fatwa kontemporer. Jakarta:Gema Insani Press.1995



[1] Moh. Zuhri, dkk. Tarjamah sunan At Tirmidzi jilid 4 hlm.72

21 komentar:

  1. M.Lendra (2021110299) G
    bagaimanakah dengn para penyadang cacat (buta, tuli), bukankah pendidikan hak setiap manusia di dunia. dan bagaimana peran serta pemerintah dalm meringankn beban hidup penyandang cacat, berupa sarana prasarana bgi pendidikan mereka????
    berikan tanggapan anda !!!!

    BalasHapus
  2. bagai mana cara mengunakan indra kita dengan baik dan bagaiman cara menghidari pandangan yang menurut kita itu maksiat, sedangkan sudah didepan mata?

    BalasHapus
  3. tarmujiyanto
    2021110317
    bagai mana cara mengunakan indra kita dengan baik dan bagaiman cara menghidari pandangan yang menurut kita itu maksiat, sedangkan sudah didepan mata?

    BalasHapus
  4. M.Farid 2021110306 kelas G
    menurut pemakalah penggunaan panca indera itu sendiri sebaiknya yang bagaimana?

    BalasHapus
  5. khoirul fatikhin
    (2021110291)

    Bentuk pertanggungjawaban panca indera disini apakah di dunia/akhirat/keduanya? jelaskan gambaran pertanggungjawabannya!

    BalasHapus
  6. mushonif (2021110288)

    apakah orang yang salah satu panca inderanya tidak berfungsi akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat?

    BalasHapus
  7. Faidatul Aula
    2021110316
    G
    bgmn mnrt pemakalah, ketika ada seseorang yang bekerja keras dan memforsir dirinya sehingga ia jatuh sakit, apakah yang demikian itu berarti ia menganiaya dan tidak bertanggung jawab terhadap dirinya dan anugerah Allah berupa kesehatan terhadapnya..?
    mhon dijelaskan..

    BalasHapus
  8. Abdul Hadi (2021110300)
    Bagaimana kalau telinga kita mndengarkan hal2 yang tidak baik, apakah kita berdosa atau tidak, sedangkan kita tdk bermksd mendengarkan?

    BalasHapus
  9. Nama : M.Haris Fahmi
    NIM : 2021110323

    Apakah perbutan dosa yang dibuat oleh pancaindera kita dapat diampuni dengan berbagai amalan?

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. labib ahmad
    2021110307

    bagaimana menurut pemakalah mengenai pandangan pertama melihat seorang wanita yang bukan muhrim itu tidak dosa,,dan apa batasan - batasannya ?

    BalasHapus
  12. 2021110312
    Apa saja fungsi panca indra, apa saja dosa yang diakibatkan oleh indra penciuman?

    BalasHapus
  13. Moh. Zuhrufi Sani
    2021110322
    G

    Bagaimana ketika panca indera sudah terpedaya dengan kenikamatan dunia?apakah kita membiarkan saja ataukah kita wajib mengingatkan?

    BalasHapus
  14. Ftkhiyatun Ni'mah
    2021110319
    kls G

    dikatakan bahwa kelak semua indera dan anggota tubuh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diperbuatnya saat di dunia kecuali lisan,
    mengapa seperti itu,,
    mohon dijelaskan,,

    BalasHapus
  15. Nama : Nur Khikmah
    Nim : 2021110313
    Kelas : G

    bagaimana cara kita agar bisa menjaga panca indera kita agar terhindar dari hal-hal yang mengakibatkan kemaksiatan

    BalasHapus
  16. apha maksud alloh melupakan? sedang hamba itu tetap di siksa...

    BalasHapus
  17. tarmujiyanto
    2021110317
    bagai mana cara mengunakan indra kita dengan baik dan bagaiman cara menghidari pandangan yang menurut kita itu maksiat, sedangkan sudah didepan mata?

    BalasHapus
  18. M.Romadhon
    2021110297
    G

    dari semua panca indera, manakah yang paling berpengaruh terhadap tedjadinya sebuah kemaksiatan ?

    BalasHapus
  19. Atina Mauila Safitri
    2021110284
    kelas G

    Apakah semua yang di lakukan manusia akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah?
    terus bagaimana kaitannya dengan rahmat Allah dan syafaat nabi Muhammad di hari kiamat kelak?..

    BalasHapus
  20. Nama: TriNurulAeni
    NIM :202109011

    Menurut pemakalah hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan agar kita dapat menghindari terjadinya penyalah gunaan(kemaksiatan) pada pancaindra???

    BalasHapus
  21. bagaimana cara menjaga panca indra kita ketika kita hidup dikalangan yang penuh dengan kemaksiatan . . ? terimakasih, :)

    MUHAMMAD ALI FAHMI
    2021110285

    BalasHapus