zzz

Kamis, 01 Maret 2012

Kelas B, Eka Novianti, 3 : RUMAH SEBAGAI MADRASAH


MAKALAH
RUMAH SEBAGAI MADRASAH
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Hadis Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I
 








Disusun oleh:
Nama             :  Eka Noviyanti
Nim                :  2021110058
Kelas              :  B

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
PENDAHULUAN


Masjid bukanlah satu-satunya tempat diselenggarakan pendidikan Islam. Rumah-rumah ulama juga berperan penting dalam mentransmisikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Sebagai tempat transmisi keilmuan, rumah muncul lebih awal daripada masjid. Sebelum masjid dibangun, ketika Nabi Muhammad SAW. di Mekkah menggunakan rumah al-Arqam sebagai tempat memberikan pelajaran bagi kaum muslimin. Rumah al-Arqam ini merupakan madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, rumah ini merupakan tempat mentrasfer ilmu pengetahuan diajarkannya amal saleh oleh sang guru pertama, yaitu Nabi Muhammad SAW. beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan di rumah tersebut.
Walaupun sebenarnya rumah bukan merupakan tempat yang baik untuk memberikan pelajaran, namun sejak zaman kejayaan Islam perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam, banyak rumah-rumah ulama dan para ahli ilmu pengetahuan menjadi temapt belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan karena ulama dan para ahli tidak mungkin memberikan pelajaran di masjid, sedangkan pelajar banyak yang berminat untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.











HADIST NO. 12

RUMAH SEBAGAI MADRASAH

A.      MATERI HADIST

عثما ن بن الاًرقم انه كان يقول : انا ابن سبع الاسلا م ، اسلم ابي سابع سبعة وكانت داره على الصفا وهي الدار التي كان النبي صلى الله عليه وسلم يكون فيها في الاسلا م دعا النا س الى الاسلا م فاسلم فيها قوم كثير (رواه الحاكم فى المستد رك ، باب ذ كر الارقم بن ابي الارقم المخزومي رضي الله عنه )

B.       TERJEMAH
Usman bin al-Arqam berkata : Saya anak ke tujuh dari agama Islam. Selamat bagi bapaknya dari orang ke tujuh dari tujuh orang yang masuk Islam. Rumah bapak saya ada di Shafa. Rumah itulah sebagai tempat dimana Nabi Muhammad SAW pernah singgah, didalamnya Nabi mengajak manusia masuk Islam, lalu banyak orang yang masuk Islam di rumah itu.(HR. Al-Hakim).

C.      MUFRODAT

Teks
Saya
Anak
Tujuh dari agama Islam
Selamat
Bapaknya
Orang ke tujuh dari tujuh orang yang masuk Islam
Rumah
Singgah
Mengajak
Manusia
Banyak

انا
ابن
سبع الاسلا م
اسلم
ابي
سابع سبعة

دا ر
يكون
دعا
النا س
كثير


D.      BIOGRAFI ROWI ( Usman bin al-Arqam )
Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam, termasuk dahabat nabi yang pertama-tama masuk Islam. Beliau adalah seorang pengusaha yang cukup berpengaruh, berasal dari suku Makhzum dari kota Mekkah. Dalam sejarah Islam, beliau orang ke tujuh dari “Assabiqunal awalun” (orang yang pertama kali masuk Islam).
Pada awal penyebaran Islam, Rasulullah SAW masih menyebarkan agama secara sembunyi-sembunyi. Nabi mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi pemeluk Islam agar dapat berkumpul bersama. Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya. Pada akhirnya Nabi Muhammad SAW memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapapun dari kalangan orang-orang kafir quraisy.
Rumah milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan disana. Akhirnya rumah al-Arqam yang sebelumnya disebut Dar al-Arqam (rumah al-Arqam), setelah dia memeluk Islam disebut dengan Dar al-Islam (rumah Islam).[1]

E.       KETERANGAN HADIST
Orang ke tujuh dari orang yang masuk Islam           :   سا بع سبعة    
Maksudnya bahwa al-Arqam merupakan salah satu dari assabiqunal awalun (sahabat Nabi yang perttama-tama masuk Islam).
Rumah             :   دا ر
Maksud rumah disinui adalah rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Ali al-Arqam yang berada di bukit Shafa, rumah tersebut merupakan tempat ilmu pengetahuan agama dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh Nabi Muhammad SAW. Dan rumah tersebut merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam yang sebelumnya  disebut Dar al-Arqam (rumah al-Arqam), setelah al-Arqam memeluk Islam disebut dengan Dar al-Islam (rumah Islam).
Mengajak          :   دعا
Maksudnya bahwa rasulullah SAW mengajak para sahabat dan orang-orang yang hadir dalam majelis di rumah al-Arqam untuk masuk Islam, kemudian mengajarkan pendidikan agama dan menyuruh mereka untuk mengamalkannya dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

F.       ASPEK TARBAWI
Lembaga pendidikan merupakan salah satu sistem yang memungkinkan berlangsungnya pendidikan secara berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Adanya kelembagaan dalam masyarakat, dalam proses pembudayaan umat, merupakan tugas dan tanggung jawab yang kultural dan edukatif terhadap peserta didik dan masyarakat. Lembaga pendidikan Islam merupakan hasil pemikiran yang dicetuskan oleh kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang dikembangkan oleh jiwa Islam berdasarkan al-qur’an dan al-hadist.[2]
Islam telah mengenal lembaga pendidikan sejak detik-detik awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam merupakan madrasah pertama sepanjang sejarah Islam. Rumah tersebut diberi nama Dar al-Arqam bersal dari Bani Makhzum, setelah dia memeluk Islam disebut dengan Dar al-Islam (rumah Islam). Pengajar dalam pendidikan di Dar al-Arqam adalah Nabi Muhammad SAW, beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan disana. Kita harus mengambil uswah, model atau contoh dari Nabi, karena menjadi ukuran kebenaran, kebaikan dan kebahagiaan yang merupakan sumber utama pengambilan Tauhid, ibadah, aqidah dan ajaran Islam lainnya. Metode yang digunakan dengan menggabungkan para pelajar dalam satu kelompok atau keluarga, sehingga mereka mudah dalam mempelajari, memahami, mengenali perintah dan larang-Nya, serta berusaha untuk mengamalkannya.
Meski rumah bukanlah tempat yang ideal untuk memberikan pelajaran, banyak rumah ulama yang dipakai sebagai tempat belajar. Mungkin saja pelajaran di rumah dapat mengganggu penghuni rumah tersebut, namun ulama-ulama tidak keberatan rumahnya dipakai untuk tempat belajar. Hal ini disebabkan semangat menyebarkan pengetahuan dan karena belajar mengajar mempunyai nilai ibadah. Kemungkinan lain diadakannya pengajaran dan perdebatan ilmiah dirumah-rumah, karena terpaksa atau darurat. Ulama-ulama yang tidak diberi kesempatan di lembaga-lembaga pendidikan formal, akan mengjar di rumah mereka, karena sifat menyerbarkan ilmu yang telah melekat dalam jiwa mereka, mereka tetap mengajarkan ilmu walau harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Setelah terjadi peristiwa mihnah, dimana ilmu-ilmu nasional dimusuhi dan lembaga-lembaga pendidikan yang mengajarkan pengetahuan umum dan filsafat ditutup, ulama-ulama dan pelajar yang ingin mempelajari ilmu-ilmu rasional harus dengan sembunyi-sembunyi yang dilaksanakan dirumah-rumah.[3]
Misalnya di rumah Al-Ghozali, setelah tidak mengajar lagi di Madrasah Nidamiyah dan menjalani kehidupan sufi. Para pelajar terpaksa datang kerumah-rumah karena kehausan akan ilmu pengetahuan karena pendapatnya sangat menarik perhatian mereka. Sama halnya dengan al-Ghozali adalah Ali Ibnu Muhammad Al-Farihi, yang dituduh sebagai seorang syi’ah kemudian dipecat dari mengajar di Madrasah Nidamiyah, lalu mengajar dirumahnya sendiri, selain itu juga ada rumah Ibnu Sina, Ya’qub Ibnu Killis, Wazir khalifah Al-Aziz Billah Al-Farimy, Muhammad Ibnu Tahir Bahrom, Abu Sulayman dan lainnya. Karena dikenal sebagai guru dan ulama yang kenamaan maka kelompok-kelompok pelajar tetap mengunjungi dirumahnya untuk meneruskan pelajaran.[4]
















PENUTUP

Lembaga pendidika pertama dalam Islam adalah keluarga atau rumah. Rumah yang dijadikan basis dan markas pendidikan Islam Pertama adalah rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam (Dar al-Arqam). Rumah sebagai lembaga sosial pendidikan dalam Islam diisyaratkan dalam al-qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 214 yang artinya “Ajarilah keluargamu yang terdekat”. Kurang lebih 13 tahun Nabi Muhammad SAW menjadikan keluarga sebagai lembaga pendidikan dalam Islam guna mengadakan dan menyalurkan perubahan dalam masyarakat.
Secara formal dirumah al-Arqam inilah Nabi mengajarkan pokok-pokok ajaran Islam kepada para sahabat dan dirumah itu pula Nabi menerima tamu yang ingin bertanya kepada nabi tentang ajaran Islam dan orang-orang yang ingin masuk Islam. Dirumah ini pula terbentuknya jama’ah Islam yang pertama di periode Mekkah, maka rumah ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam.















DAFTAR PUSTAKA

Hanun Asrahah. 1991. Sejarah Pendidikan Islam Jakarta: PT LOGOS Wacana Ilmu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam
Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam Jakarta: KALAM MULIA.
Zuhairimi,dkk. 2004. Sejarah Pendidikan Islam Jakarta: Bumi Aksara.



[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam
[2] Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: KALAM MULIA, 2002), h.215.
[3] Hanun Asrahah. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: PT LOGOS Wacana Ilmu, 1991), h.67-68.
[4] Zuhairimi,dkk. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h.95.

10 komentar:

  1. assalamualaikum. . ka
    tri(2021110057) kelas b pastinya sekedar mau bertanya, apa si keuntungan dan kelemahan rumah dijadikan sebagai madrasah?makasih

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum

    Sdri Eka Noviyanti.

    Adakah kriteria rumah yang bagaimana yang bisa digunakan untuk dijadikan tempat mengajar yang sesuai standar kenyamanan.


    Wassalamualikum Wr. Wb.

    Mohammad Syukron.

    BalasHapus
  3. nama : aini lailatul munawaroh
    nim : 2021110060
    kelas : B

    saya bertanya

    bagaimana cara untuk merangkul masyarakat disekitar kita agar tertarik untuk belajar ketika kita membuka majlis ta'lim sendiri, serta bagaimana cara mempertahan kan majlis ta'lim tsb ketika parapeserta dididk dudah mulai merosot semangat nya???

    terimakasih

    BalasHapus
  4. Nadia Ulfa
    2021110073
    kelas B

    Kendala apa saja yang dijumpai ketika rumah dijadikan sebagai tempat pendidikan?

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum...
    saya, Saiful Bahri (202 111 0052/B).
    bertanya, apakah masih efektif dan relevan menggunakan rumah sebagai wadah pendidikan?

    BalasHapus
  6. assalamualaikum...
    nama saya labib kelas b nim 0053
    saya mau tanya, begini, dilihat dari konteks kekinian, kebanyakan kaum muda cenderung lebih akrab dengan dunia luar sehingga mereka jauh dari keluarga dan rumah, bagaimana peran keluarga menghadapi hal ini? mohon jelaskan...
    terima kasih
    wassalamualaikum.............

    BalasHapus
  7. assalamualikum wr.wb

    shilfiana (2021110054) kelas B

    rumah yang bagaimana sih yang bisa dijadikan sebagai madrasah bagi kita kita?

    BalasHapus
  8. mengapa rumah dijadikan sebagai madrasah?
    dari
    dina rina
    2021110064

    BalasHapus
  9. Nur Maillah
    2021110087
    B

    madrasah kan isim makan dr kata "darosa" yang artinya tempat belajar... apakah semua rumah bisa dikatakan sebagai madrasah ????

    BalasHapus
  10. ketika rumah dijadikan madrasah, tetapi penghuni rumah tersebut ada yang berkelakuan tidak baik, apakah rumah tersebut masih bisa digunakan untuk madrasah...???
    tolong jelaskan..

    A. Ainun Najib
    2021110093

    BalasHapus