Laman

1111

Kamis, 29 Maret 2012

H7-38 Dzikromah


MANUSIA ASPEK FISIK DAN BIOLOGIS
Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliyah: Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu: Muhammad Hufron M.S.I



STAIN
 


Disusun Oleh:








Dhikromah :     202.111.0363
Kelas:            H

Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri  (STAIN) Pekalongan
2012

BAB I
Pendahuluan

A.    Tujuan Penyusunan
Makalah ini disusun berdasar kepada tugas yang diberikan oleh Bapak Muhammad Hufron M.Ag sebagai tugas Individual tentang Hadits Tarbawi yang menjelaskan Manusi aspek fisik dan biologis Jurusan Tarbiyah Program studi Pendidikan Agama Islam
B.     Latar Belakang Masalah
Proses perkembangan janin menurut Al-quran, padangan islam itu sebenarnya tidak ada pertentangan dengan ilmu pengetahuan artinya tidak ada perbedaan. Perkembangan janin itu melalui tahapan – tahapan, para ilmuan barat mengatakan bahwa ilmu pengetahuan membahas fenomena yang tampak dan terlihat, ucapannya tidak akan percaya kecuali terhadap apa yang telah mereka lihat dan jelaskan.













BAB II
Pembahasan

Manusia aspek fisik dan biologis

A.    Hadits
قل عبدالله حدّثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصّادق المصدوق قل؛ إنّ أحدكم يجمع خلقه في بطن أمّه أربعين يوماً ثمّ يكون علقۃً مثل ذلك ثمّ يكون مضغۃً مثل ذلك ثمّ يبعث الله ملكاً فيٶمربأربع كلماتٍ ويقال له اكْتب عمله ورزقه وأجله وشقىٌّ أسعيدٌ ثمّ ينفخ فيه الرّح فإنّ الرّجل منكم ليعمل حتّى مايكون بينه وبين الجنّۃ إلاّذراعٌ فيسبق عليه كتابه فيعمل بعمل اهل النّارويعمل حتّى مايكون بينه وبين النّار إلاّذراعٌ فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل اهل الجنّۃ۞    


 Terjemahan hadits .

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a : Rasulullah S.A.W ( orang yang benar dan dipercaya ) pernah bersabda : “ ( subtansi ciptaan ) manusia disimpan dalam rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi gumpalan darah untuk periode yang sama lalu menjadi segumpal daging juga untuk periode yang sama. Kemudian Allah mengutus malaikat dan menyuruhnya menuliskan empat hal. DIA berfirman kepadanya, “ Tulislah perbuatan – perbuatannya, kehidupannya, ( tanggal ) kematiannya, dan apakah kelak ( pada hari kiamat ) ia ( termasuk orang yang ) diberkahi atau disiksa. Jadi, mungkin saja salah seorang dari kalian melakukan perbuatan – perbuatn baik hingga jarak dirinya dengan surga tinggal sejengkal saja dan kemudian apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga mulai melakukan perbuatan – perbuatan buruk yang dilakukan oleh para penghuni neraka. Begitu pula seseorang dari kalian mungkin saja melakukan perbuatan – perbuatan buruk sehingga jarak dirinya dengan neraka tinggal sejengkal saja namun apa yang telah dituliskan untuknya mengubah perilakunya sehingga mulai melakukan perbuatan – perbuatan baik yang dilakukan para penghuni surge.
( Imam Az Zabidi, ringkasan Shahih Bukhari ( Bandung : Mizan pustaka ) Hal . 558 – 559 )
B.     Mufrodat
Dikumpulkan
يجمع
Didalam rahim ibunya
فى بطن ٵمّه
Kemudian berubah menjadi segumpal darah
ثمّ يكون علقۃ
Kemudian berubah menjadi segumpal daging
ثمّ يكون مظغۃ 
Memerintahkan menuliskan
يوءمر
Empat Hal
باربع كلمات
Perbuatan - perbuatannya
حمله
Rezekinya
رزقه
Kematiannya
ٵجله
Sengsara atau bahagia hidupnya
شقي ٵوسعيد
Ditiupkan ruh
ينفح فيه الرّوح
Jarak dirinya dengan surga tinggal sejengkal saja
       الجنّۃإلاّذراع    بينه وبين
Perbuatan buruk penghuni neraka
بعمل اهل النّار
Jarak dirinya dengan neraka tinggal sejengkal saja
النّارإلاّذراع             بينه وبين 
Perbuatan baik penghuni surga
بعمل اهل الجنّه

C.     Biografi Rowi
Abdullah bin Mas’ud bin Ghofil bin Habib al Hudzali, ayahnya bernama Abdurrahman, beliau adalah ulama besar dari kalangan sahabat, beliau wafat di Madinah pada tahun 32 H / 654 M dalam usia 65 tahun .
Abdullah selalu mengikuti Rasulluah sejak usia belia, pendengarannya selalu dihiasi dengan ayat – ayat Al-qur’an sejak turun kepada Rasulullah. Kiprahnya dalam menjaga atau memelihara Al-quan tidak diduga lagi, beliau menjadi ulama yang paling tahu tentang Al-quran, tak heran bial Rasulullah memujinya dan menganurkan para sahabat dab orang setelahnya untuk mempelajari kandungan Al-quran dari Abdullah bin mas’ud
( Taqrib At Tahdib syihabuddin ahmad bin ali bin hajr al as aqolani al maq’tufi )

D.    Keterangan Hadits
Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa proses penciptaan manusia menurut pandangan ulama itu melalui beberapa tingkatan atau tahapan – tahapan, tahap – tahap pertumbuhan janin dimulai dari dibuahinya sel telur yang ada pada rahim ibu oleh satu sel sperma ayah, setelah terjadi pembuahan maka terbentuklah nuftah ( air mani ) yang tersimpan dalam rahim ibu selama 40 hari, dengan tahapan yang sama pula, alaqoh ( segumpal darah ), kemudian dengan tahapan yang sama pula, alaqoh itu berubah menjadi mudzhoh ( segumpal daging ), kemudian segumpal daging itu berkembang menjadi Zham ( tulang belulang ) yang dibungkus dengan daging akhirnya berubah menjadi janin dalam bentuk yang sempurna, pada waktu itulah Allah meniupkan ruh kedalam janin tersebut sebagai tanda telah dimulainya kehidupan manusia dan menetapkan 4 perkara yaitu rezki, ajal, perbuatn atau tingkah lakunya.
E.     Aspek Tarbawi
Hikmah dari penciptaan adam dengan urutan – urutan diatas sesuai dengan hukum perkembangan dan tahapan dari satu keadaan kepada keadaan yang lain, walau sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menciptakannya sekaligus dalam waktu sekejap, adalah agar adanya kesusuaian penciptaan manusia dengan penciptaan alam yang luas, sesuai dengan hokum sebab akibat, pendahuluan dan kesimpulan ( mukaddimah dan natijah ) . ini merupakan penjelasan yang paling gambling tentang kekuasaan Allah. Dengan pentahapan ini Allah mengajarkan kepada para hambaNYA untuk bertindak tenang dan tidak tergesa – gesa dalam urusan mereka. Ini juga merupakan pemberitahuan bahwa jiwa akan meraih kesempurnaan dengan cara bertahap sesuai dengan bertahapnya jasad dalam penciptaannya dari fase ke fase berikutnya hingga menjadi dewasa. Maka demikian pula yang semestinya berlaku pada pembinaan akhlaq. Jika tidak, maka dia akan berjalan serampangan tanpa arah yang jelas














BAB III
Penutup
A.    Kesimpulan
Kesimpulan makalah diatas bahwa janin terbentuk di dalam rahim seorang ibu melalui tahapan – tahapan, yaitu dibuahinya sel telur oleh sperma, terbentuklah nutfah ( air mani ), ‘alaqoh ( segumpal darah ), mudzhoh ( segumpal daging ), zham ( tulang belulang ), jadilah janin. Pada saat itunlah ditiupkannya 4 hal, yaitu Rizki, ajal, perbuatan, dan kehidupannya ( sengsara atau bahagia )















Daftar pustaka
v  Az Zabidi, Imam. Ringkasan shahih bukhari. Bandung : Mizam pustaka
v  Taqrib at tahdib syihabudin ahmad bin ali bin hajr al as aqolani al maq’tufi
v  Tholbah, hushama. Ensiklopedia mukjizat Al-qur’an dan hadits. Cairo : Sapta santosa, 2008
v  Al – Bugho, musthafa dkk. Al wafi fi syarhil arba’in nawawi. Jakarta pustaka al – kautsar, 2007

8 komentar:

  1. Krisna Ayu Diana (2021110348)

    Makalah Anda berjudul manusia aspek fisik dan biologis, apakah korelasi antara hadist dengan judul makalah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadist ini kan menerangkan tentang penciptaan manusia, aspek biologisnya bisa dilihat dari proses terbentuknya embrio oleh sel telur dan sperma, disini sudah terlihat terjadi proses biologis yaitu pertemuan sel telur dan sperma. sedangkan aspek fisiknya bisa dilihat dari terbentuknya organ2 secara bertahap, seperti tangan, kaki, dsb. dari sinilah akan terlahir bentuk manusia seutuhnya. maka menurut saya sudahalah jelas korelasi anatara hadist dan judul makalah saya ini.

      Hapus
  2. Dewi Ana
    2021110370

    1. dalam aspek tarbawi dipaparkan bahwa jiwa manusia akan meraih kesempurnaan, kapankah manusia akan mengalami kesempurnaan jiwa tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang di maksud kesempurnaan disini itu kembali kepada hikmah penciptaan manusia secara bertahap tersebut. pada dasarnya kan manusia selalu ingin mencapai apa yang diinginkannya, termasuk kesempurnaan jiwa tersebut. akan tetapi cara yang mereka lakukan itu berbeda-beda, begitulah hadist ini bertujuan memberikan pelajaran kepada mereka, bahwasannya kesempurnaan dapat dicapai jika kita berhati-hati dalam bertindak dan memikirkan segala sesuatunya sebelum bertindak. maka hikmah yang dimaksud adalah kita diajarkan untuk bersabar.

      Hapus
  3. SUSWATI(H)
    2021110358

    Bagaimana pendapat pemakalah tentang korelasi penciptaan manusia antara ilmu kedokteran dengan hadist diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya korelasi antara keduanya itu sangatlah erat, karna dalam ilmu kedokteran juga berpedoman kepada ayat2 al-qur'an atau hadist yang menerangkan tentang kejadian tersebut. menurut saya keduanya itu saling berkesinambungan.

      Hapus
  4. muhammad rizqon 2021110369

    dalam aspek tarbawi diterangkan bahwa agar adanya kesusuaian penciptaan manusia dengan penciptaan alam yang luas, sesuai dengan hokum sebab akibat,pendahuluan dan kesimpulan ..jelaskan!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dimaksud kesesuaian diatas itu adalah adanya kronologis dalam suatu hal apapun, maksudnya ketika kita ingin meraih sesuatu atau mencapai suatu tujuan itu membutuhkan waktu dan prosesnya juga bertahap. jadi yang dimaksud sebab akibat adalah sebab itu bisa dikatakan usahanya, sedangkan akibatnya itu hasil dari usaha tersebut. sehingga tercapailah tujuan yang dimaksud. begitu juga pendahuluan dan kesimpulan, serta masih banyak lagi yang lainnya. karena pada dasarnya suatu tujuan tidak akan tercapai tanpa adanya usaha.

      Hapus