Laman

new post

zzz

Selasa, 27 Februari 2024

A.3 PengKur PAI H - KURIKULUM SEBAGAI SISTEM: KOMPONEN DESAIN PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMBELAJARAN

 MAKALAH 

KURIKULUM SEBAGAI SISTEM: KOMPONEN DESAIN  PEMBELAJARAN DAN KOMPONEN EVALUASI PEMBELAJARAN 

Disusun guna memenuhi tugas 

Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum PAI 

Dosen Pengampu : Muhammad Hufron, Dr., M.S.I 

Disusun oleh: 

Desi Sulista Irwanda (20122009) 

KELAS H 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID  PEKALONGAN  

TAHUN 2024

KATA PENGANTAR 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang merupakan Tuhan  semesta alam. Atas rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas  makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Tidak lupa juga shalawat serta salam saya  haturkan kepada junjungan kita, Rasulullah Saw. yang saya nantikan syafaatnya  dihari akhir kelak. 

Makalah ini disusun sebagai bagian dari tugas individu pada mata kuliah  Pengembangan Kurikulum PAI yang membahas tentang “Kurikulum Sebagai  Sistem: Komponen Desain Pembelajaran dan Komponen Evaluasi Pembelajaran”.  Saya menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan baik dalam materi  maupun struktur serta teknik penulisannya. Oleh karena itu, kepada Bapak  Muhammad Hufron, Dr., M.S.I sebagai dosen pengampu mata kuliah  Pengembangan Kurikulum PAI ini, saya meminta masukan demi perbaikan  makalah ini dan sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca agar  makalah ini dapat tercipta lebih baik. Semoga makalah yang saya susun ini dapat  memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan memberikan dampak positif  serta dapat menjadikan kontribusi pemikiran kepada para pembaca terutama para  Mahasiswa/i di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Pekalongan, 10 Februari 2024 

Penulis

ii 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR .........................................................................................ii DAFTAR ISI ......................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 

A. Latar Belakang ......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................... 1 C. Tujuan Pembahasan.................................................................................. 2 

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3 

A. Apa Pengertian dari Komponen Desain Pembelajaran .............................. 3 B. Apa Saja Komponen Desain Pembelajaran ............................................... 4 C. Apa Pengertian dari Komponen Evaluasi Pembelajaran............................ 6 D. Apa Saja Komponen Evaluasi Pembelajaran............................................. 7 

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 10 A. Kesimpulan ............................................................................................ 10 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 11

iii 

BAB I  

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Komponen dalam pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran,  kegiatan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang merupakan kesatuan  yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Proses belajar mengajar termasuk  penguasaan materi yang akan berorientasi pada tujuan pembelajaran. Tujuan  pembelajaran tercapai atau tidak baru akan terjawab setelah diadakan evaluasi  dengan persyaratan memperhatikan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran. 

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang,  misalnya sebagai disiplin, ilmu, sistem, maupun proses. Sedangkan evaluasi  hasil pembelajaran atau evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui  tingkat pencapaian atau prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan  pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan belajar mengajar  dirumuskan sebagai tujuan pembelajaran khusus. 

Pembelajaran sendiri dapat diartikan sebagai proses, cara, perbuatan  yang menjadikan orang untuk belajar. Orang yang belajar disebut dengan  pembelajaran. Pada hakikatnya pembelajaran adalah proses menjadikan orang  agar mau belajar dan kompeten melalui berbagai pengalaman sehingga, tingkah  lakunya dapat berubah menjadi lebih baik.  

Selain itu, pembelajaran yang efektif menekankan pentingnya belajar  sebagai suatu proses personal. Dimana setiap siswa membangun pengetahuan  dan pengalaman personalnya. Pengetahuan dan pengalaman personal dibangun  oleh setiap siswa melalui interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini  pembelajaran harus mampu mengorientasikan siswa untuk dapat memainkan  perannya dalam kehidupan yang akan datang dengan kemampuan,  pengetahuan, sikap dan berbagai keterampilan yang telah diberikan. 

B. Rumusan Masalah 

1. Apa Pengertian dari Komponen Desain Pembelajaran? 

2. Apa saja Komponen Desain Pembelajaran? 

3. Apa Pengertian dari Komponen Evaluasi Pembelajaran?

4. Apa Saja Komponen Evaluasi Pembelajaran? 

C. Tujuan Pembahasan 

1. Mendeskripsikan Pengertian dari Komponen Desain Pembelajaran 2. Mendeskripsikan Komponen Desain Pembelajaran 

3. Mendeskripsikan Pengertian dari Komponen Evaluasi Pembelajaran 4. Mendeskripsikan Komponen Evaluasi Pembelajaran

BAB II  

PEMBAHASAN 

A. Pengertian dari Komponen Desain Pembelajaran 

Komponen desain pembelajaran adalah pengembangan secara  sistematis dari spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori belajar dan  pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Proses perancangan dan  pengembangan ini meliputi segala proses analisis kebutuhan pembelajaran,  tujuan, dan pengembangan sistem untuk mencapai tujuan.1 Desain  pembelajaran merupakan kegiatan memaksimalkan keefektifan, efisiensi dan  hasil pembelajaran dan pengalaman pembelajaran lainnya. Dibagian lain  dijelaskan bahwa desain pembelajaran adalah pengembangan pengajaran secara  sistematik yang digunakan secara khusus mengenai teori-teori pembelajaran  untuk menjamin kualitas pembelajaran.  

Menurut Gagne (1985), menyatakan bahwa desain pembelajaran  disusun untuk membantu proses belajar peserta didik. Dimana proses belajar  tersebut memiliki tahapan saat ini dan tahapan jangka panjang. Selain itu, berisi  serangkaian peristiwa yang dirancang dan disusun sedemikian rupa untuk  memengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat  internal.2 Sementara menurut Hambaugh menjelaskan tentang desain  pembelajaran sebagai sebuah proses intelektual untuk membantu pendidik  menganalisis kebutuhan peserta didik dan membangun berbagai kemungkinan  untuk merespon kebutuhan tersebut.3 

Sedangkan pengertian pembelajaran merupakan suatu kombinasi  tersusun yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan  dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pembelajaran yang terdiri dari siswa, guru, dan  

  

1 Qammaddin dan Sulfikar Sallu, “Rancangan Pembelajaran Jaringan Komputer Model  Dick dan Carey Berbasis Manajemen Layanan Information Technology Infrastructure Library”,  (Sulawesi Tenggara: Jurnal Instruksional Universitas Sembilanbelas November, No. 2, Vol. 2,  2021), hlm. 77. 

2 Khanifatul, Pembelajaran Inovatif, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hlm. 14. 3 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2009),  hlm. 67.

tenaga lainnya. Material meliputi buku-buku, papan tulis, slide, film, audio,  video, dan lain sebagainya. Fasilitas dan perlengkapan meliputi ruangan kelas,  perlengkapan audio visual dan juga komputer. Prosedur yang meliputi jadwal  dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya.4 

Pembelajaran sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan siswa  yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievalusi secara sistematis agar  pembelajar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara aktif, efektif dan  inovatif. Pembelajaran merupakan suatu yang kompleks artinya segala sesuatu  yang terjadi pada proses pembelajaran harus merupakan suatu yang sangat  berarti baik ucapan, pikiran maupun tindakan.5 Pembelajaran juga dapat  dikatakan sebagai hasil dari memori, kognisi dan metakognisi yang  berpengaruh terhadap pemahaman. Hal inilah yang terjadi ketika seseorang  sedang belajar, dan kondisi ini juga sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari,  karena belajar merupakan proses alamiah setiap orang.6 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari komponen  desain pembelajaran adalah suatu pengembangan pembelajaran secara  sistematis guna penyusunan media teknologi komunikasi untuk membantu agar  dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.  Dimana proses ini diawali dengan menganalisis kebutuhan peserta didik,  penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan  pembelajaran, merancang tindakan berbasis media dalam membantu terjadinya  transisi, penentuan strategi pembelajaran, sumber belajar, serta penilaian belajar  untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik. Hal ini hanya dapat terjadi  pada siswa yang dipandu oleh guru ataupun komunitas.7 

B. Komponen Desain Pembelajaran 

Dalam desain pembelajaran terdapat komponen utama yang bersifat  integral. Dimana saling berhubungan dan harus ada dalam pelaksanaan proses  

  

4 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 57. 5 Udin Syaefuddin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 124. 6 Miftakhul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), hlm. 2-3. 

7 Uwes Anis Chaeruman dan Cecep Kustandi, Belajar, Pembelajaran, dan Desain  Pembelajaran, (Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2021), hlm. 33.

pembelajaran. Agar tujuan dari proses pembelajaran itu tercapai, maka semua  komponen harus diorganisir sehingga komponen itu tetap terjadi kerja sama  yang baik.8 Berikut komponen utama desain pembelajaran, antara lain: 1. Peserta Didik 

Peserta didik merupakan sumber daya utama dan terpenting dalam  proses pendidikan formal. Tidak ada peserta didik, tidak ada dosen atau  pengajar. Peserta didik dapat belajar tanpa adanya dosen. Sebaliknya, dosen  tidak bisa mengajar tanpa adanya peserta didik karena kehadiran peserta  didik menjadi keniscayaan dalam proses pendidikan formal dan menuntun  interaksi antara pendidik dan peserta didik. Didalam proses belajar  mengajar, peserta didik sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki  tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Peserta didik  merupakan mahasiswa yang sedang mengikuti proses pembelajaran pada  suatu universitas.9 

2. Tujuan Pembelajaran  

Tujuan pembelajaran (umum dan khusus) adalah untuk  meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta  keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.  Selain itu juga merupakan penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh  peserta didik. 

3. Pengalaman Belajar 

Dalam proses pembelajaran, dosen harus mampu menciptakan  kondisi yang merupakan pengalaman belajar yang dirancang agar  mahasiswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengalaman  belajar tersebut harus dapat mendorong mahasiswa/i untuk aktif didalam  belajar baik secara fisik maupun nonfisik.10 

4. Pembelajaran  

  

8 Novan Ardy Wiyani, Manajemen Kelas: Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas  yang Kondusif, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), hlm. 26. 

9 Sudarwan Danim, Pengantar Kependidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 1. 10 Novan Ardy Wiyani, Manajemen Kelas: Teori dan…, hlm. 26.

Pembelajaran (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui  meliputi, karakteristik mereka, kemampuan awal dan pra syarat. 5. Analisis Pembelajaran 

Analisis pembelajaran merupakan proses menganalisis topik atau  materi yang akan dipelajari. 

6. Strategi Pembelajaran  

Strategi pembelajaran dapat dilakukan secara makro dalam kurun  satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar. Dimana  bahan ajar merupakan format materi yang akan diberikan kepada peserta  didik. 

7. Sumber Belajar 

Sumber belajar adalah sumber-sumber yang dapat diakses untuk  memperoleh materi yang akan dipelajari. 

8. Penilaian Belajar  

Penilaian belajar membahas tentang pengukuran kemampuan atau  kompetensi yang sudah dikuasai atau belum oleh peserta didik.11 C. Pengertian Komponen Evaluasi Pembelajaran 

Kedudukan evaluasi dalam proses belajar mengajar sangat penting dan  tidak dapat dipisahkan. Dimana evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan  yang sistematis, berkelanjutan dan menyeluruh dalam rangka pengendalian,  penjaminan, dan penetapan kualitas berbagai komponen pembelajaran. Hal ini  berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu sebagai bentuk  pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran. 

Selain itu, evaluasi adalah salah satu fungsi dalam manajemen  pembelajaran dari fungsi-fungsi manajemen pembelajaran lainnya. Bahkan  evaluasi termasuk tugas utama seorang guru ketika dalam membuat rancangan  pembelajaran. Tugas seorang guru sebagai perancang sistem dalam konteks  

  

11 Bunga Mulyahati dan Ronald Fransyaigu, “Desain Inkuiri Moral dalam Pembentukan  Karakter Nasionalis Siswa SD”, (Aceh: Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik Universitas  Samudra, No. 2, Vol. 2, 2018), hlm. 14.

pembelajaran, yakni mengorganisir orang-orang, material, dan prosedur prosedur agar siswa dapat belajar secara efisien.12 

Pengertian evaluasi pembelajaran itu sendiri merupakan inti bahasan  evaluasi yang kegiatannya dalam lingkup kelas atau dalam lingkup proses  belajar mengajar. Evaluasi pembelajaran termasuk kegiatan evaluasi yang  dilakukan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran pada siswa.  Bagi seorang guru, evaluasi pembelajaran adalah media yang tidak dapat  dipisahkan dari kegiatan mengajar karena melalui evaluasi seorang guru akan  mendapatkan informasi tentang pencapaian hasil belajar. Selain itu, guru juga  akan mendapatkan informasi tentang materi yang ia gunakan apakah dapat  diterima oleh para siswa atau tidak.13 

Evaluasi pembelajaran itu dilakukan oleh guru untuk mengukur sejauh  mana tingkat penguasaan atau pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik  selama mengikuti proses pembelajaran. Guru melakukan penilaian terlebih  dahulu terhadap proses pembelajaran tersebut. Kemudian, hasil penilaian  pembelajaran tersebut akan dievaluasi apakah sudah sesuai dengan tujuan dari  pembelajaran tersebut ataukah belum.14 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komponen evaluasi  pembelajaran adalah suatu upaya untuk menggali informasi tentang sampai  sejauh mana keberhasilan pembelajaran itu tercapai pada diri peserta didik dan  juga pendidik. Sehingga, akan ada perbaikan yang diperlukan untuk dapat mengembangkan konsep pembelajaran atau pegajaran yang efektif dan efisien.  Oleh sebab itu, tujuan pembelajaran itu dapat tercapai dan hal ini secara tidak  langsung akan mewujudkan tujuan dari pendidikan itu sendiri.15 

D. Komponen Evaluasi Pembelajaran 

  

12 Sagaf S. Pettalongi, “Evaluasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran”, (Palu: Ta’diebJurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan STAIN Datokarama Palu, No. 6, Vol. 11, April September 2009), hlm. 1. 

13 Sukardi, Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya, (Jakarta: Bumi Aksara,  2008), hlm. 5. 

14 RD. Brinkerhoff, Program Evaluation a Practitioner’s Guide for Trainers and  Educators, (Western Michigan: Kluwer-Nijhoff, 1986), hlm. 9. 

15 Haryanto, Evaluasi Pembelajaran (Konsep dan Manajemen), (Yogyakarta: UNY Press,  2020), hlm. 67-68.

Secara umum ruang lingkup evaluasi pendidikan dan pembelajaran  dapat dilihat dari ruang lingkup proses pendidikan sebagai suatu sistem.  Menurut Anas Sujono (2003), ruang lingkup evaluasi pembelajaran mencakup  tiga komponen utama, antara lain: 

1. Evaluasi Program Pembelajaran 

Evaluasi terhadap program pembelajaran mencakup tiga hal, yakni  evaluasi terhadap tujuan pembelajaran, evaluasi terhadap isi program  pembelajaran, dan evaluasi terhadap strategi pembelajaran. 

2. Evaluasi Proses Pembelajaran, antara lain: 

a. Evaluasi kesesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung  dengan garis-garis besar program pembelajaran yang telah ditentukan; b. Evaluasi terhadap kesiapan guru dalam melaksanakan program  pembelajaran; 

c. Evaluasi terhadap kesiapan peserta didik dalam mengikuti proses  pembelajaran; 

d. Evaluasi terhadap minat atau perhatian peserta didik didalam mengikuti  pelajaran; 

e. Evaluasi terhadap keaktifan atau partisipasi peserta didik selama proses  pembelajaran berlangsung; 

f. Evaluasi terhadap program peranan bimbingan dan penyuluhan  terhadap peserta didik yang memerlukannya; 

g. Evaluasi terhadap komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik  selama proses pembelajaran berlangsung; 

h. Evaluasi terhadap pemberian tugas-tugas kepada peserta didik dalam  rangka penerapan teori-teori yang diperoleh didalam kelas; 

i. Evaluasi terhadap pemberian dorongan atau motivasi terhadap peserta  didik; serta 

j. Evaluasi terhadap upaya menghilangkan dampak negative yang timbul  sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan disekolah. 3. Evaluasi Hasil Pembelajaran, antara lain:

a.) Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program  pembelajaran; serta 

b.) Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan tujuan umum pembelajaran.16 

  

16 Sagaf S. Pettalongi, “Evaluasi dalam Pendidikan…, hlm. 5-6.

BAB III  

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Komponen desain pembelajaran adalah pengembangan secara  sistematis dari spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori belajar dan  pembelajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran. Proses perancangan dan  pengembangan ini meliputi segala proses analisis kebutuhan pembelajaran,  tujuan, dan pengembangan sistem untuk mencapai tujuan. Dimana Komponen  utama desain pembelajaran dalam proses ini dengan menganalisis kebutuhan  peserta didik, penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan  tujuan pembelajaran, merancang tindakan berbasis media dalam membantu  terjadinya transisi, penentuan strategi pembelajaran, sumber belajar, serta  penilaian belajar untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik. 

Komponen evaluasi pembelajaran adalah suatu upaya untuk menggali  informasi tentang sampai sejauh mana keberhasilan pembelajaran itu tercapai  pada diri peserta didik dan juga pendidik. Sehingga, akan ada perbaikan yang  diperlukan untuk dapat mengembangkan konsep pembelajaran atau pegajaran  yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran itu dapat tercapai  dan hal ini secara tidak langsung akan mewujudkan tujuan dari pendidikan itu  sendiri. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran mencakup tiga komponen utama,  yakni evaluasi program pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, dan  evaluasi hasil pembelajaran.

10 

DAFTAR PUSTAKA 

Brinkerhoff, RD. 1986. Program Evaluation a Practitioner’s Guide for Trainers  and Educators. Western Michigan: Kluwer-Nijhoff. 

Chaeruman, Uwes Anis dan Cecep Kustandi. 2021. Belajar, Pembelajaran, dan  Desain Pembelajaran. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Danim, Sudarwan. 2010. Pengantar Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Hamalik, Oemar. 2012. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Haryanto. 2020. Evaluasi Pembelajaran (Konsep dan Manajemen). Yogyakarta:  UNY Press. 

Huda, Miftakhul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:  Pustaka Pelajar. 

Khanifatul. 2013. Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.  Mulyahati, Bunga dan Ronald Fransyaigu. 2018. “Desain Inkuiri Moral dalam  Pembentukan Karakter Nasionalis Siswa SD”. Aceh: Dwija CendekiaJurnal Riset Pedagogik Universitas Samudra, No. 2, 2. 

Pettalongi, Sagaf S. 2009. “Evaluasi dalam Pendidikan dan Pembelajaran”. Palu:  Ta’dieb: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan STAIN Datokarama  Palu, No. 6, April-September, 11. 

Qammaddin dan Sulfikar Sallu. 2021. “Rancangan Pembelajaran Jaringan  Komputer Model Dick dan Carey Berbasis Manajemen Layanan  Information Technology Infrastructure Library”. Sulawesi Tenggara:  Jurnal Instruksional Universitas Sembilanbelas November, No. 2, 2. 

Sa’ud, Udin Syaefuddin. 2009. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sanjaya, Wina. 2009. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:  Kencana. 

Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi  Aksara. 

Wiyani, Novan Ardy. 2013. Manajemen Kelas: Teori dan Aplikasi untuk  Menciptakan Kelas yang Kondusif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

11 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar