Laman

Sabtu, 19 Mei 2012

DHAMIRA SEPTIANA VANDINI : "Manusia mencari ilmu"


Allah menciptakan makhluk dalam 3 jenis yaitu :
1.      Tumbuhan
Tidak dapat bergerak kemana-mana
2.      Hewan
Dan allah menciptakan manusia yang lebih sempurna dari tumbuhan , dimana hewan ini diberi kelebihan untuk ia bias bergerak kemana saja yang ia sukai.
3.      Manusia
Manusia ini adalah makhluk yang paling sempurna karena apa, dia diberikan oleh allah karunia untuk bisa bergerak , berfikir dan merasakan sesuatu yang ada dihatinya. Namun dalam diri manusia juga terdiri dari 2 macam derajat yaitu :
1.      Derajat rendah
Yang mana disini manusia disamakan dengan hewan karena berakhlak seperti binatang ,tanpa menggunakan naluri dan akalnya selayaknya manusia hanya memikirkan duniawinya saja.
2.      Derajat tinggi
Manusia dapat dikatakan derajatnya tinggi setelah ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk . antara akal dan naluri hatinya digunakan secara maksimal dengan niatan hanya untuk allah semata, bukan untuk kepentingan pribadinya saja didunia , namun dia juga memikirkan kepentingan diakhirat kelak nanti juga
Seperti dalam surat Qs.Al-Insan 2-3,
Artinya :
2.  Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) , karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.
3.  Sesungguhnya kami telah menunjukan kepadanya jalan yang lurus , ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

Dimana dalam firman Allah tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kita sebagai manusia itu tidaklah lebih diciptakan dari setetes air mani selain itu kita diberi kelebihan mendengar dan melihat agar menjalankan perintah dan larangan .
Untuk dijalan yang lurus yaitu dengan mencari ilmu maka dari itu manusia diwajibkan menuntut ilmu, dimana agar mereka itu memperoleh kesejahteraan dunia maupun diakhirat. Allah sangat menganjurkan manusia untuk mencari ilmu , karena ilmu akan menjadi takut kepadanya, firman Allah :š
            Artinya :
Manusia , serangga , dan binatang ternakbermacam-macam pula warnanya, ssungguhnya hanya hamba Allah yang berilmu yang takut kepadanya , sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Qs. Al fathir ,35 : 28)
Sebab ilmu adakalanya dapat menjadikan manusia dekat dengan Allah , akan tetapi juga bisa menjadikannya jauh dariNya . Ilmu tanpa imam justru mendatangkan petaka baik bagi pemiliknya maupun bagi kemanusiaan , namun juga sebaliknya . Iman tanpa ilmu akan membawa kepada kejumudan. Orang yang bertambah ilmunya tetapi tidak mendapatkan petunjuk dari Allah maka ilmunya akan menambah jauh antara dirinya dengan Allah.
عن علّى رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: من ازداد علما ولم يزدد فى الدنيا رهدالم يزدد من الله الاّ بعد. (رواه الايلمى فى محمد الفردوس) وفى رواية: من داد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله الاّبعدا
Dari anas r.a berkata : Rosulullah S.A.W bersabda : Barang siapa yang bertambah ilmunya dan tidak bertambah zuhudnya didunia maka ilmunya hanya akan menambah jauh dari Allah .(HR. dailani dalam musnad firdaus) dalam riwayat lain dikatakan : barang siapa bertambah ilmunya dan tidak bertambah petunjuknya maka ilmunya hanya akan menambah jauh dari Allah.
Dalam kewajibannya manusia mencari ilmu , hendaknya ilmu tersebut diperoleh nya dari seorang guru yang tidak asal-asalan dalam mengajar, namun sang guru tersebut dalam mengajar seharusnya merujuk pada sebuah hadits. Tidak menggunakan logika saja yang tidak berdasarkan dengan sunnah, maka yang akan terjadi bukan ilmu yang didapat namun malah kesesatan yang diperolehnya . Dan dapat menjauhkan dari Allah ,untuk itu kita harus berhati-hati dalam mencari ilmu dan seorang guru.
Dan setelah kita memperoleh ilmu tersebut , kewajiban kita yang selanjutnya adalah mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada orang yang membutuhkan . Karena dengan mengajar diibaratkan seperti menyalurkan air untuk kepentingan umum. Sebab ilmu yang bermanfaat itu apabila diajarkan kepada orang lain akan menjadi jariyah (pahala yang terus mengalir )sampai pelakunya meninggal dunia . Nabi bersabda :
عن أبي هريرةرضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: إذامات الانسان إنقطع عمله إلا من ثلاث: مدقذ جارية أوعلم ينتفع به أوولد مالح يد عوله (رواه الخمسة)
Artinya : Dari Abu hurairah berkata :Rosulullah S.A.W bersabda : Jika seorang manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah (yang masih mengalir manfaat ), ilmu yang bermanfaat , anak sholeh yang mendoakan kepadanya.

8)   Analisa  isi pengajian :
Berdasarkan analisa yang saya lakukan terhadap isi pengajian tersebut adalah bahwa kita sebagai manusia itu adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk Allah lainnya. Namun dibalik sebagai makhluk yang sempurna, ternyata manusia memiliki sebuah kewajiban yang harus dilakukannya yaitu yang pertama bahwa manusia harus menuntut ilmu agar tetap berjalan lurus di jalan Allah, namun dalam mencari ilmu tersebut manusia harus memperhatikan hal penting:
Yaitu kepada siapa ia memperoleh ilmu tersebut apakah seorang guru tersebut benar-benar ahli dalam bidangnya yang merajuk pada sebuah kitab al hadtis dan as sunnah tidak ataukah hanya berdasarkan logikanya saja. Dengan hal seperti itu ditakutkan yang diperoleh dari proses belajar tersebut adalah bukan ilmu namun kemanfaatan yang didapat. Dan itu dapat mengakibatkan diri kita semakin jauh dari Allah. Untuk itu kita harus lebih berhati-hati dalam mencari ilmu dan guru.
Setelah kita mendapatkan ilmu dari proses belajar tersebut, kewajiban kita yang selanjutnya adalah menyalurkan ilmu kepada orang yang memiliki orang yang membutuhkan. Dua kewajiban tersebut harus dilakukan selama hidupnya.


DHAMIRA SEPTIANA VANDINI
NIM. 202 111 0127
Kelas C

1)   Nama Majlis Ta’lim         : Al-Ikhlas
2)   Pengasuh/Pembicara        : Ustadz Mas’ud
3)   Hari/Tanggal                    : Selasa, 1 Mei 2012
4)   Waktu                              : 14.00 – 16.30 WIB
5)   Alamat                             : Ds. Randumuktiwaren, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan
6)   Tema Pengajian               : Manusia mencari ilmu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar