Laman

Jumat, 09 Maret 2012

C53. Dewi Afriyani, 26. SUMBER ILMU PENGETAHUAN AL QUR’AN DAN ASSUNNAH (Menggugat Keotentikan Al-qur’an dan Sunnah)


MAKALAH
 BAB II SUMBER ILMU PENGETAHUAN
AL QUR’AN DAN ASSUNNAH
(Menggugat Keotentikan Al-qur’an dan Sunnah)

Mata kuliah : Hadits Tarbawi II
. Dosen pengampu : Muhammad Hufron, M. S. I



 









 Di susun oleh;
DEWI AFRIYANI               2021110107
Kelas C


JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN 2012
BAB I
PENDAHULUAN
Al-Qur’an, sejak diturunkan sampai sekarang, diyakini oleh kaum muslimin sebagai kalam Allah Subhanahu wa ta’ala yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Salalhhuhu alaihi wasalam. Umat Islam juga sepakat bahwa kitab tersebut terjaga keotentikannya. Semua isinya diyakini kebenarannya, tanpa reserve.
Kaum muslimin meyakini sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad SAW, setiap kata di dalam Al-Qur’an adalah perkataan atau kalam Allah yang qadim. Ia tetap terpelihara seperti bentuk aslinya, sebagaimana janji Allah atas kemurniannya yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya”
Ayat ini oleh kaum muslimin diyakini sebagai bentuk jaminan dari Allah yang akan menjaga keaslian Al-Qur’an sampai hari kiamat. Ayat seperti ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab lain. Artinya, kitab selain Al-Qur’an tidak ada yang menjamin dirinya terjaga dari kesalahan dan kekeliruan.











   

BAB II
PEMBAHASAN

A.    MATERI HADITS
                                 
  عن ا بي سعيد ر ضي ا لله عنه ا ن النبي صلى  الله عليه و سلم قا ل : لتتبعن سنن من قبلكم شبر ا بشبر و ذرا عا  بذ را ع حتى لو سلكو ا جحر ضب  لسلكتمو ه . قلنا : يا ر سو ل الله اليهو د و النصا رى ؟ قا ل : فمن ؟
 ( روا ه البخا ري في الصحيح , كتا ب هحا د يث الا نبيا ء, با ب ما ذكر  عن نبي ا سر ا ئيل )                                                                                

B.     TARJEMAHAN HADITS

Dari Abu Sa’id RA. Bahwa Nabi SAW bersabda, “ Sesungguhnya kalian akan mengikuti sunnah ( jalan-jalan ) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga apabila mereka melelui lubang adh-Dhabb ( hewan sejenis biawak )  niscaya kalian akan menjalaninya”. Kami berkata, “ Wahai Rasulullah, apakah Yahudi dan Nasrani ?”. Beliau menjawab, “ Lalu siapa?”

C.    MUFRODAT


Sejengkal
شبر
Sehasta
ذ ر ا ء
Lubang
جحر
Hewan sejenis biawak
ضب



D.    BIOGRAFI PERAWI
Abi Sa’id lebih dikenal dengan nama aslinya adalah Sa’ad bin Malik bin Sinan. Ayahnya Malik bin Sinan syahid dalam peperangan Uhud, Ia seorang Khudri nasabnya bersambung dengan Khudrah bin Auf al-Harits bin al-Khazraj yang terkenal dengan julukan “Abjar”.
 Abu Sa’id Al-Khudri adalah orang ke tujuh yang banyak meriwayatkan hadist dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Telah meriwayatkan 1.170 hadits. Orang orang pernah memintanya agar mengizinkan mereka menulis hadits hadits yang mereka dengar darinya. Ia menjawab “ Jangan sekali kali kalian menulisnya dan jangan kalian menjadikan sebagai bacaan, tetapi hapalkan sebagaimana aku menghapalnya”.
            Sedangkan orang orang yang meriwayatkan hadits darinya adalah anaknya sendiri Aburahman, istrinya Zainab bin Ka’ab bin Ajrad, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abu Thufail, Nafi’ dan Ikramah.
Abu sa’id membawa putranya Abdurahman ke tanah pemakaman Baqi, dan berpesan agar ia nanti dimakamkan di bagian jauh dari tempat itu. Katanya: “ Wahai anakku, apabila aku meninggal dunia kelak, kuburkanlah aku disana, Jangan engkau buat tenda untuk, jangan engkau mengiringi Jenazahku dengan membawa api, Jangan engkau tangisi aku dengan meratap-ratap, dan jangan memberitahukan seorangpun tentang diriku”.
Kemudian ia beliau wafat pada tahun 74 H.
E.     KETERANGAN HADITS

 Hadits Abu Sa’id ini membahas tentang sikap imat islam yang akan mengikuti jejak-jejak umat terdahulu.
جحر ضب   ( Lubang dhabb ). Adh-dhabb adalah salah satu jenis binatang melata yang cukup dikenal ( sejenis biawak ). Karena sikap kaum muslimin yang senantiasa meniru dan mengikuti umat lain, maka sekirannya umat lain masuk ke tempat seperti itu niscaya kaum muslimin akan mengikuti mereka.

قا ل : فمن ؟  ( Nabi Muhammad SAW bersabda :  “ Lalu siapa ?” ). Ini adalah pertanyaan yang berkonotasi pengingkaran. Dengan demikian maknanya adalah: “ siapa lagi kalau bukan mereka”.


F.     ASPEK TERBAWI

1.      Berhati-hati dalam menyampaikan hadits, dan bagaimana menukil hadits secara akurat, serta memelihara keotentikannya dengan cara menyebutkan tempat dan memberi isyarat akan keakuratan riwayat yang disampaikan, agar orang lain merasa tentran dan yakin karenanya.
2.      Bahaya Menyelisihi Al- Qur’an
3.      Bahaya Menyelisihi As-Sunnah
BAB III
PENUTUP
 Seorang muslim tidak mungkin mencukupkan dirinya dengan Al-Qur`an saja, bahkan ia tidak bisa beramal dan beribadah dengan benar tanpa As-Sunnah. Karena As-Sunnah adalah penjelas atau pemerinci Al-Qur`an. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengerjakan shalat lima waktu dengan benar kalau ia tidak merujuk kepada As-Sunnah?! Karena hanya dalam As-Sunnah terdapat penjelasan dan rincian tentang tatacara shalat-shalat tersebut, baik dengan ucapan maupun amaliah atau praktik dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dari sini kita memahami betapa mendesaknya kebutuhan kita kepada As-Sunnah, sampai-sampai al-Imam Makhul asy-Syami rahimahullaahu berkata, “Al-Qur`an lebih butuh kepada As-Sunnah daripada butuhnya As-Sunnah kepada Al-Qur`an.” (Al-Ibanah 1/253)
Ucapan beliau ini tidaklah bermakna bahwa As-Sunnah lebih tinggi kedudukannya daripada Al-Qur`an atau lebih mulia dari Al-Qur`an, akan tetapi makna ucapan beliau adalah, “Seorang muslim sangatlah butuh kepada As-Sunnah dalam mengamalkan Al-Qur`an.” Hal ini benar, karena mayoritas ahkam (hukum-hukum) dalam Al-Qur`an bersifat global sehingga sangat butuh penjabaran dan rincian dari As-Sunnah.












DAFTAR PUSTAKA
Al asqalani, Ibnu Hajar. Fathul Baari (17). Jakarta : Pustaka Azzam. 2008.
Al bugha, Musthafa dan Muhyiddin Mistu. Al-Wafi ( syarah hadits arbain imam an nawawi. Jakarta : Pustaka Al- Kautsar. 1413 H/1993M.
http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/02/abu-sa%E2%80%99id-al-khudri-wafat-74-h/ 25/2/2012 21:56

















RESUME HADITS TARBAWI
Dari Abu Sa’id RA. Bahwa Nabi SAW bersabda, “ Sesungguhnya kalian akan mengikuti sunnah ( jalan-jalan ) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga apabila mereka melelui lubang adh-Dhabb ( hewan sejenis biawak )  niscaya kalian akan menjalaninya”. Kami berkata, “ Wahai Rasulullah, apakah Yahudi dan Nasrani ?”. Beliau menjawab, “ Lalu siapa?”
Hadits Abu Sa’id ini membahas tentang sikap imat islam yang akan mengikuti jejak-jejak umat terdahulu.  
Karena sikap kaum muslimin yang senantiasa meniru dan mengikuti umat lain, maka sekirannya umat lain masuk ke tempat seperti itu niscaya kaum muslimin akan mengikuti mereka.
 ( Nabi Muhammad SAW bersabda :  “ Lalu siapa ?” ). Ini adalah pertanyaan yang berkonotasi pengingkaran. Dengan demikian maknanya adalah: “ siapa lagi kalau bukan mereka”.
Pelajaran yang dapat diambil :
Al-Qur`an adalah mukjizat dan membacanya telah termasuk ibadah, berbeda dengan As-Sunnah. Akan tetapi keduanya memiliki keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman (yang artinya):
“Dan tidaklah Dia (Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam) berkata dari hawa nafsunya semata, melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (An-Najm: 3-4)
 Selain As-Sunnah adalah wahyu Allah subhaanahu wa ta’aalaa yang kedudukannya sama dengan Al-Qur`an (datangnya dari Allah subhaanahu wa ta’aalaa) juga termasuk dari dua hal yang diwariskan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam hadits:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Aku telah meninggalkan kepada kalian dua hal, jika kalian berpegang dengan keduanya pasti tidak akan tersesat, yaitu kitabullah (Al-Qur`an) dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dan al-Hakim)
 Maka wajib bagi seorang muslim yang benar imannya dan mendambakan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat hendaklah menjadikan Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Serta senantiasa berpijak kepada keduanya dalam beramal.
Mutiara Hadits
Nabi Muhammad  shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “…Sesungguhnya, siapa yang hidup dari kalian sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang sangat banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafa`ur rasyidin yang terbimbing. Peganglah dan gigitlah dia dengan geraham kalian…”.(Shahih, HR. Ahmad dan Abu Dawud dari shahabat Al-’Irbadh bin Sariyah radhiyallaahu)

11 komentar:

  1. istighfaroh2021110119C
    bagaimana pendapat anda tentang para mubaligh yang suka mengoral Alqur'an dan as-sunnah demi menggutkan argumenya???????mengapa tidak boleh menyelisihi AL_Qur'an dan As-sunnah?????
    atas jawaban dan kerjasamanya saya sampaikan mohon maaf dan terimakasih.

    BalasHapus
  2. Naelul amalia azmi
    2021110103
    bagaima hubngn al Qur'an dan as Sunah sebgai sumber ilmu pengethuan??

    BalasHapus
  3. riqoh ahmidtsani rosyada
    2021110121

    menurut pemakalah pa korelasi dari ket hadits dengan judul tsb?
    ilmu pengetahuan yang spt p yang bleh menggugat keontetikan al_qur'an dan bagian yang mana?

    BalasHapus
  4. nama: nurul khikmah
    nim: 2021110122
    kelas: C
    penjelasan dalam keterangan hadist di tuliskan tentang lubang dhab dan sabda Nabi yang menanyakan siapa?
    mohon dijelaskan perihal ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Muh.Abdul Rohman
    2021110126
    kelas C

    hadist tsb mksudnya apa c???
    -dalam hadits tsb diterangkan "kalian akan mengikuti sunnah(jalan-jaln) orang sebelum kalian,diterangkan "yahudi & Nasrani".Apakah yang dimaksud itu jalan-jalan orang yahudi & nasrani pog??"
    -terus lubang dhab itu lubang yang baik atau buruk??
    -mohon diterangkan di dalam kelas,,soalnya yang saya pahami dari hadirs itu,sunnah(jalan-jalan) pada hadits itu adalah sunnahnya orang yahudi & nasrani

    BalasHapus
  6. pemakalah menjawab untuk ISTIGHFAROH :
    - memang tag asing ttg para mubaligh2 yg menyertakan ayat2 al qur'an / hadits untk memperkuat argumennya, mennurut sya tdk apa2 bhkn lebih bagus selama ayat al qur'an/ hadits tsb sesuai dg argumennya dan terbukti kebenarannya.
    - mengapa tdk bleh menyelisihi al qur'an?
    jwb.
    hayooo apa mbak is berani menyelisihi al qur'an???
    pastinya gag berani duuundz!!!! heeee.
    ya krn qta ketahui bhwa al qur'an sejak diturunkan smpai skrg diyakini oleh kaum muslimin sbg kalam allah SWT yg diwahyukn kpd Nabi SAW. umat islam jg sepakat bhw kitab tsb terjaga keotentikanny dan semua isinya diyakini kebenarannya. setiap kata didlm alqur'an adl perkataan / kalam allah yg qadim. al quran terpelihara spt bentuk asliny, sbgmna janji allah ats kemurnian yg disbutkn dlm alqur'an " sesungguhnya Kami-lah yg menurunkn alqur'an dan sesungguhny Kami benar2 memeliharanya". ayt tsb menjelaskan bhw kitab selain alqur'an tdk ada yg menjamin dirinya terjaga dari kesalahan dan kekeliruan.
    - mengapa tdk boleh menyelisihi as sunnah?
    jwb.
    sungguh allah tlah memberikan peringatan atau ancaman keras bagi mrka yg meninggalkn as sunnah dg disenggaja. firman allah dlm QS. An Nur :63, " maka berhati-hatilah org yg menyelisihi perintah Rasul ( sunnahnya) untuk ditimpa fitnah atau adzab yg pedih".
    abu bakar ash-shidiq ra berkata " tidaklah aku meninggalkn sswtu yg diamalkn Rasul kcli aku mengamalkannya, dan sungguh aku sanggat khawatir (takut) jika aku meniggalkn sesuatu dri sunnahnya akn tersesat (lihat ta'zhimus sunnah hal.24).
    maka jgnlah kita menyelisihi alqur'an ataupun assunnah. na'udzubillahi min dzalik,,,,
    bertaubatlah wahai saudaraku...
    selama hayat msh dikandung badan, sblum nyawa smpai ditenggorokan, allah akn ttap menerima pertaubatan nasukha kita
    jadikanlah alqur'an sbg rujukan ats kebenaran, krn alqur'an tdk pernah tersentuh kebatilan, baik dri dpan maupun dri balakang. allah berfirman dlm QS 6:155 " dan alqur'an itu adl kitab yg Kami turunkn yg diberkahi, mk ikitilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat".
    semoga kita senantiasa dlm naungan rahmat allah SWT.
    aamiiinn....

    terimakasih.

    BalasHapus
  7. pemakalah menjawab untuk NAELUL AMALIA AZMI:
    salah satu fungsi alqur'an adl sbg kitab il.peng, namun demikian, alqur'am bukanlah kitab ilmiah / kitab sains murni sprt kitab2 sains selama ini. al quran adal kitab petunjuk bagi kabahagiaan dunia dan akhirat, termasuk pula didlmny adl petunjuk tersirat dan tersurat ttg berbagai il.peng. hakikat2 yg disbt dlm alqur'an disbutkn scr singkat namun maknanya padat, shg untuk mengungkapkn makna yg terkandung didlmnya perlu dilakukn kajian yg sgt mendalam krn keterbatasan ilmu mnsia dan luasny ilmu allah SWT. sdgkan assunnah berfungsi sbg penjelas atau perinci dari al qur'an.
    dlm QS. al-alaq:1-5 , allah menyatakan mengajarkan ilmu kpd mnsia malalui perantara qalam. il.peng yg dimksdkn disini adl ilmu2 eksak ( kimia, fisika, biologi, kedokteran, ilmu falak, dll), ilmu sosial (sosiologi, psikologi, sastra, ekonomi, dll), dan ilmu agama ( fiqh, mu'amalah, aqidah, ibadah, dll).

    terimakasih.

    BalasHapus
  8. pemakalah menjawab untuk RIQOH A.M:
    korelasi antara hadits dan judul itu adl hadits disini menjelaskan bahwa sikap umat islam yg akan mengikuti jejak2 umat terdahulu. sdgkn judul makalah sya adl menggugat keotentikn alqur;an dan assunnah. qt tau bhwa alqur'an itu sempurna dan tidak perlu diotak-atik lgi. nah, munculny menggugat keotentikn alqur'an dan assunnah tsb krn fakta itu membuat iri oleh para pemeluk agama lain khususny para orientalis dari yahudi dan nasrani. maklum sampai skrg blum ada kesepakatan diantara mrka mengenai keaslian kitabnya. perjanjian lama isinya ternyata mengalami perubahan, demikian jg perjanjian baru yg mengalami hal yg sama. hal inilah yg membuat para orientalis sangat berambisi agar kaum muslimin jg mencontoh mrka, yaitu mempersoalkn atau bhkn menggugat isinya.
    - yg saya ketahui tdk ada il.peng yg membolehkan menggugat keotentikan alqur'an dan assunnah.

    terimakasih.

    BalasHapus
  9. pemakalah menjawab untuk NURUL KHIKMAH:
    adh-dhabb adl salah satu jenis binatang melata yg cukup dikenal (sejenis biawak). krn sikap kaum muslimin yg senantiasa meniru dan mengikuti umat lain. maka sekiranya umat lain masuk ke tmpat spt itu niscaya kaum muslimin akan mengikuti mereka. sikap umat islam yg mengikuti kebiasaan2 org2 terdahulu (yahudi dan nasrani) mulai dari gaya hidup, berpenampilan, ideologi, dll. maka kita tdk boleh bertasyabbuh thdp non muslim.
    semoga kita terhindar dari hal2 yg merugikan dan menjerumuskan kita dlm kegelapan. aamiin,,,
    - hayooo,,,,,
    mbak nurul tdk membaca keterangan haditsny yyaa,,,??? hee,,
    disana sudah dijelaskan dg kata2 yg jelas dan padat
    sudah dijelaskan bahwa Nabi SAW itu bukan menanyakan siapa?
    tetapi itu adalah sebuah pertanyaan yg berkonotasi pd pengingkaran. jadi maknanya adl " siapa lagi kalau bukan mereka (yahudi dan nasrani).

    terimakasih.

    BalasHapus
  10. pemakalah menjawab untuk M ABRUL RAHMAN:

    - mksd dari hadits tersebut yaitu ttg sikap umat islam yg akan mengikuti jejak umat2 terdahulu dan umat islam dilarang untuk mengikuti suatu kaum karena dgn mengilutinya berarti dia termasuk dlm kaum tsb.
    - IYA. yg dimksdkn dlm hadits tsb adl jalan2 orag yahudi dan nasrani krn mmereka adl org2 sebelum qta (muslim).
    - lubang adh-dhabb iku yg buruk, krn kondisi lubang yg sangat sempit dan kotor.

    terimakasih.

    BalasHapus