new post

zzz

Kamis, 04 April 2013

d8-3 imas anggraeni HUBUNGAN MANUSIA DG PENCIPTA



MAKALAH
HUBUNGAN MANUSIA DENGAN PENCIPTA

Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah                        : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu                : M. Ghufron Dimyati, M.Ag

Disusun Oleh:
Imas Anggraeni Dewi
2021 111 203
Kelas D


Tarbiyah/ PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
PEKALONGAN 2013
BAB I
PENDAHULUAN


            Pada zaman serba globalisasi ini, banyak pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat merusak akidah manusia kebanyakan. Kurang percayanya kepada yang Maha Kuasa telah bermunculan.
            Keadaan tersebut sangat memprihatinkan bagi seluruh umat muslim yang semakin hari terus dijejali dengan keadaan yang dapat melunturkan rasa keagamaan.
            Dan untuk mempertebal keagamaan kembali, maka diperlukan penjelasan kembali tentang unsur-unsur agama yang sangat perlu untuk dipegang teguh, yaitu iman, islam dan ihsan.
            Dan pada makalah ini, akan membahas tentang unsur-unsur agama tersebut secara singkat. Serta diharapkan semoga makalah yang penulis jelaskan ini dapat memberikan sedikit pencerahan mengenai iman, islam dan ihsan.
Amiin


BAB II
PEMBAHASAN


A. HADITS
عن ابي هريره رضيالله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم بارزا يوماللنا س, فأ تاه رجل فقال ماالايمان؟ قال: ( الايمان ان تؤمن بالله وملا ئكته وبلقا ئه ورسوله وتؤ من بالبعث ) قال: ماالاسلا م ؟ قال: (الاسلام : اب تعبدالله ولا تشرك به وتقيم الصلاة , وتودي الزكاة المفروضه, وتصوم رمضان) قال: ماالاحسان ؟ قال : ( أن تعبدالله كأ نك تراه , فأ ن لم تكن تراه فأ ن يراك ) . قال : متى الساعة ؟ قال : ( ما المسؤ ول عنها بأ علم من السا ئل , وسأ خبرك عن أشراطها : إذا ولد ت الأ مةربها , ؤإ ذا تطا ول رعاة الآ بل البهم في البنيان , في خمس لايعلمهن إلاالله) .ثم تلا النبي صلى اللهعليه وسلم : ( إن الله عنده علم الساعة) الاية, ثم أدبر, فقال : (ردوه) . فلم يرواشيئا , فقال : (هذا جبريل, جا ء يعلم النا س ديبهم )
B TERJEMAHAN
            Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a : Pada suatu hari ketika Nabi Muhammad Saw tengah duduk bersama para sahabatnya, datang seseorang yang bertanya, “Apakah iman itu ?” Rasulullah Saw, menjawab “iman adalah percaya kepada Allah, para malaikat-Nya, pertemuan dengan-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Apakah islam itu ?” Rasulullah Saw menjawab : “menyembah Allah yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya yakni menyamakan sesuatu denganNya, juga mendirikan sholat, menunaikan zakat yang diwajibkan serta berpuasa dibulan ramadhan”.
            Lelaki itu bertanya : “Apakah itu ihsan ?” Rasulullah saw, menjawab : “ihsan artinya berbuat kebaikan itu ialah hendaknya anda menyembah Allah seolah-olah anda dapat melihatNya, seandainya engkau tidak bisa mencapai keadaan itu, engkau harus yakin bahwa Dia melihatmu”.
            Kemudian laki-laki itu bertanya lagi : “kapan saat tibanya hari kiamat ?”. Rasulullah menjawab : “pengetahuan yang memberikan jawaban tidak lebih banyak dari yang memberikan pertanyaan, tepati aku akan memberiahukan kepada anda mengenai tanda-tandanya, yaitu apabila seorang hamba wanita yang melahirkan anak majikannya, juga apabila para pengembala unta-unta hitam yang tidak pandai, bercakap-cakap dan bermegah-megahan didalam gedung besar”.
            Dan hari kiamat adalah salah satu dari lima perkara yang diketahui Allah Swt, tiada seorangpun yang mengetahui, kemudian Nabi Saw membacakan ayat yang artinya : “sesungguhnya bagi Allah itu adalah pengetahuan saat tiba hari kiamat” sampai habis ayatnya.
            Kemudian laki-laki itu berpaling, kemudian Nabi Saw berkata : “cobalah kembali orang itu !” tetapi para sahabat tidak melihatnya. Nabi Saw kemudian bersabda : “ Dia adalah Jibril yang datang untuk memberikan pengajaran agama terhadappara pemeluknya”.[1]



C. Mufrodat
الايمان ان تؤمن بالله                             : Iman adalah percaya kepada Allah
وملا نكته                                              :   Para malaikat-Nya
وبلقا ئه                                                 :   Pertemuan dengan-Nya
ورسوله                                             :Para Rasul-Nya
وتؤ من با لبغث                                     :Dan hari kiamat
الاسلا : أن تعبدالله                                 :   Islam itu adalah menyembah Allah
وتقيم الصلاة                                         :Mendirikan sholat
وتو دي الزكاة                                       :Membayar zakat
وتصوم رمضا ن                                   : Puasa selama bulan Ramadhan
الاحسان                                             : Ihsan

D. Biografi Perawi
            Abu Hurairah bernama lengkap Abd ar-Rahman ibn Sakhr al-Dausi Alyaman (Abdullah ibn Sakhr). Lahir pada tahun 21 sebelum hijriah atau 620 M.  Abu Hurairah satang ke Madinah pada tahun Khaibar yaitu pada 7 Hijriah, lalu memeluk agama islam. Beliau menetap bersama dengan Nabi Saw. Dan menjadi ketua jamaah Ahlus Suffah. Karena inilah beliau mendengar hadits dari Nabi Saw.
            Menurut ibn al-jauzi,  ada sejumlah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebanyak 5374 yang terdapat dalam Musnad Ibn Hambal. Hadits-hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ada yang berasal langsul dari Nabi Saw, dan ada pula yang berasal dari Abu bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ubai bin Ka’ab, Usman bin Zaid, A’isyah, Ka’ab al-Ahbar, dan lain-lain.
            Abu Hurairah wafat pada tahun 59 H. Tentang tahun wafatnya ini terdapat perbadaan dikalangan para ahli. Hasyim bin Urwah mengatakan bahwa Abu Hurairah wafat pada tahun 57 H, pendapat ini diikuti oleh ‘Ali ibn Al-Madani, dan Subhi Al-Shalih memandangnya sebagai pendapat yang rajah. Akan tetapi Ajaj Al-Khatib memilih pendapat yang menyatakan tahun wafat Abu Hurairah adalah 59 H. Kesimpulan tersebut diambilnya setelah dia mengutip pendapat Al-Waqihi dan Abu Ubaid dan membandingkannya dengan komentar Ibn Hajar, serta dari pernyataan Ibn Katsir yaitu wafatnya Abu Hurairah adalah 59 H. [2]
E. Keterangan Hadits
            Hadits diatas menerangkan tentang pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh seorang lelaki terhadap Nabi Saw yang ternyata seorang lelaki tersebut adalah Jibril a.s, pertanyaan tersebut mengenai tentang iman, islam, ihsan, dan tentang hari akhir.
Iman yang diterangkan dalam hadits diatas adalah mengimani adalah :
1)      Mengimani adanya Allah, mengimani sifat-sifat yang wajib bagi-Nya.
2)      Mengimani adanya malaikat Allah, yaitu percaya bahwa malaikat itu ada.
3)      Mengimani bahwa kita akan menjumpai Allah di hari kesudahan.
4)      Mengimani Rasul-rasul-Nya, yakni membenarkan para rasul adalah orang-orang yang benar pada segala apa yang mereka khabarkan di atas bumi Allah.
            Islam yang diterangkan dalam hadits diatas yaitu menyembah Allah sendiri-Nya, tanpa mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan sholat dengan sempurna, mengeluarkan zakat dan berpuasa di bulan ramadhan.
            Ihsan yang diterangkan dalan hadits di atas yaitu mengerjakan suatu ibadah dengan perasaan bahwa Allah melihat sesuatu yang kita kerjakan. Dan senantiasa kita untuk mencapai kesempurnaan ikhlas dalam beribadat dan meningkatkan kekhusukan.
            Hadits di atas menjelaskan bahwa tiada yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat kecuali Allah ta’ala, karena kapan datangnya hari kiamat adalah sesuatu yang ghaib. Namun Nabi Saw telah menjelaskan tentang tanda-tanda akan datangnya hari kiamat yakni :
·         Diantara tanda-tanda yang akan mendahului kiamat itu ialah banyak anak-anak majikan yang dilahirkan oleh para budak-budak wanita, dapat diartikan  banyak terjadi kedurhakaan kepada ibunya.
·         Tanda lainnya akan datangnya kiamata adalah banyak penduduk rendah yang dapat membangun rumah-rumah yang tinggi dan menguasai keadaan serta memerintah negeri.[3]
F. Aspek Tarbawi
            Dari penjelasan hadits diatas, terdapat aspek tarbawi yang antara lainnya adalah :
1.      Sebagai orang yang beriman, wajib kita untuk beriman kepada Allah Swt, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, serta hari akhir.
2.      Menyadari bahwa Allah-lah Maha Tahu segalanya
3.      Sebagai orang islam dan beriman, kita wajib menjalani perintah-Nya
4.      Sebagai orang islam dan beriman, kita wajib menjauhi larangan-Nya
5.      Sangat tidak boleh menyekutukan Allah


BAB III
PENUTUP

            Dalam uraian yang ada di atas dapat disimpulakan bahwa antara keimanan, keislaman dan keihsanan tidak dapat dipisahkan karean merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Jika ketiga unsur tersebut tidak di tetapkan dalah hati secara bebarengan maka akan kurangsempuran ketiga unsur tersebut.
            Maka apabila ketiga unsur tersebut telah termiliki oleh seseorang maka akan membentuk keyakinan (agama ) dalam diri orang tersebut secara sempurna, karena sesungguhnya tidaklah bersiri agama seseorang melainkan sesudah  lengkap segala rangka-rangkanya (iman, islam, ihsan).


DAFTAR PUSTAKA

Az-Zabidi, Al-Imam Zainuddin Ahmad bin Abdul Lathif . 1997. Ringkasan Shahih Al Bukhori. Bandung: PT. Mizan Pustaka
Shiddieqy, T. M. Habsi Ash. 1978.  2002 Mutiara Hadits jilid I. Jakarta: Bulan Bintang
http://wikipedia.org-abu-hurairah, diakses pada tanggal 14 Februari 2013 pukul 15:30




[1] Al-Imam Zainuddin Ahmad bin Abdul Lathif Az-Zabidi, Ringkasan Shahih Al Bukhori, (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 1997), hlm. 25
[2] http://wikipedia.org-abu-hurairah, diakses pada tanggal 14 Februari 2013 pukul 15:30
[3] Prof. Dr. T. M. Habsi Ash Shiddieqy, 2002 Mutiara Hadits jilid I, (Jakarta: Bulan BIntang) hlm. 47-55

30 komentar:

  1. NAMA: BADIATUL LIZA
    NIM: 2021 11 146
    KELAS: D

    Assalamu'alaikum
    mohon jelaskan kaitanya hadits tersebut diatas dengan tema makalah mengenai hubungan manusia dengan pencipta??
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam mba Atul...

      mengapa hadits diatas di kaitankan dengan hubungan manusia dengan pencipta, karena bisa di baca sendiri yah pada terjemahan hadits, disitu di terangkan banyak sekali bagaimana manusia itu harus mempunya rasa keimanan kepada Allah (Sang Pencipta), diterangkan pula bahwa manusia harus selalu percaya bahwa Allah selalu berhubungan dengan manusia, dengan cara selalu memberikan apa yang dibutuhkan oleh manusia,
      serta manusia juga harus mempunyai rasa bahwa Allah selalu memperhatikan setiap langkah yang diambil oleh manusia tersebut.

      jadi sangat jelas yah..
      hadits diatas sangat sesuai dengan tema, karena pada isi hadits tersebut menerangkan bagaimana seharusnya rasa kepercayaan manusia terhadap Penciptanya.

      terimakasih kembali :*

      Hapus
  2. Assalamu’alaikum
    Nama: Nahdiyah
    NIM: 2021 111 199
    Kelas: D

    Kata iman,islam, ihsan tidak asing bagi kita,,
    Iman kita wujudkan dengan meyakini adanya Allah,Rasul2nya,kitabNya dll,sedangkan islam kita wujudkan dengan mengerjakan sholat,menunaikan zakat dan lain sebaginya,,yg ingin saya tanyakan bagaimana perwujudan ihsan itu??
    trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam mba nad....

      bagaiamana sih mewujudkan ihsan itu, kita liat juga apa itu ihsan,
      ihsan merupakan suatu rasa kepercayaan terhadap Allah swt, bahwa Dia selalu melihat setiap langkah yang kita ambil..

      jadi sebenarnya , dalam pelaksanaan Iman dan Islam-pun kita harus didasari dengan rasa ihsan, dengan rasa bahwa Allah selalu melihat perbuatan kita,,,
      Dia selalu memperhatikan kita, meski kita tidak melihat namun harus tetap percaya bahwa Allah senantiasa melihat kita.

      dan perwujudan ihsan yaitu dengan memperbaiki setiap langkah hidup kita, karena kita senantiasa di awasi oleh Sutradara Agung dalam hidup ini. dan ingatlah setiap kali kita berbuat suatu tindakan yang melampaui batas, Allah selalu melihat kita..

      terima kasih atas partisipasinya...

      Hapus
  3. Nama : Susi Ernawati
    Nim : 2021 111 202
    Kelas : D
    Asslamau'alaykum imas,
    yang ingin saya tanyakan bagaimana supaya kita bisa menjadi orang yang beriman, islam serta ihsan mengingat zaman sekarang ini banyak berbagai godaan yang dapat menggoyahkan iman, islam dan ihsan kita
    terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam mba susi....

      berhubung iman saya masih dangkal mba susi, saya akan menjawab semampu saya :D wkwkwk

      untuk menjaga rasa iman, islam, ihsan dalam diri kita yang pertama kita harus yakin akan keimanan kita dengan memupuk rasa keyakinan akan hal tersebut rasa keislaman kita akan semakin meningkat dan tentunya kita akan mengerjakan segala sesuatu akan berusaha sesuai dengan apa yang kita yakini,..
      kemantapan hati sangat berperan penting dalam meningkatkan rasa keimanan dan keislaman yang kita miliki,
      itu akan menumbuhkan rasa khusyu pada setiap ibadah yang kita kerjakan..

      dan untuk godaan2 yang dapat menggoyahkan iman, islam dan ihsan yang kita miliki,,
      ini berarti berhubungan dengan keihsanan kita, setiap ada godaan2 tersebut maka kita harus berfikir bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan kita, dengan rasa seperti itu maka kita akan senantiasa untuk selalu berusaha berbuat lebih baik lagi...

      terima kasih atas partisipasinya mba susi :*

      Hapus
  4. NAMA : ARINUN ILMA
    NIM : 2021 111 045
    KELAS: D

    langsung saja yang ingin saya tanyakan, bagaimana sikap kita kepada sesuatu agar tidak melebihi rasa cinta kita kepada Allah? dan bagaimana tanggapan pemakalah mengenai orang" yang percaya kepada ramalan", apakah mereka telah mempersekutukan Allah? padahal ia masih tetap menjalankan perintah Allah.
    Terimakasiiih...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk tidak melebihi rasa cinta kita terhadap kecintaan kepada Allah,
      yang perlu kita bangun adalah pikiran bahwa Allah -lah yang memiliki segalanya di dunia ini, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan Allah,
      dan hanya Allah yang patut di cintai lebih dari apapun..
      karena segala sesuatu yang kita punya adalah pemberian dari Allah..
      jadi hanya Allah yang pantas mendapatkan cinta seutuhnya sepenuhnya ..

      untuk orang-orang yang percaya terhadap ramalan..
      itu merupakan sirik secara perbuatan karena sudah percaya dengan apa yang di namakan ramalan.
      karena sesungguhnya yang mengetahui segala sesuatu hanyalah Allah..
      jadi anggap saja ramalan itu adalah JUST FOR FUN...
      heheheh

      thanks a lot...

      Hapus
  5. nama: Musiyami Ulfa
    nim: 2021 111 157

    assalamu'alaikum

    dalam keterangan hadis dijelaskan, Tanda lainnya akan datangnya kiamat adalah banyak penduduk rendah yang dapat membangun rumah-rumah yang tinggi dan menguasai keadaan serta memerintah negeri. bagaimana maksudnya?? dan mohon dicontohkan,,,

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam..

      maksud dari penduduk rendah yaitu, tingkat keimanannya yang rendah..
      sekarang banyak sekali contohnya pemimpin negara ini yang rendah imannya. itu di buktikan dengan banyaknya kasus korupsi serta saksi palsu yang ada di berbagai negara termasuk indonesia yang dilakukan oleh kalangan pemimpin negeri.

      namun dapat diartikan lain yaitu , banyak orang yang memimpin negeri namun dari kepercayaan lain (non muslim)..
      sekarang sudah banyak contoh orang-orang non muslim menguasai keadaan ekonomi baik indonesia maupun di belahan dunia lainnya..
      dan itu adalah salah satu tanda bahwa penduduk yang rendah (imannya) telah dapat menguasai serta memerintah negeri..
      otomatis rumah mereka besar-besar kan ?? :D

      Thank's a lot :)

      Hapus
  6. nama : mirza muhammad abda
    nim :2021 111 153
    kelas: D
    bisa dicontohkan atau digambarkan sejauh mana kedekatan manusia dengan pencipta ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedekatan manusia dengan Pencipta..
      hanya Allah yang tau, karena kedekatan manusia dengan penciptanya dilihat dari keimanan dan ketakwaan, dan yang dapat mengukur itu semua adalah Allah Yang Tunggal.

      namun apabila manusia selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah lebih mendekat kepada manusia tersebut,
      alangkah bijaknya apabila manusia selalu berusaha untuk mencari ridho ilahi dalam rangkah mendekatkan diri kepada Allah...

      terima kasih atas pertanyaannya :)

      Hapus
  7. Nama: Nur Asfiyani
    NIM: 2021 111 200
    Kelas: D

    Bagaimana mewujudkan rasa iman, islam dan ihsan agar selalu tertanam dalam diri kita..? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaan....

      semua itu kembali pada diri kita masing-masing..
      mau menjaganya atau tidak..
      dan untuk menjaga itu semua, maka yang pertama kita pegang adalah keimanan kita,
      dengan memegah teguh keimanan kita, mempertahankan rasa takwa kita..
      secara otomatis islam dan ihsan akan ikut tertanam dalam diri kita...
      selalu mencoba mendekatkan diri pada Allah, mengerjakan perintah dan menjauhi larangannya,
      akan menambaha keimanan anda...

      Salam Super :D

      Hapus
  8. Khomisah Ikasasih
    2021 111 171
    D

    menurut pemakalah bagaimana caranya agar kita selalu meneguk manisnya iman, islam dan ihsan??jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk meneguk manisnya iman, islam dan ihsan tidak ada cara lain kecuali merasakannya :D
      dengan terus menerus menumbuhkan tiga hal tersebut,
      dengan secara otomatis kita akan merasakan manisnya..
      teruslah berusaha mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa..
      ikhlas dalam beribadah..
      niatkan ibadah karena Allah ta'ala...

      udah itu aja :D

      Thanks a lot

      Hapus
  9. nama: shofatul jannah
    nim: 2021 111 183
    kelas: D

    hay..hay jeng,,
    dalam makalah tertulis bahwa Ihsan yang diterangkan dalam hadits di atas yaitu mengerjakan suatu ibadah dengan perasaan bahwa Allah melihat sesuatu yang kita kerjakan. Dan senantiasa kita untuk mencapai kesempurnaan ikhlas dalam beribadat dan meningkatkan kekhusukan.
    yang saya tanyakan bagaimana cara kita untuk mencapai kesempurnaan ikhlas dalam beribadah??
    mohon jelaskan
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hey juga jeeeeeeeeng :D

      ikhlas adalah suatu hal sangat sulit untuk dicapai kesempurnaannya,,
      namun untuk meningkatkan rasa ikhlas tersebut,
      menurut saya yang harus dilakukan adalah mendekatkan diri kepada Allah dan menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah..
      segala sesuatu pasti akan kembali kepada yang menciptakan..
      dengan berfikir seperti itu , InsyaAllah akan menambah rasa ikhlas yang ada di dalam diri kita..
      dan tidak akan mencapai suatu kesempuraan,,
      karean kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan selalu ada pada diri saya... (Dorce) :D

      salam Super... wkwkwk

      Hapus
  10. WILDAN FAZA
    2021 111 206
    D

    yang ingin saya tanyakan bagaimana supaya kita bisa menjadi orang yang beriman, islam serta ihsan mengingat zaman sekarang ini banyak berbagai godaan yang dapat menggoyahkan iman, islam dan ihsan kita? thnks :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas wildan ...
      silahkan baca jawaban dari pertanyaan mba susi..
      karena sama persis..

      thanks a lot :D

      Hapus
  11. nama: Nur Ulis Sa'adah Shofa
    NIM: 2021 111 205

    assalamu'alaikum jenk imas....
    pertanyaan saya cukup singkat saja, apa keterkaitan antara iman, islam, dan ikhsan itu sendiri dalam kehidupan kita? dan bagaimana caranya untuk menanamkan rasa iman, islam dan ikhsan tsb pada anak-anak sejak dini?
    terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam
      keterkaitan tiga hal tersebut dalam kehidupan kita jelas sangat berkaitan ketiga hal tersebut, karena pada dasarnya ketiga hal tersebut tidak dapat terpisahkan.
      apabila iman telah terpupuk dalam diri kita, maka sikap keislaman kita akan semakin kuat dengan islam yang semakin kuat maka kita akan selalu menuju ketingkat selanjutnya yaitu ihsan.
      dengan ketiga hal tersebut terpupuk dengan baik dalam diri kita, maka jalan kehidupan kita akan terorganisir sesuai dengan kaidah islam yang telah ada.

      untuk menanamkan rasa iman, islam dan ihsan pada diri anak sejak dini,sangatlah penting mengingat pondasi yang kuat berawal dari bagaimana orang tua membangunnya,
      langkah awal yang kita lakukan adalah memberikan pemahaman tentang iman atau kepercayaan terlebih dahulu agar mereka dapat mengenalnya dan memahaminya,
      dengan hal tersebut rasa keislaman akan dengan mudah tertanam dalam diri anak dan hal yang selanjutnya akan menyusul.

      thanks a lot :)

      Hapus
  12. awaliyah nailis saadah
    2021 111 339
    D

    Bagaimana caranya agar kita dapat menjaga iman, islam dan ihsan mengingat banyaknya godaan yang menyesatkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaannya

      silahkan emba baca jawaban dari pertanyaan mas wildan
      karena sama jenis pertanyaanya...

      thanks a lot...
      :D

      Hapus
  13. NAIS STANAUL AYHIYAH
    2021 111 280
    bagaimana cara kita memperkenalkan iman, ihsan dan islam kepada anak-anak dengan baik? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk menanamkan rasa iman, islam dan ihsan pada diri anak sejak dini,sangatlah penting mengingat pondasi yang kuat berawal dari bagaimana orang tua membangunnya,
      langkah awal yang kita lakukan adalah memberikan pemahaman tentang iman atau kepercayaan terlebih dahulu agar mereka dapat mengenalnya dan memahaminya,
      dengan hal tersebut rasa keislaman akan dengan mudah tertanam dalam diri anak dan hal yang selanjutnya akan menyusul.

      untuk cara memperkenalkannya, ada banyak sekali metode yang dapat di lakukan, dapat berupa cerita atau pun penjelasan-penjelasan yang di bawakan dengan cara yang menyenangkan yang dapat diikuti oleh anak dengan baik..

      thanks a lot:)

      Hapus
  14. nur akhadiyah
    2021 111 151
    kelas D

    bagaimana caranya agar kita dapat menyeimbangkan hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan?

    BalasHapus
  15. Nama: Fitri Nur Afina
    NIM: 2021 111 197
    Kelas: D

    Sejauh mana hubungan manusia dengan pencipta bisa terjalin? terimakasiiiiih...... :)

    BalasHapus
  16. NAMA: KHOLIS ARIFAH
    NIM: 2021 111 293
    KELAS: D

    Assalamu'alaikum,
    bagaiamana jika kita dicoba dengan berbagai masalah yang sangat berat hingga kita tidak percaya lagi kepada Allah dan hampir kita meninggalkan Allah.
    menurut pemakalah bagaimana menumbuhkan rasa percaya kita terhadap Allah bahwa Allah maha penolong dan hanya Allah-lah yang berkuasa atas diri kita.

    BalasHapus
  17. faisal fahmi
    2021111255
    D

    assalamualaikum...

    menurut pemakalah, bagaimana cara meningkatkan rasa keimanan kita atas ALLAH swt...

    BalasHapus