Laman

Jumat, 15 Februari 2013

C1-1 Makmur Barkah : Rumah Tangga Penuh Kasih Sayang


MAKALAH
Rumah Tangga Penuh Kasih Sayang

Disusun Untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadist Tarbawi II.
Dosen Pengampu:Muhammad Ghufron, M.S.I.

Description: STAIN_1







Disusun Oleh:
Makmur Baikah
2021 111 085

Kelas C



TARBIYAH ( PAI )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) PEKALONGAN
2013
BAB I
PENDAHULUAN

Rasulullah saw. adalah seorang rasul yang mempunyai akhlaqul karimah yang luar biasah dan juga sempurna. Dengan akhlak yang seperti itu beliau dapat membangun kehidupannya dengan penuh kesejahteraan dan kedamaian, terutama dalam rumah tangga.
Menyinggung akhlak Rasulullah saw. kepada keluarganya maka hal ini tidak hanya berlaku kepada para suami, sehingga para istri merasa suami sajalah yang tertuntut untuk berakhlak mulia kepada istrinya. Yang dimaksud hal ini adalah bahwa suami dan istri harus sama-sama mempunyai akhlak yang mulia agar terciptanya keselarasan dan kebahagian dalam rumah tangga. Memang suamilah yang paling utama harus menunjukkan budipekerti yang baik dalam rumah tangganya karena dia sebagai qawwam, sebagai pimpinan. Kemudian dia dituntut untuk mendidik anak istrinya dengan baik agar terhindar dari api neraka.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai rumah tangga yang diajarkan oleh Rasulullah saw.












BAB II
PEMBAHASAN


a.  Rumah Tangga Penuh Kasih Sayang
قَالَأَبُو عَبْدِاللهِ الْجَدَلِي قُلْتُ لِعَائِشَةَ كَيْفَ كَانَ خُلُقُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فى أَهْلِهِ قَالَتْ :{كَانَأَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا سَخَابًا بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يُجْزِئُ بِالسَّــيِّـــئَةِ مِثْلَهَا وَلَكِنْ عَفُوٌّو وَ يَصْفَحُ}(رواه أحمد (
"Abu Abdullah Al-Jadali r.a. berkata, Suatu hari aku bertanya kepada Aisyah r.a tentang akhlak Nabi Muhammad saw .IaMenjawab. “Bagus-bagusnya manusia adalah nabi Muhammad saw Beliau Tidak pernah bersikap kasar dan tidak pernah berteriak dipasar dan tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi beliau selalu memaafkan dan tidak mengungkitnya."

b.   Makna mufrodat
BeliauTidakpernahBersikapKasar
لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا
Dan tidakpernahberteriakdipasar
وَلَا سَخَابًا بِالْأَسْوَاقِ
Dan tidakpernahmembalaskeburukandengankeburukan
وَلَا يُجْزِئُ بِالسَّــيِّـــئَةِ مِثْلَهَا
Akan tetapibeliauselalumemaafkandantidakmengungkitnya.
وَلَكِنْ عَفُوٌّو وَ يَصْفَحُ

C.  Keterangan
Hadits diatas menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah Rasulullah saw. Beliau mempunyai akhlak yang mulia dan mempunyai budi pekerti yang baik. Beliau adalah contoh teladan bagi semua umat manusia.
Dalam berumah tangga beliau selalu menjaga keluarganya dan membimbingnya agar selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan juga menjauhi apa dilarang oleh-Nya.Beliau juga menanamkan kasih kasihnya kepada keluarga, kerabat dan sahabat-sahabat lainnya.
C. Biografi perowi
Ahmad
            Nama lengkapnya Ahmad bin hanbal bin Hilal Bin al-syaybani al-marwazi, nama kunyah (julukan)nya adalah Adu Abdillah lahir di baghdad tahun 164 h, dan wafat dalam usia 77 tahun. Di kota tersebut dia mendalami ilmu namun kemudian tinggal keberbagai negeri untuk mencari hadits, sampai beliau di pandang sebagai orang yang banyak mengerti asar sahabat dan tabiin. Pada mulanya beliau belajar hadits kepada Qadi abu yusuf kemudian al-syafi’i dan mengadakan perjalanan untuk belajar kepada Abdurrazak di yaman, pergi ke basrah, makkah, madinah dan syam untuk mempelajari hadits.
Subhi al-shalih menerangkan bahwa riwayat hadis Ahmad Bin Hanbal, adalah banyak yang berasal dari basyir al-mufaddal al-rakasyi, al-samad sulayman bin dawud al-tayalisi. Sedangkan ulama hadis yang meriwayatkan dari ahmad bin hanbal ialah al-bukhori, muslim, abu dawud, waqi bin jarah, yahya bin adam al-qufi, ali bin al-madani dan kawan-kawanya.
Ahmad bin hanbal sering melakukan ijtihad dalam mengumpulkan dan menyeleksi seluruh hadis, ia tidak mengumpulkan hadis dari orang-orang yang tidak dapat dipercaya, sehingga sangat teliti terhadap matan kitabnya.[1]

d.  Aspek Tarbawi
Rasulullah saw. adalah suri tauladan yang baik bagi semua umat manusia. Sehingga beliau memang pantas disebut sebagai gurunya umat manusia karena memiliki akhlak yang mulia dan juga sempurna.Dalam membangun rumah tangganya beliau tidak menerapakan kekerasan, sehingga keluarga beliau hidup dengan penuh kedamaian dan ketentraman. Dengan keluarga yang seperti itu, maka kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita dapati.
Selain itu, pelajaran lain yang dapat kita ambil adalah seorang istri juga harus melayani suaminya dengan baik, jangan menggunakan tindakan-tindakan yang negatif kepada suaminya. Karena hal tersebut bisa merusak keharmonisan dalam rumah tangga.





























BAB III
PENUTUP

Dalam makalah yang disampaikan di atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah saw. Adalah sebaik-baiknya manusia yang mempunyai akhlak yang mulia juga sempurna. Selain itu dalam membina rumah tangga beliau tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalahnya.
























DAFTAR PUSTAKA

Assa’idi, Sa’dullah. 1996. Had is-Hadis Sekte. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.



[1] Sa’dullah Assa’idi, Hadis-Hadis Sekte, Cet. Ke-1 (yogyakarta: pustaka pelajar, 1996), hlm. 53-54.

15 komentar:

  1. muhammad muslihul umam
    2021111 131
    kelas c

    mau taya di aman sekarang kan banyak di beritaka adanya kekerasandalam rumah tangga menurut islam srndira bagaimana kalau kekerasn dalam rumah rtangga ini terjadi karena yang di kerasi karena bersalah, seprti selingkuh dan sebagainya, mohon pencerahannya sahaat makmur,,,
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 19.18.00 WIB

      menurut islam itu sendiri tdk boleh menerapkan kekerasan didalam rumah tangga,walopun ia bersalah,,karena sperti halnya nabi SAW. Pada lafadz “لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا
      yang artinya: “Beliau Tidak pernah Bersikap Kasar”..... jadi walopun ada orang yang bersalah, beliau tdk pernah membalas kesalahan orang lain. Dan tidak pernah membalas keburukan orang lain. Dan tdk pernah juga mengunkit-ungkitnya...

      Hapus
  2. Agus Triyono (2021111135)

    Salam hangat dari saya..
    Pertanyaan:
    Bagaimanah pola hidup rumah tanga penuh kasih sayang ala, sahabat, tabi'in, tabi'tabi'in sampai zaman sekarang dan kenapa terjadi perbedaan pola hidup di setiap generasi....


    tq sahabat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 19.25.00 WIB

      Pola hidup pada masa sahabat, tabiin, tabiit’tabiin itu mungkin masih sama pada masa nabi SAW. Karena pada masa itulah beliau mengajarkan kepada para shabat-sahabatnya. Dan para tabiin tabiit.... akan tetapi di era masa kini, sering terjadi perbedaan pola hidup masing-masing. Karena yang dialami generasi pada masa lalu tentu sangat berbeda dengan generasi masa sekarang. Perbedaan itu dipengaruhi oleh pergeseran nilai-nilai yang eksis di dalam masyarakat. yang selalu bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.. jadi perbedaan pola hidup pada masa kini dikarenakan karena perubahan zaman. Seperti itu sahabat

      Hapus
  3. Restu noviani (2021111091)
    Assalamualaikum...
    Pertanyaan : bagamanakah kita bisa menerapkan belajar meneladani keluarga Rosullullah di zaman sekarang ??
    terrimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 19.33.00 WIB

      caranya kita harus meniru akhlak-akhlak nabi saw, karena akhlak beliaulah yang paling mulia. Dengan akhlak yang seperti itu beliau dapat membangun kehidupannya dengan penuh kesejahteraan dan kedamaian, terutama dalam rumah tangga.
      contoh akhlak nabi ialah sbb:
      1. Tidak pernah Bersikap Kasar
      2. tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan
      3. selalu memaafkan dan tidak mengungkit kesalahan orang lain

      apabila sifat-sifat terpuji itu kita terapkan kepada keluarga kita... insa allah kelurga yang penuh dengan kasih sayang akan kita dapati.

      Hapus
  4. Dewi Suryani ( 2021111093 )
    Assalamu'alaikum...

    Dari pembahasan makalah yang ditulis bab Rumah Tangga Penuh Kasih Sayang, yang ingin saya tanyakan kendala apa saja yang dihadapi pada saat ada masalah dalam Rumah Tangga yang penuh kasih sayang sebut dan jelaskan menurut sahabat makmur, kemudian Jelaskan faktor yang menimbulkan dalam Rumah Tangga Penuh kasih sayang pada zaman Rasulullah saw. terimakasih

    Wassalamu'alaikum ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 19.52.00 WIB

      rumah tangga rasulullah SAW, mungkin dalam membangun rumah tangga beliau tdk pernah mengalami kendala. karena beliau mempunyai sifat yang berakhlakul karimah terhadap keluarganya. Dengan akhlak yang seperti itu beliau dapat membangun kehidupannya dengan penuh kesejahteraan dan kedamaian, terutama dalam rumah tangga. dan juga istri beliau sama-sama mempunyai akhlak yang mulia. jadi,terciptalah keselarasan dan kebahagian dalam rumah tangga mereka.
      jadi mungkin tdk ada faktor yang menyebabkan kendala bagi keluarga beliau

      Hapus
  5. Nama: Cristina Mustikawati
    NIM: 2021111095

    Yang saya ingin tanyakan yaitu Bagaimana caranya mendirikan agar rumah tangga itu tercipta rumah tangga yang penuh kasih sayang, dan juga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah?

    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 19.59.00 WIB

      untuk mendirikan keluarga yang sakinah, mawadah dan warokhmah kita harus mempunyai akhlaqul karimah seperti yang dituturkan nabi SAW. kepada keluarganya antara lain :
      1. janganlah Bersikap Kasar
      2. janganlah membalas keburukan dengan keburukan
      3. selalu memaafkan dan tidak mengungkit kesalahan orang lain dll.

      apabila sifat-sifat itu kita tuturkan kepada keluarga kita, insya allah keluarga kita akan tercipta keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah

      Hapus
  6. amilatunisty@yahoo.co.idSenin, 25 Februari 2013 15.41.00 WIB

    Nama: Amilatun Istiqomah
    NIM: 2021111100

    Yang saya tanya yaitu dalam kehidupan berumah tangga kadang rasa kasih sayang seiring bertambahnya waktu dan usia semakin berkurang, berbeda ketika masih berpacaran. bagaimana caranya memupuk rasa kasih sayang tersebut!!!!

    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSelasa, 26 Februari 2013 08.36.00 WIB

      Memang seiring berjalanya waktu dan usia perhatian dalam rumah tangga sedikit berkurang... akan tetapi untuk memupuk rasa kasih sayang harus meliputi cara sbb:
      1. harus memerikan kasih sayang terhadap keluarga
      2. tdk pernah bersikap kasar terhadap keluarga
      3. tdk pernah membalas keburukan orang lain.
      4. dan selalu memaafkan satu sama laiin.

      apabila sifat-sifat itu sudah kita terapkan kepada keluarga insya allah keluarganya akan menjadi keluarga yang penuh dengan kasih sayang

      Hapus
  7. Nama: Siti Rohmah
    NIM:2021111090

    Apa si tips-tips agar terbentuknya rumah tangga yang penuh dengan kasih sayang serta hal-hal apa saja yang harus di hindari???

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 20.11.00 WIB

      -tips-tips terbentuknya rumah tangga penuh kasih sayang
      1. harus mempunyai akhlak yang mulia
      2. mepunyai budi pekerti yang baik
      3. harus saling memaafkan satu sama lain
      4. keluarga harus di bimbing agar selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan juga menjauhi apa dilarang oleh-Nya
      -hal yang harus dihindari
      1.janganlah bersikap kasar terhadap keluarga
      2. janganlah kamu membalas keburukan dengan keburukan

      Hapus
  8. makmurbaikah014@gmail.comSenin, 25 Februari 2013 20.10.00 WIB

    -tips-tips terbentuknya rumah tangga penuh kasih sayang
    1. harus mempunyai akhlak yang mulia
    2. mepunyai budi pekerti yang baik
    3. harus saling memaafkan satu sama lain
    4. keluarga harus di bimbing agar selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan juga menjauhi apa dilarang oleh-Nya
    -hal yang harus dihindari
    1.janganlah bersikap kasar terhadap keluarga
    2. janganlah kamu membalas keburukan dengan keburukan

    BalasHapus