Laman

Selasa, 09 September 2014

SPI - H - 1: Peradaban Pra Islam dan Masa Nabi Muhammad SAW



PERADABAN DUNIA PRA-ISLAM 
DAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas:
   Mata Kuliah          : Sejarah Peradaban Islam
   Dosen Pengampu  : Ghufron Dimyati, M.S.I

Disusun Oleh :
Kelompok 1

Nia Prastika                 2021113251
M. Lukluk Maknun     2021113277
Rif’atul Mahmudah    2021113292

Kelas H

JURUSAN TARBIYAH/PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2014



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada zaman dahulu sebelum Islam masuk penduduk bangsa arab menyembah berhala, malaikat, jin maupun hewan dan dikenal dengan sebutan zaman jahiliyah  dan sekarang Islam sudah berkembang pesat ke seluruh dunia, dan itu semua merupakan perjuangan nabi besar Muhammad SAW. Walau penuh halang rintang  telah dilalui dalam mensyiarkan agama Islam beliau tetap tangguh dan sabar. Dan berkat perjuangan beliaulah  hingga akhirnya  Islam dapat berkembang sampai saat ini.
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan penambah wawasan bagi mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Untuk lebih jelasnya, akan kami uraikan dalam makalah ini.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka perlu dilakukan perumusan masalah sebagai tahap terfokusnya materi yang dikaji dalam makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.         Meliputi apa saja peradaban dunia pra-Islam itu?
2.         Meliputi aspek apa saja peradaban Romawi timur itu?
3.         Meliputi aspek apa saja peradaban Persia itu?
4.         Apa yang terjadi pada peradaban Jahiliyah (Arab pra-Islam)?
5.         Meliputi apa saja peradaban Islam pada Nabi Muhammad SAW?
6.         Apa yang terjadi pada periode Makkah?
7.         Apa yang terjadi pada periode Madinah?
8.         Apa saja peperangan yang terjadi pada masa Nabi Muhamma SAW?
9.         Apa saja misi-misi dakwah Nabi Muhammad SAW?
10.     Bagaimana masa-masa pemerintahan terakhir Nabi Muhammad SAW?

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Peradan Dunia Pra-Islam
1.    Peradaban Romawi Timur
                             Peradaban Romawi di dirikan pada tahun 753 sebelum Masehi dengan ibu kotanya Romawi, dan usianya lebih sepuluh abad. Bulan Mei 30 M terjadi perpecahan dalam kerajaan Romawi yang berpusat di Roma, yaitu pecah menjadi dua kerajaan: Kerajaan Romawi Barat (Roma) dan kerajaan Romawi Timur, dengan ibu kota Konstantinopel dan Konstatinus Agus (Kaisar Constantin) sebagai maharajanya.
Kerajaan Romawi mengalami puncak kejayaan  pada masa Maharaja Yustianus (527-565 M), dan pada zamannya pula terjadi peperangan seru dengan Kerajaan Persia “Perjanjian Damai Kekal” yang tidak kekal.
a.    Agama
                        Negri-negri yang berada di bawah kekuasaan  Kerajaan Romawi Timur pada umumnya beragama Nasrani, yang pada waktu itu terpecah dalam berbagai aliran. Apapun yang termasyur diantara aliran tersebut da tiga, yaitu sebagai berikut.
1.       Aliran Yaaqibah, banyak dianut di Mesir, Habsyah, dan lain-lain.
2.      Aliran Nasathirah, banyak dianut di Musil, Irak, dan Persia.
3.      Aliran Mulkaniyah, banyak dianut di Afrika Utara, Sicilia, Syiria, dan Sepanyol.
b.    Filsafat
Membicarakan masalah “kebudayaan Romawi”, terutama filsafat, kesenian, ilmu pengetahuan dan kesusastraan, kita harus membicarakan juga masalah “kebudayan Yunani,” karena kebudayaan Romawi pada hakikatnya adalah lanjutan dari kebudayaan Yunani.
        Jurji Zaidan, membagi kebudayaan Yunani kepada tujuh zaman, yaitu sebagai berikut:
·           Masa Dongeng (mitologi)
·           Masa Pahlawan  (heroik) (900-700 SM)
·           Masa Lyric (perasaan) (700-500 SM)
·           Masa Keemasan (500-323 SM)
·           Masa Iskandary (323-146 SM)
·           Masa Yunani-Romawi (142 SM-550 M)
·           Masa  Bizantium (550-1453 M)
c.    Bahasa dan Kesenian
            Dalam wilayah Kerajaan Romawi Timur, ada tiga bahasa yang berpengaruh, yaitu bahasa Latin, bahasa Greek, dan bahasa Suryani.
2.        Peradaban Persia
                             Kerajaan Persia merupakan saingan dari Kerajaan Romawi Timur, dimana antara dua kerajaan tersebut terus-menerus terjadi peperangan karena masing-masing ingin merebut daerah kekuasaan dan pengaruh. Kerajaan Persia berada di bawah Maharaja Anusyarwan dari Dinasti Sasandi (Sasaniyah) yang terkenal sangat adil.
a.       Agama
      Masyarakat Persia lama cenderung untuk menyembah berbagai alam nyata, seperti langit biru, cahaya, api, uadara, air dan sebagainya, yang semua makhluk itu mereka pandang sebagai Tuhan.
b.      Bahasa
      Pada waktu pemerintahan “ Dinasti Sassanid” yang menjadi bahasa Persia resmi yaitu bahasa Pahlawi, dan juga menjadi bahasa kitab suci mereka, Avesta.
c.       Kesenian
Hasil seni Persia yang paling kuno, yaitu keramik, patung-patung, berbagai perabot dari perunggu dan lain-lain (5.000-1.000 SM), seni lukis dan arsitektur (550 SM - 1.600M).[1]

3.       Peradaban Jahiliyah
                        Abad di depan kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut kaum muslimin Zaman “Jahiliyah” (Jahiliah), artinya “zaman kepicikan”, “zaman kebiadaban”. Terhadap suku-suku di Arab Utara mungkin perkataan “zaman kebiadaban” ini lebih tepat, karena sampai kepada zaman Nabi Muhammad SAW peradaban di situ belum juga tiba kepada tingkat yang mempunyai kitab-kitab, tetapi kalau terhadap masyarakat yang berkembang di Arab Selatan sebutan “zaman kebiadaban” ini adalah terlampau keras. Di zaman inilah, di mana negeri Arab tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai seorang nabi yang mengobarkan semangat, tidak mempunyai kitab wahyu.
      Sebelum kedatangan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, di dunia Arab terdapat bermacam agama, yaitu paganisme, Kristen, Yahudi, dan Majusi. Masyarakat Arab telah mengenal agama tauhid semenjak kehadiran Nabi Ibrahim.

B.       Peradaban Islam Pada Masa Nabi Muhammad SAW
                 Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai  pembawa risalah yang rahmatallil ‘alamin. Periode Rasulullah SAW merupakan masa cikal bakal pembentukan peradaban Islam. Peradaban Islam dibangun dengan menjadikan agama Islam sebagai dasar pembentukannya. Dalam masa ini, diuraikan dinamika yang terjadi pada masyarakat muslim dalam upaya merintis penegakan risalah Islam di sekitar Jazirah Arab sebagai pandangan hidup baru masyarakat.
                 Dalam sejarah Peradaban Islam, sejarah hidup Nabi Muhammad SAW biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu ketika Nabi Muhammad menjalani hidupnya di Makkah dan  di Madinah.
1.  Periode Makkah
                        Sebelum Islam datang di tanah Arab, sebenarnya masyarakat Arab bukan tidak berkeyakinan, mereka sudah memiliki keyakinan dan terdapat bermacam agama, yaitu Paganisme, Kristen, Yahudi dan Majusi. Masyarakat arab telah mengenal agama tauhid sejak nabi Ibrohim, dan menjelang kelahiran muhammad perkembangan agama bangsa arab mengalami proses pembiasaan yang mengakibatkan terjadinya pengingkaran prinsip tauhid.
                        Mereka menjadikan berhala sebagai sesuatu yang sangat dekat dengan mereka, yang menentukan kehidupan mereka. Karena itu mereka disebut sebagai penyembah berhala atau peganisme. mereka menggunakan perantara yaitu patung – patung  atau berhala untuk menyembah Tuhan mereka. Dan pada saat itupun moran penduduk bangsa arab mulai rusak disertai merosotnya kondisi sosial, ekonomi, politik, dan agama. Dan kehadiran nabi muhammad pada saat itu sangatlah tepat melihat kondisi bangsa arab (makkah) sangat memprihatinkan.
Pada Poriode ini, dakwah Islam dilakukan secara sembunyi – sembunyi. Nabi Muhammad mulai melaksanakan dakwah Islam di lingkungan keluarga, mula – mula istri beliau sendiri, yaitu Khadijah, yang menerima dakwah beliau, kemudian Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar sahabat beliau, zaid bekas budak beliau. Banyak yang masuk Islam dengan perantara Abu Bakar yang terkenal dengan Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang lebih dahulu masuk Islam), mereka adalah Ustman bin Affan, Zubair bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdur Rahman bin ‘Auf, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Abu ‘Ubaidilah bin Jarrah, dan Al- Arqam bin Abil Arqam, yang rumahnya dijadikan markas untuk berdakwah (rumah Arqam). Setelah turunnya surat Al Hijr, Nabi Muhammad mulai berdakwah terang – terangan. Namun beliau mendapat penolakan dari kaum kafir Quraisy, karena:
a.    Mereka tidak dapat membedakan kenabian dan kekuasaan.
b.    Nabi menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
c.    Para pemimpin Quraisy tidak percaya akan ajaran Nabi.
d.   Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan mereka.
e.    Pemahat dan penjual patung, menganggap Islam sebagai penghalang rezeki.
            Tekanan dari orang – orang kafir semakin keras, terlebih setelah meninggalnya Abu thalib dan Khadijah. Yang terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Tahun ini merupakan tahun kesedihan (Amul Khuzn).
            Karena di Mekah mendapat rintangan, Nabi memutuskan berdakwah di luar Mekah. Namun di Thaif beliau dicaci dan dilempari batu sampai beliau terluka. Untuk menguatkan hati beliau, Allah mengutus dan mengisra’ dan memi’rajkan pada tahun kesepuluh.
            Setelah peristiwa Isra dan Mi’raj, perkembangan besar kemajuan dakwah Islam terjadi, yaitu dengan datangnya sejumlah penduduk Yatsrib (Madinah) untuk berhaji ke Mekah. Hingga pada akhirnya menjadi pengikut Nabi Muhammad kurang lebih 150 kaum.
2.    Periode Madinah
             Setelah tiba dan diterima penduduk yastrib, Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota madinah. Berbeda dengan periode makkah, pada periode madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak  turun di madinah. Nabi muhammad mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, melainkan juga sebagai kepala negara.
            Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu, beliau segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, diantaranya :
Ø  Membangun masjid, selain untuk tempat sholat, juga sebagai sarana untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempertalikan jiwa mereka, juga sebagai pusat pemerintahan.
Ø  Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi mempersaudarakan antara golongan muhajirin dan anshar.
Ø  Hubungan persahabatan dengan pihak-pihak laen yang tidak beragama Islam.
Di madinah, disamping orang-orang arab Islam, juga terdapat masyarakat yahudi dan orang arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat terwujud, nabi muhammad mengadakan  ikatan perjanjian dengan mereka.
Dengan terbentuknya negara madinah, islam makin bertambah kuat. Perkembangan islam yang pesat membuat orang-orang makkah dan musuh-musuh Islam lainnya menjadi risau. Dan kerisauannya akan mendorong orang-orang Quraisy nekat berbuat apa saja. Untuk menghadapi kemungkinan gangguan dari musuh, akhirnya nabi bersiasat umembentuk pasukan tentara. Umat Islam diizinkan berperang dengan dua alasan:
·         Untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya.
·         Menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalang-halanginya.
Dalam sejarah negara madinah ini memang banyak   Peristiwa –peristiwa di Madinah,
a. Pertentangan antara Yahudi dengan kaum muslimin, yaitu sikap ingkar janji yang dilakukan kaum Yahudi.
                   b.   Perjanjian Hudaibiyah ( 6 H), yang berisi.
·           Kaum muslimin belum boleh mengunjungi ka’bah saat itu.
·           Lama kunjungan dibatasi hanya 3 hari.
·           Kaum muslimin wajib mengembalikan orang – orang Mekah yang       melarikan diri ke Madinah, namun sebaliknya, pihak Quraisy tidak boleh menolak orang – orang Madinah yang kembali ke Mekah.
·           Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat ,adinah dan Mekah.
·           Tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin, bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.
                   c. Fatkhul Mekah, kaum kafir Quraiys melanggar perjanjian Hudaibiyah.

3.        Peperangan dalam Islam
Dalam sejarah negara madinah ini memang banyak terjadipeperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan diri dari serangan musuh. Peperangan dalam islam pada masa nabi Muhammad diantaranya:
a.         Perang badar
Perang antara kaum muslimin dengan musyrik Quraisy. Pada tanggal 8ramadhan tahun ke2 hijriyah, nabi bersama 305 orang muslim bergerak keluar kota membawa perlengkapan yang sederhana. Di daerah badar, kurang lebih120 kilometer dari madinah, pasukan nabi bertemu dengan pasukan Quraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000 orang dan nabi sendiri yang memegang komando.
Dalam perang ini kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Namun , orang-orang yahudi madinah tidak senang. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah dibuat antara mereka dengan nabi. Tidak lama setelah perang tersebut, nabi menandatangani  sebuah piagam perjanjian dengan beberaoa suku badui yang kuat. Selain itu setelah perang badar, nabi juga menyerang suku yahudi madinah dan Qainuqa, yang berkomplot dengan orang-orang makkah. Orang-orang yahudi akhirnya memilih meninggalkan madinah dan pergi menuju Adhri’at di perbatasan syria.
b.         Perang Uhud
Perang uhud terjadi pada pertengahan bulan sya’ban tahun kedua hijroh. Faktor utama penyebab perang tersebut adalah pihak kaum musyrikin Quraisy yang dendam karena kalah dalam perang badar dan hendak membalas kekalahannya, dan di bawah komando Abu sufyann bin Harb, dengan menghimpun sekitar 3000 kaum musyrikin Quraisy dan orang-orang habsyi.
c.         Perang Al Ahzab (khandaq)
Perang ini terjadi pada tahun ke-5 H. Sesudah peristiwa uhud orang-orang Quraisy mengira bahwa Muhammad dalam perang uhud telah kalah dan tersingkir. Oleh karenanya mereka segera menyiapkan persenjataan untuk menyerang kembali sehingga kekuatan kaum muslimin yang masih tersisa dapat dilumpuhkan dan dihabisi. Tenggang waktu antara perang uhud dengan perang ahzab terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan.
d.        Perang Mu’tah (8 H)
                          Perang yang terjadi di desa Mu’tah salah satu kampung di Al balqa yang terletak di perbatasan syam. Perang yang terjadi karena Haris Al – Ghassani, raja Hirah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Nabi Muhammad.
e.         Penaklukan kota Mekah/ Fathu Mekah (8 H)
                 Terjadi di sekitar kota Mekah. Latar belakangnya adanya anggapan kaum Quraiys bahwa kekuatan kaum muslimin telah hancur akibat kalah dari perang Mu’tah.
f.          Perang Hunain (8 Safar 8 H)
                        Perang yang terjadi di lembah Hunain, sekitar 70 km dari kota Mekah. Perang Hunain merupakan perang sebagai balas dendam kaum Quraisy karena Fathu Mekah.
g.         Perang Tha’if (8 H)
     Perang pasukan muslimin mengejar sisa kaum pasukan Quraisy yang melarikan diri dari Hunain, sampai ke kota Thaif.
h.         Perang Tabuk (9H)
                           Terjadi pada tahun sembilan hijriyah, tepatnya  di kota Tabuk, perbatasan antara semenanjung Arabia dan Syam (Syuriah). Heraclius, penguasa Romawi timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslimin.
4.        Misi Dakwah Nabi Muhammad SAW
Untuk menyampaikan misi-misi dakwah, nabi muhammad menggunakan strategi yang sangat tepat. Nabi mengutus beberapa sahabat yang ahli di bidang stategi politik antara lain:
a.         Amr bin Umayyah Adh-Dhamiri. Mula-mula dia di utus membawa suratnya kepada An-Najasi Raja Ethiopia. Kemudian kepada Musailamah Al-Kadzzab dengan membawa surat pula. Setelah itu iya juga diutus pula kepada Farwah bin Amr Al-Juzami, Gubernur Romawi di Amman, untuk mengajak masuk islam.
b.         Dahyah bin Khalifah Al-Kalabi, diutus membawakan surat kepada Heraclius, Kisar Romawi.
c.         Abdullah bin Hudzaifah, diutus membawakan surat kepada Kisra, Raja Persia.
d.        Suju’ bin wahhab Al-Asadi, diutus membawakan surat kepada Al-harist bin syamar di syiria.
Dengan kata lain misi dakwah Nabi itu bertujuan sama yang berisi seruan kembali kepada ajaran tauhid yaitu beribadah hanya kepada ALLAH, dan beriman kepada hari akhir. Serta Menghapuskan adanya kesenjangan sosial dan kesombongan antar suku.
5.        Masa Terakhir Nabi Muhammad SAW
Pada tahun  9  dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari pelosok Arab yang mengirimkan delegasi atau utusan kepada Nabi Muhammad menyatakan pengakuan akan kekuasaan Islam. Oleh karena itu, tahun tersebut disebut dengan tahun perutusan. Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad beserta rombongan yang besar melaksanakan haij, inilah haji yang terakhir bagi beliau yang merupakan haji perpisahan atau  haji wada’. Dalam kesempatan itu turunlah ayat yang terakhir dari Alquran, yakni surat Al- Maidah (5) ayat 3.
Dalam kesempatan itu Nabi Muhammad menyampaikan khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya merupakan prinsip – prinsip yang mendasari gerakan Islam, dan yang terpenting adalah bahwa umat Islam harus selalu berpegang pada dua sumber, yaitu Alquran dan sunnah. Apabila prinsip-prinsip itu disimpulkan adalah kemanusiaan, persamaan, keadilan sosial, keadilan ekonomi, kebajikan, dan solidaritas.
Setelah itu Nabi muhammad segera kembali ke madinah. Dua bulan setelah itu, Nabi menderita sakit demam dan tepat pada hari senin, tanggal 12 Robi’ul awal 11H/8 Juni 632M., Nabi Muhammad wafat di rumah istrinya Aisyah.
           


























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan



























DAFTAR PUSTAKA



[1]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar