Laman

new post

zzz

Minggu, 05 November 2017

sbm A 10-c “ Cara Evaluasi dan Umpan Balik “

EVALUASI DAN UMPAN BALIK
“ Cara Evaluasi dan Umpan Balik “

Krisna Safitri
2023116161 
KELAS A

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2017



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidahyah-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad saw, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Evaluasi dan Umpan Balik “ (Cara Evaluasi dan Umpan Bali ).
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi Belajar Mengajar juga untuk menambah pengetahuan kita, terutama bagi pendidik di negeri ini agar kita lebih memahami bagaimana cara atau langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam mengevaluasi peserta didik dan mendapatkan feedback atau umpan balik yang memuaskan dari peserta didik. Dengan makalah ini penulis mengharapkan kita akan lebih mengetahui cara atau langkah yang sesuai dalam melakukan evaluasi dan umpan balik.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan dan doa dalam penyelesaian makalah ini. Penulis sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menampilkan makalah ini. Apabila ditemukan kesalahan atau kekurangan dalam makalah ini, penulis bersedia menerima saran dan kritik.

Pekalongan, 08 September 2017

Krisna Safitri




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Tema  :
Evaluasi dan Umpan Balik
B.     Sub tema :
Cara Evaluasi dan Umpan Balik
C.    Pentingnya Dikaji :
Dalam kegiatan belajar mengajar seorang pendidik tentunya harus melakukan rangkaian pembelajaran dengan baik, terutama evaluasi dan umpan balik. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan seorang pendidik dalam melakukan evaluasi diantaranya, melakukan perencanaan, pengumpulan data, verifikasi data, dan sebagainya. Setelahnya seorang pendidik dapat melakukan umpan balik. Tidak kalah penting, umpan balik sangat membantu guru dalam melihat keberhasilan pembelajaran peserta didik.
Oleh karena itu, dengan adanya makalahsub tema “Cara Evaluasi dan Umpan Balik”, akan diuraikan bagaimanateknik yang harus dilakukan seorang pendidik dalam melakukan evaluasi dan mendapatkan umpan balik dari peserta didik, memahami sejauh mana peserta didik paham akan materi yang telah ia sampaikan selama kegiatan pembelajaran, mengetahui masalah-masalah apa saja yang dialami peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga seorang pendidik dapat melakukan tes ulang atau juga menjawab kembali jawaban tes yang telah diberikan bersama peserta didik. Untuk itu baik calon pendidik maupun seorang pendidik, mereka harus tahu langkah-langkah apa saja yang mereka akan gunakan dalam melakukan evaluasi dan umpan balik. Agar nantinya, tujuan atau kompetensi dalam pembelajaran tersebut dapat tercapai dan peserta didik dapat menguasai materi dengan baik.


BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evaluasi dan Umpan Balik
Menurut bahasa, kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang artinya penilaian dari akar katanya value, yang artinya nilai.[1] Sedangkan menurut istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan. Evaluasi mengandung pengertian: suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.[2] Evaluasi dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.[3]
Sedangkan yang dimaksud umpan balik adalah pemberian  informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada peserta didik untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian atau hasil belajarnya.Umpan balik hanya dapat berfungsi memperbaiki belajar peserta didik dalam kondisi tertentu saja. Kalau hanya sekedar memberitahu atau menginformasikan hasil evaluasi, maka umpan balik tidak terlalu memengaruhi hasil belajar peserta didik. Sebaliknya, umpan balik baru bermanfaat apabila pendidik bersama peserta didik menelaah kembali jawaban-jawaban tes (umpan balik hasil tes), baik yang dijawab benar maupun salah oleh peserta didik, dan diberikan kesempatan memperbaiki jawaban yang salah tersebut.[4]
Umpan  balik juga dapat diartikan sebagai pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian atau hasil belajarnya. Termasuk dalam “alat ukur lainnya” itu adalah pekerjaan rumah (PR) dan pertanyaan yang diajukan guru dalam kelas.[5]
B.     Prosedur Untuk Melakukan Evaluasi
Evaluasi sebagaimana kita lihat adalah, pengumpulam kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa.[6]
Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan dalam melakukan evaluasi pembelajaran :
1.      Evaluasi harus masih dalam kisi-kisi kerja tujuan yang telah ditentukan.
2.      Evaluasi sebaiknya dilaksanakan secara komprehensif.
3.      Evaluasi diselenggarakan dalam proses yang kooperatif antara guru dan peserta didik.
4.      Evaluasi dilaksanakan dalam proses kontinu.
5.      Evaluasi harus peduli dan mempertimbangkan nilai-nilai yang berlaku.[7]

Teknik-teknikevaluasidapatdilaksanakanpadaakhirpengajaran yang mencakupevaluasiterhadapperilakuketrampilan (skilled performance) danevaluasiterhadapaspekpengetahuan (knowledge).Perilakuketrampilanmeliputiketrampilan-ketrampilankognitif, psikomotorik, reaktif, daninteraktif.Untukmenilaipengetahuandapatkitapergunakanpengujiansebagaiberikut.
1.      Teknnikpenilaianaspekpengenalan (recognition)
Caranya, denganmemberikanpertanyaan-pertanyaanberbentukpilihanganda, yang menuntutsiswa agar melakukanidentifikasitentangfakta, definisi, dancontoh-contoh yang betul.
2.      Teknikpenilaianaspekmengingatkembali (recall)
Caranya, denganpertanyaan-pertanyaanterbuka-tertutuplangsunguntukmengungkapkanjawaban-jawaban yang unik.
3.      Teknikpenilaianaspekpemahaman (comprehension)
Caranya, denganmengajukanpertanyaan-pertanyaan yang menuntutidentifikasiterhadappertanyaan-pertanyaan yang betuldan yang keliru, konklusi, atauklasifikasi; dengandaftarpertanyaanmatching (menjodohkan)yang berkenaandengankonsep, contoh, aturan, penerapan, langkah-langkah, danurutan; denganpertanyaanbentukessay (open ended) yang menghendakiuraian, perumusankembalidengan kata-kata sendiri, dancontoh-contoh.[8]
Adapun langkah-langkah  dalam melaksankan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum  yang dapat dilakukan seorang guru adalah sebagai berikut :
1.      Perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, tujuan evaluasi, teknik apa yang hendak dipakai, siapa yang hendak dievaluasi, kapan, dimana, indikator, data apa saja yang hendak di gali, dan sebagainya).
2.      Pengumpulan data (tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai dengan tujuan).
3.      Verifikasi data (uji instrumen, uji validitas, uji reabilitas, dan sebagainya).
4.      Pengolahan data (memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau kuantitatif, apakah hendak di oalah dengan statistik atau nonstatistik, apakah dengan parametrik atau nonparametrik, apakah dengan manual atau dengan software).
5.      Penafsiran data, (ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan uji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa? Jika diterima mengapa? Berapa taraf signifikannya?) interpretasikan data tersebut secara berkesinambungan sehingga akan tampak hubungan sebab akibat. Apabila hubungan sebab akibat tersebut muncul maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan oleh evaluasi itu.[9]
C.    Teknik mendapatkan umpan balik
Kondisi atau keadaan peserta didik maupun situasi pengajaran menentukan keberhasilan usaha pemberian umpan balik terhadap belajar peserta didik. Berikut ini beberapa ketentuan mengenai umpan balik:
1.      Umpan balik tidak mempermudah proses  belejar jika:
a.       Peserta didik sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum memberikan jawaban atas soal itu. Misalnta, mencontek jawaban yang benar dari temannya tanpa mengolah soal itu ke dalam pemikirannya sendiri
b.      Bahan yang hendak dipelajari terlalu sukar dimengerti oleh peserta didik sehingga umumnya hanya menebak jawaban soal-soal yang diberikan.
2.      Umpan balik membantu dan mempermudah proses belajar apabila syarat-syarat di bawah ini dipenuhi:
a.       Mengonfirmasi jawaban-jawaban benar yang diberikan oleh peserta didik, dan menyampaikan kepada peserta didik seberapa jauh dia memahami materi belajar yang telah disampaikan
b.      Mengidentifikasi kesalahan serta memperbaikinya atau menyuruh peserta didik memperbaiki sendiri.
Umpan balik yang diberikan oleh peserta didik selama kegiatan belajar mengajar berlangsung ternyata beranekaragam, tergantung dari rangsangan yang diberikan oleh guru. Dari rangsangan tersebut, muncullah interaksi antara guru dan peserta didik, jika peserta didik memberi rangsangan dalam bentuk tanya maka guru akan memberi tanggapan dalam  bentuk jawab.
Dengan demikian, seorang guru dapat mengidentifikasi apakah peserta didik dapat melanjutkan pelajaran dengan materi berikutnya. Materi pembelajaran selanjutnya tidak dapat diberikan secara maksimal jika pendidik tidak tahu secara pasti hasil pembelajaran sebelumnya. Berdasakan alasan ini, pendidik dapat mengetahui hasil pembelajaran sebelumnya dengan cara;
1.      Lewat kesan yang diperoleh selama pembelajaran itu berlangsung;
2.      Lewat informasi sederhana dari pihak peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan lisan yang diajukan oleh pendidik selama atau setelah pembelajaran;
3.      Melalui informasi tertulis dari pihak peserta didik yang diperoleh dengan ujian singkat;
4.      Mempelajari hasil ujian yang diadakan pada akhir pembelajaran;
Tiga hal yang pertama di atas berhubungan dengan umpan balik yang dilakukan terhadap tiap periode pembelajaran. Hal ini dapat disebut umpan balik dalam proses pembelajaran, sedangkan hal yang keempat berhubungan dengan evaluasi pada akhir pembelajaran.
Umpan balik tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bentuk mental yang selalu berproses untuk menyerap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Untuk mendapatkan umpan balik dari peserta didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual. Berikut ini akan diuraikan beberpa teknik dalam mendapatkan umpan balik.
1.      Memancing apersepsi anak didik
Anak didik adalah makhluk individual. Perkembangan dan pertumbuhan anak didik memengaruhi sikap dan tingkah lakunya. Sikap, perilaku, dan pandangan hidup anak dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya. Pengetahuan yang anak miliki sesuai dengan apa yang dia dapatkan dari lingkungan kehidupannya sebelum masuk sekolah.
Latar belakang kehidupan sosial anak penting untuk diketahui oleh guru. Sebab dengan mengetahui dari mana anak berasal, dapat membantu guru untuk memahami jiwa anak. Pengalman apa yang telah dimiliki anak adalah hal yang sangat membantu untuk memancing perhatian anak. Anak biasanya senang membicarakan hal-hal yang menjadi kesenangannya.
Dguru dapat memanfaatkan hal-hal yang menjadi kesenangan anak untuk diselipkan dalam melengkapi isi dari bahan pelajaran yang disampaikan. Tentu saja pemanfaatannya tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan bahan pelajaran. Anak mudah menyerap bahan yang bersentuhan apersepsinya. Bahn pelajaran yang belum pernah didapatkan dan masih asing baginya, mudah diserap bila penjelasannya dikaitkan dengan apersepsi anak.[10]
2.      Memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel
Bahan pelajaran adalah isi yang dismpaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Dalam penyampaian bahan atau materi pembelajaran biasanya terdapat dia antara anak didik yang kurang mampu mengolah atau memahami bahan pembelajran dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah dari aspek guru.
Untuk seorang guru yang kurang terbiasa berbicara dan kurang pandai memilih kata serta kalimat yang dapat mewakili  isi pesan dari sebuah materi pembelajaran akan mengalami kesulitan untuk membuat anak didik paham atas apa yang disampaikan dan seorang guru yang pandai bermain kata pun terkadan menemukan kesulitan untuk menanamkan pengertian atas bahan pelajaran yang telah ia sampaikan. Bahan pelajaran yang rumit dan kompleks cukup sukar untuk digambarkan dengan kata atau kalimart. Hal ini bisa membuat anak didik menunjukkan sikap tak acuhnya atas apa yang disampaikan guru.
Guru yang menyadari hal ini sebaiknya memanfaatkan alat bantu untuk menjelaskan isi materi pembelajaran. Fakta, konsep, atau prinsip yang kurang dapat dijelaskan dengan kata-kata dapat diperjelas menggunakan alat bantu. Alat bantu yang cocok dapat mengkonkretkan masalah yang rumit dan kompleks seolah-olah sederhana.[11]
3.      Memilih bentuk motivasi yang akurat.
Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang dengan sengaja diciptakan untuk kepentingan anak didik. Salah satu faktor yang dapat membuat situasi pembelajaran kondusif adalahmotivasi belajar anak. Guru tidak menutupi bahwa di dalam kelas tentunya ada sekelompok anak didik yang mempunyai motivasi belajar dan ada sekelompok anak didik yang belum bermotivasi untuk belajar.
Ketika guru menemui hal yang seperti itu, maka perlu diambil langkah yang dapat menimbulkan motivasi belajar pada sekelompok anak tersebut. Dalam usaha membangkitkan gairah belajar anak didik, ada enam hal yang dapat dilakukan oleh guru yaitu:
a.       Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.
b.      Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran.
c.       Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik lagi.
d.      Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
e.       Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual atau kelompok.
f.       Menggunakan metode yang bervariasi.
Kemudian ada beberapa bentuk motivasi yang dapat guru gunakan guna mempertahankan minat anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan. Bentuk-bentuk motivasi yang dimksud adalah :
a.      Memberi angka
Angka dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka yang diberikan kepada setiap anak didik biasanya bervariasi sesuai hasil ulangan yang telah mereka peroleh dari penilaian guru. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.
b.      Hadiah
Hadiah adalah sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai bentuk penghargaan. Pemberian hadiah bisa diterapkan di sekolah. Guru dapat memberikan hadiah kepada anak didik yang berprestasi. Pemberian hadiah tidak mesti dilakukan pada kenaikan kelas. Tetapi dapat pula dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat memberikan hadiah berupa apa saja kepada anak didik yang berprestasi dalam menyelesaikan tugas, benar menjawab ulangan formatif yang diberikan dapat meningkatkan disiplin dalam belajar, taat kepada tata tertib sekolah dan sebagainya. Hadiah yang diberikan dapat berupa benda seperti buku tulis, pensil, pena, buku bacaan, dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan belajar anak didik. Demikian juga halnya hadiah berupa makanan seperti gula-gula, permen, roti, dan sebagainya dapat digunakan untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik.

c.       Pujian
Pujian adalah alat motivasi yang positif, anak-anak sangat senang dipuji atas sesuatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakannya dengan baik. Anak yang dipuji merasa bangga karena hasil kerjanya mendapat pujian. Kata-kata seperti “kerjamu bagus”, “kerjamu rapi”, “selamat sang juara baru”, dan sebagainya adalah kata-kata yang dapt diberikan dalam pujian.  Pujian ini dapat digunakan sebagai alat motivasi. Guru dapat menggunakan pujian untuk menyenangkan perasaan anak didik. Pujian dapat berfungsi untuk mengarahkan kegiatan anak didik pada hal-hal yang menunjang tujuan pengajaran.
d.      Gerakan tubuh
Gerakan tubuh merupakan penguatan yang dapat membangkitkan gairah belajar anak didik, sehingga proses belajar lebih menyenangkan. Hal ini karena terjadi interaksi antara guru dan anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Gerakan tubuh dapat meluruskan perilaku anak didik yang menyimpang dari proses pembelajaran. Misalnya, suatu ketika guru dapat bersikap diam untuk memberhentikan kelas yang gaduh.
e.       Memberi tugas
Tugas adalah suatu pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan. Tugas dapat diberikan oleh guru setelah selesai menyampaikan bahan pelajaran. Tugas yang diberikan dapat berupa rangkuman dari bahan pelajaran yang baru saja disampaikan, membuat kesimpulan, menjawab masalah tertentu yang telah dipersiapkan, dan sebagainya.[12]
4.      Menggunakan metode yang  bervariasi
Metode adalah strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan oleh guru tidak sembarangan, melainkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan metode akan menghasilkan kemampuan yang sesuai dengan karakteristik metode tersebut. Penggunaan metode yang bervariasi dapat menggairahkan belajar anak didik. Pada suatu kondisi tertentu anak didik merasa bosan dengan metode ceramah, maka guru perlu alih dengan suasana yang lain seperti metode tanya jawab, diskusi kelompok, atau penugasan. Adanya metode yang bervariasi dapat menjembatani gaya belajar anak didik dalam menyerap materi pelajaran. Umpan balik dari anak didik akan bangkit sejalan dengan penggunaan metode yang sesuai dengan kondisi psikologis anak didik.[13]




















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Evaluasi dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Sedangkan umpan  balik diartikan sebagai pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian atau hasil belajarnya. Termasuk dalam “alat ukur lainnya” itu adalah pekerjaan rumah (PR) dan pertanyaan yang diajukan guru dalam kelas. Dalam melakukan evaluasi guru dapat menerapkan beberapa prinsip evaluasi yaitu, (1) evaluasi harus masih dalam kisi-kisi kerja tujuan yang telah ditentukan, (2) evaluasi sebaiknya dilaksanakan secara komprehensif, (3) evaluasi diselenggarakan dalam proses yang kooperatif antara guru dan peserta didik, (4) evaluasi dilaksanakan dalam proses kontinu, dan (5) evaluasi harus peduli dan mempertimbangkan nilai-nilai yang berlaku.
Selanjutnya untuk mendapatkan umpan balik dari peserta didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai dan tepat dengan diri setiap anak didik sebagai makhluk individual. Beberapa teknik umpan balik yang dapat dilakukan adalah memancing apersepsi anak didik, memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel, memilih bentuk motivasi yang akurat, dan menggunakan metode yang  bervariasi





DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahridan Aswan. 2013.Strategi Belajar Mengajar.Cet.ke-5.Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Hamalik, Oemar.2011.PerencanaanPengajaranBerdasarkanPendekatan System.Jakarta:PTBumiAksara.

Mustakim, Zaenal. 2017. Strategi Dan Metode Pembelajaran (edisi revisi). Pekalongan:IAIN Pekalongan Press.

Silverus, Suke. 1991.Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik. Jakarta:PT Grasindo.

Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Opersionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Suryani, Nunung dan Leo Agung. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta:Penerbit Ombak.













PROFIL

 







                                                                                                                 


Nama : Krisna Safitri
Tempat, Tanggal Lahir : 26 September 1997
Riwayat Pendidikan :
1.      TK Yayasan Wanita Kereta Api
2.      SDN Bendan 01 Pekalongan
3.      SMP N 03 Pekalongan
4.      SMA N 02 Pekalongan
5.      Sedang menempuh Pendidikan S-1 jurusan PGMI di IAIN Pekalongan
Alamat : Jl. Slamet No. 23 C Bendan Pekalongan







LAMPIRAN








 









                   



[1]Zaenal Mustakim, Strategi Dan Metode Pembelajaran (edisi revisi),(Pekalongan:IAIN Pekalongan Press,2017), hlm. 178
[2]Nunung Suryani Dan Leo Agung, Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta:Penerbit Ombak,2012)
hlm.160-161
[3]Op.Cit., hlm 178
[4]Zaenal Mustakim, Strategi Dan Metode Pembelajaran (Edisi Revisi),(Pekalongan:IAIN Pekalongan Press,2017), hlm. 190
[5]Suke Silverus, Evaluasi Hasil Belajar Dan Umpan Balik (Jakart:PT Grasindo, 1991) hlm.148
[6]Ibid., hlm.4
[7]Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Opersionalnya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008) hlm.4-5
[8]OemarHamalik, PerencanaanPengajaranBerdasarkanPendekatan System, (Jakarta:PTBumiAksara, 2011), hlm.221-222
[9]Nunung Suryani Dan Leo Agung, Strategi Belajar Mengajar (Yogyakarta:Penerbit Ombak,2012)
hlm. 169-170
[10]Syaiful Dan Aswan, Strategi Belajar Mengajar,Cet.Ke-5(Jakarta: PT RINEKA CIPTA,2013)hlm. 143-144
[11]Ibid., hlm 145-146
[12]Ibid., hlm 147-154
[13]Ibid., hlm 158-159

Tidak ada komentar:

Posting Komentar