Laman

Senin, 07 November 2011

pembelajar berpotensi merubah fitrah warga belajar


Nama              : EMI NOVIANI
NIM                : 202109021
Judul              : Intelektual Muslim Sebagai Agent Of Change Dalam Pembelajaran

Tujuan seorang pembelajar, selain memaksimalkan intelektualitas pada dirinya juga mengembangkan potensi orang lain (peserta didik) sehingga seorang pembelajar dituntut agar lebih berinovasi dalam proses transfer of knowledge. Pada realitanya bagi seoranng pembelajar khususnya mata pelajaran PAI, dari zaman kezaman selalu saja monoton dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Guru sering kali otoriter dalam proses belajar mengajar, guru selalu saja saklek dalam menyampaikan materi dan peserta didikpun pasif mendengarkan ceramah dari gurunya.
Sejauh ini yang saya rasakan dari sekolah dasar  sampai sekolah menengah atas, seorang pembelajar atau lebih tepatnya guru itu selalu memberikan  pengetahuan baik secara tekstual maupun kontekstual dengan metode ceramah, sedikit membosankan dan sekaligus mngantukan karena seorang siswa harus manut dawuhe guru, tidak boleh menyanggah ataupun bertanya teralalu mendalam padahal seharusnya tidaklah demikian, walaupun dalam pembelajaran khususnya mapel PAI seorang pembelajar haruslah kreatif dan lebih berinovatif.  Sehingga image  seorang pembelajar PAI itu terkesan menyenangkan walaupun materi pembelajaran itu hal yang saklek, tertapi tidak perlu mengajarkannya secara otoriter  karena dampaknya dalam belajar mengajar akan kaku, tidak menarik dan membosankan. Jadilah guru yang inovatif karena itu akan berdampak pada kearah perubahan dan kemajuan, dan janganlah menjadi guru kurikulum yang tujuannya hanya mneyampaikan semua materi  tanpa memikirkan apakah peserta didik itu sudah memahaminya atau belum.
Ketika mengkaji realita pembelajaran yang ada dari zaman kezaman memang sudah waktunya diadakan perubahan. Sehingga dewasa ini diperlukan adanya agent of change dalam pembelajaran khususnya mapel PAI, sebagai intelektual muslim dituntut supaya menjadi agent of change dalam pembelajaran. Dengan adanya intelektual pembaharu tersebut bukan berarti merubah materi yang sudah ada tetapi mengembangkan materi yang sudah ada dengan teknologi  kekinian atau modern, selain itu perubahan yang ditekankan itu ada pada metode dalam proses transfer of knowledge-nya. Dimana seorang pembelajar senantiasa berinovasi  dalam pembelajaran supaya dapat menghindari ataupun mencegah adanya kejenuhan dari peserta didik dan tidak adanya kekakuan dalam proses belajar mengajar .
Dengan adanya agent pembaharu maka diharapkan akan melahirkan sugesti-isugesti positif pada pelajar, sehingga akan menjadi daya tarik bagi peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran PAI , dan pada diri mereka akan timbul kesadaran bahwa tidak selamanya pembelajaran pada mata pelajar PAI itu membosankan. Lantas sudah siapkah kita sebagai intelektual muslim, sebagai mahasiswa garda depan untuk menjadi agent of change dalam pembelajaran PAI...? tentunya kata SIAP yang harus kita serukan.  Ingatlah bahwasanya seorang agent of change dalam pembelajaran itu mempunyai prinsip merubah bukannya dirubah, dan senantiasa menjadi insan yang pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam yang bertanggung jawab membina dan mengembangkan potensi peserta didik serta memajukan pertumbuhan budi pekerti yang luhur yang diridhoi oleh Allah SWT.            









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar