Laman

1111

Rabu, 29 Februari 2012

Kelas G makalah 3 : MEMANFAATKAN TENAGA PENGAJAR PROFESIONAL

MAKALAH
MEMANFAATKAN TENAGA PENGAJAR PROFESIONAL
 
Disusun guna memenuhi Tugas
Mata Kuliah                     : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu         : Muhammad Hufron, M.S.I
 
 
 
Oleh :
Atina Mauila Safitri
2021110284
 
 
 
 
 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2012

 


PENDAHULUAN
Mengajar adalah perilaku yang universal, artinya semua orang dapat melakukanya. Orang tua mengajarkannya, pemimpin mengajar bawahannya, pelatih mengajar anak asuhnya, suami mengajar istrinya (sebaliknya), dan sudah barang tentu guru mengajar muridnya. Guru sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan tugas guru adalah kinerjanya di dalam rancang, melaksanakan dan mengevaluasi proses belajar mengajar. Oleh karena hal tersebut maka diperlukan kinerja pengajar yang professional agar tercapai kegiatan belajar mengajar yang efektif.

 


PEMBAHASAN
A.      HADITS
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: قَالَ دَاوُدُ حَدَّثَنَا عِكْرِمَة عَنِ ابْنِ عَبَّسٍ قَالَ: كَانَ نَاسُ مِنَ اْلأَسْرَى يَوْمَ بَدْرٍ لَوْيَكُنْ لَهُمْ فِدَاءٌ, فَجَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِدَاءَهُمْ أَنْ يُعَلِّمُوْا أَوْلاَدَ اْلأَنْصَارِ الْكِتَابَةَ قَالَ: فَجَاءَ يَوْمًا غُلاَمٌ يَبْكِى إِلَى أَبِيْهِ, فَقَالَ : مَاشَأْنُكَ. قَالَ ضَرَبَنِي مُعَلِّمِي قَالَ: الخَبِيْثُ ايَطْلُبْ بِذَحْلِ بَدْرٍ وَالله ُ لاَتَلأْتِيْهِ أَبَدًا (رواه احمد فى المسند, من مسند بنى هاشم, بداية مسند عبد الله بن عباس)
B.        TERJEMAH
Ali bin Ashim menceritakan kepada kami, ia berkata: Daud berkata, Ikrimah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abbas ia berkata,”Ada sejumlah orang di antara tawanan perang Badar yang tidak mempunyai tebusan, lalu Rasulullah SAW menetapkan tebusan mereka dengan cara mengajarkan tulisan kepada anak-anak kaum Anshor. Suatu hari, seorang anak menemui ayahnya, sambil menangis, maka sang ayah bertanya,”Ada apa denganmu?”Anak itu menjawab, ”Pengajarku telah memukulku”. Sang ayahpun berkata, “Si buruk itu“ ia telah menuntut (balas) dengan bekas perang Badar! Demi Allah jangan lagi engkau mendatanginya.1
 



C.      MUFRODHAT
Tebusan
فِدَاءٌ
Anak – anakkaumAnshar
أَوْلاَدَ اْلأَنْصَارِ
Menangis
يَبْكِى
Memukulku
ضَرَبَنِي
 
D.      BIOGRAFI PERAWI
1 Syaikh Ahmad Muhammad Syakir,Musnad Imam Ahmad jilid III,(Jakarta:Pustaka Azzam,2007) hlm 30
 
Abdullah bin Abbas namalengkapnya ialah Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf, sepupu Rasulullah anak dari pamannya, Abbas bin Muthalib. Nama kauniahnya Abu al Abbas, Ibunya bernama Ummul Fadhl Lubabah binti al harits al hilalliyah saudari Ummul Mukminin Maimunah. Abdullah lahir tiga tahun sebelum hijrah2. Ibnu Abbas diberi gelar al-Bahr ( Lautan Ilmu ) adalah karena kapasitas keilmuanya. Selain itu dia juga bergelar Tarjumanul Qur’an ( Penerjemah Al-Qur’an). Ibnu Umar pernah berkata Abbas adalah umat Muhammad yang paling tahu tentang apa yang diturunkan kepada Muhammad dia juga diberi gelar Habr Hadzihil Ummah tinta laut ini, maksudnya orang alim di kalangan umat ini. Ketika Rasulullah SAW wafat Abdullah ibnu Abbas berusia lima belas tahun. Diantara para sahabat yang berguru kepadanya ialah Ibnu Ummar, Annas bin malik, Abu Thufail dan lain-lain dari kalangan Tabiin dan anak-anak para sahabat. Di akhir hayatnya ia mengalami kebutaan. Dia wafat pada tahun 68 H. jenazahnya disholati oleh Muhammad al-hanafiyah dan dimakamkan di Thaif.3
 


2.Subekhi  ash-shalih,Membahas Ilmu-ilmu Hadits,(Jakarta:Pustaka Firdaus,2009) hlm 339
3Muhammad Alawi Al-Maliki,Ilmu Ushul Hadits,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2009)  hlm 212

E.       Keterangan hadits
Hadits di atas menceritakan tentang sejumlah tawanan dari bani asra yang kalah dalam perang Badar. Namun pada waktu itu mereka tidak mempunyai harta ataupun wanita untuk dijadikan tebusan atau harta rampasan perang. Karena hal tersebut maka Rasulullah mengganti tebusanya dengan jalan lain, yaitu menyuruh mereka untuk menjadi guru (mengajari) anak-anak kaum anshar. Namun demikian pada kenyataannya, ada seorang guru yang memukul anak didiknya. Salah satu anak didik tersebut ada yang melaporkan kejadian itu kepada ayahnya. Kemudian ayahnya melarang anaknya untuk mendatangi guru itu.



F.       Aspek Tarbawi
Nilai-nilai kependidikan yang dapat diperoleh dari hadist diatas adalah :
1.      Sebagai seorang pengajar hendaknya jangan melakukan kekerasan terhadap anak didiknya.
2.      Apabila kita mempunyai ilmu harus diamalkan kepada orang lain.



 
DAFTAR PUSTAKA
 
Syakir,Syaikh Ahmad Muhammad.2007.Musnad Imam Ahmad Jilid III.Jakarta:Pustaka Azzam
Ash-shalih,Subhi.2009.Membahas Ilmu-ilmu hadits.Jakarta:Pustaka Firdaus
Al Maliki,Muhammad Allawi. 2009. Ilmu Ushul Hadits.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

36 komentar:

  1. nama : M. Romadhon
    NIM : 2021110297
    kelas: G

    pertanyaan : apakah ke-profesional-an seorang pengajar menjamin tercapainya tujuan pendidikan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya tidak sepenuhnya keprofesionalan guru menjamin tercapainya tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan tidak hanya bergantung pada profesionalitas guru semata, ada faktor-faktor lain yang juga ikut mendukung dalam tercapainya tujuan pendidikan seperti fasilitas, media, buku pegangan dsb, jadi hal tersebut saling berkaitan dan jika salah satu ada yang tidak terpenuhi maka tujuan pendidikan juga belum dapat tercapai dengan maksimal.

      Hapus
  2. nama: lia fitriana
    nim: 2021110290
    kelas: G
    pertanyaan: bagaimanakah sikap seorang guru dalam mendidik murid2nya agar tujuan pendidikan dapat tercapai?

    BalasHapus
  3. Nama : Moh. Zuhrufi Sani
    NIM : 2021110322
    klS : G

    menurut pemakalah, Bagaimana realita yang ada ketika seorang guru yang memukul anak didiknya, sedangkan tugas guru adalah mendidik secara benar bukan malah memukul anak didiknya, Itu apakah pantas disebut profesionalan seorang guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya hal itu tidak dapat dikatakan sebagai profesionalitas seorang guru, karena guru profesional itu adalah guru tang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, tugas seorang guru itu adalah untuk mendidik dan megajar anak didiknya bukan untuk memukul atau melakukan kekerasa terhadap anak didiknya.

      Hapus
  4. MUTHOHAROH
    2021110329
    G

    Bagaimana pendapat anda tentang kasus nepotisme yang marak di dunia pendidikan, khususnya ketika perekrutan tenaga pendidik sehingga melahirkan tenaga pendidik tang kurang profesional???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, Tidak dapat dipungkiri lagi di era globalisasi seperti sekarang ini banyak sekali terjadi kasus nepotisme di dunia pendidikan, khususnya ketika perekrutan tenaga pendidik, hal ini perlu dihentikan, karena akan berakibat buruk di antaranya yaitu kurangnya keprofrofesionalan seorang guru dan akan menimbulkan lemahnya SDM.tentunya tidak mudah untuk menghentikan kasus tersebut, butuh waktu dan tahap-tahap untuk menghentikan kasus tersebut,karena sudah mendarah daging dan bukan hal yang baru lagi, oleh karena itu untuk meminimalisir hal tersebut hendaknya kita sebagai pengajar perlu menanamkan sikap sportif, jujur,adil, dll pada diri kita dan pada diri peserta didik.

      Hapus
  5. Apakah yang harus dilakukan guru untuk menghukum muridnya yang susah di kasih nasehat?
    Khafidzin(2021110311)G

    BalasHapus
  6. NAMA:JUMAROH
    NIM:2021110295
    KELAS:G

    menurut pemakalah , bagaimana seharusnya sikap orang tua apabila anaknya mendapatkan perlakuan buruk dari gurunya? apakah harus menuntut guru tersebut atau bagaimana?tolong jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, ketika ada orang tua yang anaknya mendapat perlakuan buruk dari gurunya, hal yang harus dilakukan orang tua tersebut adalah mecari tahu terlebih dahulu apa penyebab guru tersebut sampai memperlakukan anaknya dengan buruk, apakah memang anak tersebut melakukan kesalahan dan tidak mau menurut terhadap gurunya atau yang lain. ketika sudah mengetahui pokok permasalahn dan ternyata anak itu yang salah mka sebagai orang tua hendaknya menasihati anak tersebut. kemudian jika anak tersebt sudah berubah dan mau mematuhi perintah guru tapi tetap saja di perlakukan buruk maka di selesaikan secara kekeluargaan, bila guru tersebut masih memperlakukan anak tersebut dengan buruk maka orang tua hendaknya melaporkan hal tersebut kepada Kepala Sekolah, dan percayakan kasus tersebut ditangani oleh Kepala Sekolah dan yang ada dibawahya.

      Hapus
  7. M.HARIS FAHMI
    2021110323
    G
    bagaimanakah seorang guru bisa dikatakan profesional dalam hakikatnya sebagai sosok seorang guru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya guru profeional itu adalah guru yang benar-benar ahli dalam bidangnya, dapat menempatkan dirinya dimanapun dan kapanpun, dapat melaksanakn tugasnya dengan baik, memiliki kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran secara mendalam dan luas, memenuhi aspek pedagogik, sosial. kepribadian dan profesional.

      Hapus
  8. FAIDATUL AULA
    2021110316
    G
    bagaimana sikap bijak yang harus dilakukan sebagai seorang murid, ketika menemukan salah seorang gurunya yang menyalahgunakan profesinya sebagai figur seorang guru sebagai teladan bagi murid-muridnya..?
    mohon jelaskan pendapat saudari..
    Trimakasih.

    BalasHapus
  9. Fatkhiyatun Ni'mah
    2021110319
    Kls G

    bagaimanakah seorang tenaga pengajar yang profesional itu menurut anda?

    BalasHapus
  10. muhammad sukron
    2021110328
    G
    apakah seorang sarjana pendidikan dapat di katakan guru profesionalisme??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya tidak semua sarjana pendidikan dapat di katakan sebagai guru profesional, karena tidak semua sarjana pendidikan benar-benar ahli dalam bidangnya dan tidak semua sarjana pendidikan mempunyai kinerja yang baik.

      Hapus
  11. ANNA IRHAMNA
    2021110303

    Sebagai guru profesional apabila peserta didiknya nakal,,bagaimana cara dalam menasehatinya agar tidak terjadi kekerasan?

    BalasHapus
  12. ABDUL HADT
    2021110300

    Bagaimanakah kriteria pendidik yang pr0fesi0nal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya kriteria pendidik yang profesional yaitu:
      1.disiplin
      2.berorientasi pada kualitas
      3.rajin dan antusias
      4.berpikir positif
      5.fleksibel
      6.rasional
      7.etis
      8.kompeten
      9.strategis
      10.menggunakan waktu penuh untuk menjalankan pekarjaannya
      11.terikat panggilan hidup
      12.menguasai ketrampilan yang berguna
      13.terikat olek kompetensi, prestasi, dan pengabdian.

      Hapus
  13. RISKIYAH
    2021110304

    Bagaimana cara menjadi guru yang profesional

    BalasHapus
  14. M. Nur Hasanudin
    202109004
    G
    realitanya banyak guru yang mengajar tidak pada bidangya, sebagai contoh, ada guru biologi mengajar bahasa arab itu yang saya alami saat saya SMA. bgmna menurut pendapat makalah, apa solusinya?

    BalasHapus
  15. nur khikmah
    2021110313
    G

    apakah guru yang profesional itu adalah guru yang mengetahui segala ilmu??

    BalasHapus
  16. LUKMAN HAKIM
    2021110294
    G

    Pertanyaan:menurut saudara profesional guru itu dilihat dari segi yang bagaimana?apakah dg gelar sarjana?karena di Indonesia sendiri gelar menjadi tolak ukur/paham materi tp tidak berijazah formal,

    BalasHapus
  17. Naelul Izah
    2021110324
    apakah memukul anak didik itu sebenarnya diperbolehkan, karena alasan sudah tak sabar lagi menghadapi kenakalan dari anak tersebut?
    mohon penjelasannya...

    BalasHapus
  18. M.Lendra (2021110299)G
    bagaimanakah cara menumbuh kembangkan potensi anak didik semenjak dini?

    BalasHapus
  19. nama : khorul Furqon
    nim : 2021110327

    1. jelaskan hubungan hadis tersebut dengan judul pada makalah ini????

    2. guru yang memukul muridnya itu apakah termasuk dalam pengajar yang profesional????

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.judul makalah saya yaitu memanfaatkan tenaga pngajar profesional, sadangkan dalam hadits tersebut diceritakan ada seorang guru yang memukul anak didiknya, dan guru tersebut tidak dapat dikatakan sebagai guru profesional karena melakukan kekerasan terhadap anak didiknya, jadi ada hubungan antara hadits dan judul makalah saya.
      2.guru yang memukul meridnya bukan termasuk pengajar yang profesional.

      Hapus
  20. laelatul murodah
    2021110287


    bagaimana pendapat anda tenteng fenomena yg terjadi akhir2 ini,yaitu seorang guru yg memukul muridnya dan hukuman apa yg pantas untuk guru trsbut...?

    BalasHapus
  21. farid ash shiddiqi
    2021110306

    apakah tindakan aseorang guru yang memukul muridnya itu masih layak untuk diaplikasikan pada zaman sekarang yang pola pemikirannya sudah jauh berbeda dari zaman dahulu....??

    BalasHapus
  22. saiful fahad
    2021110310

    kriteria guru profesional itu yang bagaimana???mohon dijelaskan....thx

    BalasHapus
  23. khairul fatikhin
    202110291


    bagaimana pendapat anda ketika seorang guru mempunyai konflik dlm keluagranya lalu dampaknya ia pelampiaskan ketika proses belajar sedand berlangsung,apakah itu masih bsa di katakan sbg pngajar profesional...?

    BalasHapus
  24. tarmujiyanto
    nim 2021110317
    kolerasi dari hadits anda jika dikaitkan dengan pengajaran yang profesionamohon penjelasan?
    bagaimana komentar anda jika seorang pengajar tempramental ?
    cara pandang dari mana hadits anda bisa menilai seorang pengajar itu?

    BalasHapus
  25. mushonif
    2021110288

    bagaimana seorang pengajar profesional menyikapi anak didiknya yg mempunyai banyak karakter yg brbeda2...?

    BalasHapus
  26. MUSLIHIN
    202.109.431
    bagaimanakah menurut anda pendidik yang ideal itu?
    adakah kriteria tertentu? jelaskan....

    BalasHapus
  27. Menjawab pertanyaan Nur Khikmah
    Guru profesional itu tidak harus menguasai segala ilmu, yang harus di kuasai oleh seorang guru profesional yaitu keahlian dalam bidangnya.

    BalasHapus
  28. Menjawab pertanyaan dari teman-teman:
    Pertanyaan dari:
    *Haris Fahmi:
    Seorang pendidik dapat dikatakan profesional ketika seorang guru itu bekerja sesuai dengan profesinya dan benar-benar ahli dalam bidangnya, dapat menempatkan diri pada tempatnya, dapat menyampaikan materi dengan baik dapat memahamkan peserta didik, memenuhi aspek pedagogik, sosial, kepribadian, dapat menjalankan kewajibannya sebagai guru.
    *Muthoharoh:
    Menurut saya di era globalisasi seperi sekarang ini tak dapat dipungkiri lagi banyak praktek nepotisme di dunia pendidikan, khususnya dalam perekrutan tenaga didik, hal ini di sebabkan karena masyarakat kurang menyadari dampak negatif yang akan ditimbulkan nantinya.Antara lain yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya kualitas SDM di indonesia.Oleh karena hal tersebut maka nepotisma dikalangan pendidikan harus dihentikan, tentunya tidak mudah dan butuh waktu, karena nepotisma tersebut sudah mendarah daging dan sudah tidak dapat dipungkiri lagi.Caranya yaitu dimulai pada diri kita sendiri yaitu dengan menanamkan sikap jujur,sportif,profesional.kemudian kita tanamkan sikap tersebut pada anak didik kita. kita juga harus bersikap selektif dalam merekrut tenaga pendidik dan benar-benar berdasarkan keahlian dan prestasi yang dimiliki, tidak memihak sebelah.

    *Syukron:
    Seorang sarjana pendidikan tidak dapat dikatakan sebagai pengajar profesional, karena tidak semua sarjana pendidikan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, keprofesionalan seorang guru itu di lihat dari kinerja guru tersebut, tidak semua tenaga pendidik mempunyaim kinerja yang baik dan memenuhi kewajibannya.

    BalasHapus