Laman

1111

Minggu, 21 Oktober 2012

sbm H7 : Met. Pembelajaran Konvensional

sbm H7 : Met. Pembelajaran Konvensional - word

sbm H7 : Met. Pembelajaran Konvensional - ppt






MAKALAH
Metode Pembelajaran Konvensional

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu  : Muhammad Ghufron, M.S.I


Description: D:\New folder\stain-pekalongan.gif


Disusun Oleh

Mei Andriyanti        202 111 0384
Laela Afrianah        202 109 358

Kelas H




JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

BAB I
PENDAHULUAN

Berbagai macam dari metode mengajar yang harus di gunakan dalam mengajar harus dilakukan dengan baik dan tepat, karena mengajar adalah kegiatan yang mana telah terencana dan melibatkan banyak siswa. Dari metode dan mengajar itu sendiri merupakan satu kesatuan yang sama-sama bertujuan menjadikan suatu kelas yang kondusif dan berupaya untuk meningkatkan mutu pengajaran dengan baik. Yang mana dalam hal ini metode di jadikan sebagai suatu langkah sedangkan mengajar adalah aktivitas.
Secara  garis besarnya  metode  di klasifikasikan menjadi dua,yaitu metode konvensional dan inkonvensional. Dan dalam hal ini kami sedikit mengulas tentang metode mengajar, yaitu metode konvensional.
















BAB II
PEMBAHASAN
Dalam suatu pembelajaran sering kali di jumpai suatu permasalahan. Adapun permasalahan tersebut biasanya terkait dengan cara menyajikan materi kepada siswa secara baik, sehingga di peroleh hasil yang efektif dan efesien. Walaupun tidak dapat di pungkiri bahwa permasalahan kurangnya perhatian guru  terhadap variasi penggunaan metode  juga seringkali terjadi. Adapun metode-metode yang di gunakan sendiri adakalanya metode itu sifatnya konvensional adakalanya juga inkonvensional.
            Sebelum kita mengetahui apa sih yang di namakan metode konvensional itu sendiri, dan contoh dari metode tersebut.terlebih dahulu yang harus kita tahu adalah  pengertian dari metode pengajaran itu sendiri. adapun pengertian metode pembelajaran konvensional adalah sebagai mana tertulis di bawah ini.
A.    Pengertian metode pengajaran Konvensional.
Metode pengajaran dapat di artikan sebagai suatu cara penyampaian bahan pelajaran yang di gunakan guna mencapai tujuan yang di tetapkan, oleh karena itulah metode mengajar tidak dapat di abaikan karena metode tersebut turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses  belajar –mengajar dan merupakan bagian yang integral dalam suatu sisitem pengajaran.
Oleh karena itulah pemakaian metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa, materi yang di ajarkan, dan kondisi lingkungan (seting) dimana pengajaran itu berlangsung.
            Bila di tinjau secara lebih detailnya sebenarnya keunggulan yang terdapat dalam suatu metode dipengaruhi  oleh beberapa faktor.di antaranya dalah tujuan, karakteristik  siswa , situasi dan kondisi, kemampuan dan pribadi guru, serta sasaran  dan prasarana yang di gunakan.
Sedangkan metode konvensional sendiri merupakan suatu metode mengajar yang biasa  di pakai guru  pada umumnya dan sering juga di sebut dengan metode tradisional.[1]
B.     Macam-macam metode konvensional.
Adapun macam –macam metode yang termasuk dalam bentuk metode konvensional adalah sebagai berikut:





1)      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu metode yang termasuk ke dalam metode tradisional,karena sejak dahulu metode ini di pergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meskipun metode ini lebih banyak menuntut ke aktifan guru dari pada anak  didik, tetapi metode ini tidak bisa di tinggalkan begitu saja dalam kegiatan pembelajaran. Apalagi dalam pendidikan dan pengajaran tradisional, seperti di pedesaan ,yang mayoritas kekurangan fasilitas.
Dengan demikian, dapat di tarik kesimpulan bahwa metode ceramah adalah suatu cara penyajian pelajaran yang di lakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap sisiwa.  

1)   Hal –hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode ceramah antara lain:

a.    Sebagai seorang guru sebelum memulai ceramah hendaknya mengkoreksi diri, antara lain mengenai hal-hal yang terkait dengan pakaian, cara berpakaian , make up dan lain-lain.
b.   Gunakan alat visualisasi, seperti penggunaan papan tulis atau media lainnya yang tersedia untuk memperjelas pokok bahasan yang di sampaikan.
c.    Mengulang kata atau istilah –istilah yang di gunakan secara jelas,dapat membantu siswa yang kurang atau lambat kemampuan dan daya tangkapnya.
d.   Dalam menerangkan  pelajaran hendaknya di gunakan kata-kata yang sederhana, jelas, dan mudah di pahami oleh para siswa.
e.    Mulailah dari hal-hal yang umum memuju hal yang rumit, dari hal yang sederhana menuju hal-hal yang rumit.
f.    Perinci bahan yang di sampaikan, dengan memberikan ilustrasi, menghubungkan materi dengan contoh-contoh yang konkrit.
g.   Carilah umpan balik sebanyak mungkin sewaktu ceramah berlangsung.
h.   Adakan rekapitulasi dan ulang kembali rumusan-rumusan yang di anggap penting.[2]
2)   Kelebihan dan kekurangan metode ceramah
a.    Kelebihan metode ceramah
1)      Guru mudah menguasai kelas.
2)      Mudah mengorganisasikan tempat duduk/ kelas.
3)      Dapat di ikuti oleh jumlah siswa yang besar.
4)      Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
5)      Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.


b.   Kelemahan metode ceramah
1)      Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
2)      Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) lebih besar menerimanya.
3)      Bila selalu di gunakan dan terlalu lama, membosankan.
4)      Guru menyimpulkan bahwa sisiwa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.
5)      Menyebabkan sisiwa menjadi pasif.[3]
3)   Penggunaan  metode ceramah.
Seorang guru dapat menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran apabila:
a.       Bahan pelajaran yang akan di sampaikan terlalu banyak.
b.      Ingin mengajarkan topik baru.
c.       Tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa.
d.      Tidak ada metode lain yang akan di pergunakan.
e.       Menghadapi jumlah siswa yang banyak.

2)            Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu di jawab oleh anak didik. Penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan –pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa di berikan kesempatan bertanya dan guru  yang menjawab pertanyaan.
Penggunaan metode tanya jawab  bermaksud memotivasi anak didik untuk bertanya selama proses belajar mengajar, maupun menjawab pertanyaan. Baik pertanyaan itu seputar mengenai mata pelajaran maupun yang lainnya.
1)      Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam metode tanya jawab di antaranya adalah:
Secara umum hal yang penting di perhatikan dalam metode tanya jawab ada 3.
a)      Tujuan yang  akan di capai dari metode tanya jawab.
b)      Jenis-jenis pertanyaan yang akan di ajukan.
c)      Teknik mengajukan pertanyaan.
Sedangkan yang pokok yang harus di perhatikan antara lain :
a)      Perumusan pertanyaan harus jelas dan terbatas.
b)      Pertanyaan hendaknya di ajukan pada kelas sebelum menunjuk seseorang untuk menjawab.
c)      Beri kesempatan/waktu pada siswa untuk memikirkannya.
d)     Hargailah pendapat/pertanyaan dari siswa.
e)      Distribusi atau pemberian pertanyaan harus merata.
f)       Buatlah ringkasan hasil tanya jawab sehingga memperoleh pengetahuan secara sistematik.

2)      Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab.
a)    Kelebihan metode tanya jawab.
·      Memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar hingga hilang lah rasa mengantuknya.
·      Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikiran, termasuk didalamnya danya ingatan.
·      Mengembangkan keberanian dan ketrampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan  pendapat.
b)   Kelemahan metode tanya jawab.
·      Siswa merasa takut, apalagi bila seorang guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak menegangkan, melainkan akrab.
·      Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah di pahami siswa.
·      Waktu sering banyak terbuang terutama apabial siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau bahkan tiga orang.
·      Dalam jumlah siswa yang banyak tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.
3)        Penggunaan metode tanya jawab.
Metode tanya jawab biasanya di lakukan apabila:
·      Bermaksud mengulang bahan pelajaran.
·      Ingin membangkitkan perhatian siswa belajar.
·      Siswa tidak terlalu banyak.
·      Sebagai selingan metode  ceramah.
·      Untuk mengarahkan proses berfikir.[4]
3)Metode Diskusi
 Metode diskusi adalah suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Caqra seperti ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Dimana dalam metode ini bertujuan untuk dapat merangsang sisiwa dalam belajar dan berpikir secara kritis dan mengeluarkan pendapatnya secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah.
          Ada beberapa jenis diskusi yang dapat di lakukan oleh guru dalam membimbing belajar siswa.di antara jenis model diskusi adalah:
·         Whole Group
Merupakan bentuk diskusi kelas dimana para pesertanya duduk setengh lingkaran.
·         Diskusi kelompok
Diskusi ini biasanya dapat berupa kelompok kecil juga kelompok besar.yang mana di dalamnya membahas tentang suatu topik tertentu dan di pimpin oleh seorang ketua dan se orang sekretaris.
·         Buzz Group
Bentuk diskusi ini terdiri dari kelas yang terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari3-4 orang peserta.
·         Panel
Suatu bentuk diskusi yang terdiri daroi 3-6 orang peserta untuk mendiskusikan suatu topik tertentu dan duduk semi melingkar yang di pimpin oleh seorang moderator.
·         Syndicate Group
Dalam diskusi ini kelas di begi menjadi beberapa kelompok kecil, yang mana kelompok kecil tersebut terdiri dari 3-6 peserta. Masing-masing mengerjakan tugas.
·         Symposium
Dalam simposium biyasanya terdiri dari pembawa makalah, penyanggah, moderator, dan notulis, serta beberapa peserta simposium.
·         Informal Dabate
Biasanya bentuk diskusi ini kelas di bagi menjadi 2 tim yang agak seimbang besarnya dan mendiskusikan subjek yang cocok untuk di perdebatkan tanpa memperhatikan peraturan perdebatan formal.
·         Fish Bowl
Bentuk diskusi ini terdiri dari beberapa orang peserta dan di pimpin oleh seseorang ketua untuk mencari suatu keputusan.
·         The Open Discussion Group
Kegiatan dalam bentuk diskusi ini akan dapat mendorong siswa agar agar lebih tertarik untuk berdiskusi dan belajar ketrampilan dasar dalam mengemukakan pendapat, mendengarkan dengan baik dan memperhatikan suatu pokok pembicaraan dengan tekun.
·         Brainstorming
Bentuk diskusi ini akan menjadi bila jumlah anggota terdiri dari 8-12 orang peserta.[5]

1)        Tujuan dari metode diskusi bertujuan
Adapun tujuan dari metode diskusi adalah:
·         Melatih peserta didik mengembangkan ketrampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan.
·         Melatih dan membentuk ke stabilan sosio-emosional.
·         Mengembangkan kemampuan berpikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif.
·         Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam mengemukakan pendapat.
·         Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontrovesial.
·         Melatih peserta didik untuk berani berpendapat tentang suatu masalah.
2)        Hal yang perlu di perhatikan
Hal yang perlu di perhatikan dalam metode diskusi antara lain ada 3 poin.
·           Persiapan perencanaan diskusi
Yang mana dalam hal ini meliputi tujuan, peserta diskusi, penentuan dan perumusan masalah, waktu dan tempat diskusi.
·           Pelaksanaan diskusi
Meliputi pembuatan struktur kelompok, membagi tugas dalam diskusi, merangsang seluruh peserta didik  unuk berpartisipasi, mencatat ide-ide/saran-sarang yang penting, menghargai setiap pendapat, menciptakan suasana yang menyenangkan.
·           Tindak lanjut diskusi
Adapun tidak lanjut dari diskusi adalah membuat kesimpulan, membacakan kembali hasilnya untuk di adakan koreksi seperlunya, membuat penilaian.[6]

3)      Kelebihan dan kekurangan metode diskusi
a)      Kelebihan metode diskusi
·         Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, dan trobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
·         Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain.
·         Memperluad wawasan.
·         Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
b)      Kelemahan metode diskusi
·           Perbicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
·           Tidak dapat dipakai kelompok yang besar.
·           Peserta mendapat informasi yang terbatas.
·           Mungkin di kuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.[7]
4)      Penggunaan Metode diskusi
Metode diskusi dapat di gunakan apabila:
·           Soal-soal yang pemecahannya sebaiknya di serahkan kepada siswa.
·           Untuk mencari keputusan satu masalah.
·           Untuk menimbulkan kesanggupan pada peserta didik dalam merumuskan pikirannya secara teratur.sehingga dapat di terima oleh orang lain.
·           Untuk membiasakan peserta didik yang sulit mendengar pendapat orang lain.
·           Membiasakan siswa untuk menghargai pendapat orang lain.[8]

4)    Metode Demonstrasi dan Eksperimen
Demonstrasi adalah salah satu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode ini dapat di lakukan oleh guru atau orang lain yang sengaja di minta dalam suatu proses.
Metode eksperimen adalah metode pengajaran yang di lakukan oleh guru dan siswa bersama-sama mengerjakan suatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari suatu aksi.[9]



1.      Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode demonstrasi:
·         Rumuskan secara spesifik yang dapat di capai oleh siswa .
·         Susun langkah-langkah yang akan di lakukan dengan demonstrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang di rencanakan.
·         Persiapan-persiapan peralatan yang di butuhkan sebelum demonstrasi di mulai, dan atur sesuai dengan sekenario yang di rencanakan.
·         Usahakan dalam melakukan demonstrasi tersebut sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, dan jangan berlebihan.
2.      Hal-hal yang harus di perhatikan dalam penggunaan metode eksperimen:
·         Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan dan peralatan yang di butuhkan.
·         Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu melakukan eksperimen.
·         Sebelum di lakukan eksperimen terlebh dahulu di berikan penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya.
·         Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu mengerjakn percobaan-percobaan yang telah di rencanakan dan bila hasilnya memuaskan dapat di lakukan eksperimen ulangan untuk membuktikan kebenarannya.
·         Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaannya secara tertulis.[10]
3.      Kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi
a)      Kelebihan metode Demostrasi.
·         Dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkroet, sehingga menghindari verbalitas(pemahaman secara kata-kata atau kalimat).
·         Siswa lebih mudah memahami apa yang di pelajari.
·         Proses pelajaran lebih menarik.
·         Siswa di rangsang untuk aktif  mengamati, menyesuaikan anatra teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.
b)      kelemahan metode Demonstrasi
·         metode ini memerlukan ketrampilan guru secara khusus.
·         Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biyaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
·         Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang.
4.      Penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen
Kedua metode ini dapat di gunakan manakala:
·         Anak mempunyai ketrampilan tertentu.
·         Untuk mudah berbagi penjelasan.
·         Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.
·         Untuk menghindari verbalisme.

5)    Metode Pembiasaan
Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Metode pembiasaan hendaknya diterapkan pada peserta didik sedini mungkin, sebab ia memiliki daya ingat yang kuat dan sikap yang belum matang, sehingga mudah mengikuti, meniru, dan membiasakan aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari.
·         Kelebihan metode pengajaran pembiasaan adalah menghemat tenaga dan waktu, karena terkait dengan aspek batiniyah – lahiriah, yaitu metode yang dianggap paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.
·         Kekurangan metode ini adalah membutuhkan guru yang dapat dijadikan teladan dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian kepada anak didik.[11]

6)    Metode Penghargaan
Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa. Metode pembiasaan hendaknya diterapkan pada peserta didik sedini mungkin, sebab ia memiliki daya ingat yang kuat dan sikap yang belum matang, sehingga mudah mengikuti, meniru, dan membiasakan aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari.
·         Kelebihan metode ini adalah mampu menciptakan kompetisi obyektif peserta didik untuk melakukan hal-hal yang positif  dan  progresif, serta dapat menjadi motivasi siswa lainnya untuk belajar lebih giat lagi.
·         Kekurangan metode ini adalah dapat menimbulkan dampak negatif manakala guru berlebihan dalam melaksanakannya, sehingga mengakibatkan siswa besar kepala, sombong dan merasa dirinya lebih baik dan lebih tinggi dari teman-temannya.[12]

7)    Metode Hukuman
Metode ini merupakan lawan dari metode pemberian hadiah. Pelaksanaannya adalah sebagai jalan terakhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik, melainkan bersifat akademik dan edukatif dengan tujuan menyadarkan siswa dari kesalahan yang diulang-ulang.
·         Kelebihan metode ini untuk memperbaiki kesalahan siswa, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.
·         Kelemahan metode ini adalah jika hukuman yang diberikan tidak bersifat akademik, maka akan membangkitkan emosional anak didik, suasana menjadi rusuh, tidak kondusif, anak takut, kurang percaya diri, pemalas dan yang lebih tragis lagi adalah mengurangi keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat dan berbuat.[13]

8)    Metode Karyawisata
Metode karyawisata ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh para anak didik dengan jalan mereka langsung objek yang terdapat diluar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau mengalami secara langsung.
Metode karyawiasata diterapkan antara lain karena objek yang akan dipelajari hanya terdapat di tempat tertentu. Metode karyawisata berfungsi pula memberikan hiburan kepada anak didik dan reaktif.
1.      Kelebihan Metode Karyawisata
a.       Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b.      Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c.       Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
2.      Kekurangan Metode Karyawisata
a.       Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b.      Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c.       Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan
d.      Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e.       Biayanya cukup mahal.
f.       Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.[14]



BAB III
PENUTUP
Metode konvensional  merupakan suatu metode mengajar yang biasa  di pakai guru  pada umumnya dan sering juga di sebut dengan metode tradisional
Adapun macam –macam metode yang termasuk dalam bentuk metode konvensional adalah sebagai berikut:
1.      Metode ceramah
2.      Metode tanya jawab
3.      Metode diskusi
4.      Metode demonstrasi dan eksperimen
5.      Metode pembiasaan
6.      Metode penghargaan
7.      Metode hukuman
8.      Metode karyawisata


DAFTAR PUSTAKA

Usman, M. Basyiruddin.2002. Metodelogi Pembelajaran Agama.Jakarta:Ciputat Pres

Sabri , Ahmad.2005.Strategi Belajar Mengajar Dan Mikro Teaching. Ciputat:Quantum Teaching
Mustakim, Zaenal.2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Press
Djamarah, Syaiful Bahri.1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka cipta


[1] Drs.m.Basyiruddin Usman. Metodelogi Pembelajaran Agama,(Jakarta:Ciputat Pres.2002)hlm.31-33
[2] Ibid., h.35-36
[3] Drs.Syaiful Bahri Djamarah.Strategi Belajar Mengajar,(Jakarta: PT Rineka cipta.1996)hlm.110
[4] Ahmad Sabri.Strategi Belajar Mengajar Dan Mikro Teaching,(Ciputat:Quantum Teaching.2005)hlm.55-56
[5] Basyiruddin Usman, Op. Cit., h.40-43
[6].Ahmad Sabri, Op. Cit., h. 58
[7] Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit., h.99-100
[8] Ahmad Sabri, Op. Cit., h.59
[9] Basyiruddin Usman, Op. Cit., h.45
[10] Ibid.h.46-47
[11] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran(STAIN Press,2011)hlm. 118-119
[12] Ibid, hlm. 119-120
[13] Ibid, hlm. 120
[14] Ibid, hlm.126

12 komentar:

  1. farah dibha 2021110357

    pada metode pemberian hadiah ataupun berupa pujian, pada kenyataannya memiliki dampak negatif, yaitu anak yg mendapat hadiah ataupun pujian malah dijauhi bahkan dikucilkan oleh tmn2 nya di dlm kls.

    bagaimana pandangan menurut pemakalah mengenai kejadian spt ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih atas pertanyaan nya mba farah...
      yah, begini mba...sebenarnya apabila kejadian yang seperti anda paparkan itu terjadi seharusnya kalaupun kita menjadi temannya yang seharusnya kita lakukan bukan menjauhi yah,,,tapi dengan cara mendekati agar kita juga dapat bergai pengetahuan dengan teman-teman yang lebih,namun kalau itu terjadi pada anak-anak maka sebagai seorang yang lebih tau kita dapat menegurnya. karena itu termasuk perbuatan yang salah. namun kita juga harus memotivasi kan lagi kepada yang lain agar dapat mencontoh bahkan meniru teman yang mendapat pujian tersebut,,,

      Hapus
  2. 2021110370
    1. menurut pemakalah metode hukuman diatas apakah baik bila digunakan dalam proses pembelajaran? apakah tidak justru berdampak negatif pada mental dan minat anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih atas pertanyaannya mba,
      yah menurut kami metode hukuman baik apakah baik apabila di terapkan pada proses pembelajaran,yah baik selagi seorang guru tersebut dalam memberikan hukuman sifatnya mendidik tidak menyakiti fisik peserta didik.dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku seperti melakukan perbuatan kriminal.sehingga tidak menjadi dampak negatif pada mental dan minat anak.oleh karena itu sebagai seorang pendidik harus pandai-pandai dalam menggunakan metode ini..

      Hapus
  3. SUSWATI
    2021110358
    Klas : H

    sampai batasan apakah seorang guru boleh menggunakan metode penghargaan agar tidak berlebihan sehingga menjadikan siswa sombong dan sebagainya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah .trimakasih
      mungkin itu sudah di paparkan di atas pada kekurangan dari metode penghargaan itu sendiri,,sehingga dalam memberikan penghargaan itu sebaiknya seorang guru tidak memandang hanya pada anak-anak yang pintar saja ,,,namun jugs dapat di berikan pada setiap anak.tanpa terkecuali anak yang suka membuat keributan di dalam kelas hendaknya seorang guru memberikan perhatian yang lebih.dan penghargaan itu di berikan hanya pada saat itu sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi yang lainnya.

      Hapus
  4. M. Nurul Amin
    202 111 0383

    Dari berbagai metode mana yang lebih dominan untuk diaplikasikan dalam pembelajaran saat ini? Dan Jelaskan fungsinya dari beberapa metode yang anda sudah paparkan.
    Terimakasih..


    Class H

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih atas pertanyaan nya,,,
      jadi metode yang dominan untuk sekarang bisa dikata kan sebagai kolaborasi dari beberapa metode seperti halnya metode ceramah dan tannya jawab.sering kali se orang guru dalam penyampaian materinya dengan mengadakan umpan balik sehingga seorang guru dapat mengetahui seberapa banyak pemahaman yang di tangkap dari penjelasan yang telah di paparkan oleh guru tersebut.

      Hapus
  5. adin refqi
    2021110359

    apakah metode pembelajaran konvensional (tradisional) ini bisa dimodifikasi untuk lebih menarik dan mampu mengikuti perkembangan iptek?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah menurut kami bisa asal metode tersebut dapai di sesuaikan dengam metode yang di gunakan. dan masing-masing metode tersebut saling mendukung.seperti ceramah dengan seorang guru menampilkan slide beberapa poin penting yang terdapat pada pembahasan yang sedang di bahasnya.

      Hapus
  6. irfaqiyah 2021110354

    tak ada metode yang sesuai bagi semua murid. lantas apakah itu berarti mencari metode mengajar yang paling sesuai dengan siswa rata-rata sebenarnya adalah khayalan belaka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi mungkin seperti ini, metode yang guru gunakan itu semata-mata tidak menyesuaikan pada siswa, melainkan menyesuaikan dengan pelajaran yang akan di sampaikan sehingga dapat memudahkan guru dalam menyampaikan dan mudah untuk di terima oleh siswa.

      Hapus