Sabtu, 03 Maret 2012

Kelas G, M. Bangun Setiyo, 4: DORONGAN UNTUK MEMANFAATKAN PANCA INDERA SECARA MAKSIMAL


MAKALAH

DORONGAN UNTUK MEMANFAATKAN PANCA INDERA SECARA MAKSIMAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah             : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu     : Muhammad Hufron, M.S.I

 










Di susun Oleh :
M Teguh Bangun Setio
2021110289
Kelas G



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012



BAB I
PENDAHULUAN


            Manusia adalah makhluk yang paling sempurna,tak seperti makhluk lainya.Selain Panca Indera manusia dibekali kelebihan oleh ALLAH SWT berupa Hati nurani dan Akal pikiran.
            Salah satu karunia yang begitu besar yang diberikan ALLAH SWT kepada Manusia adalah Panca Indera.Semua aktifitas yang dilakukan manusia tak pernah lepas dari keberadaan panca indera tersebut.Makan, minum, menuntut Ilmu, mencari nafkah semuanya tak akan bisa di lakukan manusia tanpa adanya panca Indera.
            Manusia sebagai makhluk yang telah dibekali kelebihan berupa Hati nurani dan Akal pikiran tersebut dituntut mampu mengendalikan dan memaksimalkan fungsi panca indera yang ia punya.Karena apabila manusia menggunakan panca indera hanya untuk menuruti hawa nafsunya saja,maka derajat manusia tersebut akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan hewan.Akan tetapi apabila manusia mampu memaksimalkan fungsi panca indera kepada hal-hal positif seperti beribadah,mencari ilmu,mencari nafkah dengan jalan yang halal,menolong sesama,pastilah derajat manusia akan menjadi lebih tinggi dibanding makhluk ciptaan ALLAH lainya.











BAB II
PEMBAHASAN

A.      Materi Hadits
عن عبدِ اللهِ قال : ؤ كانا (النبي صلى الله عليه ؤ سلم) يُعلِمُنا كلمات ؤ لم يكُن يٌعلِمنا هُن كما يُعلمنا التشهد : اللهُما الف بين قلوبنا واصلِح ذات بينِنا واهدِنا سُبُل السامِ ونجنا مِن الظُلُماتِ اِلى النُور وجنِبنا الفواحِش ما ظهرمنها وما بطن وبارك لنا في اسماعِنا وابصارٍنا وقُلُوبِنا وازواجٍنا وذُرِياتِنا وتُب علينا اِنك انت التوابُ الرحِيمٍ واجعلنا شاكرين لِنِعمتِك مُثنينِ بٍها قابليها واتِمها علينا
Artinya :
     Hadits dari Abi Abdullah dia berkata :Beliau (Nabi Muhammad SAW) biasa mengajarkan kami beberapa kalimat,dan beliau tidak mengajarkanya kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan tasyahud,yaitu “wahai ALLAH,rukunkanlah hati-hati kami,damaikanlah di antara kami,tunjukanlah kami kepada jalan kesejahteraan,selamatkanlah kami dari kegelapan menuju kebenaran,jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan keji yang terang dan yang samar, limpahkanlah berkah kepada kami, pada pendengaran, penglihatan, hati, istri, dan cucu kami, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah maha penerima taubat lagi maha penyayang dan jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri nikmat engkau berterima kasih lagi menerimanya dan sempurnakanlah nikmat itu atas kami[1].(H.R Abu Dawud).

B.  Keterangan Hadits
            Isi Hadits di atas merupakan kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabat.Sebagian isinya yaitu kalimat “...وقلوبناوابصارنااسماعنافيوباركلنا...” yang artinya : ”Limpahkanlah berkah kepada kami,pada pendengaran,penglihatan,dan Hati kami”.Secara tersirat Rasulullah menganjurkan manusia untuk berdo’a kepada ALLAH SWT agar panca indera yang manusia punya tersebut diberkahi,sehingga manusia dapat mengfungsikan panca indra tersebut secara optimal.
       ALLAH SWT berfirman dalam surat Al-Jumu’ah ayat 10 yang artinya “Maka apabila shalat telah selesai dikerjakan,bertebaranlah kamu sekalian di muka bumi dan carilah karunia ALLAH.”Ayat ini juga berisi perintah kepada manusia untuk selalu berusaha mengoptimalkan panca indera yang manusia miliki tanpa menafikan tawakal kepada ALLAH SWT.
C.  Mufrodat
      
Lafadz
Arti kata
باركلنا
Limpahkanlah berkah kepada kami
اسماعنا
Pendengaran kami
ابصارنا
Penglihatan kami
قلوبنا
Hati kami


D.  Biografi Rowi
       Beliau adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib bin Syamkh bin Fa’r bin Makhzum bin Shahilah bin Kahil bin Harts bin Tamim bin Sa’d bin Hudzail bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar, julukanya adalah ‘Abu Abdirrahman’.Ibunya bernama Ummu Abd binti Abd Wudd bin Sawa’ bin Quraim bin Shalihah.Abdullah orang terdepan yang masuk Islam,ikut dua kali hijrah,ikut perang Badar dan seluruh peperangan setelahnya.Ialah yang memenggal leher Abu Jahal dalam perang Badar setelah sebelumnya terlebih dahulu dirobohkan oleh dua putra Afra’.Ibnu Sa’d (31/108) meriwayatkan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah,Ia berkata,”Abdullah bin Mas’ud adalah Shahib ‘Sawad Rasulullah’artinya sahabat penyimpan rahasia Rasulullah SAW,dan hal hal lain berkenaan dengan permadaninya,siwaknya, kedua sandalnya dan kesucian(wudhu)nya.Ini semua dilakukan ketika dalam perjalanan.” Pada Hadits no.920 telah di singgung pada Hadits Ali,sabda Rasulullah SAW, “Sungguh kaki Abdullah lebih berat timbanganya pada hari Kiamat dari gunung Uhud.”Dan pada Hadits no.566,beliau bersabda, “Andai kata aku berhak mengangkat seseorang sebagai Amir tanpa mengambil pendapat kaum Mukminin niscaya Ibnu Ummi Abd-lah orang yang aku tunjuk.” Abdullah bin Mas’ud wafat pada tahun 32H,di Madinah.[2]

E. Aspek Tarbawi
1.      Manusia harus memanfaatkan fungsi Panca indera yang ia miliki secara optimal.
2.      Manusia harus berusaha mencari karunia ALLAH SWT dengan memanfaatkan panca indera yang ia punyai tanpa menafikan tawakal kepada ALLAH SWT dengan berdoa.

      


















BAB III
KESIMPULAN

            Dalam menjalani hidupnya manusia wajib berusaha membawa dirinya kearah yang lebih baik.Manusia tak boleh menyiakan kelebihan yang ia miliki.Jika manusia berusaha semaksimal mungkin ALLAH SWT pasti akan memberikan Rezeki dan karuniaNYA.
            Sebagaimana seekor burung,yang pagi hari keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar,kemudian pada sore hari pulang dalam keadaan kenyang.Terlebih manusia,yang telah mendapatkan dari ALLAH SWT berupa Akal,hati,panca indera,keahlian dan lainya serta berbagai kemudahan,maka pasti ALLAH SWT akan memberikan rezeki dan karunia kepadanya.
DAFTAR PUSTAKA


H Bey Arifin dkk. 1993. Terjemah Sunan Abu Daud jilid I. Semarang:CV.Asy syifa’.
Amir Hamzah Fachrudin dkk. 2007.Musnad Imam Ahmad:Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal. Jakarta:Pustaka Azzam.




[1]H Bey Arifin dkk,Terjemah Sunan Abu Daud jilid I,(Semarang:CV.Asy syifa’,1993),hlm 661
[2]Amir Hamzah Fachrudin dkk,Musnad Imam Ahmad:Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal,(Jakarta:Pustaka Azzam,2007).

18 komentar:

  1. M.Lendra (2021110299) G
    bagaimanakah dengan anak broken home, seringkali mereka terjerembab dalam kehidupan jlanan dan pergaulan bebas, bukankah mereka telah menyia-nyiakan karunia allah berupa akal,hati, dan pancaindera mereka.
    bagaimana peran kita untuk membebaskan mereka dari kenistaan tersebut???
    berikan tanggapan anda!!!!!

    BalasHapus
  2. tarmujiyanto
    2021110317
    kls G
    bagaimana memanfaatkan fungsi Panca indera yang qta miliki bisa secara optimal?
    jika ada permasalahan yang timbul dari panca indra bagaimana kita menyikapinya?

    BalasHapus
  3. M.Farid Ash Shiddieqi 2021110306 kelas G
    bagaimana memanfaatkan panca indera kita dengan semaksimal mungkin tetapi apabila ada salah satu panca indera yang berfungsi kurang baik?

    BalasHapus
  4. mushonif (2021110288)

    hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi keoptimalan panca indra?

    BalasHapus
  5. khoirul fatikhin
    (2021110291)

    hal-hal apa saja yang dapat menghambat keoptimalan fungsi panca indra?

    BalasHapus
  6. Abdul Hadi (0300)
    Bagaimanakah anda memanfaatkan panca indra anda agar bisa mksimal?

    BalasHapus
  7. M.Haris Fahmi
    2021110323

    seberapakah batas maksimal penggunaan panca indra menurut pemakalah??

    BalasHapus
  8. 0312
    Bagaimana pendapat anda tentang pendapat bahwa orang yang buta itu beruntung karena terhindar dari dosa yang diakibatkan oleh mata?

    BalasHapus
  9. labib ahmad
    2021110307

    apakah semua panca indra itu wajib kita manfaatkan dengan baik,, ?

    BalasHapus
  10. MOH. Zuhrufi Sani
    2021110322
    G

    Bagaimana cara mengoptimalkan panca indera dan untuk bisa di manfaatkan sebagaimana mestinya agar supaya tidak disalahgunakan?

    BalasHapus
  11. Faidatul Aula
    2021110316
    G
    sesuai dengan judul makalah di atas, mnrt pemakalah,bgmn ketika ada seseorang yang cacat fisiknya, dan ia tidak memiliki dorongan dan semangat untuk bekerja dan berusaha karena keterbatasannya tersebut..
    mohon dijelaskan..

    BalasHapus
  12. Fatkhiyatun Ni'mah
    2021110319
    kls G

    mohon dijelaskan maksud dari kata "maksimal" tersebut...
    dalam hal apa saja dan sejauh mana batasannya,,,?

    BalasHapus
  13. khoirul furqon
    2021110327

    dalam buku itu ada yang mengatakan bahwa sedikit tidur adalah hal yang baik dilakukan bagi palajar,apakah hal tersebut merupakan dorongan memaksimalkan panca indra??
    apakah anda setuju dengan pernyataan diatas"sedikit tidur"?

    BalasHapus
  14. tarmujiyanto
    2021110317
    kls G
    bagaimana memanfaatkan fungsi Panca indera yang qta miliki bisa secara optimal?
    jika ada permasalahan yang timbul dari panca indra bagaimana kita menyikapinya?

    BalasHapus
  15. nama : lusiana masithoh
    nim : 2021110331

    kenapa kita dianjurkan untuk mengoptimalkan panca indra kita? kemudian dorongan apa yang kita lakukan agar kita tetap bersemangat walaupun semisal salah satu panca indra kita tidak dapat berfungsi?

    BalasHapus
  16. Atina Mauila Safitri
    2021110284
    kelas G

    Bagaimana pendapat anda mengenai seorang peminta-minta yang secara fisik sebenarnya mereka masih kuat untuk memanfaatkan panca indra secara maksimal dan melakukan pekerjaan dengan baik selain meminta-minta?

    BalasHapus
  17. Nama:Tri Nurul Aeni
    NIM :202109011

    sesuai dengan judul makalah di atas "dorongan untuk memenfaatkan panca indra secara maksimal" yang di maksud dorongan disini,apakah dorongan dari luar atau dari dalam diri kita sendiri???
    jelaskan....!

    BalasHapus
  18. Al Ghazali brkta"mata trkdang slh mlhat,n akal salah menyangka!
    Bgaimana pndpt pmakalh mengenai hal trsbt?n bgmana mengoptimalkan indra trsbt?

    BalasHapus