Laman

1111

Sabtu, 28 April 2012

E10-63 Soda Kalla


MAKALAH
REBOISASI DAN PENGHIJAUAN
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah                      : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu             : Ghufron Dimyati, M.S.I



STAIN








Disusun oleh :
Nama                   : Soda Kalla
NIM                     : 2021110192
Kelas                    : E



JURUSAN TARBIYAH ( PAI )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI  (  STAIN  )
 PEKALONGAN
 2012
BAB I
PENDAHULUAN

Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya pada kita semua, Shalawat serta salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliah ke zaman sekarang ini.
Lingkungan alam ini merupakan tempat berkehidupannya makhluk-makhluk hidup Allah yang sungguh mengagumkan. Manusia bisa mengalami kemajuan dalam hidupnya tidak hanya pada tempat-tempat sekolah atau formal saja, namun juga bisa dilakukan dengan bagaimana cara manusia memandang dan belajar dari alam lingkungan yang terbentang sangat luas.
Nantinya di dalam makalah ini akan menjelaskan cara bershodaqoh walaupun dengan tanaman atau tumbuhan yang kita tanam di alam lingkungan. Dengan kata lain bahwa sampai mana manusia peduli dan melestarikan alam lingkungan ini untuk kehidupan dimasa yang akan datang.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Materi Hadits

عن انس بن ما لك رضيي الله عنه قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : ما من مسلم يغرس غرسا اويزرع زرعا فياكل منه طير اوانسان اوبهيمة الا كان له به صدقة , (رواه البخاري في الصحيح)


B.     Terjemahan Hadits

            Artinya : “Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rosulullah SAW berkata:  Tidak ada seorang muslim yang menancapkan atau menanam tanaman kemudian burung memakannya atau manusia atau hewan kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. HR. Al Bukhori[1]


C.    Mufrodat

Menancapkan :   يغرس
Benih             : غرسا
Manusia         : انسا ن  
Padi               : زرعا  
Menanam    :  يزرع 
Burung        : طير  
Binatang     : بهيمة 
Dimakan    : فياكل 






D.    Biografi Perawi
           
Nama lengkapnya adalah Anas bin Malik  bin Nadhar bin Dhamdhan bin Zaid bin haram  bin jundab bin Amir bin Ghanam bin Hajar Al Madani , Beliau tinggal di Bashrah , tapi kadang beliau di panggil Abu Tsumamah Al Anshari , ibunya bernama Ummu sulaiman binti Malhan. Beliau mengabdikan diri kepada Rosulullah ketika usianya masih sekitar 10 tahun. Anas bin Malik meninggal dunia setelah menjalani hidupnya yang penuh dengan jihad, ilmu dan amal. Beliau meninggal dunia di Bashrah pada tahun 93 H dalam usia 103 tahun.[2] 

E.     Keterangan Hadits

            Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi disisi Allah SWT sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan bahkan bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja, baik dengan jalan yang halal maupun dengan jalan yang haram, maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala sebab tananam yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita.[3]
            Pahala sedekah yang dijanjikan oleh nabi dalam hadits ini akan diraih oleh orang yang menanam walaupun ia tidak meniatkan tanamannya yang diambil atau dirusak orang atau hewan sebagai sedekah penghijauan merupakan amalan sholeh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia didunia dan untuk membantu kemashlahatan bersama.

F.     Aspek Tarbawi

Ø  Pendidik hendaknya bisa memberikan contoh yang baik seperti bershodaqoh.
Ø  Menanamkan rasa cinta kepada sesama manusia maupun dengan alam lingkungan.
Ø  Kita harus memanfaatkan dan mengfungsikan alam ini sesuai dengan kaidahnya.
Ø  Tetap terus melestarikan alam lingkungan untuk kehidupan dimasa yang akan datang.





















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :

            Dari hadits diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa untuk siapa pun itu selagi masih punya kelebihan maka alangkah lebih baik kita bersedekah. Dan juga telah di jelaskan dalam hadits bahwa kita sebagai umat manusia seharusnya kita bisa menjaga dan melestarikan alam lingkungan.
             
                 




















DAFTAR PUSTAKA


Imam Bukhori. Terjemah Shahih Bukhori Bab Musyaroah
Al Bugha, Mustofa. 2007. Al Wafa Syarah Hadist Arbain. Pustaka Alkausar.
http:perspektifislammengenaipenghijauan.html



[1] Imam Bukhori. Terjemah Shahih Bukhori Bab Musyaroah
[2] Al Bugha, Mustofa. 2007. Al Wafa Syarah Hadist Arbain. Pustaka Alkausar. Hlm : 467
[3] http:perspektifislammengenaipenghijauan.html

16 komentar:

  1. sri setianingrum
    20201110209

    dalam aspek tarbawi anda menyebutkan tentang memfungsikan alam sesuai kaidahnya. menurut anda, fungsi alam yang sesuai kaidah itu apa saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, fungsi alam sesuai kaidahnya itu dimana alam dapat berkembang sesuai dengan wajarnya, tidak ada perubahan ekosistem seperti adanya ledakan populasi yang sempat mengganggu manusia contohnya tomcat atau ulat bulu yang terjadi terakhir ini. alam harus dijaga keseimbangannya sehingga dapat berfungsi dengan baik. kita harus dapat menjaga keseimbangan itu yaitu dengan menjaga lingkungan kita dan berusaha untuk selalu kembali kepada alam (mengelolanya dan menjaga serta merawat dan melestraikannya dengan baik).

      Hapus
  2. Rizki Amalia R
    kELAS E
    2021110213

    Reboisasi sudah banyak kalangan, akan tetapi tanaman yang ditanam pastinya memerlukan waktu untuk tumbuh besar, pertanyaan saya apa saja yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bumi selain reboisasi? karena proses reboisasi yang cukup lama????

    BalasHapus
  3. menurut saya diawali dengan diri kita dengan menjaga lingkungan sekitar kita, misalnya dengan membuang sampah ditempatnya, menanam pohon di lingkungan sekitar kita, menggunakan listrik secukupnya,dan lain sebagainya. dimana kita dapat menjaga lingkungan alam sekitar kita dengan melakukan go green,,,

    BalasHapus
  4. MUHTADIN
    2021110197
    E

    Dalam makalah anda isi dari haditsnya menjelaskan bahwa setiap muslim itu diharuskan untuk menanam tanaman untuk terciptanya alam yang hijau dan indah,yang ingin saya tanyakan bagaimana Anda menyikapi terhadap orang-orang yang gemar menanam tanman-tanaman yang sekiranya tanaman tersebut membawa dampak negatif jika dikonsumsi oleh manusia seperti tanaman ganja ,kecubung dan lain sebagainya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, tentang orang-orang yang senang menanam tanaman yang membawa dampak negatif jika dikonsumsi oleh manusia , menanam tanaman itu memang sikap yang sudah baik tapi yang ditanam adalah tumbuhan yang mengandung banyak mudharat, jadi alangkah baiknya kita menanam tanaman yang sewajarnya. terima kasih

      Hapus
  5. uswatun khasanah
    2021110210

    menurut anda bagaimana cara menanamkan rasa cinta terhadap alam lingkungan agar tercipta alam yang hijau dan indah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hal ini perlu kita tanamkan sejak dini yaitu dengan mengajak mereka ke pegunungan atau pantai untuk melihat alam sekitar. bahwa alam yang yang dijaga dengan baik dan lestari akan sangat bermanfaat bagi kita dan enak dipandang. hal ini sebagai bentuk untuk menanamkan rasa cinta terhadap alam lingkungan sekitar. mengajarkan kebersihan dimulai dengan diri sendiri sperti membuang sampah atau diajarkan untuk menanam dan merawat pohon di lingkungan rumah dan sekitarnya.

      Hapus
  6. nama inayatul maula
    nim 2021110196
    kelas e

    menurut anda apakah reboisasi dan penghijauan di negara kita itu sudah baik dan benar untuk dijadikan sebagai bukti cita padaa alam???????????
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu sudah bagus dan benar. hanya perlu diawasi dan dibenahi serta disosialisasikan pada masyarakat sekitar reboisasi karena masih banyak masyarakat yang kurang mengerti akan hal itu, seperti reboisasi hutan bakau, masyarakat pantai menganggap hal itu hanya akan menganggu tambak mereka atau lainnya.

      Hapus
  7. Mubarokah
    2021110202
    Kelas:E
    Bagaimana pendapat anda mengenai kondisi yang ada di kota-kota besar yang tidak punya lahan ataupun tempat untuk ditanami pepohonan agar dapat tercipta suasana yang menyenangkan nan hijau???

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang ini banyak sekali ditemukan media untuk menanam tanpa tanah,,,seperti pakai serabut kelapa, atau jelly-jelly yang dapat menyimpan air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman,,,atau dapat menanam dengan pot gantung atau beranda di atas rumah atau atap rumah,,,ditempel dinding pun bisa dilakukan penanaman. kita tidak perlu takut lagi akan kehabisan lahan untuk menanam.

      Hapus
  8. M.Abdul Ghofur
    2021110228
    e

    BAagaimana menurut anda korelasi antara sodaqoh dengan menanam pohon atau reboisasi menurut pandangan Rasulullah SAW?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesuatu yang dilakukan untuk kebaikan makhluk Allah SWT itu adalah sodaqoh buat kita,,,
      maka lakukanlah kebaikan itu,,,

      Hapus
  9. nita eviana
    2021110217
    e

    apakah anda sudah melakukan penghijauan di lingkungan Anda?. Kalau sudah seberapa besar anda melakukannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah, yaitu dengan menjaga lingkungan rumah dan sekitar, menanam pohon, ikut kerja bakti, ikut membantu pembuatan taman rw dll.

      Hapus