Laman

1111

Kamis, 12 April 2012

G9-55 Lusiana Masithoh


MAKALAH
HILANGNYA KEBERKAHAN SEBAB PENIPUN DAN PEMALSUAN
Mata Kuliah: Hadits Tarbawi 2
                               Dosen Pengampu : M.Ghufron.M.si






STAIN
 












Disusun Oleh :
Kelas : G
Lusiana masithoh                
2021110331



JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Keimanan dan ketaqwaan merupakan modal utama untuk mendatangkan keberkahan. Apabila iman dan taqwa terangkai menjadi satu kesatuan dalam diri seorang muslim, maka Allah akan membukakan pintu-pintu keberkahanNya terhadap mereka. Berkah juga dapat diraih dengan kejujuran, amanah, kebaikan, muamalah yang baik, perkataan yang baik dan segala macam pintu-pintu kebaikan.
Sedangkan Allah tidak akan membukakan pintu keberkahan bagi orang yang menipu, ketika orang tidak mendapatkan keberkahan dari Allah, merek akan kesusahan dalam hidupnya. Tidak akan merasakan ketentraman dalam hidupnya, justru akan diliputi dengan rasa kekhawatiran. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan tentang hilangnya keberkahan yang berbentuk dengan cobaan-cobaan, dan akibat-akibat perbuatan bagi orang yang melakukan hilangnya keberkahan tersebut, semoga para pembaca dapat memahami hasil makalah yang saya buat.


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Hadits Tentang Hilangnya Keberkahan Sebab Penipuan dan Pemalsuan
(Hadits ke 4019- سنن ابن ماجه )
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ:  قَال : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم. فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ! خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ.
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا
 وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
 وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
 وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
 وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
Artinya :
“Abdullah bin Umar berkata : Rasulullah Saw menghadap kepada kami. Beliau bersabda : “Wahai segenap orang-orang muhajirin, ada lima hal bila sudah merata cobaan pada kalian, saya mohon perlindungan pada Allah dari lima perkara yang kalian temui :
1.    Tidaklah terjadi sama sekali perbuatan keji atau perzinaan dalam suatu kaum, sampai mereka melakukan terang-terangan, kecuali merata pada mereka penyakit kolera, dan beberapa penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang tua mereka yang telah lalu.
2.    Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka mendapat siksa kemarau panjang pada beberapa tahun, kesulitan bahan makanan dan penguasa yang dzalim.
3.    Tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali mereka terhalang turunnya hujan dari langit kalau sekiranya tidak ada hewan-hewan, tentu mereka tidak akan mendapat hujan.
4.    Tidaklah mereka merusak perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah bakal memberi kekuasaan kepada musuh terhadap mereka, lalu mereka mengambil sebagian harta yang ada pada tangan mereka.
5.    Tidaklah para pemimpin-pemimpin mereka berhubung dengan kitab Allah dan memilih hukum yang diturunkan oleh Allah kecuali Allah bakal menimpakan kesusahan pada mereka”.[1]
B.  Mufrodat dari Hadits
Arab
Terjemahan
الْفَاحِشَةُ
Perbuatan keji atau perzinaan
يُعْلِنُوا
Terang-terangan
الطَّاعُونُ
Kolera
يَنْقُصُوا
Mengurangi
الْمِكْيَالَ
Takaran
الْمِيزَانَ
Timbangan
السُّلْطَانِ
Kekuasaan
الْقَطْرَ
Hujan
السَّمَاءِ
Langit
الْبَهَائِمُ
Hewan-hewan
يَنْقُضُوا
Merusak
عَهْدَ
Perjanjian
يَتَخَيَّرُوا
Memilih hukum
أَنْزَلَ اللَّهُ
Diturunkan oleh Allah
بَأْسَهُمْ
Menimpakan kesusahan
                                             
C.  Biografi Abdullah bin Umar
Nama lengkap Abdullah bin Umar adalah Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khatab ra. Dia seorang sahabat yang paling bersemangat untuk meneladani Rasulullah saw. Dia dilahirkan setelah Rasulullah diutus. Dia masuk islam ketika masih kecil. Hijrah bersama bapak dan ibunya (Zainab binti Mazhun ra). Dia menawarkan kepada Nabi untuk ikut perang badar ketika usia 13 tahun, namun Nabi menganggapnya masih terlalu kecil, maka beliau menolak permintaannya. Diapun ditolak pada perang uhud saat dia berusia 14 tahun. Nabi baru membolehkannya untuk turut berperang pada perang ahzab, ketika umurnya menginjak 15 tahun. Setelah itu dia selalu turut berperang bersama Rasulullah.
Dari kedekatannya dengan Rasulullah dan komitmennya di masjid Nabawi, dia mendapatkan ilmu yang melimpah. Dia adalah penghafal Al-Qur’an Al-Karim dan banyak meriwayatkan hadits  sebanyak 1630 hadits.
Dia adalah orang yang sangat berpegang teguh dengan sunnah, dia merupakan sahabat yang paling meneladani Rasulullah. Dia meninggal di Makkah tahun 73 H ketika berumur 84 tahun.[2]
D.  Keterangan Hadits
Definisi berkah adalah an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkannya itu.[3]
Keberkahan yang paling penting adalah keberkahan didalam hidup dan waktu kita. Sebab, kita diciptakan untuk sebuah tugas penting dan waktu adalah modal yang paling utama agar kita dapat menunaikan tugas tersebut dengan baik. Tanpa keberkahan dan manajemen waktu yang baik, seseorang tidak akan menunaikan tugas itu dengan sempurna. Oleh karena itu, waktu jauh lebih mahal dan lebih berharga daripada uang dan harta benda apapun didunia ini. Keberkahan dalam waktu menjadi dambaan mereka melebihi yang lainnya.
Untuk menghindarkan diri dari ketidakberkahan, kita perlu memupuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kita perlu membenahi kembali motivasi dan orientasi serta obsesi dalam hidup, jangan semata-mata mengejar materi, yang terkadang untuk mengejarnya hingga rela dan tega mengabaikan dan melanggar syariat Allah, mengabaikan para ulama, menghalalkan segala cara. Sebab, apabila keberkahan telah hilang, maka tiada kebahagiaan yang akan didapatkan, kendatipun mungkin banyak memiliki harta dan uang. Sebaliknya, tanpa keberkahan kehidupan akan menjadi tidak nyaman dan tidak tentram, dibenci dan dihindari semua orang serta diliputi rasa ketakutan dan kekhawatiran.[4]

E.  Aspek Tarbawi
1.      Kita wajib mengimani kitab (hukum-hukum) Allah yaitu Al-Qur’an dan mengimani sunnah Rasulullah, agar kita selalu mendapat petunjuk dan keselamatan dari Allah.
2.      Kita harus selalu bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan Allah kepada kita, meskipun AnugrahNya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
3.      Jauhilah hal-hal negatif, karena sesungguhnya Allah akan melaknatnya dan niscaya kita akan hidup dalam kenistaan (kemiskinan).
4.      Tanamkan sifat jujur dan adil dalam segala hal dalam mengaharap keberkahan dari Allah SWT.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan.
Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dalam kitab Sunan Ibnu Majah hadits ke 4019 yang artinya :
“Ada lima hal bila sudah merata cobaan pada kalian, saya mohon perlindungan pada Allah dari lima perkara yang kalian temui :
1.    Tidaklah terjadi sama sekali perbuatan keji atau perzinaan dalam suatu kaum, sampai mereka melakukan terang-terangan, kecuali merata pada mereka penyakit kolera, dan beberapa penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang tua mereka yang telah lalu.
2.    Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka mendapat siksa kemarau panjang pada beberapa tahun, kesulitan bahan makanan dan penguasa yang dzalim.
3.    Tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali mereka terhalang turunnya hujan dari langit kalau sekiranya tidak ada hewan-hewan, tentu mereka tidak akan mendapat hujan.
4.    Tidaklah mereka merusak perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah bakal memberi kekuasaan kepada musuh terhadap mereka, lalu mereka mengambil sebagian harta yang ada pada tangan mereka.
5.    Tidaklah para pemimpin-pemimpin mereka berhubung dengan kitab Allah dan memilih hukum yang diturunkan oleh Allah kecuali Allah bakal menimpakan kesusahan pada mereka”
Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkannya itu.
Aspek tarbawi yang dapat kita ambil dari hadits tersebut adalah:
1.    Kita wajib mengimani kitab (hukum-hukum) Allah yaitu Al-Qur’an dan mengimani sunnah Rasulullah, agar kita selalu mendapat petunjuk dan keselamatan dari Allah.
2.    Kita harus selalu bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan Allah kepada kita, meskipun AnugrahNya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
3.    Jauhilah hal-hal negatif, karena sesungguhnya Allah akan melaknatnya dan niscaya kita akan hidup dalam kenistaan (kemiskinan).
4.    Tanamkan sifat jujur dan adil dalam segala hal dalam mengaharap keberkahan dari Allah SWT.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ustadz H.Abdullah Shonhaji.dkk.Terjemah Sunan Ibnu Majjah (Semarang.CV.Asy-Syifa’)
Al-Wafi.Dr.Musthafa Dieb Al-bugho dan Syaikh Muhyiddin Mistu.Pustaka Al-Kautsar.Jakarta Timur.2008
http://m.kompasiana.com/post/umum/2009/10/14/hilangnya-keberkahan-hidup/
http://rikzamaulan.blogspot.com/2011/07/ketika-keberkahan-hilang.html




[1] Al-Ustadz H.Abdullah Shonhaji.dkk.Terjemah Sunan Ibnu Majjah (Semarang.CV.Asy-Syifa’) Hlm 726-727
[2] Al-Wafi.Dr.Musthafa Dieb Al-bugho dan Syaikh Muhyiddin Mistu.Pustaka Al-Kautsar.Jakarta Timur.2008.hlm 470-471.
[3] http://m.kompasiana.com/post/umum/2009/10/14/hilangnya-keberkahan-hidup/
[4] http://rikzamaulan.blogspot.com/2011/07/ketika-keberkahan-hilang.html

47 komentar:

  1. Atina Mauila Safitri
    2021110284

    jika ada seseorang yang bekerja di sebuah toko sembako, kemudian sang pemilik toko sengaja mengurangi takaran dengan berbagai cara agar mendapatkan keuntungan yang banyak misalnya dengan menempelkan sesuatu di timbangannya,dan karyawan tersebut tahu apa yang di lakukan oleh pemilik toko trsebut,dan ia sudah mengingatkan majikannya bahwa perbuatannya itu salah dan menyuruh kepada sang pemilik toto untuk menghentikan kecurangan tersebut tetapi pemilik toko malah marah-marah dan tidak mau menghentikannya,dan akan memecat karyawannya jika tidak mau melaksanakan perintahnya ,akhirnya karena butuh pekerjaaan karyawan itu pun mau mengikuti perintah dar i sang pemilik toko. Dalam hal ini siapa yang berdosa? keduanya atau hanya majikan yang sengaja mengurangi takaran saja?
    Mohon jelaskan!
    Menurut pemakalah bagaimana mengenai alokasi bantuan dari pemerintah pusat di negara kita? karena penyaluran bantuan tersebut biasanya melalui berbagai pihak yang jumlah bantuannya semakin ke bawah semakin sedikit, karena adanya pengurangan dari pihak-pihak yang di atasnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya keduanya berdosa, karena si karyawan sudah mengetahui hal tersebut berdosa, tetapi tetap melakukannya, walaupun awalnya si karyawan tersebut terpaksa melakukan hal itu, tetapi dengan kebiaasaannya itulah si karyawan menjadi terbiasa melakukan jual beli seperti itu. Apa yang di lakukan oleh si majikan dan si karyawan tersebut dapat mengakibatkan hilangnya keberkahan diantara keduanya. Seperti sabda Rasulullah Saw : “Dan seseorang akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang di buatnya”. Dari hadits tersebut sudah jelas sekali kalau dosa dapat menutup pintu rezeki.
      Menanggapi pertanyaan yang selanjutnya, menurut saya kalau hal tersebut di lakukan oleh negara, maka negara tersebut tidak akan mendapatkan keberkahan, karena terdapat orang-orang yang memakan harta orang kurang mampu (memakan hak orang lain). Pemerintah memberikan bantuan tersebut untuk mensejahterakan rakyatnya, tetapi malah disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak memikirkan nasib orang lain yang kurang mampu atau bahkan tidak mampu. Hal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menindak tegas pelaku-pelaku yang berbuat curang di negara tersebut. Karena dengan kecurangan dapat mengakibatkan hilangnya keberkahan, dan pastinya orang-orang yang ada di negara tersebut tidak ingin kehilangan berkahnya karena kelakuan-kelakuan pelakua kecurangan.

      Hapus
  2. Naelul Izah
    2021110324
    G
    melihat fakta yang ada pada kehidupan masyarakat sekarang ini, banyak orang2 yang meminta bantuan yang diatas namakan lembaga baik itu untuk fakir miskin, yatim piatu maupun untuk bantuan pembangunan masjid dan musholla.kaitannya dengan kronologi yang terjadi saat ini,banyak yang menyalahgunakannya yaitu untuk kekayaan diri sendiri.bagaimana hukumnya dan bagaimana cara kita untuk menanamkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya melakukan hal itu hukumnya haram, karena telah sengaja menipu dan berbuat dzalim, seperti hadits Dari Abu Hurairah ra dia berkata : Rasulullah Saw bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. (Riwayat Muslim).
      Menanamkan sifat jujur :
      a)Dimulai dari keterbukaan diri sendiri.
      b)Tidak membohongi dan menipu diri sendiri.
      c)Tahap yang terakhir adalah menerapkan keterbukaan, tidak membohongi dan menipu orang lain.
      Sikap kejujuran harus dikembangkan sejak dini. Anak-anak kita sejak kecil harus kita didik untuk jujur dan bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Orang tua tidak boleh menyogok guru agar anaknya yang tidak naik kelas bisa naik kelas. Saya yakin bahwa tidak sedikit orang tua yang melakukan itu, menyogok guru agar anak-anaknya bisa naik kelas. Tindakan seperti itu memberikan contoh kepada anak bahwa uang dapat menyelesaikan segalanya. Sebuah tindakan yang sangat tidak terpuji yang dilakukan oleh orang tua dan langsung diserap ilmunya oleh anak-anak. Sangat disayangkan karena ilmu yang diserap itu adalah ilmu sogok-menyogok, ilmu korupsi, buah dari sebuah ketidakjujuran.

      Hapus
  3. M.Ali Fahmi
    2021110285

    Penyakit kolera itu penyakit yang bagaimana? Mohon jelaskan!
    Yang dimaksud beberapa penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang tua mereka yang telah lalu, itu penyakit apa saja?, dan penyakit tersebut bisa da sembuhkan atau tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit kolera adalah penyakit infeksi pada usus yang bersifat akut atau cepat yang disebabkan oleh sebuah bakteri Vibrio cholerae. Tubuh kita terkontaminasi oleh bakteri ini melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Yang menyebabkan kita sakit akibat bakteri Vibrio cholerae ini adalah karena bakteri ini mengeluarkan racun. Maka dapat menyebabkan penyakit diare yang biasanya disertai muntah yang hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi.
      Apabila dehidrasi tidak segera ditangani, maka akan berlanjut kearah hipovolemik dan asidosis metabolik dalam waktu yang relatif singkat dan dapat menyebabkan kematian bila penanganan tidak adekuat. Pemberian air minum biasa tidak akan banyak membantu, Penderita (pasien) kolera membutuhkan infus cairan gula (Dextrose) dan garam (Normal saline) atau bentuk cairan infus yang di mix keduanya (Dextrose Saline).
      Maksud dari penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang tua adalah penyakit bukan dari faktor keturunan. Banyak sekali penyakit yang diakibatkan bukan dari faktor keturunan, salah satunya adalah penyakit kolera, penyakit kolera ini bukan penyakit dari bawaan atau keturunan tetapi penyakit ini bisa menular dan menyebar. Cara mengobati kolera dengan pengobatan herbal adalah
      •Serbuk arang tempurung kelapa 1 sendok teh, Diseduh dengan air mendidih 1 gelas. Aduk-aduklah dengan baik. Setelah dingin diminum 2 kali sehari 1/4 gelas.
      •Air perasan jeruk nipis yang telah tua 5 sendok makan, minyak kayu putih 2 sendok makan, kapur sirih sebesar biji asam. Bahan-bahan ini diaduk menjadi satu. Gunakanlah untuk menggosok tulang punggung dan perut 2 kali sehari sebanyak yang diperlukan.
      •Rimpang teki 2 jari, daun sembung 1/4 genggam, daun sangket 1/4 genggam, rimpang lengkuas 1 jari, bawang utih 2 buah, tanah liat putih sebesar buah duku, gula batu sebesar kemiri. Kesemua bahan ini dicuci bersih dan dipotong-potog seperlunya. Rebuslah dengan air putih sebanyak 3 gelas, biarkan hingga airnya tinggal kira-kira 3/4-nya. Sesudah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.
      •Degan kelapa hijau 1 buah, dipangkas bagian atas dan bawahnya serta diberi lubang seperlunya. Panaskan diatas api bara hingga airnya mendidih 10 menit. Setelah itu diangkat dan diminum 2 kali sehari.
      •Lengkuas merah 3/4 jari, dicuci bersih dan diparut serta diberiaair masak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Diperas dan disaring lalu diminum 2 kali sehari 2 sendok makan.

      Hapus
  4. futukhatul maftukhah
    2021110325
    kls G
    hadis yg diriwayatkan abdullah bin umar diatas tertulis ada 5 hal merata cobaan pada kalian,yg ingin saya tanyakan maksud dari yg poin 3.
    "tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali mereka terhalang turunnya hujan dari langit,dst"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya adalah Perlu diketahui bahwa sebab tidak turunnya hujan adalah karena maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam hadits di atas bahwa jika manusia tidak mau mengeluarkan zakatnya niscaya hujan akan dihalangi turunnya, dan kalau sekiranya bukan karena sayang Allah kepada binatang tentu mereka tidak akan dihujani.

      Hapus
  5. 2021110312
    Pertanyaan saya sangat sederhana, apa korelasi antara hadits diatas dengan judul makalah anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adanya kolerasi antara judul makalah dengan hadits, karena pada hadits disebutkan bahwa Allah akan memberikan cobaan yang merata, diantaranya ada 5 hal, dari 5 hal tersebut dapat diartikan sebagai hilangnya berkah, karena orang yang berbuat dosa tidak akan di bukakan pintu rezekinya (hilang keberkahannya. sedangkan pada makalah, bahwa 5 hal tersebut menjurus ke perbuatan dosa.

      Hapus
  6. M.Lendra 2021110299 G
    Apakah fenomena alam belakangan ini sangat terpengaruh oleh rendahnya kejujuran pada sendi perekonomian masyarakat Indonesia?????
    Berikan Tanggapan anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya sangat berpengaruh sekali. Karena pemimpin yang tidak jujur maka di haramkan baginya masuk surga, Meski hukuman ini nampak kurang kejam, karena hanya hukuman di akhirat dan tidak menyertakan hukuman di dunia, namun sebenarnya hukuman “haram masuk surga” ini mencerminkan betapa murkanya allah terhadap pemimpin yang tidak jujur dan suka menipu rakayat, dan hukuman haram masuk surga ini melebihi hukuman di dunia, salah satunya hilangnya keberkahan di negara tersebut,seperti contohnya adalah banyaknya bencana pada negeri tersebut.
      Hadits nabi : Abu ja’la (ma’qil) bin jasar r.a berkata: saya telah mendengar rasulullah saw bersabda: tiada seorang yang diamanati oleh allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu rakyatnya, melainkan pasti allah mengharamkan baginya surga. (bukhori, muslim).
      Kejujuran adalah modal yang paling mendasar dalam sebuah kepemimpinan. Tanpa kejujuran, kepemimpinan ibarat bangunan tanpa fondasi, dari luar nampak megah namun di dalamnya rapuh dan tak bisa bertahan lama. Begitu pula dengan kepemimpinan, bila tidak didasarkan atas kejujuran orang-orang yang terlibat di dalamnya, maka jangan harap kepemimpinan itu akan berjalan dengan baik. Namun kejujuran di sini tidak bisa hanya mengandalakan pada satu orang saja, kepada pemimpin saja misalkan. Akan tetapi semua komponen yang terlibat di dalamnya, baik itu pemimpinnya, pembantunya, staf-stafnya, hingga struktur yang paling bawah dalam kepemimpnan ini, semisal tukang sapunya, harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Hal itu karena tidak sedikit dalam sebuah kepemimpinan, atau sebuah organisasi, terdapat pihak yang jujur namun juga terdapat pihak yang tidak jujur. Bila pemimpinnya jujur namun staf-stafnya tidak jujur, maka kepemimpinan itu juga akan rapuh. Begitu pula sebaliknya.
      Namun secara garis besar, yang sangat ditekankan dalam hadis ini adalah seorang pemimpin harus memberikan suri tauladan yang baik kepada pihak-pihak yang dipimpinnya. Suri tauladan ini tentunya harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan atau keputusan-keputusan pemimpin yang tidak menipu dan melukai hati rakyatnya. Pemimpin yang menipu dan melukai hati rakyat, dalam hadis ini disebutkan, diharamkan oleh allah untuk mengninjakkan kaki ke surga.

      Hapus
  7. nama: RIZQOH UMAMAH 202109025
    cari yang halal sja sudah susah, apalagi cari yang haram itu merupakan slogan kebanyakan para pedang saat ini, banyak mereka, menghalalkan segala ccara agar mendapat keuntungan yang besar ada yang mengurangi timbangan, dan mencuranginya, serta memalsukan barang dagangannya, bagaimana cara kita agar berdagang yang sehat dan juga barakah sesuai dengan Islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Tidak boleh berbohong dan menipu pembeli mengenai barang yang dijual
      Seorang pedagang wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual beli. Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong, tidak menipu, tidak mengada-ngada fakta, tidak bekhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya.
      Sabda Rasulullah SAW : "Seutama-utama usaha dari seseorang adalah usaha para pedagang yang bila berbicara tidak berbohiong, bila dipercaya tidak berkhianat, bila berjanji tidak ingkar, bila membeli tidak menyesal, bila menjual tidak mengada -gada, bila mempunyai kewajiban tidak menundanya dan bila mempunyai hak tidak menyulitkan". (HR. Ahmad, Thabrani dan Hakim).
      Rasulullah SAW menegaskan pula, bahwa pedagang yang jujur dalam melaksakan jual beli, di akhirat kelak akan ditempatkan di tempat yang mulia. Seperti hadits : "Pedagang yang jujur tidak terhalang dari pintu-pintu surga". (HR. Tirmidzi).
      2.AMANAH
      Setiap pedagang harus bertanggung jawab atas usaha dan pekerjaan dan atau jabatan sebagai pedagang yang telah dipilihnya tersebut. Tanggung jawab di sini artinya, mau dan mampu menjaga amanah (kepercayaan) masyarakat.
      3.TIDAK MENIPU
      Dalam suatu hadits dinyatakan, seburuk-buruk tempat adalah pasar. Hal ii lantaran pasar atau termpat di mana orang jual beli itu dianggap sebagal sebuah tempat yang di dalamnya penuh dengan penipuan, sumpah palsu, janji palsu, keserakahan, perselisihan dan keburukan tingkah polah manusia lainnya.
      4.Menepati Janji
      Seorang pedagang juga dituntut untuk selalu menepati janjinya, baik kepada para pembeli maupun di antara sesama pedagang, terlebih lagi tentu saja, harus dapat menepati janjinya kepada Allah SWT. Janji yang harus ditepati oleh para pedagang kepada para pembeli misalnya; tepat waktu pengiriman, menyerahkan barang yang kwalitasnya, kwantitasnya, warna, ukuran dan atau spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula, memberi layanan puma jual, garansi dan lain sebagainya. Sedangkan janji yang harus ditepati kepada sesama para pedagang misalnya; pembayaran dengan jumlah dan waktu yang tepat.
      5.Murah Hati
      Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menganjurkan agar para pedagang selalu bermurah hati dalam melaksanakan jual beli. Murah hati dalam pengertian; ramah tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggungjawab.
      Sabda Rasulullah SAW:
      "Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak". (HR. Bukhari).
      6.Tidak Melupakan Akhirat
      Jual beli adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Keuntungan akhirat pasti lebih utama ketimbang keuntungan dunia. Maka para pedagang Muslim sekali-kali tidak boleh terlalu menyibukkan dirinya semata-mata untuk mencari keuntungan materi dengan meninggalkan keuntungan akhirat.
      Sehingga jika datang waktu shalat, mereka wajib melaksanakannya sebelum habis waktunya. Alangkah baiknya, jika mereka bergegas bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah, ketika adzan telah dikumandangkan. Begitu pula dengan pelaksanaan kewajiban memenuhi rukun Islam yang lain. Sekali-kali seorang pedagang Muslim hendaknya tidak melalaikan kewajiban agamanya dengan alasan kesibukan perdagangan.
      7.Hindari sumpah yang berlebihan, apalagi sumpah palsu untuk mengelabui konsumen.
      Setiap sumpah yang keluar dan mulut manusia harus dengan nama Allah. Dan jika sudah dengan nama Allah, maka harus benar dan jujur. Jika tidak henar, maka akibatnya sangatlah fatal.
      Sabda Rasulullah SAW:
      "Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Jika tidak rela (tidak setuju), niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah." (HR. lbnu Majaah dan Aththusi)

      Hapus
  8. Moh.Zuhrufi Sani
    2021110322
    G

    Bagaimana pandangan anda mengenai orang yang menganggap bahwa bertambah-tambahnya harta itu berkah, padahal yang namanya berkah itu dalam haditsnya disebutkan اَلْبَرَكَةُزِياَدَةُالْخَيْر (berkah itu bertambah kebaikan)tolong penjelasannya..terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang-kadang orang jadi tergila-gila oleh harta benda. Ia membanting tulang dan memeras keringat, tak kenal siang atau malam, tak kenal kawan atau lawan asal tujuannya tercapai. Kalau harta sudah didapat, ia ingin lebih banyak lagi dan ingin terus bertambah. Kesibukannya memburu harta membuat dirinya lupa terhadap kewajiban. Ibadahnya jadi malas. Bahkan hatinya jadi kikir. Harta yang terkumpul sangat dicintainya sehingga enggan mengeluarkan sedekah atau berzakat. Orang-orang yang demikian ini justru jadi budak hartanya sendiri.
      Keberadaan berkah ini hanya dapat dirasakan karena itu tidak dapat dilihat langsung secara inderawi maupun lahiriah. Keberkahan atau barokah sesuatu dapat dirasakan karena adanya manfaat yang lebih dari suatu perbuatan atau sesuati yang dimiliki.
      Berkah itu bukan berarti bertambahnya harta, tetapi berkah itu ada beberapa macam, diantaranya : berkah rezeki dan berkah berkah ilmu, contohnya : seseorang yang memiliki ilmu meski sedikit tapi bermanfaat bagi masyarakat orang orang-orang yang berada disekitarnya, ini termasuk tanda-tanda ilmu orang tersebut diberkati demikian juga dengan harta yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan yang lebih banyak dari nominalnya merupakan tanda-tanda diberkahi. Sesungguhnya berkah atau barakah bukan dengan banyaknya harta ataupun kedudukan terhormat, tidak pula dengan anak atau ilmu pengetahuan yang bersifat duniawi. Tetapi berkah itu adalah sesuatu yang dirasakan oleh jiwa berupa pikiran yang jernih, hati yang damai dan tentram, hidup yang bahagia, gembira, dan merasa cukup dengan pembagian Allah, dan menerima semua takdir-Nya.
      Ketahuilah kawan, jadi bertambahnya harta tetapi cara mendapatkan dan memanfaatkannya bukan dari jalan Allah, maka harta tersebut tidak berkah.

      Hapus
  9. Khoirul Fatikhin (2021110291)

    Mohon jelaskan Cobaan yang tertulis pada point ke-5 dalam makalah anda, karena bahasanya sangat sulit dicerna !!!! dan apakah menurut anda ke5 macam cobaan tersebut sudah menimpa di negri kita,!!!!! kalau ada, jelaskan pula Asbabul Wurud dari Hadits tersebut !!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya hadits : pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan enggan memilih apa yang diturunkan Allah, melainkan Allah akan mengadakan peperangan di antara mereka.
      Kalau menurut saya masyarakat telah melakukan ke-5 hal tersebut, sehingga cobaanpun telah Allah berikan sebagai pelajaran kita semua, misalnya saja perbuatan zina yang mengakibatkan tersebarnya HIV dan AIDS, penyakit ini bukan faktor keturunan, tetapi penyakit menular dan bisa menyebar.
      Kemudian banyak sekali masyarakat indonesia sering memainkan takaran atau timbangan guna memperoleh keuntungan.
      Kemudian banyak di Indonesia orang yang mampu mengeluarkan zakat,tetapi mereka malah enggan membayarnya dan sekarang ini banyak dari masyarakat enggan bershadaqah dengan alasan yang berbeda-beda seperti misalnya enggan bershadaqah karena su’udzon bahwa yang diberi shadaqah hanya menipu saja untuk memperkaya dirinya.
      Kemudian orang yang melanggar perjanjian dengan Allah dan RasulNya, maka Allah akan memberikan musuh kepada mereka dan mengambil apa yang mereka miliki.
      Kemudian pemerintah di negara kita yang tidak mau melaksanakan hukum Allah, misalnya korupsi, maka ancaman Allah yaitu akan berpecah belah masyarakat tersebut, contohnya demo anarkhi yang kerap terjadi di negeri kita.
      Mengenai Asbabul wurud hadits tersebut yaitu Musibah yang kerap menimpa, tetapi manusia memandang hal tersebut sebagai bencana biasa yang sama menimpa generasi sebelum mereka. Mereka mengatakan seperti yang dikatakan generasi sebelum mereka: "Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasakan penderitaan dan kesenangan" (terj. Al A’raaf: 95).
      Mereka melihat sebatas zhahirnya, tanpa melihat di balik semua itu dan tanpa menjadikannya sebagai pelajaran, sehingga mereka masih tetap berada di atas maksiat dan penyimpangan. Padahal, musibah yang menimpa secara umum adalah karena maksiat yang dikerjakan, karena meninggalkan kewajiban agama, beralih mengerjakan larangan-larangannya dan melanggar batasan-batasannya. Maka Rasulullah Saw bersabda mengenai hadits di atas.

      Hapus
  10. Laelatul Murodah
    2021110287
    G

    Menurut pemakalah harta yang berkah itu yang bagaimana? lantasada ga sih tips-tips untuk menjadikan harta kita itu berkah baik untuk diri kita sendiri , keluarga, dan orang lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harta yang berkah adalah : harta yang halal di dapatkan dengan cara yang halal pula. Artinya zat (benda) dan cara mendapatkan benda tersebut sesuai dengan tuntunan agama. Selain benda dan cara mendapatkannya, cara menyalurkannya pun harus halal.
      Adapun tips-tips untuk menjadikan harta kita itu berkah sebagai berikut:
      1.Harta yang Allah berikan kepada manusia dapat dipergunakan untuk menyejahterakan dirinya, keluarga, masyarakat sekitar, negara bahkan penduduk dunia. Sejahtera artinya hidup dengan harta yang berkah. Salah satu ciri harta yang berkah adalah baik dan halal cara mendapatkannya, baik dan halal memanfaatkannya, baik dan halal menyalurkannya. Harta yang didapat dengan baik, dimanfaatkan dan disalurkan dengan baik sesuai tuntunan agama Islam merupakan harta yang berkah. Harta yang berkah itulah yang akan membawa kesejahteraan bagi pemiliknya.
      2.Bershadaqahlah dan Nafkahkanlah harta tersebut kepada yang berhak.
      Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). (QS. An Naml: 40.
      Salah satu tanda syukur yaitu mengeluarkan dari sebagian rizki yang terima dengan zakat, infaq dan shadaqah. Ingat di harta yang kita dapatkan secara halal itu masih ada hak fakir miskin dan orang lain. Dengan memberikannya kepada mereka berarti kita telah menyucikan harta dan jiwa. Buahnya, harta kita akan mendapat ridha dan berkah dari-Nya. Keluarga menjadi lembut hati dan saling menyayangi karena ada rahmat Allah yang menyertai. Suasana demikian ini tidak hanya dirasakan penghuninya, tapi orang lain pun ikut merasakan suasana bahagia itu.Sedekah itu perlu keikhlasan, bukan mengharap balasan, sesulit apapun yang terjadi, hendaknya sedekah dilandasi iman dan harapan yang dalam akan ridha Allah.
      Balasan sedekah tidak berarti berupa materi, namun bisa saja berkah sedekah tersebut berimbas pada ketenangan hati, khusyuknya ibadah, terjaganya diri dari belanja sia-sia.
      Rasulullah bersabda ”Ada tiga hal yang aku bersumpah kepadanya dan aku akan menyampaikan suatu berita kepadamu, maka perhatikan benar-benar. Tiadalah akan berkurang harta seseorang karena shadaqah….dan tiadalah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakan kepadanya pintu
      3.Mendapatkan secara Halal.
      Mendapatkan harta secara halal, semacam jual beli yang dilakukan dengan jujur dan saling menolong akan mendatangkan berkah. Sebaliknya cara riba seperti yang dilakukan oleh rentenir yang suka mencekik hidup orang lain adalah diharamkan yang akan jauh dari berkah. Harta yang berkah mengundang ridha Allah. Harta yang demikian mendatangkan kebaikan yang bertambah- tambah bagi pemiliknya. Jika dibuat rumah, membuat para penghuninya kerasan dan tenang. Dibelanjakan untuk kebutuhan keluarga terasa cukup dan membuat tumbuhnya rasa syukur. Mereka terasa ringan dan mudah beribadah. Ada suasana saling menyayangi di antara keluarga itu.
      Sebaliknya harta yang tidak berkah mengundang murka Allah. Harta yang seperti ini justru mendatangkan berbagai keburukan bagi pemiliknya.
      Alangkah baiknya kita segera evaluasi diri. Sudahkah harta ini diperoleh dengan cara yang halal? Sungguh tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Kalau Dia sudah tidak menyenangi harta yang kita miliki, kemana pun kita pergi tak akan bisa selamat. Perasaan tidak tenang dalam keluarga seperti contoh di atas, boleh jadi teguran dari Allah agar kita segera kembali kepada- Nya. Tidak ada cara lain mengundang berkah dan ridha- Nya kecuali dengan cara mencari harta yang halal. Janganlah sampai keinginan kita menikmati duniawi dan perhiasannya mengorbankan ketenangan dan kehormatan diri kita di sisi Allah.

      Hapus
  11. Abdul Hadi (2021110300)
    benarkah apabila kita berbohong demi kebaikan...?
    contohnya kita disuruh beriman terhadap agama lain kalau tidak maka akan dibunuh..lalu kita brpura2 mengimaninya..
    bolehkah hal tsb..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya tetap mempertahankan agama islam, seperti kisahnya siti masithoh yang disuruh Raja Fir’aun untuk memeluk agama lain, kalau tidak dia sekeluarga akan di bunuh, tetapi dengan pendiriannya Allah telah membuktikan janji-janjiNya kepda orang yang berpegang teguh (istiqomah) keimanan. Ketika Siti Masyitoh dan keluarganya dilemparkan satu persatu pada belanga itu, Allah telah terlebih dahulu mencabut nyawa mereka, sehingga tidak merasakan panasnya air dalam belanga itu. Siti Masyitoh, yang tetap teguh memegang keimanannya walaupun dihadapkan pada bahaya yang akan merenggut nyawanya dan keluarganya.
      Ketika Nabi Muhammad Saw. isra dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, beliau mencium aroma wangi yang berasal dari sebuah kuburan. “Kuburan siapa itu, Jibril?” tanya baginda Nabi.
      “Itu adalah kuburan seorang wanita shalihah yang bernama Siti Masyitoh,” jawab Jibril.
      Orang yang mati dalam menegakkan agama islam, maka matinya mati sahid (orang yang berjuang karena Allah dan untuk kepentingan agama).

      Hapus
  12. dul ghofar 301

    bagaimana cara menghindari penipuan, sedangkan dalam dunia bisnis biasanya ada aturan-aturan yang menuntut bagi pelakunya melakukan penipuan...seperti perdagangan di pasar-pasar????....................????????????????.................................??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????....................???????????????????????????????????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Berhati-hati dalam sikap dan tindakan kita dalam berbisnis.
      Dalam berbisnis tentu sifat kehati-hatian ini sangatlah penting, karena menyangkut harapan dan masa depan. Menyangkut untung-rugi. Jika kita tidak menerapkan sikap hati-hati dalam menjalanannya, tentu bahaya bisa mengancam daimana saja dan kapan saja. Namun esensi kehati-hatian disini bukan dalam konteks menakut-nakuti. Namun sebagai pelengkap agar setiap niat untuk segera bertindak, sebaiknya di bungkus dengan mental hati-hati. Kenapa demikian..?
      Sebab dengan berhati-hati kita akan mudah untuk memasuki hasrat terdalam kita yang sebenarnya. Kita belajar jujur pada diri sendiri. Apa yang kita inginkan dan apa yang kita khawatirkan akan bersatu dalam bentuk kehati-hatian. Sehingga keputusana yang dikeluarkan berkaitan dengan bisnis yang akan atau sedang dilakukan, benar-benar lahir dari sebuah kesadaran penuh. Tidak bimbang, tidak takut, dan nantinya tidak akan menyesal.
      2.Harus sesuai dengan prosedur perdagangan.
      Pedagang yang rencana kerjanya tersusun rapi. Memiliki jadwal pemberian barang yang rapi, pengiriman barang ke konsumen tepat waktu, pelayanan pelanggan yang penuh kredibilitas serta rencana pembayaran ke supplier yang sesuai dengan jatuh tempoh yang telah ditetapkan.

      Hapus
  13. Jumaroh
    2021110295
    G
    Melihat realita pada zaman sekarang, bahwa penipuan itu terjadi dimana-mana, tidak hanya dalam bidang jual beli saja, tetapi juga dalam pemerintahan bahkan dalam pendidikan. menurut pemakalah bagaimana cara menanggapi hal ini....
    kemudian hilangnya keberkahan itu dalam hal apa saja,,, mohon jelaskan.....????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menangani hal tersebut, maka menurut saya yaitu menyadarkan si penipu dengan memberikan penjelasan tentang Janji Allah mengenai orang yang jujur dan ancaman orang berbohong. Hadits Nabi tentang janji Allah terhadap orang yang jujr : Jujurlah kalian dan berpeganglah selalu dengan kejujuran, niscaya kalian termasuk orang-orang yang jujur dan akan selamat dari kebinasaan, serta Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kelapangan dan jalan keluar dalam berbagai urusan kalian. (Tafsir Ibnu Katsir 4/160).
      Dan ancaman Allah terhadap orang yang berbohong : "Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, bila berkata ia dusta, bila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya ia khianat”. (H.R Mutafaqqun Alaih).
      Orang munafik adalah golongan orang yang tidak mendapat hidayah atau petunjuk dari Allah, sehingga jalan hidupnya yang ditempuhi tidaklah mengandungi nilai-nilai ibadah dan segala amal yang dikerjakan tidak mencari keredhaan Alah
      Hilangnya berkah :
      1.Tidak bertakwa dan tidak memiliki rasa takut terhadap Allah SWT.
      2.tidak ikhlas dalam berkerja
      3.tidak menyebut bismillah dan tidak menyebut nama Allah ketika hendak memulai pekerjaan.
      4.serta tidak beribadah kepada Allah
      5.memakai harta haram
      6.tidak berbakti pada orang tua dan menyiakan hak anak.
      7.memutuskan hubungan dengan para saudara dan sanak keluarga
      8.kikir dan tidak infak
      9.tidak tawakal secara penuh kepada Allah Ta'ala
      10.tidak merasa rela dan puas dengan apa yang telah diberikan Allah
      11.melakukan perbuatan maksiat dan dosa,serta tidak mau Bertaubat dan memohon Ampunan.
      12.mendidik anak bukan Berlandaskan Agama.

      Hapus
  14. menurut makalah bagaimana jual beli biar mnjdi berkah . maturnuwun ....


    m. miftachul riza
    2021110305

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam jual beli, untuk mendapatkan barakah, maka :
      1.Hendaknya sang penjual bersifat jujur, seperti sabda Rasulullah Saw : bukan golonganku orang yang menipu dalam berdagang.
      2.Jual beli yang dilakukan dengan saling ridlo dan tidak ada paksaan, penjual tidak boleh mengkondisikan agar seseorang terpaksa membeli – pembeli juga tidak boleh mengkondisikan agar seseorang terpaksa menjual. Dasarnya adalah Ayat “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu...”.
      3.Jual beli yang saling memudahkan. Dasarnya adalah hadits Bukhari dan Tirmidzi yang meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Allah merakhmati seseorang yang memberikan kemudahan apabila dia menjual, membeli dan menagih haknya”.
      4.Tidak bersumpah untuk sekedar melariskan perdagangan. Dasarnya adalah hadits “Sumpah itu bisa melariskan dagangan, akan tetapi dapat menghapus keberkahannya”. (HR Bukhari dan lainnya dari Abu Hurairah).

      Hapus
  15. khoirul furqon
    2021110327

    apakah keberkahan itu hanya bisa didapatkan hanya dengan tidak melakaukan penipuan dan pemalsuan????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain tidak melakukan penipuan dan pemalsuan cara lain untuk mendapatkan berkah dari Allah adalah dengan beriman, bertaqwa, bersikap adil, kasih sayang dan berbuat baik kepada orang. Iman, taqwa, dan mengikuti petunjuk adalah cara untuk mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi sehingga rizki bercurah-curah tiada henti. Dan Allah tidak pernah menyelisihi janji. Seperti firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS at-Taubah 111)

      Hapus
  16. nur khikmah
    2021110313

    jika seseorang merampok harta orang-orang kaya, kemudian harta rampokan itu dibagikannya kepada orang-orang iskin, bolehkah hal tersebut boleh dilakukan???? karena sesama orag muslim itu kan saling tolong menolong??? tolong jelaskan!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. penggunaan harta seperti itu walaupun ikhlas, tetapi hartanya tidak akan diterima oleh Allah, karena hartanya terkategori harta yang tidak baik. Perbuatan memberikan harta kepada orang miskin adalah amal yang baik, tetapi merampok adalah di larang oleh agama islam, meski yang di rampok pejabat korup, tetapi tetap saja mendapatkannya dengan cara haram. Islam melarang merampok, tidak peduli kepada orang baik atau jahat. Allah telah berfirman : Bertolong-tolonglah kalian dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah tolong menolong dan dosa dan keburukan.

      Hapus
  17. bagaimana membangun keluarga yang berkah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidaklah cukup hanya sekadar membangun fisik rumah secara mewah serta mentereng. Namun yang terpenting adalah membangun suasana kondusif dengan dinaungi nilai-nilai Islami dan pada akhirnya sanggup menenteramkan batin penghuninya. Nabi SAW memberikan panduan agar jangan berlebihan dalam membangun tempat tinggal. Melainkan, rumah seorang Muslim adalah yang cukup untuk sekadar mampu menutupi dari pandangan orang lain dan melindunginya dari bahaya hewan buas.
      Paling tidak, pedoman sebuah rumah yang berkah adalah yang bisa memberikan rasa nyaman serta asri. Sikap dan tindak tanduk penghuni rumah turut memberikan kontribusi bagi terciptanya suasana tenteram. Nabi SAW menekankan, agar setiap Muslim memperhatikan adab ketika hendak masuk rumah, seperti hadits : ‘’Jika kamu hendak masuk rumah, maka sebaiknya kamu ucapkan salam, karena hal itu akan membawa keberkahan bagi kamu dan keluargamu.’’ (HR Tirmidzi).
      Hendaknya, segala aktivitas yang dilakukan di rumah, tidak terlepas dari niat untuk meraih ridha Allah SWT. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah menekankan, ketika masuk rumah dan sebelum makan di rumah, seseorang sebaiknya menyebut asma Allah, Maka setan pun berkata, ‘’Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.’’ Akan tetapi, jika tidak menyebut asma Allah, setan berkata, ‘’Malam ini kalian mendapatkan tempat bermalam dan hidangan makan malam.’’
      Dianjurkan pula kepada penghuni rumah untuk senantiasa melingkupi suasana rumah dengan bacaan Alquran. Sabda Nabi SAW, ‘’Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sungguh, rumah yang di dalamnya selalu dibacakan ayat-ayat Alquran, tidak dimasuki setan.’’ (HR Tirmidzi).
      Rasulullah juga menjaga keharuman di dalam rumah beliau. Ini mengingat beliau sangat menyukai wewangian. Oleh sebab itu, di dalam rumah sebaiknya penghuni benar-benar menjadi kebersihan, khususnya kamar mandi untuk menghindari munculnya bau yang kurang sedap.

      Hapus
  18. M.Haris Fahmi
    2021110323

    Bagaimana menurut pandangan anda mengenai orang yang memperoleh jabatan dengan menipu, seperti dengan janji-janji semu. apakah rezeqi yang ia peroleh berkah..????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di mana-mana tampaknya sama, orang senang mendapatkan jabatan. Terutama di lingkungan kerja, apalagi dalam pemerintahan. Jika tak mendapatkan maka orang ramai-ramai memperebutkan atau mengejarnya. Apa yang salah? Tidak ada. Hanya kalau cara memperolehnya ditempuh dengan tidak baik, maka hasilnya juga tidak baik. Cara tak baik itu misalnya dengan menyuap atau menyogok, menipu, adu domba, membohongi, pergi ke dukun, minta bantuan jin, nyantet, melet. Sesuatu yang halal namun cara memperolehnya dengan cara yang tak halal, tentunya jauh dari keberkahan, hilangnya berkah salah satunya adalah menipu, rizki yang diperolehnyapun tidak akan mendapatkan keberkahan di dalamnya.
      Sebuah janji dan sebuah slogan,semua hilang setelah menduduki kursi jabatan, itulah kenyataan di negara kita, kebanyakan orang tergila-gila akan jabatan yang didambanya, sehingga apapun akan dilakukan demi memperoleh jabatan tersebut, tetapi setelah menduduki kursi jabatan tersebut, maka janji-janji yang ia berikan terhadap masyarakat hanyalah janji-janji semu. Orang yang demikian itu tidak akan memperoleh riski yang berkah, karena hilangnya keberkahan itu disebabkan karena ingkar janji dan menipu.

      Hapus
  19. nailiyatul maqsudah
    2021110292
    G

    apa yang menyebabkan hilangnya berkah dalam hidup...?jelaskan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling tidak ada dua alasan utama yang menyebabkan keberkahan hidup itu hilang atau telah diangkat oleh Allah SWT, yaitu: pertama, jika umat Islam telah menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, tanpa mempedulikan apakah cara yang ditempuhnya benar ataukah salah dalam pandangan Islam, Misalnya : banyak orang berlomba mencari jabatan tanpa mengindahkan apakah jalan yang ditempuhnya sesuai prosedur ataukah tidak. Ujung-ujungnya jabatan itu diraihnya dengan segala cara dan digunakan untuk memperkaya diri sendiri serta dipertahankan secara membabi buta.
      Kedua, umat Islam telah meninggalkan kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar. Betapa banyak orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi perilakunya menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketika Alquran mewajibkan setiap wanita menutup aurat (baca: jilbab), misalnya, maka dia justru menjadi orang yang menentangnya karena dianggap sebagai budaya Arab semata dan tidak sesuai dengan kultur Indonesia.
      Demikian pula ketika muncul seruan dari sejumlah ulama yang memfatwakan haramnya riba dan pornografi, banyak orang yang mengaku Muslim menentangnya dengan dalih kebebasan asasi. Perilaku inilah yang sebenarnya digambarkan Allah:
      "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah lupa kepada mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik." (QS At-Taubah: 67). Jika hal ini masih terus dan selalu terus terjadi, maka keberkahan hidup hanyalah akan menjadi sebuah impian.

      Hapus
  20. faridah
    2021110314
    g
    bagaimana cara menjadikan kehidupan yang kita jalani dan waktu yang kita miliki itu menjadi berkah??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa hal yang diajarkan Islam untuk menjadikan waktu kita lebih berkah.
      1.Mencari Akhirat tanpa Melupakan Dunia
      Allah SWT berfirman : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS Al-Qoshos : 77). Ajaran syariat Islam yang luwas dan luwes memberikan peluang dan motivasi bagi setiap muslim untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya setiap muslim dituntut untuk mengisi waktunya dengan lebih tawazun (seimbang) antara beribadah, bekerja ataupun berdagang, agar senantiasa selaras antara kepentingan akhirat dan dunianya.
      2.Meninggalkan Hal yang Sia-sia tanpa makna.
      Rasulullah SAW berpesan tentang kunci sukses mendapatkan waktu yang berkah, beliau bersabda : “ sebagian dari bukti kebaikan keislaman seseorang adalah, meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya” (HR Malik). Waktu yang luang senantiasa menghadirkan ujian baru bagi kita, apakah menghabiskannya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ataukah menjadikannya sebagai momentum untuk memperbanyak amal ?. Seorang muslim harus senantiasa mawas dengan waktu-waktu luang yang datang silih berganti menghiasi siang malamnya.
      3.Memperbanyak Amal yang Mengalirkan Pahala terus menerus.
      Beramal untuk akhirat bagaikan berinvestasi, kita menginginkan hasilnya terus akan mengalir pada diri kita, meski kita tak lagi hidup di dunia ini. Usia kita terbatas, tapi pintu pahala masih selalu akan terbuka jika kita memulai amal kebaikan yang selalu bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda : “jika seorang manusia meninggal, maka terputus (pahala) amalnya, kecuali dari tiga sumber : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakannya” (HR Muslim).
      Inilah amal-amal bernilai investasi pahala yang tak akan surut, seperti ; menuliskan ilmu dalam buku, atau mengajarkannya secara langsung, memberikan beasiswa pada pelajar, atau mewakafkan dan membangun masjid atau madrasah.

      Hapus
  21. Faidatul Aula
    2021110316
    G
    pertanyaan saya, yang pertama yaitu bagaimanakah sebaik-baik penjual dan sebaik-baik pembeli..?
    yang kedua, bagaimanakah menurut pemakalah jika ada seorang penjual yang memprovokasi orang-orang supaya membeli dagangannya, sehingga seolah-olah ia melakukan pemaksaan..?
    mhon jelaskan..thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaik-baiknya penjual adalah berjualan dengan ketentuan hukum agama islam atau tidak melanggar hukum islam, misalnya : bersifat jujur, menjual barang dagangan dengan barang yang halal, tidak memaksa pembeli untuk membeli barang dagangannya. Sedangkan sebaik-baiknya pembeli adalah : bersikap sopan santun, memiliki minat dan niat beli bukan sekedar basa basi, jangan menawar dengan harga terlalu rendah.
      Merayu para pembeli itu menurut saya sah-sah saja, hanya saja ketika si pembeli tidak mau membeli barang tersebut, jangan di paksa, walaupun akhirnya dibeli tetapi dengan terpaksa, bukankah diantara syarat sahnya jual beli yaitu harus dilakukan oleh kedua belah pihak dengan saling ridha (suka sama suka) tanpa ada unsur keterpaksaan. Dalam firman Allah telah di jelaskan : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu” [An-Nisaa : 29]

      Hapus
  22. 2021110302 G

    SUSAH nemu orang jujur di dunia ini, termasuk orang yang membuka bisnis jual beli atau tukang reparasi benda-benda elektronik. Kita pasti sudah mendengar fakta-fakta mengejutkan mengenai usaha kotor para penjual makanan. Mulai dari penggunaan boraks atau pewarna tekstil pada makanan, paku di jalan untuk ban mobil, sampai yang baru saja saya alami: ‘dikadali’ tukang servis laptop.
    Bagaimana menurut makalah tentang permasalahan seperti ini harus kah kita turut tangan apa dibiarkan....terimakasih??????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika penjual telah menipu kita, kita jangan membalasnya dengan kekerasan, tetapi kita nasehati kemudian menjadikan sebuah pelajaran agar tidak tertipu dengan kejadian yang sama, sebaiknya berteliti sebelum kita membeli, dan mencari tahu mengenai tempat yang akan kita percayai sebagai servis laptop apakah layak dipercaya atau tidak.

      Hapus
  23. Menurut Mbak Lusi,,,
    Wujud Berkah itu dari prilaku seseorang nya sendiri atau dari rizqi yang diberikan oleh ALLAH SWT,,
    Tolong njih dijelaskan....................................

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah, tidak bisa dikalkulasi oleh nalar manusia. Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk, setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezeki masing-masingRasul bersabda : “Allah telah menetapkan takdir semua makhluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi”. (HR.Muslim). oleh karena itu selayaknya kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, hal penting yang perlu dilakukan adalah menyempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha mengatur, Insya Allah jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberi kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hendaklah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, karena dapat membuka pintu rezeki, sedangkan dosa dapat menghalangi hilangnya berkah dalam kehidupan.

      Hapus