Laman

Minggu, 29 April 2012

Pengajian E, Mubarokah: "Sabar"


TUGAS PENGAJIAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas :
                          Mata Kuliah                : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu        : Muhammad Hufron, M.S.I


Description: STAIN
 








Disusun Oleh :
    Mubarokah        2021110202
Kelas : E


JURUSAN TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012
Tugas Pengajian

Nama majlis Ta’lim : Majlis Masjid Agung Darul Muttaqin Kauman Batang
Pembicara                : Hasan Su’aidi
Hari/Tanggal            : Minggu, 25 Maret 2012
Alamat                      : Jl.A. Yani Kauman Batang
Waktu                       : 07.15-08.15
Tema                         : Sabar      
Ringkasan pengajian :

عَن أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَ النَبِيَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلم قَالَ: يَقوْلُ الله تعالى: مَالِعَبْدِيْ المُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزَاءٌ اِذَاقَبَضْتُ صَفِيَهُ مِنْ أَهْلِ الدُنْيَا ثًمَ احْتَسَبَهُ إِلاالْجَنَةَ  [رواه البخاري]
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Tidak ada balasan bagi seorang hambaKu yang mu'min di sisiKu, di waktu Aku mengambil -mematikan- kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia mengharapkan keridhaan Allah, melainkan orang itu akan mendapatkan syurga." (Riwayat Bukhari)
Keterangan:
Seseorang yang berimaan harus mempunyai sifat sabar dan ikhlas dalam menerima cobaan yang diberikan oleh Allah. Seperti  pada saat kehilangan orang yang dicintai  karena meninggal dunia, orang yang ditinggalkan harus ridho dan mengharapkan pahala dari Allah atas kehilangan orang yang dicintai dan di sayanginya. Orang yang dapat bersabar itu akan mendapatkan surga.





ﻭﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﷲ ﻋﻨﻬﺎ ﺃنها  ﺳﺄﻟﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻄﺎﻋﻮﻥ، ﻓﺄﺧﻫﺎ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ عذابا ﻳﺒﻌﺜﻪ ﺍﷲ ﺗﻌﺎ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ، ﻓﺠﻌﻠﻪ ﺍﷲ ﺗﻌﺎﺔ ﻟﻠﻤﺆﻣﻨ، ﻓﻠﻴﺲ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻊ ﺍﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﻓﻴﻤﻜﺚ ﺑﻠﺪﻩ صابرا محتسبا ﻳﻌﻠﻢ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ) ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺼﻴﺒﻪ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻛﺘﺐ ﷲ ﻟﻪ ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﺟﺮ ﺍﻟﺸﻬﻴﺪ  
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah s.a.w. perihal penyakit thaun, lalu beliau memberitahukannya bahwa sesungguhnya taun itu adalah sebagai siksaan yang dikirimkan oleh Allah Ta'ala kepada siapa saja yang dikehendaki olehNya, tetapi juga sebagai kerahmatan yang dijadikan oleh Allah Ta'ala kepada kaum mu'minin. Maka tidak seorang hambapun yang tertimpa oleh taun, kemudian menetap di negerinya sambil bersabar dan mengharapkan keridhaan Allah serta mengetahui pula bahwa taun itu tidak akan mengenainya kecuali karena telah ditetapkan oleh Allah untuknya, kecuali ia akan memperoleh seperti pahala orang yang mati syahid." (Riwayat Bukhari).
Keterangan:
Orang yang beriman harus bersabar ketika ia di berikan cobaan seperti yang  penyakit thoun ataupun penyakit yang menyerupainya. Dan jangan sekali-kali mempunyai keinginan meninggal dunia karena penyakit yang di deritanya dan jangan sampai putus asa. Apabila orang yang terkena penyakit thoun kemudian ia sampai meninggal dunia maka ia disamakan dengan orang yang mati syahid.
ﻭﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺭﺿﻲ ﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ :  " ﺇﻥ ﷲ ﻋﺰﻭﺟﻞ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫﺍ ﺍﺑﺘﻠﻴﺖ ﻋﺒﺪﻱ ﺒﻴﺒﺘﻴﻪ ﻓﺼ ﻋﻮﺿﺘﻪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺍﻨﺔ "  ﻳﺮﻳﺪ ﻋﻴﻨﻴﻪ  ،
 (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )


Dari Anas r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla berfirman: "Jikalau Aku memberi cobaan kepada hambaKu dengan melenyapkan kedua matanya -yakni menjadi buta, kemudian ia bersabar, maka untuknya akan Kuberi ganti syurga karena kehilangan keduanya yakni kedua matanya itu." (Riwayat Bukhari).
Keterangan:
Tidaklah Allah menguji seorang hamba setelah kehilangan agamanya, lebih berat daripada kehilangan penglihatannya, dan siapa yang diuji dengan dihilangkan penglihatannya, lalu bersabar hingga bertemu Allah, niscaya akan berjumpa dengan Allah dan tidak ada hisab baginya.
Disini orang yang diberikan cobaan tidak dapat melihat (buta), ia harus dapat menerima cobaan tersebut dengan lapang dada dan bersabar. Dan cobaan itu merupakan bentuk kecintaan Allah terhadap hambanya. Allah juga menjanjikan kepadanya surga sebagai ganti atas hilangnya penglihatan terssebut.

ﻭﻋﻦ ﻋﻄﺎﺀ ﺑﻦ ﺃ ﺭﺑﺎﺡ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﷲ ﻋﻨﻬﻤﺎ: ﺃﻻ ﺃﺭﻳﻚ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ
ﻨﺔ " ﻓﻘﻠﺖ: ﺑﻠﻰ، ﻗﺎﻝ: ﻫﺬﻩ ﺍﺮﺃﺓ ﺍﻟﺴﻮﺩﺍﺀ ﺃﺗﺘﺖ ﺍﻟﻨ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻟﺖ : ﺇﺃﺻﺮﻉ،ﻭ ﺇ ﺃﺗﻜﺸﻒ، ﻓﺎﺩﻉ ﷲ ﺗﻌﺎﱃﱄ ﻗﺎﻝ:  "ﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﺻﺕ ﻭﻟﻚ ﺍﻨﺔ، ﻭﺇﻥ ﺷﺌﺖ ﺩﻋﻮﺕ ﺍﷲﺗﻌﺎﺃﻥ ﻳﻌﺎﻓﻴﻚ" ﻓﻘﺎﻟﺖ: ﺃﺻ، ﻓﻘﺎﻟﺖ: ﺇ ﺃﺗﻜﺸﻒ ، ﻓﺎﺩع ﷲ ﺃﻥ ﻻ ﺃﺗﺸﻜﻒ ، فدعالها. (متفق عليه)
Dari 'Atha' bin Abu Rabah, katanya: "Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma mengatakan padaku: "Apakah engkau suka saya tunjukkan seorang wanita yang tergolong ahli syurga?" Saya berkata: "Baiklah." Ia berkata lagi: "Wanita hitam itu pernah datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: "Sesungguhnya saya ini terserang oleh penyakit ayan dan oleh sebab itu lalu saya membuka aurat tubuhku. Oleh karenanya haraplah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah -agar saya sembuh." Beliau s.a.w. bersabda: "Jikalau engkau suka hendaklah bersabar saja dan untukmu adalah syurga, tetapi jikalau engkau suka maka saya akan mendoakan untukmu kepada Allah Ta'ala agar penyakitmu itu disembuhkan olehNya." Wanita itu lalu berkata: "Saya bersabar," lalu katanya pula: "Sesungguhnya karena penyakit itu, saya membuka aurat tubuh saya. Kalau begitu sudilah Tuan mendoakan saja untuk saya kepada Allah agar saya tidak sampai membuka aurat tubuh itu." Nabi s.a.w. lalu mendoakan untuknya -sebagaimana yang dikehendakinya itu." (Muttafaq 'alaih)
Analisa isi pengajian:
Dari semua hadits diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa kita sebagai orang-orang beriman kepada Allah, hendaknya kita harus selalu bersabar dan ikhlas  dalam mengahadapi ataupun menerima semua cobaan yang Allah berikan kepada umatnya. Allah SWT tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatnya, cobaan itu merupakan bentuk kecintaan Allah terhadap hambanya. Allah menjanjikan kepada orang yang bersabar atas musibah yang menimpah dirinya berupa surga.







Tertanda Kelompok Pengajian   
Nama
TTD
Hammidiati Azifa L.A

Diyah Titis Pratita

Laelatul Masruro

Feri Jariyah

Kisrowiyah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar