Laman

Minggu, 20 Mei 2012

Wiwid Prihartanti (C) : "Balasan dan Keutamaan belajar Al-Quran"


1.      Ahad, 1 April 2010
(Hadits tentang larangan memukul wajah)

اِذَا ضَرَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبُ الْوَجْهَ . (رواه البخا رى)
“Apabila seseorang diantara kalian memukul, janganlah memukul bagian muka. (HR. Bukhari)

Dalam hadits tersebut, di jelaskan bahwa seorang pendidik boleh memberi hukuman terhadap muridnya, salah satunya boleh memukul. Namun memukul tersebut bukan dengan tujuan untuk menyakiti murid, memukul hanya sebatas pengajaran. Dalam hadits memberikan batasan bahwa kita sebagai pendidik atau calon pendidik dilarang memukul bagian wajah karena wajah adalah bagian terpenting dan terindah bagi manusia. Dalam islam ketika anak telah berusia 7 tahun namun belum mau mengerjakan sholat maka orang tuanya boleh memukul anak sebagai pengajaran. Dalam ilmu pendidikan dijelaskan bahwa hukuman memukul dilakukan pada bagian tubuh yang tidak berbahaya dan jangan sampai mengangkat tangan, dengan kata lain pukulan tersebut tidak boleh keras bahkan sampai membekas.

2.      Ahad, 8 April 2012
(Hadits tentang perintah taqwa)
 مَا اُعْطِى الْسَا ئِلِيْنَ وَفَضْلُ كَلَامِ اللهِ عَلَى سَائِدِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ . (اخرجه الترمذى)
“ Hai anak adam;Taatlah kepada tuhan mu, maka kamu termasuk orang yang berakal dan janganlah kamu mendurhakainya karena kamu akan dinamai seseorang yang jahil. (HR, Abu naim melalui abu Hurairah ra)
Manusia diciptakan dimuka bumi sebagai kholifah fil ardh yaitu pemimpin di muka bumi, dengan tujuan hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Beribadah dalam artian taqwa pada Allah swt. Taqwa adalah taat mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Manusia diberikan kelebihan dari makhluk-makhluk lain berupa akal, sehingga segala perbuatan yang akan dilakukan haruslah dengan pertimbangan terlebih dahulu tidak seperti hewan yang hanya menggunakan nafsu dan insting. Dengan akal manusia dapat mempertimbangkan baik buruknya amal perbuatan karena pada saatnya nanti akan di mintai pertanggung jawaban Allah swt atas segala perbuatannya. Sehingga sebagai orang yang berakal manusia harus taat pada Allah swt.

3.      Ahad, 8 April 2012
Tentang balasan orang yang belajar dan mengajarkan Al-quran, Ustadz Drs. HM Chumaidi ZM menyebutkan dalam sebuah hadits qudsi berikut:
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ الرُّبُّ عَزَّوَجَلَّ مَنْ سَغَلَهُ الْقُرْاَنُ وَذِكْرِى عَنْ مَسْأَ لَتِى, اَعْطَيْتُهُ اَفْضَلُ مَا اُعْطِى الْسَا ئِلِيْنَ وَفَضْلُ كَلَامِ اللهِ عَلَى سَائِدِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ . (اخرجه الترمذى)
“Dari Abu Sa’id Al Khudri Ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman , “ Barang siapa yang sibuk membaca Al-quran dan dzikir kepada-Ku dengan tidak memohon kepada-Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta.” Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan, seperti kelebihan Allah atas seluruh makhluk-Nya.” ( Hadits di takhrij oleh Tirmidzi)[1]

Dari hadits diatas memberikan semangat untuk seorang pendidik/guru yang ikhlas dalam mengajarkan ilmu (Al-quran). Kadang sebagai seorang pendidik khawatir mendapatkan upah yang kecil dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Namun Allah swt dalam sebuah hadits qudsi diatas menjanjikan akan memberikan sesuatu yang belum diminta kepada orang-orang yang mau belajar Al-quran dan yang mengajarkannya. Sesuatu yang belum diminta sekalipun akan diberikan bahkan melebihi pemberian pada orang yang meminta pada Allah.
Sehingga sebagai orang mukmin, seorang pendidik harus ikhlas dalam mengajarkan ilmu pada muridnya tanpa mempertimbangkan besar kecilnya materi yang akan didapat, karena balasan Allah lebih baik dari balasan makhlukNya.

4.      Ahad, 22 April 2012
(Hadits tentang belajar dan mengajarkan Al-Quran)
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاَنَ وَعَلَّمَهُ(رواه البخا رى) .
Sebaik-baiknya Manusia adalah yang belajar Al-quran dan  yang mengajarkannya.”(HR. Bukhari)
Dalam pertemuan dan bahasan hadits ini, Ustadz Drs.HM. Chumaidi ZM, menjelaskan bahwa orang islam harus belajar Al-quran atau mengajarkan Al-quran. Orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-quran maka hidupnya akan bahagia, tentram, tenang jiwanya dan mendapatkan keberkahan dari Allah swt. Ada sebuah hadits yang menjelaskan kurang lebih “ Barang siapa yang membaca al-quran maka setiap hurufnya itu adalah sepuluh hasanah dan satu hasanah menjadi seratus kebaikan.”
Sehingga kita senantiasa diperintahkan untuk belajar dan mengajarkan Al-quran.

5.      Ahad, 29 April 2012
( Hadits tentang “Lupa adalah bencana ilmu”)

اَفَةُ الْعِلْمِ النَّسْيَانُ, وَاِضَاعَتُهُ اَنْ تُحَدَّثَ بِهِ غَيْرَ اَهْلِهِ.
 (رواه ابن ابى شيبة)

“ Bencana ilmu adalah lupa dan menyia-nyiakannya ialah bila engkau membicarakannya dengan orang yang bukan ahlinya.” (HR. Ibnu Abu Syaibah)

Dari penjelasan hadits ini, pelajaran yang dapat saya tangkap bahwa kita jangan pernah menyia-nyiakan ilmu. Apabila kita belajar sesuatu haruslah pada orang yang professional/ menguasai dalam bidangnya. Karena jikalau kita bertanya suatu ilmu bukan pada orang yang ahli dalam bidangnya maka itu akan menjadi sia-sia belaka karena ilmu yang kita dapat tidak akan sesuai dan mungkin akan jauh dari kebenaran.
Ada sebuah cerita tentang Rasulullah saw suatu hari pernah ditanyai tentang masalah pertanian oleh seorang sahabat, dan beliau hanya menjawab sekedarnya saja. Kemudian suatu hari sahabat tersebut datang lagi menemui Rasulullah saw dan meminta penjelasan kenapa jawaban yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan petani, hama bukan hilang malah menjadi banyak. Kemudian Rasulullah menjelaskan bahwa Beliau tidak mengetahui dalam bidang pertanian, seandainya mau bertanya sesuatu maka bertanyalah pada ahlinya maka akan mendapatkan pengetahuan yang benar.
Sehingga untuk mendapatkan pengetahuan yang benar dan tidak menyia-nyiakan ilmu kita harus belajar dari ahlinya.


 Nama Majlis Ta’lim                 : Pentashih Pengajar Dan Pembimbing Buku Qiroati
Pengasuh / Pembicara             : Drs. H.M. Chumaidi ZM
Hari / Tanggal                         : Ahad / 1 April-22April 2012
Waktu                                     : 06.30-09.00 WIB
Alamat                                    : Jln. Yudha Bakti, Medono, Pekalongan
Tema Pengajian                       : Balasan dan Keutamaan belajar Al-Quran
Sumber/ Kitab                         : Durrotul Ahadits (Mutiara hadits, jilid 2)
                                                  H. Taufiqul Hakim, Bangsri Jepara.

Pekalongan, 1 Mei 2012

Wiwid Prihartanti
2021110062
Kelas C








Validasi:

Nur Maila
2021110087


[1]  Achmad sunarto & samsudin noor. Himpunan Hadits Qudsi. (Jakarta: An-Nur, 2005), Hal.40

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar