Laman

1111

Selasa, 26 Februari 2013

a3-2 m. miftakhul a. rumah sbg madrasah & tenaga profesional

MAKALAH
RUMAH SEBAGAI MADRASAH dan
MEMANFAATKAN TENAGA PENGAJAR PROFESIONAL
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu : Muhammad Hufron Dimyati, M. S. I

Description: Untitled












Disusun oleh:
Nama               : M. Miftakhul Aziz
NIM                 : 2021111018
Kelas                : A


JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA  ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013

PENDAHULUAN

Lingkungan keluarga merupakan bagian dari pendidikan luar sekolah sebagai wahana pendidikan agama yang paling pertama sebelum anak mengenyam bangku sekolah dan terjun ke masyarakat, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan dari orangtuanya. Dapat pula dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga.
Dalam kaitannya hal tersebut, rumah dapat dikatakan sebagai madrasah pertama bagi anak, dan orang tualah berperan sebagai tenaga pengajar profesional, dimana orang tua bertanggungjawab penuh terhadap pendidikan anaknya di dalam rumah. .Untuk mengetahui lebih jelasnya akan dibahas dalam pembahasan makalah ini.




















PEMBAHASAN

A.  Hadits
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
عثمان بن الأرقم أنه كان يقول : أنا ابن سبع الإسلام أسلم أبي سابع سبعة و كانت داره على الصفا و هي الدار التي كان النبي صلى الله عليه و سلم يكون فيها في الإسلام و فيها دعا الناس إلى الإسلام
(رواه الحاكم فى المستدرك, باب ذكر الأر قم بن أبي الأرقم المخزومي رضي الله عنه)

Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
حد ثنا علي بن هاصم قال : قال داودحد ئنا عكر مة عن ابن عباس قا ل :(كان ن س من الاسرى يوم بد لم يكن لهم فدا ء فجعل رسول الله صلى الله عليه وسلم فداء هم ان يعلموااولادالانصارالتابة قال فجاء يوما غلا م يبكي الى ابيه فقال ماشانك قا ل ضربنى معلمى قال الخبيث يطلب بز حل بد ر والله لاتا تيه ابدا )
(رواهاحمد فى ا لمسند,من مسند بني ها شم, بدايه مسند عبدالله بن عبس)

B.     Terjemah
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
Ustman bin Arqam berkata: saya masuk Islam usia tujuh tahun, ayah saya orang yang ke tujuh masuk Islam. Rumahnya di tanah safa dan rumah itu pernah di tempati oleh Nabi Muhammad SAW untuk berdakwah dan berdo’a kepada manusia untuk masuk Islam. (HR. Al- Hakim).[1]

Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
Ali bin Hasyim mencerminkan kepada kami, ia berkata : Daud berkata, Ikrimah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abbas, ia berkata “ ada sejumlah orang diantara para tawanan perang badar yang tidak mempunyai tebusan, lalu Rasulullah SAW menetapkan tebusan mereka dengan cara mengajarkan tulisan kepada anak – anak Kaum Anshor. Suatu hari, seorang anak menemui ayahnya sambil anak itu menangis, maka sang ayah bertanya, “ ada apa denganmu?” anak itu menjawab, “pengajarku telah memukulku”. Sang ayah pula berkata si buruk itu, ia telah menuntut ( balas ) dengan bekas perang badar!” demi Allah jangan lagi kau mendatanginya.[2]

C.    Mufradat
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
·        Masuk Islam usia tujuh tahun:                  ابن سبع الإسلام
·        Orang yang ke tujuh masuk islam:            أسلم أبي سابع سبعة
·         Rumah:                                                      داره
·         Berdoa:                                                     دعا

Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
·        Tawanan :                                                  الأسرى
·         Tebusan :                                                  فداء
·         Menangis:                                                 يبكى
·         Ada apa dengan mu?:                               ما شاء نك
·         Buruk:                                                       الخبث

D.    Biografi Perawi
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam Adalah seorang pengusaha yang berpengaruh dari suku Makhzum dari kota Mekkah. Dalam sejarah Islam, dia orang ketujuh dari As-Sabiqun al-Awwalun. Rumahnya berlokasi di bukit Safa, di tempat inilah para pengikut Muhammad belajar tentang Islam. Sebelumnya rumah al-Arqam ini disebut Dar al-Arqam (rumah Al-Arqam) dan setelah dia memeluk Islam akhirnya disebut Dar al-Islam (Rumah Islam). Dari rumah inilah madrasah pertama kali ada. Al-Arqam juga ikut hijrah bersama dengan Muhammad ke Madinah.[3]




Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
Abdullah bin Abbas adalah seorang sahabat Nabi, dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah SAW. Dikenal juga dengan nama lain yaitu Ibnu Abbas (619 - Thaif, 687/68H). Ibnu Abbas merupakan salah satu sahabat yang berpengetahuan luas, dan banyak hadits sahih yang diriwayatkan melalui Ibnu Abbas, serta beliau juga menurunkan seluruh Khalifah dari Bani Abbasiyah. Beliau merupakan anak dari keluarga yang kaya dari perdagangan bernama Abbas bin Abdul-Muththalib, maka dari itu dia dipanggil Ibnu Abbas, anak dari Abbas. Ibu dari Ibnu Abbas adalah Ummu al-Fadl Lubaba, yang merupakan wanita kedua yang masuk Islam, melakukan hal yang sama dengan teman dekatnya Khadijah binti Khuwailid, istri Rasululah. Ayah dari Ibnu Abbas dan ayah dari Muhammad merupakan anak dari orang yang sama, Syaibah bin Hasyim, lebih dikenal dengan nama Abdul-Muththalib. Ayah orang itu adalah Hasyim bin Abdulmanaf, penerus dari Bani Hasyim klan dari Quraisy yang terkenal di Mekkah. Ibnu Abbas juga memiliki seorang saudara bernama Fadl bin Abbas. Ia pernah di doakan Nabi dua kali, saat didekap beliau dan saat ia melayani Rasulullah dengan mengambil air wudlu, Rasululah berdoa, Ya Allah fahamkanlah (faqihkanlah) ia. (HR. Muslim) Ibnu Abbas wafat pada tahun 78 hijriyah, dalam usia 75 tahun, diriwayat lain 81 tahun. Dari Ibnu Jubair menceritakan, bahwa Ibnu Abbas wafat di Thaif.[4]

E.     Keterangan Hadits
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
Orang ke tujuh dari orang yang masuk Islam           :   سا بع سبعة    
Maksudnya bahwa al-Arqam merupakan salah satu dari assabiqunal awalun (sahabat Nabi yang perttama-tama masuk Islam).
Rumah                  :   دا ر
Maksud rumah disinui adalah rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Ali al-Arqam yang berada di bukit Shafa, rumah tersebut merupakan tempat ilmu pengetahuan agama dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh Nabi Muhammad SAW. Dan rumah tersebut merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam yang sebelumnya  disebut Dar al-Arqam (rumah al-Arqam), setelah al-Arqam memeluk Islam disebut dengan Dar al-Islam (rumah Islam).

Mengajak   :   دعا
Maksudnya bahwa rasulullah SAW mengajak para sahabat dan orang-orang yang hadir dalam majelis di rumah al-Arqam untuk masuk Islam, kemudian mengajarkan pendidikan agama dan menyuruh mereka untuk mengamalkannya dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
Dari hadits diatas dapat diperoleh keterangan bahwa pada saat perang badar terjadi rasulullah menangkap beberapa musuh dan dijadikan tawanan. Akan tetapi beberapa tawanan tersebut tidak mempunyai tebusan untuk jaminan kebebasan dirinya. Maka dari itu, Rasulullah mengganti tebusan nya dengan jalan lain, yaitu menyuruh mereka mengajarkan menulis anak-anak dari kaum anshor. Setelah Kegiatan Belajar mengajar berlangsung beberapa hari, pada suatu saat ada seorang anak yang mendatangi ayahnya dalam keadaan menangis. Setelah ditanya, ternyata anak tersebut telah dipukul gurunya yang tidak lain adalah tawanan Rasul. Maka mulai saat itu sang Ayah melarang anaknya untuk tidak datang kepada guru tadi selama-lamanya.
Dengan demikian, jelas secara tersirat kita bisa mengetahui bahwa tawanan tadi kemungkinan besar menaruh dendam pada rasul karena telah dijadikan tawanan. Secara otomatis, mereka juga menyimpan dendam pada kaum tersebut dan meluapkan dendam nya pada anak-anak kaum itu. Berarti, tawanan tadi sudah berlaku menyimpang dan tidak bersikap professional dalam mengajar anak-anak kaum anshor. Seharusnya, tawanan yang menjadi guru itu harus bisa membedakan mana masalah pribadi yaitu kemarahan dan dendam akibat kalah dalam perang badar dan posisinya sewaktu ia menjadi guru.[5]

F.     Aspek Tarbawi
Ø  Rumah Sebagai Madrasah
Fungsi rumah selain sebagai tempat tinggal, rumah juga dapat dijadikan sebagai
v  Tempat memperoleh pendidikan keluarga, yaitu:
·         Pengalaman pertama masa kanak-kanak
·         Memantapkan kehidupan emosional anak
·         Menanamkan dasar pendidikan moral
·         Memberikan dasar pendidikan sosial
·         Peletakan dasar-dasar keagamaan

v  Tempat ibadah
Jadikanlah shalat sebagai tiangnya, zikir sebagai pondasinya dan bacaan Al Qur’an sebagai cahaya yang akan menerangi para penghuninya.[6]


Ø  Memanfaatkan Tenaga Pengajar Profesional
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas dan pribadi tertentu yang mencakupp tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menjaadi seorang pendidik yang berkompeten, maka diperlukan beberapa kompetensi – kompetensi antara lain :
ü  Kompetensi personality ( kepribadian)
Kemampuan dasar yang menyangkut pada kepribadian agamis dari pendidik, misalnya dalam mengajarkan ilmunya hendaklah berniat untuk mencari ridho Allah SWT.
ü  Kompetensi sosial
Menyangkut kepedulian pendidik terhadap masalah – masalah sosial selaras dengan ajaran agama
ü  Kompetensi profesional
Menyangkut kemampuan untuk menjalankan tugas keguruannya secara profesional, misalnya seorang guru harus ahli dalam bidangnya, menguasai materi, dan sebagainaya.
ü  Kompetensi pedagogik
Kemampuan dalam mengolah pembelajaran.[7]






PENUTUP
Lembaga pendidika pertama dalam Islam adalah keluarga atau rumah. Rumah sebagai lembaga sosial pendidikan dalam Islam diisyaratkan dalam al-qur’an surat Asy-Syu’araa’ ayat 214 yang artinya “Ajarilah keluargamu yang terdekat”. Kurang lebih 13 tahun Nabi Muhammad SAW menjadikan keluarga sebagai lembaga pendidikan dalam Islam guna mengadakan dan menyalurkan perubahan dalam masyarakat.
Secara formal dirumah al-Arqam inilah Nabi mengajarkan pokok-pokok ajaran Islam kepada para sahabat dan dirumah itu pula Nabi menerima tamu yang ingin bertanya kepada nabi tentang ajaran Islam dan orang-orang yang ingin masuk Islam. Dirumah ini pula terbentuknya jama’ah Islam yang pertama di periode Mekkah, maka rumah ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam.




















DAFTAR PUSTAKA

Al-Hakim. 1398-1978 M. Al mustadrak jilid III. Mesir: Beirut.
Imam Ahmad Bin muhammad Bin Hambal. 2007. Musnad Imam Ahmad. Jilid III. Jakarta: Pustaka Azzam
http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Abbas
Sayadi,Wajidi, 2009. Hadits Tarbawi, Pesan-Pesan Nabi saw Tentang Pendidikan. Jakarta : PT. Pustaka Firdaus.
Hasbullah. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Muhaimin dan Abdul Mujib,1993. pemikiran pendidikan islam:kajian filosofis dan kerangka dasaroperasionalnya, Bandung:Trigenda Karya


















[1] Al-Hakim.  Al mustadrak jilid III. (Mesir: Beirut. 1398-1978 M). halm. 502
[2] Imam Ahmad Bin muhammad Bin Hambal, Musnad Imam Ahmad. Jilid III (Jakarta: Pustaka Azzam, 2007) hal.30-31
[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Abbas
[5] Sayadi,Wajidi, Hadits Tarbawi, Pesan-Pesan Nabi saw Tentang Pendidikan. (Jakarta : PT. Pustaka Firdaus. 2009).
[6] Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1999). Halm. 39-44
[7] Muhaimin dan Abdul Mujib,pemikiran pendidikan islam:kajian filosofis dan kerangka dasaroperasionalnya (Bandung:Trigenda Karya,1993),hal 173

a

36 komentar:

  1. ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB. . . .
    NAMA: DEWI NURLITA KURNIAWATI
    NIM : 2021111036
    Rumah dikatakan sebagai madrasah, nah... Bagaimana jika dalam rumah yang dihuni oleh keluarga yang tidak harmonis, pendidikan terabaikan justru membuat anak terjerumus dalam limbah hitam, misalnya saja anak terjerat seks bebas dan narkoba karena mereka berfikiran dunia luar lebih indah dari dunia dalam rumah akibat berbagai faktor ketidak harmonisan keluarga. Rumah yang seharusnya dijadikan tempat berlindung dan sebagai wadah pendidikan justru seperti neraka bagi neraka. Bagaimana solusi anda untuk mengatasi masalah tersebut?? Syukron. . . jazakumullah. . .
    WASSALAMU'ALAIKUM WR. WB. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. solusi yang diberikan bisa berupa tindakan preventif contohnya Memberikan pendidikan agama untuk meletakkan dasar moral yang baik dan berguna. Maupun dengan tindakan represif yaitu dengan: Mengadakan introspeksi sepenuhnya akan kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga menyebabkan anak terjerumus dalam kenakalan. Namun, menurut saya karena permasalahan itu bersumber dari keluarga, solusi terbaik untuk anak-anak tersebut bukanlah psikolog, guru dan ulama, melainkan orang tua yaitu ayah dan ibunya di rumah yang dapat berperan dan berfungsi selayaknya orang tua.

      Hapus
  2. Desi Atinasikhah ( 2021111343)
    Assalamu'alaikum wr.wb.
    dimakalah dijelaskan bahwa rumah adalah tempat madrasah atau sebagai tempat pembelajaran pertama bagi anak. Tapi kenyataannya sekarang ini, banyak orang tua yang sibuk dengan urusannya sendiri. bagaimana solusi dari pemakalah untuk menyiasati keadaan yang demikian, supaya pendidikan untuk anak tidak terabaikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seharusnya sang ibu mengalah guna tercipta kondisi psikis anak yang kondusif sehingga tercipta pula perasaan percaya dari anak ke orang tua. Apabila sang ibu merupakan seorang wanita karir pastilah hal tersebut sukar untuk di lakukan oleh karena itu bisa disiasati dengan cara ibu dapat membuka usaha sendiri di rumah. Sehingga, selain dapat membantu pendapatan keluarga, yang paling penting adalah dapat mengawasi dan membimbing anak dalam masa-masa kritis seperti pada masa pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.

      Hapus
  3. Muhammad Kamaluddin (2021 111 042)
    Rumah sebagai Madrasah mngkin yang saya tangkap adalah keluarga sebagai pendidik, lah yang saya ingin tanyakan apabila keluarga tersebut beda agama seperti islam dan kristen bagaiman cara kita mendidik anak kita pasti kita akan sama-sama mengajarkan agama kita masing-masing apakah peranan rumah sebagai madrasah akan terwujud pada keluarga seperti ini?
    dan di atas disebutkan memanfaatkan pengajar profisional, yang saya ingin tanyakan kita sebagai calon pendidik agar dapat menjadi pendidik yang profisional dan dapat di manfaatkan semaksimal mungkin itu gimana, dan profisonal disini itu profisional yang seperti apa?_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengatasi pendidikan keluarga beda agama adalah dengan cara kita memberi kebebasan pada anak untuk memilih mempelajari pendidikan Islam maupun pendidikan kristen. Buanglah sifat egois masing-masing dan jangan fanatik pada agama masing-masing. Seperti pasangan keluarga Jamal Mirdad dan Lidya Kandau yang telah berhasil dalam mengarahkan pendidikan anak-anaknya, ada yang memilih Islam dan ada pula yang memilih kristen. Akan tetapi lebih baik kita sebelum menikah harus memilih pasangan hidup kita yang sama keyakinannya.
      Menurut sya, peranan rumah sebagai madrasah dalam keluarga tersebut sudah tercapai asalkan ada kebebasan dalam memilih menerima ilmu.
      menjadi pendidik yang profesional tidaklah mudah karena harus memiliki standar kualitas dan pribadi tertentu yang mencakupp tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin. Semua itu harus saling berkisambungan satu sama lain.

      Hapus
  4. Dzikrotul khasanah (2021 111 262)
    Untuk menjadi pendidik yang kompeten diperlukan 4 kompetensi yaitu: sosial, personal, profesional, dan pedagogik. Menurut anda bagaimana jika seorang pendidik mengajar namun tidak sesuai dengan bidangnya dengan kata lain menyimpang dari kompetensi profesional. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal itu serta berikan solusinya?
    terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama ini mungkin kita banyak menyalahkan guru yang mengajar tidak pada bidangnya. Ada guru yang latar belakang pendidikannya sarjana pendidikan agama tetapi mengajar matematik, atau guru bahasa Indonesia mengajar bahasa Inggris, tetapi mungkin sedikit dari kita yang mencoba mengetahui kenapa bisa seperti itu. Contohnya di daerah pelosok, apalagi untuk sekolah kecil dengan kelas hanya 4 atau lima, jarang sekali guru berkualitas mau mengajar sesuai bidangnya di sana, akibatnya guru lain harus menghandle bidang yang tidak ada gurunya.Mau tidak mau guru lainlah yang masuk ke kelas, daripada kosong siswa tidak ada bimbingan. Akibatnya, keadaan belajar di kelas kemudian jauh dari berkualitas. Ada yang hanya meminta tiap anak membaca buku teks secara bergantian sampai jam habis atau hanya mengerjakan LKS tanpa dikoreksi atau belajar sendiri. Akan tetapi ada juga yang mencoba berbenah dan memperbaiki diri sesuai kemampuan, belajar bidang yang diempunya dengan membaca buku teks lebih banyak lagi. Memang hanya sebatas itu karena keterbatasan.
      Salah satu penyebab banyak lulusan sekolah guru belum mendapat pekerjaan adalah, lembaga pendidikan tersebut menerima mahasiswa terlalu banyak. Seharusnya ada penghitungan terlebih dahulu sebelumnya. Sehingga, angka "Pengangguran Terpelajar" bisa dikurangi. Kuantitas guru yang kita temui saat ini sangat luar biasa banyaknya. Apalagi dengan makin banyaknya program seleksi masuk ke perguruan tinggi. Mulai dari yang namanya SNMPTN at SPMB sampai yang mandiri, dan seleksinya yang cenderung mudah, semakin mendorong banyaknya penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi keguruan. Ini begitu jomplang ketika melihat daerah diluar sana yang kekurangan guru. Sampai-sampai ada program seperti Indonesia Mengajar. Miris sekali. Dan menurut salah satu survei di dunia maya, pendidikan di Indonesia nomor 69 dunia.

      Hapus
  5. Ila Ariska (2021 111 023)
    Menurut pemakalah bagaimana jika seseorang menjadikan rumahnya sebagai pusat ilmu pengetahuan namun menuntut bayaran kepada peserta didiknya?
    upaya apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan tenaga pengajar yang profesional?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seseorang yang menjadikan rumahnya sebagai pusat ilmu pengetahuan akan tetapi menuntut bayaran kepada peserta didiknya itu mungkin dimaksudkan untuk membiayai kemaslahatan keluarga pendidik dan itu dianggap sebagai upah atas tenaga dan waktu yang telah dikeluarkan. Memang sebagai pendidik seharusnya kita dituntut untuk ikhlas. Akan tetapi ikhlas yang dimaksud di sini bukan berarti gratis melainkan kita harus mengoptimalkan sebaik mungkin peran kita sebagai pendidik dan tidak mengharapkan apa-apa selain ridho Allah.
      Upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan tenaga pengajar yang profesional adalah :
      1. Meningkatkan mutu pendidikan nasional
      2. Mengembangkan kurikulum nasional dan lokal
      3. Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan
      4. Pengadaan buku dan alat pengajaran
      5. Sertifikasi guru
      6. Pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan
      7. Meningkatkan mutu manajemen sekolah.

      Hapus
  6. Ummu Hanik (2021 111 014)
    Dalam makalah dijelaskan bahwa seorang guru tidak boleh membawa masalah pribadi kedalam kelas, namun pada kenyataannya hal itu sering terjadi, bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut? dan langkah apa yang harus ditempuh agar seorang pendidik tersebut mampu memposisikan dirinya dalam proses pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang guru memang tidak boleh membawa masalah pribadi ke dalam kelas, tetapi itu merupakan ujian berat bagi guru dalam hal kepribadian yaitu rangsangan yang memancing emosinya. Kestabilan emosi amat diperlukan, namun tidak semua orang mampu menahan emosi terhadap rangsangan yang menyinggung perasaan, dan meman diakui bahwa tiap orang mempunyai temperamen yang berbeda dengan orang lain. Untuk mengatasi masalah tersebut, langkah yang diambil adalah dengan upaya dalam bentuk latihan mental.

      Hapus
  7. Naila Chusniyyati
    2021 111 264
    A

    Assalamu'alaikum
    menurut pemakalah sebenarnya apa yang dimaksud rumah sebagai madrasah itu? lalu apabila dalam suatu rumah hanya terdiri dari orang tua yang hanya sibuk diluar rumah dan hanya mengundang guru privat untuk mendidik anaknya,apakah rumah tersebut masih bisa dikatakan sebagai madrasah?
    terimakasih . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumah sebagai madrasah ialah sebuah rumah yang dibangun / susun dengan mempertimbangkan kebutuhan anak, dari segi: Spiritual, Kemandirian, Akhlak, Pengetahuan, Sosial, Kreativitas yang dikembangkan berbasis Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW, contohnya pendidikan yang berkaitan dengan penanaman akidah, bimbingan membaca Al-Qur’an, praktik beribadah, dan prkatik akhlak mulia, serta pembinaan watak, karakter, kepribadian.
      Rumah tersebut masih bisa dikatakan sebagai madrasah karena dengan mengundang guru privat, orang tua masih berperan dalam mendidik anaknya walaupun secara tidak langsung.

      Hapus
  8. Ass.. .
    Nama: Anita Kumala
    Nim: 2021 111 364

    Pemakalah yang terhormat, yang ingin saya tanyakan di sini adalah dalam makalah di atas dikatakan bahwa guru harus memiliki standar kualitas dan kepribadian tertentu yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin untuk menjadi seorang pendidik yang berkompeten,
    Nah Menurut pemakalah Sifat wibawa yang baik dan yang benar yg hrus dmiliki oleh seorang pendidik itu seperti apa ? Apabila seorang pndidik dihadapkan pada suatu masalah, smisal pendidik dikaruniai seorang murid yg amat sgt nakal didalam kelas, sudah ditegur dan dinasehati tp tetap saja tdk mau berubah, Mengingat bahwa seorang pendidik yg profesional itu tdk boleh memukul peserta didik seenaknya sndri.
    Menurut pemakalah kewibawaan (kbijaksanaan) yg perlu diterapkan dsini itu bgmn?
    Sekian, terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sifat wibawa yang baik dan benar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik adalah guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial dan intelektual dalam pribadinya, serta memiliki kelebihan dalam pemahaman ilmu pengeahuan, teknologi, dan seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan.
      Kewibawaan (kebijaksanaan) yang perlu diterapkan mengenai masalah tersebut adalah dengan cara mendekati anak tersebut secara perlahan-lahan jangan sampai terbawa emosi dalam menghadapi anak tersebut. Karena api jangan dilawan dengan api yang semakin menyala-nyala akan tetapi dengan air agar bisa padam.

      Hapus
  9. Menurut Anda, seperti apa ciri-ciri rumah sebagai madrasah itu??? serta apa kelebihan dan kekurangannya??
    mohon jelaskan dan berikan contoh berdasarkan realita???
    Terima Kasih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ciri rumah tangga sebagai madrasah tak ubahnya seperti rumah tangga islami dimana didalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah. Dengan begitu anak akan tercipta pondasi agama yang kokoh.
      COntoh nyatanya seperti Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam(Saling mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan yang diberikan anggota keluarga lainnya.

      Hapus
  10. Nama: Nur Amiroh
    Nim:2021 111 345
    kelas: a

    menurut pemakalah,bagaimana tanggapanya apabila ada pendidik yang memberikan hukuman dengan cara kekerasan?dan sekarang kan menggunakan KTSP dimana murid di tuntut untuk mandiri,sedangkan fungsi gurukan sebagai pengarah,mengayomi muridnya,nhah bagaimana peranan guru yang sebenarnya?apakah dengan KTSP tersebut dapat memberikan dampak baik bagi keduanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hukuman dg cara kekrasan menurut saya sangat tidak pantas, namun Hukuman terhadap siswa harus berlandaskan keseimbangan. Misalnya dari strata paling rendah, siswa yang nakal dibina dulu oleh wali kelas. Apabila masih belum bisa ditolerir dikenakan hukuman skorsing tidak boleh mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan hukuman di strata puncak jika memang sekolah tidak mampu membina lagi, kembalikan kepada orang tuanya.
      Dalam KTSP ini seorang guru dituntut untuk mampu mengubah sumber pembelajaran menjadi bahan ajar, sehingga materi yang diajarkan kepada peserta didik tidak monoton pada buku yang menjadi pegangan di sekolah tersebut serta hal ini akan mengurangi kejenuhan siswa saat belajar. Dengan demikian proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik, guru bisa memberikan pelajaran dengan bahan ajar dan metode yang variatif sehingga peserta didik merasa nyaman dan materi yang diajarkan menarik untuk dipahami yang pada akhirnya peserta didik bisa terhindar dari kejenuhan. sedangkn bagi Peserta didik menjadi lebih aktif, leluasa dlm mengungkapkan gagasannya dan materi yg disampaikan guru lebih cepat di tangkap.

      Hapus
  11. Siti Nur Fitriana ( 2021 111 257 )
    Didalam aspek tarbawi dipaparkan tentang memanfaatkan tenaga pengajar yang profesional, Nah yang saya tanyakan, Bagaimana cara kita agar mengetahui bahwa pengajar tersebut profesional atau tidak???dan bagaimana cara nya agar seorang pengajar itu bisa menguasai keempat kompetensi-kompetensi tersebut? MOhon jelaskan,,
    Wassalammualaikum,,,, Terima kasih....:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya ciri pengajar profesional itu ada 3 yaitu
      1.Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
      Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.dengan begitu tercipta hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya
      2.Pengetahuan tentang Kurikulum
      Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
      3.Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
      Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa.
      untuk menguasai keempat kompetensi tsb pengajar haruslah bersikap obyektif, terbuka untuk menerima kritik terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, misalnya dalam hal caranya mengajar. Hal ini diperlukan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan demi kepentingan anak didik sehingga benar-benar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Keberanian melihat kesalahan sendiri dan mengakuinya tanpa mencari alasan untuk membenarkan atau mempertahankan diri dengan sikap defensif adalah titik tolak kearah usaha perbaikan

      Hapus
  12. assalamualaikum
    pendidik adalah seorang tenaga ahli yang telah terdidik baik etika moral dan estetikanya,dengan seperti itu maka seharusnya seorang pendidik sudah memiliki sebuah kebijaksanaan dan dapat membedakan antara pribadi dan mana yang kepentingan umum.bila terjadi seperti kasus diatas maka apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pendidik adalaah yang mencerminkan pribadi yang baik. maka pertanyaan saya yaitu bila terjadi penyelewengan apakah dia bisa dikatakan sebagai pendidik yg profesional?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dimaksud penanya penyelewengan yang seperti apa. Apabila harga tersebut jelas-jelas melanggar kode etik guru dan norma-norma kemasyarakatan maka pendidik tersebut tidak dapat dikatakan sebagai pendidik yang profesional.

      Hapus
  13. Mayda Ar Rahmah
    2021 111 272

    Assalamu'alaikum
    Islam sebagai agama mulia, secara tegas mengatur posisi wanita sebagai madrasah utama dalam pendidikan di rumah. Ibu, dalam Islam mendapat posisi penting sebagai guru pertama bagi anaknya,,,
    Yang saya tanyakan, bagaimanakah pelaksanaan tanggung jawab bagi seorang ibu yang memiliki sebuah pekerjaan/karier?
    Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar dalam masalah pendidikan, seorang ibu sangat berperan bagi kelangsungan pendidikan anak. Namun , selama ini ibu banyak disibukkan dengan permasalahan diluar rumah. Sementara pendidikan anak tertelantar. Bahkan cenderung sang anak diserahkan tanggung jawabnya kepada pembantu.
      Keterbatasan waktu menjadi kendala bagi ibu untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perkembangan anak dirumah. Kalau anak berkembang sendiri tanpa adanya pengawasan, maka dikhawatirkan akan melakukan hal-hal yang negatif. Sehingga sebagai alternatif atau jalan keluar dalam membantu keuangan keluarga, ibu dapat membuka usaha sendiri di rumah. Sehingga, selain dapat membantu pendapatan keluarga, yang paling penting adalah dapat mengawasi dan membimbing anak dalam masa-masa kritis seperti pada masa pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.

      Hapus
  14. nila naeli R.
    2021111271
    A

    seperti yang kita ketahui bahwa pada jaman sekarang guru dituntut untuk profesional dalam segala bidang (dalam lingkup kependidikan), namun dalam realita yang ada, banyak guru yang bisa dibilang kurang profesional, seperti dalam bidang teknologi, dan lainnya, sedangkan pada jaman sekarang guru dituntut untuk menguasai teknologi, serta kompetensi lainnya. nah, pertanyaan saya apa langkah yang harus dilakukan terhadap guru-guru tersebut (terutama guru yang sudah lama mengajar/ sudah cukup berumur) karena biasanya mereka menolak jika diberi masukan dengan alasan mereka lebih berpengalaman...karena biar bagaimanapun dengan kekurangprofesionalan mereka maka dampaknya akan dirasakan terutama untuk para peserta didik...terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemahaman tentang keprofesionalitasan yang dapat di ukur itu menurut saya sebenarnya salah karena keprofesionalan akan muncul pada pendidik apabila dapat memanfaafkan dan mengoptimalkan apa yang telah pendidik kuasai.
      sebenarnya mereka bukannya menolak masukan yang diberikan tapi cara penyampaianya terhadap mereka saja yang belum tepat karena secara sendirinya mereka akan sadar bahwa semua itu adalah tuntutan atas pekerjaan yang mereka lakukan jadi mau tidak mau mereka akan belajar dengan sendirinya.

      Hapus
  15. Beberapa hari belakangan di media gempar dengan adanya berita mengenai seorang wakasek dari salah satu SMA di Jakarta yang melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap salah seorang peserta didiknya. bagaimana tanggapan anda mengenai kasus tersebut ? berikan solusinya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tindakan asusila seorang guru terhadap siswanya tersebut sangat mencoreng moral pendidikan, seorang guru semestinya harus dapat menjadi panutan, tetapi dia justru mencoreng nama baik profesinya.Empat kompetensi yang dimiliki guru, yaitu personal, sosial, profesional dan pedagogik. Namun, tidak seluruhnya berjalan dengan baik.
      solusi yang dilakukan adalah mengembalikan psikologis siswi tersebut agar kembali ceria dan terbebas dari bayang-bayang hal negatif yang pernah dialaminya, Dan untuk wakasek sudah selayaknya menanggalkan profesi sebagai pendidik karena hal tsb jauh dari kata pendidik yg profesional dan di beri hukuman yg seberat-beratnya.

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Nama: Eka Supriyatin
    Nim : 2021 111 357

    Assalamualaikum...
    bagaimana jika dalam suatu keluarga pengetahuan tentang ilmu agama dan praktek nya kurang sempurna, bagaimana cara menjadikan anak tersebut menjadi lebih baik dari orang tua nya. jelaskan ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya orang tua sadar akan kekurangannya tersebut dan sesegera mungkin mengarahkan anaknya agar lebih baik dari orang tuanya. Dengan begitu tanggung jawab orang tua sebagai pendidik tidak gugur karena telah berusaha mendidik anak walaupun tidak secara langsung adapun langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menyekolahkan anaknya di sekolah yang kompeten terutama dalam bidang keislaman.

      Hapus
  18. Nama:dzati ismah
    Nim:2021 111 263
    assalamu'alaikum
    bagaimana menurut pemakah,apabila di rumah ada pendidikan ,tetapi yang mengajar itu kurang paham dengan yang akan di ajarkan,bagaimana solusinya supaya anak itu bisa paham dengan hal yang akan di ajarkan,,,,??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjadi pendidik bukan berarti berhenti dari belajar, terlebih materi yang diajarkan. Sebagai pendidik kita harus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kita tentang materi yang kita ajarkan. Selain itu, pendidik juga harus mengikuti perkembangan terkini tentang materi yang diajarkannya (updating). Updating perkembangan terbaru tentang ilmu yang diajarkan akan meningkatkan dan memperdalam pemahaman pendidik tentang ilmu tersebut.

      Hapus
  19. Nama:Anisa Nur Idatul Fitri (2021 111 372)
    assalamuAlaikum
    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana tanggapan pemakalah terhadap pengajar yang memiliki 2 sisi kepribadian, misalnya ketika ia mengajar ia bisa bersikap santun, kemudian berjilbab, dan selalu mengajarkan hal-hal kebaikan dan bisa memenuhi peranya sebagai pendidik. tetapi ketika di rumah ia menjadi sosok yang berbeda seperti berpakaian sexy, bermalas-malasan..dll? apakah pendidik yang seperti itu bisa dikatakan profesional?? sekian terima kasih

    BalasHapus