Laman

Rabu, 01 Mei 2013

e12-1 inafa atina: Illegal Loging

HADITS TARBAWI II
Hadits 61: Larangan Illegal Loging
Makalah ini disusum Guna Memenui Tugas Individu
Mata Kuliah Hadits Tarbawi II
Dosen Pengampu: Muhammad Hufron, M.S.I

Oleh:
Inafa Atina          2021111380
Kelas E
 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2013


PENDAHULUAN
Pendidikan mengenai kelestarian alam merupakan pendidikan yang sangat penting karena alam sangat berpengaruh bagi makhluk hidup khususnya manusia. Menjaga kelestarian alam sangatlah dianjurkan dalam Islam, oleh karena itu sebagai khalifah di bumi, manusia wajib menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidupnya bukan malah merusaknya, karena dalam Al-qur’an dan sunnah telah ditegaskan bahwa tidak diperbolehkan untuk merusak lingkungan.
Illegal loging merupakan perbuatan yang tidak terpuji, telah terang larangan-larangan yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah mengenai perbuatan ini, karena penebangan hutan secara liar ini dapat berdampak buruk bagi manusia sepertihalnya bencana alam dan ketidakseimbangan ekosistem.
Dalam makalah ini, saya selaku pemakalah akan mencoba sedikit memaparkan tentang kelestarian alam yakni mengenai illegal loging. Harapan saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat, menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembacanya. Saya akui makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu saya harapkan agar para pembaca berkenan memberikan masukan-masukan yang membangun, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.











PEMBAHASAN
A.    Materi Hadits
Hadits 61 : Larangan Illegal Loging
حَدَثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيّ : أخبرنا أَبُوْ أُسامَةَ عن ابن جُرّيْجٍ, عَنْ عُثْمَانَ بن أَبِى سُلَيْمَانَ. عَنْ سَعِيْدِ بنِ مُحَمَّدِ بن جُبَيْرِ بْنِ مَطْعِمِ, عَنْ عَبْدِ الله بْنِ حُبْشِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : {مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِى النَّارِ}. سُئِلَ أَبُوْ دَاوُدَ عَنْ مَعْنىَ هذَا الْحَدِيْثِ فَقَالَ: هذَا اْلحَدِيْثِ مُحْتَصَرٌ. يَعْنىِ: مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً فِى فَلاَةٍ يَسْتَظِلُّ بها ابْنُ السَّبِيْلَ وَاْلبَهَائِمُ عَتَبَنَا وَ ظُلْمًا بِغَيْرِ حَقِّ يَكُوْنَ لَهُ فِيْهَا, صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِى النَّارِ. (رواه أبو داود)
B.     Tarjamah Hadits
Nasr bin Ali menceritakan kepada kami: Abu Usamah memberitakan kepada saya dari Ibnu Juraiji dari Utsman bin Abi Sulaiman, dari Said bin Muhammad bin Zubair bin Mud’im, dari Abdillah bin  Abdullah bin Hubsyiy r.a, ia berkata: telah bersabda Rasulullah Saw: “Siapa yang memotong bidara, Allah jatuhkan kepalanya ke neraka”.[1] Abu Dawud ditanya mengenai hadits ini, kemudian ia berkata: Hadits ini adalah ringkasan; “Barangsiapa menebang pohon bidara yang tumbuh ditanah lapang/padang pasir yang dijadikan tempat berteduh para musafir dan hewan ternak dengan tidak ada gunanya dan dzalim tanpa hak didalamnya. Maka Allah akan mengarahkan (memasukkan) kepalanya orang tersebut ke dalam neraka”.







C.    Mufrodat

Menebang                   :           قَطَعَ
Sidrah/ bidara              :           سِدْرَةً
Memasukkan               :            صَوَّبَ
Kepalanya                   :           رَأْسَهُ
Di dalam neraka          :           فِى النَّارِ
Ditanya                       :           سُئِلَ
Mengenai                    :           مَعْنىَ
Hadits ini                    :هذَا الْحَدِيْثِ
Ringkasan                   :           مُحْتَص

D.    Biografi Rowi
            Nama asli Abu Dawud adalah Imam Sulaiman bin Asy’ats bin Ishaq Al-Asadi As Sijistani. Ia berkelana untuk menuntut ilmu, mengarang kitab-kitab yang banyak jumlahnya, mengajar penduduk Iraq, Syam, Mesir dan Khurasan. Ia dilahirkan pada tahun 202 H dan meninggal di Basrah pada tanggal 14 syawal 275 H.[2]
            Abu Dawud berkecimpung dalam bidang hadis sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, ia sudah berada di Baghdad dan di sana, ia melayat ke kediaman Imam Muslim, sebagaimana ia katakan, “Aku menyaksikan jenazahnya dan menshalatkannya”. Walaupun telah pergi ke negeri-negeri tetangga sajistan, seperti Khurasan, Harron, Roi, dan Naisabur, setelah Imam Abu Dawud masuk kota Baghdad, ia diminta oleh Amir Ahmad Al-Muwaffaq untuk tinggal dan menetap di Bahrah, dan ia menerimanya. Akan tetapi, hal itu membuat ia tidak berhenti dalam mencari hadis. Imam Abu Dawud adalah imam dari imam-imam ahlusunnah wal jamaah yang hidup di Bashrah, kota berkembangnya kelompok Qadariah danpemikiran Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, Syi’ah Rafidah, Jahmiyah, serta lain-lainnya.
Abu Dawud wafat di kota Bashrah tanggal 16 syawal 275 H dan dishalatkan jenazahnya oleh Abbas bin Abdul Wahid Al-Haasyimy. [3]
E.     Keterangan Hadits
            Hadits di atas menerangkan bahwa yang dimaksud dengan sidrah adalah pohon bidara yang terkenal itu, yaitu pepohonan yang tumbuh di padang pasir, karena ia mampu hidup dengan sedikit air serta bertahan terhadap panas.
            Manusia dapat memanfaatkannya sebagai tempat berteduh dan memakan buahnya, ketika mereka melewatinya saat berada dalam perjalanan, atau sedang mencari padang untuk berternak, atau untuk tujuan lainnya.
            Ancaman untuk memasukkan ke dalam neraka terhadap orang yang memotong pohon sidrah menunjukkan pentingnya menjaga unsur-unsur lingkungan yang pokok. Karena dengan itu akan terjaga keseimbangan antara makhluk hidup sati dengan yang lainnya. Ancaman itu juga mencakup seluruh tindakan yang akan merusak keseimbangan itu atau menghilangkan salah satu unsur penting bagi kelangsungan dan keselamatan hidup manusia.
       Imam Abu Dawud memilih pengertian hadits yang lebih lurus. Ketika ditanyai tentang hadits ini, ia menjawab, “Hadits ini berbentuk singkat. Pengertiannya adalah barang siapa memotong pohon sidrah di atas sebidang tanah mana saja, yang biasa dipakai berteduh orang yang sedang dalam perjalanan dan hewan-hewan, secara sia-sia dan dzalim tanpa hak, maka karena tindakannya itu Allah akan mengarahkan kepalanya ke dalam neraka.[4]
F.     Aspek Tarbawi
-          Pendidikan mengenai kelestarian alam perlu dicenangkan sejak awal. Karena dalam QS. Al Maidaah ayat 33, Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak menyukai kerusakan dan orang yang melakukan kerusakan. Itu merupakan perilaku yang menunjukkan kekufuran atas nikmat Allah, yang akan mengudang balasan dari Allah SWT.
-          Dalam QS. Ar-Ruum ayat 41 dan Al-A’raf ayat 56 juga telah dijelaskan mengenai larangan manusia membuat kerusakan yang merupakan salah satu akibat dari perbuatan manusia yang dzalim. Sehingga patutlah kita sebagai manusia untuk melaksanakan amanah kekhalifahan di bumi untuk berusaha menjaga kelestarian alam.
-          Bermula dari hal kecil dengan menjaga lingkungan sekitar kita, membuat perubahan yang cukup besar bagi dunia. Karena banyak fakta yang menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan hidup merupakan akibat dri ketidakharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan hidup.























PENUTUP
Yang pertama dan paling utama saya ucapkan syukur Alhamdulillah atas segala Ridha Allah SWT makalah ini dapat juga tersusun. Dengan pembahasan makalah yang berjudul larangan illegal loging ini dapat disimpulkan bahwa menjaga kelestarian alam sangatlah penting bagi kehidupan. Di samping itu menjaga kelestarian alam juga menjadikan kita sebagai orang yang pandai bersyukur kepada Sang Pencipta.
Semoga makalah ini  dapat bermanfaat bagi kita sebagai khalifah di bumi. Kritik dan saran pembaca saya harapkan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi.


















DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Bey dan Syriqitiy Djamaluddin. 1993.  Tarjamah Sunan Abu Daud jilid V. Semarang: CV. Asy-syifa.
Sholahuddin, Agus. 2009. Ulumul Hadis. Bandung: CV. Pustaka Setia
Qardhawi, Yusuf. 2001. Sunnah Rasul Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.



[1] Bey Arifin dan Syriqitiy Djamaluddin. Tarjamah Sunan Abi Daud jilid V. (Semarang: CV. Asy-syifa’, 1993)hlm.421
[2] Bey Arifin dan Syriqitiy Djamaluddin. Opcit. hlm.v
[3] Agus sholahudin. Ulumul Hadis. (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2009) hlm.241-241
[4]Yusuf Qardhawi. Sunnah Rasul Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. 2001.hlm.206-207

39 komentar:

  1. assalamualaikum..

    salah satu aspek tarbawi diatas adalah "Pendidikan mengenai kelestarian alam perlu dicenangkan sejak awal. Karena dalam QS. Al Maidaah ayat 33, Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak menyukai kerusakan dan orang yang melakukan kerusakan. Itu merupakan perilaku yang menunjukkan kekufuran atas nikmat Allah, yang akan mengudang balasan dari Allah SWT". nah bagaimana jika hal tersebut dikaitkan dengan realita sekarang? bagaimana pandangan anda tentang maraknya kasus penebangan liar yang sering terjadi di Indonesia? bagaimana cara menanggulangi masalah tersebut, mhon penjelasannya..

    trimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam..

      terima kasih atas pertanyaanya Mba Rizka..
      Penyebab timbulnya kerusakan di bumi adalah manusia, hal ini disebabkan manusia memiliki sifat rakus yang berarti tidak pernah merasa puas dalam memenuhi kebutuhan dan hawa nafsu mereka sehingga demi pemuas hawa nafsu mereka rela meneksplorasi semua yang ada dibumi termasuk tumbuh-tumbuhan, hal ini sangat disayangkan untuk itu kita hendaknya perlu mawas diri untuk senantiasa merasa cukup.
      untuk menanggulangi masalah tersebut kita bisa mulai dari diri kita sendiri, misal kita menanam tumbuhan di sekitar rumah kita. karena dengan memberikan contoh yang baik kepada orang lain diharapkan masyarakat juga akan memiliki kesadaran yang sama seperti kita.

      Hapus
  2. Dewi Lisetyawati
    2021 111 139

    hadits di atas menjelaskan tentang larangan illegal logging. nah bagaimana cara menyadarkan orang-orang agar tidak melalukan illegal logging?
    mohon penjelasannya....
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk menyadarkan orang agar tidak melakukan illegal logging maka kita bisa memberikan sosialisasi atau penyuluhan mengenai illegal logging..
      cara yang lain adalah memberikan penjelasan ataupun menasehati kepada seseorang yang memang sering melakukan illegal logging..

      Hapus
  3. 2021 111 142
    assalamu'alaikum.....
    bagaimana cara menanamkan sikap cinta terhadap alam untuk diri sendiri dan untuk orang lain agar tidak semakin merusak alam???

    terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam..

      terima kasih untuk pertanyaannya...
      cara menanamkan sikap cinta terhadap alam adalah kita perlu tahu bagaimana pentingnya alam untuk kehidupan..
      kalau kita tinjau pada masa sekarang ini maka kita bisa melihat marak bencana yang terjadi akibat kerusakan alam..kita perlu menyadari mengapa bencana itu terjadi? tidak lain dan tidak bukan itu terjadi karena keteledoran manusia..kalau sudah begini,,siapa pula yang repot? dan bukankah dalam al-qur'an juga sudah disebutkan bahwa Allah tidak menyukai kerusakan dan orang yang berbuat kerusakan..
      nah dengan begitu dalam diri kita mulai tertanam rasa cinta terhadap alam..

      Hapus
  4. zahrul fitriyah
    2021 111 156

    bagaimana dengan orang yang pekerjaannya memang menebang pohon untuk di jual kayu nya? dia tidak punya pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya karna dia hanya tinggal di sebuah pedalaman hutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kalau masalah itu kita lihat dulu berapa banyak pohon yang ditebang..biasanya kalau kayu bakar kan hanya beberapa..dan sebagai gantinya,,orang tersebut kan bisa menanam beberapa pohon baru minimal sejumlah pohon yang ditebangnya..

      Hapus
  5. Assalamu'alaikum ..
    Ika Nur Fitriana 2021 111 168

    Menurut pemakalah siapa yang bertanggungjawab dengan adanya illegal logging?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam...

      menurut saya kita semua bertanggung jawab atas adanya illegal logging,,namun yang lebih bertanggung jawab adalah pemerintah..seharusnya pemerintah memberikan sanksi yang tegas dan mampu membuat jera para pelaku illegal logging..

      Hapus
  6. dessy nur laily
    2021 111 140

    Assalamu'alaikum.... pada makalah diatas kan dijelaskan bahwa sebagai khalifah di bumi ini adalah menjaga kelestarian alam.. nah..
    bagaimana pendapat pemakalah tentang sikap pemerintah yang cenderung lamban dalam menangani permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi sehingga keseimbangan alam terhganggu dan merugikan masyarakat.. misalnya banjir dan tanah longsor akibat panebangan hutan dan pengalihan fungsi hutan untuk pemukiman ?

    mohon penjelasannya..
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam..

      ketika kita tahu bahwa pemerintah lamban dalam penanganan kasus tersebut,,mengapa kita harus menunggu??buktikan kalau kita mampu merubah lingkungan menjadi lebih baik khususnya lingkungan di sekitar kita,,mulai dari diri sendiri yang kelak mampu menggugah orang lain agar sadar akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan..

      Hapus
  7. Nurul Inayatissaniyyah
    2021 111 141

    bagaimana sikap kita seharusnya ketika menjumpai adanya illegal loging?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengingatkan orang yang melakukan illegal logging kalau tidak mampu maka laporkan kepada pihak yang berwenang kalau tidak mampu maka sebaiknya kita menjaga diri agar tidak ikut-ikutan melakukan hal yang bathil tersebut. sesuai dengan hadits

      عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

      [رواه مسلم]
      "Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman."

      (Riwayat Muslim)

      Hapus
  8. 2021 111 352
    askum
    apa yang akan anda lakukan jika melihat keluarga anda melakukan ilegal loging? mengapa demikian

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengingatkan orang yang berbuat illegal logging lebih-lebih adalah keluarga sendiri adalah hal yang harus dilakukan.

      كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ متفق عليه

      “Kalian semua adalah pemimpin & seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin & seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah & anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin & setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun A’laihi)

      Hapus
  9. assalamu'alaikum,,,,,
    sebelumnya, yg dmaksud illegal loging kn menebang pohon secara liar tanpa adanya ijin.
    yang saya tanyakan, apakah pada sebuah perusahaan/industri kayu yang sdh ada ijin dari pemerintah itu boleh menebang pohon sesukanya untuk bs mmenuhi kebutuhan produksinya atau bagaimana??? tolong jelaskan....
    terimaKasih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaukimussalam...

      pemerintah memberikan izin kepada industri kayu untuk menebang hutan tentunya ada ketentuan/batasannya tersendiri bukan sesuka industri tersebut. dan seharusnya perusahaan tersebut menggantinya dengan pohon baru. Alam adalah karunia Tuhan, sebagai manusia yang baik maka kita tentu akan menghargai sebuah pemberian. Jika tak mampu untuk membalas maka cukuplah untuk tidak merusaknya.

      Hapus
  10. Assalammualaikum wr. wb.
    didalam makalah dijelaskan bahwa illegal loging itu dilarang, akan tetapi dizaman sekarang ini banyak orang yang melakukannya.menurut pemakalah bagaimana cara menyikapi hal tersebut?apa hubungan antara manusia dan alam sekitar jika ditinjau dari dunia pendidikan? tolong jelaskan dan berikan contohnya.dan bagaimana kiat-kiat agar kita bisa menjauhi perbuatan dzalim dan dapat menumbuhkan sikap cinta terhadap lingkungan serta apa manfaatnya???
    terima kasih

    Wassalammualaikum wr. wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menuruut saya terkait dengan hal seperti itu kita sebagai seorang muslim kita hanya bisa melakukan hal-hal yang terbaik untuk alam ini, seperti halnya melakukan penanaman 1000 pohon dan lain-lain karena kalau masalah pelaku mungkin akan direspon juga oleh pemerintah dan tidak lupa pula kita tidak boleh hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah tapi kita juga turut serta membantu pemerintah didalam hal memberantas legalloging,
      terkait hubungannya alam ini dengan dunia pendidikan yaitu alam ini bisa dijadikan sebagai metode pembelajaran dalam suatu KBM.
      senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita,
      menrepakan azas hablumminalalam ,say kira itu cukup karena teman-teman punya pandangan lain terkait hal ini

      Hapus
  11. nanik dwi astutik
    20211110062
    asalamualaikum
    jika ada orang menebang pohon di hutan hanya beberapa saja untuk kayu bakar apakah termasuk ilegal loging ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam...
      jika orang yang menebang pohon di hutan itu melakukannya berkali-kali dan tidak menggantinya dengan pohon baru maka termasuk illegal logging.

      Hapus
  12. yulia rizqi mar'ati
    2021 111 299

    assalamualaikum mbak,,

    Bagaimana pendapat anda dengan maraknya pembangunan pemukiman warga (perumahan) yang semakin mengurangi ruang hijau di perkotaan saat ini?? kemudian adakah dampak positif dari illegal loging tadi?
    mohon penjelasannya ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalam....

      pembangunan pemukiman warga di area perkotaan tentunya membuat suasana menjadi gersang.dan pada kenyataannya sekarang di kota lebih panas dibanding dengan suasana pedesaan yang masih banyak pohon..
      menurut saya tidak ada dampak positif dari illegal logging.

      Hapus
  13. Asslamu,alaikum Wr. Wb
    Saya ingin bertanya..
    Bagaimana pendapat anda dengan melihat maraknya pencemaran dan kerusakan alam di era sekarang ini, karena semakin banyak manusia yang melakuakan pengelolaan sumber-sumber alam tanpa peduli pada etika dan hati nurani, dapat dikatakan pula bahwa adanya krisis ekologis pada manusia berakar dalam krisis etika dan moral, lantas bagaimana kaitannya antara illegal logging dengan etika lingkungan itu sendiri yang akan berdampak pula dengan generasi yang akan datang?
    kemudian bagaimana cara kita mengembangkan falsafah hidup yang dapat mengatur eksistensi manusia dalam hubungannya dengan alam?
    Terimaksih. Wassalamu,alaikum Wr. Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. otomatis kalau kita merusak lingkungan lantas apayang mau kita berikan kepada generasi penerus bangsa kalau bukan alam tempat utk kita tinggal dan hidup.

      dengan cara mengembangkan hablumminal alam, dengan seperti itu insya Allah korelasi antar keduanya dapat berjalan hingga anak cucu kita nanti amiiieeen

      Hapus
  14. Moh. Nashoikhul Ibad 2021 111 178

    Rasul bersabda:‘Siapa yang memotong bidara, Allah jatuhkan kepalanya ke Neraka'.
    mengapa daun bidara begitu sangat istimewa? jelaskan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sidrat al-Muntahā (Arab: سدرة المنتهى‎ , Sidratul Muntaha) adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/Surga ke tujuh, sebuah batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya, menurut kepercayaan Islam. Dalam kepercayaan ajaran lain ada pula semacam kisah tentang Sidrat al-Muntahā, yang disebut sebagai "Pohon Kehidupan".

      Hapus
  15. MUH Mertojoyo 2021 111 155
    Barangsiapa menebang pohon bidara yang tumbuh ditanah lapang/padang pasir yang dijadikan tempat berteduh para musafir dan hewan ternak dengan tidak ada gunanya dan dzalim tanpa hak didalamnya. Maka Allah akan mengarahkan (memasukkan) kepalanya orang tersebut ke dalam neraka”.”
    yg saya tanyakan, apakah hanya kepalanya saja yg masuk neraka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya ini hanya sebuah perumpamaan, karena meskipun hanya kepalanya yang dimasukkan tetapi semua tubuhnya merasakan sakitnya.

      Hapus
  16. Nur Fitriyani 2021 111 143
    bagaimana upaya atau solusi untuk mengatasi masalah ilegal loging??

    BalasHapus
    Balasan
    1. upaya-upaya mengatasi masalah illegal logging:
      1. reboisasi/penanaman hutan kembali.
      2. peningkatan pengembangan pengelolaan hutan oleh pemerintah bersama masyarakat selain itu peningkatan pengawasan hutan dan penegakkan hukum.
      3. melalui pengawasan dan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat dan pelaku penebangan liar.

      Hapus
  17. inayah
    2021 111 165
    Bagaimana illegal loging dalam prespektif Islam,khususnya fiqh Lingkungan?4.Apakah MUI mengeluarkan fatwa tentang illegal logging?

    BalasHapus
    Balasan
    1. illegal logging dalam konteks hukum Islam adalah mengambil secara diam-diam hasil hutan (kayu) dari tempat penyimpanannya (hutan) tanpa kerelaan atau izin pemiliknya (pejabat yang berwenang), hal itu sangatlah bertentangn dengan syari'at agama Islam.

      Mui menetapkan bahwa "Penebangan dan penambangan yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat dan atau negara hukumnya haram. Semua kegiatan dan penghasilan yang didapat dari bisnis tersebut tidak sah dan hukumnya haram Penegak hukum wajib bertindak tegas sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku."

      Hapus
  18. 2021 111 164
    kegiatan ilegal loging yang terjadi di indonesia khususnya tentang penebangan pohon di hutan yang sangat marak terjadi dan itu mengakibatkan rusaknya hutan-hutan di indonesia. yang menjadi persoalan pemerintah yang seharusnya memiliki kewenangan lebih untuk melindungi hutan tersebut, justru terdapat oknum-oknum pemerintah yang ikut menikmati hasil dan melindungi para pelaku ilegal loging tersebut!bagaimana tanggapan anda dan solusinya seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya dengan adanya Surat edaran Nomor 01 Tahun 2008 tentang petunjuk Penanganan Perkara Tindak pidana Kehutanan dan sebelumnya Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2005 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu secara illegal di kawasan hutan, hal itu membuktikan bahwa upaya pemerintah dalam mengatasi illegal loging itu sudah cukup baik, namun dalam pelaksannya, pemerintah tidak melakukan tugasnya dengan baik atau tidak tegas dan kadang ikut serta membantu para pembalak liar dalam masalah tersebut sehingga masalah-masalah penebangan pohon secara liar di Indonesia belum terselesaikan dan mungkin menjadi suatu kegiatan yang biasa tanpa memikirkan dampak-dampak yang ditimbulkan mendatang.

      Hapus
  19. 2021 111 127

    aswabar,,,
    menurtut pemakalah faktor apa yang mernjadikan illegalloging semakin menjadi jadi dan bagaimana menurut pemakalah caranya untuk menerapkan budaya cinta terhadap alam agar kita termotivasi untuk menjaga alam...??
    terimakasih,,
    waskum....

    BalasHapus
  20. Assalamualaikum.wr.wb
    Rahardyani Tyas 2021111298

    1.menurut pemakalah faktor" apa saja yang menimbulkan kurangnya rasa peduli masyarakat terhadap terhadap lingkungan itu apa?? apakah karena perkembangan jaman???

    2.sekarang negara kita sudah terlanjur berkurang hutannya karena illegal logging, ada pembangunan gedung", dan juga penebangan untuk bahan produksi perusahaan, lalu menurut pemakalah masih mungkinkah hutan di Indonesia ini dipulihkan kembali seperti semula ...?
    kadang banyak upaya penanaman kembali dari pemerintah, tapi sepertinya tindakkan tersebut kurang maksimal, jd benih pohon itu malah layu duluan ...bgmn upaya pemulihan hutan yang baik menurut pemakalah???

    BalasHapus
  21. Assalamu'alaikum mbak inafa
    saya mau tanya, maksudnya pohon bidara itu apa ya...
    terimakasih

    BalasHapus