Laman

Kamis, 17 Oktober 2013

SBM-A-7: Manajemen Kelas


MAKALAH
MANAJEMEN KELAS

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah: Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu: Ghufron Dimyati, M. S. I

Disusun oleh:
1.      Heri                                                    (2022111036)
2.      Imam Agus Prasetyo                        (2022111046)
3.      Erlin Vitaningrum                           (2022111087)
4.      Erna Widiyawati                              (2022110064)

Kelas A

Kelompok 7

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Kelas merupakan tempat yang ditempati oleh sekelompok manusia dengan berbagai latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku, dan emosi. Oleh karena itu, dalam upaya mengelolanya diperlukan upaya untuk memepermudah dalam pengelolaan tersebut dengan manajemen.
Masalah utama dalam upaya mengelola kelas adalah siswa itu sendiri. Bagaimana caranya untuk meningkatkan dan mempertahankan gairah siswa dalam belajar baik secara berkelompok maupun secara indivisual. Guru berperan sebagai pengelola aktivitas yang bekerja berdasar  sebagai pengelola aktivitas yang bekerja berdasarkan pendekatan manajemen kelas yang digunakan. Selain sebagai pengelola aktivitas, guru juga mempunyai peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik. Artinya guru bukan hanya sebagai seorang yang memberikan pengajaran namun juga dalam pengelolaan kelas.
Kegagalan seorang guru dalam mencapai tujuan pembelajaran salah satunya dapat dilihat dari ketidakmampuan guru mengelola kelas, misalnya prestasi belajar murid rendah, baik secara afektif maupun akademiknya. Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, melainkan karena beberapa faktor. Disinilah perlunya pengelolaan sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kegairahan murid dalam pembelajaran baik secara individu maupun kelompok.
Pada makalah ini, penyusun akan membahasa tentang Manajemen Kelas. Melalui makalah ini, penyusun berharap agar kita dapat memahami dan memiliki wawasan tentang pengelolaan kelas.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud manajemen kelas ?
2.      Apa sajakah tujuan dan fungsi manajemen kelas ?
3.      Apa sajakah aspek-aspek manajemen kelas ?
4.      Apa sajakah masalah-masalah yang ada dalam manajemen kelas ?
5.      Apa sajakah tugas guru dalam manajemen kelas ?
6.      Apa sajakah prinsip-prinsip manajemen ?
7.      Apa sajakah pendekatan dalam manajemen kelas ?
8.      Bagaimanakah manajemen kelas yang efektif ?



















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian, Tujuan dan Fungsi Manajemen Kelas
Secara etimologi manajemen kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas, yang berarti pengaturan ruang kelas.[1] Manajemen menurut bahasa (bahasa inggris), berasal dari kata management yang artinya mengatur atau mengelola.[2] Manajemen merupakan proses, terdiri atas kegiatan-kegiatan dalam upaya mencapai tujuan kerjasama secara efisien dan efektif.[3] Sedangkan kelas menurut Oemar Hamalik (1987:311) adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru.[4]
Sedangkan menurut istilah, manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.  
            Adapun tujuan dari manajemen kelas secara umum adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fungsi manajemen kelas dalam proses belajar mengajar sangat mendasar sekali karena kegiatan guru dalam mengelola kelas meliputi:
a.       Mengelola tingkah laku siswa dalam kelas.
b.      Menciptakan iklim sosio emosional.
c.       Mengelola proses kelompok.
Secara umum fungsi manajemen kelas ditinjau dari analisis problem adalah:
a.       Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas.
b.      Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan dengan lancar.
Fungsi tersebut dapat dijabarkan beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan manajemen kelas, yaitu:
a.       Membantu kelompok dalam membagi tugas.
b.      Membantu pembentukan kelompok.
c.       Membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi.
d.      Membantu individu agar dapat bekerjasama dalam kelompok atau kelas.
e.       Membantu prosedur kerja.
f.       Mengubah kondisi kelas.

B.     Aspek-Aspek Manajemen Kelas
Menurut Oemar Malik ada 7 aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
a.       Aspek tujuan instruksional.
b.      Aspek mata pelajaran.
c.       Aspek metode dan strategi pembelajaran.
d.      Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan.
e.       Aspek media instruksional.
f.       Aspek penilaian.
g.      Aspek penunjang fasilitas.

C.    Masalah-masalah dalam Manajemen Kelas
Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pangajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang telah ditentukan. Keanekamacaman masalah masalah perilaku siswa itu bisa menimbulkan beberapa masalah dalam menajemen kelas diantaranya adalah:
a.       Kurangnya kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok, dan bertentangan jenis kelamin.
b.      Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, dan bercakap-cakap.
c.       Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya bermusuhan dan merendahkan.
d.      Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang.
Ada juga yang berpendapat bahwa, masalah menajemen kelas dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu:
a.       Masalah individu
b.      Masalah kelompok
Dari dua kategori tersebut terdapat perbedaan dalam tekanan. Pengelolaan kelas akan efektif apabila gurunya dapat mengidentifikasinya dengan tepat pada masalah yang sedang dihadapi, sehingga pada gilirannya guru dapat memilih strategi penanggulangan yang tepat pula.
Dayla memandang masalah menajemen kelas ini ada lima kategori yaitu:
a. Berdemensi banyak (multidimensionality)
- Tugas akademik
- Tugas penunjangan
b. Serentak (simultaneity): Pekerjaan harus dilakukan dalam waktu yang hampir sama misalnya: dalam diskusi, guru tidak hanya mendengarkan tetapi mengarahkan pikirannya serta memantau siswa sehingga kegiatan belajar berjalan afektif.
c.    Segera (immediacy) terjadi interaksi antara guru dengan siswa terjadi suatu hubungan timbal balik begitu cepat.
d.   Iklim kelas yang tidak bisa diramalkan terlebih dahulu.

D.    Tugas Guru dalam Menajemen Kelas
1.      Pengaturan atau pengkondisian fisik
Pengkondisian kelas merujuk pada pengetahuan dimana pada sebuah perilaku yang semula mengikuti sebuah peristiwa diminta untuk mengikuti peristiwa lain yang berbeda. Pengkondisian meliputi:
a.       Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
b.      Pengaturan tempat duduk.
c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya.
d.      Pengaturan penyimpanan barang.
Hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan ruang kelas, yaitu:
a.       Ruang kelas harus memenuhi persyaratan
-          Ukuran ruang kelas 8x7 m.
-          Dapat memberikan kebebasan gerak.
-          Cukup cahaya dan sirkulasi udara.
-          Pengaturan parabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa.[5]
-          Bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa.
-          Jumlah anak didik dalam kelas.[6]
b.      Penataan keindahan dan kebersihan kelas
-          Hiasan dinding.
-          Penempatan lemari: untuk buku di depan dan alat-alat peraga di belakang.
-          Pemeliharaan kebersihan: siswa bergiliran membersihkan kelas, guru memeriksa kebersihan dan ketertiban kelas.
2.      Pengaturan peserta didik
Kegiatan interaksi edukatif dengan pendekatan kelompok menghendaki peninjauan pada aspek perbedaan individual anak didik:
a.       Postur tubuh anak yang tinggi sebaiknya ditempatkan dibelakang.
b.      Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan/pendengaran sebaiknya ditempatkan didepan.
c.       Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung dengan anak yang kurang cerdas.
Dalam pengaturan anak didik ini ada dua macam yaitu :
a.       Pembentukan organisasi: merupakan langkah awal melatih dan membina anak didik dalam hal berorganisasi.
b.      Pengelompokan anak didik: pengelompokkan ini ada bermacam-macam, dari yang sederhana sampai kekompeks.

E.     Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas ada dua yaitu:
a.       Faktor intern (emosi,pikiran dan perilaku).
b.      Faktor ektern (lingkungan).
Manejemen kelas dapat mempergunakan prinsip-prinsip anatara lain:
1.      Hangat dan antusias.
2.      Tantangan.
3.      Berkvariasi.
4.      Keluwesan.
5.      Penekanan pada hal-hal positif.
6.      Penanaman disiplin diri.
7.      Tujuan akhirnya anak didik dapat mengembangkan disiplin sendiri.

F.     Pendekatan dalam Manajemen Kelas
Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka menejemen kelas. Berbagai pendekatan itu antara lain:
a.       Pendekatan kekuasaan
Guru menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas.
b.      Pendekatan ancaman
Dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman.
c.       Pendekatan kebebasan
Guru mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak.
d.      Pendekatan resep
Dengan memberikan satu daftar yang menggambarkan apa yang harus dilakukan atau sebaliknya.
e.       Pendekatan pengajaran
Dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku dan cara menyelesaikannya.
f.       Pendekatan perubahan tingkah laku
o   Semua tingkah laku yang baik/buruk merupakan hasil proses belajar.
o   Terjadi proses psikologi yang fundamental yang dapat digunakan untuk menjelaskan terjadinya proses belajar.
g.      Pendekatan iklim sosio emosianal
Di dasarkan atas suasana perasaan dan suasana sosial di dalam kelas sebagai sekelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan konseling.
h.      Pendekatan proses kelompok
Di dasarkan pada psikologi sosial dan dinamika kelompok.
i.        Eclectic approach
Menekankan pada potensi, kreativitas, dan inisiatif guru dalam memilih pendekatan.
j.        Pendekatan umum terhadap desiplin
Para ahli pendidikan secara khusus mengatakan beberapa kombinasi teknik, dengan penekanan yang merefleksikan keyakinan filosofis diantaranya:
a.       Humanisme
Sikap ini menyakinkan keyakinan dalam rasionalitas para siswa serta kesediaan mereka untuk memperbaiki perilaku mereka sendiri dan mengatasi masalah mereka sendiri.
b.      Negoisasi
Sikap ini mengharapkan para siswa untuk bertanggung jawab terhadap perilaku buruk mereka dan bertanggung jawab untuk memperbaikinya disini guru bertugas untuk memodifikasi dan mengarahkan siswa dengan cara-cara tertentu.
c.       Motisivasi prilaku
Motisivasi prilaku merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip teori perilaku yang menekankan pada pentingnya konsekoinsi positif dan negatif dalam mengendalikan prilaku, guru disini bertugas untuk memanfaatkan semua strategi pendesiplinan.

G.    Manajemen kelas yang efektif
Mempersiapkan manejemen kelas yang efektif itu dapat di organisasikan tiga topik utama:
1.      Menetapkan aturan dan prosedur.
Kelas membutuhkan aturan dan prosedur untuk mengatur kegiatan penting. Aturan adalah peryataan yang menyebutkan apa yang diharapkan untuk dilakukan. Sedangkan prosedur adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya, biasanya dibentuk dalam tulisan.
2.      Menjaga aturan dan prosedur
Pengelolaan kelas yang afektif pada umumnya hanya menetapkan beberapa aturan saja, mengajarkannya dengan cermat dan menjadikannya sesuatu yang rutin secara konsisten.
3.      Menjaga konsistensi
Pengelolaan kelas yang efektif merencanakan dan melaksanakan prosedur yang membantu agar segala sesuatunya dapat dimulai dengan cepat dengan pasti.
Menejemen preventif yang secara  keseluruhan dibuat oleh guru sebagai berikut:
a.       Komunikasi dengan jelas tugas-tugas dan persyaratan untuk menyelesaikannya.
b.      Bagaimana cara kerja prosedur untuk memantau pekerjaan siswa.
c.       Konsisten dalam memeriksa pekerjaan yang telah selesai dikerjakan.
d.      Memberikan umpan balik yang tepat pada hasil pekerjaan siswa.[7]









BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar dapat dicapai suatu kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Adapun tujuan dari manajemen kelas secara umum adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fungsi manajemen kelas dalam proses belajar mengajar sangat mendasar sekali karena kegiatan guru dalam mengelola kelas meliputi: (a) Mengelola tingkah laku siswa dalam kelas, (b) Menciptakan iklim sosio emosional, (c) Mengelola proses kelompok.
Keanekamacaman masalah masalah perilaku siswa itu bisa menimbulkan beberapa masalah dalam menajemen kelas diantaranya adalah: (a) Kurangnya kesatuan, dengan adanya kelompok-kelompok, dan bertentangan jenis kelamin, (b) Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, dan bercakap-cakap, (c) Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya bermusuhan dan merendahkan. Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka menejemen kelas. Berbagai pendekatan itu antara lain: (a) Pendekatan kekuasaan, (b) Pendekatan ancaman, (c) Pendekatan kebebasan dan lain-lain. Manejemen kelas yang efektif itu dapat di organisasikan tiga topik utama: (a) Menetapkan aturan dan prosedur, (b) Menjaga aturan dan prosedur, (c) Menjaga konsistensi.
B.     Kata Penutup
Segala puji bagi Allah pemilik mata air cinta yang tiada pernah kering karena dengan aliran kasih sayangnya pemakalah bisa menyelesaikan makalah ini dengan sabar dan bahagia.
Dalam penyusunan makalah ini, pemakalah menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca merupakan modal utama kami untuk meraih tangga kesuksesan. Akhirnya tiada kata yang paling indah kecuali puji syukur alhamdulillah pada pemilik kasih sayang sempurna atas berjuta nikmat yang tercurah.
DAFTAR PUSTAKA

Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi & Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press
Yusuf, Musfirotun. 2012. Manajemen Pendidikan Sebuah Pengantar. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press
Bafadal, Ibrahim. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara
Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002.  Strategi Belajar Mengajar I. Jakarta: PT Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Guru dan Anak didik dalam Interaktif Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta



[1] Zaenal Mustakim, Strategi & Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2011), hlm. 202
[2] Musfirotun Yusuf, Manajemen Pendidikan Sebuah Pengantar, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2012), hlm. 1
[3] Ibrahim Bafadal, Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hlm. 39
[4] Syaiful Bahri Djamarah, dkk,  Strategi Belajar Mengajar I, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), hlm. 196
[5] Zaenal Mustakim, Op. Cit. hlm. 202-208
[6] Syaiful Bahri Djamarah, dkk,  Guru dan Anak didik dalam Interaktif Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), hlm. 174
[7] Zaenal Mustakim, Op.Cit, hlm. 208-216

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar