Laman

Kamis, 15 Maret 2012

jawaban kelas G, Rizqoh Umamah

Pertanyaan-pertanyaan Hadits Tarbawi 2 kelas G
 
1.Atina Maulila Safitri (2021110284)
   Seberapa besar pengaruh keterlibatan ayah dalam mengasuh anak? Mohon jelaskan!
2.Wido Murni (2021110302)
  a.Seberapa pentingkah peran ayah dalam mendidik anak-anaknya?
  b.Bagaimana kalau seorang ayah yang sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk anaknya, Apakah seorang anak itu butuh bimbingan seorang ayah?
Jawaban no 1 & 2 point a:
Peran ayah dalam pendidikan anak sangat penting. Bagaimanapun kondisi ayah, tetap saja memiliki tanggung jawab terhadap anak yang diamanahkan Allah kepadanya. Tidak ada alasan karena sibuk dalam bekerja sehingga tidak ada waktu untuk anaknya. Anak merupakan suatu amanah kedua orang tua. Anak tidak hanya suatu konsekuensi logis dari adanya pernikahan. Lebih jauh lagi mereka adalah amanah yang suatu hari nanti kedua orang tuanya harus mempertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda: ”Kalian semua adalah pemimipin. Dan kalian semua akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah seorang pemimpin di rumah tangganya dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita (ibu) adalah pemimipin dirumah suaminya dan anak-anaknya dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. (Muttafaqun ‘alaih).
Jawaban no 2:
Para ayah sekarang, dalam posisi jabatan terpenting apapun di dunia ini, tidak lebih sibuk dari pada Rasulullah Saw. Kita sebagai umat islam, sudah tentu ada teladan dalam patokan hidup yang akan kita jalankan. Rasulullah Saw dengan segudang aktifitasnya tetap saja beriteraksi dengan keluarganya, membantu istri menyelesaikan pekerjaan rumah, menyelesaikan keperluannya sendiri (menjahit baju beliau yang sobekpun dilakukan sendiri) dan mencandai atau bersenda gurau dengan anak-anaknya. Kita bisa membaca sirah Nabi yang menceritakan aktifitas keseharian Rasulullah Saw. Sesibuk-sibuk apa pun pekerjaan seorang ayah pasti beliau menyempatkan waktunya untuk bermain dan memberikan kasih sayang kepada anaknya walaupun itu hanya 5 menit saja. Jika memang ayah kita adalah orang yang sangat sibuk, Mungkin sepulang dari pekerjaan ayah bisa menyisahkan sedikit uang untuk membelikan mainan atau makanan yang disukai oleh anak-anaknya sebagai bukti bahwa ayah sangat sayang kepada anak-anaknya dan masih memperdulikannya.
رَحِمَ اللهُ وَا لِدًا أَعَانَ وَلَدَهُ عَلَى بِرِّهِ        
Semoga Allah menyayangi seorang ayah yang membantu anaknya untuk berbakti kepadanya”
3.Faridah (2021110314)
Ada berapa sikap orang tua yang memupuk kreatifitas anak,salah satu point yang saya tanyakan adalah pada point no 4, yaitu membiarkan anak mengambil keputusan sendiri. Pertanyaan saya jika keputusan yang diambil oleh anak itu tidak sama dengan pilihan orang tua (dengan alasan kurang baik) Apakah orang tua harus memenuhi?
4.Khafidzin (2021110311)
Dihalaman 4, Point 4: Dijelaskan Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
Pertanyaannya:      
Bagaimana cara kita membimbing agar anak mengambil keputusan yang baik? Sedangkan keputusan orang tua belum tentu sama dengan keputusan anak.
Jawaban no 3 & 4
Maksud dari “Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri”
Kita sebagai orang tua hanya bisa memotivasi atau mendorong prestasi anak kita, Apabila anak kita mengambil keputusan sekiranya kurang baik buat kita dan anak kita (missal putus sekolah untuk bekerja),Maka tugas orang tua adalah mengingatkan kembali kepada anaknya apa mudlorot dan manfa’atnya jika anak kita mengambil keputusan tersebut??? Disini kita sebagai orang tua juga tidak harus memnuhi apa keinginan atau keputusan anaknya, apabila keputusan tersebut sangat merugikan kita orang tua dan anaknya maka bimbinglah anak kita agar dia bisa mengambil keputusan yang baik dan tepat.
Adapun cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membimbing anaknya agar bisa mengambil keputusan yang baik dan tepat, Salah satunya kita sebagai orang tua harus pandai-pandai untuk merayu hati anak kita, kita ingatkan kembali apakah keputusan yang diambil anak kita sudah baik apa belum? Jika menurut orang tua kurang baik maka sebaiknya orang tua bicarakan baik-baik dengan anaknya,orang tua memberikan alasannya mengapa mereka tidak setuju dengan keputusan anaknya. Tugas kita sebagai seorang anak adalah patuh kepada perintah orang tua, percayalah bahwa orang tua tidak akan menyesatkan anaknya, Apalagi ini dalam kontek pendidikan.
Rasulullah Saw, bersabda:
مَانَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
 “Seorang ayah tidak pernah memberikan kepada anaknya sesuatu yang lebih baik selain budi pekerti yang luhur”
 
5. M. Farid Ash-Shiddqie  (2021110306)
Bagaimana sikap seorang istri jika memiliki suami yang sering membrikan teladan yang kurang baik kepada anaknya? Tetapi suami tersebut sangat keras kepala.!
Jawaban no 5
Seorang istri memiliki hak untuk memberi nasehat kepada suaminya apabila suaminya berbuat kesalahan. Kita sering mendengar bahwa suami adalah kepala rumah tangga yang memang kewajibannya adalah memimpin rumah tangganya. Tapi kehadiran istri di sini adalah sebagai penasehat, karena setiap pemimpin harus memiliki penasehat. Bila suami melakukan kesalahan atau memberikan teladan yang kurang baik untuk anaknya maka sebagai seorang istri memiliki hak dan kewajiban untuk memberikan arahan dan bimbingan. Mendiskusikan permasalah bersama dengan suasana yang tenang dan romantis. Karna bila suami masih dalam keadaan emosi yang masih labil ada kemungkinan terjadinya pertengkaran atau malah lebih dari itu, seperti tindak kekerasan.
Bila suami keras kepala bukan berarti sang suami tidak memiliki masa-masa di mana dia menjadi orang yang lembut, seorang istri perlu tahu tentang kejiwaan sang suami. Tetapi bila sudah diberi arahan dan dibimbing sang suami tetap berkelakuan seperti itu maka hanya do’a yang dapat dipanjatkan oleh sang istri. Setidaknya sang istri sudah berusaha dan bila usaha maksimalnya belum juga dapat mengubah tingkah laku sang suami maka hanya do’a yang bisa dilakuan.  Do’a di sini adalah wujud seorang hamba yang mengakui bahwa segala sesuatunya sudah ada yang mengatur.
Pertanyaan yang belum saya jawab pak, karena kertas-kertasnya masih dalam proses pencarian (hilang)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar