Laman

Jumat, 31 Oktober 2014

ilmu akhlak - D - 8 : PERSOALAN-PERSOALAN KONTEMPORER dengan PERSPEKTIF ETIKA sebagai DISIPLIN BERHADAPAN dengan GERAK ZAMAN



PERSOALAN-PERSOALAN  KONTEMPORER
dengan PERSPEKTIF ETIKA sebagai DISIPLIN
BERHADAPAN dengan GERAK ZAMAN

Makalah
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)
Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Pekalongan
Mata Kuliah Ilmu Akhlak

Disusun Oleh :
1.     Lutfiyatun Nisa            (2021114178)
2.     Vina Zakiyah               (2021114179)
3.     Nurhayati                     (2021114180)
4.     Teguh Mujiono             (2021114181)

Dosen Pembimbing :
GHUFRON DIMYATI, M.S.I


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2014






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dan perkembangan zaman ini.  Kerap kali muncul masalah-masalah dalam etika, dimana  masalah tersebut muncul akibat menurunnya nilai-nilai moral dalam masyarakat. Di antara masalah-masalah yang timbul salah satunya adalah masalah kenakalan remaja yang mana dari hari kehari makin meningkat saja
Dalam etika islam, kenakalan di nilai menyimpang dari moralitas dan merupakan perbuatan buruk yang seharusnya di hindari. Maka dari itu butuh perhatian yang lebih serta penanganan yang tepat dalam memeperbaiki tingkah laku para remaja ini, sehingga mereka bisa terselamatkan. Begitu pentingnya peranan pemuda dan pemudi bagi berkembangnya suatu Negara, karena mereka adalah salah satu penerus bangsa ini. Apa jadinya negeri bila penerusnya saja bermasalah , mesti butuh penyuluhan yang tepat bagi mereka dan salah satunya adalah dengan menanamkan nilai- nilai etika serta moralitas islami.
Satu masalah sosial/kemasyarakatan yang harus mendapat perhatian kita bersama dan perlu ditanggulangi dewasa ini ialah tentang kemerosotan akhlak atau dekadensi moral.
Di samping kemajuan teknologi akibat adanya era globalisasi, kita melihat pula arus kemorosotan akhlak yang semakin melanda di kalangan sebagian pemuda-pemuda kita. Dalam surat-surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak-anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kasus-kasus kehamilan dikalangan remaja putrid dan lain sebagainya.
Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah  yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh kerena itu persoalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif,  yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kemerosotan akhlak dan moral dikalangan remaja.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud kemerosotan Akhlak ?
2.      Apa saja contoh kemerosotan Akhlak remaja saat ini ?
3.      Apa faktor penyebab kemerosotan Akhlak ?
4.      Bagaimana cara mengobati penyakit Akhlak?
5.      Bagaimana karakteristik Akhlak yang baik ?

C.    Metode Pemecahan Masalah
                    Metode pemecahan masalah yang digunakan melalui studi literatur/metode kajian pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau referensi lain yang merujuk pada permasalahan yang dibahas.Langkah-langkah pemecahan masalah dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, melakukan pengkajian masalahan, penentuan tujuan masalah dan saran, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan mensintesa serta mengorganisasikan jawaban permasalahan.

D.    Sistematika Penulisan Makalah
                   Makalah ini ditulis dalam tiga bagian, meliputi: Bab I, bagian pendahuluan yang tediri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, metode oemecahan masalah dan sistematika penulisan masalah; Bab II,  adalah pembahasan; Bab III, bagian penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Kemerosotan Akhlak
Menurut Kamus Dewan Edisi Ketiga (2000: 1160), keruntuhan membawa maksud perihal runtuh, kejatuhan, kerosakan, kerobohan dan kerosakan[1]. Kamus Za'ba (2000: 982) mendefinisikan keruntuhan sebagai kerusakan dan kejatuhan. Definisi ini hampir sama dengan definisi Kamus Dewan diatas.Keruntuhan yang dimaksudkan dalam kajian ini ialah keruntuhan akhlak remaja Islam masa kini.
Keruntuhan akhlak yang dimaksudkan juga meliputi rusaknya akhlak remaja apabila mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang daripada ajaran agama Islam dan budaya masyarakat Timur seperti terlibat dengan seks bebas, berkhalwat, bersekududukan, lari dari rumah, penagihan dadah dan meminum minuman keras, lepak, lumba haram dan penglibatan remaja dalam jenayah seperti mencuri, merompak, merogol, meliwat dan membunuh.

2.      Kemerosotan Etika Saat Ini
Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penurunan akhlak masyarakat yang diadapat dari berbagai masyarakat.
§  15-20% dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah
§  15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya
§  hingga Juni 2009 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun
§  Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurang
§  setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja
§  Berdasarkan data kepolisian, setiap tahun penggunaan narkoba selalu naik. Korban paling banyak berasal dari kelompok remaja, sekitar 14 ribu orang atau 19% dari keseluruhan pengguna.
§  jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja tercatat 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan.
§  Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.
3.      Penyebab Kemerosotan Akhlak
a)      Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan)
Masuknya budaya barat bisa dikatakan sebagai penyebab turunnnya moral bangsa Indonesia saat ini. Sebenarnya budaya tersebut tidaklah salah, yang salah adalah individu yang tidak mampu menyaring hal-hal yang baik untuk dirinya. Dengan budaya asing yang masuk ke negara kita sekarang ini, banyak orang menganggap bahwa free sex atau materialisme adalah hal yang biasa. Keadaan ini sangat memprihatinkan mengingat banyak remaja yang melakukan hal tersebut dan hal itu yang sering jadi masalah remaja saat ini. Tumbuhnya budaya materialisme juga bisa diliat dari banyaknya orang-orang yang sangat memperhatikan gaya hidup yang terkesan mewah tanpa memperdulikan sekitar dan masa depannya.Sehingga akhlak remaja saat ini hancur diterpa tsunami budaya barat[2].

b)      Perkembangan Teknologi
Turunnya moral bangsa Indonesia juga diakibatkan oleh perkembangan teknologi saat ini. Dengan kemudahan akses internet, banyak orang memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencari gambar atau video porno. Hal ini jika dilakukan terus menerus akan merusak moral bangsa karena pikiran mereka sudah dimasuki oleh doktrin-doktrin barat yang kadang salah tersebut[3].
c)      Lemahnya Mental Generasi Bangsa
Penurunan kualitas moral dari generasi bangsa juga dapat  disebabkan karena lemahnya mental dari generasi bangsa yang terbentuk sejak dini, sehingga membentuk karakter yang kurang baik. Karakter tersebut akan menjadi watak perilku seseorang dalam menjalani kehidupan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu diupayakan pembentukan karakter sejak dini.
d)     Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti
Kurangnya materi pengapliasian dari budi pekerti adalah salah satu penyebab turunnya moral bangsa kita baik itu dalam bangku sekolah, dan kurangnya perhatian dari guru sebagai pendidik dalam hal pembentukan karakter peserta didik, sehingga peserta didik lebih banyak terfokus pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan aspek afektif dalam pembelajaran. Hasilnya adalah peserta didik pintar dalam hal pelajaran tertentu, namun mempunyai akhlak/moral yang kurang bagus. Sehingga mata kuliah ilmu akhlak sangat diperlukan dan diharapkan setiap peserta didik dapat menaplikasikan ilmu tersebut.
e)       Penyalahgunaan Konsep-Konsep Moral
Sama hal nya dengan ajaran moral, konsep-konsep dari moral pun disalahgunakan. Seringkali ditemui, kemerdekaan ditindas atas nama kemerdekaan, dan ketidakadilan diterapkan atas nama keadilan dan persamaan. Setiap hal yang baik dan bermamfaat bisa disalahgunakan. Meskipun demikian, bagaimanapun nama keadilan itu disalahgunakan tidak akan sama halnya dengan ketidakadilan itu sendiri. Keduanya tetap berbeda. Demikian juga, bagaimanapun nama kemerdekaan disalahterapkan, tetapi kemerdekaan sejati tidak akan sama dengan perbudakan.
f)  Nafsu
Memang harus diakui, bahwa pada manusia sekan-akan ada yang menarik kepada yang tidak baik. Daya ini ada yang menyebut nafsu. Ini kurang tepat. Nafsu ialah perasaan atau cenderung untuk memuaskan akan keinginan kita, misalnya nafsu makan. Badan kita tak mungkin tumbuh dan bertahan, jika tidak makan. Ingin makan dan suka makan ini meruipakan syarat mutlak untuk hidup. Jadi nafsu makan itu tidak buruk sebagaimana halnya pula dengan nafsu minum, tidur atau mengaso. Walaupun pada prinsipnya nafsu itu tidak jelek, akan tetapi mungkin menimbulkan kesulitan. Jika keinginan yang kami sebut nafsu itu terpenuhi, menimbulkan kepuasan dengan rasa enak dan senang. Ada kalanya manusia lalu hanya menghiraukan keenankan dan kesenangan itu dan lupa akan batasnya, sehingga tak jarang mengakibatkan kerugian terhadap kemanusiaannya sendiri dan disitu terjadi perbuatan buruk.
Lagi pula makin diikuti nafsu itu tanpa pertimbangan batas-batasnya, maka makin menyala-nyala, makin menjadi-jadi ibarat api yang diberi makan. Manusia yang tidak berkepribadian selalu mengikuti nafsunya tanpa mempertimbangkan mengenai kemanusiaannya. Yang dijadikan pedoman (salah) ialah kepuasannya belaka. Nafsu yang sudah menjadi-jadi sering demikian kuatnya, sehingga bukan lagi manusia yang menguasainya, melainkan malah nafsulah yang menguasai manusia itu. Kehendak tidak tegak dalam daya-pilihnya, budi kabur penerangannya, kata hati tidak lagi tajam dalam penilainannya. Ini semua mungkin terjadi karena manusia pada mulanya lengah dalam mengawasi nafsunya sehingga kemudian ia menjadi budak nafsunya itu. Nafsu yang menguasai manusia itu lalu disebut hawa nafsu.
Bagi orang yang hendak berkepribadian atau susila, haruslah ia selalu waspada betul, ia boleh memuaskan nafsunya (bukan hawa nafsunya), tetapi haruis diperhatikan benar penerangan budinya sampai dimana dan bagaimana nafsu itu boleh dipuasakan, adapun kehendak haruslah memilih apa yang digariskan oleh budi itu.[4]

4.      Cara Mengobati Penyakit Kemerosotan Akhlak
Aristoteles telah berkata : bila akhlak seseorang melebihi batasnya, maka supaya diluruskan dengan keinginan pada sebaliknya. Dan bila seseorang terasa dirinya melampaui batas didalam hawa nafsu, maka supaya dilemahkan keinginan ini dengan zuhud (tidak mementingkan dan ketarik pada keduniaan). Hendaknya menjadi perhatian kita bahwa sebaiknya bagi manusia bila ia akan melepaskan dirinya dari akhlak yang buruk, supaya janganlah selalu memikirkannya, bahkan bekerja dengan sungguh untuk mewujudkan ditempanya akhlak baru yang luhur, karena bila memperpanjang fikiran terkadang mendatangkan kelemahan jiwa dan kurang percaya kepada dirinya. Adapun bila ia menimbulkan di tempat lama yang buruk, semangatlah jiwanya dan terbuka dihadapannya pintu harapan. Maka barang siapa menjadi peminum umpamanya, janganlah panjang memikirkan akan keadaannya, kecuali sekedar apa yang dapat mengubah perbuatan itu; lalu menghadapkan keinginanya kepada perbuatan yang baharu, seperti membaca buku yang menarik atau melakukan perbuatan besar yang dapat memenuhi fikirannya dan melupakan minumnya. Dan siapa yang bisa menyia-nyiakan waktunya di tempat permainan, maka supaya merencanakan bagi dirinya tindakan baharu yang berguna, dengan demikian keinginan yang buruk berolah menjadi keinginan yang baik[5].

5.      Karakteristik Akhlak yang Baik
Di dalam melihat ukuran akhlak baik dan buruk dapat di lihat dari beberapa sudut pandang, yaitu sebagai berikut:
a)      Pengaruh adat kebiasaan
Manusia dapat terpengaruh oleh adat istiadat golongan dan bangsanya. Adat istiadat dianggap baik apabila diikuti dan di tanam dalam hati mereka bahwa adat istiadat itu membawa kesucian. Apabila seorang  dari mereka menyalahi adat istiadat, sangat dicela dan dianggap keluar dari golongan bangsanya. Ada beberapa alasan mengapa adat istiadat dilakukan dan larangan-larangan disingkirkan, karena:
ü Pendapat umum, memuji pengikut adat istiadat dan mengejek orang-orang yang menyalahinya. Adat istiadat bangsa dalam berpakaian, bercakap-cakap, dan bertandang amatlah kokoh.
ü Apa yang diriwayatkan secara turun-temurun dari hikayat-hikayat dan khurafat-khurafat yang menganggap bahwa setan dan jin membalasdendam kepada orang-orang yang menyalahi perintah-perintah adat istiadat dan malaikat memberi pahala bagi yang mengikutinya.
ü Beberapa upacara, keramaian, pertemuan yang menggerakkan perasaan dan mendorong  bagi para hadirin untuk  mengikuti maksud dan tujuan upacara itu, seperti mengikuti adat istiadat kematian, pengantin, ziarah kubur, dan upacara adat lainnya.
Dalam penyelidikan adat istiadat tidak dapat digunakan sebagai ukuran dan pertimbangan, karena sebagian dari perintah-perintahnya tidak masuk akal dan setengah merugikannya. Banyak  perbuatan-perbuatan yang salah, tetapi lain bangsa yang menyatakan kebaikannya, seperti mengubur anak perempuannya hidup-hidup dilakukan oleh sebagian bangsa Arab pada zaman jahiliah. Mereka menganggap  perbuatan itu tidak tercela dan tidak salah.
b)      Kebahagiaan(hendonism)
Kebanyakan filsuf berpendapat bahwa tujuan akhir dalam hidup dan kehidupan manusia adalah kebahagiaan.perbuatan manusia dapat dikatakan baik apabila ia mendatangkan kebahagiaan, kenikmatan, dan kelezatan. Ada dua kebahagiaan menurut pengikut aliran hendonism, sebagai berikut:
ü  Kebahagiaan diri
Pendapat ini mengatakan bahwa manusia itu hendaknya mencari sebanyak mungkin kebahagiaan untuk dirinya dan mengorientasikan segala usahanya ke arah kebahagiaan.
ü  Kebahagiaan bersama
Paham ini menghendaki agar manusia mencari kebahagiaan yang sebesar-besarnya untuk manusia bahkan untuk semua makhluk yang berperasaan.
Karena kesenangan yang dikehendaki oleh pengikut paham ini bukan kenikmatan bagi orang yang melakukannya, tetapi kenikmatan semua orang yang ada hubungannya dengan perbuatan itu, maka si pembuat harus mempertimbangkan jangan sampai berat sebelah kepada dirinya.kebahagiaan bersama harus menjadi pokok pandangan setiap orang. Suatu perbuatan bernilai baik apabila menghasilkan kebahagiaan kepada manusia.
c)      Intuisi
Merupakan kekuatan bathin yang dapat mengenal sesuatu yang baik atau buruk dengan sekilas pandang tanpa melihat buah dan akibatnya. Paham ini berpendapat bahwa tiap manusia itu mempunyai kekuatan batin sebagai suatu instrument yang dapat membedakan baik dan buruk.kekuatan ini dapat berbeda antara seorang dengan yang lainnya karena perbedaan masa dan meliu.tetapi tetap berakar dalam tubuh tiap individu.
d)      Evolusi
Mereka yang mengikuti paham ini mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini mengalami evaluasi, yaitu berkembang dari apa adanya menuju kepada kesempurnaannya. Menurut pendapat ini nilai akhlak harus ikut berkembang sesuai perkembangan sosial dan budaya ini menyesatkan orang. Adanya pendapat(nilai) baru yang menjadi panutan pada masa itu, merupakan pendapat(nilai) yang dipaksakan oleh orang yang berkuasa pada saat itu, karenannya tidak merupakan nilai universal dan hanya dipandang baik oleh seseorang atau sekelompok orang[6].


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Masuknya budaya barat bisa dikatakan sebagai penyebab turunnnya moral bangsa Indonesia saat ini. Sebenarnya budaya tersebut tidaklah salah, yang salah adalah individu yang tidak mampu menyaring hal-hal yang baik untuk dirinya. Dengan budaya asing yang masuk ke negara kita sekarang ini, banyak orang menganggap bahwa free sex atau materialisme adalah hal yang biasa. Keadaan ini sangat memprihatinkan mengingat banyak remaja yang melakukan hal tersebut dan hal itu yang sering jadi masalah remaja saat ini.

B.     Saran
Demikian yang dapat kami papar kan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurna nya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya, juga para pembaca pada umumnya.












DAFTAR PUSTAKA
Abdullah,Yatimin.2007.Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran.Jakarta:Amzah.
Amin,Ahmad.1995.Etika ( Ilmu Akhlak ).Jakarta:Bulan Bintang.
Poedjawijatna.1996.Etika Filsafat Tingkah Laku.Jakarta:Rineka Cipta.




             [2] Sudarsono. 1986. Etika Islam Tentang Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.hal.1-5


[4] Poedjawijatno,Etika Filsafat Tingkah Laku,Cet ke-8 (Jakarta : Rineka Cipta, 1990 ) hal.56
[5]Ahmad Amin,Etika ( Ilmu Akhlak ) Cet ke-8, ( Jakarta : Bulan Bintang ) hal .66
[6] M.Yatimin Abdullah,Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Quran,Cet ke-1(Jakarta : Sinar Grafika Offset, 2007 )hal.26
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar