Laman

Selasa, 14 Oktober 2014

SBM - C - 5 : METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL



MAKALAH
METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
                                
                               Makalah ini disusun guna memenuhi tugas :
                               Mata Kuliah                :  Strategi Belajar Mengajar
                               Dosen Pengampu        :  Ghufron Dimyati M.S.I


Diusun oleh :

Rahmadillah Ansori       (2021112126)
Ricky Nur rohim             (2021112161)
Khabibah                        (2021112162)
Ahmad Firdaos               (2021112146)

Kelas  C

                                       JURUSAN TARBIYAH PAI  
               SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI                                                                        (STAIN) PEKALONGAN 
                                                            2014

BAB I
PENDAHULUAN

            Puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua baik nikmat iman, ihsan, serta islam sehingga makalah Metode pembelajaran konvensional ini bisa terselesaikan tanpa suatu halangan apapun. Sholawat serta salam selalu kita panjatkan kepada junjungan baginda Nabi Agung Nabi Muhammmad SAW yang selalu kita nanti-nantikan syafaatnya dihari yaumul kiyamah nanti. Amin amin ya robbal‘alamin.

            Di dalam proses blajar mengajar guru membutuhkan cara-cara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di rencanakan oleh guru melalui metode-metode pembelajaran salah satunya metode tradisional maka dari itu, Pada bab ini akan dibahas beberapa metode  konvensional mengajar yang harus dipenuhi seorang guru.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian metode
Metode berasal dari bahasa greek-unani yaitu metha yang berarti melalui atau melewati dan hoodos yang berarti jalan atau cara, jadi metode adalah jalan atau cara yang ditempuh seorang guru dalam menyampaikan ilmu pengetahuan pada anak didiknya sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. ahmad tafsir mendfinisikan sebagaimana yang dipaparkan kembali oleh toufusir mendefinisikan metode dalam interaksi pembelajaran adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu.
B.     Pengertian metode pengajaran
Metode pengajaran adalah cara yang ditempuh guru dalam menyampaikan bahan ajar kepada siswa secara tepat dan cepat berdasarkan waktu yang telah ditentukan sehingga diperoleh hasil yang maksimal.
C.     Kedudukan metode dalam belajar mengajar
Suatu metode memiliki peran yamg sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Metode turut menentukan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran, sehingga seorang pendidik turut dituntut untuk mengetahui dan memahami kedudukan metode dalam rangka kegiatan belajar mengajar..[1]
Melalui metode pengajaran, mata pelajaaran dapat di sampaikan secara efisien, efektif dan terukur dengan baik, sehingga dapat di lakukan perencanaan dan perkiraan dengan tepat.[2]
D.    Macam macam metode belajar mengajar 
Memilih berbagai metode yang tepat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menarik. Ketepatan penggunaan metode mengajaar tersebut snagat bergantung pada tujuan, isi, proses blajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar, di tinjau dari segi penerapannya, metode- metode ada yang tepat digunakan untuk siswa dalam jumlah besar dan ada yang tepat untuk siswa dalam jumlah kecil. Ada juga yang tepat untuk dalam kalas atau di luar kelas.[3]
Banyak macam metode mengajar, baik yang dilahirkan perorangan maupun institusi. Mengajar harus menggunakan metode yang tepat, karena mengajar adalah kegiatan terencana dan melibatkan banyak orang siswa. Metode dan mengajar merupakan satu kesatuan untuk menjadikan kelas kondusif. Metode sebagai langkah sedangkan mengajar adalah aktivitas.
Dalam garis besarnya metode diklasifikasikan menjadi dua, yaitu konvensional dan konvensional. Berbagaai macam metode tidak ada yang sempurna melainkan masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Mengenai berbagai macam metode sesuai dengan klasifikasinya akan di jelaskan sebagai berikut:
E.     Metode Belajar Mengajar Konvensional
Metodi ini adalah metode yang biasa di pakai guru pad aumumnya atau sering di namakan metode tradisional. Metode konvensional melipputi:
1.      Metode pembiasaan
Metode pembiasaan merupakan proses untuk membuat seseorng menjadi terbiasa. Metode ini hendaknya di terapkan kepada peserta didik sedini mungkin, sebab ia memiliki daya ingat yang kuat dan sikap yang belum matang, sehinga mudah mengikuti, meniru dan membiasakan aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini merupkan cara yang efektif dan efisien dalam menanamkan kompetensi kognitif, efektif  dan psikomotorik peserta didik dengan sendirinya. Kelebihan metode ini adalah menghemat tenaga dan waktu, karena terkait dengan asfek batinnya lahiriyah-lahiriyan, yaitu metode yang di anggap paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik. Kekurangannya adalah membutuhkan guru yang dapat di jadikan teladan dalam menanamkan nilai kepribadian.
2.      Metode keteladanan
Metode ini digunakan untuk tujuan mewujudkan pengajaran dengan memberikan keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental dan kepribadian secara benar
            Kelebihan metode ini di antaranya
a)      Peserta didik lebihy mudah menerapkan ilmu yang di pelajari di sekolah.
b)      Guru lebih mudah mengevaluasi hasil belajar.
c)      Tujuan endidikan lebih terarah dan tercapai baik.
d)     Tercipta hubung dengann baik antara siswa dan guru.
e)      Mendorong guru untuk selalu berbuat baik karena di contoh oleh siswanya.
Kekurangan metode ini adalah adanya guru yang tidak memenuhi kode etik keguruan, tidak mencerminkan mentalitas dan moralitasnya di hadapan siswa sehingga anak didik cenderung bersikap apatis, tidak menunjukan motivasi belajar, dan cenderung berlawanan dengan tata tertib sekolah.
3.      Metode penghargaan
Metode ini mengedepankan kegembiraan dan positif thingking, yaitu memberikan hadiah pada anak didik, baik yang akademik maupun yang berprilaku baik. Penghargaan/hadiah di anggap sebag media pengajaaran yang prefentif dan representative untuk membuat senang dan menjadi motivator belajar anak didik.
            Kelebihan metode ini adalah mampu menciptakan kompetensi obyektif peaerta didik untuk melakukan hal-hal yamg positif dan progresif, serta dapat menjadi motivasi siswa lainnya unutk belajar lebih giat lagi.
            Kekuranganya adalah dapat menimbulkan dampak negatif manakala guru berlebihan dalam melksanakannya, sehingga menyebabkan siswa besar kepala, sombong dan merasa dirinya lebih baikdan lebih tinggi dari teman-teman lainnya.
4.      Metode hukuman
Metode ini merupakan lawan dari metode pemberian hadiah, pelaksanaannya adlah sebagai jalan terakhhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik, melainkan bersifat akademik dan edukatif dengan tujuan menyadarkan siswa dari kesalahan yang di ulang-ulang. Kelebihan metode ini untuk memperbaiki kesalahan siswa, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama. Metode ini di terapkan agar siswa merasakan akibat perbuatannya sehingga ia akan menghormati guru dan dirinya sendiri. Kelemahannya adalah jika hukuman yang di berikan tidak bersifat akademik, maka akan membangkitkan emosional anak didik susuasana menjadi rusuh, tidak kondusif, anak takut, kurang percaya diri, pemalas dan yang paling tragis lagi adalah mengurangi keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat dan berbuat.[4]

5.      Metode Ceramah
Metode Ceramah adalah metode yang dilakukan oleh guru dalam menyampaikan bahan pelajaran didalam kelas secara lisan .Interaksi guru dan siswa banyak menggunakan bahasa lisan .metode ini mempunyai peran utama yaitu guru .Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode ini yakni :
a)      Menetapkan apakah metode ini tepat digunakan dengan memperhatikan :
1)      Tujuan yang telah ditetapkan
2)      Bahan yang akan diajarkan termasuk buku sumber yang telah tersedia
3)      Alat ,fasilitas ,waktu tersedia
4)      Jumlah murid beserta taraf kemampuanya
5)      Kemampuan guru dalam penguasaan materi
6)      Pemilihan metode mengajar lainya sebagai metode bantu
b)      Langkah menggunakan metode ini
Pada umunya ada tiga pokok yang harus diperhatikan yakni :
1)      Tahap Persiapan
2)      Tahap Penyajian
3)      Tahap Asosiasi
4)      Tahap Generalisasi atau kesimpulan
5)      Tahap Aplikasi atau Evaluasi [5]
6.      Metode Latihan
Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari . Prinsip dan petunjuk penggunaan metode ini yakni :
a)   Ssiswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu
b)   Latihan untuk pertama kali hendaknya bersifat diagnosis ,mula-mulakurang berhasil ,lalu diadakan perbaikan untuk kemudian bisa lebih sempurna
c)   Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa
d)  Proses latihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang esensial dan berguna[6]
7.      Metode bercerita
Dalam metode bercerita, baik guru maupun anak didik dapat berperan sebagai penutur. Guru dapat menugaskan salah seorang atau atau beberapa orang anak didik untuk menceritakan sesesuatu peristiwa atau topic.
a)      Kelebihan metode bercerita
1)      Guru mudah menguasai kelas
2)      Guru dapat meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang relatif lama.
3)      Mudah menyiapkannya
4)      Guru mudah melaksanakannya
5)      Dapat di ikuti oleh anak didik
b)      Kekurangan metode ini
1)      Anak didik terkadang terbuai dengan jalanya cerita sehingga tidak dapat mengembil intisarinya. Apalagi tidak di simpulkan di akhir cerita.
2)      Hanya guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat
3)      Menyebabkan anak didik pasif karena guru yang aktif.
4)      Anak didik lebih cenderung hafal isi cerita daripada sari cerita yang di tuturkan.[7]

8.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab ialah suatu metode didalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang bahan materi yang ingin diperolehnya .
a)      Metode Tanya jawab dilakukan :
1)      Sebagai ulangan pelajarn yang telah diberikan
2)      Sebagai selingan dalam pembicaraan
3)      Untuk merangsang anak didik agar perhatianya tercurah kepada masalah yang sedang dibicarakan
4)      Untuk mengarahkan proses berpikir
b)      Segi Positif
1)      Kelas akan hidup karena anak didik aktif berfikir dan menyampaikan pikiran melalui berbicara
2)      Baik sekali untuk melatih anak didik agar berani mengembangkan pendapatnya dengan lisan secara teratur
3)      Timbul perbedaan pendapat diantara anak didik ,atau guru dengan anak didik ,akan membawa kelas kedalam suasana diskusi
c)      Segi Negatif
1)      Akan terjadi perbedaan pendapat akan banyak waktu untuk menyelesaikan
2)      Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian anak didik ,terutama apabila terdapat jawaban yang kebetulan menarik perhatian ,tetapi bukan sasaran dituju
3)      Dapat menghambat cara berfikir ,Apabila guru kurang pandai dalam penyajian meteri pelajaran
4)      Situasi persaingan bisa timbul ,apabila guru kurang menguasai teknik pemakaian metode ini . [8]

9.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dimana guru atau orang lain yang sengaja diminta atau murid sendiri memperhatikan kepada seluruh kelas suatu proses ,misalnya proses cara mengambil air wudhu ,proses jalanya sholat dua rakaat ,dan sebagainya .
a)      Metode Demonstrasi dilakukan
1)      Apabila anak menunjukan keterampilan tertetu
2)      Untuk memudahkan berbagai penjelasan , sebab penggunaan bahasa dapat lebih terbatas
3)      Untuk menghindari verbalisme
4)      Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian sebab akan menarik
b)      Segi Positif
1)      Perhatian anak akan terpusat kepada apa yang di demonstrasikan dan memberikan kemungkinan berfikir liebih kritis
2)      Memberi pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak
3)      Akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan ,karena anak mengamati langsung terhadap suatu proses
4)      Deangan metode ini sekaligus masalah yang mungkin timbul dalam hati anak akan dijawab
c)      Segi Negatif
1)      Dalam melaksanakan metode ini biasannya memerlukan waktu sedikit lama
2)      Apabila kekurangan alat peraga ,padahal alatnya tidak sesuai dengan kebutuhan ,maka metode ini kurang efektif
3)      Metode ini sukar dilakukan apabila anak belum matang untukmelaksanakannya [9]


10.  Metode Karyawisata
Metode Karyawisata sering diberi pengertian sebagai suatu metode pengajaran yang dilaksanakan dengan cara bertamasya diluar kelas .Hal-hal tertentu yang telah direncanakan oleh guru untuk didemonstrasikan pada anak didik yakni :
a)      Metode Karyawisata dikalakukan
1)      Apabila akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air
2)      Apabila akan mendorong anak menghargai lingkungan dengan baik
b)      Segi Positif
1)      Memberi kepuasan kepada anak mengenai lingkungan dengan banyak melihat kenyataan disamping keindahan diluar kelas
2)      Anak didik memperoleh tambahan pengalaman melalui karyawisata ,sedangkan guru mendapatkan kesempatan menerangkan segala sesuatu
3)      Anak didik akan bersikap terbuka ,objek ,dan berpandang luas dari akibat dari pengetahuan yang diperoleh dari luar yang akan mempertinggi pretasi kepribadian
c)      Segi Negatif
1)      Apabila objek karyawisata tidak cocok untuk mencapai tujuan
2)      Waktu yang tersedia tidak mencukupi
3)      Pembayaran karyawisata merupakan beban tanbahan anak sehingga memberatkan bagi anak yang orang tuannya tidak mampu. [10]



11.  Metode Diskusi
Diskusi suatu kegiatan kelompok untuk memecahkan suatu masalah dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu ,atau menyelesaikan keputusan bersama .Dalam diskusi ,tiap siswa diharapkan memberikan sumbangan sehingga kelompok kembali dengan pemhaman yang sama dalam suatu keputusan atau kesimpulan .
Beberapa hal yang harus diperhatika dalam menggunakan metode ini :
a)   Persiapan Perencanaan diskusi :
1)      Tujuan diskusi harus jelas
2)      Peserta didik harus memenuhi persyaratan tertentu ,dan jumlah disesuaikan dengan sifat diskusi itu sendiri
3)      Penentuan dan perumusan masalah akan diskusikan harus jelas
4)      Waktu dan tempat diskusi harus tepat ,sehingga tidak akan berlarut-larut
b)   Pelaksanaan Diskusi :
1)      Mebuat struktur kelompok (pimpinan ,sekretaris ,anggota )
2)      Membagi tugas dalam diskusi
3)      Merangsang seluruh peserta untuk berpatisipasi
4)      Mencatat ide atau saran yang penting
5)      Menciptakan situasi yang menyenagkan [11]

12.  Metode Eksperimen
Metode eksperimen (percobaan ) adalah cara penyaji penyajaran ,dimana siswa melakukan pecobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari .Dalam proses belajar dengan metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri ,mengikuti suatu proses ,mengamati suatu objek ,menganalisis ,membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri ,mengenai suatu objek ,keadaan .Dengan demikian ,siswa dituntut untuk mengalami sendiri ,mencari kebenaran ,atau mencoba mencari suatu hokum atau dalil ,dan menarik kesimpulan atau proses dialaminnya .
Metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
a)      Kelebihan metode eksperimen
1)      Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan bedarsarkan percobaannya
2)      Dalam membina siswa untuk membuat terobosan baru dengan peneuan dari hasil percobaan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia
3)      Hasil percobaan yang ada kandungan nilai dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia
b)      Kekurangan Metode eksperimen
1)      Metode ini lebih sesuai dengan bidang sains dan teknologi
2)      Metode ini memerlukan berbagai fasilitas pelaratan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh
3)      Metode ini menuntut ketelitian ,keuletan dan ketabahan [12]


13.  Metode Proyek (Unit)
Metode proyek adalah suatu metode mengajar dimana bahan pelajaran diorganisasikan sedemikian serupa sehingga merupakan sesuatu kesuluruhan atau kesatuan bulat yang bermakna dan mengandun suatu pokok masalah .Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih unit adalah :
a)      Unit itu sesuai dengan minat ,kebutuhan ,dan pengalaman pelajar
b)      Unit itu setaraf dengan kematangan pelajar
c)      Unit itu merangsang serta memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menggunakan pikirannya menimbulkan berkreasi
d)     Unit dapat dipelajari dan diselesaikan karena adannya sumber dan bahan tersedia
e)      Unit itu sudah terencana [13]
14.  Metode Tugas dan Resitasi
Metode Resitasi ( penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar mengajar .Masalah tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan didalam kelas ,dihalaman sekolah ,laboratorium ,perpustakaan ,dirumah siswa dan tugas ini dapat dikerjakan.[14]
Ada Langkah-langkah pelaksanaan tugas :
a)      Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru
b)      Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
c)      Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa sendiri ,tidak menyuruh orang lain [15]
15.  Metode Problem Solving
Metode problem solving (pemecahan masalah ) bukan hanya sekedar metode mengajar ,tetapi juga merupakan merukapan suatu metode berfikir ,sebab  dalam problem solving dapat menggunakan metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan .


langkah-langkah metode ini :
a)      Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan .Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya
b)      Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut
c)      Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.[16]
1)      Kelebihan metode problem solving
a.       Metode ini dapat membuat pendidikan disekolah menjadi lebih relavan dengan kehidupan ,khususnya dengan kerja
b.      Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah yang secara terampil
c.       Metode ini pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh
2)      Kekurangan metode problem solving
a.       Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu cukup lama dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain
b.      Mengubah kebiasaan belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok ,tetapi juga memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa [17]

16.  Metode Sosiodrama
Metode sosiodrama adalah metode bmengajar dengan mendemonstrasikan cara bertingkah laku dalam hubungan sosial .
Tujuan diharapkan dengan menggunakan metode ini yakni :
a)      Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain
b)      Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab
c)      Dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan
1)      Kelebihan metode sosiodrama
a.       Siswa melatih dirinnya ,memahami ,dan menginat isi bahan yang akan di dramakan sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materi yang harus di perankan. Demikian, daya ingatan siswa harus tajam dan than lama
b.      Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif
c.       Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimngkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah.
2)      Kelemahan metode sosio drama
a.       Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif
b.      Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan.
c.       Memerlukan tempat yang cukup luas jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas.
d.      Sering kelas terganggu oleh suara para pemain dan para penonton yang kadang bertepuk tangan.[18]







BAB III                                                             PENUTUP
                   Dapat kita pahami dari penjelasan metode konvensional di atas yitu bahwa seorang guru membutuhkan metode ini untuk mencapai guru yang professional dan menghasilkan penyampaian yang efisiens dan efektif dengan metode yang sering di sebut metode tradisional ada 16 antaralain: metode pembiasaan, metode keteladanan, metode penghargaan, metode hukuman, metode ceramah, metode latihan, metode bercerita, metode Tanya jawab, metode demonstrasi, metode karya wisata, metode diskusi,dll











DAFTAR PUSTAKA
Mustakim, Zaenal. 2009.  Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan:STAIN PRESS Pekalongan.
Nata Abuddin, 2011. persfektif islam tentang strategi pembelajaran,Jakarta: kencana prenada media group.
Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Mikro Teaching. Ciputat:Ciputat Press.
Ahmadi, Abu. 2005. Strategi Belajar Mengajar Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK. Bandung: Pustaka Setia.
Saiful Bahri djamarah dan Aswan zein , 1996,strategi belajar mengajar Jakarta: Rineka Cipta.






[1]  Zenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2009), hlm. 112-115
[2] Abuddin nata,persfektif islam tentang strategi pembelajaran,(Jakarta: kencana prenada media group, 2011), hlm.177
[3] Ahamad sabri, , Strategi belajar mengajar dan micro teaching, (ciputat: quantum teaching,2005), hlm. 53
[4] Zenal Mustakim, Op.Cit.,hlm. 118-120
[5] Ahamad sabri, Op.Cit,hlm.53-55
[6] Ibit.,hlm.64-65
[7] Zenal Mustakim, , Op.Cit,hlm.122-123
[8] Abu ahmadi dan joko prasetya, strategi belajar mengajar(bandung:pustaka setia,2002),hlm.56-57
[9] Ibid.,hlm.62-63
[10] Ibid.,hlm.66-67
[11] Ahamad sabri, Op.Cit,hlm.57-58
[12] Saiful Bahri djamarah dan Aswan zein,strategi belajar mengajar (Jakarta: Rineka Cipta,1996),hlm. 95-06
[13] Abu ahmadi dan joko prasetya,Op.Cit,hlm.70
[14] Saiful Bahri djamarah dan Aswan zein, Op.Cit,hlm.96
[15] Ibid.,hlm. 97
[16] Ahamad sabri, Op.Cit,hlm.62
[17] Saiful Bahri djamarah dan Aswan zein, Op.Cit,hlm.104-105
[18]  Ibid.,hlm.100-102

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar