Laman

Kamis, 05 Maret 2015

F-4-a : NING AINUN KHASANAH



LEMBAGA PENDIDIKAN MEDIA PUBLIK
MENYEBARKAN ILMU KE KALANGAN EKSTERNAL

Mata Kuliah    : Hadits Tarbawi II

 
Disusun Oleh :
Ning Ainun Khasanah
202 111 2168 
 Kelas : F

Jurusan Tarbiyah PAI
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
( STAIN ) Pekalongan
2015


BAB I
PENDAHULUAN
            Media publik merupakan sarana yang efisien dan efektif serta mudah diterima oleh semua kalangan secara luas. Seiring dengan perkembangan zaman, dimasa sekarang ini media publik sangat membantu dalam penyampaian ilmu atau informasi ke seluruh kalangan masyarakat luas. Media publik merupakan salah satu cara untuk menyebarkan ilmu. Media publik sangat mudah diterima oleh masyarakat karena kemudahannya.
Cara memperoleh ilmu bisa dimana saja, kapanpun dan dalam bentuk apapun. Ilmu bisa diperoleh dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan dari kehidupan sehari-hari yang tanpa sengaja telah memberikan kita ilmu yang bermanfaat untuk hidup kita. Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini akan dijelaskan salah satu hadits tentang memanfaatkan media publik untuk menyebarkan ilmu ke kalangan eksternal.













                                                                 
                                                                  BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian
Media publik atau media massa merupakan sarana yang efisien dan efektif serta mudah diterima oleh semua kalangan secara luas. Teknologi di era globalisasi ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesatnya,  beragam macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi yang tanpa batas. Dengan adanya media massa seperti surat kabar, radio, televisi,dan internet sebagai komunikasi abad modern telah berpengaruh luas. Fasilitas internet merupakan yang terlengkap dan terefisien dimana segala bentuk dan macam informasi dapat diakses dengan mudah, kemana dan dengan siapapun kita berkomunikasi dapat kita lakukan dengan menggunakan fasilitas internet.
Menurut Cangara, Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV.
Sedangkan menurut Rakhmat, Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi.[1]
Media publik atau massa dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Media cetak seperti buku, koran, majalah, surat kabar dan lain – lain.
2.      Media elektronik seperti televisi, radio, internet, dan lain - lain.
Dalam hal ini media massa merupakan sumber ilmu pengetahuan yang penting dan dapat membantu sebagai sarana informasi yang bermanfaat.


B.     Teori Pendukung
Media publik atau media massa memiliki efek homogenisasi yang paling kuat kalau hanya terdapat beberapa saluran, beberapa media yang berbeda, dan sedikit pilihan yang dapat dilakukan khalayak. Umat islam sebagai bagian penduduk dunia adalah konsumen dari produk berbagai media massa. Peranan kita sebagai konsumen antara lain jelas terlihat dibidang komunikasi. Sejalan dengan itu perubahan – perubahan besar telah dan akan terjadi dalam perkembangan media massa kita, baik media cetak maupun media elektronik.
Khusus bagi umat Islam kehadiran aneka macam media komunikasi massa dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan takwa disamping lebih meningkatkan  kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada giliranya umat islam harus mampu pula sebagai produsen, sehinhgga pengembalian informsi dapat dilakukan kearah yang positif. Peranan umat islam dalam hal ini amatlah menentukan masa depan peradaban. Dengan berbagai cara serta metode umat islam harus dapat menguasai teknologi informasi dengan baik. Jika tidak, maka umat islam hanya akan menjadi korban dari dampak negatif produk media yang dikerjakan orang- orang non muslim.[2]
Perkembngan teknologi komunikasi massa dalam bentuk media massa khususnya media televisi telah membuat dunia semakin kecil. Tren perubahan gaya hidup masyarakat tidak hanya membawa pengaruh globalisasi melainkan juga polarisasi – polarisasi berbagai bidang kehidupan. Kemajuan teknologi komunikasi telah memungkinkan terjadi globalisasi informasi. Oleh karena itu kita dituntut untuk siap menghadapi banjirnya informasi disegala bidang. Informasi melalu medium televisi dan internet yang mengalir melintasi batas – batas negara nampaknya tidak dapat terbendung oleh jarak ruang dan waktu.[3]
C.     Hadits Menyebarkan Ilmu ke kalangan Eksternal
عَنْ سَعِيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُمَا قَالَ: (لَمَّا نَزَلَتْ: وَأَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلاَقْرَبِيْنَ وَرَهْطَكَ مِنْهُمُ اْلمُخْلَصِيْنَ خَرَجَ رَسُوْلُ الله ِصَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَعِدَ الصَّفَا فَهَتَفَ يَاصَبَاحَاهْ فَقَالُوْا: مَنْ هَذَا؟ فَاجْتَمَعُوْ إِلَيْهِ فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخْبَرْ تُكُمْ أَنَّ خَيِلاً تَخْرُجُ مِنْ سَفْحِ هَذَا الْجَبَلِ َاكُنْتُمْ مُصَدِّقِيَّ قَالُوا مَاجَرَّبْنَا عَلَيْكَ كَذِبً قَالَ فَإِنِّي نَذِيْرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ قَالَ أَبُوْلَهَبٍ تَبَّالَكَ مَاجَمِعْتَنَا إِلاَّ لِهَذَا؟ ثُمَّ قَامَ فَنَزَلَتْ:(تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ), وَقَدْ تَبَّ. هَكَذَا قَرَأَهَا الأَعِمَشُ يَوْمَئِذٍ . (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب تفسير القرآن الكريم, باب تباب خسران تتبيب تدمير)

Terjemahan :
“Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Ketika turun ‘Dan berilah peringatan keluargamu yang paling dekat, dan kelompokmu di antara mereka yang ikhlash’, Rasulullah SAW keluar hingga naik ke shafa, lalu berteriak, ‘ya shabahaah’. Mereka bersabda, ‘Siapa ini?’ Mereka pun berkumpul kepadanya. Beliau bersabda,’ Bagaimana pendapat kalian jika aku mengabarkan bahwa pasukan berkuda keluar dari balik bukit ini, apakah kalian membenarkanku?’ Mereka berkata, ‘Kami tidak pernah mencoba dusta kepadamu’. Beliau bersabda, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dihadapan adzab yang pedih’. Abu Lahab berkata, Binasalah kamu, kamu tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini?’ Kemudian dia berdiri. Maka turunlah ayat, ‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa’, yakni sungguh binasa. Demikian dibaca oleh Al A’masy pada hari itu”. (HR. Bukhori)[4]
Mufrodat :
Turun                                :              نَزَلَتْ
Berilah peringatan            :            اَنْذِرْ
Kerabat-kerabatmu          :            عَشِيْرَتَكَ
Yang terdekat                  :            اْلاَقْرَبِيْنَ
Naik                                 :           صَعِدَ
Beseru                              :           فَهَتَفَ
Waspadalah                      :           بَاصَبَاحَاهْ
Binasalah                          :            تَبَّتْ
D.    Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Saat ini dunia berada dalam abad informasi. wujud informasi dan komunikasi massa memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai – nilai lainya. Bell telah menyebutkan beberapa wujud sistem komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi. Pertama jaringan pengolahan data yang memungkinkan orang berbelanja cukup dengan menekan tombol komputer dirumah masing – masing. Kedua bank informasi dan penelusuran data, yang memungkinkan pemakainya menelusuri informasi yang diperlukan serta memperoleh copy dalam sekejap. Tiga sistem telektes yang menyediakan informasi mengenai segala rupa kebutuhan seperti berita cuaca, informasi financial, iklan, katalog, segala macam produksi dan sebagainya lewat layar televisi. Keempat, sistem faksimili, yang memungkinkan pengiriman dokumen secara elektronik. Kelima jaringan komputer interaktif, yang memungkinkan pihak – pihak berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer ( internet ).
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi massa telah memberikan banyak kemungkinan yang tidak terbayangkan sebelumnya[5]
Kondisi media massa, khususnya televisi di indonesia saat ini merupakan fenomena yang sangat menarik, hal ini disebabkan pesatnya perkembangan media dan masyarakat dalam memasuki era komunikasi. Perkembangan iklan televisi telah menepis perkiraan banyak kalangan bahwa sektor iklan televisi di indonesia terpengaruh oleh kondusi ekonomi. Hal ini dapat dibuktikan dengan begitu banyak iklan baru bermunculan di televisi yang terjadi hampir setiap minggu. Perkembangan iklan televisi yang begitu cepat, ternyata tidak di ikuti pula dengan berkembangnya institusi pendidikan di bidang ini. Hal ini menyebabkan perkembangan iklan televisi justru dipacu oleh tenaga  tenaga ahli yang sama sekali tidak memiliki latar pendidikan tentang periklanan, namun mereka memiliki minat yang kuat di bidang ini, sehingga secara alamiah mereka dapat mengembangkan diri dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.[6]

E.     Aspek Tarbawi
Dari keterangan hadist di atas, sangat jelas bahwa dalam menyampaikan suatu ilmu atau informasi kesemua kalangan termasuk orang – orang kafir tanpa membedakan suku, ras, bangsa maupun agama. Kita sebagai umat islam hendaknya bisa menerapkan apa yang pernah dilakukan oleh rosulullah saw pada zaman dahulu dengan memanfaatkan bukit shafa sebagai media publikasi untuk menyampaikan informasi ilmu ke kalangan eksternal. Medi publik atau massa merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan sarana yang efisien dan efektif serta mudah diterima oleh semua kalangan secara luas. Dakwah melalui internet merupakan suatu inovasi terbaru dalam syiar islam, dan tentunya akan memudahkan para da’i dalam melebarkan sayap – sayap dakwahnya. Penggunaan media internet sebagai media dakwah merupakan kesempatan dan tantangan untuk mengembangkan dan memperluas cakrawala dakwah islamiyah.


















BAB III
PENUTUP
 Kesimpulan :
Media publik atau media massa merupakan sarana yang efisien dan efektif serta mudah diterima oleh semua kalangan secara luas. Teknologi di era globalisasi ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesatnya,  beragam macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi yang tanpa batas. Dengan adanya media massa seperti surat kabar, radio, televisi,dan internet sebagai komunikasi abad modern telah berpengaruh luas.
Di zaman sekarang ini media yang digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu sudah berkembang dan semakin canggih. Hal ini lebih memudahkan dalam penyebaran ilmu
















DAFTAR PUSTAKA

Al- Hafizh Ibnu Hajar Al- Azqalani dan Al Imam. 2008.  Fathul Baari. Juz. 24 “. Jakarta : Pustaka Azzam.
Amir Mufti. 1999. “Etika Komunikasi Massa dalam Pandangan Islam”. Jakarta : PT Logos Wacana Ilmu.
Bungin Burhan. 2011. “ Konstruksi Sosial Media Massa “. Jakarta : Kencana.
Kuswandi Wawan. 2008.  “ Komunikasi Massa Analisis Interaktif Budaya Massa “. Jakarta : Rineka Cipta.

http://pengertianapapun.blogspot.com/2014/07/ diakses tanggal 6 Maret 2015.













BIODATA

Nama Ning Ainun Khasanah. Lahir  15 Desember1992. Tinggal di Kambangan kec. Blado kab.Batang.  Pernah sekolah di SD N Kambangan 01. kemudian melanjutkan ke MTs Blado dan MAN 2 Pekalongan. Setelah lulus sekolah saya memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan Tinggi yaitu di STAIN Pekalongan pada Jurusan Tarbiyah Prodi PAI. Berharap saya dapat menjadi pribad yang lebih baik dan mempunyai akhlak serta aqidah yang baik juga.


[1] http://pengertianapapun.blogspot.com/2014/07/ diakses tanggal 6 Maret 2015
[2] Mufti Amir, “Etika Komunikasi Massa dalam Pandangan Islam”, ( Jakarta : PT Logos Wacana Ilmu, 1999 ), hlm 4-5
[3] Wawan Kuswandi, “ Komunikasi Massa Analisis Interaktif Budaya Massa “, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2008 ), hlm. 33
[4] Ibnu Hajar Al- Azqalani dan Al Imam Al- Hafizh, “ Fathul Baari. Juz. 24 “ ( Jakarta : Pustaka Azzam, 2008) hlm. 642-643
[5] Wawan Kuswandi, Op.Cit, hlm. 34- 35
[6] Burhan Bungin, “ Konstruksi Sosial Media Massa “, ( Jakarta : Kencana, 2011 ), hlm. 207

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar