Laman

Minggu, 22 Maret 2015

F-6-c: Sugi Mulyani

KLASIFIKASI  ILMU  PENCIPTA - METAFISIK
“METAFISIK  II  SYETAN”
Mata Kuliah      :  Hadits Tarbawi II


Disusun oleh:
Sugi Mulyani        (2021113194)
Kelas: F

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
 PEKALONGAN
2015





BAB I
PENDAHULUAN

Selama ini pengetahuan yang berkembang dan beredar di masyarakat bahwa setan hanya terdiri dari makhluk halus (jin) saja. Pengetahuan ini tidaklah tepat, setan juga terdiri dari manusia. Bahkan setan yang berasal dari manusia lebih berbahaya.
Sebagaimana manusia diciptakan dari tanah, yang manakala ditiupkan ruh padanya, kemudian tubuhnya yang terdiri dari daging, darah dan tulang belulang menjadi bergerak dan memiliki daya (kekuatan), maka begitu pula jin, yang diciptakan Allah dari api. Setelah ditiupkan ruh padanya, maka ia memiliki daya kepada suatu keadaan hidup, yang mempunyai keseimbangan tertentu.


















BAB II
PEMBAHASAN


Pengertian Metafisik Setan
Setan adalah musuh manusia paling nyata yang mengajak berbuat keji dan munkar, karena mengajak manusia ke dalam kerusakan dan kesesatan maka tempat yang pantas bagi mereka di akhirat adalah neraka Jahanam. Selama ini pengetahuan yang berkembang dan beredar di masyarakat bahwa setan hanya terdiri dari makhluk halus (jin) saja. Pengetahuan ini tidaklah tepat, setan juga terdiri dari manusia. Bahkan setan yang berasal dari manusia lebih berbahaya.
Setan yang selalu mengajak kepada perbuatan keji dan kemungkaran dari golongan jin dan manusia. Bisikan setan bisa berasal dari diri manusia itu sendiri (intern) atau dari faktor luar. Bila dilihat dari pengertian setan yaitu apa dan siapa saja yang mengajak manusia untuk berpaling dari Allah SWT dan membantu dalam perbuatan keji munkar, maka bentuknya bisa beraneka ragam, seperti: kaum kafir, munafik, harta, keluarga, teman, saudara, hawa nafsu, pemimpin, jabatan (kekuasaan) dan lain-lain.
Allah Yang Maha Besar, yang menciptakan makhluk-makhluk ini dalam dua atau tiga keadaan, yaitu:
Makhluk yang tampak dalam pandangan mata, yaitu, anak-anak Adam yang diciptakan Allah dari bahan tanah, kemudian ditiupkannya ruh padanya, maka jadilah manusia.
Makhluk halus yang tidak tampak dalam pandangan mata. Makhluk ini terbagi ke dalam dua golongan, yaitu:
Golongan yang diciptakan dari nur (cahaya). Makhluk ini dinamakan Malaikat.
Golongan yang diciptakan dari api, kemudian ditiupkan ruh padanya, sehingga terciptalah suatu kejadian yang lengkap. Makhluk ini disebut jin.
Sebagaimana manusia diciptakan dari tanah, yang manakala ditiupkan ruh padanya, kemudian tubuhnya yang terdiri dari daging, darah dan tulang belulang menjadi bergerak dan memiliki daya (kekuatan), maka begitu pula jin, yang diciptakan Allah dari api. Setelah ditiupkan ruh padanya, maka ia memiliki daya kepada suatu keadaan hidup, yang mempunyai keseimbangan tertentu.

Teori Pendukung
Dari sudut manusia, yang harus diperhatikan bukan hanya bentuk-bentuk godaan setan,  tetapi juga segala tindak tanduk atau perilaku setan. Lebih dari menjelaskan godaan-godaan setan, Al-Qur’an mengungkapkan mengenai setan, misalkan :
Setan berhasil menjerumuskan Adam dan Hawa, moyang manusia, sehingga manusia jatuh kebumi, dimana setan dan manuisa akan melanjutkan permusuhannya sampai batas waktu tertentu.
Setan berhasil membisikan pikiran-pikiran jahat kepada Adam da hawa agar keduanya melakukan perbuatan yang memalukan. Setanpun mengungkapkan argument yang menyesatkan bahwa larangan Allah pada dasarnya agar keduanya tidak berpuasa dan tidak kekal (disyurga).
Jalan setan dan jalan Allah berbeda. Setan mengancamkan kekafiran dan memerintahkan kekejian, tetapi Allah sebaliknya menjanjikan ampunan dan keutamaan.
Setan menggelincirkan manusia, tapi Allah memberikan pemaafan.
Setan melakukan teror terhadap manusia tetapi Allah lebih pantas ditakuti oleh orang yang beriman.
M. Quraish Shihab mengutip pendapat Ibnu al-Qayyim dalam bukunya Syifa’ al- Ghali, yang menjelaskan beberapa hikmah yang dapat ditangkap dari keberadaan Iblis atau Setan ini, yaitu:
Dengan adanya Setan dan iblis, maka manusia berjuang menghadapi musuh Allah dan musuh manusia itu, dan dengan demikian ia dapat meraih kedudukan yang tinggi disisi Allah.
Dengan adanya iblis dn setan, manusia memanjatkan permohonan perlindungan kepada Allah sehingga sekian keburukan dapat ditampik dan banyak kemaslahatan dapat dipetik.
Dengan adanya iblis dan setan serta sanksi yang diperolehnya, bertambah rasa takut dan pengabdian malaikat dan orang-orang beriman kepada Allah. Mereka takut jangan sampai mendapat murka, sebagaimana iblis. Dan ini pada gilirannya akan menambah pula pengabdian mereka.
Yang terpenting adalah bahwa kehadiran iblis dan setan merupakan salah satu bukti kekuasaan dan kesempurnaan kodrat ilmu dan bahan ujian bagi manuisa.

Materi Hadits
Hadits 1

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : { يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلًا طَوِيلًا فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عَنْهُ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتْ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَ إِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ } .
(رواه مسلم فى الصحيح, باب ما روى فيمن نام : 1295)

Terjemah:
    Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda; setan itu akan mengikat tengkuk salah seorang engkau yang tengah tidur dengan tiga ikatan sehingga engkau tidur semalam. Apabila seorang diantara engkau bangun seraya menyebut nama Allah, maka lepaslah ikatan pertama, lalu apabila ia berwudhu maka lepaslah ikatan kedua, dan apabila diteruskan dengan sholat maka lepaslah ikatan ketiga. Sehingga ia akan bersemangat dan berhati jernih, kalau tidak maka hatinya akan kusut dan malas.

Hadits 2
حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ قَالَتْ : { كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا سُوءًا أَوْ قَالَ شَيْئًا  }  . (رواه البخارى فى الصحيح, كتاب بدء الخلق, باب صفة إبليس وجنوده, 3039)

Terjemahan :
Mahmud bin Ghailan menyampaikan kepada kami dari Abdurrazaq yang mengabarkan dari Ma’mar, dari Az-Zuhri dari Ali bin Husain, dari Shafiyyah binti Huyay yang berkata, “ Saat Rasullah SAW sedang i’tikaf di masjid aku pernah menemui beliau di malam hari, aku berbicara dengan ceria, kemudian aku berdiri dan hendak kembali. Beliau berdiri bersamaku untuk mengantarku pulang-Shafiyyah tinggal dirumah Usamah bin Zaid, saat itulah ada dua orang laki-laki dari Anshar lewat. Melihat Rasullah SAW mereka pun mempercepat langkah maka Nabi SAW bersabda, “ pelan-pelan ! Dia ini Shafiyyah binti Huyay,” Mereka berdua berkata, Maha suci Allah wahai Rasullah, Beliau bersabda,” sesungguhnya setan itu mengalir pada diri manusia melalui aliran darah, sungguh aku khawatir setan itu melesatkan keburukan ke dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhori).
Refleksi Hadits dalam Kehidupan
Setan mempunyai maksud untuk mengarahkan manusia kepada hal yang dilarang oleh Allah. Misalnya, kekafiran, syirik, dan maksiat. Mereka mempunyai kenikmatan terhadap keburukan dan fitnah. Mereka menyenangi hal yang demikian, meskipun hal tersebut tidak mendatangkan kemanfaatan bagi mereka. Diantara pola penggunaan jin oleh manusia yang lain adalah, manusia menyuruhnya kepada kekufuran, kemusyrikan dan kemaksiatan.
Diantara wujud permintaan manusia kepada jin adalah manusia meminta sesuatu yang mengandung kesyirikan, membantu membunuh, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Terkadang sang jin menampakan diri dalam bentuk manusia. Setan hanya akan memerintahkan sesuatu yang buruk yang tidak bermanfaat. Ia memang senang berperilaku demikian. Sebagaimana Iblis bergaul dengan Adam a.s. untuk memberikan rasa was-was. Sebagaimana Iblis tidak mau bersujud kepada Adam. Setan menyuruh manusia untuk bersikap dengki tidak mendapatkan manfaat apapun dari hilangnya nikmat orang yang didengkinya.
Aspek Tarbawi
Hendaknya manusia taat beribadah kepada Allah SWT agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk
Adanya setan merupakan bukti kebesaran Allah SWT dan merupakan ujian bagi manusia
Hendaknya manusia bisa lebih mengendalikan amarah dan hawa nafsu


BAB III
PENUTUP


Setan yang selalu mengajak kepada perbuatan keji dan kemungkaran dari golongan jin dan manusia. Bisikan setan bisa berasal dari diri manusia itu sendiri (intern) atau dari faktor luar. Bila dilihat dari pengertian setan yaitu apa dan siapa saja yang mengajak manusia untuk berpaling dari Allah SWT dan membantu dalam perbuatan keji munkar, maka bentuknya bisa beraneka ragam, seperti: kaum kafir, munafik, harta, keluarga, teman, saudara, hawa nafsu, pemimpin, jabatan (kekuasaan) dan lain-lain.
Diantara wujud permintaan manusia kepada jin adalah manusia meminta sesuatu yang mengandung kesyirikan, membantu membunuh, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Terkadang sang jin menampakan diri dalam bentuk manusia. Setan hanya akan memerintahkan sesuatu yang buruk yang tidak bermanfaat. Ia memang senang berperilaku demikian. Sebagaimana Iblis bergaul dengan Adam a.s. untuk memberikan rasa was-was. Sebagaimana Iblis tidak mau bersujud kepada Adam.









DAFTAR PUSTAKA

Hady M. Samsul,2007. Islam Spiritual, Malang:Malang Press
Husain, Sayyid Abdullah,1985. Menyikap Kehidupan Malaikat Jin Setan dan Manusia, Bandung: Husaini
Ibnu Taimiyah, Syaikh Al Islam, 2003. Garis Pemisah antara Hak dan Batil, Jakarta: Penerbit Hikmah

M. bin Ismail, Abu Abdullah,2011.  Ensiklopedia Hadis 1 Shahih Al Bukhori, Jakarta : Al Mahira

Pribadhi K.Endra ,2004. Makhluk Halus Dalam Fenomena Kemusyrikan, Jakarta: Salemba Diniyah













TENTANG PENULIS



Nama         : SUGI MULYANI
NIM          : 2021113194
Alamat         : Pemalang – Watukumpul
Moto Hidup     : Terus melangkah walaupun rintangan menghadang
Hobi          : Jalan-jalan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar