Laman

Minggu, 15 Maret 2015

G - 5 - c: ADI FALSAFI



AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN
 Mata Kuliah                   : Hadits Tarbawi II


Disusun oleh:

                                                  Nama       :  Adi Falsafi
                                                  NIM         :  2021113192
                                                  Kelas        :  G
                                                                                                       
TARBIYAH / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2015




KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Hadis Tarbawi II yang berjudul “Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan”, dengan baik. Sholawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Rasulullah saw, semoga kita termasuk dalam kaum yang mendapat syafa’atnya di yaumil qiyamah nanti, amin.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis mendapatkan bantuan dari beberapa pihak baik itu berupa motivasi, dorongan maupun bimbingan. Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ghufron Dimyati selaku dosen pengampu dan pembimbing mata kuliah Hadits Tarbawi II dan juga kepada Orang tua serta teman - teman penulis yang senantiasa mendukung penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Ibarat pepatah “TAK ADA GADING YANG TAK RETAK”, begitupun dengan makalah ini. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam membuat makalah ini namun penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.



Pekalongan, 14 Maret 2015
Penulis,

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, yang mempunyai fungsi utama sebagai petunjuk bagi umat manusia. Eksistensi dan keadaan manusia memang membutuhkan petunjuk dalam menempuh kehidupan di dunia. Tanpa petunjuk, manusia akan hidup tersesat yang berakhir tidak selamat.
Manusia adalah mahluk yang lemah, maka manusia membutuhkan ilmu sebagai alat yang dipergunakan untuk memudahkan kehidupannya. Karena Ilmu sebagai alat bagi manusia untuk mengetahui dan memahami sesuatu. Manusia telah diberi anugerah akal untuk berfikir, tetapi akal saja tidaklah cukup, manusia membutuhkan sebuah pedoman atau petunjuk yaitu Al-Qur’an yang didalamnya memuat peraturan, larangan dan juga ilmu pengetahuan.
Dalam makalah ini penulis akan sedikit mengkaji sebuah hadits yang berisi tentang Al-Qur’an sebagai sumber Ilmu Pengetahuan dan  penulis juga akan sedikit menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan hadits tersebut.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya penulis merumuskan beberapa masalah sebagai acuan untuk mengkaji makalah ini. Adapun rumusan masalahnya antara lain:
1.      Apa pengertian dari Al-Qur’an dan Ilmu?
2.      Kenapa Al-Qur’an disebut sebagai sumber Ilmu Pengetahuan?
3.      Bagaimana bunyi hadits tentang Al-Qur’an sumber Ilmu Pengetahuan?
4.      Bagaimana refleksi hadits tersebut dalam kehidupan nyata?
5.      Apa saja Aspek Tarbawi yang dapat kita ambil dari hadits tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Al-Qur’an dan Ilmu
Secara bahasa Alquran berasal dari kata “Qoro’a” yang artinya membaca, selain itu juga ada pendapat lain yang mengatakan bahwa alquran berasal dari kata “Qorona” yang berarti menggabungkan. Karena ayat dan surat saling bergabung satu sama lain. Sedangkan menurut Asy Syafi’i kata Alquran adalah muarrof tidak musytaq, dan tidak berhamzah, diletakkan sebagai nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW.
Secara Istilah menurut para fuqoha Alquran adalah fiman Allah yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada Nabi saw, yang tertulis didalam mushaf, dinukil dari padanya secara mutawatir dan dipandang beribadah dengan semata membacanya.[1] Sedang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Alquran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dengan perantara malaikat jibril untuk dibaca, dipahami dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi manusia.[2]
Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir bagi umat manusia dan sesudahnya tidak akan ada lagi kitab suci yang akan diturunkan oleh Allah SWT, oleh karenanya Al-Qur’an adalah petunjuk paling lengkap bagi umat manusia sejak turunnya Al-Qur’an 15 abad yang lalu dan akan tetap sesuai dengan perkembangan zaman pada saat ini mapun untuk masa yang akan datang sampai dengan datangnya hari kiamat nanti.[3]
Secara bahasa ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab  عَلِمَ - يَعْلَمُ  yang artinya tahu atau mengetahui. Dalam bahasa inggris ilmu biasanya dipadankan dengan kata science. Sedang menurut istilah ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang pengetahuan tersebut.
B.     Teori Pendukung
Salah satu fungsi Al-Qur’an yang utama adalah sebagai “ hudal lin naas” atau petunjuk bagi seluruh umat manusia tanpa memandang bangsa, suku atau golongan manusia. Karena agar manusia dapat menjadi kholifah yang baik dimuka bumi ini, diperlukan suatu pedoman atau petunjuk yang menjamin manusia menuju kearah kebaikan di dunia maupun diakhirat nanti. Seperti yang dijelaskan dalam Q.S. Al-Isra’ : 9
إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan membawa kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
Al-Qur’an sebagai petunjuk juga sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan oleh umat manusia. Ilmu pengetahuan yang terdapat dalam Al-Qur’an, ada yang mudah dipahami langsung oleh pembacanya dan ada juga yang memerlukan pemikiran dan pengembangan serta perenungan lebih lanjut untuk dapat dipahami.[4]
Apabila diperhatikan dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an banyak sekali yang menyinggung masalah ilmu pengetahuan, sehingga Al-Qur’an seringkali disebut sebagai sumber segala ilmu pengetahuan. Hubungan antara Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan sangatlah erat, hal ini disebabkan karena Al-Qur’an selalu merangsang akal manusia untuk berfikir lebih lanjut tentang ilmu pengetahuan. Al-Qur’an sangat menekankan pentingnya mengamati gejala alam dan merenungkannya. Bahkan, dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari tujuh ratus lima puluh ayat atau sekitar seperdelapan Kitab ini yang mendorong kaum beriman untuk menelaah alam, merenungkan dan menyelidiki yang asli dengan menggunakan akal budi sebaik mungkin dan berusaha memperoleh pengetahuan dan pemahaman ilmiah sebagai bagian dari hidup bermasyarakat.[5]
Berikut ini adalah beberapa cabang ilmu pengetahuan yang terdapat dalam Al-Qur’an:[6]
No
Cabang Ilmu
No
Cabang Ilmu
1
KOSMOLOGI
15
EKONOMI
2
ASTRONOMI
16
PERTANIAN
3
ASTROLOGI
17
PERKEBUNAN
4
ILMU ALAM
18
IRIGASI
5
MATEMATIKA
19
PERDAGANGAN
6
SEJARAH
20
ARKELOGI
7
ANTROOLOGI
21
ARSITEKTUR
8
GEOGRAFI
22
PSIKOLOGI
9
SEJARAH ALAM
23
SOSIOLOGI
10
GEOLOGI
24
SEKSOLOGI
11
MINERALOGI
25
FISIOLOGI
12
BIOLOGI
26
ILMU KIMIA
13
BOTANI
27
ILMU KEDOKTERAN
14
ZOOLOGI



C.    Hadits Tentang Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
عَنْ الْحَارِثِ قاَلَ مَرَرْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَآِذَا النّاَسُ يَخُوضُونَ فِي الآَحَادِيثِ فَدَخَلْتُ عَلىَ عَلٍيِ فَقُلْتُ يَاآَمِيرُ الْمُؤمِنِيْنَ ألاَ تَرَى أَن النَّاَسَ قَدْ خَاضُوا فِي الْاحَادِيثِ قَالَ وَقَدْ فَعَلُوهَا قُلْتُ نَعَمْ قَالَ آَمَا إِنِّي قَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللٌهِ صَلٌىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: آَلَا إنّهاَ سَتَكُونُ فِتْنَةُ فَقُلْتُ مَا المَخْرَجُ مِنْهَا يَا رَسُولَ اللَهِ قاَلَ كِتَابُ اللٌهِ فِيهِ نَبَأُ ماَ كَانَ قَبْلَكُمْ وَخَبَرَ مَا بَعْدَكُم وَ حُكَمَ مَا بَيْنَكُمْ وَهُوَ الْفَصْلٌ لَيْسَ بِالْهَزْلِ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللهُ وَمَنْ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ أضَلَّهُ اللهُ وَهُوَ حَبْلُ الله الْمَتِينُ وَهُوَ الٌدِّكْرُ اْلحَكِيْمُ وَهُوَ الِّصرَاطَ الْمُسْتَقِيْمُ هُوَ اَّدِلَاء تَزِيغُ بِهِ الآَهْوَاءُ وَلاَتَلْتَبِسُ بِهِ الألْسِنَةُ وَلاَ يَشْبَعُ مٍنْهُ الْعُلَمَاءُ وَلاَ يَخْلَقُ عَلَى كَثْرَةِ الرٌّدِّوَلَا تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ هُوَ الَّذِي لَمْ تَنْتَهِ الْجِنُّ إِذْ سَمِعَتْهُ حَتَّى قَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْانَا عَجَبَا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَامَنَّأ بِهِ, مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ آُجِرَ وَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هَدَى إلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمِ خُذْهَا إِلَيْكَ يَا آَعْوَرُ.}  قَالَ آَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثِ غَرِيبُّ لا نَعْرِفُهُ إلاَّ مِنْ هَذَا الوَجْهِ وَإِسْنَادُهُ مَجْهُولٌ وَفِي الحَارِثِ مَقَالٌ  (رواه الترمذي فى الجامع,كتاب فضائل القران عن رسول الله,باب ما جاء فى فضل القرآن)
Artinya:
Di riwayatkan dari Al Harits, Beliau Berkata “ Pada suatu waktu aku melewati masjid, di sana pada waktu itu aku melihat orang-orang sedang berbicara panjang lebar, lalu aku mendatangi Ali. Aku bertanya kepadanya, wahai Amirul Mu’minun tidakkah engkau melihat orang-orang yang telah berbicara panjang lebar. Beliau bertanya ataukah mereka benar-benar meengerjakannya, aku menjawab Ya. Beliau berkata,”ingatlah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “ Ingatlah bahwa sesungguhnya akan terjadi fitnah. Lalu aku (Ali) bertanya : apa jalan keluar darinya wahai Rasulullah?. Beliau bersabda Kitabullah yang di dalamnya terdapat cerita cerita tentang umat sebelum kalian juga kabar tentang hal yang akan terjadi setelah kehidupan kalian dan hukum sesuatu yang terjadi diantara kalian. Dan Kitabullah adalah pemisah antara yang haq dan yang bathil bukan senda gurau. Barang siapa yang meninggalkannya dari orang-orang yang  angkuh atau sombong maka Allah akan membinasakannya dan barang siapa mencari petunjuk dengan selamanya maka Allah akan menyesatkannya. Kitabullah adalah kitab Allah yang kuat, juga dzikir yang bijaksana, serta jalan yang lurus. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat keinginan tidak menyeleweng, tidak membuat lidah sulut dalam melafalkan, tidak membuat para ulama merasa puas , tidak usang sebab banyak di ulang serta tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Kitabullah adalah sesuatu yang membuat jin tidak berhenti kala mendengarnya sehingga mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk pada jalan kebenaran, lalu kami beriman kepadanya “. Barang siapa berbicara dengannya (Kitab Allah) maka dia telah berkata jujur. Barang mengamalkannya maka akan diberikan pahala. Barang siapa menghukumi dengannya maka dia telah berbuat adil. Barang siapa yang mengajak kepadanya maka dia telah diberi petunjuk pada jalan yang lurus. Ambillah kalimat-kalimat ini wahai orang yang bermata satu. Hadist ini adalah Hadist ghorib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadistnya Hamzah Al Zayyat mata rantai hadistnya tidak diketahui dan dalam hadistnya Al-Hadist terdapat komentar. (HR. At-Tirmidzi)[7]
D.    Refleksi Hadits
Dari Hadits diatas dapat kita ketahui bahwa Al-Qur’an bukan hanya berisi tentang aqidah, perintah maupun larangan tetapi didalamnya juga banyak mengandung ilmu pengetahuan dan bahkan disebut sebagai sumber dari ilmu pengetahuan. Al-Qur’an sekarang semakin laris dikaji oleh para ilmuan terutama masyarakat maju non muslim. Terbukti; Al-Qur’an banyak memberikan informasi tentang Iptek yang semakin hari semakin nyata lewat kajian dan percobaan yang mengagumkan. Sebagai contoh, hasil percobaan pemotretan atas pegunungan-pegunungan di Nejed Arab Saudi oleh Telstar, ternyata diketahui bahwa gunung-gunung yang tampak dimata tetap ternyata bergerak, sesuai dengan ayat Al-Qur’an Q.S. An-Naml: 88.
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ       (٨٨(
Artinya: “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Pada abad ini, masyarakat maju nonmuslim sangat berambisi mengkaji Al-Qur’an, dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tampaknya tibalah saatnya kita membentuk suatu lembaga yang tediri atas ulama, ulil albab (cendekiawan muslim), dan ilmuan dari berbagai disiplin ilmu untuk menafsirkan Al-Qur’an untuk menjadi pegangan dan pedoman kehidupan masyarakat mutakhir, yakni masyarakat Iptek.[8]
E.     Aspek Tarbawi
Dari penjelasan diatas, aspek-aspek pendidikan atau pelajaran yang dapat kita ambil adalah sebagai berikut:
1.      Kita harus menyakini tentang kebenaran Al-qur’an yang sebagai petunjuk bagi umat manusia.
2.      Kita juga harus meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan. Yang mana didalamnya banyak sekali memuat tentang ilmu pengetahuan baik yang tersirat maupun tersurat.
3.      Kita sebagai orang muslim harus lebih mempelajari Al-Qur’an dan berusaha menemukan Ilmu pegetahuan baru yang terkandung dalam Al-Qur’an. Agar kita tidak tertinggal oleh kaum nonmuslim dalam segi ilmu pengetahuan dan teknologi.

BAB III
PENUTUP
Secara bahasa Alquran berasal dari kata “Qoro’a” yang artinya membaca, sedangkan secara Istilah menurut Alquran adalah fiman Allah yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada Nabi saw, yang tertulis didalam mushaf, dinukil dari padanya secara mutawatir dan dipandang beribadah dengan semata membacanya. Secara bahasa ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab  عَلِمَ - يَعْلَمُ  yang artinya tahu atau mengetahui. Sedang menurut istilah ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang pengetahuan tersebut.
Salah satu fungsi Al-Qur’an yang utama adalah sebagai “ hudal lin naas” atau petunjuk bagi seluruh umat manusia. Apabila diperhatikan dengan cermat ayat-ayat Al-Qur’an banyak sekali yang menyinggung masalah ilmu pengetahuan, sehingga Al-Qur’an seringkali disebut sebagai sumber segala ilmu pengetahuan. Bahkan, dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari tujuh ratus lima puluh ayat atau sekitar seperdelapan Kitab yang mebicarakan tentang ilmu.
Pada abad ini, masyarakat maju nonmuslim sangat berambisi mengkaji Al-Qur’an, dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita sebagai orang muslim yang berpedoman kepada Al-Qur’an juga seharusnya tidak boleh kalah dengan masyarakat nonmuslim tersebut dengan mempelajari Al-Qur’an lebih dalam lagi dan menemukan berbagai Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkandung didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Kamali, Sudaryo El. 2006. Pengantar Studi Alquran, Pekalogan: STAIN Pekalongan Press.
Majid, Abdul. 1997. Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek. Jakarta: Gema Insani Press.
Qadir, C.A. dkk. 1995. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rahman, Afzalur. 2000. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Wardhana, Wisnu Arya. 2004. Al Qur’an dan Energi Nuklir. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Zuhri, Moh. 1992. Terjemah Sunan At Tirmidzi IV. Semarang: CV Adhi Grafika.

PROFIL PENULIS

Penulis merupakan seorang anak laki-laki dari pasangan suami istri Subahrun dan Zumaroh, yang lahir 21 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 25 november 1993 di kota pekalongan yang kemudian diberi nama Adi Falsafi.
            Sekarang penulis tinggal di Jl. Hayam Wuruk Gg.3 No.5 Bendan Pekalongan bersama seorang Ibu dan dua kakak serta dua adik penulis.  
            Kini penulis masih menjadi seorang Mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Negeri (STAIN) Pekalongan Jurusan Tarbiyah dengan Program studi Pendidikan Agama Islam semester empat.
            Sebelum masuk perguruan tinggi tentunya penulis telah melewati jenjang pendidikan sebelumnya, yaitu di: MSI 01 Kauman Pekalongan Lulus tahun 2005 kemudian melanjutkan ke SMP Salafiyah Pekalongan dan lulus tahun 2008 setelah itu penulis mesuk ke MA Negeri 02 Pekalongan dan ;ulus tahun 2011.


[1] Sudaryo El Kamali, Pengantar Studi Alquran, (Pekalogan: STAIN Pekalongan Press, 2006), hlm. 1-3
[2] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (Jakarta: Gramedia, 2012) hlm. 44
[3] Wisnu Arya Wardhana, Al Qur’an dan Energi Nuklir, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2004), hlm. 46
[4] Wisnu Arya Wardhana, Op. Cit., hlm. 56
[5] C.A. Qadir, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Metodenya, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1995), hlm. 1
[6] Afzalur Rahman, Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), hlm. VII
[7] Moh. Zuhri, Terjemah Sunan At Tirmidzi IV, (Semarang: CV Adhi Grafika, 1992), hlm.502-504
[8] Abdul Majid, Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek, (Jakarta: Gema Insani Press, 1997), hlm.42

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar