Laman

Jumat, 28 Oktober 2016

sbm G 8 EVALUASI DAN UMAPAN BALIK

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR 

"EVALUASI DAN UMAPAN BALIK"

Awal S Nina S
  Wahyu SMirzah S  

Kelas G
 
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PEKALONGAN
2016


BAB I
PENDAHULUAN
Dalam proses kegiatan belajar mengajar, seseorang pendidik perlu mengetahui sejauh mana bahan yang telah di jelaskan dapat diketahui oleh siswa, karena dari sinilah dapat diketahui apakah ia dapat melanjutkan pelajaran dengan bahan berikutnya atau tidak. Bila siswa tidak menguasai behan bahan tertentu pendidik harus mengulangi lagi penjelasanya. Pada umumnya siswa tidak tahu sejauh mana bahan yang di terangkan dapat mereka pahami. Hal ini kiranya dapt di maklumi, karena mereka tidak memiliki waktu untuk memikirkan pengetahuan yang baru saja mereka peroleh. Maka dari itu pendidik harus sedikit memaksa hingga siswa-siswa dapat mengetahui betul barang yang di terangkan. Bagai mana hal tersebut dilakukan? Cara paling sederhana adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan selama atau pada ahkir jam pelajaran. Dengan cara itu pendidik akan menemukan apa saja yang belum tersampaikan secara jelas. Disamping itu keberhasilan pendidik dalam memberikan materi yang disajikan juga dapat di peroleh melalui evaluasi. Dari evaluasi inilah kemudian guru memberikan umpan balik kepada siswa mengenai tingkat pencapaian materi yang telah di pelajari.
Di dalam makalah ini akan di bahas tentang apa itu evaluasi dan umpan balik serta hubaungan antara keduanya agar para calon pendidik dapat mengetahui cara evaluasi yang baik serta dapat mendapat umpan balik dari peserta didik nya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Evaluasi
1.      Pengertian evaluasi
Menurut bahasa, kata evaluasi berasal dari bahasa inggris “evaluation” yang berarti penilaian/penaksiran. Evaluasi menurut istilah merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek yang menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. Evaluasi adalah kegiatan mengukur menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif[1]
Pengertian evaluasi dalam lingkup sekolah menurut Bloom et al (1971) sebagai berikut : Evaluasi sebagai mana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa.[2]
Evaluasi harus dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan hasil kemajuan belajar yang ditujukan oleh anak didik. Dengan demikian, evaluasi adalah suatu tindakan berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang arif dan bijaksana untuk menentukan nilai sesuatu, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif
2.       Manfaat evaluasi
Evaluasi mempunyai manfaat bagi berbagai pihak. Evaluasi hasil belajar siswa bermanfaat bagi semua komponen dalam proses pengajaran, terutama siswa, guru, pembimbing/penyuluh sekolah, orang tua siswa.
a.       Manfaat bagi siswa
Hasil evaluasi memberikan informasi tentang sejauh mana ia telah menguasai bahan pelajaran yang disajikan guru. Dengan informasi ini siswa dapat mengambil langkah-langkah yang sesuai.
b.      Manfaat bagi pendidik
Hasil evaluasi memberikan petunjuk bagi pendidik mengenai keadaan siswa, materi pengajaran, dan metode mengajarnya.
c.       Manfaat bagi pembimbing
Bimbingan dan penyuluhan umumnya diarahkan kepada usaha peningkatan daya serap siswa serta penyesuaian siswa dengan lingkunganya. Upaya bimbingan dan penyuluhan akan lebih terarah kepada tujuanya apabila ditunjang oleh informasi yang akurat tentang keadaan siswa, baik dari segi intelektualnya maupun dari segi emosionalnya, untuk memperoleh informasi akurat yang diinginkan itu, evaluasi memegang peranan penting.
d.      Manfaat bagi sekolah
Keberhasilan kegiatan belajar mengajar ditentukan pula oleh kondisi belajar yang diciptakan sekolah. Efektifitas kegiatan belajar mengajar yang dipersyratkan antara lain kondisi belajar yang diciptakan sekolah itu dapat dipakai sekolah untuk mengintrospeksi diri untuk melihat sejauh mana kondisi belajar yang diciptakannya membantu terselenggaranya pengajaran dengan baik
e.       Manfaat bagi orang tua siswa
Semua orang tua ingin melihat sejauh mana tingkat kemajuan yang dicapai anaknya disekolah, kendati pengetahuan itu tidak menjamin adanya upaya dari mereka untuk peningkatan kemajuan anaknya. Oleh karena itu setiap caturwulan atau semester, sekolah bentuk buku raport. Yang ada di buku rapor itu adalah hasil dari evaluasi yang dibuat oleh pendidik dan semua petugas sekolah terhadap siswa.
3.      Tujuan evaluasi
Segala sesuatu yang dilakukan pasti mempunyai tujuan dan fungsi yang akan dicapai. Begitupun dengan evaluasi, ada tujuan dan fungsi yang ingin dicapai. Evaluasi ini memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberikan informasi yang dipakai sebagai dasar untuk;
a.       Membuat kebijaksanaan dan keputusan
b.      Menilai hasil yang dicapai para pelajar
c.       Menilai kurikulum
d.      Memberikan kepercayaan kepada sekolah
e.       Memonitor dana yang telah diberikan
f.       Memperbaiki materi dan program pendidikan
Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar ialah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya, tindak lanjut merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa ; (1) penempatan pada tempat yang tepat, (2) pemberian umpan balik (3)diagnosis kesulitan belajar siswa, atau (4) penentuan kelulusan, untuk masing masing tindak lanjut yang dikehendaki ini diadakan tes yang diberi nama (1) tes penempatan (2) tes formatif (3) test diagnosis dan tes (4) tes sumatif, tugas seorang guru dalam kaitan dengan evaluasi di tingkat kelas lebih khusus ditunjukan untuk memberikan umpan balik, maka dalam pemaparan ini titik berat akan diletakkan pada tes formatif.
4.      Fungsi evaluasi
Dalam proses pembelajaran, terdapat tiga fungsi bervariasi tiga fungsi itu adalah fungsi proknostik, fungsi diasnostik dan fungsi sertifikasi.
a.       Fungsi proknostik
Yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi obyektif dari pembelajaran
b.      Fungsi diagnostik
Yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajaran pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Fokusnya adalah membantunya mereka bagaimana supeya mampu memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan.
c.       Fungsi sertifikasi
Evaluasi saat ini untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.[3]

B.     Umpan Balik
1.      Makna Umpan Balik
Dalam kegiatan pengajaran tidak lain yang harus guru capai, kecuali bagaimana agar anak didik dapat menguasai bahan pelajaran secara tuntas. Untuk sampai kesana yaitu anak didik dapat menguasi semua bahan yang di berikan, tidak gampang karena hal ini akan terpulang pada masalah bagaimana umpan balik yang di berikan oleh anak didik selama pelajaran berlangsung.[4]
Yang dimaksud dengan umpan balik adalah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan pencapaian/hasil belajarnya.
Umpan balik hanya dapat berfungsi memperbaiki belajar siswa dalam kondisi tertentu saja. Hanya menyajikan tes dan memberikan serta menyampaikan skor kepada siswa tidak terlalu mempengaruhi penampilan siswa. Baru bermanfaat apabila guru bersama siswa menelaah kembali jawaban-jawaban tes,baik yang dijawab benar maupun salah oleh siswa diberikan kesempatan memperbaiki jawabannya yang salah itu.
Kondisi atau keadaan siswa maupun situasi pengajaran menentukan keberhasilan usaha pemberian umpan balik terhadap belajar siswa. Berikut ini beberapa ketentuan mengenai umpan balik:
a.       Umpan balik tidak mempermudah belajar jika:
1)      Siswa sudah mengetahui jawaban yang benar sebelum memberikan jawaban atas soal itu (misalnya ”nyontek” jawaban yang benar dari temannya tanpa mengolah soal itu dalam pemikirannya sendiri) dan
2)      Bahan yang hendak dipelajari terlalu sukar dimengerti oleh siswa sehingga siswa umumnya menebak jawaban soal-soal yang diberikan.
b.      Umpan balik membantu dan mempermudah belajar apabila dipenuhi syarat-syarat berikut ini:
1)      Mengkonfirmasikan jawaban-jawaban benar yang diberikan siswa,dan menyampaikan kepadanya seberapa jauh dia mengerti materi belajar yang disajikan.dan
2)      Mengidentifikasikan kesalahan serta memperbaikinya atau menyuruh siswa memperbaiki sendiri.
Umpan balik tidak akan membantu belajar jika siswa tidak mengerti bahan yang harus dikuasainya dahulu sebelum mempelajari hal yang ditegaskan itu,atau hanya mengerti sedikit,atau sama sekali tidak mengerti isi pelajaran pada waktu tes itu disajikan. Hal ini menunjukan pentingnya memeriksa tes siswa dan memperbaiki kesalahan-kesalahan (atau siswa itu yang diminta memperbaiki kesalahan dalam tesnya) sebelum memasuki topik baru dimana bahan yang dites merupakan prasyarat.
Umpan balik mempunyai peranan yang penting,baik bagi guru maupun bagi siswa. Umpan balik dalam kajian ini adalah pemberian informasi mengenai benar atau tidaknya jawaban siswa atas soal/pertanyaan yang diberikan,disertai dengan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan/pemberian motivasi verbal/tertulis.
2.      Tujuan Umpan Balik
Pengajar perlu mengetahui sejauhmana bahan yang telah dijelaskan dapat dimengeti oleh murid,karena dari sinilah tergantung apakah ia dapat melanjutkan pelajaran/kuliahnya dengan bahan berikutnya. Bilamana murid belum mengerti bagian-bagian tertentu,pengajar harus mengulang lagi penjelasannya. Pada umumnya murid juga tidak tahu sejauhmana bahan yang diterangkan dapat mereka pahami.
Umpan balik tidak sama dengan penelitian. Umpan balik hanya bertujuan untuk mencari informasi sampai dimana murid mengerti bahan yang telah dibahas. Selain itu murid/mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk memeriksa sampai dimana mereka mengerti bahan tersebut,sehingga mereka dapat melengkapi pengertian-pengertian yang belum lengkap.
Menurut Kardi dan Nur,untuk memberikan umpan balik yang efektif kepada siswa yang jumlahnya banyak,dapat digunakan beberapa pedoman yang patut dipertimbangkan,sebagai berikut:
1.      Memberikan umpan balik sesegera mungkin setelah latihan,hal ini tiak berarti umpan balik perlu diberikan kepada siswa dengan seketika,namun umpan balik seharusnya diberikan segera setelah latihan saehingga siswa dapat mengingat dengan jelas kinerja mereka sendiri.
2.      Mengupayakan agar umpan balik jelas dan spesifik mungkin agar dapat membantu siswa. Misal “Tiga kata tertulis salah pada makalah anda:Efiktif.Posasif,dan vartikal”,bukan”Terlalu banyak kata yang salah ketik”.
3.      Umpan balik ditujukan langsung pada tingkah laku dan bukan pada maksud yang tersirat dalam tingkah laku tersebut. Misal,”Saya tidak dapat membaca tulisan anda,karena jarak antara baris yang satu dengan baris yang lain terlalu rapat”,dan bukan “Tulisan tidak rapi dan kurang jelas”.
4.      Menjaga umpan balik sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Umpan balik harus diberikan secara hati-hati agar berguna. Kadang-kadang,siswa diberi umpan balik terlalu banyak atau umpan balik yang terlalu rumit bagi siswa untuk menanganinya.
5.      Memberikan pujian dan umpan balik pada kinerja yang benar. Tentunya setiap siswa lebih menyukai umpan balik yang positif dari pada yang negatif. Pada umumnya pujian akan diterima sedangkan umpan balik negatif mungkin ditolak.
3.      Fungsi Umpan Balik
Umpan balik mempunyai tiga fungsi utama, yakni informasional, motivasional, komunikasional.
1.      Fungsi informasional
Tes sebagai alat penilaian pencapaian/hasil belajar siswa diperiksa menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Hasil tes itu,dengan demikian memberikan informasi tentang sejauhmana siswa telah mengusai materi yang diterimanya dalam proses/kegiatan belajar mengajar.
Slameto (1988) mengacu Kulhavy dan Anderson (1927) yang dalam studinya menemukan bahwa umpan balik yang ditunda (delayed feedback) lebih efektif dari pada umpan balik yang segera (immediated feedback). Yang dimaksud dengan delayed feedback adalah umpan balik yang diberikan paling cepat dua hari setelah tes. Immediate feedback memberikan informasi tentang jawaban yang benar sementara dalam ingatannya masih terdapat jawabannya yang salah. Dengan demikian,jawaban yang benar maupun yang salah bercampur baur dalam ingatan siswa. Hal ini merupakan hambatan bagi siswa dalam mengingatkan jawaban yang benar.
2.      Fungsi motivasional
Dengan pemberian umpan balik,maka tes sekaligus pula berfungsi sebagai motivator bagi para siswa untuk belajar. Sayangnya ada guru yang mefanfaatkan hasil tes lebih sebagai senjata untuk menghukum siswa dari pada sebagai kekuatan konstruktif untuk membina dan mengembangkan siswa. Guru-guru berfikir dan berharap bahwa dengan menggunakan tes sebagai ancaman,mereka dapat meningkatkan kesungguhan pada siswa. Untuk itu sering mereka sajikan tes dadakan yang dianggap dapat memotivasi siswa untuk belajar sehingga selalu siap menerima tes sebagai kriteria keberhasilan anaknya di sekolah. Hal-hal semacam ini justru menimbulkan kecemasan pada siswa waktu mengerjakan soal-soal tes sehingga hasilnya pun kurang dari yang dapat dicapai siswa apabila tidak dibawah tekanan mental semacam itu. Padahal tes harus dipandang dalam kesatuan integral dengan tujuan instruktional dan dengan proses belajar mengajar,dan sebagai mekanisme untuk memberikan umpan balik kepada siswa.
3.      Fungsi komunikasional
Pemberian umpan balik merupakan komunikasi antara siswa dan guru. Guru menyampaikan hasil evaluasi kepada siswa,dan bersama siswa membicarakan uapaya peningkatan atau perbaikannya. Dengan demikian,melalui umpan balik siswa mengetahui letak kelemahannya,dan sendiri atau bersama guru bereaksi terhadap hasil tersebut.
C.     Hubungan evaluasi dengan umpan balik
Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru harus melakukan evaluasi dan umpan balik. Karena untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Dimana umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar yang di evaluasi dengan suatau alat evaluasi. Hasil evaluasi ini memberikan informasi mengenai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang disajikan dalam proses / kegiatan belajar mengajar.
Kriteria itu dapat di sekemakan sebagai berikut :







Proses / kegiatan Belajar I
 








            Maksud sekema diatas menjelaskan bahwa kegiatan proses belajar harus dimodivikasi oleh seorang guru, seorng guru harus menjalankan tugasnya dengan baik yaitu menyampaikan materi dengan jelas dan tepat, tidak hanya dalam penyampaian materi, seorang guru juga harus memberikan evaluasi baik berupa lisan maupun tulisan. Hal ini untuk memberitaukan seberapa jauh siswa menguasai mteri setelah evaluasi maka tugas guru selanjutnya adalah menginformasikan hasil evaluasi tersebut kepada siswa supaya siswa dapat mengetahui kemampuan dalam menguasai materi. Namun akan bermanfaat secara maksimal apabila guru bersama siswa menelaah kembali jawaban-jawaban tes, baik yang dijawab benar maupun yang dijawab salah oleh siswa . dan siswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki jawaban yang salah tersebut. Itulah keterkaitan antara evaluasi yang sangat penting untuk guru dan siswa dengan umpan balik dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas siswa yang di dampinggi oleh guru.[5]
D.    Aplikasi
Proses penilaian terhadap proses dan hasil belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1.      Tes
Tes tertulis merupakan tes dalam bentuk bahan tulisan ( baik soal maupun jawaban).
A.     Tujuan penggunaan tes,yaitu:
a. Mendiaknosa siswa (kekuatan dan kelemahan)
b.Menilai kemampuan siswa (keterampilan dan pengetahuan atau pemahaman)
c. Memberi bukti atas kemampuan yang telah dicapai
d.      Menyeleksi kemampuan siswa, baik secara individu maupun kelompok
e. Monitoring standar pendidikan.
B.        Fungsi penggunaan tes
a.          Formatif dikelas / Classroom Formative Essesment
1)   Dilakukan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar
2)   Dilaksankan secara periodic
3)   Mencakup semua mata pelajaran yang telah diajarkan
4)   Bertujuan mengetahui keberhasilan dan kegagalan proses belajar mengajar
5)   Dapat digunakan untuk perbaikan dan penyempurnaan proses belajar mengajar.
b.         Sumatif dikelas / Classroom summative Assessment
1)         Materi yang diujikan meliputi seluruh pokok bahasan dan tujuan pengajaran dalam satu program tahunan atau di semesteran
2)         Dilakukan pada akhir program dalam satu tahun atau semester
3)         Bertujuan untuk mengukur keberhasilan peserta didik secara menyeluruh
4)         Hasil penilaian sumatif digunakan antara lain untuk penentuan kenaikan kelas, kelulusan sekolah, dan sebagainya
.
2. Penilaian Non-Tes
Untuk mengetahui kompetensi siswa, guru dapat melakukan penilaian dengan beberapa teknik penilaian non-tes.
A.    Penilaian kinerja
Penilaian kinerja yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kinerja siswa yang dilakukan melalui pengamatan, seperti bermain peran,memainkan alat music, bernyanyi dan lain sebagainya. Alat pengamatan yang digunakan dapat berupa daftar cek atau skala rentang.
B.     Penilaian sikap
Teknik penilaian sikap dapat berupa oservasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Dalam mengembangkan instrument penilaian ini, guru perlu mencermati kesesuaian antara soal materi dengan indicator pada kurikulum.
C.     Penilaian proyek
Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas (suatu investigasi sejak dari perencanaan,pengumpulan data,pengorganisasian,pengolahan, dan penyajian data) yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
D.    Penilaian produk
Pada umumnya pengembangan produk meliputi 3 tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan penilaian. Penilaian Tahap Persiapan meliputi kemampuan siswa dalam merencanakan,menggali,dan mengembangkan gagasan,dan mendisain produk. Penilaian Tahap Pembuatan (produk) meliputi penilaian kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan,alat, dan teknik. Penilaian Tahap Penilaian (apresial) meliputi kemampuan siswa dalam membuat produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan.

E.     Penilaian portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutanyang disarkan pada kumpulan informasi yang menunjukan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karya siswa, antara lain karangan, puisi, surat, komposisi, music, penelitian, dan lain-lain.
F.      Penilaian diri
Teknik penilaian diri dapat digunakan dalam berbagai aspek penilaian,yang berkaitan dengan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik.[6]





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Menurut bahasa, kata evaluasi berasal dari bahasa inggris “evaluation” yang berarti penilaian/penaksiran. Evaluasi menurut istilah merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek yang menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. Evaluasi adalah kegiatan mengukur menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif, sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif
Dalam kegiatan pengajaran tidak lain yang harus guru capai, kecuali bagaimana agar anak didik dapat menguasai bahan pelajaran secara tuntas. Untuk sampai kesana yaitu anak didik dapat menguasi semua bahan yang di berikan, tidak gampang karena hal ini akan terpulang pada masalah bagaimana umpan balik yang di berikan oleh anak didik selama pelajaran berlangsung. Maka dari itu dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru harus melakukan evaluasi dan umpan balik. Karena untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Dimana umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar mengajar yang di evaluasi dengan suatau alat evaluasi. Hasil evaluasi ini memberikan informasi mengenai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang disajikan dalam proses / kegiatan belajar mengajar.



DAFTAR PUSTAKA
Mustaqim, Zaenal.2015. Strategi Belajar Mengajar.(Pekalongan, STAIN Press)

Silverius, Suke .1991.Evaluasi hasil belajar dan Umpan balik,(Jakarta, Pt Grasindo)
Djamarah, Syaiful Bahri .2013.Strategi Belajar Mengajar,(Jakarta, PT RINEKA CIPTA)
Majid , Abdul.2013. strategi pembelajaran.( Bandung : PT Remaja Rosdakarya)
PROFIL PENULIS
Nama               : Muhammad Wahyu S
NIM                : 2021114197
Alamat            : Wiradesa Pekalongan
TTL                 : Pemalang, 21 maret 1990




C360_2015-10-09-21-15-16-620.jpg
Nama                                 : Nina Sammirna
NIM                                  : 2021114167
Alamat                               : Kertijayan Gg.5  Rt 14/05
                                           Buaran Pekalongan
TTL     : Pekalongan, 18
            November1996








Awal.s.r1845.jpgNama               : Awal Septa Rosiawan
NIM                : 2021114188
Alamat            : Jl. Serayu Gg. Rukun Rt02/09 No
53 Kebondalem Pemalang
TTL                 : Pemalang, 8 September 1996




C360_2016-02-24-20-50-10-228.jpg
Nama                                 : Mohammad Mirzah S
NIM                                  : 2021114188
Alamat                               : Bojong Pekalongan
TTL                                   : 8 September 1994








[1] Zaenal Mustaqim, Strategi Belajar Mengajar.(Pekalongan, STAIN Press:2015)hlm 197
[2] Dr. Suke Silverius,Evaluasi hasil belajar dan Umpan balik,(Jakarta, Pt Grasindo:1991)hlm 5
[3] Zaenal Mustaqim, Ibid, hlm 197
[4] Drs. Syaiful Bahri Djamarah,Strategi Belajar Mengajar,(Jakarta, PT RINEKA CIPTA: 2013) hlm 141
[5] Zaenal Mustaqim,Ibid,hlm 198
       [6] Abdul Majid , strategi pembelajaran , ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya,2013), hal 345-352.

1 komentar: