Laman

Jumat, 07 Oktober 2016

tt1 A 6b (Sifat-Sifat Orang Mukmin) Q.S Al-Fath ayat 29



TUJUAN PENDIDIKAN “KHUSUS”
(Sifat-Sifat Orang Mukmin): Q.S Al-Fath ayat 29

 
ISTIQOMAH  (2021115137)
Kelas A

JURUSAN TARBIYAH / PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) / PEKALONGAN
2016



KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Tafsir Tarbawi I dengan Tema Ciri-Ciri Orang Mukmin ini, dengan bimbingan dari Bapak selaku Dosen PengapuM. Ghufron Dimyati, M.S.I Mata Kuliah Tafsir Tarbawi I. Dengan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.            Ayah Ibunda tercinta atas doa dan dukungannya sejauh ini.
2.             KepadaBapakM. Ghufron Dimyati, M.S.I atas bimbingannya dalam pembuatan makalah ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar kami dapat memperbaiki kekurangan yang ada.

                         


Pekalongan, 30 September 2016


                         
                                                                                                Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
       Dalam kehidupannya, manusia tidak akan pernah bisa lepas untuk mencari nilai-nilai kebenaran yang sebenarnya karena kesehariannya manusia dihadapkan berbagai macam  persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Dengan perkembangan iptek yang pesat ini  persoalan hidup menjadi lebih kompleks dan manusia pun semakin sulit mengatasi persoalan hidupnya. Di saat kita manusia tidak bisa menyelesaikan atau mengatasi persoalan hidup. Kita  pasti lebih memilih lari dari masalah tersebut dan melakukan hal-hal yang menyimpang seperti minuman-minuman keras, narkoba, dll. Dan bahkan tidak sedikit dari mereka yang melakukan  bunuh diri gara-gara tidak bisa mengatasi persoalan kehidupan.
Di sinilah kita bisa belajar mengenai sifat orang mukmin  itu dalam mengambil perannya sebagai jalan keluar atau solusi untuk menyelesaikan masalah kehidupan itu tersebut. Ketika seseorang telah bisa memahami dan menerapkan konsep dari orang mukmin tersebut kedalam kehidupannya maka ia dapat mengatasi permasalahan hidupnya. Jadi sifat orang mukmin itu sangat penting bagi manusia khususnya bagi kita pemeluk agama islam, agar mendekatkan kita kepada Allah SWT. Dan menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa.
  1. Judul
Judul garis besar makalah ini adalah “tujuan pendidikan khusus”, dan sub pembahasanya adalah “sifat-sifat orang mukmin”.




C.     Nash dan Terjemahan

            Terjemahan: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadikan besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh diantara merek a ampunan dan pahala yang besar”.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori
            Pengertian orang mukmin ialah orang yang taat kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya. Dalam arti senntiasa manjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan berjahad dengan harta jiwa mereka pada jalan Allah swt.
Adapun ciri-ciri orang beriman antara lain :
1.      Orang mukmin gemetar mandengar nama Allah swt
Apabila disebut nama Allah swt dan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an gemetar hatinya dan bertambah besar imannya kepada Allah.
2.      Orang mukmin selalu tolong-menolong dan beramal sholeh
                        Orang muknin lakilaki atau perempuan menjadi penolong bagi siapa pun yang membutuhkan. Dan berbuat kabaikan serta mencegah kemungkaran, mendirikan sholat dan membayar zakat.
3.      Orang mukmin memiliki rasa takut di dalam hatinya
      Hanya orang yang beriman jika disebutkan nama Allah, muncul rasa takut dalam hatinya. Rasa takutnya sebagai bentuk mengagungkan Allah.
4.      Senang membaca dan memahami makna Al Quran
                        Hal ini menjadi bukti keimanan seseorang  ketika Al Qur’an dibaca baik oleh dirinya ataupun orang lain, ia dapat mengambil manfaat dengan bertambahnya rasa iman.[1]





B.     Tafsir
1.      Tafsir Al-Maraghi
      Sehubungan denagan ayat ini, bahwa apa saja yang dilakukan oleh seseorang atau dia bayangkan maka akan nampak pada raut wajahnya. Maka pabila seorang Mu,min benar apa kata hatinya terhadap Allah , maka Allah akan memperbaiki lahiriahnya dihadapan manusia.  Sesudah itu Allah memberitahukan bahwa dia memuji kelebihan orang-orang mu’min dalam kitb-kitab yang pernah diturunkan dan berita-berita yang beredar dikalangan manusia.
Bahwasanya Allah Ta’ala mengembangkan orang-orang mu’min dan memparbanyak jumlah mereka adalah untuk membikin jengkel orang-orang kafir terhadap mereka. Karena, orang-orang mu’min berkeyakinan bahwa Allah pasti menyempurnakan cahayanya lewat orang-orang mu’min, sekalipun orang-orang yang ingkar tidak suka.
Allah swt, menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan Nabi Muhammad saw, bahwa dia akan mengampuni dosa-dosa mereka dan memberi pahala kepada mereka sebanyak-banyaknya, yakni dengan memasukkan mereka kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan, dan janjinAllah adalah benar, hak tak mungkin iganti dan tak mungkin disalahi, dan siapapun yang mengikuti jejak para sahabat maka ia hukumnya sama dengan mereka.[2]
2.      Tafsir Al-Azhar
                        “Muhammad adalah utusan allah!” (pangkal ayat 29) inilah pedoman hidup dan pedoman perjuangan bagi kaum muslimin dalam menghadapi dunia. Kita  mengakui kerasulan beliau ialah dengan konsekuensinya akan meniru dan meneladani kangkah, mencontoh sepak terjangnya, menjunjung tinggi sunahnya. Muhammad rasulullah itu adalah laksana cahaya yang memberikan terang bagi kita untuk melanjutkan perjuangan di muka bumi ini.
                        Setelah terjadi persatuan keyakinan, persatuan akidah dan ibadahdan persatuan dalam pandangan hidup, dengan sendirinya timbulah persaudaraan yang rapat. Lantaran persaudaraan yang rapat maka timbulah persatuan sikap dan perangai yaitu: “dan orang-orang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, sayang menyayangi diantara sesama mereka.[3]
3.      Tafsir Al-Lubab
                        Akhirnya surah ini ditutup dengan menegaskan bahwa: ”Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah swt yang diutus membawa rahmat bagi seluruh alam”. Adapun orang-orang yang bersama dengn beliau yakni  sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau, maka mereka itu ialah orang-orng yang bersikap keras, yakni tegas, tidak berbasa-basi yang mengorbankan aqidah terhadap orang-orsng kafirtanpa keluar dari koridor rahmat risalah ini.
Walau mereka bersikap tegas, namun lanjut ayat ini: mereka berkasih sayang antar sesama kaum beriman. Engkau, siapapun engkau, di mana dan kapanpun, akan selalu melihat mereka ruku’ dan sujud. Itu mereka lakukan dengan tulus ikhlas, demi mencari karunia Allah swt dan keridhaan-Nya yang agumg.
                        Dengan sifat-sifat itu Allah swt pada akhirnya menjengkelkan hati orang-orang kafir yakni dengan pertumbuhan, perkembangan dan penambahan jumlah dan kekuatan kaum muslim. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal sholeh diantara mareka yang bersama Nabi Muhammad serta siapa pun yang mengikuti cara hidup beliau akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.[4]
C.     Apliksi Dalam Kehidupan
           Sifat mukmin sangat penting dalan menjalankan kehidupan. Tanpa kita memiliki sifat mukmin amal ibadah yang kita kerjakan akan sia-sia bahkan tidak akan sampai kepada Allah swt.
           Karena apabila kita menanaman sifat mukmin pada diri kita, maka dalam menjalankan khidupan kita akan merasakan ketenangan. Karena yang ada dalam hati dan pikiran kita hanya selalu mengingat Allah dan akan berusaha untuk selalu menjalankan perintah-Nya. Sehingga apabila kita akan melakukan perbuatan yang tercela, hati dan pikiran akan mengingatkan kepda kita bahwa Allah tidak pernah tidur dan Allah juga tahu segala perbuatan kita.
D.    Aspek Tarbawi
1.      Seorang mukmin hendaknya tidak merasa takut menghadapi kehidupan duniawi, karena apapun yang terjadi selama ia bertakwa maka itu tidak masalah, bahkan dapat meninggikan derajatnya di akhirat.
2.      Seorang mukmin yang benar hendaknya mereka yang hanya takut kepada Allah swt, dan ikhlas disetiap perbuatanya, juga selalu bertawakal kepada Allah.
3.      Seorang ukmin hendaknya memiliki sifat belas kasih antar sesama dan selalu menolong tanpa ada sifat pamrih, karena Allah telah memjanjikan derajat yang tinggi di akhirat dan surga.
4.      Orang mukmin hendaknya selalu menjalankan perintah dan larangan Allah, karena Allah telah menjanjikan  kepada orang-orang mukmin akan mendapat rizki yang berlimpah serta pengampunan dan surga.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
  1. Janji untuk orang-orang mukmin dan ancaman trhadap orang-orng kafir dam munafik.
  2. Orang mukmin harus memiliki rasa belas kasih antar sesama orang mukmin.
  3. Sifat nabi saw dan orang mukmin yang ada bersamanya sebagai umat yang belas kasih dn bersikap tegas
  4. Janji allah kepada orangorang yang beriman dan beramal sholeh bahwa mereka akan mendapat ampunan, rizki yang berlimpah, dan pahala yang besar serta surga.















  DAFTAR PUSTAKA
Al-Maraghi, Ahmad Musthofa.1989. Tafsir Al-Maraghi, cet 1. Semarang: CV Tohaputra Semarang

 Hamka. 2003. Tafsir Al-Azhar Juz 26. Jakarta: PT. Citra Serumpun Padi

Ikhwan. 2016. Orang Mukmin dan Pengertian Mukmin. perbaungan.blogspot.co.id,

Shihab, M. Quraish. 2012.  Al-Lubab Makna Tujuan dan Pelajaran dari Surah-Surah Al-Qur’an. Tangerang: Lentera Hati



















PROFIL
           
Nama    : ISTIQOMAH
TTL     : Pekalongan, 2 Juni 1997
Alamat : Ds. Rowoyoso RT 01/RW 01 Kec. Wonokerto Kab. Pekalongan
Hobi    : Olahraga
Motto Hidup : Menjadi diri sendiri dalam meraih kesuksesan

Riwayat Pendidikan:
Ø  RA Muslimat NU Rowoyoso
Ø  SDN 01 Rowoyoso
Ø  SMP N  2 Wonokerto
Ø  MAN 2 Pekalongan
Ø  Sekarang masih menempuh pendidikan di IAIN Pekalongan



[1] Ikhwan, Orang Mukmin dan Pengertian Mukmin,http://ikhwan-perbaungan.blogspot.co.id, 30 September 2016, 19.00
[2]Ahmad Musthofa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, cet 1, (Semarang: CV Tohaputra Semarang, 1989)hlm.198-200
[3]Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz 26, (Jakarta: PT. Citra Serumpun Padi 2003), hlm:174-178
[4]M. Quraish Shihab, Al-Lubab Makna Tujuan dan Pelajaran dari Surah-Surah Al-Qur’an,(Tangerang: Lentera Hati 2012),hlm 717

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar