Laman

Minggu, 16 Oktober 2016

tt1 A 7d ALLAH MENGAJARKAN STUDI ILMU QS.Al-Baqarah ayat 31

 SUBJEK PENDIDIKAN HAKIKI
ALLAH MENGAJARKAN STUDI ILMU
QS.Al-Baqarah ayat 31


Wasilatul Annisah  (2021115169)
Kelas : A


JURUSAN TARBIYAH / PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN 
2016







 KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Tafsir Tarbawi I dengan Tema SUBJEK PENDIDIKAN HAKIKI, dengan bimbingan dari Bapak selaku Dosen Pengapu M. Ghufron Dimyati, M.S.I Mata Kuliah Tafsir Tarbawi I. Dengan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.            Ayah Ibunda tercinta atas doa dan dukungannya sejauh ini.
2.             Kepada Bapak M. Ghufron Dimyati, M.S.I atas bimbingannya dalam pembuatan makalah ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.Oleh karena itu kami menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar kami dapat memperbaiki kekurangan yang ada.

                         





Pekalongan, 30 September 2016


                         
                                                                                                Wasilatul Anisah

BAB 1
PENDAHULUAN
Latang Belakang
Surat Al Baqarah yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa' (hajji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Quran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpancang (ayat 282). Surat ini dinamai Al Baqarah karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada BAni Israil (ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga surat alif-laam-miim karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.
Sebagaimana kita ketahui bahwa  khususnya dalam Surat Al-baqarah ayat 31  merupakan ayat yang sangat menarik untuk dibahas karena disitu ada sitilah yang kita kenal sekarang dengan Transfer of  knowledge, Maka dari itu di dalam makalah ini kami akan membahas Surat Al-Baqarah ayat 31. 
Judul
Judul garis besar makalah ini adalah “Subyek Pendidikan Hakiki” dan sub pembahasannya adalah “Allah mengajarkan studi ilmu”.
Arti Penting
Dalam ayat ini Allah swt. menunjukkan suatu keistimewaan yang telah dikaruniakan-Nya kepada Adam a.s yang tidak pernah dikaruniakan-Nya kepada makhluk-makhluk-Nya yang lain, yaitu ilmu pengetahuan dan kekuatan akal atau daya pikir yang memungkinkannya untuk mempelajari sesuatu dengan sedalam-dalamnya. Keistimewaan ini diturunkan pula kepada turunannya, yaitu umat manusia. Oleh sebab itu, manusia (Adam a.s. dan keturunannya) lebih patut dari malaikat untuk dijadikan khalifah.
Nash Al-Qur’an
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" 

BAB II
PEMBAHASAN
Teori
Pengertian
Allah SWT. adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan khusus keagamaan. Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan alam semesta dan seisinya, adalah Allah yang maha mengetahui, ilmu keagamaan, sumber dan hukum-hukum dalam syariat islam, semuanya adalah bersumber dari Allah SWT.
Allah yang menentukan dan memberikan pengetahuan kepada manusia tentang syariat islam melalui utusannya nabi besar Muhammad SAW. Segala yang diajarkannya berasal dari Allah SWT. Allah yang menciftakan bumi dan langit, beserta seluruh isinya, yang didalamnya terdapat pengetahuan untuk dipelajari oleh umat manusia. sebagaimana disebutkan dalam surah Ar-Rahman ayat 1-4 bahwa Allah SWT telah mengajarkan kepada manusia Al-Qur’an, Ia juga mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.
Artinya: “dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jka kamu memang orang-orang yang benar”.(Al-Baqoroh:31)
Sumber ilmu yang primer dan utama adalah wahyu yang diterima oleh nabi Muhammad SAW yang berasal dari Allah SWT. sebagai sumber dari segala sesuatu. Allah SWT menurunkan wahyu kepada nabi Muhammad SAW untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia yang mengimaninya.
Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, oleh karena itu, Al-Qur’an menempati urutan pertama dalam hierarki sumber ilmu dalam epistemology islam. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu, dijelaskan melalui ayat-ayat yang menyatakan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia dan alam semesta, yaitu diantaranya dalam surah At-Takwir ayat 27, dan Al-Furqon ayat 1.
Artinya: “Al-Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam”.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqon (Al-Qur’an kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pertama dan yang paling utama, karena dari Al-qur’an lah semua ilmu berasal, dalam epistemology islam, sesuai dengan turunannya Al-qur’an menjadi yang pertama, yang selanjutnya sumber ilmu terdapat pada hadits nabi Muhammad SAW. Baik yang berupa ucapan, perbuatan, dan ketatapannya.
Penjelasan Ayat
Mengapa Allah mengangkat Nabi Adam as menjadi khalifah, bukanlah merupakan suatu sanggahan dari mereka terhadap kehendak Allah SWT, melainkan hanyalah sekedar pertanyaan untuk meminta penjelasan. Setelah penjelasan itu diberikan, dan setelah mereka mengakui kelemahan mereka, maka dengan rendah hati dan ketaatan mereka mematuhi kehendak Allah, terutama dalam pengangkatan Nabi Adam sebagai khalifah.
Ini juga mengandung pelajaran bahwa manusia yang telah dikaruniai ilmu pengetahuan yang lebih banyak daripada makhluk Allah yang lainnya, hendaklah selalu mensyukuri nikmat tersebut, serta tidak menjadi sombong dan angkuh karena ilmu pengetahuan serta kekuatan akal dan daya pikir yang dimilikinya.
Tafsir 
Tafsir Al azhar
“Dan telah di ajarkan Nya kepada Adam nama-nama nya semuanya.” (pangkal ayat 31). Artinya diberilah oleh allah kepada adam itu semua ilmu:”Kemudian DIA kemukakan semuanya kepada malaikat, lalu dia berfirman:beritakanlah kepada ku nama-nama itu semua, jika adalah kamu makhluk-makhluk yang benar.(ujung ayat 31).
Sesudah adam dijadikan,kepadanya telah diajarkan oleh tuhan nama-nama yang dapatdicapai olehkekuatan manusia,baik dengan panca indera ataupun dengan akal semata-mata,semuanya di ajarkan kepadanya.
Tafsir Al maroghi
Dan Allah mengajarkan kepada Adam segala nama-nama benda.
Allah mngajarkan kepada adam jenis-jenis ciptaannya dan mengilhamkan kepadanya pengetahuan tentang Dzat, karakteristik, sifat,dan nama-nama ciptaannya itu. Tidak dibedakan apakah ilmu yang diajarkan ini dalam satu waktu saja atau di dalam waktu yang berlainan, karena allah maha kuasa atas segala sesuatukendati memang kata-kata”mengajarkan” memberi pengertian “berangsur-angsur sebagaimana di tunjuki firman-firmannya yang lain yang serupa misalnya dalam Q.S. ayat 114 dan 3 ayat48.
Kemudian dia perlihatkan kepada malaikat
Maksudnya, kemudian kepada mereka di perlihatkan sekumpulan benda-benda itu sepintas dengan cara ilham atau dengan cara lain yang sesuai dengan keadaan mereka,walaupun dengan memperlihatkan contoh masing-masing jenis ia dapat mengenal keadaan dan ketentuan benda-benda yang lain.
Lalu dia berfirman:”Beritahukanlah kepadaku nama-nama benda ini.
Malaikat di perintah untuk menerangkan nama-nama benda itu untuk menampakkan ketidak mampuan mereka mengetahui nama-nama benda tersebut dan waktu mengisyaratkan bahwa kkholifahan di alam nyata,pengelolaan dan penyatuannya, seta menegakan keadilan di atasnya terjadi setelah diketahui tingkat-tingkat persiapannya dan di pahami siapa sebenarnya yang patut memangku jabatan kholifah itu.
Jika Kamu Benar.
Jika alasan untuk menolak manusia di jadikan kholifah dan keraguan dalam hatimu itu benar dan sepatutnya di terima, maka beritahukanlah kepada ku nama-nama benda yang ku perlihatkan kepadamu ini.
Tafsir
Awal ayat 31 : وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا  “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya”. Adapun nama-nama yang diajarkan oleh Allah kepada Adam, menurut Mujahid adalah nama setiap binatang yang melata, nama setiap burung, nama burung gagak, nama burung merpati, dan nama segala sesuatu. Menurut Ibnu Abbas, nama-nama yang diajarkan oleh Allah kepada Adam adalah semua nama-nama yang dikenal oleh manusia dewasa ini, seperti manusia, binatang yang melata, langit, bumi, tanah yang datar, tanah yang luas, laut, unta, keledai dan lain sebagainya, hingga nama kentut yang berbunyi dan kentut yang tidak berbunyi. Dan pendapat Ibnu Abbas inilah pendapat yang shahih, yaitu Allah mengajarkan segala macam nama kepada Adam,  baik dzat, sifat, maupun af’alnya (perbuatannya), baik yang besar maupun yang kecil.
 Tengah ayat 31 ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ   “kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat”. Maksudnya adalah Allah memperlihatkan nama-nama itu sebagaimana yang dikatakan oleh Abdur Razak, dari Ma’mar, dari Qatadah: “Kemudian Allah mengemukakan nama-nama tersebut kepada para malaikat.”
Akhir ayat 31 فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ  “lalu Allah berfirman : "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!". Maksud akhir ayat ini menurut Ibnu Abbas adalah Allah berfirman kepada para malaikat : Sebutkanlah nama-nama benda yang telah Aku perlihatkan kepada kalian, wahai para malaikat yang mempertanyakan : `Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah? Yaitu dari kalangan selain kami; padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu? Jika ucapan kalian itu benar bahwa jika Aku menciptakan khalifah di muka bumi ini selain dari golongan kalian ini, maka ia dan semua keturunannya akan durhaka kepada-Ku, membuat kerusakan, dan menumpahkan darah. Dan jika Aku menjadikan kalian sebagai khalifah di muka bumi, maka kalian akan senantiasa mentaati-Ku, mengikuti semua perintah-Ku, serta menyucikan diri-Ku. Maka jika kalian tidak mengetahui nama-nama benda yang telah Aku perlihatkan kepada kalian itu, padahal kalian telah menyaksikannya, berarti kalian lebih tidak mengetahui akan sesuatu yang belum ada dari apa-apa yang nantinya akan ada atau akan terjadi. Demikianlah penafsiran yang paling tepat menurut Ibnu Jarir.
Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
Pengertian pembelajaran adalah proses atau kegiatan yang dirancang dengan sengaja oleh guru untuk terjadinya interaksi yang menyenangkan dalam proses belajar melalui integrasitas dan optimalisasi sumber daya yang sistemtik (materi, metode, media, kegiatan dan evaluasi ) sehingga peserta didik lebih faham dan aktif dalam meningkatkan cara, gairah dan hasil belajarnya. Karena itu pembelajaran harus menghasilkan belajar meskipun belajar terjadi juga dalam konteks interaksi social-kultural dalam lingkungan masyarakat.
Aspek Tarbawi
Allah memberitahu pada malaikat mengenai ke khalifahan manusia di bumi dan pertanyaan mereka kepada Allah Swt.
Manusia dianugerahi Allah potensi untuk mengetahui nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda.
Allah SWT menunjukkan suatu keistimewaan yang telah dikaruniakannya kepada Nabi Adam as yang tidak pernah dikaruniakan-Nya kepada makhluk-makhluk lain.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa Surat Al-Baqarah ayat 31 menginformasikan bahwa manusia dianugerahkani Allah potensi untuk mengetahui nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda, misalnya fungsi api, fungsi angin dan sebagainya. Dia juga dianugerahi potensi untuk berbahasa.Sistem pengajaran bahasa kepada manusia (anak kecil) bukan dimulai dengan mengajarkan kata kerja, tetapi mengajarnya terlebih dahulu nama-nama. Ini Papa, ini Mama, itu pena dan sebagainya. Itulah sebagian makna yang dipahami oleh para ulama dari firman-Nya : Dia mengajar Adam nama-nama (benda) seluruhnya. Hal ini pun ditegaskan oleh Hadits tentang syafa’atul uzhma. Nabi saw

B. Saran
Setelah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini, kami harapkan saran dan kritik dari bapak pembimbing dan rekan-rekan sekalian demi kesempurnaan makalah ini.Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membaca.

DAFTAR PUSTAKA

Prof.dr Hamka, 1967,  Tafsir Al Azhar.
Syeh ahmad Mustofa Almaroghi, 1985, Tarjamah Tafsir Almaroghi, Yoyakarta : Sumber Ilmu.
http://ssarifin.blogspot.co.id/2016/02/surat-al-baqarah-ayat-31-33.html, diakses 15 oktober 2016
http://mafhyaina.blogspot.co.id/2013/04/al-quran-hadits.html, diakses 15 oktober 2016

Biodata penulis :

Nama     :     Wasilatul Annisah
TTL        :     Pekalongan, 05 Oktober 1997
Alamat   :     Desa Bligo No.6  Rt/Rw : 12/04  kec. Buaran Kab. Pekalongan

Riwayat Pendidikan :
1.TK Bligo
2. MIS Bligo
3. MTsS Simbang Kulon II
4. MAS Simbang Kulon II

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar