Laman

Rabu, 05 Oktober 2016

TT1 C 5d (MENCARI RIDHO ALLAH) (QS.Al-bayyinah ayat 8)

TUJUAN PENDIDIKAN "UMUM"
(MENCARI RIDHO ALLAH)
(QS.Al-Bayyinah ayat 8)
Arofah Aprilia (202111094)
Kelas C

FAKULTAS TARBIYAH/PAI
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan
2016


KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berlimpah nikmat berupa kesehatan jasmani maupun rohani kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sampai selesai. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam menyusun makalah yang berjudul “Mencari Ridho Allah”, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang penulis alami. Namun, berkat dorongan, dukungan dan semangat dari orang terdekat, makalah ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, penulis dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menghaturkan terima kasih kepada Bapak. Muhammad Hufron, M.S.I, selaku dosen pengampu mata kuliah Tafsir Tarbawi I, Kedua orang tua yang selalu memberi dukungan dengan ikhlas baik materil maupun spirituil, serta teman-teman yang telah banyak membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa makalah sederhana ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, penulis menerima dengan baik kritikan ataupun saran yang membangun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan khususnya bagi penulis.



Pekalongan, September 2016


Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.    Judul Makalah............................................................................................. 1
C.    Nash Dan Arti QS.Al-Bayyinah Ayat 8...................................................... 1
D.    Arti Penting Pengkajian Materi.................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Teori............................................................................................................. 3
B.    Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 8
1.     Tafsir Al-Maroghi................................................................................. 4
2.     Tafsir Al-Azhar..................................................................................... 5
C.    Aplikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari..................................................... 6
D.    Aspek Tarbawi............................................................................................. 7
BAB III PENUTUP
A.  Simpulan...................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA

BIODATA


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
Seiring berjalannya waktu pengertian dan pemahaman orang tentang Ridho itu sangat beraneka ragam, ada juga yang bahkan tidak tahu makna dari ridho itu sendiri apa, dan ada pula yang tau makna ridho yang sebenarnya tapi tidak mengamalkannya dalam kehidupan.      
Ridho Allah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah harta termahal yang pantas diperebutkan oleh manusia. Tanpa ridho Allah,hidup kita akan hampa,kering,tidak dapat merasakan nikmat atas segala apa yang telah ada di genggaman kita,bermacam masalah silih berganti menyertai hidup kita. Harta berlimpah,makanan berlebih namun ketika tidak ada ridhoNya,semua menjadi hambar. Tidak tahu kemana tujuan hidup,merasa bosan dengan keadaan, seolah hari berlalu begitu saja,begitu cepat namun tanpa disertai dengan perubahan kebaikan hari demi hari.
Oleh karena itu, dalam makalah ini, penulis akan mencoba mengkaji ayat-ayat tentang mecari ridho Allah dalam surat Al-Bayyinah ayat 8. Tentunya dengan mengkaji ayat-ayat tersebut diharapkan kita semakin bertambah pengetahuan serta menambah iman dan ketaatan kita terhadap kekuasaan Allah SWT.
B.  Judul Makalah
Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang “Mencari Ridho Allah” menyesuaikan dengan tugas yang penulis terima.
C.  Nash dan arti QS.Al-bayyinah ayat 8 .

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridho terhadap mereka dan merekapun ridho kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
D.  Arti penting pengkajian materi.
Dalam surat Al-Bayyinah ayat 8 sangat penting untuk dikaji. Bahwa Allah SWT menjanjikan surga kepada manusia apabila mereka ridho kepadanya dan Allah AWT pun ridho kepada mereka Selain itu, dalam ayat ini juga mengandung sugesti agar kita sebagai manusia gemar mengingat Allah SWT dan patuh atas apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Teori
Ridho secara bahasa menerima dengan suka hati, secara istilah diartikan sikap menerima atas pemberian dan anugerah yang diberikan oleh Allah dengan di iringi sikap menerima ketentuan syariat Islam secara ikhlas dan penuh ketaatan, serta menjauhi dari perbuatan buruk(maksiyat), baik lahir ataupun bathin.
Berbicara masalah ridho erat kaitannya dengan sikap dan pemahaman manusia atas karunia dan nikmat Allah. Ridho berasal dari bahasa Arab mengandung pengertian senang, suka, rela, menerima dengan sepenuh hati, serta menyetujui secara penuh, sedangkan lawan katanya adalah benci atau tidak senang. Kata ridha ini lazim dihubungkan dengan eksistensi Tuhan dan manusia, seperti Allah ridho kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, sedangkan dengan manusia seperti seorang ibu ridho anaknya merantau untuk menuntut ilmu.

Ridho itu artinya rela, mencari Ridho Allah artinya mencari apa yang membuat  Allah rela pada kita. Maka seorang yang memiliki prinsip hidup mencari ridho Allah adalah mereka yang menuhankan Allah sekaligus memiliki prinsip Lailahaillallah.
Tapi yang dimaksud mencari Ridho Allah itu tidak hanya sholat dan ibadah dengan tekun dimasjid. Tidak hanya berzikir atau mengaji, namun memiliki makna yang sangat luas. Ini menyangkut filosofi hidup , menyangkut ideologi .
Konsekuensinya sangat luas, seorang yang mencari Ridho Allah maka ia akan mengikuti apa yang diinginkan Allah, Ia akan banyak berbuat baik, berhati lembut, tidak suka menyakiti perasaan saudara , menjaga keamanan sosial, banyak berkorban untuk manusia dan titik akhirnya adalah memanifestasikan kehendak Allah. Sikap-sikap baik yang membiaskan rahmat bagi semesta alam inilah yang menjadi ukurannya.

B.  Tafsir surat Al-Bayyinah ayat 8
1.   Tafsir Al-Maroghi
جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ
“Balasan mereka disisi Tuhan mereka Surga ‘Adn, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya”
Mereka akan dibalas oleh Tuhan mereka dengan ditempatkan di Surga yang ditempati untuk selama-lamanya. Di surga terdapat kelezatan-kelezatan yang lebih sempurna dan melimpah ketimbang kelezatan didunia.
Kita wajib mengimani adanya srga, tanpa kita perlu membicarakan hakikatnya, dimana tempatnya dan bagaimana cara kita bersenang-senang nanti didalamnya. Pengetahuan tentang surga ini hanya ada pada Allah. Karena hal ini tergolong pengetahuan ghaib, yang hanya jadi monopoliNya sendiri.
Kemudia Allah menerangkan sebab-sebab adanya pembalasan ini. Firman-Nya :
رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ 
“Allah ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada-Nya”
Mereka memperoleh keridhoan Allah karena mereka menjalankan ketentuan-ketentuan syariat-Nya. Lalu mereka memuji pembalasan baik atas amal-amal mereka dan memperoleh sesuatu yang membat kepuasan mereka didunia dan di akhirat.
ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ
“Yang demikian itu hanya orang yang takut kepada Tuhan-Nya.
Pembalasan yang baik itu hanya diberikan kepada orang yang jiwanya penuh ketaktan kepada Tuhan-Nya.
Isi ayat ini menjadi peringatan, agar jangan takut kepada selain Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya dalam segala perbuatan. Selain itu, mengandung sugesti agar gemar mengingat Allah demi setiap gerak langkah amal kebaikan hingga amal itu ikhlas untuk-Nya saja.[1]
2.   Tafsir Al-Azhar
“Balasan mereka disisi Tuhan mereka ialah surga-surga tempat menetap”
Itulah perhentian dan penetapan terakhir, tempat istirahat menerima hasil dan ganjaran dari kepayahan berjuang pada hidup yang pertama didunia.
“Yang mengalir padanya sungai-sungai”
Sebagai lambang kiasan dari kesuburan dan kesejukan, tepung mawar ntuk ketentraman (muthmainah), kesuburan yang tidak pernah kering.
“kekal mereka padanya selama-lamanya”
Nikmat yang tidak pernah kering rahmat yang tidak lagi akan merasakan mati. Sebab mati itu hanya sekali yang dahulu saja. Dan yang menjadi puncak dari puncak Allah.
“Allah Ridho kepada mereka”
Allah senang, Allah menerima mereka dengan tangan terbuka dan penuh Rahman, sebab tatkala mereka didunia taat dan setia.
“Dan mereka pun ridho kepadanya”
Ridho yang seimbang, balas membalas, kontak mengontak, bukan laksana bertepuk sebelah tangan. Karena iman dan keyakinan jualah yang mendorong mereka memikul beban perintan Allah SWT seketika mereka hidup dahulu, tidak ada yang dirasa berat, dan tidak pernah merasa bosan.
“Yang demikianlah itulah untuk orang yang takut kepada Tuhannya” (ujung ayat 8)
Dengan ujung ayat ini diperkuatah kembali tujuan hidup seorang Muslim. Allah SWT meridhoi mereka, dan mereka pun meridhoi Allah SWT. Tetapi betapa pun akrab hubungannya dengan Allah SWT, namun rasa takutnya kepada Allah SWT tetap ada. Oleh sebab itu, maka rasa sayang dan rasa cinta kepada Allah SWT, ridho meridhoi dan kasih mengasihi tidaklah sampai menghilangkan wibawa, kekuasaan, bahkan keangkuhan Allah SWT didalam sifat keagungan dan ketinggianNya. Sebab itulah maka si Muslim mengerjakan suruh dan menghentikan tegah. Dia sangat mengharapkan dimasukkan kedalam surga, namun disamping itu dia pun takut akan diazab Allah SWT dan dimasukkan kedalam neraka.[2]
C.  Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari
1.   Selalu bersikap menerima dengan senang hati dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
2.   Selalu bertawakal kepada Allah SWT setelah berikhtiar semaksimal mungkin
3.   Menerima dengan senang hati, ikhlas dan lapang dada atas apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.
4.     Mensyukuri segara nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita
5.     Sabar dan ta'bah ketika mendapatkan cobaan atau musibah
6.     Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, bahwa yang telah ditakdirkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita.
7.     Senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan selalu berbuat kebaikan.
D.  Aspek Tarbawi
1.   Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpa kepada orang yang taat dan patuh kepadaNya. Seperti halnya Allah akan memberikan ganjaran surga bagi orang yang takut dan kagum kepadaNya.
2.   Hendaknya kita sebagai orang muslim harus ridho atau rela atas apa yang telah diberikan kepada kita dari Allah SWT yang berupa karunia yang maha luas.
3.   Rasa takut kepada Allah SWT harus ada pada diri seorang Muslim agar kita tidak melakukan hal-hal yang tidak baik ataupun tercela dengan cara merasa bahwa kita selalu diawasi Allah SWT.
4.   Surga berbeda dengan anugrah ridha-Nya. Ridha-Nya lebih tinggi nilainya daripada surga yang dilukiskan penh dengan aneka ragam kenikmatan materi dan non materi.[3]





BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari penafsiran diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam surat Al-Bayyinah ayat 8 menjelaskan kepada kita bahwa Allah akan memberi ganjaran surga kepada manusia apabila mereka takut kepada Allah SWT. Kata “Takut” disini memiliki arti yang sangat luas yaitu takut ketika tidak meninggalkan perintahNya, takut ketika kita mengerjakan apa yang dilarangNya. Maksudnya, kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu ridho terhadap Allah SWT atas apa yang diberikan kepada kita, senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan melakukan kebaikan. Allah maha mengetahui atas apa yang kita lakukan. Untuk itu kita sebagai makhluk ciptaan.Nya hendaknya ridho kepadaNya dan Allah pun Akan ridho kepada kita. Selain itu, kita sebagai makhluk ciptaan Allah  tidak seharusnya melakukan perbuatan yang tidak disukai Allah SWT.







DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Syekh , 1986, Tarjamah Tafsir Al-Maraghi, Yogyakarta: SUMBER ILMU
Hamka, 1982, Tafsir Tarbawi, Jakarta: PUSTAKA PANJIMAS
M. Quraish Shihab, 2012, Al-Lubab, Tangeran: LENTERA HATI
http://keluargaumarfauzi.blogspot.co.id/2013/08/ridha-allah-swt.html?m=1





BIODATA

Nama                          : Arofah Aprilia
TTL                             : Pekalongan,17 April 1997
Alamat                          :Jl.Kalimantan Gg.Arjuna Blok.Abimanyu No.66 Podosugih Pekalongan
Riwayat Pendidikan   : SD Islam Kergon 02
SMP Negeri 13 Pekalongan
MA Negeri 02 Pekalongan












[1] Syekh Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Tarjamah Tafsir Al-Maraghi, (Yogyakarta:Sumber Ilmu, 1986), Hlm 263
[2] Hamka, Tafsir Tarbawi, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hlm 234-237
[3] M. Quraish Shihab, Al-Lubab, (Tangeran: Lentera Hati, 2012), Hlm 707

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar