Laman

Senin, 24 Oktober 2016

tt1 C 7b Karakteristik Allah Sebagai Pendidik Qur’an Surat Al-Fatihah Ayat 1-4

SUBJEK PENDIDIKAN HAKIKI
Karakteristik Allah Sebagai Pendidik
Qur’an Surat Al-Fatihah Ayat 1-4


Dewi Lu’lu’I Illatif (2021115121)
 Kelas C

JURUSAN TARBIYAH / PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2016



KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah Swt. yang telah memberikan begitu banyak limpahan nikmat sehingga di antara nikmat-Nya tersebut penulis dapat menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah dalam rangka nenuntut ilmu.
Shalawat beriringkan salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada baginda kita yang telah menuntun umatnya dari zaman jahiliah menuju zaman ilmiah yakni Nabi besar Muhammad Saw. juga kepada keluarganya, para sahabatnya, tabi’in dan tabi’atnya, serta sampai kepada kita selaku umatnya hingga hari kiamat Amiin.
Selanjutnya makalah yang berada di hadapan pembaca merupakan uraian materi yang ditulismengacu kepada silabus mata kuliah Tafsir Tarbawi yaitu tentang  “Karakteristik Allah Sebagai Pendidik”.yang Alhamdulillah telah selesai ditulis. Tidak akan ada kata selesai disusun makalah ini melainkan dukungan dari semua pihak baik segi moril maupun materil. Untuk itu penulis sampaikan banyak terima kasih.
Sudah barang tentu dalam makalah ini tidak luput dari kekeliruan ataupun kekurangan baik dalam materi maupun dalam hal ikhwal penyusunan. Untuk itu penulis bermohon maaf dan tak lupa untuk sedia menerima berbagai masukan yang bersifat membangun untuk penyempurnaannya.
Atas perhatian dan partisipasinya kami mengucapkan Terima kasih. 



                                    Pekalongan,15Oktober 2016
                                                                                   
                                                                                                Pemakalah

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidian merupakan factor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normative. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memeberikan jsminan bagi perwujudan hak-hak asasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasisecara optimal guna kesejahteraan hidup dimasa depan.
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan disekolah, guru memegang tugas ganda yaitu mengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran kedalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbingdan membina anak didik agar menjadi manusia yang susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri.
Akan tetapi pada era modern inimuncul sikap-sikap guru yang mulai melenceng. Beberpa pendidik kurang mengetahui akan tugas dan kewajiban mereka sehingga sangat berpengaruh besar dalamperkembangan kualtas anak didik mereka. Meskipun begitu tidak sedikit pula pendidik yang mengutamakan kualitas anak didiknya. Seperti halnya yang dijelaskan dalam Al-quran mengenai tafsir prndidik.







B.    Judul Makalah
Makalh ini berjudul “ Karakteristik Allah Sebagai Pendidik” sesuai tugas yang didapat oleh pemakalah.
C.  Nash dan Arti Qur’an Surat Al-fatihah Ayat 1-7
.بِسْمِ اللّهِ ا لرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .۱
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ألْعَالَمِيْنَ .۲
الرَّحْمَنِ الَّحِيْمِ.۳
مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ .۴


1.     Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang
2.     Segala puji bagi Allah Tuhan semsta ala.
3.     Yang Maha pemurah , Maha penyayang.
4.     Yang mempunyai hari pembalasan.
D.    Arti Penting untuk diKaji
Surat yang sedemikian ringkas ini sesungguhnya telah merangkum berbagai pelajaran yang tidak terangkum secara terpadu di dalam surat-surat yang lain di dalam Al-qur’an. Surat ini mengandung intisari ketiga macam tauhid. Di dalam penggalan Rabbil’alamiin terkandung makna tauhid rububiyah. Tauhid rububiyah  adalah mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatanNya seperti mencipta, memberi rezeki dan lain sebagainya. Dimulainya surat al-Fatihah dengan lafadz bismillahirahmanirrahim dimaksudkan untuk memberi petunjuk kepada hamba-hambanya agar memulai suatu pekerjaan dengan lafadz tersebut. Nama Allah adalah nama khusus bagi zat yang wajib dipuja dan tidak dapat diberikan sama sekali nama tersebut kepada selain Dia. Ini menjelasakan bahwa hanya Allah lah yang layak untuk mendapat pujian dan pujian kita kepada Allah adalah bentuk rasa syukur kita terhadap-Nya.[1]
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Teori
1.     Karakteristik Allah sebagai Pendidik
Kita sebagai calon pendidik harus mengetahui bagaimana cara menjadi pendidik yang baik, mendidik yaitu orang yang memengaruhi orang yang didiknya dan memikirkan keadaannya. Sedangkan pendidikan yang dilakukan oleh Allah terhadap manusia ada dua macam yaitu pendidikan, pembinaan atau pemeliharaan terhadap kejadian fisiknya yang terlihat pada perkembangann jasad atau fisiknya sehingga mencapai kedewasaan, serta pendidikan terhadap perkembangan potensi kejiwaan dan akal pikirannya, pendidik keagamann  dan akhlaknya yang terjadi dengan diberikannya potensi-potensi tersebut kepada manusia, sehingga dengan itu semua manusia mencapai kesempurnaan akalnya dan bersih jiwanya.
Kata rabb yang mendahului kata alam tersebut, yang berarti mendidik, membina, mengarahkan dan mengembangkan yang mengharuskan adanya unsur kehidupan seperti makan mdan minum serta berkembang biak. Allah mengatur perilaku orang-orang yang berakal dengan cara memberikan perintah larangan,dan balasan. Hal ini sejalan dengan ungkapan malik al-naas yang mengatur dan merajai manusia.
      dapat disimpulkan bahwa setiap pujian yang baik hanyalah untuk Allah, karena Dialah sumber segala yang ada. Dia-lah yang menggerakkan seluruh alam dan mendidiknya mulai dari awal hingga akhir dan memberikannya nilai-nilai kebaikan dan kemashlahatan. Dengan demikian puji itu hanya kepada pencipta, dan syukur kepada yang memiliki keutamaan.[2]


B.    Tafsir Qur’an Surat Al-fatihah Ayat 1-7
1.     Tafsir Ibnu Katsier
Bismillah dengan nama Allah. susunan kalimat yang demikian ini dalam Bahasa Arab berarti susunan kata-kata yang mendahuluinya yaitu: aku memulai perbuatan ini dengan nama Allah, untuk mendapat berkat dan pertolongan rahmat Allah sehingga dapat selesai dengan sempurna dan bai, juga untuk menyadari kembali sebagai makhluk Allah, bahwa segala-galanya tergantung pada rahmat karunia Allah. ar-Rahman Ar-Rahim, dua kalimat pecahan dari rahmat untuk menyebut kelebihan, dan kata Rahman lebih luas dari Rahim. “Alhamdu Lillahir Rabbil Alamin”. Segala puji bagi bagi Allah Tuhan yang memelihara alam semesta. Ibnu jariri berjata,”Alhamdulillah, syukur yang ikhlas melulu kepada Allah tidak kepada lain-lain-Nya daripada makhluk-Nya, syukur itu karena nikmatnya yang diberikan kepada hamba dan makhluk-Nya. Rabb berarti pemilik yang berhak penuh, Ar-Rahman berarti yang memberi nikmat yang sebesar-besarnya, Ar-Rahim yang memberi nikmat halus sehingga tidak terasa, padahal, nikmat besar.[3]
2.     Tafsir Al-Maraghi
Kata al-ismu dalam bahasa Arab berarti kata yang menunjukkan pada suatu dzat atau bisa menunjukkan kepada suatu yang bersifat maknawi. Di dalam menyebut nama Allah diharuskan adanya kterlibatan hati dan lisan di dalam rangka mengingat keagungan dan kebesaran Allah, serta nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Didalam sebuah hadits disebutkan bhwa Al-Hamdu itu berarti inti ungkapan rasa syukur. Seorang hamba yang tidak bersyukur kepada Allah berarti ia tidak pernah memuji-Nya.setiap pujan hanyalah bagi Allah sebab, Dia-lah sumber terciptanya semua makhluk. Kata AR-Rahim berarti sifat yang tetap pada Allah. dari sifat inilah lahir kebajikan dan kasih saying Allah. kata Ad Dien, secara Bahasa berartiperhitungan, pahala dan pembalasan. Itulah makna yang sesuai dalam hubungan ini, dikatakan Maliki yaumi’d-Din agar diketahui bahwa din itu mempunyai hari tertentu, yakni ketika manusia menerima balasan.[4]
3.     Tafsir Al-Azhar
Kata ALHAMDU LILLAHI; segala puji bagi Allah. tidak ada yang lain yang berhak mendapat pujian itu, meskipun misalnya ada orang berjasa baik kepada kita, meskipun kita memujinya hakikat puji hanya kepada Allah. sebab orang itu tidak dapat berbuat apa-apa kalua tidak karena Tuhan Yang Maha Murah dan penyayang. Yang Maha Murah, Yang Maha Penyayang. Ayat ini menyempurnakan maksud ayat yang sebelumnya. Jika Allah sebagai Rabb, sebagai pemelihara dan pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud isi pendidikan itu, melainkan karena kasih saying-Nya semata dan karena murah-Nya belaka. Maka apabila Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah disambung dengan Maliki yaumiddin, barulah seimbang pengabdian dan pemujaan kita kepada Tuhan. Hidup tidak berhenti hingga kini saja, aka nada sambungannya lagi yaitu hari pembalasan, hari agama yang sebenarnya dimana kita harus mempertanggung jawabkan semua tingkah laku kita di dunia.[5]
C.    Aplikasi Dalam Kehidupan
1.     Selalu mawas diri bahwa di dunia ini yang berhak dipuji hanyalah Allah semata.
2.     Selalu memuji Allah sebagi rasa syukur kita kepada Allah.
3.     Mempelajari sifat-sifat Allah sebagai pendidik agar kita dapat menjadi pendidik yang baik.
4.     Selalu berusaha menjadi pendidik yang baik.
D.    Aspek Tarbawi
1.     Bahwa Allah memberikan ilmu kepada hamba-Nya dengan berbagai cara.
2.     Selalu memberikan kasih sayang terhadap peserta didik kita seperti Allah yang memberikan kasih sayang terhadap hambanya.
3.     Bahwa pendidikan harus disertakan pembinaan.









 BAB III
 PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bahwa diseluruh ala mini yang berhak mendapat pujian hanyalah Allah semata seperti yang dijelaskan dalam surat Al-fatihah dimana Allah telah menerangkan metode pendidik yang begitu baik. Allah melakukan pendidikan kepada manusia dengan dua macam yaitu pendidikan dan pembinaan atau memelihara terhadap kejadian fisik yang terlihat pada pengembanagan jasad dan fisiknya sehingga mencapai kedewasaan, serta pendidikan terhadap perkembangan potensi kejiwaan dana kala pikirannya, selain itu Allah juga selalu memberikan kasih sayang kepada hamba-Nya. Allah memberikan pendidikan melalui seluruh alam yang diciptakan-Nya.
B.    Saran
Semoga kita dapat memahami tentang tugas kita sebagai pendidik yang sudah dicontohkan Allah dalam mendidik kita melalui ala mini dan AL-quran.














DAFTAR PUSTAKA


 Al-Maraghi Musthafa Ahmad. 1985. Terjemah Tafsir Al-Maragh.Semarang :Toha Putra.
 Bahreisy Salem dan Said Bahreisy. 1987.  Terjemah Singkat Tafsir IBNU KASTIER. Surabaya:PT Bina Ilmu.
Hamka. 1981. Tafsir Al-Azhar.UUDP: Yayasan Nurul Islam.
 Nata, Abuddin. 2002. Tafsir Ayat-ayat Pendidikan. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.













BIODATA PEMAKALAH
Nama                              : Dewi Lu’lu’I Illatif
Tempat,tanggal lahir      : Pekalongan,15 Desember 1997
Alamat                            : Jl. KH AKROM KHASANI NO.15 Rt 002 Rw 003. Jenggot Gang 04,
                                    Pekalongan,  Pekalongan Selatan 51133
Asal Sekolah                   : MIS JENGGOT 01
      Mts. S YAPENSA   
      MAS SIMBANG KULON
      Masih menempuh S1 di IAIN Pekalongan Jurusan Tarbiyah/PAI




[1]Abuddin Nata, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2002).hlm 24
[2]Ibid,hlm 25-26.
[3]Salim Bahreisy dan Said Bahreisy, Terjemah Singkat Tafsir IBNU KASTIER, (Surabaya:PT Bina Ilmu,1987), hlm 16-27
[4]Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, (Semarang :Toha Putra, 1985), hlm 33-51
[5]Hamka, Tafsir Al-Azhar, (UUDP: Yayasan Nurul Islam, 1981), hlm 77-114

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar