Laman

Senin, 24 Oktober 2016

tt1 C 7a “Allah Sebagai Pendidik” Q.S Ar-Rahman ayat 1-4

Subjek Pendidikan “Hakiki”
“Allah Sebagai Penddik”
(QS.Ar-Rahman 1-4)

 Nurul Hikmah  (2021115114)
Kelas : C

Jurusan Tarbiyah/PAI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) PEKALONGAN 
2016
 





KATA  PENGANTAR



Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ SUBJEK PENDIDIKAN HAKIKI “  ( Allah sebagai pendidik )  guna untuk memenuhi tugas tafsir tarbawi, telah terselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam menyusun makalah penulis tidak mengalami kesulitan dan hambatan karena berkat dorongan, dan dukungan serta semangat dari orang terdekat sehingga makalah ini dapat terselesakan. Untuk itu tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Ghufron selaku dosen pengampu mata kuliyah Tafsir Tarbawi, kedua orang tua yang selalu memberi dukungan dengan ikhlas serta, teman-teman yang banyak membantu penulis.
Akhirul kalam, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberikan saran maupun kritik demi  perbaikan makalah di masa mendatang. Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat dan memenuhi harapan berbagai pihak. Amiin.



                                                                                                           


                                                                                    Pekalongan, September 2016

Nurul Hikmah




BAB I
    PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

            Pendidik dalam proses pendidikan adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan . Selain pendidik, peserta didik juga mempunyai peran penting dalam proses pendidikan, tanpa adanya peserta didik, maka pendidik tidak akan bisa menyalurkan pengetahuan yang dimilikinya sehingga proses pembelajaran tidak akan terjadi dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan antara pendidik dan peserta didik harus sejalan agar tujuan pendidikan dapat tercapai.
            Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Al-Qur’an mengandung beberapa aspek yang terkait dengan pandangan hidup yang dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan menuju kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dari beberapa aspek tersebut, secara global terkandung materi tentang kegiatan belajar-mengajar atau pendidikan, diantaranya yaitu pendidik dan peserta didik.
            Diantara konsep tersebut adalah beberapa konsep pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an, Keluasan Al-Qur’an dalam konsep pendidikan tersebut telah mendorong penulis untuk menggali salah satu dari konsep tersebut, untuk itu dalam makalah ini penuls akan mencoba menerapkan sedikit tentang salah satu konsep tersebut, yaitu yang berhubungan dengan pendidik dengan harapan dapat lebih memahami .

B. Judul Makalah
Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang “ Allah Sebagai Pendidik“ Menyesuaikan dengan tugas yang telah penulis terima.

C. Nash Dan Arti QS. Ar-Rahman Ayat 1-4

                                                                                                                                                                                    الرَّحْمَنُ  (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)

  Artinya : “ Tuhan yang maha pemurah(1)yang telah mengajarkan al-Qur’an(2)Dia yang menciptakan manusia(3)Mengajarkannya pandai berbicara(4).                                                                                                                        
D. Arti Penting Pengkajian Materi

            Di dalam QS Ar-Rahman ayat 1-4 ini adalah salah satu dari sekian banyak sifat Allah, yang mengandung makna pengasih kepada makhluknya didunia tanpa terkecuali, baik makhluk yang taat maupun yang mengingkari bahkan kepada iblispun Allah masih “Sayang” Ayat ini kaitanya dengan pendidikan adalah seorang pendidik mempersiapkan dirinya dengan sifat rahman . Allah adalah dzat yang maha Mendidik dari segala apapun. Pada dasarnya surah ni dengan kata Ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingn tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nkmat-nikmat dan beriman kepada Allah yang mengajarkan Al-Qur’an yang menciptakan manusia, makhluk yang palng membutuhkan tuntutannya.
           

















BAB II
    PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidik
            Pendidik dalam Islam sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris, dan mursyid . Adalah orang yang bertanggung  memberikan pertolongan pada  peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT. Dan mampu melakukan tugas sebagai makhluk  sosial dan sebagai makhluk individu yang mandiri.[1]
            Kedudukan pendidik dalam Islam yaitu Bapak rohani bagi anak didik yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia,dan meluruskannya. Oleh karena itu, pendidik mempunyai kedudukan tinggi sebagaimana yang dilukiskan dalam  hadist Nab SAW. Bahwa “Tinta seseorang ilmuan (ulama) lebih berharga ketimbang darah para syuhada”. Bahkan islam menempatkan pendidik setngkat dengan derajat seorang Rasul[2]

B. Penafsiran Qs. Ar-Rahman ayat 1-4
1.     Tafsir Al-Maraghi
                                                    الرَّحْمَنُ  (1) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)

                                                                                                              
Artinya : “ Tuhan yang maha pemurah(1)yang telah mengajarkan al-Qur’an(2)Dia yang menciptakan manusia(3)Mengajarkannya pandai berbicara(4).

Ar-Rahman      : Salah satu diantara nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna)
Al-Insan           : Untuk manusia.
Al-Bayan         : Kemampuan manusia untuk mengutarakan isi hati dan memahamkanya kepada orang lain.

   

Allah telah mengajari Nabi Muhammad saw. Al qur’an dan Nabi Muhammad mengajarkannya kepada umatnya :

“ Sesungguhnya Al-Qur’an itu dajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).”(An-Nahl.16:103)
   
Dan oleh karena surat ini menyebut-nyebut tentang nikmat yang telah Allah    anugerahkan kepada hambanya,maka terlebih dahulu Allah menyebutkan nikmat yang merupakan nikmat terbesar kedudukanya dan terbanyak manfaatnya,bahkan paling sempurna faidahnya,yaitu nikmat diajarkannya Al-Qur’anul Karim,maka diperolehkan kebahagiaan didunia dan di akhrat dan dengan menempuh jalannya. Lalu diperolehkanlah segala keinginan di dunia dan di akhirat,karena Al Qur’anlah puncak dari segala kitab yang diturunkan pada makhluk Allah yang terbaik.[3]
    Setelah menyebutkan nikmat tersebut, maka Allah swt,menyebutkan pula nikmat yang merupakan pangkal segala urusan dan segala sesuatu. Dia telah menciptakan umat manusia ini dan mengajarinya mengungkapkan apa yang terlintas dalam hatinya dan terbetik dalam sanubarinya. Sekiranya tidak demikian,maka Nabi Muhammad saw.
   Ini adalah nikmat ruhani terbesar yang tidak bisa di tandingi dengan nikmat lainnya dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, Allah swt mendahulukan penyebutnya atas nikmat-nikmat lain yang akan disebutkan nanti.
  Pertama-tama Allah telah menyebutkan hal yang harus dipelajari,yatu Al Qur’an,yang dengan itulah diperoleh kebahagiaan. Selanjutnya menyebutkan tentang belajar,dilanjutkan dengan cara belajar,seterusnya barulah menyebutkan benda-benda langit yang dimanfaatkan oleh manusia dalam penghidupan mereka.[4]
2.     Tafsir Al-Misbah.

Surat ini dimulai dengan menyebut sifat rahmat-Nya yang menyeluruh yaitu ar-Rahman, yakni Allah yang mencurahkan rahmat kepada seluruh makhluk dalam kehidupan dunia ini, baik manusia atau jin yang taat dan durhaka, malaikut, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
Setelah menyebutkan rahmat-Nya secara umum, disebutkan rahmat dan nikmat-Nya yang teragung sekaligus menunjukkan kuasa-Nya melimpahkan sekelumit dari sifat-Nya yakni dengan menyatakan: Dialah yang telah mengajarkan al-Qu’ran kepada siapa saja yang Dia kehendaki.[5]
Ayat 3-4

“ Dialah yang menciptkan manusia,mengajarnya ekspresi.”
Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur’an tu Dialah yang menciptakan manusia            Makhluk yang paling membutuhkan tuntutan-Nya sekaligus yang paling berpotensi memanfaatkan tuntutan itu dan mengajarkan ekspresi yakni kemampuan menjelaskan apa yang ada dalam benaknya dengan berbagai cara utamanya adalah bercakap dengan baik dan niat.
Tidaklah dapat wujud kehidupan bermasyarakat manusia, tidak juga makhluk ini dapat mencapai kemajuan yang mengagumkan dalam kehidupannya – sebagaimana yang telah dicapai dewasa ini – kecuali dengan demikian dia telah membuka pintu untuk memperoleh dan memberi pemahaman. Tanpa itu manusia akan sama saja dengan binatang dalam hal ketidakmampuannya mengubah wajah kehidupan dunia ini. Demikian lebih kurang Thabathaba’i
Pengajaran al-bayan itu tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk  seni dan raut muka. Bahkan menurut al-Biqa’i, kata al-bayan adalah potensi berpikir, yakni mengetahui persoalan kulli dan juz’i, menilai yang tampak dan juga yang gaib dan menganalogikannya dengan perhitungan, kali ketiga dengan ramalan dua di kali selanjutnya dengan memandang ke alam raya serta cara-cara yang lain, sambil membedakan mana yang baik dan mana yang buruk atau semacamnya. Itu semua disertai dengan potensi untuk menguraikan sesuatu yang tersembunyi dalam benak serta menjelaskan dan mengajarkannya kepada pihak lain.[6]
3.     Tafsir Al lubab

Surah ini dimulai dengan menyebut  sifat rahmat-Nya yang menyeluruh, yaitu ar-Rahman {1},yakni Allah swt. Pencurahan rahmat kepada seluruh makhluk dalam kehidupan dunia ini, baik manusia, jin yang taat dan durhaka , malaikat, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain. Setelah menyebut rahmat-Nya secara umum, disebutkan-Nya yang teragung dengan menyatakan: Dialah yang mengajarkan al-Qur’an {2}, yakni kepada siapa saja yang Dia kehendaki, terutama Nabi Muhammad saw. Dia juga yang menciptakan manusia {3}, mengajarnya ekspresi, yakni menganugerahinya kemampuan menjelaskan apa yang ada dalam benaknya, dengan cara utamanya adalah bercakap dengan baik dan benar {4}

Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 1-4
1)     Nikamat Allah swt, yang teragung adalah pengajaran al-Qur’an dengan kata lain nikmat Iman dan Islam.
2)     Salah  satu nikmat Allah swt yang terbesar dan hanya dianugerahkan secara sempurna kepada manusia adalah potensi berekspresi, baik melalui  lidah, tangan, dan raut muka, dengan aneka seni yang dihasilkannya.[7]
C. Aplkasi dalam Kehidupan
1.     Hendaknya Sebagai Pendidik harus memiliki sifat yang pengasih dan penyanyang tanpa pengecualian terhadap siapapun.
2.     Senantasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah swt.
3.     Kita sebagai manusia hendaknya menjadi orang yang berpengetahuan,berakhlakulkarimah, beradab dan bermartabat yang berujung kepada ketaqwaan kepada Allah swt.


D. Aspek Tarbawi
1.     Nikmat Allah swt yang paling besar faedahnya dan paling besar manfaatnya bagi hamba-Nya adalah nikmat mengajar Al-Qur’an.
2.     Senantiasa beriman Kepada Allah karena Allah adalah Allamahul Bayan yang mengajarkan Dengan jelas dan pendidik manusia yang pertama yang telah mengajarkan manusia tentang semua hal apapun.
3.     Kita mendapatkan pelajaran bahwa kebenaran itu bersumber dari Allah swt.

















 
    BAB III
 PENUTUP

KESIMPULAN

 Pendidik dalam Islam sering disebut dengan murabbi, mu’allim, mu’addib, mudarris, dan mursyid .Setelah kita mempelajari Surat Ar-Rahman Ayat 1-4 bahwa sesungguhnya kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang terdapat dalam surat ini, dimana Allah SWT itu sebagai pendidik pertama dimuka bumi dan alam semesta ini. Dalam surat Ar-Rahman ayat 1-4 kita diajarkan sebagai pendidik yang sebenarnya, yang harus memiliki sifat rahman kasih sayang, dan sebaga sorang pendidik kita harus mengajarkan apapun dengan sejelas jelasnya.
Beberapa nikmat Allah SWT  dari  surat Ar-Rahman ini nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajar Al-Qur’an maka, manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an akan berbahagia didunia dan dakhirat. Sesudah Allah SWT menyatakan nikmat mengajar Al-Qur’an maka dilanjutkan Allah SWT mengajarkan pandai berbicara tentang apa yang tergores dalam jiwa hambanya dan apa yang terpikir oleh otak hambanya. Ini adalah suatu anugerah rohaniah yang sangat tinggi nilainya dan tidak ada bandinganya dalam hidup.















                                                            DAFTAR PUSTAKA


Suryasubrata, 1989, Beberapa Aspek Kependidikan, Bina Aksara, Jakarta.
Muhammad Abd. Mujib, 1993, Pemikiran Pendidikan Islam, Trigenda Karya, Bandung.
Ahmad Mustafa Al-Maraghi, 1993, Tafsir Al-Maraghi, PT. Karya Toha Putra, Semarang.
M. Quraisy Shihab, 2002, Tafsir Al-Misbah, Lentera Hati, Jakarta.
M. Quraisy Shihab, 2012, Tafsir Al-Lubab, Lentera Hati, Tanggerang.

















BIODATA DIRI

      

Nama                       : Nurul Hikmah
TTL                           : Batang, 25 juli 1998
Alamat                                 : Jl Raya Bandar Gg nanas rt 02 rw 03 kec Bandar kab Batang
Riwayat Pendidikan :
a.     MI Asyafiiyah Bandar
b.     MTs Simbang Kulon II Buaran Pekalongan
c.      MAS Simbang Kulon Buaran Pekalongan






[1] Suryosubrata, Beberapa Aspek Dasar Kependidikan. (Jakarta: Bina Aksara,1983), hlm.26
[2] Muhaimin Abd.Mujib,Pemikiran Pendidikan Islam. (Bandung: Trigenda Karya,1993) hlm.168
[3]  Ahmad Mustafa Al-Maraghi,Tafsir Al-Maraghi,(Semarang: PT. Karya Toha Putra Semarang,1993). Hlm.187
[4] Ibid. Hlm.188
[5] M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah (Jakarta: Lentera Hati 2002) hlm,493
[6] Ibid. Hlm,494-495
[7] M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Lubab, ( Tanggerang: Lentera hati 2012) hlm,.131-132

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar